Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 Progressive of Cognitive and Ability http://journals. org/index. php/jpr Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Melalui Model E-Learning dengan Media Video pada Siswa Kelas Vi-E Sunarti MTsN 14 Jakarta. Indonesia Info Artikel Riwayat Artikel: Diterima 03 September 2024 Direvisi 16 September 2024 Revisi Diterima 17 September Kata Kunci: Hasil Belajar. Model ELearning. Media Video. Seni Budaya Keywords: E-Learning Model. Learning Outcomes. Video Media. Arts and Culture ABSTRAK Penelitian ini meningkatan hasil belajar Seni budaya melalui model e-learning dengan media videoHal ini dikarenakan guru hanya memberi tugas seperti mencatat dan membaca tidak menjamin siswa akan belajar di rumah. Pemberian tugas tanpa adanya materi pembelajaran yang disampaikan guru menyebakan hasil belajar Seni budaya masih terbilang rendah atau masih dibawah KBM yaitu 78. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berupa penerapan model elearning dengan media video dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas Vi- E MTsN 14 Jakarta yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklus tediri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian pada siswa kelas Vi MTsN 14 Jakarta. Jumlah siswa 34 siswa terdiri dari 22 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model e-learning dengan media video dapat meningkatkan hasil belajar Seni budaya pada siswa kelas Vi-E MTsN 14 Jakarta. Dilihat dari hasil Pra siklus siswa yang tuntas KKM hanya 14 siswa . ,1%), dan 20 siswa . ,9%) yang belum Pada siklus I terdapat 24 siswa . ,5%) yang tuntas dan 10 siswa . ,5%) yang belum tuntas, dan pada siklus II terdapat 32 siswa . ,1 %) yang tuntas dan terdapat 2 siswa . ,9%) yang belum tuntas. Dari peningkatan hasil belajar tersebut penelitian tindakan kelas ini di hentikan di siklus II karena telah mencapai kriteria ketuntasan klasikal yaitu Ou 90% dari jumlah seluruh siswa tuntas belajar dan dinyatakan berhasil untuk meningkatkan hasil belajar Seni budaya pada siswa Kelas Vi -E MTsN 14 Jakarta Tahun Pelajaran 2020/2021. ABSTRACT This research improves learning outcomes for arts and culture through an e-learning model with video media. This is because teachers only giving assignments such as taking notes and reading does not guarantee that students will study at home. Giving assignments without any learning material delivered by the teacher causes arts and culture learning outcomes to still be considered low or still below the KBM, namely 78. This research uses Classroom Action Research (PTK) in the form of applying an e-learning model with video media with the aim of improving the learning outcomes of students in class Vi-E MTsN 14 Jakarta which consists of two cycles and each cycle consists of planning, implementation, observation and reflection. Research subjects were students of class Vi MTsN 14 Jakarta. The number of students is 34 students consisting of 22 male students and 12 female students. The research results show that the application 291 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 291 - 297 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 of the e-learning model with video media can improve arts and culture learning outcomes for students in class Vi-E MTsN 14 Jakarta. Judging from the pre-cycle results, only 14 students . 1%) completed the KKM, and 20 students . 9%) did not complete it. In cycle I there were 24 students . 5%) who completed and 10 students . 5%) who had not yet completed, and in cycle II there were 32 students . 1%) who completed and there were 2 students . 9%) %) incomplete. From the increase in learning outcomes, this classroom action research was stopped in cycle II because it had reached the classical completeness criteria, namely Ou 90% of the total number of students had completed their studies and was declared successful in improving learning outcomes in Arts and Culture for students in Class Vi -E MTsN 14 Jakarta Academic Year 2020/2021. This is an open access article under the CC BY license. Penulis Koresponden: Sunarti MTsN 14 Jakarta. Indonesia Jl. Elang Komplek Rajawali Halim Perdana Kusuma. Jakarta sunarti19700@gmail. How to Cite: Sunarti. Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Melalui Model E-Learning dengan Media Video pada Siswa Kelas Vi-E. Journal Cognitive and Progressive Abilities, 3. https://doi. org/10. 56855/jpr. PENDAHULUAN Belajar merupakan proses untuk memperoleh perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman dalam interaksi dengan lingkungan. Sebagai bukti hasil dari proses pembelajaran adalah perubahan tingkah laku. Seorang dikatakan belajar apabila terjadi perubahan pada dirinya sebagai akibat adanya latihan dan pengalaman melalui interaksi dengan lingkungan (Hamid, 2013:. Seorang pendidik dituntut untuk kreatif dalam penyampaiannya, memberikan kesan peserta didik serta, menciptakan komunikasi antar peserta didik, dan menjadikan siswa yang aktif saat proses pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran berupa ketuntasan hasil belajar siswa. Seni budaya adalah suatu kumpulan teori yang mengembangkan sensitivitas dan kreativitas secara sistematis, yang memberi peluang kepada siswa untuk Berdasarkan hasil wawancara dengan guru di MTsN 14 Jakarta, proses Kegiatan Belajar Mengajar belum juga dilakukan karena kebijakan yang ditetapkan pemeritah terkait wabah covid-19 untuk menerapkan pembatasan sosial guna mencegah penyebaran virus corona, dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh dari rumah masing-masing. Proses pembelajaran jarak jauh sudah dilakukan dari tanggal 16 Maret 2020. Sistem belajar yang semula tatap muka menjadi sistem daring atau online dengan memanfaatkan teknologi. Permasalahan yang muncul, guru hanya memberikan tugas, seperti mencatat dan membaca tidak menjamin siswa atau siswi akan belajar dirumah, menjadikan berkurangnya ketertarikan siswa untuk mengikuti pembelajaran Seni budaya. Sehingga hasil belajar tidak tercapai sesuai dengan Kriteria 292 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 291 - 297 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan. Menurut hasil wawancara dengan salah satu guru MTsN 14 Jakarta, masih banyak siswa yang nilainya di bawah KKM yaitu 78 dari 34 siswa, ada 14 siswa tuntas . ,1%)dan 20 siswa tidak tuntas . ,9%). Rendahnya persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal di kelas tersebut masih belum optimal sehingga perlu ditingkatkan. Berdasarkan masalah di atas, dapat disimpulkan bahwa rendahnya hasil belajar Seni Budaya dikarenakan pembelajaran yang kurang menarik, hanya pemberian tugas tanpa adanya materi pembelajaran yang disampaikan guru. Seorang guru harus kreatif dalam memilih media pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model e-learning dengan media Video. Hal ini akan memudahkan siswa dalam menerima materi secara detail, dan dapat diputar berulangulang untuk memahami materi yang disampaikan. Model e-learning merupakan pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013: . , proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati,2. Media merupakan bagian yang tak terpisahkan untuk memudahkan serta mewujudkan tercapainya pemahaman materi kepada siswa sehingga seorang guru diharapkan mampu menggunakan media untuk menciptakan suasana pembelajaran efektif, kreatif dan menyenangkan. Sedangkan media pembelajaran merupakan suatu bagian yang tak terpisahkan dalam menyampaikan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik (Kastolani, 2014:. Video sebagai media audio-visual yang menampilkan gerak, semakin lama semakin populer dalam masyarakat. Pesan yang disajikan bisa bersifat fakta . ejadian atau peristiwa penting, berit. maupun fiktif . eperti misalnya cerit. bisa bersifat informatif, edukatif maupun instruksional. Sebagian besar tugas film dapat digantikan oleh video. Tapi ini tidak berarti bahwa video akan menggantikan kedudukan film (Sadiman, 2012:. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berupa penerapan model e-learning dengan media video dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas Vi- E MTsN 14 Jakarta yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklus tediri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. PTK ini menggunakan model Kemmis & McTaggart. Gambar 1. Model PTK 293 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 291 - 297 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas Vi-E Madrasah Tsanawiyah Negeri 14 Jakarta Timur yang berjumlah 34 peserta didik,terdiri dari 22 peserta didik laki laki dan 12 peserta didik perempuan . Kelompok peserta didik pada kelas tersebut termaksud pembelajar rata rata. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Selain itu, analisis data dalam PTK ini menggunakan analisis deskriptif, deskriptif berupa persentase sebagai berikut: Peneliti memperoleh data dari wawancara yang dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan melihat data yang diperoleh dari tiap siklus yang dilakukan, sampai berakhirnya penelitian sesuai dengan kriteria ketuntasan klasikal. Penelitian ini, jika hasil belajar siswa mampu mencapai kriteria ketuntasan klasikal yaitu Ou85% dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Seni budaya yaitu 78, maka penerapan model e-learning dengan media video dapat meningkatkan hasil belajar Seni budaya pada siswa kelas Vi-E MTsN14 Jakarta. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Hasil Pra Siklus Tahap Pra Siklus dilakukan sebelum peneliti melaksanakan Siklus I. Hasil dari observasi Pra Siklus terdapat masalah pembelajaran Seni budaya. Hasil belajar Seni budaya masih dibawah Krieria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 78. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan nilai rata-rata kelas Vi MTsN 14 Jakarta adalah 71,2, dari siswa yang tuntas ( mencapai KKM) ada 14 siswa . ,1%), sedangkan yang belum tuntas ada 20 siswa . ,9%). Secara klasikal pada siklus ini belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai Ou 78 . ilai KKM) hanya mencapai 41,1% dari siswa keseluruhan. Hasil presentase belum mencapai kriteria ketuntasan klasikal yaitu Ou 85% dari jumlah seluruh siswa tuntas belajarnya, jadi harus dilaksanakan Siklus selanjutnya yaitu Siklus I. Deskrispi Hasil Siklus I Penelitian pada Siklus I dilaksanakan Kamis, 13 Februari 2021, pada kelas Vi-E MTsN 14 Jakarta dengan jumlah 34 siswa yang dilaksanakan secara online. Materi pada Siklus I adalah Menggambar Poster. Berikut nilai hasil belajar Siklus I. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan nilai rata-rata kelas Vi-E MTsN 14 Jakarta adalah 87,9 dari siswa yang tuntas ( mencapai KKM) ada 24 siswa . ,5%), sedangkan yang belum tuntas ada 10 siswa . ,9%). Secara klasikal pada siklus ini belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai Ou 78 . ilai KKM) mencapai 70,5% dari siswa keseluruhan. Hasil presentase belum mencapai kriteria ketuntasan klasikal yaitu Ou 85% dari jumlah seluruh siswa tuntas belajarnya, jadi harus dilaksanakan Siklus selanjutnya yaitu Siklus II. Deskripsi Hasil Siklus II Penelitian pada Siklus II dilaksanakan Rabu, 3Maret 2021, pada kelas Vi-E MTsN 14 Jakarta dengan jumlah 34 siswa yang dilaksanakan secara online. Materi pada Siklus II adalah Menggambar Komik. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan nilai rata-rata kelas 294 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 291 - 297 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 Vi MTsN 14 Jakarta adalah 90 dari siswa yang tuntas ( mencapai KKM) ada 32 siswa . ,1%), sedangkan yang belum tuntas ada 2 siswa . ,9%). Pada Siklus II pembelajaran sudah tuntas, karena secara klasikal pada siklus ini siswa yang memperoleh nilai Ou 78 . ilai KKM) mencapai 94,1% dari siswa keseluruhan. Hasil presentase sudah mencapai kriteria ketuntasan klasikal yaitu Ou 85% dari jumlah seluruh siswa tuntas belajarnya, jadi penelitian dihentikan pada Siklus II. Hasil Belajar Siswa Pembelajaran Seni Budaya menggunakan model e-learning dan media video memiliki pengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4 Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa Siklus Pra siklus Rata rata Katagori Jumlah Presentasi Tuntas 41,1% Tidak Tuntas 58,9% Tuntas 70,5% Tidak Tuntas 29,5% Tuntas 94,1% Tidak Tuntas 5,9% Berdasarkan Tabel 4 menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar setelah dilakukan Proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model E-Learning dan media video. Tabel tersebut menunjukan bahwa hasil pembelajaran Pra Siklus adalah 14 siswa . ,1%) tuntas, dan 20 siswa . ,9%) tidak tuntas dengan nilai rata-rata 71,2. Hasil tersebut belum memenuhi kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan, maka harus dilakukan penelitian pada Siklus I. Selain itu, tabel itu juga menunjukkan bahwa hasil pembelajaran Siklus I adalah 24 siswa . ,5%) tuntas, dan 10 siswa . ,5%) tidak tuntas dengan nilai rata-rata 80,9. Hasil tersebut belum memenuhi kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan, maka harus dilakukan penelitian pada Siklus II dengan materi dan waktu berbeda. Hasil belajar pada Siklus II terdapat 32 siswa . ,1,7%) tuntas, dan 2 siswa . ,9%) tidak tuntas dengan nilai rata-rata 87. Hasil data tersebut dapat diketahui nilai hasil belajar siswa Siklus I ke Siklus II mengalami peningkatan 13,6%. Pelaksanaan pembelajaran pada Siklus II secara klasikal siswa yang memperoleh nilai Ou 78. ilai KKM) mencapai 94,1% dari siswa keseluruhan. Hasil presentase sudah mencapai kriteria ketuntasan klasikal yaitu Ou 85% dari jumlah seluruh siswa tuntas Siswa yang belum tuntas pada Siklus II akan diberikan tindakan mandiri berupa latihan-latihan atau remidiasi oleh guru sehingga diharapkan semua siswa dapat tuntas belajar. Hasil penelitian menyatakan modele-learning dan media video dapat meningkatkan hasil belajar Seni budaya kelas Vi-E MTsN 14 Jakarta Tahun Pelajaran 2020/2021. KESIMPULAN Hasil penelitian kelas Vi-E MTsN 14 Jakarta Tahun Pelajaran 2020/2021, dapat disimpulkan bahwa model e-learning dan media video dapat meningkatkan hasil belajar Seni budaya kelas Vi-E MTsN 14 Jakarta. Dapat dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar Pra Siklus adalah 14 siswa . ,1%) tuntas, dan 20 siswa . ,9%) tidak tuntas dengan nilai rata-rata 71,2. Siklus I adalah 24 siswa . ,5%) tuntas, dan 10 siswa . ,5%) tidak tuntas dengan nilai 295 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 291 - 297 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 rata-rata 80,9, dan Siklus II terdapat 32siswa . ,1%) tuntas, dan 2 siswa . ,9%) tidak tuntas dengan nilai rata-rata90. Peningkatan ketuntasan belajar dari Pra Siklus ke Siklus I 29,4%, dan Siklus I ke Siklus II 13,6%. Hal ini berdasarkan peningkatan hasil belajar pada Pra Siklus 41,1%. Siklus I 70,5%. dan Siklus II 94,1%. DAFTAR PUSTAKA Abdul Majid. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung : Remaja Rosdakarya. Allen. Michael. Michael AllenAos Guide to E-learning. Canada: John Wiley & Sons. Angraini. Kania. , & Gyrbyz. StudentsAo Proficiency in Computational Thinking Through Constructivist Learning Theory. International Journal of Mathematics Mathematics Education, 2. , 45Ae59. https://doi. org/10. 56855/ijmme. Arikunto. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Chandrawati. Sri Rahayu. Pemanfaatan E-learning dalam Pembelajaran. Untan. : 11-21. Mulyasa. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung : Remaja Rosdakarya. Fitrah. Muh & Luthfiyah. Metodologi Penelitian: Penelitian Kualitatif. Tindakan Kelas, & Studi Kasus. Sukabumi: Jejak. Hamid,Hamdani. Pengembangan Sistem Pendidikan di Indonesia. Bandung: Pustaka Setia