VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index PENGEMBANGAN LKS BERBASIS QR CODE DALAM PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 2 TEGAL REJO 1Clara Dea Cahyana, 2Dodik Mulyono, 3Aren Frima Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Silampari cclaradea@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKS Berbasis Qr Code Dalam Pembelajaran IPA Pada Siswa Kelas IV DI SD Negeri 2 Tegal Rejo yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini yaitu Research and Development dengan model pengembangan 4-D. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas IV SDN 2 Tegal Rejo. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil validasi LKS Berbasis Qr Code berdasarkan penilaian ahli bahasa, materi dan media menunjukkan bahwa LKS Berbasis Qr Code memenuhi kriteria valid ahli bahasa 0,75, ahli materi 0,93, ahli media 0,92. Rekapitulasi dengan skor rata-rata 0,87. Sedangkan dari analisis penilaian lembar kepraktisan guru dan siswa diperoleh bahwa Pengembangan LKS Berbasis Qr Code memenuhi kriteria praktis dengan skor rata-rata 96,67%. Pada uji lapangan diperoleh N-gain . sebesar 0,77 dengan klasifikasi tinggi yang artinya LKS Berbasis Qr Code memiliki efektifitas tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pengembangan LKS Berbasis Qr Code terbukti valid, praktis dan memiliki keefektifan dalam pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN 2 Tegal Rejo sehingga layak digunakan. Kata Kunci : Pengembangan. LKS. Qr Code. IPA ABSTRACT This research aims to produce Qr Code Based LKS in Science Learning for Class IV Students at SD Negeri 2 Tegal Rejo that are valid, practical and effective. This type of research is Research and Development with a 4-D development model. The subjects of this research were class IV students at SDN 2 Tegal Rejo. Data collection techniques use questionnaires, tests and documentation. Based on the validation results of Qr Code Based LKS based on the assessment of language, material and media experts, it shows that Qr Code Based LKS meets the valid criteria of 0. 75 for language experts, 0. 93 for material experts, 0. 92 for media Recapitulation with an average score of 0. Meanwhile, from the analysis of teacher and student practicality sheet assessments, it was found that the development of Qr Code-based LKS met the practical criteria with an average score of 96. In the field test, the N-gain . was obtained at 0. 77 with a high classification, which means that the Qr Codebased LKS has high effectiveness. Based on the research results, it can be concluded that the development of Qr Code-based worksheets has proven to be valid, practical and effective in science learning for class IV students at SDN 2 Tegal Rejo so it is suitable for use. Keywords: Development. LKS. Qr Code. IPA INTRODUCTION Pendidikan adalah usaha sadar dalam kehidupan perencanaan yang matang, sistematis dan terarah untuk mewujudkan suasana pembelajaran dalam mengembangkan potensi diri, cerdas, berkepribadian, memiliki kekuatan spiritual dan keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam memajukan bangsa, sehingga pemerintah menaruh perhatian yang sangat besar terhadap dunia pendidikan (Sianturi, 2013:. Usaha pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index adalah dengan berupaya memperbaiki berbagai sistem dan struktur yang terkait dengan dunia Penyelenggaraan sistem pendidikan di Indonesia pada umumnya lebih mengarah pada model pembelajaran yang dilakukan secara massal dan klasikal, dengan berorientasi pada kuantitas agar mampu melayani sebanyak banyaknya peserta didik sehingga tidak dapat mengakomodasi kebutuhan peserta didik secara individual di luar kelompok (Shoimin, 2014:. Sistem pendidikan di Indonesia harus difokuskan pada keberhasilan peserta didik dengan jaminan kemampuan yang diarahkan pada life skill yang di kemudian hari dapat menopang kesejahteraan peserta didik itu sendiri untuk keluarganya serta masa depannya dengan kehidupan yang layak di masyarakat (Shoimin, 2014:. Bagian dappri tujuan pendidikan nasional adalah pembangunan sumber daya manusia yang mempunyai peranan yang sangat penting bagi kesuksesan dan kesinambungan pembangunan nasional. Oleh karenanya, yang menjadi syarat utama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang harus benar-benar diperhatikan serta dirancang sedemikian rupa dan diimbangi dengan lajunya perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga selaras dengan tujuan pembangunan nasional. Pada dunia pendidikan, seringkali menjumpai permasalahan dalam pembelajaran, yang mana diketahui bahwasanya proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang belum professional adalah pembelajaran yang masih berpusatpada guru . eacher cente. dan Sehingga di era Kurikulum Merdeka guru harus dituntut untuk melangsungkan pembelajaran yang berpusat pada siswa . tudent cente. dan guru harus melakukan inovasi, yaitu dengan menerapkan model dan media pembelajaran di kelas. Bahan atau materi ajar adalah segala sesuatu yang hendak dipelajari dan dikuasai para siswa baik berupa pengetahuan, keterampilan, maupun sikap melalui kegiatan pembelajaran. Bahan pembelajaran merupakan sesuatu yang disajikan guru untuk diolah dan dipahami oleh siswa dalam rangka mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, materi ajar merupakan salah satu komponen penting dalam mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang berupa fakta, konsep, generalisasi, hukum/aturan, dan sebagainya yang terkandung dalam mata pelajaran Ibrahim . alam Sumantri, 2017: . Lembar kerja siswa merupakan salah satu jenis dari bahan ajar. Lembar kerja siswa merupakan lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembar kegiatan biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas (Depdiknas, 2008:. Dapat dikatakan bahwa LKS merupakan bahan ajar berbasis aktifitas yang berpusat pada siswa yang dikemas dalam bentuk bentuk lembaran kegiatan (Indra & Galuh, 2018: . Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam. IPA membahas tentang gejala-gejala alam yang disusun secara sistematis yang didasarkan pada hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh Menurut Powler . alam Samatowa, 2018:. bahwa IPA merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala alam dan kebendaan yang sistematis tersusun secara teratur. Selanjutnya menurut Winaputra . alam Samatowa, 2018: . mengemukakan bahwa IPA tidak hanya merupakan kumpulan pengetahuan tentang benda atau makhluk hidup, tetapi pmemerlukan kerja, cara berpikir, dan cara memecahkan masalah. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan alam yaitu mempelajari tentang gejala alam, pengetahuan tentang benda atau makhluk hidup yang memerlukan kerja, cara berpikir dan cara memecahkan masalah. Penggunaan pendekatan dalam pembelajaran dapat membantu guru dalam proses pembelajaran serta menyusun perangkat pembelajaran. Salah satu contoh pemanfaatan pendekatan dalam pembelajaran IPA yang dapat dimasukkan dalam bahan ajar Lembar Kerja Siswa adalah dengan berbantu Qr-Code. QR Code (Quick response cod. adalah jenis kode matriks atau barcode dua dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave, sehingga QR Code VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index ini dapat menyimpan lebih banyak informasi. seperti informasi dari data dalam berbagai format atau multimedia, beberapa format informasi yang dapat disimpan dalam QR Code antara lain alamat email, website, foto, video, dan masih banyak lainnya menurut Widayati . Pengembangan LKSberbantuQR Code merupakan gambaran suatu bahan ajar yang tidak hanya menekankan pada tahapan hasil belajar siswa tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis siswa sehingga pembelajaran tidak hanya dalam lingkup teori. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di SD Negeri 2 Tegalrejo pada tanggal 09 Agustus 2023 dengan guru kelas IV Ibu Rahima Dasa Wahyuni diketahui bahwa jumlah siswa kelas IV terdiri dari 20 orang dengan siswa laki-laki 9 orang dan siswi perempuan 11 orang. Adapun permasalahan yang ada di SD Negeri 2 Tegalrejo yaitu masih minimnya bahan ajar yang digunakan seperti lembar kerja siswa belum digunakan di SD Negeri 2 Tegalrejo sebagai bahan ajar selain buku yang dikeluarkan dari pemerintah. Bahan ajar yang telah diketahui sebagai alat bantu dalam mentransferkan materi, tugas dalam pembelajaran yang digunakan oleh guru kepada siswa. Tetapi kenyataannya bahan ajar dan kondisi kelas yang kurang kondusif mengakibatkan siswa kurang memahami materi pembelajaran yang telah di jelaskan oleh guru. Sehingga berdampak dengan pengerjaan soal dan hasil belajar siswa. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dapat memudahkan siswa dalam belajar memungkinkan peneliti mampu menghasilkan bahan ajar serta lembar kerja siswa yang sesuai diharapkan untuk dapat memudahkan siswa memahami materi pelajaran dan menjawab soal saat proses pembelajaran berlangsung. Ibu Rahima Dasa Wahyuni selaku wali kelas juga menjelaskan bahwa proses pembelajaran di SD Negeri 2 TegalrejoMenjelaskan Sebagian Nilai Siswa Masih Banyak dibawah KKM. Hal ini terlihat dari hasil siswa mengerjakan ulangan harian, ada 11 orang tuntas dan 9 orang belum tuntas, nilai rata-rata Kriteria Ketuntasan Maksimal(KKM) di SD Negeri 2 Tegalrejo rata-rata 69Oleh karena itu, perlu adanya bahan ajar tambahan yang dikenal dengan alat bantu transfer materi, tugas-tugas dalam pembelajaran yang digunakan guru kepada siswa. Namun pada kenyataannya bahan ajar yang digunakan sangat minim sehingga siswa kurang memahami pelajaran. Oleh karena itu penulis mengembangkan bahan ajar berupa LKS berbantu QR Code Dalam Pembelajaran IPA Siswa kelas IV SD Negeri 2 Tegalrejo, dengan harapan dapat tercapainya tujuan pembelajaran yang dapat memudahkan siswa dalam belajar, sehingga permasalahan yang ada dapat diatasi dan memungkinkan penulis untuk dapat menghasilkan bahan ajar yang sesuai diharapkan dapat memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran. Ibu Rahima Dasa Wahyuni sebagai wali kelas juga menjelaskan bahwa proses pembelajaran di SD Negeri 2 Tegalrejo membutuhkan bahan ajar yang dapat membantu siswa dalam proses belajar mengajar sehingga memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran, serta memiliki fasilitas yang dapat membantu siswa memahami materi di rumah sangat diperlukan. METHODS RESEARCH Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau sering dikenal dengan research and development. Pada metode penelitian dan pengembangan terdapat beberapa jenis model pengembangan yang dapat digunakan. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan model 4D. Menurut Sugiyono . pengembangan 4D ini terdiri atas 4 tahapan utama yaitu diantaranya ada define, design, develop dan disseminate atau diadaptasikan menjadi 4D yaitu Define (Pendefinisia. berisikan kegiatan yang dilakukan untuk menentukan dan menetapkan materi yang dikembangkan perangkatnya. Design (Perancanga. berisikan kegiatan yang dilakukan untuk membuat rancangan terhadap produk yang telah ditetapkan. Development (Pengembanga. ini berisikan kegiatan yang dilakukan untuk membuat rancangan menjadi produk secara VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index berulang-ulang sampai dihasilkan produk sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dan Disseminate (Penyebara. berisi kegiatan menyebarluaskan produk yang telah teruji untuk dimanfaatkan oleh orang lain, namun dalam penelitian ini produk pengembangan LKS berbasis Qr-Code hanya disebarluaskan atau diberikan kepada SD Negeri 2 Tegalrejo. Kelas IV, sebagai bentuk memotivasi siswa dalam memahami materi pembelajaran IPA. Metode dan model ini dipilih karena bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran pada materipembelajaran IPA kelas IV. Produk yang dikembangkan kemudian diuji kelayakannya dengan validitas dan kepraktisan. Kemudian dilakukanlah uji coba produk untuk mengetahui sejauhmana peningkatan hasil belajar peserta didik setelah menggunakan media pembelajaran IPA kelas IV. Metode penelitian dan pengembangan (Research and Developmen. merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Pada penelitian ini, model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4-D. Di dalam rancangan model pengembangan 4-D terdiri atas 4 langkah, yaitu define . , design . , develop . dan disseminate . Setiap langkah sangat jelas maksud dan tujuannya dimana pendekatan ini terdapat beberapa komponen yang akan dilewati di dalam proses pengembangan dan perancangan tersebut. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara, dokumentasi dan angket penilaian produk untuk menilai aspek kevalidan, angket respon siswa untuk menilai aspek kepraktisan sebagai teknik pengumpulan data. Menurut Sugiyono . , menyatakan bahwa angket atau kuesioner ialah suatu teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Pada penelitian ini meggunakan dua jenis angket yang digunakan, yaitu angket penilaian media pengembangan LKS berbasis Qr Code angket respon siswa. RESULT AND DISCUSSION Penelitian pengembangan ini menghasilkan sebuah produk berupa media pembelajaran LKS berbasis Qr Code QR Code Pada Materi Sumber daya alam Kelas IV SD Negeri 2 Tegalrejo ini menggunakan model pengembangan 4D, yang mana pengembangan model ini memiliki tahapan antara lain :. Define atau pendefinisian, . Design atau perancanga. , . Develop atau pengembangan,. Desseminate atau penyebaran. Keempat tahapan ini dilakukan untuk menghasilkan Pengembangan Modul Berbasis Saintifik Berbantuan QR Code Pada Materi Sumber Daya Alam Kelas IV SD Negeri 2 Tegalrejo dapat digunakan dengan mudah dalam membantu proses pembelajaran. Berdasarakan keseluruhan penilaian kevalidan modul berbasis saintifik berbantuan QR Code yang diberikan ketiga validator yaitu ahli bahsa, ahli media dan ahli materi menunjukkan modul yang telah disusun memeperoleh penilaian dan telah disesuaikan dengan tabel yang dikategorikan valid untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Rekapitulasi penilaian kevalidan dapat dilihat pada tabel 4. 10 di bawah ini: Tabel 4. Rekaputasi penilaian validator No. Nama Validator Agung Nugroho. Pd. Rahima Dasa Wahyuni. Dr. Leo Charli. Pd. Angka AikenAos V Nilai Validasi Cukup valid Sangat valid 0,87 Sangat valid Valid Kriteria Validator Bahasa Materi Media Analisis dari modul yakni validasi ahli dengan pengisian lembar validasi oleh validator menunjukkan modul berbasis saintifik berbantuan QR Code pada materi sifat-sifat bunyi dikatakan valid digunakan dalam proses pembelajaran dengan rata-rata 0,87 yang termasuk kedalam kategori interpretasi validitas AikenAos termasuk kedalam kategori 80-89 dengan keterangan valid. VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index Tabel 4. Hasil Seluruh Kepraktisan Modul berbasis saintifik berbantuan QR Code Penilai kepraktisan Rahima Dasa Wahyuni, 6 Siswa kelas IV SD Negeri 1 Tegalrejo Persentase Rata-rata Jumlah butirSkor yangPersentase Kriteria Sangat praktis 93,33 % Sangat Praktis 96,67 % Sangat Praktis Uji keefektifan di lakukan pada tanggal 10 Agustus Penilaian keefektifan atau efek potensial dilakukan dengan melihat dari hasil tes pre-test dan post-test yang dilakukan terhadap modul berbasis saintifik berbantuan Qr code yang dikembangkan yang dihitung nilai akhirnya dan rata-rata setiap tes. Data hasil tes pre-test dan post-test aakan dihitung dengan rumus N-gain . setelah itu, hasil N-gain . akan diklasifikasikan untuk mengetahui tingkat keefektifan atau efek potensial dari data hasil tes pre-testdan post-test, sehingga dapat diketahui keefektifan atau efek potensial modul berbasis saintifik. Tabel 4. Rekapitulasi Nilai Pretest dan Posstest No. Jumlah Siswa Rata-rata Nilai Pre-test 21 Siswa Rata-rata Post-test NilaiN-Gain Score Kriteria 0,77 Sedang Berdasarkan keseluruhan penilaian validasi modul berbasis saintifik berbantuan QR Code yang diberikan oleh 3 ahli yaitu ahli bahasa, materi dan media terhadap modul berbasis saintifik berbantuan QR Code yang dijelaskan diatas menunjukkan bahwa modul berbasis saintifik berbantuan QR Code kelas IV SD yang telah disusun dan dikembangkan serta dihasilkan memperoleh Nilai akhir validitas 0,86 dan disesuaikan dengan tabel interpretasi validitas AikenAos V termasuk kedalam 0,80 O V < 0,89 dengan klasifikasi tinggi atau dapat dikatakan valid. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Modul berbasis saintifik berbantuan QR Code pada materi sifat-sifat bunyi kelas IV SD Negeri 2 Tegalrejo dapat dinyatakan valid untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan penilaian kepraktisan modul berbasis saintifik berbantuan QR Codeyang telah diuji coba oleh guru dan siswa terhadap modul berbasis saintifik berbantuan QR Codeyang telah dijelaskan di atas menunjukkan bahwa modul berbasis saintifik berbantuan QR Codeyang telah disusun dan dikembangkan sehingga memperoleh skor rata-rata 96,67% dengan kriteriasangat praktis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa modul berbasis saintifik berbantuan QR Code pada materi sifat-sifat bunyi kelas IV SD Negeri 2 Tegalrejo dapat dinyatakan sangat praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Pengujian efektifitas atau efek potensial dilakukan dengan subjek 21 orang siswa kelas IV SD Negeri 2 Tegalrejo. Untuk mengetahui efektifitas dari penggunaan modul berbasis saintifik berbantuan QR Code pada materi sifat-sifat bunyi kelas IV SD Negeri 2 Tegalrejo dilakukannya pemberian soal pre-test sebelum menggunakan modul berbasis saintifik berbantuan QR Code dan pemberian soal post-test setelah menggunakan modul berbasis saintifik berbantuan QR Code Berdasarkan analisis data dapat dijelaskan bahwa sebelum melakukan pembelajaran dengan menggunakan modul berbasis saintifik berbantuan QR Code diperoleh skor rata-rata pre-test 21,19 dalam hal ini banyak siswa yang tidak mengalami ketuntasan dalam menjawab 10 butir pertanyaan dengan perolehan skor/nilai yang berbeda-beda. Setelah melakukan pretest, siswa diberikan perlakuan dengan menggunakan bahan ajar modul berbasis saintifik berbantuan QR Code menjadi semangat dan aktif. Kemudian setelah belajar menggunakan dengan modul tersebut, siswa kembali mengerjakan soal post-test dengan soal yang sama dengan soal pre-test dan meperoleh nilai rata-rata post-test yaitu 81,7. Dan diketahui bahwa VOL 6 (NO . PRIMARY EDUCATION JOURNALSILAMPARI http://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/PEJS/index N-gain . dari rata-rata pre-test dan post-test yaitu sebesar 0,77 dengan klasifikasi sedang atau cukup efektif. Sehingga modul berbasis saintifik berbantuan QR Code pada materi sifatsifat bunyi kelas IV SD Negeri 2 Tegalrejo dinyatakan memiliki efektifitas atau efek potensial sedang dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian pengembangan modul berbasis saintifik berbantuan QR Code pada materi sifat-sifat bunyi kelas IV SD Negeri 2 Tegalrejo, dapat disimpulkan sebagai berikut: Kevalidan modul berbasis saintifik berbantuan QR Code pada materi sifat-sifat bunyi kelas IV SD Negeri 2 Tegalrejo yang dikembangkan didapat berdasarkan hasil penilaian lembar angket yang telah diisi oleh ahli bahasa, materi dan media, produk berada dalam kategori Au ValidAy. Sehingga dapat disimpulkan bahwa modul berbasis saintifik berbantuan QR Code pada materi sifat-sifat bunyi kelas IV SD Negeri 2 Tegalrejo dalam pmateri sifat-sifat bunyi valid dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Kepraktisan modul berbasis saintifk berbantuan QR Code yang dikembangkan didapat berdasarkan hasil pengisian lembar angket dari hasil uji coba kelompok kecil, uji kelompok besar dan uji kepraktisan guru diperoleh tingkat kepraktisan dengan kriteria Sehingga dapat disimpulkan modul berbasis saintifik berbantuan QR Code pada materi sifat-sifat bunyi yang dikembangkan dinyatakan praktis dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Modul berbasis saintifik berbantuan QR Code memliki efektifitas/ efek potensial sedang berdasarkan hasil pretest dan posttest, sehingga modul berbasis saintifik berbantuan QR Code pada materi sifat-sifat bunyi kelas IV SD Negeri 2 Tegalrejo layak digunakan. REFERENCES