IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN: 2774-342X Pengembangan Warehouse Management System Berbasis Web untuk Pengelolaan Inventaris Menggunakan Metodologi Agile Agung Susanto 1. Tika Adilah M2*. Nila Hardi3. Sifa Fauziah4 1,2,3,4 Universitas Bina Sarana Informatika e-mail: agungxyz129@gmail. com, 2tika. tam@bsi. id, 3nila. nad@bsi. id, 4sifa. saz@bsi. Diterima 23-12-2025 Direvisi 20-01-2026 Disetujui 30-01-2026 Abstrak - Pertumbuhan pesat era digital dan Revolusi Industri 4. 0 menuntut perusahaan untuk mengotomatisasi proses bisnis guna mencapai operasi yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi. Salah satu bentuk transformasi ini adalah adopsi sistem informasi berbasis web untuk mendukung manajemen gudang dan logistik, yang sebelumnya ditangani secara manual. Studi ini mengembangkan Warehouse Management System (WMS) berbasis web secara internal untuk mengatasi keterbatasan sistem vendor yang sering kali kurang fleksibel, sulit diintegrasikan, dan mahal untuk dipelihara. Sistem ini dirancang untuk mendukung digitalisasi gudang, meliputi manajemen barang, pengendalian stok, proses pengambilan barang, serta pengiriman antar gudang. Proses pengembangan sistem menerapkan metodologi Agile dengan kerangka kerja Scrum, sehingga memungkinkan pengembangan yang bersifat iteratif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan operasional. Desain sistem divisualisasikan menggunakan diagram Unified Modeling Language (UML) untuk menggambarkan alur proses dan hubungan antar Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode black box testing untuk memastikan seluruh fungsi berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berfungsi dengan baik dan mampu meningkatkan efisiensi kerja, meningkatkan akurasi data, mengurangi kesalahan manual, serta mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga, sehingga mendukung transformasi digital dalam manajemen gudang di era Industri 4. Kata Kunci: Warehouse Management System. Agile. Berbasis Web Abstracts - The rapid growth of the digital era and the Industrial Revolution 4. 0 requires companies to automate business processes to achieve faster, more efficient, and integrated operations. One form of this transformation is the adoption of web-based information systems to support warehouse and logistics management, which was previously handled manually. This study developed an internal web-based Warehouse Management System (WMS) to overcome the limitations of vendor systems that are often inflexible, difficult to integrate, and expensive to This system is designed to support warehouse digitization, including goods management, stock control, picking processes, and inter-warehouse shipping. The system development process applies the Agile methodology with the Scrum framework, enabling iterative, adaptive, and responsive development to operational needs. The system design is visualized using Unified Modeling Language (UML) diagrams to illustrate process flows and relationships between components. System testing was conducted using the black box testing method to ensure all functions run according to user requirements. The test results show that the system functions well and is able to improve work efficiency, increase data accuracy, reduce manual errors, and reduce dependence on third parties, thus supporting digital transformation in warehouse management in the Industry 4. 0 era. Keywords : Warehouse Management System. Agile. Web-based. PENDAHULUAN Perkembangan pesat era digital memaksa industri di berbagai sektor untuk terus berinovasi melalui otomatisasi dan digitalisasi sebagai upaya mempertahankan daya saing di pasar yang semakin dinamis (Kurniawan, 2. Dalam domain logistik dan manajemen gudang, transformasi ini paling jelas terwujud dalam implementasi Warehouse Management System (WMS), sistem informasi canggih yang dirancang khusus untuk mengkoordinasikan, memantau, dan mengoptimalkan semua aktivitas terkait gudang secara terintegrasi penuh, memungkinkan organisasi untuk merampingkan operasi dan meningkatkan pemanfaatan sumber daya (Zhang & Pan, 2. Warehouse Management System (WMS) yang diterapkan dengan baik tidak hanya berkontribusi pada peningkatan efisiensi yang signifikan, tetapi juga memainkan peran penting dalam meminimalkan operasional, dan memberikan visibilitas data inventaris dan rantai pasokan secara real-time, yang This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology. Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN 2774-342X semuanya telah menjadi faktor penting bagi organisasi yang berupaya bertahan di lanskap industri digital modern (Khan et al. , 2022. Legowo & Wijaya. Meskipun solusi WMS komersial yang ditawarkan oleh vendor eksternal tersedia secara luas, ketergantungan yang berlebihan pada perangkat lunak pihak ketiga seringkali menghadirkan serangkaian tantangan tersendiri, seperti fleksibilitas yang terbatas untuk beradaptasi dengan alur kerja spesifik perusahaan, biaya kustomisasi yang tinggi setiap kali muncul persyaratan baru, dan kesulitan integrasi yang terus-menerus saat terhubung dengan sistem internal lainnya. Beberapa studi terbaru menekankan bahwa pengembangan WMS internal cenderung menawarkan alternatif yang lebih efektif, terutama karena memungkinkan sistem dirancang sepenuhnya selaras dengan proses bisnis internal perusahaan, menghasilkan solusi yang tidak hanya lebih efisien tetapi juga lebih berkelanjutan dalam jangka panjang (Alamsah et al. , 2025. Zahroh et al. Selain itu, penelitian menyoroti bahwa WMS berbasis web yang dikembangkan secara internal memberi organisasi kendali yang lebih besar atas skalabilitas dan fleksibilitas sistem sekaligus mengurangi ketergantungan pada teknologi khusus vendor, yang pada akhirnya memastikan kemampuan adaptasi yang lebih baik terhadap perubahan cepat keberlanjutan organisasi (Febriani Samsudin et al. S Pasaribu, 2. Namun, mengembangkan sistem kompleks seperti WMS membutuhkan penerapan metodologi pengembangan perangkat lunak yang mampu mengakomodasi kebutuhan dinamis, terutama di industri di mana kondisi operasional sangat fluktuatif dan permintaan pelanggan berkembang dengan cepat. Metodologi konvensional seperti Waterfall sering dikritik karena kekakuannya, karena mengasumsikan tahapan pengembangan linier dan karenanya menyisakan sedikit ruang untuk modifikasi setelah proyek berjalan. Sebaliknya, metodologi Agile menghadirkan pendekatan pengembangan iteratif, memberdayakan tim untuk merespons dengan cepat terhadap perubahan kebutuhan dan menggabungkan umpan balik berkelanjutan sepanjang siklus hidup proyek, sehingga sangat cocok untuk pengembangan sistem informasi modern (Jean Cross Sihombing. Pargaonkar, 2. Di antara berbagai kerangka kerja Agile. Scrum telah muncul sebagai salah satu yang paling banyak diadopsi, sebagian besar karena siklus sprintnya yang terstruktur, kolaboratif, dan transparan yang menekankan iterasi pendek, komunikasi harian, dan pengiriman perangkat lunak yang berfungsi secara berkelanjutan. Bukti empiris dari studi kasus terbaru telah menunjukkan bahwa Scrum sangat efektif dalam mengembangkan sistem WMS atau sistem inventaris, karena memungkinkan pembuatan prototipe yang http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech cepat, validasi fitur iteratif, dan penyesuaian berkelanjutan yang didorong oleh pengguna yang secara kolektif memastikan sistem akhir memenuhi kebutuhan operasional aktual daripada asumsi statis yang ditetapkan di awal proyek (Agustin et al. , 2025. GrebiN & StojanoviN, 2021. Indriani et al. , 2024. Uriawan et al. , 2. Oleh karena itu, studi ini berfokus pada pengembangan dan implementasi independen dari WMS berbasis web dengan menggunakan metodologi Agile dan kerangka kerja Scrum, bertujuan untuk menyajikan tidak hanya studi kasus praktis tentang bagaimana Agile dapat diterapkan dalam konteks logistik dunia nyata, tetapi juga untuk memberikan bukti empiris tentang keuntungan praktik pengembangan iteratif dan kolaboratif dalam membangun sistem informasi yang fungsional, efisien, dan fleksibel yang secara langsung mengatasi tantangan operasional dalam industri logistik (Robbani et al. , 2025. Yumna Majdina et al. , n. METODE PENELITIAN Sumber: Penelitian . Gambar 1. Bagan Alur Metode Penelitian IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology. Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN 2774-342X Desain Penelitian Desain penelitian ini mengadopsi metodologi Agile dengan kerangka kerja Scrum untuk pengembangan sistem. Pendekatan ini dipilih karena sifatnya yang iteratif dan fleksibel, memungkinkan adaptasi cepat terhadap perubahan kebutuhan sepanjang proyek. Proses pengembangan dibagi menjadi beberapa sprint mingguan, dengan setiap sprint memiliki target fitur yang harus diselesaikan. Semua aktivitas, dari perencanaan hingga pengujian, dilakukan selama magang empat bulan dari Agustus hingga Desember 2024. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah proses bisnis dan persyaratan fungsional terkait manajemen gudang di PT Temas Tbk, sebuah perusahaan di industri pelayaran dan logistik. Pengembangan sistem dilakukan secara internal untuk menciptakan WMS (Warehouse Management Syste. yang disesuaikan dengan kebutuhan internal perusahaan. Bahan dan alat Pengembangan sistem ini didukung oleh perangkat keras yang terdiri dari satu unit laptop dan perangkat lunak yang meliputi: Pengembangan Backend: Bahasa pemrograman Golang. Pengembangan Frontend: Kerangka kerja VueJS. Basis data: PostgreSQL untuk manajemen Desain Sistem: Perangkat lunak unik untuk membuat Entity relationship diagrams (ERD) dan diagram UML. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui dua metode utama untuk mendapatkan pemahaman komprehensif tentang persyaratan sistem: Pengamatan: Penulis melakukan observasi langsung terhadap lingkungan kerja, alur kerja sistem yang ada, dan aktivitas tim Observasi ini bertujuan untuk memahami proses bisnis, mengidentifikasi kebutuhan pengguna, dan memetakan alur kerja sistem secara mendalam. Wawancara: Sesi wawancara langsung kepentingan proyek, seperti mentor, staf TI, dan tim pengembangan internal. Wawancara ini bertujuan untuk mengumpulkan data tentang persyaratan fungsional dan nonfungsional sistem dari perspektif mereka. Analisis Sistem dan Alur Analisis dan desain sistem divisualisasikan menggunakan Unified Modeling Language (UML) untuk menggambarkan arsitektur dan alur kerja sistem secara terstruktur. Diagram UML yang digunakan meliputi: http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Use case Diagram Tujuannya adalah untuk memodelkan interaksi antara aktor (Admin dan Penggun. dan fungsi utama sistem, seperti mengelola data gudang. Activity Diagram Tujuan Untuk menggambarkan alur kerja setiap proses bisnis dalam sistem, mulai dari login hingga transaksi pengiriman barang antar gudang. Squence Diagram Tujuannya adalah untuk menjelaskan urutan interaksi dan komunikasi antara objek atau komponen dalam sistem untuk setiap skenario kasus penggunaan. Alur kerja sistem dikembangkan secara iteratif mengikuti kerangka kerja Scrum. Setiap hari, tim melakukan daily scrum untuk membahas kemajuan, hambatan, dan rencana kerja harian. Hasil dari setiap iterasi sprint dievaluasi untuk memastikan bahwa fungsionalitas yang dikembangkan memenuhi harapan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini menyajikan hasil penelitian dan pengembangan Warehouse Management System (WMS) berbasis Website, dari fase desain hingga pengujian fungsional. Pembahasan berfokus pada analisis setiap hasil dan relevansinya dengan tujuan penelitian untuk menciptakan sistem manajemen gudang yang efisien, independen, dan selaras dengan proses bisnis. Pemodelan Sistem: Landasan Arsitektur Fungsional Pemodelan sistem dilakukan untuk memastikan arsitektur perangkat lunak selaras dengan alur kerja operasional gudang. Dalam studi ini, pemodelan dilakukan menggunakan diagram UML dan ERD. Use Case Diagram Diagram ini memvisualisasikan interaksi fungsional antara pengguna (Admin dan Use. dan fitur-fitur utama sistem. Sumber: Penelitian . Gambar 2. Use Case Diagram Berdasarkan Gambar 1, fungsi utama yang dapat diakses oleh User mencakup seluruh siklus IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology. Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN 2774-342X manajemen inventaris, mulai dari pengelolaan data master (Warehouse. Item. Item Variant. Stoc. hingga proses operasional (Picking and Deliver. Aktor Admin memiliki kemampuan tambahan untuk mengelola akun user, memastikan kontrol akses yang Desain ini secara efektif memetakan kebutuhan digitalisasi proses pergudangan, di mana setiap aktivitas manual kini memiliki representasi fungsional dalam sistem. Entity relationship diagrams (ERD) Struktur basis data dirancang menggunakan ERD sebagai dasar untuk manajemen data inventaris yang terpusat dan efisien. Memusatkan pengelolaan data Warehouse. Item. Item Variant. Stock. Hal ini menghilangkan redundansi data dan memastikan konsistensi informasi di seluruh proses bisnis. Modul Proses Operasional Mendigitalisasi alur kerja inti, termasuk fitur Pengambilan untuk pengambilan barang dan fitur Pengiriman untuk validasi pengiriman. Alur ini dirancang secara sistematis untuk mengurangi potensi kesalahan manusia dalam pencatatan. Pengujian dan Analisis Fungsionalitas Fungsionalitas sistem diuji menggunakan metode Blackbox Testing. Fokusnya adalah untuk memvalidasi bahwa setiap fitur berjalan sesuai spesifikasi dan berkontribusi pada pencapaian tujuan Tabel 1. Hasil Pengujian Blackbox Testing Sumber: Penelitian . Gambar 3. Entity Relational Diagram Struktur pada Gambar 2 sengaja dirancang untuk memastikan integritas data. Entitas kunci seperti Items, warehouses dan warehouse inventory terhubung melalui tabel transaksi seperti item movements, picking & picking items, dan delivery & delivery items. Hubungan ini merupakan kunci untuk mengatasi kelemahan utama sistem manual yakni kesulitan dalam melacak riwayat pergerakan setiap Pada tabel item_movements, setiap penambahan atau pengurangan stok dicatat secara detail, sehingga audit dan pelacakan inventaris menjadi lebih akurat. Implementasi Antarmuka Pengguna web yang fungsional dan intuitif menggunakan VueJS. Tujuannya adalah untuk memudahkan pengguna melakukan tugas operasional sehari-hari dan meminimalkan kurva pembelajaran. Antarmuka sistem dibagi menjadi tiga modul utama: Halaman Login dan Dasbor Menyediakan gerbang otentikasi yang aman dan dasbor informatif yang menyajikan ringkasan data operasional secara real-time, seperti jumlah stok dan status pengiriman. Modul Manajemen Data Induk: http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Modul yang telah Login Manajement Warehouse Manajement Item Manajement Stock Proses Picking Proses Delivery Sumber: Penelitian . Skenario Hasil Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Lulus Berdasarkan Tabel 1, semua modul utama dinyatakan "Lulus". Analisis hasil tersebut adalah sebagai berikut: Keamanan dan Integritas Data Pengujian yang berhasil pada modul Login dan Manajemen Data Master menunjukkan bahwa sistem memiliki mekanisme kontrol akses yang valid dan dapat menjaga konsistensi data. Sistem berhasil menolak input yang tidak sesuai dengan format yang dibutuhkan . isalnya, nama warehouse koson. dan mencegah duplikasi data, sehingga menjaga integritas data inventaris. Efisiensi dan Akurasi Proses Operasional Keberhasilan pengujian modul Proses Pengambilan dan Pengiriman membuktikan bahwa sistem dapat menjalankan alur kerja operasional dengan akurat. Salah satu skenario pengujian utama melibatkan upaya pengambilan kuantitas yang melebihi stok yang tersedia. Sistem berhasil menolak pemberitahuan yang sesuai. Fungsionalitas ini sangat penting karena mencegah kekurangan stok yang tidak terdeteksi. Sistem juga secara otomatis memperbarui IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology. Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN 2774-342X kuantitas stok di gudang asal dan tujuan Otomatisasi ini secara langsung mengatasi inefisiensi dan kesalahan pencatatan yang umum terjadi pada sistem manual. Secara keseluruhan, hasil pengembangan dan pengujian menunjukkan bahwa WMS yang dibangun berfungsi dan telah berhasil memenuhi tujuan Sistem ini menyediakan platform terpusat untuk mengelola inventaris, mengotomatiskan alur kerja, dan menyajikan data yang akurat, yang merupakan fondasi penting untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dalam manajemen logistik. gudang, terdapat tombol aksi untuk mengedit atau menghapus data. Tombol "Buat Daftar Gudang" di pojok kanan atas memungkinkan pengguna untuk menambahkan gudang baru ke sistem. Halaman ini memastikan bahwa data gudang terpusat dan konsisten di seluruh proses bisnis. Hasil Sumber: Penelitian . Gambar 6. Halaman Item List Sumber: Penelitian . Gambar 4. Halaman Utama Gambar ini menampilkan halaman utama atau dasbor, yaitu layar pertama yang diakses setelah pengguna berhasil masuk. Halaman ini berfungsi sebagai pusat informasi ringkas, menyajikan data operasional utama secara real-time. Halaman ini menampilkan tiga kartu utama yang menyoroti jumlah total warehouse, item terdaftar, dan SKU (Stock Keeping Unit. Di bawah kartu-kartu ini, tabel Item Movements mencatat riwayat barang, menunjukkan transaksi masuk (IN) dan keluar (OUT), lengkap dengan detail gudang sumber dan tujuan, kuantitas, dan waktu transaksi. Halaman ini memberikan gambaran singkat tentang aktivitas gudang terbaru. Ini adalah halaman untuk mengelola data master item. Halaman ini menampilkan daftar lengkap item yang tersedia di gudang, beserta detail seperti nama, deskripsi, kategori, unit, merek, dan kode unik. Mirip dengan halaman gudang, pengguna memiliki opsi untuk mengedit atau menghapus setiap Tombol "Create Item List" di pojok kanan atas digunakan untuk mendaftarkan item baru. Modul ini sangat penting untuk menghilangkan redundansi data dan menjaga keakuratan informasi produk. Sumber: Penelitian . Gambar 7. Halaman Picking List Sumber: Penelitian . Gambar 5. Halaman Warehouse List Halaman ini adalah modul untuk mengelola data master gudang. Pengguna dapat melihat daftar semua gudang yang terdaftar dalam sistem, beserta tanggal pembuatannya. Di sebelah kanan setiap entri http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Halaman ini merupakan bagian dari modul proses operasional dan digunakan untuk mengelola tugas pengambilan barang dari gudang . Halaman ini menampilkan daftar tugas pengambilan yang telah dibuat, masing-masing dengan kode unik, gudang asal pengambilan, dan tanggal pembuatan. Pengguna dapat membuat permintaan pengambilan barang baru dengan mengklik tombol "Create Picking List". Fitur ini dirancang untuk mendigitalisasi alur kerja pengambilan barang dan mengurangi potensi kesalahan manusia dalam proses tersebut. IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology. Volume 7 No. 1 Januari 2026 E-ISSN 2774-342X Sumber: Penelitian . Gambar 5. Halaman Delivery List Halaman ini mengelola proses pengiriman barang antar gudang. Di sini, pengguna dapat memantau status pengiriman, yang dalam contoh ini ditampilkan sebagai "PENDING". Daftar tersebut mencakup informasi penting seperti status, kode pengiriman, gudang asal, dan gudang tujuan. Tombol "Create Delivery List" memungkinkan pengguna untuk memulai transaksi pengiriman Modul ini secara sistematis memvalidasi dan mencatat setiap pengiriman, memastikan data stok diperbarui secara otomatis dan akurat setelah proses selesai. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian dan pengembangan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Warehouse Management System (WMS) berbasis web telah berhasil dikembangkan menggunakan metodologi Agile dengan kerangka kerja Scrum. Sistem ini mampu menangani fungsi inti dalam manajemen gudang, termasuk mengelola data gudang, barang dan variannya, stok, proses pengambilan barang, dan pengiriman antar gudang. Hasil pengujian fungsionalitas menggunakan metode black box menunjukkan bahwa semua modul utama yang dikembangkan berkinerja sesuai harapan dan telah berhasil melewati semua skenario Pengembangan sistem ini secara independen . n-hous. memenuhi tujuan penelitian untuk menciptakan sistem fleksibel yang dapat disesuaikan dengan proses bisnis internal perusahaan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada vendor eksternal. Dengan demikian, implementasi WMS berbasis web ini berhasil memberikan solusi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung transformasi digital dalam manajemen logistik dan inventaris REFERENSI