PENGABDIAN MASYARAKAT GAMBARAN AKTIVTIAS FISIK TERHADAP KADAR GLUKOSA PASIEN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PATUMBAK Dyna Grace Romatua Aruan1. Vivi Purwandari1. Hazijah Febriany2 Fakultas Sains. Teknologi dan Informasi. Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara, 20123. Indonesia Fakultas Pendidikan Vokasi. Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara, 20123. Indonesia Info Artikel Riwayat Artikel: Diterima: 15 Juni 2025 Direvisi: 20 Juni 2025 Diterima: 29 Juni 2025 Diterbitkan: 09 Juli 2025 Kata kunci: Glukosa. Darah. Diabetes Mellitus Penulis Korespondensi: Dyna Grace Romatua Aruan Email: 1245dynaaruan@gmail. Abstrak Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Glukosa yang berlebihan hiperglikemia, yang jika tidak dikendalikan dapat berkembang menjadi diabetes mellitus. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik terhadap kadar glukosa pasien lanjut usia penderita diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Patumbak tahun 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan menganalisis darah pasien yang terdiagnosis diabetes mellitus. Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi laboratorium medis serta membantu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien diabetes Jurnal ABDIMAS Mutiara e-ISSN: 2722-7758 Vol. 06 No. 02 Juli, 2025 (P292-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM DOI: https://10. 51544/jam. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi : Sistem Informasi Fakutas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau Berdasarkan data dari International Diabetes Federation (IDF), jumlah penderita diabetes terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia (IDF. Indonesia termasuk dalam sepuluh besar negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi di dunia, dan angka kejadian diabetes di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, 2. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan nasional karena diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan, dan amputasi (Kemenkes RI, 2. Glukosa yang berlebihan dalam darah dapat menyebabkan kondisi hiperglikemia, yang jika tidak dikendalikan dapat berkembang menjadi diabetes mellitus. Sebaliknya, kadar glukosa yang terlalu rendah atau hipoglikemia dapat menyebabkan kelemahan, pusing, hingga kehilangan kesadaran. Oleh karena itu, keseimbangan kadar glukosa darah sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh yang optimal (Audina dkk, 2. Otak, hati, dan pankreas adalah beberapa organ yang terlibat dalam pengaturan glukosa darah. Dua hormon utama yang berkontribusi terhadap pengendalian glukosa darah adalah insulin dan glukagon. Sementara glukagon meningkatkan sintesis glukosa di hati ketika kadar gula darah rendah, insulin membantu menurunkan kadar gula darah dengan mendorong penyerapan ke dalam sel. Selain itu, sistem saraf pusat merupakan komponen kunci dari mekanisme yang mengatur glukosa (Putra dkk, 2. Metode Metode harus disusun sebagai berikut: 1 Desain Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Kurangnya aktivitas fisik berperan penting dalam memperburuk kontrol kadar glukosa darah. Namun, kesadaran pasien akan pentingnya aktivitas fisik masih rendah. Oleh karena itu, penting dilakukan kegiatan ini untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik dan pengaruhnya terhadap kadar glukosa pasien DM Tipe 2 sebagai upaya promotif dan preventif di layanan primer seperti Puskesmas. 2 Pengaturan dan Sampel Tunjukkan kapan Pengabdian Masyarkat dilakukan pada bulan April sampai Mei 2025 dilakukan di Puskesmas Patumbak Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang. Dalam PKM ini yang akan menjadi populasi adalah seluruh pasien lanjut usia penderita diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas. 3 Intervensi . erlaku untuk studi eksperimenta. Jelaskan Intervensi yang dilakukan pada PKM ini adalah Penyuluhan dan Aktivitas fisik sederhana untuk pasien DM Tipe 2. 4 Pengukuran dan pengumpulan data Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan data sekunder yaitu dengan mengukur kadar glukosa darah pada pasien dengan mendata nama, jenis kelamin, dan pemeriksaan kadar gula setelah dilakukannya aktivitas fisik 5 Analisis data Data hasil pemeriksaan kadar glukoasa darah di Puskesmas Patumbak dilakukan dengan metode desktriptif. 6 Pertimbangan etika Jelaskan pertimbangan etis dari kegiatan ini, dengan merinci bagaimana persetujuan diperoleh dari partisipan. Hasil Bagian ini menyajikan hasil kegiatan dan menyatakan temuan-temuan yang signifikan, bukannya memberikan data dengan sangat rinci. Hasil pengabdian ini harus jelas dan ringkas. Hasil kegiatan dapat dilaporkan dalam bentuk teks dan dilengkapi dengan tabel, grafik . , dan bagan. Harap perkenalkan informasi dalam tabel, grafik . , dan bagan. Tabel 1. Hasil Sebelum dan Sesudah Melakukan Aktivitas Fisik Kode Usia Jenis Hasil . g/d. Sampel (Tahu. Kelami Sebelum Sesudah S11 S17 S18 S20 S21 S23 S25 S26 S28 S29 S31 S32 S33 S34 S36 S39 Sumber: Hasil PKM di Puskesmas Patumbak Berdasarkan Tabel 1. hasil dari sampel darah pasien Diabetes Mellitus yang melakukan aktivitas fisik dengan durasi 15 menit maka kadar glukosa darah pasien tersebut akan menurun. Berdasarkan keseluruhan sampel yaitu pasien lanjut usia penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 berdasarkan data dari Puskesmas Patumbak Tahun 2025. Gambar 1. Hasil Dengan Menggunakan Diagram Batang Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat di Puskesmas Patumbak bulan Mei Tahun 2025 yang dapat dilihat pada gambar 4. 2 dengan bentuk diagram batang dapat diketahui frekuensi kadar glukosa darah sebelum dan sesudah melakukan aktivitas fisik seperti senam yang dilakukan pada kegiatan ini yaitu bekerja untuk penurunan kadar glukosa darah pada pasien lanjut usia penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Pembahasan Aktivitas fisik pada penderita DM memiliki peranan yang sangat penting dalam Mengendalikan kadar gula dalam darah, dimana saat melakukan latihan fisik terjadi peningkatan pemakaian glukosa oleh otot yang aktif sehingga secara langsung dapat menyebabkan penurunan glukosa darah (Setia budi dkk, 2. Kadar glukosa darah yang dilakukan pada pengabdian ini rata-rata menurun dari 30 mg/dl sampai dengan 50 mg/dl. Berdasarkan hasil pengabdian ini dilaporkan setia budi dkk dengan judul Pengaruh aktivitas fisik terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM Di wilayah kerja puskesmas dewantara kabupaten aceh utara pada tahun 2023 diketahui bahwa distribusi frekuensi kadar gula darah sebagian besar berada pada kategori 117 mg/dl, 120 mg/dl, 158 mg/dl sebanyak 6 . ,6%) responden, dan yang paling sedikit kategori 300 mg/dl sebanyak 1 . ,3%) responden. Kesimpulan Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sudah dilakukan di Puskesmas Patumbak Tahun 2025 pada pasien lanjut usia penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Sebanyak 42 sampel yang digunakan, rata-rata hasil yang didapatkan adalah penurunan kadar glukosa 30 mg/dl sampai dengan 50 mg/dl. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada UPT Puskesmas Patumbak yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melakukan pengabdian masyarakat. Referensi