Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol. No. 1 bulan Desember 2025. e-ISSN : 3031-8793 JURNAL KESEHATAN CENDIKIA JENIUS (The Health Journal of a Brilliant Researche. https://jurnal. cendikiajenius-ind. id/index. php/jenius/index Uji Presisi Kadar Glukosa dengan Metode GOD-PAP Enzimatik Menggunakan Sampel Serum dan Plasma Precision Test of Glucose Levels Using the Enzymatic GOD-PAP Method with Serum and Plasma Samples Sri Raviani1*. Arifiani Agustin Amalia2. Chairil Anwar3 * Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. ravianisri@gmail. Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. agustinarifiani@unisayogya. Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. chanwar@ugm. avianisri@gmail. ABSTRACT Precision is an important parameter to assess the quality of an analytical method. Precision is related to how close individual test results are to the mean value in the same test. The general objective of this study was to determine the precision test results of glucose levels using the enzymatic GOD -PAP method with serum and plasma samples. The research design applied in this study was descriptive quantitative with an experimental approach using primary data. The population in this study consisted of TLM students at Universitas AoAisyiyah Yogyakarta, class of 2021 and 2023, with a total of 39 respondents. The glucose level test results of serum and plasma samples were processed using Microsoft Excel to obtain the mean and standard deviation (SD), followed by calculating the coefficient of variation (CV%) as a precision indicator. The results showed that the coefficient of variation (CV%) for serum samples met the CV% requirement (O5%) for all data, with the highest CV% value of 0. 599% and the lowest of 0. Similarly, plasma samples also showed that all data met the CV% requirement (O5%), with the highest CV% value of 1. and the lowest of 0. The conclusion of this study indicates that the precision of serum and plasma samples was considered good and acceptable since it complied with the blood glucose CV% limit set by the Indonesian Ministry of Health (O5%). Further research is recommended to increase the sample size, compare with other methods, and use more advanced statistical software to enhance result validity Keywords : GOD-PAP. Precision. Serum and Plasma ABSTRAK Presisi merupakan parameter penting untuk menilai kualitas suatu metode analisis. Presisi berkaitan dengan seberapa dekat hasil uji individu terhadap nilai rata-rata dalam pengujian yang sama. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil uji presisi kadar glukosa menggunakan metode enzimatik GOD PAP dengan sampel serum dan plasma. Desain penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimental menggunakan data primer. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Universitas AoAisyiyah Yogyakarta angkatan 2021 dan 2023, dengan total 39 responden. Hasil uji kadar glukosa dari sampel serum dan plasma diolah menggunakan Microsoft Excel untuk mendapatkan nilai rata-rata dan simpangan baku (SD), kemudian dihitung koefisien variasi (CV%) sebagai indikator presisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien variasi (CV%) untuk sampel serum memenuhi syarat CV% (O5%) pada seluruh data, dengan nilai CV% tertinggi sebesar 0,599% dan terendah sebesar 0,000%. Demikian pula, sampel plasma juga menunjukkan bahwa seluruh data memenuhi syarat CV% (O5%), dengan nilai CV% tertinggi sebesar 1,469% dan terendah sebesar 0,000%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa presisi sampel serum dan plasma dianggap baik dan dapat diterima karena memenuhi batas CV% kadar glukosa darah yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (O5%). Penelitian lanjutan disarankan untuk meningkatkan jumlah sampel, membandingkan dengan metode lain, dan menggunakan perangkat lunak statistik yang lebih canggih guna meningkatkan validitas hasil. Kata Kunci : GOD-PAP. Presisi. Serum dan Plasma A 2025 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Sri Raviani, et al Precision Test of Glucose Levels Using the Enzymatic GOD-PAP Method Uji Presisi Kadar Glukosa dengan Metode GOD-PAP Enzimatik PENDAHULUAN Mutu pada suatu laboratorium berhubungan erat dengan hasil data uji analisis. Hasil uji analisis laboratorium dapat dikatakan memiliki kualitas tinggi apabila data hasil uji tersebut dapat membuat pasien merasa puas dengan mempertimbangkan nilai-nilai teknis sehingga dapat mencapai ketelitian dan ketepatan Pemantapan mutu laboratorium merupakan kegiatan untuk mengevaluasi suatu aspek teknis pengujian sehingga menjamin ketelitian dan ketepatan hasil pemeriksaan di laboratorium 1. Nilai hasil pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk skrinning, diagnosis, pemantauan progresifitas penyakit, memonitor pengobatan, serta dan prognosis penyakit, hal tersebut menyebabkan setiap laboratorium harus memiliki ketelitian dan ketepatan yang baik sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Evaluasi sistem mutu suatu laboratorium biasanya dilakukan dengan menggunakan Quality control termasuk dengan melakukan . uji presisi2. Ketelitian . menunjukkan seberapa dekat suatu hasil jika dilakukan berulang dengan sampel yang sama, semakin kecil nilai KV % semakin teliti impresisi atau metode tersebut dan begitupun Quality control pemantapan mutu internal laboratorium terdapat beberapa jenis kesalahan yang dapat terjadi selama proses pemeriksaan yang dapat mengganggu mutu hasil pemeriksaan laboratorium. Kesalahan tersebut meliputi kesalahan acak . andom erro. yang mengakibatkan presisi hasil pemeriksaan kurang baik yang disebabkan oleh kepekaan suhu, arus/ketegangan listrik, waktu inkubasi, proses dilakukan pemeriksaan, dan cara pemipetan. Validasi metode analisis pada suatu pemeriksaan laboratorium dapat dilakukan dengan salah satunya melakukan uji Presisi 3. Uji presisi memiliki peran penting dalam menjamin kualitas dan validitas hasil analisis laboratorium salah pada parameter glukosa 4. Glukosa merupakan hasil akhir dari karbohidrat yang telah diolah di dalam tubuh dan diserap ke dalam aliran darah. Glukosa darah yang normal menunjukkan kondisi homeostasis glukosa yang stabil. Glukosa merupakan salah satu parameter yang sering dianalisis di dalam laboratorium kimia klinis. Terdapat beberapa macam pemeriksaan glukosa darah yang sering digunakan yaitu pemeriksaan glukosa darah sewaktu yang digunakan untuk skirining penyakit Diabetes Mellitus 5. Pemeriksaan laboratorium pada dasarnya seharusnya dilakukan segera. Jika sampel harus disimpan digunakan untuk penyimpanan spesimen, pengiriman dan penundaan pemeriksaan glukosa, misalnya pemadaman listrik, kerusakan alat, reagen tidak tersedia dan jumlah sampel yang banyak (Hartini, 2. Metode glukosa oksidase GOD-PAP enzimatik merupakan metode pemeriksaan khusus untuk mengukur kadar glukosa dalam serum atau plasma melalui reaksi Glukosa oksidase (Rooiqoh et al. , 2. Serum merupakan jenis darah dari bagian cairan berwarna kuning pucat tanpa sel darah dan fibrinogen karena protein darah membentuk jaringan fibrin dan menggumpal bersama sel. Serum adalah jenis sampel yang digunakan disebagian besar laboratorium untuk pemeriksaan kimia seperti, pemeriksaan Serum harus dibekukan terlebih dahulu, sehingga membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan Berdasarkan penelitian sebelumnya diperoleh rerata hasil kadar glukosa darah puasa pada spesimen serum yang diperiksa selama 4 jam adalah 83 mg/dL dan 5 jam adalah 82 mg/dL, sedangkan rerata kadar glukosa puasa pada spesimen plasma NaF yang diperiksa selama 4 jam dan 5 jam adalah 84 mg/dL dan dapat dikatakan hasil pemeriksaannya stabil, sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan yang signifikan sebesar 2% dan 5%7. Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui hasil uji presisi kadar glukosa dengan metode GOD-PAP Enzimatik menggunakan sampel serum dan plasma. METODE Metode Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan deskriptif kuantitatif eksperimental data primer. Penelitian dilakukan di Laboratorium kimia prodi Teknologi Laboratorium Medis Universitas AAisyiyah Yogyakarta pada bulan Mei 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa/mahasiwi TLM Universitas AAisyiyah Yogyakarta angkatan 2021 dan 2023 dengan sebanyak 39 Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol 3. No 1, 2025 Sri Raviani, et al Precision Test of Glucose Levels Using the Enzymatic GOD-PAP Method Uji Presisi Kadar Glukosa dengan Metode GOD-PAP Enzimatik Teknik penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah mahasiswa/i Program Studi Teknologi Laboratorium Medis Universitas AoAisyiyah Yogyakarta angkatan 2021 dan 2023 yang bersedia menjadi responden dengan menandatangani informed consent, dalam kondisi sehat saat pengambilan sampel darah, serta bersedia menjalani prosedur pengambilan darah vena untuk pemeriksaan glukosa. Adapun kriteria eksklusi dalam penelitian ini meliputi responden yang memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus atau gangguan metabolisme glukosa, responden yang sedang mengonsumsi obat-obatan yang dapat memengaruhi kadar glukosa darah seperti insulin, antidiabetik oral, maupun kortikosteroid, responden dengan sampel darah yang mengalami hemolisis sehingga tidak dapat digunakan dalam pemeriksaan, serta responden yang menolak atau menarik diri dari penelitian. Hasil pemeriksaan kadar glukosa sampel serum dan plasma diolah menggunakan microsoft excel untuk memperoleh rata-rata dan Standar deviasi (SD), lalu dihitung Keoefisien variasi (KV%) sebagai indikator presisi. Penelitian ini dilakukan dengan telah memenuhi persyaratan etik (Ethical clearenc. oleh Komisi Etik Penelitian dari Universitas AAisyiyah Yogyakarta No. 4412/KEP-UNISA/IV/2025 30 April HASIL Hasil penelitian pemeriksaan kadar glukosa dapat dilihat pada tabel 1dan gambar 1 dibawah ini : Tabel 1. Data hasil rata-rata . Standar deviasi (SD), dan Koefisien variasi (%) pemeriksaan kadar glukosa menggunakan sampel serum dan plasma dengan pengujian sebanyak 10 kali sebanyak 39 responden. Sampel Rata-rata/mean Standar deviasi Koefisien variasi (%) . g/dL) . g/dL) Serum Plasma Serum Plasma Serum Plasma 0,422 0,516 0,438 0,530 0,483 0,527 0,496 0,535 0,527 0,000 0,535 0,000 0,516 0,490 0,547 0,507 0,483 0,000 0,533 0,000 0,422 0,422 0,436 0,427 0,316 0,422 0,330 0,431 0,527 0,483 0,552 0,494 0,483 0,516 0,512 0,530 0,527 0,422 0,558 0,440 0,000 0,000 0,000 0,000 0,483 0,000 0,498 0,000 0,707 0,516 0,725 0,530 0,483 0,527 0,599 0,624 0,483 0,422 0,494 0,427 0,483 0,422 0,527 0,448 0,316 0,316 0,326 0,320 0,422 0,516 0,467 0,552 0,527 0,516 0,576 0,547 0,422 0,422 0,495 0,484 0,516 0,483 0,584 0,529 0,483 0,516 0,505 0,529 0,422 0,316 0,475 0,348 0,422 0,516 0,489 0,583 0,422 0,516 0,486 0,584 0,483 0,422 0,512 0,436 0,483 0,422 0,521 0,443 Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol 3. No 1, 2025 Sri Raviani, et al Precision Test of Glucose Levels Using the Enzymatic GOD-PAP Method Uji Presisi Kadar Glukosa dengan Metode GOD-PAP Enzimatik 0,527 0,422 0,516 0,516 0,422 0,422 0,422 0,316 0,483 0,422 0,422 0,516 0,422 0,527 0,483 0,422 1,398 0,516 0,422 0,516 0,516 0,483 0,422 0,483 0,570 0,467 0,547 0,530 0,454 0,434 0,459 0,330 0,494 0,436 0,440 0,525 0,448 0,570 0,502 0,427 1,469 0,548 0,456 0,536 0,523 0,507 0,428 0,515 Tabel 1. Menunjukkan bahwa nilai rata-rata kadar glukosa pada serum memiliki variasi antara 80,7 mg/dL hingga 98,5 mg/dL. Rata-rata terendah tercatat pada responden ke-18, yaitu 80,7 mg/dL, sedangkan rata-rata tertinggi diperoleh dari responden ke-3, yaitu 98,5 mg/dL, kemudian nilai rata-rata plasma menunjukkan nilai yang sedikit lebih tinggi dibandingkan serum, yaitu berkisar antara 84,5 mg/dL hingga 98,8 mg/dL. Rata-rata terendah tercatat pada responden ke-14 dengan nilai 84,5 mg/dL, sementara nilai tertinggi tercatat pada responden ke-6, yaitu 98,8 mg/dL. Standar deviasi (SD) pada serum menunjukkan seluruh hasil data memiliki nilai SD yang rendah yaitu berkisar antara 0,000 hingga 0,527 mg/dL, sedangkan Standar deviasi (SD) pada plasma juga menunjukkan seluruh hasil data memiliki nilai SD yang rendah yaitu berkisar antara 0,000 hingga 1,398 mg/dL. Koefisien variasi (KV%) untuk sampel serum seluruh data memiliki Koefisien variasi memenuhi syarat KV% . %) yaitu dengan Koefisien variasi dengan nilai paling tinggi sebesar 0,599% dan paling rendah 0,000%, sedangkan plasma juga sama yaitu menunjukkan seluruh data memiliki Koefisien variasi memenuhi syarat KV% . %) yaitu dengan KV% paling tinggi sebesar 1,469% dan paling rendah 0,000% yang artinya menunjukkan bahwa presisi dikatakan baik atau diterima karena sesuai dengan batas KV% glukosa darah berdasarkan KEMENKES yaitu 5%. Gambar 1. Grafik Koefisien variasi (%) antara sampel serum dan plasma Grafik 1. Menunjukkan hasil Koefisien variasi (%) sebagian besar antara sampel serum dan plasma berada di kisaran 0,3%-0,6%. Garis oranye menunjukkan KV(%) untuk serum dan garis merah menunjukkan KV(%) pada plasma. Hasil pada sampel ke-32 menunjukkan lonjakan pada KV% plasma yaitu sebesar 1,469%, sedangkan pada sampel serum menunjukkan KV% yang lebih stabil. Berdasarkan hasil grafik Koefisien variasi (%) terhadap sampel serum dan plasma maka KV (%) pada serum dan plasma dikatakan masih dalam batas presisi baik atau diterima karena sesuai peraturan KEMENKES yaitu KV% glukosa darah sebesar 5%. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol 3. No 1, 2025 Sri Raviani, et al Precision Test of Glucose Levels Using the Enzymatic GOD-PAP Method Uji Presisi Kadar Glukosa dengan Metode GOD-PAP Enzimatik PEMBAHASAN Presisi merupakan suatu penentuan penting untuk menilai kualitas dari suatu metode analisis. Presisi berhubungan dengan seberapa dekat nilai hasil uji individu terhadap nilai rata -rata pada pengujian yang Adanya dilakukan uji presisi yang teliti dan terstruktur akan dapat memastikan bahwa metode suatu analisis yang digunakan akan menunjukkan hasil yang akurat sehingga dapat diandalkan dalam suatu Uji presisi memiliki peran penting dalam menjamin kualitas dan validitas hasil analisis pada suatu metode laboratorium 4. Metode Glukosa oksidase GOD-PAP Enzimatik merupakan metode pemeriksaan khusus untuk mengukur kadar glukosa dalam serum atau plasma melalui reaksi Glukosa oksidase9. Pemeriksaan kadar glukosa darah dengan menggunakan metode Spektrofotometri dengan prinsip enzimatik glukosa sehingga dapat menghasilkan produk yang dinilai berdasarkan reaksi perubahan warna ( kolorimetr. sebagai reaksi akhir dari berbagai reaksi kimia 10. Hasil suatu pemeriksaan dapat lebih mudah dilihat ketidaktelitiannya . daripada ketelitiannya yaitu . Hal tersebut dikarenakan kesalahan ini tidak dapat dihilangkan, namun dapat dikurangi sampai batas tertentu dengan cara melakukan pemeriksaan dengan teliti, menggunakan alat dan reagensia yang baik, dan SOP yang benar 11. Berdasarkan penelitian ini untuk sampel yang digunakan adalah serum dan plasma. Serum merupakan bagian darah yang tersisa setalah darah membeku. Pembekuan mengubah semua fibrinogen menjadi fibrin dengan menghabiskan faktor V. Vi dan protombin. Faktor pembekuan lain dan protein yang tidak ada hubungan dengan hemostasis tetap ada dalam serum dengan kadar sama seperti dalam plasma. Serum normal tidak terdapat fibrinogen, protombin, faktor V. Vi dan Xi. Yang ada ialah faktor VII. IX. XI dan XII. Kalsium diperlukan dalam koagulasi dan jika kalsium hilang maka proses koagulasi langsung berhenti, baik intrinsic dan ekstrinsik yang menyebabkan pembekuan darah. EDTA bekerja dengan cara mengubah ion kalsium dari darah menjadi bentuk yang bukan ion 12. Pembahasan hasil analisis data penelitian dimaksud untuk mempermudah dalam menarik kesimpulan dari hasil penelitian. Berdasarkan hasil data penelitian dapat dilihat bahwa dari 39 orang yang menjadi sampel atau responden dengan menggunakan sampel serum diperoleh nilai rata-rata 80-89 mg/dL sebanyak 6 sampel, 90-95 mg/dL sebanyak 19 sampel dan 96-98 mg/dL sebanyak 14 sampel, sedangkan pada sampel plasma nilai rata-rata 80-89 mg/dL sebanyak 4 sampel, 90-95 mg/dL sebanyak 18 sampel dan 96-98 mg/dL sebanyak 17 sampel. Hasil tersebut memberikan gambaran yang jelas mengenai variasi dari rata -rata kadar glukosa dengan menggunakan sampel serum dan plasma. Rata-rata pada kadar glukosa dalam sampel serum didapatkan nilai paling tinggi sebesar 98,5 mg/dL, sedangkan pada plasma sedikit lebih tinggi, yaitu 98,8 mg/dL. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kadar glukosa pada sampel plasma cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan sampel serum. Hal ini dapat disebabkan oleh perbedaan dalam komposisi biologis yang terdapat dalam kedua jenis sampel tersebut, selanjutnya analisis dilakukan terhadap nilai Standar deviasi (SD) pada sampel serum dan plasma 13. Nilai Standar deviasi (SD) pada serum menunjukkan seluruh hasil data memiliki nilai SD yang rendah yaitu berkisar antara 0,000 hingga 0,527 mg/dL, sedangkan Standar deviasi (SD) pada plasma juga menunjukkan seluruh hasil data memiliki nilai SD yang rendah yaitu berkisar antara 0,000 hingga 1,398 mg/dL. Standar deviasi rendah menunjukkan hasil yang konsisten . resisi tingg. , sedangkan sebaliknya jika Standar deviasi tinggi menunjukkan hasil yang kurang konsisten . resisi renda. Penentuan nilai presisi pada penelitian ini dilakukan berdasarkan repeatability, yaitu metode uji presisi yang dilakukan beberapa kali pengujian pada sampel yang sama dan dalam kondisi atau waktu yang sama. Uji presisi dalam penelitian ini dengan melakukan pengukuran kadar glukosa pada 39 responden atau sampel yang dilakukan pengulangan sebanyak 10 kali. Nilai presisi dihitung dengan menggunakan nilai Standar deviasi (SD) untuk mendapatkan nilai Koefisien variasi (KV%)14. Berdasarkan tabel 1. Menunjukkan bahwa nilai rata-rata kadar glukosa pada serum memiliki variasi antara 80,7 mg/dL hingga 98,5 mg/dL. Rata-rata terendah tercatat pada responden ke-18, yaitu 80,7 mg/dL, sedangkan rata-rata tertinggi diperoleh dari responden ke-3, yaitu 98,5 mg/dL, kemudian nilai rata-rata Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol 3. No 1, 2025 Sri Raviani, et al Precision Test of Glucose Levels Using the Enzymatic GOD-PAP Method Uji Presisi Kadar Glukosa dengan Metode GOD-PAP Enzimatik plasma menunjukkan nilai yang sedikit lebih tinggi dibandingkan serum, yaitu berkisar antara 84,5 mg/dL hingga 98,8 mg/dL. Rata-rata terendah tercatat pada responden ke-14 dengan nilai 84,5 mg/dL, sementara nilai tertinggi tercatat pada responden ke-6, yaitu 98,8 mg/dL. Standar deviasi (SD) pada serum menunjukkan seluruh hasil data memiliki nilai SD yang rendah yaitu berkisar antara 0,000 hingga 0,527 mg/dL, sedangkan Standar deviasi (SD) pada plasma juga menunjukkan seluruh hasil data memiliki nilai SD yang rendah yaitu berkisar antara 0,000 hingga 1,398 mg/dL. Sampel plasma diperoleh nilai SD sedikit lebih Hal ini dikarenakan plasma mengandung lebih banyak glukosa dibandingkan serum karena dalam proses pengambilan sampel darah untuk serum glukosa dapat terikat oleh faktor-faktor pembekuan dan hilang dalam proses koagulasi. Sel-sel darah dalam serum dapat menggunakan glukosa untuk proses metabolisme, sehingga mengurangi kadar glukosa yang terukur15. Perbedaan kadar glukosa darah pada spesimen serum dan plasma EDTA terjadi karena pada serum tidak mengandung beberapa faktor kuagulasi yang terdapat didalam darah serta mengandung partikel antikoagulan EDTA yang dapat mempengaruhi pemeriksaan, meskipun plasma tidak memiliki eritrosit dan leukosit, namun plasma masih mengandung trombosit sehingga trombosit dapat mempengaruhi peningkatan pada jumlah glukosa yang menunjukkan bahwa niai Koefisien variasi (KV%) untuk sampel serum seluruh data memiiki Koefisien variasi memenuhi syarat KV% . %) yaitu dengan Koefisien variasi dengan nilai paling tinggi sebesar 0,599% dan paling rendah 0,000%, sedangkan plasma juga sama menunjukkan seluruh data memiliki Koefisien variasi memenuhi syarat KV% . %) yaitu dengan KV% paling tinggi sebesar 1,469% dan paling rendah 0,000% yang artinya menunjukkan bahwa presisi dikatakan baik atau diterima karena sesuai dengan batas KV% glukosa darah berdasarkan KEMENKES yaitu 5% 12. Berdasarkan nilai Koefisien variasi (KV%) yang didapatkan pada serum dan plasma dengan hasil pengukuran sebanyak 10 kali pada masing -masing sampel serum dan plasma, maka dapat dinyatakan bahwa metode GOD-PAP Enzimatik memiliki hasil uji presisi yang baik terhadap sampel serum dan plasma dibuktikan dengan (KV 5%). Berdasarkan Grafik 1. Menunjukkan hasil Koefisien variasi (%) sebagian besar antara sampel serum dan plasma berada di kisaran 0,3%-0,6%. Garis oranye menunjukkan KV(%) untuk serum dan garis merah menunjukkan KV(%) pada plasma. Hasil pada sampel ke-32 menunjukkan lonjakan pada KV% plasma yaitu sebesar 1,469%, sedangkan pada sampel serum menunjukkan KV% yang lebih stabil. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kedekatan antara hasil pengujian individu dalam pengukuran berulang sesuai prosedur analisa yang telah ditetapkan. Hasil KV(%) yang meningkat yaitu disebabkan oleh adanya ketidakstabilan yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu homogenisasi yang tidak sempurna, tekhnik pemipetan sampel maupun reagen, waktu inkubasi, suhu, interferensi reagen atau matriks pada plasma 16. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang uji presisi kadar glukosa dengan metode GODPAP Enzimatik menggunakan sampel serum dan plasma dapat disimpulkan, yaitu hasil uji presisi menunjukkan hasil perhitungan dan analisa bahwa presisi pada sampel serum Koefisien variasi (KV%) seluruh data memiliki Koefisien variasi memenuhi syarat KV% . %) yaitu dengan Koefisien variasi dengan nilai paling tinggi sebesar 0,599% dan paling rendah 0,000%, sedangkan plasma juga sama yaitu menunjukkan seluruh data memiliki Koefisien variasi memenuhi syarat KV% . %) yaitu dengan KV% paling tinggi sebesar 1,469% dan paling rendah 0,000%, maka hasil tersebut dikatakan baik dan diterima karena sesuai dengan batas KV% glukosa darah berdasarkan KEMENKES yaitu 5%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa presisi sampel serum dan plasma dianggap baik dan dapat diterima karena memenuhi batas CV% kadar glukosa darah yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (O5%). Penelitian lanjutan disarankan untuk meningkatkan jumlah sampel, membandingkan dengan metode lain, dan menggunakan perangkat lunak statistik yang lebih canggih guna meningkatkan validitas hasil. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol 3. No 1, 2025 Sri Raviani, et al Precision Test of Glucose Levels Using the Enzymatic GOD-PAP Method Uji Presisi Kadar Glukosa dengan Metode GOD-PAP Enzimatik DAFTAR PUSTAKA