Pengaruh Konflik Fungsional Elit Lokal Desa Terhadap Produktivitas Kerja Aparat Desa (Suatu studi di Desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jembe. Sigit Kariyanto1. Retno Setyo Pertiwi2 Fakultas Elmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Moch. Sroedji Jember Email: Kariyantosigit@gmail. retnosetyopertiwi1963@gmail. Abstrak Penanganan konflik fungsional di Desa terlihat karna adanya berbagai tindakan musyawarah atau rembug Desa antar golongan elit lokal desa yaitu BPD dan aparat desa yang didasarkan pada maksud penanganan konflik dengan mengakomodasi dan berkompromi dengan tujuan untuk mewujudkan produktivitas aparat desa secara optimal. Ketegangan antara BPD dan Pemerintah desa cukup mengganggu kinerja pemerintahan desa, hal ini juga dirasakan oleh masyarakat di Desa Badean. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan model penelitian yang menunjukkan pengaruh antara satu variabel pengaruh variabel konflik fungsional elit lokal desa dan variabel terpengaruh variabel produktivitas kerja aparat Berdasarkan hasil analisis pengaruh konflik fungsional elit lokal desa terhadap produktivitas kerja aparat desa dalam penelitian ini menggunakan rumus chi-kuadrat (XA) terhadap tingkat konfilk fungsional dan tingkat produktivitas kerja aparat desa dapat disimpulkan bahwa hasil analisa XA yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa XA hitung sama dengan 0,08 pada taraf signifikansi 0,05 atau 95% lebih kecil dibandingkan dengan XA tabel sama dengan 3,84, maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada pengaruh yang signifikan dari konflik fungsional elit desa terhadap produktivitas kerja aparat desa di Desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Kata Kunci : Pengaruh. Konflik. Elit Lokal. Efektifitas Kerja Abstract Functional conflict management in the village is evident through various village deliberations or discussions between local elite groups, namely the Village Consultative Body (BPD) and village officials. These discussions are based on the goal of conflict management through accommodation and compromise, with the aim of optimally improving the productivity of village officials. The tension between the BPD and the village government significantly disrupts village government performance, and this is also felt by the community in Badean Village. This research is a survey with a quantitative approach. In this study, the author uses a research model that demonstrates the influence of one variable on the functional conflict variable of the local village elite and the variable affected by the work productivity variable of village officials. Based on the analysis of the influence of functional conflict among local village elites on the work productivity of village officials in this study using the chi-square formula (XA) for the level of functional conflict and the level of work productivity of village officials, it can be concluded that the results of the XA analysis used to test the hypothesis in this study indicate that the calculated XA is equal to 0. 08 at a significance level of 0. 05 or 95% smaller than the XA table, which is equal to 3. Therefore. Ho is accepted and Ha is rejected, meaning there is no significant influence of functional conflict among village elites on the work productivity of village officials in Badean Village. Bangsalsari District. Jember Regency. Keywords: Influence. Conflict. Local Elites. Work Effectiveness . aktu-bahan-tenag. dan sistem kerja, teknik Pendahuluan Pembangunan nasional bertujuan untuk produksi dan adanya peningkatan keterampilan mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan dari tenaga kerjanya. makmur yang merata materiil dan spirituil Keefektifan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang faktor-faktor individu, kelompok dan organisasi Dasar 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik memfokuskan pada faktor kelompok, karena menyadari bahwa mutu kehidupan suatu bangsa pada variabel tingkat kelompok perilaku orang- tidak tergantung dari kekayaan sumber daya orang dalam kelompok berbeda dari prilaku alamnya, melainkan oleh tingginya tingkat mereka sendiri, dan variabel tingkat kelompok produktivitas masyarakatnya. Sejarah ekonomi mempengaruhi sistem organisasi. Hal ini bukan telah mengukuhkan bahwa produktivitas secara berarti dalam membahas produktivitas kerja politis merupakan konsep netral dan universal. organisasi penulis mengesampingkan variabel Dewasa ini, kesadaran masyarakat dunia akan tingkat individu dan variabel tingkat sistem Indonesia. Saat tumbuh dengan pesat. Produktivitas Pada Robbins . menrangkan bahwa Robbins faktor-faktor . adalah suatu ukuran kinerja yang mencakup Keefektifan dan efisiensi. Efektifitas didalam produktivitas dapat diukur melalui kelompok, komunikasi, kelompok lain, struktur waktu yang digunakan, sedangkan efisiensi lain, tim-tim kerja, kekuasaan dan politik karena didalam produktivitas dapat diukur melalui hasil semua variabel tersebut berhubungan dengan Hal ini senada dengan pendapat Tapi dalam penulisan ini penulis Hasibuan . Ay produktivitas adalah lebih memfokuskan pada pengaruh konflik perbandingan antara output . dengan input fungsional terhadap produktivitas kerja. Ay. Jika produktivitas naik hanya dimungkinkan oleh adanya peningkatan efisiensi Dalam kelompok-kelompok atau unit-unit kerja yang saling dalam BPD Desa Badean selaku elit lokal desa Pemerintahan Desa terdapat dua unit kerja yaitu terhadap produktivitas kerja aparat Desa Badean. Pemerintah Desa . parat Des. dan Badan Atas dasar uraian tentang latar belakang Permusyawaratan Misalnya. Desa (BPD). Kelompok masalah itulah, maka penulis tertarik untuk tersebut berfungsi dan berinteraksi, masing- melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh masing mengembangkan suatu karakteristik Konflik Fungsional Elit Lokal Desa Terhadap yang unik termasuk struktur, keterpaduan, peran. Produktivitas Kerja Aparat Desa . uatu studi di norma-norma dan proses. Desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Menurut Robbins . Konflik bersifat konstruktif bila konflik itu memperbaiki Jembe. Ay. Masalah kualitas keputusan, merangsang kreativitas dan diajukan yang jawabannya akan diperoleh inovasi, mendorong perhatian dan keingintahuan setelah penelitian selesai dilaksanakan, yaitu di kalangan anggota kelompok, menyediakan pada kesimpulan (Arikunto, 1. Untuk medium yang melaluinya masalah Ae masalah mencapai tujuan penelitian yaitu diperolehnya diredakan dan memupuk suatu lingkungan evaluasi diri dan perubahan. Robbins . juga mengatakan bahwa Aykonflik dapat dikaitkan perumusan masalah yang baik pula. secara positif dengan produktivitasAy. Dalam Berdasarkan atas kriteria permasalahan penelitian ini, penulis akan memfokuskan pada serta latar belakang yang penulis kemukakan pembahasan konflik fungsional elit lokal desa maka permasalahan yang dirumuskan dalam yang mempengaruhi tingkat produktivitas kerja penelitian ini adalah: aparat desa. Berdasarkan observasi awal tersebut . apakah ada pengaruh konflik fungsional dapat diketahui bahwa terjadi perdebatan dalam pemerintahan desa terhadap produktivitas perbedan pendapat yang mengidentifikasikan kerja aparat desa? adanya konflik fungsional antar anggota BPD selaku elit lokal Desa Badean. Hal ini yang menarik peneliti untuk mengetahui lebih jelas adakah pengaruh konflik fungsional yang terjadi . seberapa tinggi konflik fungsional yang terjadi antar elit lokal desa? . seberapa tinggi produktivitas kerja aparat Berdasarkan hal tersebut diatas, agar Kerlinger . alam Singarimbun dan hasil penelitian ini tidak diragukan kebenarannya Effendi 1989:. menerangkan bahwa. Auteori dan dapat diterima bahwa hasil penelitian ini adalah serangkaian asumsi konsep, konstruk, dilakukan secara ilmiah, maka tujuan dan definisi dan preposisi untuk menerangkan suatu kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut: fenomena sosial secara sistematis dengan cara . untuk menganalisis pengaruh konflik menghubungkan antar konsepAy. Selanjutnya fungsional yang terjadi pada elit lokal untuk mengetahui gambaran umum mengenai desa terhadap produktivitas kerja aparat konflik dan kinerja perlu diketahui terlebih dahulu disiplin ilmu yang mengkaji masalah . untuk mengetahui seberapa tinggi konflik konflik dan kinerja. Menurut pendapat Gibson et Auperilaku fungsional yang terjadi antar elit lokal penelaahan tentang individu dan kelompok . untuk Konflik dalam suatu organisasi sering dilihat sebagai sesuatu yang negatif, termasuk mengharapkan adanya suatu manfaat antara lain oleh pemimpin organisasi dan penanganan yang sebagai berikut: dilakukan adalah cenderung mengarah pada . Hasil dalam lingkungan organisasiAy. produktivitas kerja aparat desa. Dari Tetapi tambahan ilmu pengetahuan, pengalaman kenyataan konflik merupakan sesuatu yang sulit bagi penulis dan media pengembangan untuk dihindarkan karena berkaitan dengan proses interaksi manusia. Oleh sebab itu yang . Memberikan sumbangan pemikiran untuk dibutuhkan bukan meredam konflik tetapi ikut serta dalam memecahkan konflik yang menangani konflik sehingga bisa memiliki dihadapi oleh aparat desa. dampak yang konstruktif bagi organisasi. Konsepsi dasar mempunyai peranan yang Hal tersebut dapat dilihat dari tabel sangat penting dalam suatu penelitian, karena antara konflik Antar kelompok dan Kinerja merupakan serangkaian konsep yang menjadi Organisasional menurut Gibson et al. dasar berpijak untuk berpikir dalam suatu penelitian dan untuk menjelaskan fenomena Hubungan Proporsional Antara Konflik Antar kelompok dan Kinerja Organisasional yang terjadi. Situasi Tingkat Konflik Antar Kelomp Kemungki Dampak Pada Organisasi Organisasi Dicirikan Oleh Tingkat Kinerja Organisa Rendah Tak Fungsiona Lambat i terhadap n, sedikit , sedikit n, apatis. Rendah Pergeraka n positif , mencari n masalah. Tinggi Optimal Fungsiona dan cepat i terhadap Variabel Penelitian Konflik Fungsional Indikator Gerakan Kearah Tujuan Item Yang Dapat Diukur Pertentangan elit lokal desa karena pendapat dalam menentukan target Pertentangan elit lokal desa karena pendapat dalam konsep pemikiran Inovasi dan Perubahan Tak Fungsiona Menggang gu, kacau Rendah Konsep Elit Lokal Desa Menurut Hofsteede . alam Susanto, 1999:. Para pemimpin formal didesa ialah mereka yang mempunyai kedudukan yang resmi dalam kegiatan administrasi desa, tergolong juga para anggota hansip dan kepala-kepala desa yang Pemuka masyarakat adalah orang-orang yang berpengaruh didesa yang diakui sebagai pemimpin suatu kelompok khusus atau seluruh desa, walaupun tidak menduduki suatu kedudukan resmi didesanya. Pendapat Hofsteede tersebut menjelaskan betapa dinamisnya proses stratifikasi di desa Tinggi Pertentangan elit lokal desa karena pendapat dalam Variabel Penelitian Indikator Kreativitas Adaptasi Mencari Pemecahan Masalah Item Yang Dapat Diukur rencana strategis Pertentangan elit lokal desa karena pendapat dalam prosedur kerja Pertentangan elit lokal desa karena pendapat dalam mencari metode Pertentangan elit No Variabel Penelitian Indikator Item Yang Dapat Diukur lokal desa karena pendapat dalam perubahan cara, metode atau Konsep Produktivitas Kerja Pertentangan elit lokal desa karena pendapat dalam sistem atau cara kerja baru Produktiviats dikaitkan dengan waktu Produktivitas dikaitkan dengan sumber Pertentangan elit lokal desa karena pendapat dalam menyesuaikan diri Pertentangan elit lokal desa karena pendapat dalam Metode penelitian Pertentangan elit lokal desa karena pendapat dalam mencari alternatif Pertentangan elit lokal desa karena pendapat dalam Dalam mebahas produktivitas dalam suatu organisasi agara terdapat kejelasan batasan maka dibedakan menajdi 3 jenis produktivitas seperti yang dikemukakan oleh Siagian . sebagai berikut: daya insani Produktivitas sarana dan prasarana kerja Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan model penelitian yang menunjukkan pengaruh antara satu variabel pengaruh dan satu variabel terpengaruh dengan model sebagai berikut : Keterangan : : variabel konflik fungsional elit lokal : variabel produktivitas kerja aparat desa Definisi Operasional Operasionalisasi Variabel Konflik Fungsional akan disajikan oleh peneliti dalam bentuk tabel sebagai berikut: Operasinalisasi Variabel Konflik Fungsional (X) Elit Lokal Desa Badean Operasionalisasi Variabel (Y) Produktivitas Kerja akan disajikan oleh penulis Landung Simatupang, 1997:. Dengan taraf dalam bentuk tabel sebagai berikut: signifikansi 5% atau 0,05. Operasionalisasi Variabel Produktivitas Kerja Hasil penelitian (Y) Untuk Variab Penelit Indikator Produk Kerja Efektivitas Kerja Item Yang Dapat Diukur (X) yang lebih nyata dan rinci. akan dijelaskan Effisiensi Kerja Ketepatan dalam melaksanakan tugas variable-variabel penelitian yang disertai data Kelengkapan dalam melaksanakan tugas Penyajian data yang sistematis dan sesuai dengan hasil penelitian yang penulis Ketelitian pegawai dalam melaksanakan Banyaknya waktu yang digunakan dalam menyelesaikan tugas data hasil penelitian. Menurut Effendi Singarimbun . 9:41-. mengatakan bahwa : Auagar konsep Sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, penulis akan menggunakan analisa Chi-Square. Mengingat sampel yang diambil sebanyak 30 orang, maka rumus yang digunakan adalah rumus kai kuadrat dengan koreksi Yates. dioperasionalkan dengan mengubahnya menjadi variabel, yang berarti sesuatu yang mempunyai Ay Dari pendapat tersebut di atas bahwa variabel merupakan unsur penelitian yang Sumber : Data primer diolah Tahun 2025 teratur akan membantu dalam kegiatan analisa dapat diteliti secara sistematis, mereka harus Banyaknya tugas atau pekerjaan yang tentang variable- terpengaruh (Y), perlu adanya suatu pembuktian Kerapian pegawai dalam melaksanakan tugas Hal dikemukakan oleh Chocran yaitu kalau N ada diantara 20-40, tes XA boleh digunakan jika semua frekuensi diharapkan adalah lima atau (Siegel, alih bahasa Zanzawi Suyuti dan muncul dari suatu konsep yang mempunyai variasi nilai di dalamnya sehingga suatu variabel dapat diukur setelah dioperasionalisasikan. Data disajikan secara teratur dan sistematis sesuai dengan variabel penelitian agar kegiatan analisis menjadi lebih mudah. Penyajian data yang sering kali digunakan dalam penelitian menurut Sudjana . ialah tabel atau daftar dan grafik atau diagram. Berdasarkan pendapat tersebut maka data yang telah Kontingensi Observasi dan Kriteria Jawaban terkumpul dalam penelitian ini disajikan dalam dari Variabel X dan Variabel Y bentuk tabel dan diagram. Variabel X Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel yang mendasari kerangka analisis penelitian. Variabel Y Jumlah Konflik Fungsional Produktivitas Kerja Variabel Pengaruh (X) Tinggi Rendah Tinggi Rendah Jumlah Fungsional Elit Lokal Desa di Desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember Variabel Terpengaruh (Y) Produktivitas Kerja Aparat Desa di Desa Dengan melihat tabel di atas di atas dapat Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten dijelaskan bahwa untuk konfliuk fungsional Jember tinggi dengan produktivitas tinggi terdapat 11 Hasil Penelitian Frekuensi Kategori Jawaban Responden produktivitas rendah terdapat 5 orang. Kemudian untuk konflik fungsional rendah produktivitas Fungsional Elit Lokal Desa di Desa Badean tinggi terdapat 8 orang dan untuk konflik Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember fungsional rendah dan produktivitas rendah Variabel (X), Skor Kriteria Frekuensi Prosentase 12 Ae 24 46,67% 25 Ae 36 53,33% Jumlah terdapat 6 orang. Dalam penelitian ini digunakan analisa data kuantitatif dengan menggunakan analisis KaiKuadrat atau Chi Square untuk mengetahui Sedangkan Terhadap Variabel (Y). Yaitu Produktivitas prosentase jawaban responden dari masing- Kerja Aparat Desa Badean Kecamatan masing kelompok . onflik fungsional tinggi dan Bangsalsari Kabupaten Jember renda. digunakan analisis deskriptif. Untuk Kriteria Frekuensi Prosentase 2Ae4 Rendah 36,67% 5Ae6 Tinggi 63,33% Jumlah Frekuensi Kategori Jawaban Responden Skor Signifikansi Hitung dengan Tabel C dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05 berdasarkan tabel C . abel harga kritis chi-kuadra. serta db = 1, maka harga kritis untuk XA tabel = 3,84. fungsional elit desa terhadap produktivitas Sedangkan hasil XA hitung diketahui sebesar 0,08 dengan ketentuan jika XA hitung lebih Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. besar atau sama dengan XA tabel berarti Ho Hal Desa Badean ditolak dan menerima H, dan jika XA tabel kesalahan pada dugaan awal peneliti, yang lebih besar atau sama dengan XA hitung berarti Ho diterima dan H. Karena XA hitung ternyata lebih kecil XA produktivitas kerja aparat desa di Desa tabel maka kesimpulannya adalah menerima Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Ho dan menolak H yang berarti Ay Tidak Jember. Ada Pengaruh Signifikan Antara Konflik Fungsional Elit Lokal Desa tinggi di Desa Badean tidak selalu dipengaruhi Kesimpulan dan saran Produktivitas kerja aparat desa yang Berdasarkan Saran Produktivitas Kerja Aparat DesaAy. Hal disebutkan sebelumnya, bahwa banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi produktivitas konflik fungsional elit lokal desa terhadap kelompok, komunikasi, tim-tim kerja, kekuasaan menggunakan rumus chi-kuadrat (XA) dan dan politik. Han ini perlu adanya permbaikan. analisis deskriptif terhadap tingkat konfilk fungsional dan tingkat produktivitas kerja aparat desa dapat disimpulkan bahwa: Hasil analisa XA yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa XA hitung sama dengan 0,08 pada taraf signifikansi 0,05 atau 95% lebih kecil dibandingkan dengan XA tabel sama dengan 3,84 . abel C) dengan taraf signifikansi yang sama. Maka diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada pengaruh yang signifikan dari konflik Daftar Pustaka