Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2022 p- ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 FAKTOR IBU DAN DUKUNGAN PETUGAS PADA PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA IBU YANG MEMPUNYAI BAYI Armanda Tri Murti Ningsih1. Desy Merilla2 AKPER YPTK Solok Jl. Dr. Gani. Gurun Bagan e-mail: armandatrimukti@gmail. Artikel Diterima : 8 Agustus 2022. Direvisi : 14 September 2022. Diterbitkan : 27 September 2022 ABSTRAK Pendahuluan: ASI Ekslusif adalah pemberian Air Susu Ibu kepada bayi berumur 0-6 bulan kepada bayi tanpa diberikan makanan atau minuman tambahan selain obat untuk terapi . engobatan penyaki. Berdasarkan data yang didapat dari dinas kesehatan kabupaten Solok didapatkan bahwa ada puskesmas yang memiliki cakupan pemberian ASI Eklslusif masih dibawah target se Indonesia yaitu sebnayak 42 %. Metodologi: Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 54 orang responden. Data di kumpulkan dan kemudian data diolah dengan sistem computerisasi lalu di analisa menggunakan analisa univariat kemudian diiterpretasikan. Hasil: Dari hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pemberian ASI Eklslusif dengan Pengalaman Yang Didapatkan p value 0,0046 < 0,005, ada hubungan yang bermakna antara pemberian ASI Ekslusif dengan pekerjaan yang didapatkan p value 0,0042 < 0,005, ada hubungan yang bermakna antara pemberian ASI Eklslusif dengan dukungan petugas kesehatan yang didapatkan p value 0,0046 < 0,005. Kesimpulan: Diharapkan bagi responden yang memiliki bayi selalu memberikan ASI Ekslusif kepada bayi dan untuk petugas kesehatan untuk selalu meberikan penyuluhan kepada ibu yang memiliki bayi 0- 6 bulan dan kepada ibu hamil agar memberikan ASI kepada bayinya . dan memberikan penyuluhan , memberikan leaflet untuk dibawa pulang. Kata Kunci : asi ekslusif, pengalaman, pekerjaan Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 151 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2022 p- ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Background: Exclusive breastfeeding is the provision of breast milk to infants aged 0-6 months without being given additional food or drink other than drugs for therapy . reatment of diseas. Based on data obtained from the Solok district health office, it was found that there were health centers whose coverage of exclusive breastfeeding was still below the target for all of Indonesia, which was 42%. Method: This type of research is descriptive The sampling technique used is random sampling and the number of samples obtained is 54 respondents. The data were collected and then the data was processed by a computerized system and then analyzed using univariate analysis and then interpreted. Result: From the results of the study showed that there was a significant relationship between exclusive breastfeeding and the experience gained. P value 0. 0046 < 0. 005, there was a significant relationship between exclusive breastfeeding and the work obtained. P value 0042 < 0. 005, there was a significant relationship between exclusive breastfeeding and Support of health workers Obtained Pvalue 0. 0046 < 0. Conclusion: Expectations for respondents who have babies always provide exclusive breastfeeding to infants and health workers to always provide counseling to pregnant women 0-6 months and to pregnant women so that breastfeeding provides counseling, giving leaflets to take home. Keywords: exclusive breastfeeding, experience, work PENDAHULUAN ASI Ekslusif adalah pemberian Air Susu Ibu saja kepada bayi umur 0-6 bulan tanpa diberikan makanan atau minuman tambahan selain obat untuk terapi . engobatan penyaki. Pemberian ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja sejak bayi dilahirkan sampai sekiatr usia 6 Selama itu bayi tidak diharapkan mendapatkan tambahan cairan lain, seperti susu formula, air jeruk, air teh, madu, air Pada makanan tambahan seperti pisang, biskuit. bubur nasi, tim,dan ASI eksklusif diharapkan dapat diberikan sampai 6 bulan. Pemberian ASI secara benar akan dapat mencukupi kebutuhan bayi sampai usia enam bulan,tanpa makanan pendamping. Di atas usia 6 bulan, bayi memerlukan makanan tambahan tetapi pemberian ASI dapat dilanjutkan sampai berumur 2 tahun. (Anik Maryunani , 2012 :. Anak merupakan aset bangsa yang sangat berharga dan menjadi penerus cita-cita bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin di masa depan yang meneruskan kemajuan bangsa dan negara. Hal ini salah satunya dialami oleh anakanak yang ketika ia masih bayi tidak diberikan ASI oleh ibunya. ASI merupakan nutrisi dengan kualitas dan kwantitas yang terbaik bagi bayi, pemberian ASI di Indonesia saat ini belum dilaksanakan sepenuhnya, karena upaya meningkatkan perilaku menyusui pada ibu yang memiliki bayi khususnya pemberian ASI (Ayun NifAoah,Firdaus,2014 : 54 ). Bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan lebih, dapat menular, termasuk infeksi telinga, diare, penyakit pernafasan dan memiliki riwayat sering sakit. Serta, bayi yang tidak diberi ASI memiliki 21 persen lebih tingkat Studi di American Academy of Pediatrics, menunjukkan, bahwa bayi yang tidak diberi ASI memiliki tingkat kematian yang tinggi, dan tingkat lebih tinggi terkena leukemia, kelebihan berat badan dan obesitas, tingkat kolesterol serta asma. (Depkes RI, 2013 : 8 ) Perilaku pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif di dunia masih rendah. United Nations ChildrenAos Fund ( UNICEF) tahun 2019 Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 152 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index hanya 40% bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapatkan ASI secara Eksklusif di seluruh dunia, di dunia cakupan rata-rata pemberian ASI Eksklusif sekitar 38%. Lancet Breastfeeding Series 2019 menyebutkan ASI Eksklusif di Indonesia meningkat dari sebelumnya 38% naik menjadi 65%. (Pepi Hapitria,2019 :3 ). Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat indikator pemberian ASI eksklusif mengalami kenaikan tiap tahunnya namun belum mencapai target pada tahun 2018 ialah sebesar 83,00. (Nurul Aini, 2019:. Sementara itu menurut data yang didapatkan di Dinas Kesehatan Kabupaten Solok. Cakupan pemberian ASI Eksklusif di Kabupaten Solok pada tahun 2022 hanya sebanyak angka 21 % dari standar pemerintah Indonesia yaitu 42 % . (Dinkes Solok , 2022 ) Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ibu dalam pemberian ASI pada bayi mereka. Faktor-faktor tersebut adalah usia, pendidikan, jumlah anak. ASI ekslusif, pengalaman menyusui, usia anak, dan jenis kelamin anak. (Beta Woro Hastuti, 2015: . Faktor- faktor lain yang dapat mempengaruhi ibu dalam pemberian ASI pada bayi mereka. Faktor-faktor tersebut adalah faktor pencetus yang terdiri atas umur, pendidikan, pengetahuan, sikap dan keterpaparan informasi, faktor pemungkin yang terdiri atas ketersediaan fasilitas,lama meninggalkan bayi, dan ada faktor penguat yang terdiri atas dukungan suami, dukungan pengasuh, dukungan atasan langsung, dan dukungan tenaga kesehatan. ( Giri Inayah Abdullah , 2013:. Dari survey awal yang peneliti lakukan terhadap 30 orang ibu yang memberikan ASI Eksklusif di dapatkan 12 ibu tidak mendapatkan dukungan dari petugas JMM 2022 p- ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 kesehatan karena rumahnya sangat jauh dari layanan kesehatan, 10 ibu mempunyai pekerjaanbertani sehingga ibu sangat sulit menyusui bayinya yang berada di rumah, 10 ibu mempunyai pengalaman kurang baik terhadap menyusi bayinya karena ASI yang tidak keluar serta puting susu yang Dari uraian permasalahan di atas, peneliti tertarik meneliti faktor ibu dan dukungan petugas pada pemberian ASI Eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi di wilayah kerja Puskesmas Kayu Jao kabupaten Solok dan peneliti akan melihat apakah ada hubungan pengalaman ibu, pekerjaan dan dukungan petugas dalam pemberian ASI Eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi di wilayah kerja Puskesmas Kayu Jao kabupaten Solo. METODE Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan simple random sampling,Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi yang berusia 7-12 bulan yang ada di Puskesmas Kayu Jao yaitu sebanyak 120 orang bayi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel secara acak sederhana . imple random samplin. ,yaitu setiap anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk diseleksi sebagai sampel. HASIL Jenis Pekerjaan Responden Jenis dikelompokan menjadi Ibu Rumah Tangga yangg tidak bekerja . idak menghasilkan uan. , pedagang. PNS, dan petani. Disribusi frekuensi responden berdasarkan jenis pekerjaan dapat dilihat pada table berikut ini : Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 152 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan. Pendidikan. Pemberian ASI Eksklusif. Pengalaman Ibu yang memiliki bayi Usia 7-12 Bulan dan Dukungan Petugas Di Puskesmas Kayu jao Kabupaten Solok Karakteristik Responden Ibu rumah tangga tidak bekerja Pedagang PNS Petani Tingkat Pendidikan Pendidikan Dasar (SD-SMP ) Pendidikan Menengah (SMA) Pendidikan Tinggi Pemberian ASI Eksklusif Tidak diberikan Diberikan Pengalaman Kurang baik Baik Dukungan Petugas Kesehatan Tidak ada dukungan Ada dukungan Jum Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Hubungan Pengalaman Ibu. Pekerjaan, dukungan petugas kesehatan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 7-12 Bulan Di Puskesmas Kayu Jao Kabupaten Solok Penga Kurang Baik Total Jenis Pekerjaan Peker Bekerja Tidak Total Berdasarkan tabel 1 diatas dapat dilihati bahwa lebih dari sebagian responden . ,1%) berada pada jenis pekerjaan sebagai petani. ,8%) responden memiliki Pendidikan Dasar (SD-SMP). dari sebagian . ,8% ) responden tidak memberikan ASI Eksklusif. lebih dari sebagian . ,8%) responden mempunyai pengalaman yang baik dalam pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Jao. Hasil Bivariat 1 Hubungan Pengalaman Ibu, . Pekerjaan, dukungan petugas kesehatan dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 7-12 Bulan Di Puskesmas Kayu Jao Kabupaten Solok JMM 2022 p- ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Dukung Tidak Ada Total Pemberian ASI Ekslusif Tidak Diberikan Total Pemberian ASI Eksklusif Tidak Diberi Total 22 71,0 29,0 31 100 Pemberian ASI Eksklusif Tidak Diberikan Total 14 93,3 1 & QR Pv=0, =3,6 Pv=0, =3,6 & QR Pv=0, =17,5 Berdasarkan tabel 2 diatas, dari 21 orang resonden yang memiliki pengalaman kurang baik lebih dari sebagian ( 76,2% ) responden tidak memberikan ASI Ekslusif sedangkan dari 30 responden yang memiliki pengalaman baik lebih dari sebagian . ,3%) memberikan ASI Eksklusif. Dari hasil uji statistic yang dilakukan ternyata diperoleh pvalue 0,046< 0,05 berarti ada hubungan yang bermakna antara pengalaman ibu dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi. Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 153 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Dengan Odds Ratio . artinya responden yang berpengalaman baik berpeluang 4 kali memberikan ASI Eksklusif di bandingkan ibu yang berpengalaman kurang baik. Berdasarkan tabel 2 diatas, diketahui bahwa dari 31 orang resonden yang bekerja sebagian . ,0%) responden ASI Eksklusif sedangkan dari 20 responden yang tidak bekerja lebih dari sebagian . %) memberikan ASI Eksklusif. Dari uji statistic yang dilakukan ternyata diperoleh pvalue 0,042< 0,05 berarti ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi. Dengan Odds Ratio . artinya responden yang bekerja berpeluang 4 kali memberikan ASI Eksklusif dibandingkan responden yang tidak bekerja. Berdasarkan tabel 2 diatas, dari 15 orang resonden yang tidak ada dukungan petugas kesehatan sebagian besar . ,3% ) ASI Eksklusif sedangkan dari 36 responden yang ada dukungan dari petugas kesehatan lebih dari sebagian . ,6%) memberikan ASI Eksklusif. Dari uji statistic yang dilakukan ternyata diperoleh pvalue 0,001< 0,05 berarti ada hubungan yang bermakna antara dukungan petugas kesehatan dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi. Dengan Odds Ratio . artinya responden yang berpeluang 17 kali memberikan ASI Eksklusif dibandingkan responden tidak ada dukungan dari petugas kesehatan. PEMBAHASAN 1 Hubungan Pengalaman Responden dengan Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi Usia 7-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Jao Kabupaten Solok Dari hasil uji statistic yang dilakukan ternyata diperoleh pvalue 0,046< 0,05 berarti ada hubungan yang bermakna antara pengalaman ibu dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi. JMM 2022 p- ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Dengan Odds Ratio . artinya responden yang berpengalaman baik berpeluang 4 kali memberikan ASI Eksklusif di bandingkan ibu yang berpengalaman kurang baik. Pengalaman menyusui adalah menyusui kelahiran yang terakhir termasuk status pembeian ASI Ekslusif. Dikutip dari Notoadmojo bahwa pengalaman merupakan guru yang Pengalaman menyusui yang dinilai baik ketika seorang ibu memiliki pengalaman menyusui sebelumnya yang tergolong ASI Esklsuisf dan tidak ada kesulitan selama menyusui. Pengalaman yang diperoleh akan mempengaruhi ibu dan akhirnya dapat terbentuk respon yang berupa perilaku untuk memberikan ASI. Pengalaman menentukan keputusan untuk memberikan ASI. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rina Qoidatul Awaliyah tentang pengalaman ibu terhadap pemberian ASI Eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna pvalue = 0,056<. <0,. dengan pemberian ASI Eksklusif. Menurut Mursyida . mengungkapkan bahwa ada hubungan antara pengalaman dengan pemberian ASI Eksklusif, prevalensi menyusui eksklusif meningkat dengan bertambahnya jumlah anak. Kenyataan dilapangan dari hasil data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa responden yang memiliki pengalaman kurang baik ternyata tidak memberikan ASI Eksklusif, hal ini di sebabkan oleh beberapa kondisi seperti bayi tidak kenyang hanya dengan pemberian ASI saja karena setelah di susui bayi tetap menangis dan setelah diberi makanan tambahan bayinya baru diam dan ada ASI ibu yang tidak keluar dan juga ibu yang pertama kali menyusui tidak memberikan ASI Eksklusif ini di sebabkan juga oleh faktor pendidikan ibu yang rendah dan kurangnya Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 154 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index ASI Eksklusif dari orang sekitar atau dari petugas kesehatan. Hubungan Pekerjaan Responden dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 7-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Jao Kabupaten Solok Dari uji statistic yang dilakukan ternyata diperoleh pvalue 0,042< 0,05 berarti ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi. Dengan Odds Ratio . artinya responden yang bekerja berpeluang 4 kali memberikan ASI Ekslusif dibandingkan responden yang tidak bekerja. Bekerja adalah aktifitas ibu diluar dan di dalam rumah yang menghasilkan Bekerja kegiatan yang menyita waktu bagi ibu-ibu yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan keluarga. Bagi ibu yang bekerja, menyusui tidak perlu dihentikan. Ibu bekerja harus tetap memberikan ASI-nya dan jika memungkinkan bayi dapat dibawa Apabila memungkinkan. ASI dapat diperah kemudian disimpan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh oleh Fitriani Badriah . tentang hubungan pekerjaan ibu terhadap pemberian ASI Eksklusif pada bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna pvalue =0,018< . <0,. antara pekerjaan dengan pemberian ASI Eksklusif. Hal ini terjadi karena pekerja wanita yang melahirkan, memberikan ASI Eksklusif merupakan suatu dilema,karena masa cuti terlalu singkat dibandingkan masa menyusui, sehingga mereka akan memberikan susu formula sebagai pengganti ASI Eksklusif. Kenyataan yang ditemukan di lapangan dari hasil data yang di responden memiliki pekerjaan tidak memberikan ASI Eksklusif, karena ibu yang bekerja cenderung memilki waktu JMM 2022 p- ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 yang sedikit untuk menyusui anaknya akibat kesibukan bekerja selain itu bagi ibu yang terikat dengan suatu instalasi masa cuti ibu yang terlalu singkat dibandingkan masa menyusui juga menjadi suatu permasalah sehingga mereka akan memberikan susu formula sebagai pengganti ASI eksklusif setelah ibu mulai bekerja lagi, dan juga ibu yang bekerja tidak memeras ASI nya untuk ditinggalkan kepada bayinya selama ibu tidak di rumah sehingga bayinya hanya diberikan susu 3 Hubungan Dukungan Petugas Kesehatan dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 7-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Jao Kabupaten Solok Dari uji statistic yang dilakukan ternyata diperoleh pvalue 0,001< 0,05 berarti ada hubungan yang bermakna antara dukungan petugas kesehatan dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi. Dengan Odds Ratio . artinya adanya dukungan petugas kesehatan berpeluang 17 kali memberikan ASI Ekslusif dibandingkan tidak ada dukungan dari petugas kesehatan. Dukungan adalah melindungi dan meningkatkan perilaku ibu menyusui secara ekslusif maupun menyusukan bayi sampai 2 tahun dan membantu ibu memecahkan masalah hambatan persoalan yang berhubungan dengan menyusui (Risa Pritriani, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pepi Hapitria . tentang hubungan antara dukungan suami dan dukungan tenaga kesehatan terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja puskesmas cangkol kota cirebon tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna pvalue=0,023 . <0,. antara dukungan petugas kesehatan dengan pemberian ASI Eksklusif. Kenyataan yang ditemukan di lapangan dari hasil data yang di kumpulkan bahwa responden yang tidak Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 155 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index mendapat dukungan petugas kesehatan ternyata tidak memberikan ASI Eksklusif, berdasarkan kuesioner masih ada petugas kesehatan yang tidak memberikan dukungan khususnya kepada ibu-ibu yang memiliki bayi seperti tidak adanya pengarahan atau penyuluhan tentang pemberian ASI Eksklusif di tempat pelayanan kesehatan seperti di posyandu dan petugas kesehatan tidak mencakup semua kebutuhan kesehatan bagi ibu dan bayinya seperti tidak ikut membimbing ibu dalam pemberian asupan gizi kepada Selain itu letak puskesmas yang juga jauh dari tempat tinggal warga menjadi suatu permasalahan. SARAN 1 Bagi Ruang KIA Puskesmas Kayu Jao Diharapkan kesehatan terutama petugas kesehatan dibagian promosi kesehatan ( promke. untuk memotivasi ibu hamil dan ibu ASI Eksklusif, dan melakukan penyuluhan kesehatan menjadi 2 kali dalam sebulan terkait dengan topic pentingnya pemberian ASI Ekslusif pada bayi, dan diharapkan pemberian pendidikan kesehatan hendaknya dilengkapi dengan media tertulis yang bisa dibawa oleh klien di rumah seperti leaflet agar memudahkan klien untuk mengingat kembali materi yang diberikan. 2 Bagi Peneliti Selanjutnya Sebagai data dasar pembanding diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian seperti hubungan budaya dan sosial ekonomi terhadap pemberian ASI Ekslusif pada bayi serta pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perubahan perilaku ibu hamil dalam pemberian ASI Eksklusif pada bayi . DAFTAR PUSTAKA