KHIDMATUNA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 1 Juni 2023. Hal 14 Ae 20 ISSN 2986 Ae 9153 (Onlin. DOI: 10. 36781/khidmatuna. Copyright A 2023 The author. PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU MELALUI PELATIHAN PEMANFAATAN MEDIA APE (ALAT PERMAINAN EDUKATIF) DI MI YATABU SURABAYA TEACHER PROFESSIONALITY IMPROVEMENT THROUGH TRAINING IN THE USE OF APE MEDIA (EDUCATIONAL GAME TOOLS) AT MI YATABU SURABAYA Ficky Dewi Ixfina1. Pratama Surya Bagus Kusuma2 Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Fithrah. Surabaya. Indonesia Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Fithrah. Surabaya. Indonesia e-mail: vixfina@gmail. Pratamasbk@alfithrah. ABSTRAK Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pendidikan diIndonesia yang terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan di segala aspek, untuk mengembangkan dan memajukan pendidikan, pemerintah senantiasa memberikan dorongan kepada lembaga pendidikan untuk melakukan inovasi-inovasi, salah satu cara untuk merealisasikan adalah adanya Peningkatan Profesionalitas Guru Melalui Pelatihan Pemanfaatan Media APE (Alat Permainan Edukati. di lembaga pendidikan Islam sebagai bentuk inovasi mendorong kemajuan pendidikan Islam. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan pengabdian yakni menggunakan pendekatan ABCD Asset Based Community melalui langkah langkah Discovery. Dream. Design. Define, dan Destiny. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) secara garis besar mencakup beberapa komponen sebagai berikut: Pertama, keberhasilan target jumlah peserta pelatihan. Kedua, ketercapaian tujuan pelatihan. Ketiga. Ketercapaian target materi yang telah direncanakan. Keempat, kemampuan peserta dalam penguasaan Kelima melalui pelatihan dan pendampingan secara praktik muncul media media APE yang dapat digunanakan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: Profesional. Guru. Media APE ABSTRACT This dedication is motivated by the phenomenon of education in Indonesia which continues to make improvements in all aspects, to develop and advance education, the government always encourages educational institutions to carry out innovations, one way to realize this is to increase teacher professionalism through Utilization Training APE media (Educative Game Too. in Islamic educational institutions as a form of innovation encourages the progress of Islamic education. The method used to achieve the research objectives is using the ABCD Asset Based Community approach through the steps of Discovery. Dream. Design. Define, and Destiny. The results of the Student Creativity Program (PKM) activities in outline include the following components: First, the success of the target number of training participants. Second, the achievement of training objectives. Third, the achievement of material targets that have been planned. Fourth, the ability of participants in mastering the material. Keywords: Professional. Teacher. APE Media 14 | Ficky Dewi Ixfina. Pratama Surya Bagus Kusuma Peningkatan Profesionalitas Guru melalui Pelatihan Pemanfaatan Media APE (Alat Permainan Edukati. di MI Yatabu Surabaya K H I D M A T U N A : Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. No. Juni 2023 Hal 14 Ae 20 PENDAHULUAN Seorang guru dituntut untuk selalu berperan aktif didalam pembentukan sumber daya yang unggul, dan dituntut untuk membentuk karakter karakter bangsa yang sesuai dengan tujuan dari pendidikan. (Hamdani & Beni, 2. Adapun tugas seorang guru dalam proses pembelajaran dimulai dari merencanakan pembelajaran, pembelajaran kemudian memberikan penilain hasil belajar. Sehingga begitu banyak tuntutan dan tugas yang di emban oleh dalam kegiatan pembelajaran untuk mendapatkan hasil keberhasilan ( Buchari, 2. Guru pembelajaran, sebagai alur pada proses pembelajaran dengan menentukan model yang sesuai dengan materi pelajaran. Ada berbagai metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh seorang guru. Metode ceramah ialah metode yang sering digunakan oleh seorang guru dalam Penggunakaan metode ceramah tidak sepenuhnya efektif digunakan. Karena membuat peserta didik bosan dengn hanya mendengarkan seorang guru ceramah. Melihat pendidikan selalu berhubungan dengan keberhasilan dari tujuan pendidikan tergantung dengan upaya guru dalam menjalankan kegiatan pembelajaran. Guru sebagai pelaksana pendidikan sebagaimana menurut Nana Sudjana adalah: AuGuru adalah ujung tombak pendidikan sebab guru secara langsung berupaya mempengaruhi, dan mengembangkan kemampuan siswa menjadi manusia yang cerdas, terampil dan bermoral Sebgaimana ujung tombak guru dituntut memiliki kemampuan dasar yang diperlukan sebagai pendidik dan pengajarAy. (Sudjana, 2. Salah satu upaya untuk mencapai pengajaran itu haya akan tercapai bila pelaksanaan dan tugas guru dilaksanakan dengan baik, disertai keiklasan yang tinggi. 15 | Ficky Dewi Ixfina. Pratama Surya Bagus Kusuma Disamping persyaratan lahiriah harus di imbangi oleh persyaratan yang hakiki yaitu dimulai dengan mental, persiapan batin, maupun kesanggupan menjadi seorang guru yang profesional, serta yang tidak kalah penting dalam menjadi guru yang profesional adalah keiklhasan hati. Seorang guru di tuntut untuk meguasai berbagai metodologi pendidikan sebagimana yang disampaikan oleh Nasution bahwa Guru yang professional adalah guru yang pembelajaran dengan materi pelajaran yang akan disampaikan. (Nasution, 1. Pemaparan diatas menjelaskan petapa pentingnya peran guru dalam pendidikan, karena pendidikan adalah peran fundamental sebagai salah satu upaya menjaga keutuhan perdamaian serta kerukunan bangsa dan (Ixfina. Syamsudin, & Fitriani. Selain pembelajaran ada factor lain yang tidak kalah penting yaitu membuat kegiatan pembelajaran bisa berlangsung dengan menarik, yaitu kreatifitas seorang pendidik sangat diperlukan. Kreatifitas dari seorang pendidik dapat terlihat dari penggunaan berbagai macam media pembelajaran baik itu media yang dibuat sendiri, maupun media yang sudah ada. Media itu sendiri pada hakikatnya adalah sebagai penunjang proses pembelajaran, sebagai upaya memudahkan peran guru sebagai fasilitator pembelajaran bagi peserta didik dalam menyerap berbagai ilmu yang sudah Media bisa dikatakan sebagai penghubung antara pemberi dan penerima Selain itu penggunakan media sebagai penghubung informasi inilah yang disebut dengan pembelajaran. Dengan kata lain pembelajaran yang aktif adalah pembelajaran yang di dukung media dalam rangka menghantarkan informasi yang akan (Rusman. Kurniawan, & Riana, 2. Selain dapat digunakan sebagai sarana penghubung pembelajaran, media juga bertujuan sebagai upaya meningkatkan mutu Karena media dapat berguna sebagai upaya meningkatkan efektifitas dan Peningkatan Profesionalitas Guru melalui Pelatihan Pemanfaatan Media APE (Alat Permainan Edukati. di MI Yatabu Surabaya K H I D M A T U N A : Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. No. Juni 2023 Hal 14 Ae 20 efiensi dalam mencapai tujuan. ( Masykur. Nofrizal, & Syazali, 2. Dengan begitu media yang di aplikasikan harus disesuaikan dengan materi serta kebutuhan peserta didik. Maka untuk menyesuaikan perlu memperhatikan berbagai hal agar peserta didik dapat memahami materi dengan baik maupun dalam mengembangakan keterampilan dan Penggunaan diharapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung menarik, menyenangkan dan variatif. Penggunaan media tersebut seyogyanya beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, selain itu penggunaan media tersebut berguna untuk melatih peserta didik menyelesaikan berbagai kesulitan kesulitan berhubungan dengan penguasaan dan keterampilan belajarnya. Hasil observasi awal yang dilakukan di MI Yatabu Surabaya terlihat bahwa proses belajar mengajar yang dilakukan masih menggunakan cara konvensional. Penyampaian materi yang dilakukan masih menggunakan media berupa kertas dan alat peraga yang kurang menarik bagi peserta Tentu hal ini membuat peserta didik merasa jenuh dan mudah bosan, sehingga peserta didik kurang memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru. Peserta didik akan merasa senang dan bersemangat belajar apabila dikenalkan pada hal yang Salah satunya adanya alat bantu penghubung yakni media yang dapat digunakan untuk membantu menyampaikan materi pelajaran, sehingga proses belajar mengajar menjadi menyenangkan bagi peserta didik sehingga diharapkan peserta didik akan mengikuti serangkaian belajar mengajar dengan maksimal. Fakta kedua yang ditemukan saat observasi adalah Standar biaya Pendidikan masih relative rendah, hal ini bisa dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah siswa yang masih sedikit. Standar pengelolaan sudah standar namun perlu peningkatan pelayanan manajemen berbasis 16 | Ficky Dewi Ixfina. Pratama Surya Bagus Kusuma IT yang perlu ditingkatkan. Kondisi ini tentu menjadikan para guru dan kepala madrasah terus berupaya untuk selalu meningkatkan kualitas madrasah agar selalu dipercaya oleh masyarakat salah satu upayanya adalah dengan melakukan pengembangan khususnya profesional guru dalam menerapkan berbagai media edukatif APE . lat permainana edukatif ) adalah alat permainan yang dirancang secara khusus untuk keperluan pendidikan. Adanya APE ini diharapkan mampu menunjang beberapa aspek perkembangan peserta didik. Selain itu APE adalah segala bentuk permainan yang dapat menghasilkan pengetahuan dan kempuan peserta didik. APE yang digunakan adalah berbagai alat untuk bermain, jadi alat permainan bisa mengembangkan aspek tertentu pada peserta didik. (Ariyanti & Muslimin, 2. Bahan bahan yang dapat digunakan untuk APE ini bisa dari bahan limbah yang sudah tidak terpakai yang ada disekitar Contohnya botol plastic,balok kayu, kertas, dan lain lain. Adapun jenis dari APE dalam pelaksanaan pembelajaran antaranya, cruissenaire. Puzzle besar, kotak alfabet, kartu lambang bilangan, kartu pasangan, ataupun jenis-jenis binatang mainan dari limbah botol plastik. Pembelajaran menggunakan bantuan media APE akan menggeser pembelajaran yang kurang menyenangkan menjadi Pemanfaatan media APE menjadikan guru bukan lagi menjadi satu satunya sumber belajar peserta didik. Adanya media APE diharapkan juga mampu menumbuhkan semangat belajar dan rasa ingin tau khususnya bagi anak sekolah dasar yang notabenya masih senang belajar disertai Media APE salah satu upaya menumbuhkan potensi dan motivasi peserta didik, media APE digunakan untuk menarik perhatian dan membuat peserta didik aktif pada pembelajaran. Berdasarkan latar belakang permasalah diatas maka perlu diadakan sebuah kegiatan pelatihan berupa Peningkatan Profesionalitas Guru Melalui Peningkatan Profesionalitas Guru melalui Pelatihan Pemanfaatan Media APE (Alat Permainan Edukati. di MI Yatabu Surabaya K H I D M A T U N A : Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. No. Juni 2023 Hal 14 Ae 20 Pelatihan Pemanfaatan Media APE (Alat Permainan Edukati. guna meningkatkan profesionalitas dari seorang guru. METODE PENGABDIAN Metode pengabdian yang peneliti gunakana adalah pendekatan Asset Based Community (ABCD), pendekatan ini berbasis asset, kekuataan serta potensi yang muncul, serta mendasari tujuan penelitian dengan cara menganalisi permasalahan permasalahan melalui kegiatan PkM dalam Peningkatan Profesionalitas Guru Melalui Pelatihan Pemanfaatan Media APE (Alat Permainan Edukati. ( Selas. Umam, & Alfiyanti. Sinkronisasi anta kesediaan aseet dan progam pengabdian menjadi salah ssatu penentu keberhasilan penbdekatan ABCD (Ahmad, 2. Skenario yang digunakan untuk mencapai tujuan pengabdian yang dirumuskan adalah sebagai berikut: Discovery . Pada tahap ini dilakukan analisis kebutuhan dengan melakukan observasi dan wawancara kepala sekolah serta guru MI yatabu Dream (Impia. Pada tahap ini dilakukan melalui wawancara kepala sekolah serta guru MI Yatabu terkait metode dan media pembelajaran yang diharapkan oleh pihak sekolah Design (Merancan. Pada tahap ini Define (Menentuka. Pada tahap ini dilakukan FGD untuk membahas rencana yang sudah dibuat Destiny (Lakuka. Pada tahap ini melaksanakan rencana yang sudah HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Pengabdian Kegiatan ini dilakukan pasca pandemi COVID 19. Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 | Ficky Dewi Ixfina. Pratama Surya Bagus Kusuma bulan Oktober- Novermber 2022. Adapun pelatihan media edukatif pembelajaran yang menyenangkan melalui pembelajaran APE (Alat Permainan Edukati. di Madrasah Ibtidaiyah Yatabu Surabaya dilaksanakan pada hari Kamis 24 November 2022 tatap mukalangsung dan bersifat semi formal yang dimoderatori oleh Maulidia Dinda Adapun rangkaian acara tersebut adalah sebagai berikut: kegiatan pertama Sambutan Kepala Madrasah oleh Ustadz Drs. Amin Thohir M. Ag. kedua Penyampaian materi pembelajaran yang menyenangkan melalui pembelajaran APE (Alat Permainan Edukati. oleh Ficky Dewi Ixfina M. Pd dan tanya jawab terkait hal tersebut. Kegiatan ini berjalan lancar sesuai dengan perencanaan. Bapak Drs. Amin Thohir M. Ag. beliau memaparkan kondisi real dari MI Yatabu Surabaya dan beliau terimakasih dengan adanya kegiatan ini MI Yatabu Surabaya Mendapatkan ilmu dan pengalaman baru yang tentunya dapat meningkatkan mutu pendidikan Madrasah. Kegiatan selanjutnya yaitu menyampaikan materi APE (Alat Permainan Edukati. Kemudian setelah materi disampaikan, peserta dipersilahkan untuk bertanya dan Profesionalisme Guru dan Media APE Hasil Pengabdian Keberhasilan Target Pelatihan Untuk direncanakan sebelumnya hanya bejumlah 9 orang yakni seluruh guru kelas. Ternyata di dalam pelaksanaan pelatihan pembuatan media APE dikuti oleh 18 orang peserta, yakni dari seluruh guru kelas, guru maple dan tendik di Madrasah Yatabu. Dengan demikian fakta tersebut menunjukan antusias peserta pelatihan dengan capaian 100% target peserta terpenuhi. Dari angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat dikatakan berhasil adan sukses. Ketercapaian Tujuan. Ketercapaian dari tujuan pelatihan pemanfaat media edukatif (APE) secara Peningkatan Profesionalitas Guru melalui Pelatihan Pemanfaatan Media APE (Alat Permainan Edukati. di MI Yatabu Surabaya K H I D M A T U N A : Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. No. Juni 2023 Hal 14 Ae 20 umum sudah baik, namun ada sedikit kendala ada keterbatasan waktu yang disediakan oleh madrsah yang itu mengakibatkan tidak semua materi yang berhubungan dengan pengembangan media APE dapat tersampaikan dengan begitu Namun dilihat dari hasil pelatihan yakni produk yang dihasilkan yakni bernagai media Edukatif dapat kita simpuokan bahwa tujuan kegiatan ini dapat tercapai, walau ada beberap kendala. Ketercapaian target materi yang telah Kecapaian materi pada kegiatan PkM ini sudah cukup baik karena materi dalam pelatihan dapat disampaikan walau mungkin karena keterbatasan waktu yang membuat materi tidak terserap secara detail. Materi yang duisampaikan oleh pemateri pertama pengantar menjdi guru professional, kedua penyampaian materi teori teori media pembelajaran edukatif, ketiga sesi inti yakni pelatihan pemanfaatan media APE . lat Permainan Edukati. Kemampuan peserta dalam penguasaan Kemampuan peserta dilihat dari dikarenakan waktu yang singkat dalam penyampaian materi dan kemampuan para peserta yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan jumlah materi yang banyak hanya disampaikan dalam waktu yang terbatas sehingga tidak cukup waktu bagi para peserta untuk memahami dan mempraktekkan secara lengkap semua materi yang diberikan. Secara keseluruhan kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Media APE (Alat Permainan Edukati. ini dapat dikatakan berhasil. Keberhasilan ini selain diukur dari keempat komponen di atas, juga dapat dilihat dari kepuasan peserta setelah mengikuti kegiatan. Manfaat yang diperoleh guru adalah dapat menyusun dan dengan kualitas yang lebih baik dan mengikuti standar untuk dapat dipakai sebagai poin dalam peningkatan mutu serta profesionalitas guru. 18 | Ficky Dewi Ixfina. Pratama Surya Bagus Kusuma Pendampingan Pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) Kegiatan Peserta diarahkan untuk membuat sebuah media Pemahaman penguasaan materi, dalam rangka untuk menumbuhkan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan tanpa tekanan. Kegiatan tersebut didampingi secara langsung oleh Pendampingan dilakukan dari awal pembuatan hingga produk tersebut jadi dan dapat dipergunakan di lembaga. Adapun media yang dibuat oleh peserta yakni. Media kotak pintar,diorama kenampakan alam & penampakan buatan. Lapisan struktur bumi. Sistem tata surya. Selanjutnya media yang telah dibuat dipresentasikan dan juga diujicobakan di depan peserta lainnya secara Gambar 1. Kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Media APE Manfaat Pelatihan Pemanfaatan Media APE Terpenuhinya khususnya media pembelajaran yang memadai di MI Yatabu Surabaya dan dapat menunjang pengembangan sistem pendidikan yang ada di sana. Terbukanya kesempatan khususnya bagi para guru MI Yatabu Surabaya untuk ikut serta terlibat dalam memantau pendidikan yang lebih berkualitas. Terwujudnya menyenangkan dengan bantuan media APE yang variatif di MI Yatabu Surabaya Terwujudnya Guru yang berkualitas Peningkatan Profesionalitas Guru melalui Pelatihan Pemanfaatan Media APE (Alat Permainan Edukati. di MI Yatabu Surabaya K H I D M A T U N A : Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. No. Juni 2023 Hal 14 Ae 20 Terciptanya nuansa pendidikan Islam yang berkualitas. Kendala Pelatihan Pemanfaatan Media APE Selama kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada guru di Madrasah Ibtidaiyah Yatabu Surabaya ada beberapa kendala yang pengabdi yakni: Kurangnya Guru dalam merancang kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan merancang Alat Peraga Edukatif (APE) Pemahaman guru terkait media media edukatif masih sangat minim Kurang tersedianya media edukatif di madrasah tersebut, karena membutuhkan biaya dan waktu yang banyak. SIMPULAN DAN REKOMENDASI Pelatihan pemanfaatan media edukatif dapat diselenggarakan dengan cukup baik, dan dapat memberi manfaat baik untuk mitra atau pihak penyelenggara. Pelaksanaan sesuai rencana atau jadwal yang sudah disusun meskipun belum semua pesrta APE menguasai dan menyerap seluruh materi yang disampaikan. Namun kegiatan ini juga mendapat sambutan yang cukup baik, dibuktikan dengan keaktifan peserta dalam serangkaian kegiatan dari awal sampai akhir dengan tidak meninggalkan tempat sebelum waktu pelatihan ini berakhir Rekomendasi selanjutnya adalah waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian perlu ditambah agar tujuan kegiatan dapat tercapai sepenuhnya, tetapi dengan konsekuensi penambahan biaya pelaksanaan. Oleh karena itu biaya PkM sebaiknya tidak sama antara beberapa tim pengusul proposal, mengingat khalayak sasaran yang berbeda pula. Adanya kegiatan lanjutan yang berupa pelatihan sejenis selalu diselenggarakan secara periodik sehinga dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. DAFTAR PUSTAKA