e-ISSN 2540-9263 IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education Vol. 11 No. Januari, 2026. Hal. DOI: 10. 26740/it-edu. Rancang Bangun LMS AyNextgendbAy Dengan Menerapkan PJBL Untuk Meningkatkan Kompetensi Basis Data Siswa XI RPL Aldo Tiyana Firmansyah1,Yeni Anistyasari2 Pendidikan Teknologi Informasi. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Surabaya. Artikel Info Kata Kunci: LMS Web Project Based Learning Competence Addie Keywords: LMS Web Project Based Learning Competence Addie Riwayat Histor. Article (Article Submitted : 1 Desember 2025 Accepted : 15 Desember 2025 Published : 15 Januari 2026 Abstrak: LMS berbasis web yang bernama AuNextGenDBAy bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Perancangan Basis Data ERD pada materi Basis Data menggunakan LMS berbasis web yang menerapkan PjBL pada siswa kelas XI RPL 1 SMKS Semen Gresik. Penelitian ini menerapkan model penelitian pengembangan ADDIE. Desain eksperimen yang diterapkan adalah desain praeksperimen yang menggunakan metodologi One-Group Pre-TestPost-Test. Perancangan menggunakan campuran bahasa komputer PHP dan JavaScript, sistem manajemen pembelajaran LMS berbasis web ini dibangun. Hasil dari penilaian validasi menunjukkan bahwa media memperoleh skor 91,53% yang termasuk dalam kategori sangat valid. Materi mendapatkan skor 90% dengan kategori sangat Soal memperoleh 96,66% dengan kategori sangat valid, sementara RPP mendapatkan skor 92,57%, yang juga tergolong sangat valid. Kompetensi siswa dinilai dengan membandingkan skor kami melakukan tes sebelum dan sesudah intervensi media untuk memastikan bahwa temuan tersebut konsisten. Kenaikannya signifikan, menurut angka-angkanya. Menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank Test untuk mendapatkan skor numerik adalah metode yang dapat digunakan untuk pengujian kapasitas kognitif 0. 00 (< , pada ranah psikomotorik, uji statistik Wilcoxon Signed-Rank Test menghasilkan nilai 0,00. Dibandingkan dengan ambang batas, ini lebih rendah 0,05. Mempertimbangkan temuan berikut, dapat disimpulkan bahwa menerapkan model PjBL dengan LMS berbasis web efektif dalam meningkatkan keterampilan siswa dalam mata pelajaran Basis Data. Abstract: The web-based LMS "NextGenDB" is meant to help students get better in ERD Database Design for Database content. uses PjBL for class XI RPL 1 students at SMKS Semen Gresik. This study utilizes the ADDIE development research methodology. In this pre-experimental study, a one-group pre-test-post-test design was This web-based LMS design was made with both PHP and JavaScript programming languages. The media validation assessment yielded a result of 91. 53%, classified as . ery vali. material validation achieved 90%, also classified as . ery vali. question validation reached 96. 66%, categorized as . ery vali. the lesson plan (RPP) validation resulted in 92. 57%, similarly classified as . ery vali. To find out how well students know something. The results from a pre-test, administered prior to media usage, are compared with the scores obtained from a post-test, conducted following media engagement. The results of the statistical test indicate a significant increase. The Wilcoxon Signed-Rank test IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education, 11. : 147-158 Aldo Tiyana Firmansyah,Yeni Anistyasari was utilized to examine the cognitive and psychomotor domains. outcome of 0. 00 (< 0. was produced by both tests. This study demonstrates that students can improve their database skills by utilizing a web-based learning management system in conjunction with the PjBL mode. Corresponding Author: Aldo Tiyana Firmansyah Pendidikan Teknologi Informasi. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Surabaya Email: aldo. 21026@mhs. PENDAHULUAN Pendidikan hanyalah salah satu bidang yang telah terpengaruh oleh penyebaran teknologi digital di era modern. Teknologi informasi semakin memengaruhi tidak hanya cara kita berinteraksi, tetapi juga cara kita belajar dan mengajar. Akibatnya, industri pendidikan harus menggunakan teknologi untuk meningkatkan proses pembelajaran. Hal ini semakin signifikan, terutama bagi siswa sekolah menengah kejuruan yang sedang dipersiapkan untuk pasar tenaga kerja yang lebih kompetitif. Salah satu manfaat teknologi dalam pendidikan adalah memfasilitasi akses siswa terhadap informasi dan pengetahuan sekaligus memperluas perspektif dan cara berpikir mereka (Maritsa et al. , 2. Di SMKS Semen Gresik menggunakan sistem blok, di mana hanya satu kelas yang diizinkan menggunakan laboratorium RPL untuk praktikum kejuruan setiap minggunya, sementara kelas lainnya mengikuti pembelajaran teori tanpa praktikum. Dalam proses belajar di kelas, media yang digunakan terbatas pada PowerPoint dan ceramah, dengan sedikitnya penggunaan buku paket atau LKS. Penggunaan media tersebut sering kali membuat siswa kurang berkonsentrasi pada penjelasan guru, sehingga suasana pembelajaran menjadi monoton dan membosankan. Tujuan dari proses pembelajaran adalah untuk memperbaiki kualitas pendidikan serta meningkatkan kemampuan siswa di era modern (Daniel et al. , 2. Motivasi siswa untuk belajar dapat terpengaruh secara negatif oleh metode pengajaran yang terlalu berulang-ulang, yang dapat menyebabkan mereka bosan, lelah, dan tidak tertarik pada mata pelajaran tersebut (Susanti, 2. Dengan menerapkan pendekatan Proyek Berbasis Pembelajaran (PJBL) dalam mata pelajaran Basis Data, siswa akan lebih terlibat aktif dalam pembelajaran yang bersifat praktis. Penerapan model PjBL dapat membantu mereka mengasah keterampilan berpikir kritis dan kreatif, serta menciptakan produk-produk inovatif, ini akan meningkatkan hasil belajar mereka(Avicenna et al. , 2. Hal ini memungkinkan siswa untuk segera mengembangkan keterampilan dan pengetahuan berpikir kritis mereka, menjadikan proses pembelajaran lebih menarik dan relevan dengan kehidupan nyata. Pelaksanaan model pembelajaran yang berfokus pada proyek dapat secara signifikan mengasah kemampuan berpikir kreatif siswa (Emira Hayatina Ramadhan, 2. Teknik ini tidak hanya merangsang keterlibatan siswa, tetapi juga meningkatkan pengetahuan mereka tentang konsep yang diajarkan, membuat pembelajaran lebih efektif dan bermakna. LMS berbasis web dengan pendekatan model PjBL yang efektif dalam meningkatkan keterampilan siswa dalam bidang Basis Data program keahlian RPL. Pembelajaran yang inovatif dan efektif fokus pada partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran, yang menekankan pentingnya keterlibatan mereka dalam setiap tahap proses belajar, dengan tujuan menerapkan informasi yang dimiliki siswa dalam kehidupan sehari-hari mereka. Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) memberikan dorongan kepada siswa untuk ikut serta langsung dalam setiap bagian dari proses Proses ini dimulai dari pemilihan proyek, pengumpulan data, perancangan, hingga pembuatan dan penyelesaian produk akhir, yang semuanya melibatkan partisipasi aktif siswa (Eriska et al. , 2. Dengan demikian, pengalaman belajar menjadi lebih berarti dan berkesan bagi siswa. Selain itu. Dengan menggunakan media yang berkualitas selama proses pembelajaran, baik pengajar maupun siswa dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan pembelajaran (Titin et al. , 2. Dalam konteks SMK Semen Gresik, mengembangkan materi pembelajaran yang selaras dengan tuntutan industri dan karakteristik siswa sangat penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi kesulitan di tempat kerja. IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education, 11. : 147-158 Rancang Bangun LMS AyNextgendbAy Dengan Menerapkan PJBL Untuk Meningkatkan Kompetensi Basis Data Siswa XI RPL Guru dapat menggunakan media visual sebagai alat untuk menarik perhatian siswa dan membimbing mereka agar fokus pada isi pelajaran. METODE Dalam lingkup investigasi ini, model penelitian pengembangan ADDIE digunakan. Analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi adalah lima tahap yang diuraikan dalam metodologi ADDIE. Karena kemampuan adaptasi model ADDIE, model ini sering digunakan dan dikembangkan di Indonesia untuk tujuan penelitian, membuatnya sangat sesuai dengan berbagai jenis penelitian dan pengembangan yang dilakukan (Friska et al. , 2. Gambar 1. Alur Model ADDIE Populasinya merupakan murid jurusan RPL SMKS Semen Gresik. Sampel merupakan bagian dari pupulasi yang telah di teliti. Sampel dalam penelitian ini yakni kelas XI-1 RPL SMKS Semen Gresik dengan jumlah siswa 30 siswa. Analisis Penilaian Validasi Produk Hasil validasi dianalisis oleh para spesialis . uru dan dose. menggunakan lembar validasi untuk mengevaluasi produk yang dikembangkan. Berdasarkan skala dari 1 hingga 5, penilaian Skor tertinggi menunjukkan tingkat kelayakan terbaik, dan skor terendah menunjukkan Berdasarkan hasil penilaian angket tersebut, tingkat validitas produk dapat ditentukan dengan menggunakan rumus persentase validitas yang diberikan di bawah ini. PresentaseValidasi % = ycycoycuyc ycycaycuyci yccycn yccycaycyycayc ycycoycuyc ycycaycuyci yccycn Eaycaycycaycyycoycaycu ycu 100% Sumber: Modifikasi Amini E. N, 2024 Persentase hasil validasi yang telah diperoleh selanjutnya dihitung dan dianalisis dengan merujuk pada klasifikasi atau kategori tingkat kevalidan yang telah ditetapkan. Tabel 1. Kategori Presentase Validasi Presentase Kriteria 81%-100% Sangat Valid 61%-80% Valid 41%-60% Cukup Valid 21%-40% Tidak Valid 0%-20% Sangat Tidak Valid Analisis Penilaian Validasi Kompetensi Dalam analisis data penilaian kompetensi siswa, terdapat dua jenis uji yang penting: uji normalitas dan uji hipotesis. Dalam tahapan tersebut para ahli media dan konten melakukan prosedur Tujuan pembelajaran siswa dikumpulkan dari kelas eksperimen yang menerima terapi Learning Management (Lestari, 2. Tes-tes ini digunakan untuk memastikan adanya variansi yang IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education, 11. : 147-158 Aldo Tiyana Firmansyah,Yeni Anistyasari Untuk menganalisis perbedaan ini, digunakan rumus Uji-t . -tes. dan sampel data. Namun, sebelum melakukan Uji-t, ada beberapa langkah yang perlu diikuti: Uji Normalitas Data yang dilakukan karena sampel yang digunakan kurang dari 100. Uji Shapiro-Wilk digunakan untuk penilaian normalitas sebagai pendekatan yang sesuai. Untuk menilai apakah data yang digunakan untuk uji normalitas akan digunakan untuk memastikan apakah data yang dikumpulkan untuk penyelidikan sesuai dengan distribusi normal (Amriani et al. , 2. Perhitungan normal tidaknya penelitian dapat dilihat dari nilai signifikan dan pedoman dalam pengambilan ada cara untuk menjelaskan pilihan itu sebagai berikut: Jika Nilai Sig. > 0,05 maka normal. Jika Nilai Sig. < 0,05 maka tidak normal. Uji Hipotesis (Wilcoxon Signed-Rank Tes. Setelah uji normalitas, apabila data memenuhi syarat dan dinyatakan apabila data mengikuti distribusi normal. Uji-T Paired Sample akan digunakan untuk pengujian hipotesis. Dalam hal data gagal memenuhi persyaratan yang ditentukan dan jika data tidak terdistribusi secara normal, uji hipotesis akan dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hipotesis di dalam kajian ini adalah: H0: Penggunaan LMS "NextGenDB" dengan model PJBL tidak meningkatkan kompetensi basis data siswa program keahlian RPL di SMK Semen Gresik. H1 : Penggunaan LMS "NextGenDB" dengan model PJBL secara signifikan meningkatkan kompetensi basis data siswa program keahlian RPL di SMK Semen Gresik. Terdapat dasar pengambilan keputusan yang digunakan yang dimaksud adalah : Jika nilai Signifikansi . -taile. lebih besar dari 0,05, maka HCA diterima dan HCA ditolak. Jika nilai Sig. -taile. lebih kecil dari 0,05, maka HCA ditolak dan HCA diterima sebagai hipotesis HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengembangan Media Dengan adanya pengembangan produk menggunakan tahapan ADDIE yang telah dilakukan menciptakan sebuah LMS berbasis web yang bernama AyNextGenDBAy . Model ADDIE memberikan suatu pendekatan yang sistematis dan terstruktur dalam merancang serta mengembangkan bahan ajar (Sanchez et al. , 2. Analisis Potensi dan Masalah Berdasarkan analisis yang dilaksanakan oleh peneliti diperoleh informasi berikut ini adalah: Kendala dalam aktivitas belajar Saat ini, metode pembelajaran dalam mata pelajaran Basis Data di SMK Semen Gresik masih mengandalkan presentasi PowerPoint dan ceramah, yang sering menyebabkan siswa kurang berpartisipasi dan tidak dapat mengulangi materi di luar waktu sekolah. Akibatnya, siswa kesulitan memahami konsep-konsep yang diajarkan dan mengakibatkan rendahnya motivasi . Harapan terhadap LMS LMS yang dirancang dapat meningkatkan kompetesi siswa dan membantu siswa dalam memahami konsep perancangan basis data ERD melalui proyek nyata. Desain Produk Proses perancangan yang dilakukan dengan mengacu pada hasil analisis kebutuhan yang telah . Usecase Diagram IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education, 11. : 147-158 Rancang Bangun LMS AyNextgendbAy Dengan Menerapkan PJBL Untuk Meningkatkan Kompetensi Basis Data Siswa XI RPL UCD membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan fungsional dari sistem yang sedang dikembangkan, serta memberikan gambaran yang jelas mengenai batasan dan konteks sistem (Mayasari et al. , 2. Berikut adalah Use Case dari NextGenDB yang memiliki 2 user, siswa dan . Use Case Siswa Gambar 2. Use Case Siswa Gambar 2 Use Case Siswa adalah Use Case yang berfokus pada interaksi siswa dengan sistem, mungkin sistem pembelajaran online atau informasi sekolah. Use Case ini mencakup berbagai tindakan siswa seperti masuk, akses materi, pengiriman tugas, dan komunikasi dengan guru atau sesama siswa. Ini membantu kita memahami bagaimana sistem merespons permintaan siswa untuk mencapai tujuan . Use Case Guru Gambar 3. Use Case Guru Gambar . adalah Use Case guru, menunjukkan interaksi antara guru dan sistem, mungkin dalam sistem manajemen pembelajaran. Use Case ini mencakup langkah-langkah seperti login, mengelola materi, memberikan tugas, memberikan umpan balik, dan komunikasi dengan siswa atau staf. Ini membantu memahami bagaimana sistem mendukung guru dalam proses pembelajaran dan administrasi sekolah. Data Model IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education, 11. : 147-158 Aldo Tiyana Firmansyah,Yeni Anistyasari Gambar 4. Data Model Dalam sebuah class diagram, setiap kelas diwakili oleh persegi yang terbagi menjadi beberapa bagian: nama kelas, atribut, dan metode (Gosala et al. , 2. Struktur ini memungkinkan pengembang untuk memvisualisasikan dan memahami hubungan antar kelas, yang mencakup asosiasi, agregasi, dan komposisi (Sulaiman et al. , 2. Dari gambar 4 Alur system mengenai . Perencanaan Proyek: Setiap kelompok memulai dengan perencanaan proyek . able_project_plannin. , yang mencakup tujuan proyek dan file perencanaan yang harus diserahkan. Diskusi dan Komentar: Siswa dapat berdiskusi tentang proyek melalui tabel table_forum_diskusi dan memberikan komentar terkait melalui table_comment. Pengumpulan Laporan: Setelah proyek selesai, kelompok mengumpulkan laporan mereka di table_laporan_siswa dan diberikan nilai melalui table_score_laporan. Pemantauan dan Evaluasi: Guru dan pengelola proyek memantau kemajuan proyek melalui table_monitoring dan mengevaluasi nilai proyek melalui tabel terkait lainnya. Penilaian: Siswa dinilai berdasarkan nilai presentasi . able_nilai_presentas. , laporan, dan umpan balik rekan sejawat . able_peerassessmen. Pengembangan Produk Pada tahap pengembangan ini berhasil menciptakan LMS berbasis web AuNextGenDBAy. Dengan platform pembelajaran NextGenDB pengguna dapat belajar terkait Basis Data. Berikut Hasil tampilan LMS berbasis web AuNextGenDBAy sebagai berikut. Halaman Masuk Gambar 5. Halaman Masuk Halaman masuk akun adalah halaman web yang memungkinkan pengguna . uru dan sisw. untuk mengakses halaman web berikutnya. Agar dapat login ke dalam website AuNextGenDBAy, siswa memasukkan akun yang sudah di berikan, terdapat pada gambar 5. IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education, 11. : 147-158 Rancang Bangun LMS AyNextgendbAy Dengan Menerapkan PJBL Untuk Meningkatkan Kompetensi Basis Data Siswa XI RPL . Halaman Diskusi Gambar 6. Halaman Diskusi Pada fitur diskusi kelompok disini siswa dapat berkomunikasi dengan anggota kelompok dan tentu saja ada dengan guru, seperti pada Gambar 6. Halaman Rumusan Masalah Gambar 7. Halaman Rumusan Masalah Pada fitur analisis masalah disini siswa mengumpulkan analisis masalah berdasarkan dari rumusan masalah dan indikator peneylesaian yang telah mereka buat, dimana di dalam analisis masalah tersebut siswa juga mencantumkan 3 sumber dari berita/jurnal/artikel yang dapat membantu mereka menyelesaikan masalah yang ada. Kemudian di kumpulkan dalam bentuk file PDF seperti pada Gambar 7. Halaman Rencana Project Gambar 8. Halaman Rencana Proyek Pada fitur membuat jadwal project disini siswa membuat jadwal sesuai dengan jobdesknya masing masing bersama dengan kelompoknya, seperti pada Gambar 8. IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education, 11. : 147-158 Aldo Tiyana Firmansyah,Yeni Anistyasari . Halaman Timeline Gambar 9. Halaman Timeline Proyek Pada fitur monitoring disini siswaa bersama kelompoknya menyusun board sesuai dengan rencana yang telah mereka susun bedanya di sini boardnya di letakkan di tempat AyInput timelineAy jika kegiatan tersebut harus di kerjakan. AymenungguAy jika pekerjaan tersebut sedang di kerjakan. Aysudah disetujui oleh guruAy jika pekerjaan tersebut sudah selesai. Seperti pada Gambar 9. Pelaksanaan Tahap implementasi merupakan bagian dari uji coba LMS 'NextGenDB' yang telah dinyatakan Pada tahap ini, data diperoleh dari kelas XI RPL 1 melalui Pre-Test. Post-Test, serta tugas proyek yang dilaksanakan dengan menggunakan LMS yang telah dikembangkan. Evaluasi Tahap evaluasi merupakan langkah penutupan dalam model ADDIE, di mana dilakukan penilaian terhadap LMS berdasarkan masukan dari validator. Tujuan dari tahap evaluasi adalah untuk mengetahui efektivitas dan kualitas LMS yang telah dikembangkan (Amriani et al. , 2. Hasil evaluasi ini akan menjadi acuan untuk melaksanakan perbaikan sebelum produk diimplementasikan. Setelah melalui uji coba, produk yang telah memenuhi standar akan dianggap valid dan siap diterapkan. Pembahasan Hasil Penelitian Hasil Validasi Produk Proses validasi dalam penelitian ini mencakup beberapa komponen, yaitu media, materi, soal pembelajaran, termasuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), yang melalui proses validasi oleh para ahli yang memiliki kompetensi dan pemahaman di bidang masing-masing. Hasil dari validasi yang diperoleh mencakup penilaian terhadap aspek media, materi. RPP, serta soal evaluasi: Tabel 2. Hasil Perbandingan Skenario Pengujian Penilaian Validasi Media Materi Soal RPP Kevalidan 91,53% 96,66% 92,57% Keterangan Sangat Layak Sangat Layak Sangat Layak Sangat Layak IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education, 11. : 147-158 Rancang Bangun LMS AyNextgendbAy Dengan Menerapkan PJBL Untuk Meningkatkan Kompetensi Basis Data Siswa XI RPL Berikut ada informasi materi 90%, soal 96,66%, media 91,53%, dan rencana pembelajaran 92,57% semuanya berkontribusi pada klasifikasi materi pembelajaran yang direncanakan yang sangat valid yang ditunjukkan pada Tabel 2. Hasil Tes Kognitif . Uji Normalitas Dalam uji normalitas Shapiro-Wilk, nilai pre-test kognitif adalah 0,16 dan nilai post-test kognitif adalah 0,81, keduanya di bawah tingkat signifikansi 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa data tidak sesuai dengan distribusi normal. Akibatnya, digunakan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon nonparametrik. Tabel 3. Uji Normalitas Tes Kognitif Test Of Normality Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Pretest_kognitif Posttest_kognitif . Uji Hipotesis Karena hasil pre-test dan post-test kognitif tidak mengikuti distribusi normal, uji dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Tabel 4. Uji Hipotesis Tes Kognitif Ranks Kolmogorov-Smirnov Posttest Kognitf Ae Pretest Kognitif Mean Rank Sum of Ranks Negative Ranks Positive Ranks Ties Uji Wilcoxon Signed-Rank Test non-parametrik digunakan untuk pengujian hipotesis guna menilai apakah terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata prestasi belajar pada tes psikomotor selama Pre-Test dan Post-Test. Menurut Tabel 4, sejumlah besar siswa . menunjukkan peningkatan hasil belajar setelah menggunakan LMS, sebagaimana ditunjukkan oleh skor mereka yang lebih tinggi pada Uji Pasca dibandingkan dengan Uji Pra. Satu siswa menunjukkan penurunan kinerja, sedangkan siswa lain mempertahankan hasil yang konsisten. Tabel 5. Hasil Perhitungan Statistik Uji Wilcoxon Nilai Kognitif Test Statisticsa Posttest kognitif Ae Pretest Kognitif Asymp. Sig . -taile. Uji Wilcoxon non-parametrik Signed-Rank menghasilkan nilai Asymp. Sig. -sis. sebesar 0,00, yang berada di bawah ambang batas 0,05. Ini menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik dalam kapasitas kognitif siswa antara tes awal dan tes akhir. Model pembelajaran yang diterapkan secara signifikan meningkatkan kapasitas kognitif siswa. Ketika nilai Asymp. Sig. -taile. di bawah 0,05. H0 ditolak dan H1 diterima. IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education, 11. : 147-158 Aldo Tiyana Firmansyah,Yeni Anistyasari Hasil Tes Psikomotorik . Uji Normalitas Dengan merujuk dari output nilai normalitas berdasarkan Shapiro-Wilk didapatkan bahwa hasil Pre-Test Psikomotorik memiliki signifikasi sebesar 0. 64, yang lebih besar dari batas signifikasi 0. Hal ini menunjukan bahwa data Pre-Test berdistribusi normal. Kemudian pada nilai Post-Test Psikomotorik memiliki signifikasi sebesar 0. 28, yang kurang dari batas signifikasi 0. Kondisi ini menunjukan bahwa data Post-Test berdistribusi tidak normal. Tabel 6. Uji Normalitas Tes Psikomotorik Test Of Normality Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Pretest_Psikomotorik Posttest_Psikomotorik . Uji Hipotesis Karena hasil Pre-test dan Post-test psikomotorik tidak terdistribusi normal, maka uji menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Tabel 7. Uji Hipotesis Tes Psikomotorik Ranks Kolmogorov-Smirnov Posttest Psikomotorik Ae Pretest Psikomotorik Mean Rank Sum of Ranks Negative Ranks Positive Ranks Ties Pada uji hipotesis, diterapkan uji non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test yang bertujuan untuk mengevaluasi apakah ditemukan perbedaan signifikan antara rata-rata capaian belajar tes psikomotorik ketika dilakukan Pre-Test maupun Post-Test. Berdasarkan Tabel 7, mayoritas siswa . menunjukkan peningkatan hasil belajar setelah menggunakan LMS, hasil pre-test jelas lebih rendah daripada nilai post-test. Hanya 5 siswa yang mengalami penurunan, dan tidak ada siswa yang tetap pada nilai yang sama. Tabel 8. Hasil Perhitungan Statistik Uji Wilcoxon Nilai Psikomotorik Test Statisticsa Posttest Psikomotorik Ae Pretest Psikomotorik Asymp. Sig . -taile. Hasil dari uji Wilcoxon Signed-Rank non-parametrik menunjukkan bahwa nilai Asymptotic Significance . -taile. adalah 0,00, yang berada di bawah ambang batas yang ditetapkan yaitu 0,05. IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education, 11. : 147-158 Rancang Bangun LMS AyNextgendbAy Dengan Menerapkan PJBL Untuk Meningkatkan Kompetensi Basis Data Siswa XI RPL Hasil ini menunjukkan variasi yang signifikan secara statistik dalam skor yang dicapai siswa terkait keterampilan psikomotorik mereka sebelum dan sesudah penilaian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang diterapkan merupakan metode efektif untuk meningkatkan keterampilan psikomotor siswa. Mengingat nilai Asymptotic Sig. -taile. di bawah 0,05, kita menolak hipotesis nol (H. dan menerima hipotesis alternatif (H. KESIMPULAN Mengacu pada penjelasan di atas serta kajian yang telah disampaikan, maka dapat ditarik kesimpulan: Kajian ini mengadopsi metode pengembangan melalui tahapan ADDIE, produk pembelajaran berhasil diciptakan menghasilkan produk LMS NextGenDB dengan model pembelajaran Project Based Learning. Produk ini telah divalidasi oleh ahli media untuk program keahlian RPL di SMKS Semen Gresik dan diterapkan dalam mata pelajaran Basis Data. Hasil uji hipotesis terhadap data nilai kognitif menunjukkan bahwa Pre-Test menghasilkan rata-rata nilai sebesar 57,3 serta skor ratarata Post-Test sebesar 76, sehingga terjadi kenaikan nilai kognitif sebesar 32,64%. Sementara itu, pada uji hipotesis data nilai psikomotorik. Nilai rata-rata sebelum perlakuan adalah 64,4, sedangkan setelah ujian adalah 78, menunjukkan peningkatan persentase sebesar 21,12%. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam skor rata-rata yang diamati pada tes awal dibandingkan dengan hasil tes akhir. Nilai Sig. -sis. dari nilai kognitif adalah 0,00, di bawah tingkat signifikansi 0,05, menurut hasil uji hipotesis. Berdasarkan temuan ini, kita dapat menolak H0 dan menerima H1. Jika kita ingin menguji gagasan bahwa keterampilan psikomotorik, nilai Sig. -sis. yang diperoleh adalah 0,00, yang kurang dari 0,05. Hasil ini menyebabkan penolakan (H. dan penerimaan (H. Hasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran berhasil sesuai dengan yang diharapkan dapat meningkatkan kompetensi siswa dengan menggunakan LMS 'NextGenDB' berbasis Project Based Learning di kelas XI RPL 1 SMKS Semen Gresik. DAFTAR PUSTAKA