ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . Jurnal Agrifitia. Vol. No. Maret 2026 Journal home page: https://jurnal. id/index. php/AFT Page 102-111 Article history: Submitted: September 1st, 2025 Revised: March 16th, 2026 Accepted: April 13th, 2026 DOI: 10. 55180/aft. Perbandingan Sistem Pendukung Keputusan Kenaikan Jabatan Asisten Kebun Menggunakan Metode SAW (Simple Additive Weightin. dan WP (Weight Produc. di PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Ledo 1 (Kabupaten Bengkayang. Kalimantan Bara. Valena Grasheila Tarigan*). Th Candra Wasis Agung Sutignya. Adi Marjani Patappa Program Studi Manajemen Perkebunan Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Pontianak Jl. Jendral Ahmad Yani. Pontianak 78124. Kalimantan Barat E-mail penulis: valenatarigan2003@gmail. ABSTRACT Promotion decisions are a strategic aspect of human resource management in the palm oil plantation sector, directly influencing operational effectiveness and productivity targets. This study compares two Decision Support System (DSS) methods. Simple Additive Weighting (SAW) and Weighted Product (WP), for determining Plantation Assistant promotions at PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Ledo 1. Four company-defined criteria were applied: length of service . %), work productivity . %), work behavior . %), and leadership . %). Nine promotion candidates from Divisions 1Ae9 were evaluated. Both methods yielded consistent result, with Alternative 4 (Jumadi Asri Ae Assistant of Division . achieving the highest score and thus recommended for promotion. The findings confirm that SAW and WP can be effectively applied in plantation promotion decisions, tailored to company policies and operational needs. Keywords: Decision Support System. Plantation Assistant. Promotion. SAW. ABSTRAK Pengambilan keputusan pada promosi jabatan merupakan aspek strategis dalam manajemen sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit, yang secara langsung memengaruhi efektivitas operasional dan target produktivitas. Penelitian ini membandingkan dua metode Decision Support System (DSS), yaitu Simple Additive Weighting (SAW) dan Weighted Product (WP), dalam menentukan promosi Asisten Kebun di PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Ledo 1. Empat kriteria yang ditetapkan perusahaan digunakan, yaitu masa kerja . %), produktivitas kerja . %), perilaku kerja . %), dan kepemimpinan . %). Sebanyak sembilan kandidat promosi dari Divisi 1Ae9 dievaluasi. Kedua metode menghasilkan temuan yang sama, di mana Alternatif 4 (Jumadi Asri Ae Asisten Divisi . memperoleh skor Hasil penelitian ini menegaskan bahwa metode SAW dan WP dapat diterapkan secara efektif dalam pengambilan keputusan promosi di perkebunan, sesuai dengan 102 | Perbandingan Sistem Pendukung KeputusanAA. ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . kebijakan perusahaan dan kebutuhan operasional. Kata kunci: Asisten Kebun. Sistem Pendukung Keputusan. Promosi. SAW. PENDAHULUAN Pengelolaan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu pilar utama dalam manajemen sebuah perusahaan, termasuk pada industri perkebunan kelapa sawit yang memiliki skala operasional besar, struktur organisasi kompleks, dan target produksi yang ketat. Salah satu aspek strategis dalam pengelolaan SDM adalah pengambilan keputusan promosi jabatan, karena proses ini berpengaruh langsung terhadap penempatan individu pada posisi yang sesuai kompetensi, yang pada akhirnya berdampak pada keberlangsungan operasional dan pencapaian target produksi di kebun. Dalam struktur organisasi perkebunan kelapa sawit, setiap jabatan mulai dari asisten kebun hingga asisten kepala yang memiliki tanggung jawab teknis dan manajerial yang spesifik, seperti mengawasi kegiatan panen, pemeliharaan tanaman, pengelolaan tenaga kerja, serta pencapaian indikator produktivitas. Oleh karena itu, rekomendasi kenaikan jabatan menjadi langkah penting untuk memastikan kesesuaian antara kompetensi karyawan dengan tuntutan teknis dan manajerial di lapangan. Promosi jabatan di perkebunan tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas kinerja dan loyalitas, tetapi juga sarana untuk menjaga motivasi kerja dan retensi karyawan yang berkompeten. Promosi jabatan bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga menyangkut kesiapan moral dan karakter menurut Monddy dan Martocchio dalam Togatorop . sektor perkebunan membutuhkan kerjasama tim yang baik disiplin dan kepatuhan dalam bekerja karena untuk kelancaran operasional di perkebunan memerlukan koordinasi yang baik antara pimpinan dan bawahan sehingga dalam pemilihan pemimpin harus menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Namun, dalam praktiknya, proses ini kerap menghadapi tantangan seperti subjektivitas penilaian dan keterbatasan indikator Indikator pada promosi jabatan, antara lain kejujuran, loyalitas, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, dan masa pengabdian (Wahyudi, 2011 dalam Siswanto, 2. Namun dalam penerapan promosi jabatan di banyak perkebunan, proses penilaian masih dilakukan secara manual dan belum sepenuhnya terstruktur, sehingga berpotensi menghasilkan keputusan yang tidak objektif. PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Ledo 1, sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit, hingga saat ini masih mengandalkan tes tertulis dan presentasi kandidat untuk proses promosi asisten kebun menjadi asisten kepala. Metode ini belum sepenuhnya mencerminkan evaluasi menyeluruh terhadap kompetensi teknis, kepemimpinan, dan manajerial yang dibutuhkan di lapangan, sehingga berpotensi menghsilkan keputusan yang subjektif (Hidayatulloh dkk. , 2024. Widodo & Misdram, 2. Kondisi ini menunjukkan Jurnal Agrifitia. Vol. No. Maret 2026 | 103 ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . perlunya sistem pengambilan keputusan yang mampu mengolah berbagai kriteria secara objektif, terukur, dan transparan sesuai kebutuhan dunia kerja di perkebunan kelapa sawit. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) merupakan salah satu pendekatan yang relevan dalam manajemen perkebunan untuk memastikan promosi jabatan dilakukan secara terukur dan akuntabel. Dalam kerangka FMADM (Fuzzy Atribut Decision Makin. adalah strategi yang digunakan untuk menangani masalah dengan menetapkan bobot pada masing- masing atribut dan kemudian memilih opsi terbaik melalui proses seleksi. Teknik yang bisa dimanfaatkan untuk menghadapi masalah dalam FMADM, antara lain. Simple Additive Weighting Method (SAW) dan Weighted Product (WP) (Kusumadewi 2006 dalam (Sutignya, 2. Metode SAW merupakan teknik pengambilan keputusan yang menentukan bobot pada setiap atribut, kemudian melakukan proses normalisasi dan pemeringkatan untuk memperoleh alternatif terbaik (Mulyadi dkk. , 2. Sementara itu, metode WP menghitung bobot nilai dari setiap kriteria melalui proses normalisasi secara multiplikatif untuk menentukan alternatif terbaik (Rizal dkk. , 2. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun sama-sama mampu mengolah data penilaian menjadi peringkat objektif dan membantu manajemen membuat keputusan yang selaras dengan kebutuhan operasional kebun. Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Gultom & Isnanto . dengan judul Sistem Penunjang Keputusan Dalam Pemilihan Pegawai Penerima Promosi Jabatan Menggunakan Metode Simple Additive Weighting dan Weighted Product di PT Citra Baru Perkasa yang menunjukan hasil rekomendasi alternatif yang sama dalam penggunaan metode SAW dan WP dalam pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode SAW dan WP dalam pengambilan keputusan pada industri perkebunan khusunya pada kenaikan jabatan asisten kebun menjadi asisten kepala di PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Ledo 1, serta membandingkan hasil perhitungan kedua metode tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata pada manajemen perkebunan kelapa sawit, khususnya dalam pengembangan sistem promosi jabatan yang lebih objektif, adil, dan transparan demi mendukung keberlanjutan dan kinerja operasional perusahaan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yaitu penelitian yang menggunakan data berupa angka sebagai alat untuk menganalisis keterangan mengenai sesuatu yang ingin diketahui secara sistematis, yang kemudian diinterprestasikan berdasarkan teori dan literatur yang saling berhubungan dan dilaksanakan pada April sampai dengan Juni 2025 di PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Ledo 1. Kabupaten Bengkayang, 104 | Perbandingan Sistem Pendukung KeputusanAA. ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . Kalimantan Barat. Populasi penelitian adalah seluruh asisten kebun yang menjadi kandidat promosi jabatan pada periode penelitian, yang sekaligus dijadikan sampel dengan metode total sampling dengan jumlah total 9 asisten dari 9 divisi. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner yang diolah dengan skala Likert, wawancara terstruktur dengan manajemen dan HRD, serta dokumentasi kinerja karyawan. Analisis dilakukan melalui tahap normalisasi data, perhitungan nilai preferensi menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Weighted Product (WP), penentuan peringkat alternatif, serta komparasi hasil kedua metode untuk memperoleh rekomendasi promosi jabatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini ditetapkan berdasarkan indikator promosi Pada penerapanya Sistem Pendukung Keputusan menggunakan metode SAW dan WP dalam pengunaan metode nya juga memerlukan penilaian kriteria antara kategori keuntungan . atau biaya (Cos. Menurut Kusumadewi . dan Darmastuti . dalam Sutignya . pada penentuan kriteria keuntungan . dilakukan apabila nilai memberikan keuntungan bagi pengambil keputusan. Sebaliknya, kriteria biaya . dilakukan apabila menimbulkan biaya bagi pengambil keputusan adapun atribut dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Data Kriteria penelitian Kriteria Keterangan Bobot Masa Kerja Produktivitas Kerja Perilaku Kerja Kepemimpinan Sumber : Data Terolah . Atribut Benefit Benefit Benefit Benefit Tabel diatas menyajikan data C1-C4 yang diolah berdasarkan data mentah hasil penelitian yang dijabarkan sebagai berikut : Kriteria Masa Kerja Salah satu kriteria penilaian promosi jabatan yang menggambarkan pengalaman, loyalitas, dan pemahaman terhadap budaya serta operasional perusahaan adalah dari masa kerja. Masa kerja atau senioritas menggambarkan kesetiaan tenaga kerja terhadap organisasi, namun tidak dapat dijadikan patokan utama tanpa mempertimbangkan kinerja dan kemampuan manajerial (Kurniawan & Fitriyani, 2. Kriteria Produktivitas Kerja Produktivitas kerja diberi bobot terbesar, yaitu 40%, sesuai ketentuan PT Agrinas Palma Nusantara. Prestasi seorang asisten dalam memimpin divisi dinilai dari pencapaian produksi bulanan. Produktivitas mengambarkan hasil kerja berdasarkan kemampuan dan kesungguhan dalam melaksanakan tugas secara maksimal (Hasibuan, 2003 dalam Jurnal Agrifitia. Vol. No. Maret 2026 | 105 ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . (Mahdi Hendri, 2. Dalamsektor perkebunan, produktivitas berpengaruh positif terhadap kemajuan perusahaan, sehingga menjadi kriteria utama dalam promosi jabatan. Kriteria Perilaku Kerja Perilaku kerja dengan bobot 20% meliputi kepatuhan terhadap aturan, kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan. Promosi jabatan tidak hanya menekankan kemampuan teknis, tetapi juga moral dan karakter. Sektor perkebunan membutuhkan kerjasama tim, disiplin, serta koordinasi yang baik (Monddy & Martocchio dalam Togatorop, 2. Oleh karena itu, aspek perilaku kerja relevan dalam menilai calon pemimpin yang tidak hanya kompeten tetapi juga berintegritas. Kriteria Kepemimpinan Kepemimpinan pada penelitian ini diberi bobot 30% karena menjadi salah satu indikator penting dalam promosi jabatan. HRD Manager PT APN menilai kepemimpinan sebagai syarat utama kesiapan seseorang menempati posisi lebih tinggi. Pemimpin tidak hanya mengelola pekerjaan, tetapi juga menginspirasi, membimbing, dan mengarahkan bawahan dalam mencapai tujuan bersama. Kemampuan kepemimpinan menjadi faktor krusial dalam pengarahan, pemecahan masalah, dan pencapaian target (Wulandari dkk. Hasil nilai alternatif yang didapatkan dari penyebaran kuesioner dan data sekunder perusahaan yang selanjutnya diolah untuk dilakukan perhitungan dengan kedua metode sebagai berikut: Tabel 2. Data Alternatif & nilai kecocokan alternatif Alternatif (A. ycya ycya ycyc ycye ycye ycyi ycyi ycyn ycy Nama Alternatif Masa Kerja (C. Produktivitas kerja (C. Hotri Sihotang Fandy Arbani Fathur Rahman Jumadi Asri Bima Abimayu Arafat Wahyudi Dalleri Yones Pangabean 3 Wikan Hadi Sumber: Data Primer Terolah . 106 | Perbandingan Sistem Pendukung KeputusanAA. Perilaku Kerja (C. Kepemimpinan (C. ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . Hasil Perhitungan dengan metode SAW Membuat matriks Keputusan (Xi. yang ditentukan dari tabel rating kecocokan masing masing alternatif pada setiap kriteria Keterangan: Rij = Nilai rating ternormalisasi Xij = Nilai atribut alternatif Max = Nilai terbesar kriteria . igunakan apabila atribut kriteria adalah benefi. Setelah dilakukan perhitungan maka didapatkan hasil berikut ini yang merupakan nilai ternormalisasi dari matriks: Langkah selanjutnya dalam perhitungan menggunakan metode SAW adalah mengalikan nilai bobot kriteria dengan nilai yang didaptkan dari hasil normalisasi matriks untuk mendapatkan nilai (V. = . CACA y wCA) . CACC y wCC) . CACE y wCE) . CACE y wCE) = . ,4 y 0,. ,67y 0,. y 0,. y 0,. = 0,81 Jurnal Agrifitia. Vol. No. Maret 2026 | 107 ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . Hasil perhitungan dari 9 alternatif yang ada dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3. Hasil Perhitungan SAW Alt Hasil 0,81 0,79 0,87 0,90 0,73 0,75 0,81 0,83 0,77 ycy Sumber Data Primer Terolah . Rangking Berdasarkan hasil perhitungan SAW yang disajikan dalam tabel 3 menunjukan alternatif dengan nilai akhir tertinggi terdapat pada alternatif 4 (A. Dengan perhitungan metode SAW yang dilakukan dengan menjumlahkan hasil perkalian antara nilai setiap alternatif dengan bobot dari keempat kriteria yang telah ditetapkan Hasil Perhitungan dengan metode WP Langkah pertama dalam pehitungan dengan metode WP adalah Membuat perhitungan nilai vektor Si dengan kriteria bersifat benefit maka penentuan nilai dipangkatkan dengan total bobot untuk masing masing kriteria dilakukan dengan rumus sebagai berikut: ycOyc yc =Oaycu ycU ycn yc=1 Keterangan: ycIycn: hasil normalisasi keputusan untuk alternatif ke-i, i : nilai alternatif, ycUycnyc : rating alternatif per attribut, n : banyaknya atribut/kriteria, ycOycyc : nilai bobot atribut/kriteria, j : nilai atribut/kriteria. 108 | Perbandingan Sistem Pendukung KeputusanAA. ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . Maka didapatkan hasil sebagai berikut : ycI1= . = 3,1623 ycI2= . = 3,1494 ycI3= . = 3,4657 ycI4= . = 3,6457 ycI5= . = 3,0799 ycI6= . = 3,0134 ycI7= . = 3,2413 ycI8= . = 3,2931 S9= . = 3,0998 Oc ycyeO= 29,1687 Selanjutnya nilai tersebut dilakukan perhitungan untuk mencari nilai vektor (V). Berikut ini merupakan rumus dan contoh dalam penentuan nilai v: Hasil perhitungan keseluruhan alternatif dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Hasil Perhitungan metode WP Alternatif ycya ycya ycyc ycye ycye ycyi ycyi ycyn ycy Nilai 0,1084 0,1080 0,1188 0,1250 0,1056 0,1039 0,1111 0,1129 0,1063 Sumber: Data Primer Terolah . Peringkat Perhitungan dengan metode WP pada tabel diatas dengan nilai tertinggi dari 9 alternatif yang ada yaitu alternatif 4 (A. yaitu alternatif yang sama dengan hasil perhitungan SAW Jurnal Agrifitia. Vol. No. Maret 2026 | 109 ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . Perbandingan Hasil Akhir Kedua Metode Berikut ini merupakan perbandingan hasil akhir dalam perhitungan kedua metode : Tabel 5. Perbandingan hasil SAW & WP Ai SAW ycya 0,81 ycya 0,79 ycyc 0,87 ycye 0,90 ycye 0,73 ycyi 0,75 ycyi 0,81 ycyn 0,83 ycy 0,77 Peringkat SAW 0,1084 0,1080 0,1188 0,1250 0,1056 0,1039 0,1111 0,1129 0,1063 Sumber: Data Primer Terolah . Peringkat WP Perbandingan hasil ini menunjukan A4 memiliki nilai yang kuat di seluruh kriteria penilaian dalam kenaikan jabatan di PT APN Kebun Ledo 1 terutama pada kriteria produktivitas kerja yang dihasilkan divisi yang dipimpin setiap bulannya yang menjadi kriteria dengan bobot terbesar dalam penentuan kenaikan jabatan di perusahaan ini, selain itu pada kriteria lainnya A4 memiliki nilai yang stabil sehingga pada hasil akhir kedua metode A4 menjadi alternative dengan nilai tertinggi. A4 merupakan alternatif dengan kriteria unggul dan peringkat pada alternatif lain yang dihasilkan dari kedua metode ini menunjukan konsistensi pada peringkat yang dihasilkan pada setiap alternatif. A4 dapat menjadi alternative pilihan untuk kandidat yang berhak mendapat rekomendasi dalam promosi jabatan di kebun Ledo 1. Adanya perbedaan peringkat pada alternatif lain terjadi karena pada SAW nilai rendah dapat ditutupi dengan nilai tertinggi pada kriteria lainnya, sedangkan pada metode WP Nilai rendah pada satu kriteria dapat menurunkan nilai total secara signifikan terutama jika bobot kriteria tersebut besar. Hal ini terjadi karena SAW tidak mempertimbangkan efek interaksi antar kriteria sedangkan WP Lebih sensitif terhadap perubahan bobot sehingga sangat penting bagi perusahaan untuk mempertimbangkan metode yang digunakan dalam pengambilan keputusan sesuai dengan karakteristik yang dimiliki (Sutoyo, 2. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Weighted Product (WP) dalam sistem pendukung keputusan promosi jabatan asisten kebun menjadi asisten kepala di PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Ledo 1 menghasilkan rekomendasi yang konsisten. Kedua metode menempatkan kandidat alternatif 4 (Jumadi Asr. sebagai peraih skor tertinggi, yaitu 0,90 pada metode SAW dan 0,1250 pada metode WP, dari sembilan kandidat yang dievaluasi sehingga alternatif 4 layak untuk 110 | Perbandingan Sistem Pendukung KeputusanAA. ISSN: 2088-7019 . 2829-0054 . diberikan rekomendasi kenaikan jabatan. Hasil ini membuktikan bahwa SAW dan WP mampu menilai banyak kriteria yang tercakup dalam indikator promosi jabatan, seperti masa kerja, produktivitas, perilaku, dan kepemimpinan, sehingga keputusan yang dihasilkan lebih objektif, adil, dan transparan. Dengan demikian, penggunaan kedua metode ini dapat menjadi instrumen yang mendukung pengelolaan sumber daya manusia dalam manajemen perkebunan kelapa sawit, serta berkontribusi pada peningkatan efektivitas promosi jabatan, produktivitas, dan keberlanjutan operasional perusahaan. DAFTAR PUSTAKA