Jurnal Kesehatan Amanah Volume. Nomor. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. DOI: https://doi. org/10. 57214/jka. Tersedia: https://ejournal. id/index. php/jka Efektivitas Pijat Oksitosin terhadap Produksi Asi pada Ibu Nifas Hari ke 1-3 Isne Susanti1*. Nesya Meylita Salva Putri2. Eka Oktavia3 Program Studi Di Kebidanan. Politeknik Kesehatan Ummi Khasanah Bantul Yogyakarta. Indonesia *Penulis Korespondensi: isnesusanti@gmail. Abstract. Breast milk is a natural food for newborns that can influence their growth and development. Breast milk is given without any additives to babies from zero to six months of age. The WHO recommends exclusive breastfeeding from zero to six months of age, but implementation remains uneven in some regions. According to the Indonesian Ministry of Health, national exclusive breastfeeding coverage in 2022 was 67. 96%, below the RPJMN target of 70%. In the Special Region of Yogyakarta (DIY) Province, the figure reached 76. 8% in 2022, with Yogyakarta City having the lowest achievement compared to other regencies. This results in suboptimal breast milk production. To increase breast milk production in mothers, oxytocin massage techniques can be used. This method was chosen because it is non-pharmacological, easy to do and proven to be able to stimulate the hormone oxytocin. easy to do and proven to be able to stimulate the hormone oxytocin. This study aims to determine the effectiveness of oxytocin massage in influencing breast milk production in postpartum mothers at Nur Hidayah Hospital. Quantitative research method with quasi-experimental design. Respondents were 30 people obtained through accidental sampling. Data collection used a directed observation sheet and measuring cup . The results of the Independent Sample T Test analysis showed a significance value of 0. <0. meaning that there is effectiveness of oxytocin massage on breast milk production in postpartum mothers on days The conclusion of the study is that there is effectiveness of oxytocin massage on breast milk production in postpartum mothers on days 1-3. Keywords: Breast Milk Production. Exclusive Breastfeeding. Newborns. Oxytocin Massage. Postpartum Mothers. Abstrak: Makanan alami pada bayi baru lahir adalah Air susu ibu (ASI) yang dapat mempengaruhi tumbuh ASI diberikan tanpa adanya campuran lain kepada bayi dari usia nol bulan sampai dengan enam bulan merujuk acuan dari WHO telah menganjurkan pemberian ASI eksklusif pada usia nol-6 bulan, namun capaian pelaksanaannya masih belum merata di beberapa daerah. Menurut Kemenkes RI, capaian ASI eksklusif nasional tahun 2022 cakupan ASI eksklusif yaitu 67,96% data ini di bawah target RPJMN yakni 70%. Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 76,8% pada tahun 2022, dengan Kota Yogyakarta menjadi wilayah dengan capaian terendah dibandingkan kabupaten lainnya. Penyebab ketidaklancaran dari ASI yang diproduksi ibu. Untuk meningkatkan jumlah ASI Pada ibu dapat dilakukan Teknik pijat oksitosin. Metode ini dipilih karena bersifat nonfarmakologis, mudah dilakukan dan terbukti mampu merangsang hormon oksitosin. mudah dilakukan dan terbukti mampu merangsang hormon oksitosin. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah pijat oksitosin efektif mempengaruhi ASI pada ibu nifas di RS Nur Hidayah. Metode penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperiment. Ada 30 responden diperoleh melalui accidental sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi terarah dan gelas ukur . Hasil analisis Independent Sample T Test nilai signifikansi 0,001 . < 0,. , berarti terdapat efektivitas pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada Ibu nifas hari 1-3. Kesimpulan penelitian terdapat efektivitas pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu nifas hari ke 1-3. Kata kunci: ASI Eksklusif. Bayi Baru Lahir. Ibu Nifas. Pijat Oksitosin. Produksi ASI. Naskah Masuk: 26 Agustus 2025. Revisi: 09 September 2025. Diterima: 23 September 2025. Tersedia: 30 September 2025 Efektivitas Pijat Oksitosin terhadap Produksi Asi pada Ibu Nifas Hari ke 1-3 LATAR BELAKANG Makanan alami yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang pada bayi baru lahir adalah Air susu ibu (ASI). ASI eksklusif diberikan tanpa adanya campuran lain selain ASI dari usia nol bulan sampai dengan enam bulan (Agustina 2. World Health Organization (WHO) menyarankan untuk memberikan makanan padat pendamping ASI dimulai sejak usia enam bulan (WHO, 2. Menurut WHO dan UNICEF ada 41% bayi yang berhasil menerima ASI Eksklusif, dan direncanakan tahun 2030 targetnya adalah 70%. PP No. 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif mengemukakann bahwa setiap bayi harus mendapatkan ASI saja sejak lahir hingga enam bulan tanpa tambahan makan lain selain obat yang sudah diresepkan dokter (Dewi & Latifah, 2. Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) Indonesia melaporkan bahwa pada tahun 2021, 20 provinsi mencatatkan data capaian ASI eksklusif ada 71,58%, dan meningkat menjadi 72,04% pada tahun 2022. Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan bahwa pada tahun 2022, persentase bayi di DIY yang menerima ASI eksklusif sebesar 76,8%. Kota Yogyakarta, salah satu dari lima kabupaten di DIY, belum memenuhi target capaian ASI eksklusif yang ditetapkan sebesar 80%. Data capaian pemberian ASI eksklusif tertinggi sampai terendah, yaitu Kabupaten Sleman . ,3%). Kabupaten Kulon Progo . %). Kabupaten Bantul . ,3%). Kabupaten Gunung Kidul . %), dan Kota Yogyakarta . ,8%) (Profil Kesehatan Provinsi DIY, 2. Hormone yang merangsang ASI Ibu menyusui adalah hormone prolactin dan hormone Selain memeras ASI, untuk merangsang produksi hormon dapat dilakukan berbagai cara seperti perawatan pada payudara, inisiasi menyusui dini (IMD), menyusui sesuai permintaan, dan melakukan pijatan oksitosin. Masalah yang dihadapi dalam kesuksesan ASI eksklusif karna jumlah ASI yang hanya sedikit atau belum keluar colostrum di hari pertama. Kondisi emosional ibu juga berpengaruh besar terhadap produksi ASI, karena refleks oksitosin dipengaruhi oleh emosi ibu, dengan estimasi 80% hingga 90% produksi ASI tergantung pada keadaan ibu. Jika ibu merasa nyaman, tenang, dan bebas dari stres, produksi ASI akan lebih Pijat oksitosin dapat membantu merangsang refleks letdown yaitu rasa nyaman, mencegah payudara bengkak. ASI yang tersumbat, merangsang pelepasan hormon oksitosin, dan menjaga kelancaran ASI(Apreliasari & Risnawati, 2. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. Teknik pijatan oksitosin yang baik yaitu memijat di daerah punggung ibu. Tujuannya agar dapat menstimulasi reflek oksitosin atau refleksi kemeduran melalui stimulasi sensori dari sistem aferen. Jumlah pengeluaran ASI dapat meningkat apabila ibu merasa santai, rileks dan nyaman (Apreliasari, 2. Pemberian pijatan oksitosin yang baik mampu meningkatkan jumlah produksi ASI pada ibu, tidak hanya dipengaruhi oleh teknik pelaksanaannya, tetapi juga ditentukan oleh peran bidan sebagai tenaga kesehatan, dukungan kebijakan dari pemerintah. Ketiga elemen tersebut sangat penting untuk memastikan intervensi pijat oksitosin dapat diterapkan secara optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi ibu dan bayi (Yanti, et. , 2. Bidan merupakan tenaga kesehatan yang memberikan asuhan langsung dengan ibu dan bayi, bidan dapat memberikan edukasi mengenai pentingnya ASI kepada suami atau keluarga tentang teknik dan manfaat pijat oksitosin. Peran tersebut sangat penting untuk mendukung keberhasilan dan peningkatan jumlah ASI Ibu. Bidan berperan dalam mengevaluasi pengaruh pijatan oksitosin dengan memantau peningkatan jumlah ASI dan memastikan kondisi ibu tetap dalam keadaan optimal (Mintaningtyas & Isnaini, 2. Dalam upaya mendukung keberhasilan pemberian ASI, pemerintah telah menetapkan beberapa kebijakan dan regulasi yang relevan untuk mendukung pemberian ASI. Kebijakan Undang-Undang (UU) NO 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan pada pasal 42 ayat 1 bahwa setiap bayi berhak mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan (UU RI, 2. Pemberian ASI Eksklusif di RS Nur Hidayah Bantul terdapat beberapa kendala yaitu disebabkan karena kondisi gawat darurat atau tindakan operasi Caesar yang memerlukan penangan segera pada ibu dan bayi serta beberapa ibu nifas mengalami kesulitan untuk memberikan ASI di hari pertama kelahiran karena pengeluaran ASI yang belum lancar. RS Nur Hidayah mendukung pemberian ASI Eksklusif sebagai sumber gizi terbaik bagi bayi. Dukungan yang diberikan dengan tidak menyediakan susu formula bagi bayi baru lahir. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Efektifvitas Pijat Oksitosin dan produksi ASI Pada Ibu Nifas Hari Ke 1 - 3 Di RS Nur Hidayah. KAJIAN TEORITIS Masa nifas dimulai setelah persalinan selesai yaitu lahirnya plasenta hingga enam minggu atau 42 hari, dimana keadaan plasenta hingga organ reproduksi kembali seperti saat sebelum hamil. Nifas merupakan masa yang dilalui ibu setelah proses persalinan, diawali setelah bayi lahir hingga 6 minggu atau 42 hari, saat perdarahan berhenti. Proses kembalinya organ reproduksi wanita membutuhkan waktu dari selesai persalinan hingga 42 hari pascasalin Efektivitas Pijat Oksitosin terhadap Produksi Asi pada Ibu Nifas Hari ke 1-3 (Kementerian Kesehatan, 2. ASI mengandung seluruh nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi baru Menyusui adalah proses terbaik untuk memberikan makanan ideal bagi bayi yang sehat. Pemberian ASI eksklusif berdasarkan arahan dari UNICEF dan WHO diberikan selama nol sampai enam bulan pertama kehidupan. ASI diberikan sejak 0 bulan - 6 bulan untuk meningkatkan tumbuh kembang bayi baik perkembangan sensorik, motorik dan kognitif serta dapat melindungi bayi dari penyakit (WHO, 2. Produksi ASI pada ibu umumnya menyesuaikan dengan kebutuhan bayi dalam kondisi Jumlah ASI pertama yaitu colostrum yang diproduksi ada 7,4 sendok teh atau setara 36,23 ml/hari. Kapasitas lambung bayi hanya sekitar 5 - 7 ml dihari pertama, meningkat menjadi 12 - 13 ml dihari kedua, dan sekitar 22-27 ml pada hari ketiga. Walaupun jumlah colostrum yang dihasilkan sedikit, kandungannya sudah dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi baru lahir. Beberapa faktor penyebab gagalnya ASI, yaitu kesehatan fisik ibu, kesehatan psikologis ibu, dan kesehatan bayi (Manurung et al. , 2. Teknik pijat oksitosin yang baik dengan memberikan pijatan punggung ibu pada tulang rusuk . ke 5-6 sampai ke tulang belikat . Teknik pijat oksitosin mempengaruhi kerja syaraf parasimpatitis yang dapat berpengaruh pada kerja sel-sel otot polos pada kelenjar payudara dapat menyebabkan kontraksi sel mioepitel pada payudara yang menyebabkan daerah tersebut menjadi lebih besar (Purnamasari, 2. Pemberian Pijatan oksitosin bermanfaat terhadap ibu menyusui karena dapat merangsang kerja hormon yang membantu meningkatkan produksi ASI dan menjadikan ibu lebih nyaman. Ini juga membantu menjaga laktasi tetap lancar. Pijatan oksitosin dapat menenangkan, menumbuhkan rasa berani dan percaya diri, memiliki pikiran dan perasaan baik tentang anaknya, jumlah volume ASI lebih lancar, dan menghilangkan rasa lelah (Lestari. Produksi Hormon oksitosin saat menyusui menimbulkan ikatan kasih sayang dan mengurangi kemungkinan ibu mengalami depresi pasca persalinan. Ibu yang tenang, rileks selama menyusui akan berpengaruh terhadap jumlah ASI Ibu (Supardi. Hasil penelitian terdahulu dilakukan menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan hasil setelah pemberian pijat oksitosin pada kedua ibu nifas hari pertama belum ada produksi ASI. Hari kedua setelah pemberian pijat oksitosin mempengaruhi produksi ASI kedua responden dengan hasil ada peningkatan jumlah pengeluaran ASI (Afriany. , et. , 2. Penelitian lain juga dilakukan dengan metode Pre experimental research dengan hasil sebelum intervensi pijat oksitosin diberikan ada 18 sampel dengan ASI yang kurang dan 12 sampel dengan ASI yang cukup. Setelah intervensi, 7 dari 18 responden mengalami peningkatan Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. produksi ASI, sementara 11 sampel lainnya tetap memproduksi ASI dalam jumlah kurang. Hasil analisis statistik diperoleh nilai p -value = 0,016 . < 0,. , artinya adanya pijat oksitosin dan perawatan pada payudara efektif meningkatkan jumlah ASI pada Ibu bekerja di Puskesmas Lawanga (Triansyah, et. , 2. Hipotesis merupakan sebuah dugaan sementara yang diajukan sebagai jawaban atas rumusan masalah. Hipotesis pada penelitian ini bahwa pijatan oksitosin efektif meningkatkan jumlah ASI pada ibu nifas. METODE PENELITIAN Desain penelitian kuantitaif dengan Metode penelitian menggunakan desain quasy Lokasi penelitian di RS Nur Hidayah Bantul dari Bulan Maret - April 2025. Variable penelitian ini yaitu pijat oksitosin dan produksi ASI. Sampel ada 30 responden yang dibagi menjadi 15 responden kelompok control dan 15 responden kelompok eksperimen. Pengambilan sampel dengan accidental sampling. Pendekatan dalam penelitian ini adalah desain pretest-posttest. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi terarah, gelas ukur . Sebelum intervensi dilakukan, peneliti terlebih dahulu mengukur produksi ASI pada responden . Setelah intervensi, peneliti kembali mengukur produksi ASI dengan gelas ukur pada responden . untuk menilai perubahan yang terjadi pada ASI sebelum di pijat dan setelah diberi pijat, kemudian data dianalisis dengan independent T - Test menggunakan SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Lokasi penelitian dilaksanakan di RS Nur Hidayah di Jl. Imogiri Timur KM. Trimulyo, kecamatan Jetis. Kabupaten Bantul. Provinsi DIY. Secara administratif, rumah sakit ini berada di wilayah selatan Provinsi DIY, tepatnya dalam lingkup Kabupaten Bantul yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan akses pelayanan kesehatan yang cukup baik, serta tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi dalam program-program kesehatan ibu dan anak. Nur Hidayah merupakan RS tipe C di Kabupaten Bantul yang memberikan pelayanan kesehatan umum, dengan fokus pelayanan kebidanan, kandungan, dan neonatal. Fasilitas dan tenaga kesehatan di rumah sakit ini menunjang berbagai layanan maternal, termasuk intervensi nonfarmakologis seperti pijat oksitosin. Efektivitas Pijat Oksitosin terhadap Produksi Asi pada Ibu Nifas Hari ke 1-3 Hasil Penelitian Hasil Analisis Data Table 1. Karakteristik Responden. Umur Pendidikan >35 Total SMA SMP Total Total Bekerja Tidak bekerja Total Paritas Pekerjaan Presentase 76,7% 20,0% 3,3% 20,0% 80,0% Sumber: SPSS . Pada tabel 1. Karakteristik Responden menurut umur pada usia 20Ae35 tahun ada 24 orang . ,0%), pendidikan SMA ada 22 orang . 3%), responden memiliki satu orang anak ada 23 orang . ,7%), status tidak bekerja/ IRT ada 24 orang . ,0%). Table 2. Data Produksi ASI Pre-Test. Kelompok kontrol Kelompok Produksi Lancar Tidak lancar Total Lancar Tidak lancar Total Presentase 26,67% 73,33% Sumber: SPSS . Hasil dari pre-test pada kelompok kontrol diketahui bahwa ASI yang tidak lancar ada 12 orang . %) dan pada kelompok eksperimen dengan ASI tidak lancar ada 11 orang . ,33%). Table 3. Data Produksi ASI post-Test. Kelompok Kelompok Produksi Lancar Tidak lancar Total Lancar Tidak lancar Total Presentase 46,67 % 53,33% 86,67% 13,33% Sumber: SPSS . Hasil dari post-test pada kelompok kontrol diketahui bahwa ASI yang tidak lancar ada 8 orang . %) dan pada kelompok eksperimen ASI tidak lancar ada 2 orang . ,33%). Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. Tabel 4. Hasil analisis lndependent Sample T-Test. Kelompok Kontrol Eksperimen Jumlah Responden Produksi ASI Meningkat Produksi ASI Tidak Meningkat Nilai Signifikasi Sig. Til. 0,001 Sumber: SPSS . Pada kelompok kontrol sebanyak 15 responden ada 7 responden mengalami peningkatan produksi ASI dan 8 responden tidak mengalami peningkatan. Sementara itu pada kelompok eksperimen akan diberi tindakan berupa pijatan oksitosin, ada 13 responden mengalami peningkatan produksi ASI dan ada 2 responden yang tidak mengalami peningkatan. Hasil analisis Bivariat yaitu nilai signifikasi 0,001 . < 0,. Pemberian pijat oksitosin memberikan hasil yang efektif dalam meningkatkan ASI. Pembahasan Hasil penelitan yang dilakukan kemudian dianalisis dengan Independent Sample T-Test kontrol dengan hasil nilai signifikansi 0,001 . < 0,. yang artinya terdapat efektivitas pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas hari ke 1-3. Penelitian yang dilakukan oleh Afriany, et al. , . , yang juga menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produksi ASI secara signifikan setelah dilakukan intervensi pijat oksitosin. Penelitian tersebut menegaskan bahwa stimulasi fisik melalui pijatan pada area sepanjang tulang belakang hingga scapula mampu merangsang proses produksi dan pengeluaran ASI. Kondisi Ibu yang tenang dan nyaman dapat merangsang pengeluaran ASI. Jumlah pengeluaran dan kelancaran produksi ASI setelah diberikan pijatan berkisar 7-17 ml/cc (Setianingrum, et. , 2. Penelitian lain yang dilakukan Wulandari . adalah pengaruh pijatan oksitosin untuk peningkatan ASI dengan nilai p=0,002 yang rata-rata produksi ASI pada kelompok kontrol >40ml dan pada kelompok eksperimen >20 ml. ASI pasca persalinan sering kali masih sedikit pada awal menyusui, sehingga tidak jarang menimbulkan kekhawatiran ibu mengenai kecukupan ASI. Banyaknya ASI sendiri disebabkan oleh kerja hormone prolaktin dan hormone oksitosin (Nurrira et al. , 2. Oleh karena itu, stimulasi fisik seperti pijat oksitosin bisa merangsang hormone oksitosin untuk mempermudah refleks pengeluaran ASI (Handayani, 2. Efektivitas Pijat Oksitosin terhadap Produksi Asi pada Ibu Nifas Hari ke 1-3 Penelitian yang dilakukan Mustikawati . mengenai pemberian pijatan oksitosin yang tepat mempengaruhi jumlah ASI pada ibu dimasa pandemi covid-19 dengan hasil Mcnemar Test nilai p- value= 0,000 atau p < =0,05 yang artinya pijat oksitosin efektif mempengaruhi jumlah ASI (Mustikawati, 2. Peningkatan produksi ASI yang dihasilkan dari intervensi ini mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. ASI eksklusif yang diberi selama 0 sampai enam bulan pertama pada bayi sangat penting karena nutrisi dalam ASI sangat lengkap sesuai kebutuhan pertumbuhan bayi bayi serta terlindungi dari risiko infeksi. Pemberian ASI eksklusif juga penting untuk mencegah kejadian stunting. Stunting adalah keadaan terhambatnya tumbuh anak yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kecukupan nutris yang lebih dari enam bulan sejak kelahiran. Oleh karena itu, pemberian ASI eksklusif pada masa awal kehidupan dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan serta mencegah terjadinya stunting (Safitri, et al. , 2. KESIMPULAN Kesimpulan penelitian ini pijat oksitosin terbukti efektif mempengaruhi jumlah ASI ibu dengan hasil p-value=0. <0,. Bagi ibu nifas dan keluarga diharapkan untuk bisa mencari infomasi dan penyedia layanan holistic mengenai pijat untuk meningkatkan oksitosin untuk kelancaran produksi ASI lebih optimal. Peneliti selanjutnya agar dapat meneliti dengan sampel yang lebih besar untuk dapat digeneralisasi pada populasi yang lebih luas. UCAPAN TERIMA KASIH