TE DEUM: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan Volume 14. Nomor 1 (Juni 2. : 121-141 ISSN 2252-3871 . , 2746-7619 . http://ojs. id/index. php/tedeum/index DOI: https://doi. org/10. 51828/td. Submitted: 14-11-2024 Accepted: 27-06-2025 Published: 30-06-2025 AuANAK MANUSIAAy DALAM DANIEL 7:13: SEBUAH TINJAUAN ESKATOLOGIS DAN KRISTOLOGIS AuTHE SON OF MANAy IN DANIEL 7:13: AN ESCHATOLOGICAL AND CHRISTOLOGICAL REVIEW Robi Prianto,1* Irwanda1 1Sekolah Tinggi Teologi Studi Alkitab untuk Pengembangan Perdesaan Indonesia. Ciranjang. Indonesia *rpkgtloh@gmail. ABSTRACT The concept of the AuSon of ManAy in Daniel 7:13 holds deep theological significance and is closely connected to the Christian hope in the second coming of Jesus Christ. This study aims to explore the interpretation and application of this text within the context of Christian theology using a qualitative method with a biblical exegetical approach. The findings reveal that the AuSon of ManAy is not merely a collective symbol of GodAos people but refers to the person of Jesus Christ, who will return in glory to fulfill GodAos plan of This concept enriches eschatological understanding regarding eternal rule, final judgment, and the restoration of creation. The study emphasizes that the AuSon of ManAy is central to Christian eschatological hope, providing a strong theological foundation for faith in ChristAos return. It also serves as a spiritual encouragement for believers to live faithfully and with hope amid the challenges of the present world. Keywords: Son of Man. Daniel 7:13. Christian theology. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 122 | AuANAK MANUSIAAy DALAM DANIEL 7:13 ABSTRAK Konsep AuAnak ManusiaAy dalam Daniel 7:13 memiliki makna teologis yang mendalam dan berkaitan erat dengan pengharapan akan kedatangan Yesus Kristus yang kedua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran dan penerapan teks tersebut dalam konteks teologi Kristen melalui metode kualitatif dengan pendekatan eksegesis biblika. Hasil kajian menunjukkan bahwa figur AuAnak ManusiaAy bukan hanya simbol kolektif umat Allah, tetapi menunjuk kepada pribadi Yesus Kristus, yang akan datang dalam kemuliaan untuk menggenapi rencana keselamatan Allah. Konsep ini memperkaya pemahaman eskatologis tentang pemerintahan kekal, penghakiman yang adil, serta pemulihan akhir ciptaan. Temuan penelitian menegaskan bahwa AuAnak ManusiaAy adalah pusat pengharapan eskatologis Kristen yang memberikan dasar teologis kuat bagi iman kepada kedatangan Kristus yang kedua. Hal ini juga menjadi dorongan spiritual bagi umat percaya untuk hidup setia dan berpengharapan di tengah realitas dunia yang penuh tantangan. Frasa kunci: Anak Manusia. Daniel 7:13. teologi Kristen. eksegesis biblika. PENDAHULUAN Salah satu hal yang menarik dan menjadi pusat perhatian adalah tentang penglihatan Daniel di pasal 7:13 mengenai kata Auanak manusiaAy. Daniel pasal 7 merupakan salah satu bagian yang berisikan mimpi yang diterima oleh Daniel. Secara eksplisit dari ungkapan Auanak manusiaAy dalam Daniel pasal 7 menimbulkan banyak perdebatan. Banyak ahli mempertanyakan identitas dan siapa figur tersebut. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh karena atribut yang muncul bersama dengan dirinya yaitu awan-awan di langit. Para penafsir sejak dahulu telah menawarkan beberapa penafsiran mengenai Auseorang seperti anak manusiaAy dalam Daniel 7:13. Wilson menyebutkan bahwa ini salah satu teka-teki terbesar dalam keilmuan Biblika. 1 Pandangan pertama yaitu Newell. Sosipater dan Sagala yang berpandangan bahwa seorang seperti anak manusia menunjukan kepada Yesus Kristus yang mendirikan kerajaan Allah yang kekal. 2 Lynne Newell 1 Haley Wilson. AuA Survey of the AoSon of ManAo from Daniel to Jesus. Part 1: A Reevaluation of Daniel 7 and Its Subsequent Implications on the AoSon of ManAo Debate,Ay Studia Antiqua 14, no. , 1. 2 Lynne Newell. Kitab Daniel Seri Tafsiran Alkitab (Malang: Literatur Saat, 2. , 212. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ROBI PRIANTO. IRWANDA | 123 berpendapat bahwa identitas "anak manusia" dalam kitab Daniel 7:13 memberikan petunjuk penting tentang siapa sebenarnya "anak manusia" Konsep ini terkait dengan kedatangan-Nya yang disertai dengan awan-awan. Identitas ini dianggap sebagai perwakilan orang-orang Israel, seperti yang dijelaskan dalam ayat 18 dan 27, yang menyatakan bahwa "orang-orang kudus milik yang mahatinggi" akan memerintah dengan pemerintahan dan kekuasaan yang kekal. Selain itu, disebutkan bahwa Ia mewakili orang-orang kudus yang dimiliki oleh Yang Mahatinggi, termasuk orang-orang dari segala bangsa yang menjadi milik-Nya. Namun, perlu diperhatikan bahwa ayat 13-14 sepertinya merujuk pada suatu individu tertentu, bukan seluruh umat, dan individu tersebut dianggap lebih istimewa daripada semua manusia lainnya. 3 Menurut Karel Sosipater berpandangan mengenai Daniel pasal 7 tentang anak manusia adalah mesias yang memiliki kedaulatan dan kekuasaan yang diberikan oleh Allah. Hal ini merupakan awal di mana Daniel mendapat sebuah penglihatan pada malam Pada penglihatan itulah Allah berbicara kepada Daniel mengenai nubuatan-nubuatan yang akan terjadi kepada bangsa Israel. Kitab Daniel dikenal akan nubuatan tentang Mesias dan akhir zaman, yang juga membicarakan soal waktunya. Kitab Daniel pasal 8 dan 11 menubuatkan masa depan, termasuk perbuatan Antiokhus IV pada tahun 168 SM yang dianggap sebagai gambaran antiKristus. Antiokhus mencemarkan tempat ibadah dengan mendirikan patung Zeus dan mempersembahkan babi di Yerusalem. Selain itu, kitab ini juga menubuatkan tentang antikristus pada akhir zaman dalam pasal 8:23-26 dan 11:36-45, tokoh jahat yang menentang ajaran agama. Interpretasi nubuat ini bervariasi tergantung pada pandangan teologis masing-masing orang. 4 Mangapul Sagala juga berpandangan bahwa pada umumnya. Auanak manusia dalam Daniel 7:13 adalah penggenapan akan Yesus Kristus dimana dalam Perjanjian Lama kehadiran awan memiliki makna kemuliaan Ilahi. Para ahli kitab Daniel sepakat mengaitkan istilah anak manusia dengan kitab Daniel. Dalam kitab ini dapat ditemukan tentang nubuatan yang bersifat penglihatan. Au. datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusiaAy (Dan. Siapakah yang dimaksud dengan Auanak manusiaAy pada ayat tersebut? Penafsiran nubuat ini cukup bervariasi, yaitu ada yang berpendapat bahwa penglihatan itu merupakan lambang bagi umat Allah, mengacu kepada 3 Newell, 207-208. 4 Karel Sosipater. Etika Perjanjian Lama (Jakarta: Suara Harapan Bangsa, 2. , 471- Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 124 | AuANAK MANUSIAAy DALAM DANIEL 7:13 makhluk surgawi atau merujuk kepada Mesias yang akan datang. 5 Menurut Sagala mengatakan bahwa istilah Auanak manusiaAy di dalam Injil, memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan penglihatan Daniel 7:13. Sekalipun sebagian ahli meragukan bahkan menolak istilah tersebut sebagai gelar yang diberikan kepada Yesus, dapat dilihat dari dasar yang dimana istilah tersebut digunakan oleh Yesus sendiri bagi diri-Nya. Yesus menyebut istilah tersebut bukan untuk seorang yang lain dari diri-Nya. Pandangan kedua yang berpendapat bahwa istilah seperti anak manusia adalah simbol dari umat Allah. Israel. Pandangan ini didukung oleh Hooker. Dodd dan Mowinckel. Morna Hooker yang menggunakan satu bab khusus untuk membahas tema Auseorang seperti anak manusiaAy dalam Daniel 7, menyimpulkan bahwa Auanak manusiaAy adalah lambang bagi umat Allah. Jadi frasa ini merujuk pada komunitas yang kolektif. 7 Hal ini disebabkan karena bagian penting dari pasal 7 yang tertulis sebagai berikut: Ausesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya, bahkan kekal selama-lamanya. Ay . Auorang-orang kudusAy yang dimaksud dari teks tersebut tidak lain adalah Israel atau para martirnya yang setia dan merekalah yang disebut seperti anak manusia. Pendapat ini juga didukung oleh Dodd dan Mowinckel. 8 Orang-orang kudus, bagi mereka, hampir tidak diragukan lagi adalah pahlawan-pahlawan Makabe, dan kepada mereka telah diberikan kuasa. Pandangan ketiga adalah yang berupaya menyelaraskan keduanya, yang dapat dibaca di artikel yang ditulis oleh John Collins. 9 Ia Berargumentasi berdasarkan kesejajaran kisah prosa perang Israel dan Antiokhus yang terdapat pada akhir kitab Daniel, yaitu pasal 10-12, dengan kisah yang dituliskan dalam pasal 7. ia berpendapat bahwa perang di bumi 5 Mangapul Sagala. AuSaatnya Anak Manusia Dipermuliakan,Ay Jurnal Amanat Agung https://ojs. id/index. php/JAA/article/download/186/168/ (Diunduh 26 Januari 6 Sagala, 473. 7 Morna D. Hooker. The Son Of Man in Mark: A Study of the Background of the Term AuSon of ManAy and Its Use in St. MarkAos Gospel (London: SPCK, 1. , 11-30. Dan Morna D. Hooker. Jesus and the Servant. Influence of the Servant Concept of Deutero-Isaiah in the New Testament (London: SPCK, 1. , 142-143. 8 C. Dodd. According to the Scriptures: The Sub-Structure of New Testament Theology (London: Nisbet and Co. , 1. , 118. Sigmund Mowinckel. He That Cometh: The Messiah Concept in the Old Testament and Later Judaism. Biblical resource series (Grand Rapids. Mich: William B. Eerdmans Pub. Co, 2. , 350. 9 John J. Collins. AuThe Son of Man and the Saints of the Most High in the Book of Daniel,Ay Journal of Biblical Literature 93, no. 1 (March 1. , 55Ae58. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ROBI PRIANTO. IRWANDA | 125 sejajar dengan perang di surga. Dengan demikian, ia berpendapat bahwa yang seperti anak manusia adalah malaikat (Mikhae. sekaligus representasi dari umat Israel. Penafsiran Collins belum dapat dibuktikan salah, namun. Boyarin mengatakan bahwa penafsiran ini mengarah pada pemahaman yang terlalu rumit dan kecanggungannya dalam menjelaskan menunjukkan sulitnya upaya Collins untuk memaknainya. Pandangan dari R. Jaffray mengatakan bahwa Auseorang seperti anak manusiaAy yang dituliskan Daniel itu mengacu kepada Yesus Kristus. Hal itu sesuai dengan penglihatan Nabi Yehezkiel, yang menulis. AuDi atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka ada menyerupai takhta yang kelihatannya seperti permata lazurite. dan diatas yang menyerupai takht aitu ada yan kelihatan seperti rupa manusiaAy (Yeh. Di Indonesia, ada aliran Saksi Yehovah yang menafsirkan Yesus sebagai anak manusia. Aliran ini dipimpin oleh Charles Taze Russel dan populer di Indonesia pada tahun 1960-an hingga 1970-an. Pada tahun 1976, pemerintah melarang kegiatan aliran ini, mengklaim menyebarkan ajaran Larangan ini dicabut pada tahun 2002. Saksi Yehovah menganggap Yesus sebagai ciptaan pertama Allah. Mereka menolak konsep keilahian Yesus, memandang Allah Bapa dan Putra sebagai pribadi terpisah, dan tidak mengakui Roh Kudus sebagai pribadi. Aliran ini juga menolak beberapa terjemahan Alkitab modern, membuat terjemahan sendiri pada tahun 1961, yaitu "New World Translation of the Scriptures. " Mereka percaya bahwa Alkitab versi modern mengandung banyak kesalahan terjemahan. Pandangan Saksi Yehovah tercermin dalam kitab suci mereka, yang berbeda dari Alkitab umumnya. Mereka juga memiliki tulisan dan traktat sebagai pegangan, dan melakukan penelaahan kitab suci dalam kelas-kelas Bible Study. Secara umum, terdapat tiga pendekatan utama yang mendominasi diskursus teologis global hingga saat ini. Pertama, pendekatan mesianik individual yang melihat Auanak manusiaAy sebagai figur pribadi yang memiliki otoritas ilahi dan eskatologis, dan dalam kerangka teologi Kristen 10 Daniel Boyarin. AuDaniel 7. Intertextuality, and the History of IsraelAos Cult,Ay Harvard Theological Review 105, no. 2 (March 30, 2. : 140. 11 R. Jaffray. Tafsiran: Kitab Daniel (Bandung: Yayasan Kalam Hidup 2. , 123124. 12 Tiur Imeldawati & Elim Simamora. AuMeninjau Soteriologi Dan Kristologi Saksi YehovahAy Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Vol. No 2 . http://w. id/e-journal/index. php/kerugma/article/download/80/68 (Diunduh 13 Februari 2. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 126 | AuANAK MANUSIAAy DALAM DANIEL 7:13 diidentifikasi dengan pribadi Yesus Kristus. Pandangan ini banyak dianut oleh penafsir seperti Lynne Newell. Karel Sosipater, dan Mangapul Sagala yang menegaskan bahwa Auanak manusiaAy dalam Daniel merupakan nubuatan tentang kedatangan Mesias yang akan memerintah dengan kekuasaan kekal. Penafsiran ini diperkuat oleh kesaksian Perjanjian Baru, khususnya penggunaan istilah Auanak manusiaAy oleh Yesus untuk merujuk pada diri-Nya sendiri, yang memperlihatkan adanya kesinambungan antara visi Daniel dan pewahyuan Kristologis dalam Injil. Kedua, pendekatan kolektif-simbolik, yang menafsirkan istilah Auanak manusiaAy sebagai lambang dari komunitas umat Allah, yaitu Israel atau orang-orang kudus yang setia kepada Tuhan. Pendekatan ini dikembangkan oleh tokoh-tokoh seperti Morna Hooker. Dodd, dan S. Mowinckel, yang menekankan bahwa konteks ayat-ayat sekitar . hususnya Daniel 7:18 dan . lebih mendukung interpretasi komunitas daripada individu. Dalam pandangan ini. Auanak manusiaAy tidak menunjuk pada satu pribadi, melainkan pada representasi kolektif umat Allah yang akan menerima pemerintahan kekal. Ketiga, pendekatan komposit atau sinkretis, yang mencoba menyatukan kedua pandangan tersebut. John J. Collins, salah satu pakar apokaliptik terkemuka, berargumen bahwa Auanak manusiaAy dalam Daniel 7 dapat dipahami sebagai figur malaikat surgawi . eperti Mikhae. yang secara simbolis mewakili umat Israel dalam konteks konflik antara kerajaan dunia dan kerajaan ilahi. Pandangan ini mencoba menjembatani antara pemahaman simbolik dan pemahaman personal terhadap teks. Dalam konteks Indonesia, kajian terhadap istilah Auanak manusiaAy juga tidak terlepas dari dinamika pemahaman lintas denominasi dan aliran. Misalnya, aliran Saksi Yehovah menolak identifikasi Yesus sebagai pribadi ilahi, dan menafsirkan Yesus sebagai makhluk ciptaan pertama Allah. Meskipun pandangan ini tidak diterima oleh arus utama Kekristenan, keberadaannya menunjukkan bahwa diskusi mengenai makna Auanak manusiaAy masih terus hidup dan berkembang, termasuk dalam konteks Dengan demikian, penelitian ini hadir untuk memperdalam pemahaman teologis terhadap konsep Auanak manusiaAy dalam Daniel 7:13 dengan pendekatan eksegesis biblika yang kontekstual. Penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk menelusuri akar historis dan teologis dari istilah tersebut, tetapi juga untuk menyoroti implikasi kristologis dan eskatologisnya dalam terang kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali, sehingga memberikan kontribusi baru dalam diskursus eskatologi Kristen dan spiritualitas masa kini. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ROBI PRIANTO. IRWANDA | 127 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode eksegese,13 yang sumbernya adalah dari Alkitab, buku tafsiran, jurnal, internet dan buku-buku Kristen lain yang mendukung penelitian. Menurut Gordon D. Fee, eksegesis adalah penyelidikan yang bersifat sejarah ke dalam makna teks Alkitab. 14 Oleh karena itu, eksegesis menjawab pertanyaan, apa maksud penulis Alkitab. mengapa penulis mengatakan hal itu pada waktu tersebut . onteks sastr. dan apa yang penulis inginkan dari pembaca mula-mula untuk pahami. Eksegesis yang sistematis memerlukan alat hermeneutik untuk menemukan arti kata dan implikasinya dari suatu teks dari teks Alkitab. Oleh karena itu, tujuan dari metode eksegese perikop adalah metode yang menyaringkan teks dalam topik tertentu untuk memecahkan masalah dalam teks yang bersifat interpretatif . esan/pendapat/pandanga. untuk menemukan arti teks dan implikasinya. 15 Haposan Silalahi mengatakan bahwa metode penafsiran, hermeneutik mempertahankan tiga hal sebagai komponen pokok dalam upaya penafsiran, yaitu teks, konteks, kemudian upaya Pendekatan historis-kritis yaitu berusaha memahami teksteks alkitab sebagaimana yang dimaksud penulis asli. Metode ini mencangkup ini beberapa aspek pengamatan, yaitu penyelidikan kata, penyelidikan tata bahasa, penyelidikan genre dan penyelidikan historis dilakukan untuk mengamati dua hal, yaitu: sejarah di dalam teks dan sejarah dari teks. Peneliti memulai dengan membaca dan mengamati teks Daniel 7:13 secara mendalam, kemudian melakukan penyelidikan linguistik . nalisis kata dan tata bahas. terhadap istilah Auanak manusiaAy. Genre literatur apokaliptik kitab Daniel juga dianalisis untuk memahami kerangka simbolik yang digunakan oleh penulis. Langkah berikutnya adalah penyelidikan historis, yang mencakup dua aspek, sejarah di dalam teks, yakni konteks sejarah yang diceritakan oleh teks . asa penindasan di bawah kekuasaan Antiokhus IV Epifane. dan sejarah dari teks, yakni latar belakang 13 Eksegesis adalah suatu usaha penafsiran Alkitab untuk menguraikan hal-hal yang kurang jelas dan mencari hubungan antara kata, ayat atau bagian lainnya dalam rangka menentukan pengertian yang pasti, yang dalam bentuk dasarnya berarti Aumembawa ke luar atau mengeluarkan. F Browning. Kamus Alkitab (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 14 Gordon D Fee. New Testament Eksegesis: Sebuah Buku Pegangan Bagi Mahasiswa dan Pelayanan Gereja Edisi i (Malang: Literatur SAAT, 2. , 1. 15 Fee, 1. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 128 | AuANAK MANUSIAAy DALAM DANIEL 7:13 penulisan kitab Daniel dan bagaimana teks ini diterima oleh komunitas pembaca awal. Peneliti kemudian mengkaji berbagai tafsiran dari para sarjana, baik yang menafsirkan tokoh Auanak manusiaAy sebagai figur mesianik individual (Yesus Kristu. , representasi kolektif umat Allah (Israe. , maupun pendekatan komposit yang menggabungkan keduanya. Tafsiran-tafsiran ini dibandingkan untuk menemukan implikasi teologis dan eskatologis dari berbagai pandangan tersebut. Selanjutnya, peneliti menyaring pokok-pokok pesan teologis utama dari teks Daniel 7:13 melalui pendekatan hermeneutik, dengan mempertimbangkan konteks pembaca awal dan relevansi pesan bagi kekristenan masa kini. Proses ini juga melibatkan upaya kontekstualisasi, yaitu menarik relevansi konsep Auanak manusiaAy terhadap pemahaman umat Kristen tentang kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali. HASIL DAN PEMBAHASAN Latar Belakang Kitab Daniel Kitab Daniel sendiri terbagi menjadi dua bagian, di mana pasal 1-6 dari kitab Daniel sangat berbeda polanya dengan pasal 7-12. Pasal 1-6 diceritakan dalam bentuk orang ketiga dan berisi tentang narasi Daniel dan kawan-kawannya di istana Babel tentang keteguhan, kesetiaan dan ketaatan iman Daniel dan ketiga sahabatnya yaitu Sadrakh. Mesakh dan Abednego. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk menyatakan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi, bila Allah menyingkapkan masa yang akan datang. Allah memberi kepada Daniel dan teman-temannya Aupengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedangkan Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpiAy (Dan. 16 Jadi, mengapa kitab Daniel tergolong dalam genre apokaliptik, sebab pada pasal 7-12 lah yang menjadikan kitab Daniel tergolong dalam genre tersebut. Pasal 7-12 berisi penglihatan Daniel dan di tulis dalam bentuk simbol-simbol. Bagian kedua dalam pasal 7-12 menggambarkan beberapa penglihatan dan mimpi Daniel. Menurut rumusan waktunya, penglihatan dari Daniel 7-12 secara kronologis bercampur dengan peristiwa-peristiwa dari Daniel 1-6. Mimpi pertama Nebukadnezar terjadi pada tahun kedua 16 W. Lasor Dkk. Pengantar Perjanjian Lama 2 Sastra dan Nubuatan (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1. , 408. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ROBI PRIANTO. IRWANDA | 129 pemerintahannya sekitar 630 SM (Dan 2:. 17 Sehingga, permulaan dari kitab Daniel melukiskan suatu periode yang sulit yang dialami oleh bangsa Israel dibawah penjajahan bangsa Babel dan Persia. Sedangkan Daniel 7-12, menggambarkan kondisi yang sangat mengerikan di bawah kekuasaan Antiokhus IV Epifanes (A 200 SM). Apokaliptik terkait erat dengan realita sejarah yang khusus, sehingga apokaliptik menaruh perhatian kepada orangorang nyata dalam keadaan nyata . eal people in real circumstance. Sejarah dan apokaliptik adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan kitab Daniel adalah sejarah apokaliptik yang demikian. Kitab Daniel merupakan kitab yang bersifat apokaliptik, artinya Selain kitab Daniel di dalam PL, ada juga kitab Wahyu dalam Perjanjian Baru (PB) yang bersifat apokaliprtik. Kitab-kitab yang berisfat apokaliptik biasanya berisi mengenai ajaran wahyu, yang sering dicampuradukan dengan ungkapan - ungkapan lain, seperti peringatan - peringatan para nabi yang menubuatkan atau yang melihat masa depan, dengan pengalaman - pengalamannya dan bahkan dengan seluruh kehidupannya, seperti yang dijumpai dalam kitab Daniel dan Wahyu. Karakteristik kitab Daniel sebagai Aukitab apokaliptikAy berasal dari judul AuWahyu YohanesAy di dalam Perjanjian Baru dan menjelaskan secara harafiah, bahwa kitab itu adalah Aukitab WahyuAy sebagai ungkapan atau ekspresi untuk jenis pekerjaan-pekerjaan literaris, kata AuapokaliptikAy tidak dimaksudkan setiap kitab yang mengandung wahyu, melainkan kata itu menyatakan, bahwa sejak abad yang lalu telah dapat dibuktikan, bahwa banyak tulisan-tulisan dari tahun 200 SM. s/d 200 SM. Telah dijumpai, yang menurut bentuk dan cara berpikirnya, ada kebersamaannya. Istilah AuDanielAy berasal dari bahasa Ibrani AudaniyyeAy atau AudaniAoelAy yang artinya Allah adalah hakim dan bahasa Latin serta bahasa Inggrisnya juga memakai istilah AuDanielAy. Daniel saat usia remaja termasuk orangorang Yehuda yang dibuang ke Babel pada tahun 606 SM, oleh raja Nebukadnezar, pada penyerbuannya yang pertama ke Yerusalem. Daniel ditawan bersama ketiga temannya yaitu Hananya. Misael. Azarya. 17 Lasor, dkk. , 415. 18 Yohanes Krismantyo Susanta. Harapan Di Tengah Penderitaan (Yogyakarta: Kansius, 2. , 2. 19 Robi Prianto. AuPandangan Eskatologi dalam Daniel 12:1-13,Ay Te Deum: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan. Vol. 8 No. 1 (Juli-Desember 2. : 69102. https://doi. org/10. 51828/td. 45 (Diunduh 09 April 2. 20 S. Siahaan & Robert M. Paterson Tafsiran Alkitab: Kitab Daniel, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 17. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 130 | AuANAK MANUSIAAy DALAM DANIEL 7:13 Kemudian oleh Aspenas kepala pegawai istana, memberi nama baru kepada mereka ketika berada di Babel yaitu: Beltsazar. Sadrakh. Mesakh dan Abednego (Dan. 1:6, . 21 Tentang pribadi Daniel. Lasor dkk mengatakan Daniel adalah seorang pemuda yang dibawa dari Yerusalem ke Babel oleh Nebukadnezar untuk dilatih melayani di istana raja. Dalam kanon Ibrani kitab Daniel tidak termasuk kitab nabi-nabi. Beberapa ahli mengemukakan, bahwa bagian kanon itu telah tertutup sebelum kitab Daniel ditulis. Ada yang beranggapan lain bahwa kitab ini bukanlah nubuat sejati, melainkan suatu bentuk lain yang tidak mengecam perbuatan dosa ataupun menganjurkan norma-norma etis yang luhur, sehingga pandangan-pandangan seperti itu menunjukan kesalahpahaman tentang maksud kitab tersebut. Daniel melayani selama kaum Israel berada dalam tawanan dan pembuangan di Babel. Ia menyaksikan pembuangan yang pertama kali, bahkan menjadi orang yang ikut dibuang pada tahap pertama tahun 606 SM. Dimana terjadi suka duka yang mereka rasakan di dalam pembuangan. Tidak hanya sampai di situ saja. Daniel juga menjadi saksi kepulangan kaum Israel Yahuda kembali ke Yerusalem. Jadi Daniel adalah saksi selama pembuangan setidaknya selama 70 tahun lamanya ia melayani. Konteks Sosial dan Budaya Helenisme merujuk pada periode sejarah dan pengaruh budaya Yunani yang meluas setelah penaklukan Aleksander Agung pada abad ke-4 SM. Aleksander Agung berhasil menaklukkan sebagian besar dunia yang dikenal pada saat itu, dan keberhasilannya ini membuka jalan bagi penyebaran budaya Yunani ke seluruh wilayah yang menjadi kekuasaannya. Periode Helenistik meliputi waktu setelah kematian Aleksander Agung pada tahun 323 SM hingga penaklukan Romawi atas Mesir pada tahun 31 SM. Helenisme menciptakan budaya campuran yang menggabungkan unsurunsur Yunani dengan budaya lokal di berbagai wilayah yang dikuasai oleh Aleksander Agung. Pengaruh Helenisme mencakup seni, arsitektur, bahasa, dan gaya hidup sehari-hari. Dalam banyak kasus, aspek-aspek budaya lokal diintegrasikan dengan elemen-elemen Yunani, menciptakan suatu sinergi unik yang mencirikan periode Helenistik. 21 Sosipater. Etika Perjanjian Lama, 470-471 22 Lasor, dkk. Pengantar Perjanjian Lama 2: Sastra dan Nubuat, 411. 23 Lasor, dkk. , 408. 24 Lasor, dkk. , 471. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ROBI PRIANTO. IRWANDA | 131 Pengaruh kebudayaan Yunani (Helenism. pada saat itu sangat mengganggu kenyamanan masyarakat Yahudi. Perbedaan kultural antara Yahudi dan Yunani membuat beberapa orang Yahudi, terutama yang muda, cenderung meninggalkan tradisi dan budaya Yahudi. Tambahan lagi, pemerintah Yunani aktif memperkenalkan budaya Helenistik kepada wilayah kekuasaannya. Sikap kritis yang terlihat dalam kitab ini mengarahkan orang-orang Yahudi untuk bertahan dalam kebudayaan mereka dan melakukan evaluasi kritis terhadap unsur-unsur budaya Yunani. Pengaruh ini dapat ditelusuri dari masa kekuasaan Persia hingga masa kekuasaan Yunani, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, melibatkan aspek-aspek mulai dari bahasa hingga tujuan penulisan kitab ini. Ada suatu pola yang jelas dalam bagian ini. Suatu peristiwa terjadi mimpi perapian yang menyala-nyala, tulisan tangan pada dinding dan jika perlu diberikan Ada reaksi dari raja berupa pengakuan kepercayaan kepada Allah Daniel sebagai AuAllah yang mengatasi segala AllahAy (Dan. Auyang mahatinggiAy (Dan. AuAllah yang hidup yang kekal untuk selamalamanyaAy (Dan. , atau berupa perintah raja bahwa tak seorang pun boleh menghina Allah ini (Dan. , ataupun bahwa semua Auharus gentar dan takut kepada Allahnya DanielAy (Dan. Pemulihan negeri itu dimulai pada tahun 538 SM, ketika sang pemenang Koresy, raja dari kerajaan Media-Persia yang baru dan penakluk Babel, sesuai dengan kebijakan umum tentang pemulihan memulangkan orang-orang tawanan ke negeri mereka, mengeluarkan keputusan bahwa orang-orang Yahudi boleh pulang (II Taw. 36:22, 23. Ezr. 1:1-. Sekalipun beberapa orang Yahudi tetap tinggal dalam pembuangan bertahun-tahun setelah izin pulang mereka diberikan . entu, sebagian besar tidak pernah kembali sebagai pendudu. , pembuangan itu sendiri, selama mana orangorang buangan dilarang bermukim di Yerusalem, berlangsung hanya kirakira 48 tahun. Namun. Bait Allah tetap tidak dibangun kembali sampai kirakira tahun 515 SM (Ezr. , kira-kira 70 tahun setelah kehancurannya pada tahun 587 SM. Akan tetapi nubuat Yeremia tentang Autujuh puluh tahunAy berhubungan dengan masa perbudakan di Babel (Yer. dan bukan hanya mencakup Yehuda, tetapi juga Negara-negara di sekitarnya. Inilah masa dari tahun 605 sampai 538 SM, dibulatkan. Autujuh puluh tahunAy . Dan. 9:1, 2, yang tanggalnya adalah 539/538 SM). 25 Lasor, dkk. Pengantar Perjanjian Lama 2: Sastra dan Nubuat, 413. 26 Charles F. Pfeiffer & Everett F. Harrison. The Wycliffe Bible Commentary: Ayub Ae Maleakhi. Vol. 2 (Malang: Gandum Mas, 2. , 870. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 132 | AuANAK MANUSIAAy DALAM DANIEL 7:13 Banyak perubahan budaya dan agama menimpa orang-orang Yahudi melalui pembuangan mereka. Di antaranya adalah munculnya ibadah sinagoge sebagai pengganti ibadah di Bait Suci, dan setidaknya suatu permulaan menuju penggunaan bahasa kedua, yaitu Aram . uga disebut Siria atau Kasdi. Sejumlah bukti membawa pada kesimpulan bahwa bahasa Abram sebenarnya adalah Aram. Bukti-bukti arkeologi . Batubatu Moab. Dokumen-dokumen Ras Syamr. menunjukan bahwa bangsa kanaan menggunakan suatu bahasa yang hampir sama dengan bahasa Ibrani. Jadi orang-orang Yahudi, pada zaman sebelumnya, bahkan sebelum tinggal di kanaan, telah mengambil Aubahasa kanaan,Ay yang, dengan sedikit perubahan, menjadi bahasa Ibrani. Di Babel, mereka menemukan bahasa Aram sebagai bahasa perdagangan. Itu juga menjadi bahasa diplomasi selama beberapa masa . Yes. 36:11, . Jadi, agaknya orang-orang Yahudi mengambil bahasa Aram, yang benar-benar sangat serupa dengan bahasa Ibrani . eski tidak seluruhnya sama. Raj. dan selama beberapa waktu mereka memakai dwibahasa. Situasi ini tampaknya yang melatarbelakangi fakta bahwa enam pasal Kitab Daniel adalah dalam bahasa Ibrani. Berkaitan dengan istilah Auanak manusiaAy dalam Daniel 7:13, ketika binatang-binatang dibunuh. Auseorang seperti anak manusiaAy datang Audengan awan-awan dari langitAy. Sama seperti sebutan Auanak manusiaAy dalam kitab Yehezkiel (Lihat di atas: ps 46. , di sini artinya juga AumanusiaAy . erhatikan perbedaannya dengan Aubinatang-binatangAy tad. Yesus sering menyebut diri-Nya dengan gelar ini. Beberapa ahli menyatakan bahwa dengan demikian Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Mesias, namun tampaknya bukan demikian maksudnya. Lebih tepatnya Yesus menggunakan istilah yang mempunyai makna dalam, yang kemudian dapat dikembangkan mencakup pula penggenapan nubuat Daniel. Untuk mengerti perkembangan ini, sejarah istilah ini perlu ditelusuri. Dalam bagian kedua kitab 1 Henokh, yang disebut AuperumpamaanperumpamaanAy, terdapat ajaran yang agak lengkap tentang Auanak manusiaAy. Ia tidak dilukiskan sebagai manusia, melainkan sebagai makhluk surgawi yang ada sebelum dunia diciptakan dan memerintah suatu kerajaan yang Dalam agama Yahudi mula-mula ada dua ajaran yang berkembang secara terpisah: tentang mesias, seorang raja insani dari keturunan Daud. dan seorang makhluk ilahi atau setengah ilahi, yakni Auanak 27 Ffeiffer, 870-871. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ROBI PRIANTO. IRWANDA | 133 manusiaAy yang datang dari surga untuk mengakhiri zaman ini dan membuka zaman yang akan datang. Konteks Agama Pada masa pemerintahan Ptolomeus dan Seleukid percampuran keagamaan antara Yudaisme dan helenisme yang hidup berdampingan membuat orang Yahudi tidak bergairah dan sebaliknya mereka berusaha untuk mempertahankan tradisi nenek moyang mereka, dan keterbukaan agama dan kebudayaan terhadap helenisme merupakan ancaman besar bagi kehidupan mereka. Orang Yahudi memahami janji Allah melalui nabinabinya dan sama sekali bertentangan dengan janji dalam konsep kebudayaan helenisme suatu zaman baru, yang didalamnya orang mengalami pembebasan dan pikiran serta kesadaran mereka dibukakan. Di tengah tantangan tersebut orang Yahudi mengalami pertentangan antara pengharapan dan kenyataan sejarah, serta realitas pergumulan disekitar mereka. Orang Yahudi tidak menemukan jalan keluar, namun mereka meyakini bahwa hanya Allah satu-satunya jalan keluar yang datang turun tangan untuk mendirikan kerajaan-Nya melalui utusan yang Kerajaan yang didalamnya musuh akan dibinasakan dan Israel akan menerima kedaulatan serta kekuasaan untuk selama-lamanya. Itulah keyakinan amanat para penulis apokaliptik. Di sisi lain ada agama yang mempengaruhi yaitu agama Hellenisme merujuk pada sistem kepercayaan dan praktik keagamaan yang dianut oleh masyarakat Yunani Kuno. Agama ini mencakup berbagai dewa dan dewi, ritual keagamaan, serta mitologi yang menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Yunani kuno. Beberapa unsur utama dalam agama Hellenisme melibatkan dewa dan dewi seperti Zeus. Hera. Poseidon. Athena. Apollo. Artemis. Demeter, dan banyak lagi. Dewa-dewa ini dianggap tinggal di Olimpus, gunung tinggi yang diyakini menjadi tempat tinggal para dewa. Mitologi Yunani, yang berisi kisah-kisah tentang penciptaan dunia, peristiwa-peristiwa epik, dan petualangan dewa dan pahlawan, memainkan peran penting dalam pemahaman kosmos dan eksistensi manusia. Ritual keagamaan, doa, upacara kurban, orakel seperti Orakel Delfi, dan praktik-praktik rohaniah juga merupakan bagian dari agama Hellenisme. Festival keagamaan, seperti Festival Olimpia untuk 28 Lasor, dkk. Pengantar Perjanjian Lama 2: Sastra dan Nubuat, 425-426. 29 W. Sijabat. Eksiklopedia Alkitab Masa Kini Jilid I (Jakarta: YKBK, 2. , 62. 30 Sijabat, 63. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 134 | AuANAK MANUSIAAy DALAM DANIEL 7:13 menghormati Zeus dan Festival Panathenaia di Athena untuk menghormati dewi Athena, diselenggarakan secara berkala. Agama Hellenisme mencerminkan kompleksitas dan keragaman keyakinan dalam masyarakat Yunani kuno. Perlu dicatat bahwa agama ini tidak bersifat tunggal atau setiap kota di Yunani memiliki tradisi dan varian kepercayaan yang unik. Pada masa Hellenisme setelah penaklukan Aleksander Agung, unsur-unsur agama Yunani kadang-kadang berbaur dengan kepercayaan dan tradisi agama setempat dalam proses sincretisme. Meskipun agama Hellenisme tidak lagi menjadi agama dominan, beberapa kelompok di seluruh dunia modern berupaya mempraktikkan kembali atau merekonstruksi elemen-elemen agama Hellenisme. Di sisi lain ada agama yang mempengaruhi yaitu agama Hellenisme merujuk pada sistem kepercayaan dan praktik keagamaan yang dianut oleh masyarakat Yunani Kuno. Agama ini mencakup berbagai dewa dan dewi, ritual keagamaan, serta mitologi yang menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Yunani kuno. Beberapa unsur utama dalam agama Hellenisme melibatkan dewa dan dewi seperti Zeus. Hera. Poseidon. Athena. Apollo. Artemis. Demeter, dan banyak lagi. Dewa-dewa ini dianggap tinggal di Olimpus, gunung tinggi yang diyakini menjadi tempat tinggal para dewa. Mitologi Yunani, yang berisi kisah-kisah tentang penciptaan dunia, peristiwa-peristiwa epik, dan petualangan dewa dan pahlawan, memainkan peran penting dalam pemahaman kosmos dan eksistensi manusia. Ritual keagamaan, doa, upacara kurban, orakel seperti Orakel Delfi, dan praktik-praktik rohaniah juga merupakan bagian dari agama Hellenisme. Festival keagamaan, seperti Festival Olimpia untuk menghormati Zeus dan Festival Panathenaia di Athena untuk menghormati dewi Athena, diselenggarakan secara berkala. Agama Hellenisme mencerminkan kompleksitas dan keragaman keyakinan dalam masyarakat Yunani kuno. Perlu dicatat bahwa agama ini tidak bersifat tunggal atau setiap kota di Yunani memiliki tradisi dan varian kepercayaan yang unik. Pada masa Hellenisme setelah penaklukan Aleksander Agung, unsur-unsur agama Yunani kadang-kadang berbaur dengan kepercayaan dan tradisi agama setempat dalam proses sincretisme. Meskipun agama Hellenisme tidak lagi menjadi agama dominan, beberapa kelompok di seluruh dunia modern berupaya mempraktikkan kembali atau merekonstruksi elemen-elemen agama Hellenisme. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ROBI PRIANTO. IRWANDA | 135 Makna Anak Manusia Dalam Daniel 7:13 Sebagai pernyataan tentang keuniversalan Allah . Daniel menggunakan nama khusus Allah yang terdapat dalam Perjanjian Lama. Seperti: Allah semesta langit (Dan. Yang Maha Tinggi (Dan. 4:17. Dan. Raja Surga atau Yang Berkuasa di Surga (Dan. 4:34. atau hanya Surga (Dan. Di sisi lain dari konsep mengenai universalitas dan transendensi Allah. Kitab Daniel juga menyinggung doktrin tentang malaikat . Para malaikat di sini tidak hanya digambarkan sebagai pembebas dan bagian dari kerajaan surgawi, tetapi juga sebagai penjaga surgawi (Dan. , utusan (Dan. , pembawa wahyu (Dan. penafsir (Dan. 9:22. , orang-orang suci (Dan. , dan wakil-wakil dari bangsa-bangsa yang disebutkan dengan nama mereka (Dan. 9:21. 10:21. Diantara mereka, sosok "anak manusia", yang diharapkan akan memegang kekuasaan kerajaan Allah di akhir zaman (Dan. , tampil secara menonjol. Kerajaan ini diharapkan akan mengakhiri semua kekuasaan manusia, menandai penutupan sejarah, dan dicirikan oleh kehidupan abadi bagi orang-orang yang benar. Dari perspektif pengalamanpengalaman negatif di dunia ini, menjelang datangnya Kerajaan Allah, muncul pertanyaan berulang bagi orang-orang saleh tentang keberadaan dan keadilan Allah. Pertanyaan ini mendorong kebutuhan akan keimanan kepada Allah saja dalam dunia yang menganggap dirinya mutlak dan gambaran-gambarannya. Perintah tentang penyembahan yang eksklusif dan larangan terhadap penyembahan berhala atau patung-patung (Kel. 20:2-6. Ul. 5:6-. menjadi petunjuk bagi kehidupan yang dicirikan oleh kebijaksanaan dan kesalehan. Tujuan dari kehidupan ini adalah harapan akan penghakiman terakhir dan kebangkitan orang mati, yang muncul pertama kali dan secara unik dalam Perjanjian Lama, berkembang dari keyakinan bahwa Allah adalah setia. Harapan ini mengartikulasikan aspirasi akan berkat dan persekutuan dengan Allah di alam baka, melewati batas Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat diringkaskan sebagai Kitab Daniel menyajikan gambaran YHWH sebagai pemimpin sejarah yang aktif, yang mampu mengubah hati dan pandangan para pemimpin non-Yahudi. Intervensi ilahi ini menunjukkan bahwa Allah 31 Jan Christian Gertz, dkk. Purwa Pustaka: Eksplorasi ke dalam Kitab-kitab Perjanjian Lama dan Deuterokanonika (Jakarta: BPK Gunung Mulia 2. , 756. 32 Gertz, dkk. , 757. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 136 | AuANAK MANUSIAAy DALAM DANIEL 7:13 bukan hanya Allahnya bangsa Israel, tetapi Tuhan atas seluruh sejarah umat Dalam kerangka itu, figur Auanak manusiaAy tampil sebagai simbol yang sangat penting, membawa janji tentang kedatangan Kerajaan Allah yang akan menggantikan semua kekuasaan manusia dengan pemerintahan yang didasarkan pada keadilan dan otoritas ilahi. Simbol ini menjadi pusat dari pengharapan eskatologis dalam kitab Daniel. Lebih lanjut. Kitab Daniel mempertegas universalitas dan transendensi Allah melalui beragam sebutan seperti "Allah semesta langit," "Yang Maha Tinggi," dan "Raja Surga. " Selain itu, kitab ini juga menampilkan doktrin malaikat . secara menonjol. Para malaikat bukan hanya digambarkan sebagai makhluk surgawi yang melayani, tetapi juga sebagai wakil bangsa-bangsa, penafsir wahyu, pembawa pesan, serta penjaga umat Allah. Semua ini menegaskan dimensi kosmis dari pemerintahan Allah dan keterlibatan aktif surga dalam sejarah manusia. Realitas penderitaan dan penindasan yang dihadapi umat Allah dalam kitab ini membangkitkan pertanyaan mendalam tentang keberadaan dan keadilan Tuhan. Namun, pertanyaan itu dijawab dengan penegasan bahwa harapan sejati hanya ditemukan dalam kepercayaan kepada Allah, dan pengharapan itu ditujukan kepada sosok "anak manusia" yang Sosok ini mewakili janji pemulihan, keadilan ilahi, dan pemerintahan yang tidak akan pernah berakhir. Kitab Daniel juga menekankan bahwa era baru yang dijanjikan akan ditandai dengan penyembahan yang murni kepada Allah, tanpa kompromi terhadap penyembahan berhala atau patung-patung. Ini merupakan panggilan kepada umat Allah untuk hidup dalam kesalehan dan kebijaksanaan sebagai bentuk kesetiaan kepada-Nya. Dalam horizon iman tersebut, pengharapan akan penghakiman terakhir dan kebangkitan orang mati muncul untuk pertama kalinya secara eksplisit dalam Perjanjian Lama. Harapan ini bersumber dari keyakinan bahwa Allah adalah setia dan adil. Akhirnya, sosok Auanak manusiaAy menjadi pusat dari visi pemulihan total dan kehidupan kekal di bawah pemerintahan Allah yang adil dan penuh kasih. Harapan ini tidak hanya menyangkut pembebasan dari kekuasaan duniawi, tetapi juga mengarah pada penggenapan janji Allah akan hidup kekal bersama-Nya, melampaui batas kematian. Dengan demikian, kitab Daniel mengajak pembacanya untuk menaruh iman yang teguh pada Allah yang memegang kendali atas sejarah, menantikan pemulihan semesta melalui kehadiran Anak Manusia. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ROBI PRIANTO. IRWANDA | 137 Implikasinya Terhadap Kedatangan Yesus Yang Kedua Bagi Pemahaman Orang Kristen Konsep anak manusia yang diuraikan dalam kitab Daniel dan kedatangan Yesus yang kedua memiliki keterkaitan yang mendalam dalam pemahaman Kristen, yang tercermin melalui tanda-tanda dan peristiwa sebagaimana digambarkan baik dalam kitab Daniel itu sendiri maupun dalam Perjanjian Baru. Dalam kitab Daniel, anak Manusia digambarkan sebagai sosok yang datang dengan kuasa dan kemuliaan untuk menerima pemerintahan kekal dari Allah. Hal ini sering diinterpretasikan sebagai kedatangan Yesus yang pertama, saat Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia. Namun, konsep tersebut juga mengarah pada kedatangan Yesus yang kedua. Kedatangan Yesus yang kedua ini, dipercaya akan berlangsung di akhir zaman, merupakan saat Yesus kembali dalam kemuliaan untuk menuntaskan rencana keselamatan-Nya dan untuk menghakimi dunia. Oleh karena itu, anak manusia dalam kitab Daniel dan kedatangan Yesus yang kedua terjalin erat dalam doktrin Kristen, menyajikan penglihatan masa depan yang penuh dengan harapan. Jadi, dalam pemahaman Kristen, konsep anak manusia yang diambil dari kitab Daniel memiliki keterkaitan mendalam dengan kedatangan Yesus yang kedua. Konsep ini menekankan bahwa kerajaan Allah, yang mulai dibangun melalui kedatangan Yesus yang pertama, akan mencapai puncaknya pada kedatangannya yang kedua. Perbedaan interpretasi tentang anak manusia mencerminkan diskusi yang lebih luas tentang makna kedatangan Yesus dan bagaimana hal itu mempengaruhi masa depan umat Inti dari harapan Kristen terletak pada kedatangan Yesus yang kedua, yang dianggap sebagai momen pembebasan dan penghakiman atas dunia, menandai penyelesaian rencana keselamatan ilahi. Dampak terhadap pengajaran kristen Secara teologi terkait dengan anak manusia yang tertulis dalam Kitab Daniel 7:13 dan hubungannya dengan kedatangan Yesus Kristus yang kedua menyoroti pemahaman tentang nubuat-nubuat Alkitab dan eskatologi Kristen. Dalam Kitab Daniel, anak manusia muncul dalam penglihatan Daniel tentang empat binatang dan keempat kerajaan yang berkuasa di dunia. Penggambaran anak manusia dalam Daniel 7:13 menjadi simbol kemenangan dan pemerintahan yang akan datang, yang dicapai oleh mesias yang dijanjikan. Kedatangan Kristus yang kedua dipandang sebagai titik puncak dari sejarah keselamatan, di mana Yesus akan datang kembali dalam kemuliaanCopyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 138 | AuANAK MANUSIAAy DALAM DANIEL 7:13 Nya untuk menyelesaikan rencana keselamatan Allah dan mengadili dunia. Pada Daniel 7:13, penglihatan Nabi Daniel mencatat kedatangan sosok yang disebut sebagai anak manusia yang datang di atas awan-awan di langit. Di dalam konteks Alkitab, banyak yang menghubungkan figur ini dengan Yesus Kristus, karena penggunaan istilah yang serupa oleh Yesus dalam kitab Injil untuk merujuk kepada diri-Nya sendiri. Konsep ini berkorelasi dengan keyakinan Kristen akan kedatangan kedua Yesus Kristus, di mana Yesus Kristus dipercaya akan datang kembali dalam kemuliaan dan kuasaNya untuk menghakimi dunia dan membawa kerajaan-Nya. Pengajaran Kristen tentang anak manusia dari Kitab Daniel dan hubungannya dengan kedatangan kembali Yesus memberikan pandangan penting tentang apa yang dipercaya akan terjadi di masa depan menurut Alkitab. Anak manusia, yang disebutkan dalam kitab Daniel, merupakan simbol kemenangan baik dan pemerintahan yang baik di masa depan, yang banyak orang Kristen percayai akan diwujudkan saat Yesus datang kembali. Cerita ini menunjukkan bahwa Yesus, yang akan datang kembali dengan penuh kemuliaan, tidak hanya sebagai penyelamat tetapi juga sebagai hakim yang adil. Yesus sendiri menggunakan istilah anak manusia untuk merujuk pada diri-Nya, yang menunjukkan bahwa Yesus akan memainkan peran penting dalam peristiwa penting ini. Hal ini memberi harapan kepada orang Kristen bahwa akan ada saatnya di mana kebaikan akan menang, dan keadilan akan ditegakkan oleh Yesus saat kedatangannya yang kedua terjadi. Pengajaran ini mengajak orang Kristen untuk hidup baik dan taat sambil menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali. Ini juga mengingatkan orang Kristen bahwa kehidupan di dunia ini bukan akhir dari ada harapan akan kehidupan yang lebih baik dan abadi bersama dengan Yesus. Ini memberi semangat dan pengharapan bagi orang-orang untuk terus berbuat baik dan setia, meskipun dihadapkan dengan kesulitan, karena percaya bahwa akhirnya akan ada keadilan dan kebahagiaan yang kekal bagi mereka yang setia. KESIMPULAN Daniel pasal 7 menyajikan serangkaian penglihatan apokaliptik yang menggambarkan masa depan bangsa Israel dan tatanan dunia secara Di antara penglihatan-penglihatan tersebut, salah satu yang paling signifikan adalah penglihatan tentang sosok yang disebut "anak manusia" yang datang bersama awan-awan dari langit. Gambaran ini Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. ROBI PRIANTO. IRWANDA | 139 menyiratkan kedatangan seorang tokoh dengan otoritas surgawi, yang tampil di hadapan Yang Mahatinggi dan menerima kuasa, kemuliaan, dan pemerintahan kekal. Sebagian besar penafsir dan teolog Kristen mengidentifikasi figur "anak manusia" dalam Daniel 7:13 sebagai representasi mesianik yang digenapi dalam diri Yesus Kristus. Hal ini ditegaskan melalui konsistensi istilah yang digunakan Yesus sendiri dalam Injil untuk merujuk kepada diriNya sebagai "Anak Manusia". Penafsiran ini mengarah pada pemahaman bahwa penglihatan Daniel tidak hanya berkaitan dengan kedatangan Yesus yang pertama, tetapi juga menunjuk secara profetis kepada kedatangan-Nya yang kedua kali. Kedatangan Yesus yang kedua, dalam doktrin Kristen, merupakan momen puncak dari sejarah keselamatan. Ia akan datang kembali dalam kemuliaan untuk menghakimi dunia dengan keadilan, memulihkan ciptaan, dan mendirikan Kerajaan Allah secara penuh dan kekal. Dalam konteks ini, "anak manusia" dalam Daniel 7:13 tidak hanya menjadi simbol pengharapan, tetapi juga penegasan atas kemenangan akhir dari Allah atas kuasa duniawi. Dengan demikian, konsep Auanak manusiaAy sebagaimana dipaparkan dalam Daniel 7:13 memiliki implikasi teologis yang sangat penting. memperkaya pemahaman umat Kristen tentang eskatologi, pengharapan akan keadilan ilahi, dan janji kehidupan kekal di bawah pemerintahan Kristus. Figur ini menjadi pusat keyakinan akan pemenuhan rencana keselamatan Allah yang sempurna di akhir zaman. DAFTAR PUSTAKA