Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 347-359 DOI: https://doi. org/10. 55606/jurrimipa. Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Articulate Storyline Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa di Kelas Vi-2 MTs Nurul Islam Indonesia Medan Nilam Sari Simarmata Universitas Negeri Medan Korespondensi penulis: nilamsarisimarmata28@gmail. Nurhasanah Siregar Universitas Negeri Medan Abstract. This research aims to determine the validity, practicality, effectiveness and how the students' answers process in completing the conceptual understanding ability test of the developed Articulate Storyline. This type of research is ADDIE model development research. The subjects of this research were 15 students in class Vi-2. The research results showed that the validity of the media was 85% before revision and 98% after revision from material experts and 61. 67% before revision and 98% after revision from media experts on very valid criteria. The practicality of the media has met practical criteria, based on teacher responses obtained at 100% and from student responses obtained at 92. The effectiveness of the media has met the effective criteria in terms of classical student learning completeness reaching 86. 67%, use of research time in accordance with the RPP, and student response of 91. The N-Gain test result is 0. 70 in the high category. For the student answer process on the ability test . re-tes. it was 38. 89%, increasing to 46. 67% on the final ability test . ost-tes. Increasing students' ability to understand mathematical concepts strengthens the development of Articulate Storyline mathematics learning media in the classroom learning process. Keywords: Articulate Storyline. ADDIE Development Model. Understanding Mathematical Concepts Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan, keefektifan dan bagaimana proses jawaban siswa menyelesaikan tes kemampuan pemahaman konsep dari Articulate Storyline yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah 15 orang siswa kelas Vi-2. Hasil penelitian menunjukkan validitas media sebesar 85% sebelum revisi dan 98% setelah direvisi dari ahli materi dan sebesar 61,67% sebelum revisi dan 98% setelah direvisi dari ahli media pada kriteria sangat Kepraktisan media telah memenuhi kriteria praktis, berdasarkan respon guru diperoleh sebesar 100% dan dari respon siswa diperoleh sebesar 92,36%. Keefektifan media telah memenuhi kriteria efektif ditinjau dari ketuntasan belajar siswa secara klasikal mencapai 86,67%, penggunaan waktu penelitian sesuai dengan RPP, dan respon siswa sebesar 91,67%. Hasil uji N-Gain yaitu 0,70 pada kategori tinggi. Untuk proses jawaban siswa pada tes kemampuan . re-tes. sebesar 38,89% meningkat menjadi 46,67% pada tes kemampuan akhir . ost-tes. Peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa tersebut menjadi penguatan terhadap pengembangan media pembelajaran matematika Articulate Storyline dalam proses pembelajaran di kelas. Kata kunci: Articulate Storyline. Model Pengembangan ADDIE. Pemahaman Konsep Matematis LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan unsur terpenting dalam mewujudkan pertumbuhan dan perkembangan suatu bangsa yang bertujuan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membentuk karakter seseorang. Hal inilah yang mendorong seluruh lapisan masyarakat sangat memperhatikan perkembangan dunia pendidikan. Salah satu aspek terpenting yang ada didalam pendidikan adalah matematika. Matematika merupakan mata pelajaran yang dipelajari disetiap jenjang pendidikan mulai dari Received Oktober 07, 2023. Accepted Oktober 22, 2023. Published Januari 25, 2024 *Nilam Sari Simarmata, nilamsarisimarmata28@gmail. Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Articulate Storyline Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa di Kelas Vi-2 MTs Nurul Islam Indonesia Medan SD. SMP. SMA hingga perguruan tinggi. Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan ilmu pengetahuan, sains dan teknologi modern saat ini. Eksistensinya di dunia sangat dibutuhkan dan terus berkembang sejalan dengan tuntutan kebutuhan umat manusia, karena tidak ada kegiatan serta tingkah laku manusia yang terlepas dari matematika. Dengan berbagai peranannya menjadikan matemtika sebagai ilmu yang sangat penting. Seperti yang diungkapkan oleh Batubara . bahwa salah satu peranan matematika adalah sebagai sarana berfikir untuk mengantarkan para siswa agar dapat memahami konsep matematika yang sedang dipelajarinya. Berdasarkan peranan tersebut juga dijelaskan bahwa kemampuan pemahaman konsep merupakan hal terpenting yang harus dicapai terlebih dahulu dalam belajar. Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa adalah salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar Menurut Yunita, et al . bahwa pentingnya untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dalam pendidikan adalah bahwa pemahaman konsep matematis merupakan salah satu tujuan penting dalam pembelajaran matematika yaitu dengan memberikan pengertian bahwa materi-materi yang diajarkan bukan hanya sebatas hafalan-hafalan saja namun lebih dari itu karena dengan pemahaman siswa dapat lebih mengerti akan konsep materi pelajaran itu Berdasarkan hasil wawancara dengan Guru Matematika dan hasil tes diagnostic yang diberikan di kelas Vi-2 MTs Nurul Islam Indonesia Medan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal matematika dikarenakan kurangnya minat siswa dalam belajar matematika serta kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang masih rendah. Beliau juga mengungkapkan bahwa pembelajaran matematika masih berpusat pada guru yang membuat siswa kurang aktif selama pembelajaran matematika berlangsung. Dan juga dikarenakan penggunaan media pembelajaran masih belum optimal disekolah. Pengoptimalan dan penggunaan media yang tepat merupakan sarana untuk mengefektifkan proses penyampaian materi pelajaran kepada siswa. Siswa diharapkan menjadi lebih mudah dalam memahami materi yang disampaikan. Salah satu media pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa adalah Articulate Storyline. Untuk mendukung pendapat tersebut, dari hasil penelitian Sesilia dan Manurung terlihat bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sudah layak digunakan sebagai media pembelajaran pada materi bangun ruang sisi datar kubus dimana dari hasil validasi materi dengan persentase 75% kategori layak dengan aspek penilaian materi, bahasan serta penelitian dan hasil validasi media dengan persentase 76,71% kategori layak dengan aspek penilaian JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 347-359 tampilan, audio, isi, dan kemudahan penggunaan. Media yang dikembangkan juga praktis melalui hasil pengukuran kepraktisan yaitu memperoleh hasil 81,32% dengan kategori sangat Dan juga hasil pengukuran peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan tes memperoleh hasil 0,59 dengan kategori sedang menggunakan ujiAegain. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Articulate Storyline 3 yang dikembangkan sudah layak dan praktis, dan mampu meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. KAJIAN TEORIRTIS Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Kemampuan pemahaman konsep matematis merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa disetiap jenjang pendidikan. Sejalan dengan pendapat Novalinda & Suherman . yaitu kemampuan pemahaman konsep dapat diartikan sebagai kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa sehingga dapat mengerti ide-ide dari materi pembelajaran. Indikator kemampuan pemahaman konsep menurut Peraturan Dirjen Dikdasmen Depdiknas No. 506/C/Kep/PP/2004 mengklasifikasikan objek menurut sifat-sifat tertentu . esuai dengan konsepny. contohb dan bukan contoh dari konsep. menyajikan konsep dalam berbagai represntasi mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep. memanfaatkan dan memilikih prosedur atau operasi tertentu. serta mengaplikasikan konsep kedalam pemecahan masalah. Penelitian Pengembangan Model ADDIE Penelitian dan pengembangan adalah proses pengembangan dan validasi suatu produk pendidikan dimana produk pendidikan yang dihasilkan tersebut tidak selalu berbentuk buku teks, film pendidikan dan sebagainya namun bisa saja berbentuk prosedur atau proses pembelajaran seperti metode mengajar atau metode mengorganisasi pembelajaran (Sanjaya. Penelitian dan pengembangan media pembelajaran ialah proses menciptakan dan mengembangan suatu media pembelajaran melalui proses penelitian yang sedemikian rupa sehingga menghasilkan media pembelajaran yang valid dan layak digunakan dalam proses Model ADDIE adalah model pengembangan yang dipopulerkan pada tahun 1990-an oleh Reiser dan Mollenda. ADDIE merupakan akronim dari Analysis-DesignDevelop-Implement-Evaluate. Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Articulate Storyline Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa di Kelas Vi-2 MTs Nurul Islam Indonesia Medan Media Pembelajaran Articulate Storyline Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), media dapat diartikan sebagai alat atau sarana komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster dan sepanduk. Media pembelajaran merupakan media dalam kegiatan pembelajaran yang memberikan efisiensi dan interaksi. Penggunaan media dalam proses pembelajaran diharapkan dapat membantu guru dalam memberikan visualisasi dan interaksi dalam pembelajaran sehingga siswa merasa lebih tertarik dan mudah dalam memahami materi pembelajaran (Nurfadhillah et al, 2. Media pembelajaran mengalami perkembangan dan kemajuan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Media pembelajaran interkatif adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana penyampaian pesan atau materi pelajaran yang dirancang untuk meningkatkan perhatian, minat, pikiran dan peran siswa dalam kegiatan pembelajaran dimana siswa dapat berinteraksi secara aktif dalam menggunakan media pembelajaran tersebut. Salah satu media pembelajaran interaktif yang saat ini mudah digunakan dalam media pembelajaran adalah aplikasi Articulate Storyline. Articulate storyline adalah media pembelajaran berbasis IT dalam bentuk software yang diluncurkan pada tahun 2014 dimana software ini memiliki kemampuan yang dapat menggabungkan slide, flash . , video dan karakter animasi menjadi satu. Didalam articulate storyline terdapat beberapa template yang cukup menarik sehingga bisa mempersingkat waktu pembuatannya. Menurut Novianita . articulate storyline merupakan sebuah software e-learning yang berfungsi dalam membantu membangun konten pembelajaran interaktif dimana articulate storyline ini dapat menciptakan sebuah presentasi dengan menggunakan semua alat dan elemen yang berbeda dan dapat bekerja dengan berbagai media seperti audio dan video serta dapat menggunakan fasilitas stoyline quiz dan dapat dipublikasikan project yang telah dibuat tersebut. Articulate storyline merupakan perangkat computer yang memiliki fungsi dalam menyusun slide presentasi. Namun berdasarkan Articulate Support diketahui bahwa penggunaan articulate storyline bukanlah pengembangan dari Microsoft Powerpoint. Articulate storyline lebih ke dalam penerapan e-learning. Hasil publikasi articulate storyline dapat berupa media berbasis web . atau dalam bentuk application file yang bisa dijalankan pada berbagai perangkat seperti komputer, laptop, tablet dan smartphone. (Sapitri dan Bentri, 2. JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 347-359 METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di MTs Nurul Islam Indonesia Medan yang terletak di Jalan Megawati No. 20B Medan pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas Vi-2 MTs Nurul Islam Indonesia Medan yang berjumlah 15 orang. Sedangkan objek penelitian ini adalah media pembelajaran matematika articulate storyline yang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas Vi-2 MTs Nurul Islam Indonesia Medan Tahun Ajaran 2023/2024 dengan materi bangun ruang sisi datar kubus. Jenis penelitian ini adalah adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation, dan Evaluatio. Adapun instrumen penelitian ini mencakup soal tes kemampuan pemahaman konsep matematis, angket validasi ahli media dan ahli materi, angket kepraktisan respon guru dan siswa serta angket keefektifan dari respon siswa. Instrument penelitian ini digunakan untuk mengukur fenomena alam ataupun fenomena sosial yang diamati (Sugiyono, 2. Prosedur model pengembangan ADDIE yang dimodifikasi peneliti adalah Gambar 1. Prosedur Penelitian Pengembangan Model ADDIE Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistic deskripif kualitatif yang diperoleh dari tes dan angket yang diberikan. Analisis Data Tes Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Analisa data dilakukan setelah tes diberikan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan pemahaman konsep matematis siwa yang dilihat dari peningkatan tiap indikator dan analisis n-gain. Dimana kriteria n-gain yang ditetapkan adalah sebagai berikut: Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Articulate Storyline Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa di Kelas Vi-2 MTs Nurul Islam Indonesia Medan Tabel 1. Kriteria N-Gain Nilai N-Gain Kriteria yci Ou 0,7 Tinggi 0,3 O yci < 0,7 Sedang yci < 0,3 Rendah Analisis Data Kevalidan Media Pembelajaran Analisa data validasi ahli media dan ahli materi dilakukan untuk menentukan kevalidan media pemberian skor menggunakan skala likert. Penilaian kevalidan media dianalisis dengan menggunakan rumus berikut: ycE= OcycU y 100% ycA Dengan kriteria kevalidan media sebagai berikut: Tabel 2. Kriteria Kevalidan Media Pembelajaran Kriteria Kategori Keterangan 81% Oe 100% Sangat Valid Sangat layak digunakan 61% Oe 80% Valid Layak digunakan 41% Oe 60% Kurang Valid Kurang layak digunakan 0% Oe 40% Tidak Valid Tidak layak digunakan Analisis Data Kepraktisan Media Pembelajaran Analisa data respon guru dan siswa dilakukan untuk menentukan kepraktisan media. Penilaian kepraktisan media dianalisis dengan menggunakan rumus berikut: ycE= OcycU y 100% ycA Dengan kriteria kepraktisan media sebagai berikut: Tabel 3. Kriteria Kepraktisan Media Pembelajaran Kriteria Oe 100% 61% Oe 80% Kategori Keterangan Sangat Praktis Dapat digunakan tanpa revisi Praktis Dapat digunakan dengan revisi kecil 41% Oe 60% Kurang Praktis Disarankan untuk tidak digunakan 0% Oe 40% Tidak Praktis Tidak dapat digunakan JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 347-359 Analisis Data Keefektifan Media Pembelajaran Analisa data keefektifan media dapat dilihat dari ketuntasan belajar siswa secara klasikal, angket respon siswa terhadap media pembelajaran yang dikembangkan dan pencapaian waktu pembelajaran minimal sama dengan pembelajaran biasa. Ketuntasan Nilai Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa secara Klasikal Kefektifan media pembelajaran yang dikembangkan terkait dengan pemahaman konsep matematis siswa ditentukan berdasarkan ketuntasan nilai kemampuan pemahaman konsep matematis siswa secara klasikal. Yang menjadi acuan terhadap tercapainya ketuntasan adalah Kiteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan oleh sekolah yaitu 75. Siswa dikatakan telah tuntas belajar jika memiliki nilai sama dengan atau lebih dari 75. Respon Siswa Lembar respon berupa angket keefektifan media ini digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa mengenai kualitas penggunaan media pembelajaran saat pembelajaran berlangsung. Penilaian keefektifan media dianalisis dengan menggunakan rumus berikut: ycE= OcycU y 100% ycA Dengan kriteria keefektifan media sebagai berikut: Tabel 4. Kriteria Keefektifan Media Pembelajaran Kriteria Kategori Keterangan 81% Oe 100% Sangat Efektif 61% Oe 80% Efektif Dapat digunakan dengan revisi kecil 41% Oe 60% Kurang Efektif Disarankan untuk tidak digunakan 0% Oe 40% Tidak Efektif Tidak dapat digunakan Dapat digunakan tanpa revisi . Pencapaian Waktu Pembelajaran Waktu pembelajaran yang digunakan saat implementasi terhadap media pembelajaran interaktif yang telah dikembangkan kemudian dianalisis apakah telah mencapai minimal pencapaian tujuan pembelajaran saat pembelajaran biasa di dalam Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Articulate Storyline Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa di Kelas Vi-2 MTs Nurul Islam Indonesia Medan Analisis Data Proses Jawaban Siswa Data proses jawaban siswa pada tes kemampuan pemahaman konsep matematis siswa selanjutnya dianalisis. Persentase ketuntasan PJS (Proses Jawaban Sisw. dihitung dengan OcycU menggunakan rumus berikut: ycE = ycA y 100% Dengan kriteria proses jawaban siswa sebagai berikut: Tabel 5. Kriteria Proses Jawaban Siswa Kriteria 81% O PJS O 100% 61% O PJS < 80% 31% O PJS < 60% PJS O 30% Kategori Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Indikator Keberhasilan Penelitian Hasil analisis data atas tindakan yang dilakukan merupakan dasar bagi penarikan kesimpulan penelitian. Adapun indikator keberhasilan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 6. Indikator Keberhasilan Penelitian Aspek Hasil media Kemampuan Proses penyelesaian Ou60% siswa dalam kategori Sedang Ae tinggi jawaban siswa minimal baik Kriteria Keberhasilan yang Media yang dihasilkan minimal berada pada kriteria valid, praktis dan efektif Ou85% siswa dalam kategori baik konsep dengan nilai KKM 75 Hasil C Valid - sangat valid C Praktis - sangat praktis C Efektif - sangat efektif Sedang Ae tinggi HASIL DAN PEMBAHASAN Kevalidan Media Pembelajaran Tabel 7. Hasil Kevalidan Media Pembelajaran Hasil Validasi Rata-Rata Persentase Kategori Sangat Valid Kualitas Isi. Evaluasi/Latihan Soal. Kebahasaan, dan Efek bagi Strategi Pembelajarn Tampilan. Kebahasaan. Penyajian Materi dan Efek bagi Strategi Pembelajaran Komponen RPP dan Kegiatan Pembelajaran Sangat Valid 96,15% Sangat Valid Pre-Test Soal dan Bahasa Sangat Valid Post-Test Soal dan Bahasa Sangat Valid Ahli Materi Ahli Media RPP Aspek Penilaian JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 347-359 Berdasarkan tabel diatas, diperoleh bahwa rata-rata kevalidan media pembelajaran Articulate Storyline yang dikembangkan telah memenuhi kategori sangat valid dari segi media, materi. RPP, pre-test dan post-test yang disajikan. Dengan demikian, media pembelajaran Articulate Storyline yang dikembangkan telah layak digunakan dalam proses pembelajaran. Kepraktisan Media Pembelajaran Tabel 8. Hasil Kepraktisan Media Pembelajaran Hasil Penilaian Kepraktisan Rata-Rata Persentase Kategori Guru Siswa 92,36% Sangat Praktis Sangat Praktis Berdasarkan tabel diatas, diperoleh bahwa rata-rata kepraktisan media pembelajaran Articulate Storyline yang dikembangkan telah memenuhi kategori sangat praktis melalui tahap implementasi yang dilakukan oleh guru dan siswa dilapangan. Dengan demikian, media pembelajaran Articulate Storyline yang dikembangkan dinyatakan praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Keefektifan Media Pembelajaran . Ketuntasan Nilai Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa secara Klasikal Tabel 9. Ketuntasan Nilai Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa secara Klasikal Tes Awal (Pretes. Kategori Jumlah Siswa Tuntas Tidak Tuntas Jumlah Persentase Ketuntasan Klasikal Tes Akhir (Postes. Jumlah Siswa Persentase Ketuntasan Klasikal 86,67% 13,33% Berdasarkan tabel diatas, rata-rata ketuntasan belajar klasikal setelah implementasi media pembelajaran Articulate Storyline yang dikembangkan mencapai 86,67% atau lebih besar dari standar minimal yang ditetapkan yaitu 85%. Sehingga berdasarkan data ketuntasan belajar siswa secara klasikal, media pembelajaran Articulate Storyline dinyatakan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Articulate Storyline Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa di Kelas Vi-2 MTs Nurul Islam Indonesia Medan . Respon Siswa Diperoleh skor rata-rata respon siswa setelah implementasi Articulate Storyline yang dikembangkan mencapai 91,67% atau lebih besar dari standar minimal yang ditetapkan yaitu 80%. Sehingga, berdasarkan data yang diperoleh maka media Articulate Storyline dinyatakan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Pencapaian Waktu Pembelajaran Pencapaian waktu pembelajaran dua kali pertemuan atau 3 x 40 menit yang tidak ada bedanya dengan pencapaian waktu pembelajaran biasa. Dengan demikian, pencapaian waktu pembelajaran menggunakan media pembelajaran matematika Articulate Storyline sama dengan pembelajaran biasa. Hal ini sesuai dengan kriteria waktu pembelajaran biasa, dengan demikian pencapaian waktu pembelajaran pada implementasi media sudah efektif. Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Tiap Indikator Tabel 10. Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Tiap Indiaktor Indikator Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Menyatakan ulang sebuah konsep Memberi contoh dan bukan contoh Mengaplikasikan pemecahan masalah Pre-Test Post-Test Berdasarkan tabel diatas, diperoleh hasil bahwa rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematis siwa sudah meningkat. Dimana rata-rata post-test lebih tinggi dari rata-rata pre-test. Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Berdasarkan N-Gain Tabel 11. Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Berdasarkan N-Gain Banyak Besar Gain Kategori G > 0,7 Tinggi 0,3 O g O 0,7 Sedang G < 0,3 Rendah Jumlah Siswa Persentase Rata-rata Gain 0,70 Berdasarkan tabel diatas, diperoleh peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa saat sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran matematika articulate storyline. Nilai N-Gain yang diperoleh dari hasil tes kemampuan pemahaman konsep JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 347-359 adalah 0,70 dengan kriteria N-Gain tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran matematika articulate storyline yang telah dikembangkan berdampak pada peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas Vi-2 MTs Nurul Islam Indonesia Medan. Peningkatan Proses Jawaban Siswa . Peningkatan Proses Jawaban Siswa Pre-Test Tabel 12. Peningkatan Proses Jawaban Siswa Pre-Test Jawaban Indikator Kemampuan Indikator Indikator Indikator Soal PPJ Pemahaman Konsep terpenuhi terpenuhi terpenuhi Menyatakan ulang 13 siswa 2 siswa sebuah konsep Memberi contoh dan bukan contoh 4 siswa 5 siswa 6 siswa 33,33% dari konsep Mengaplikasikan konsep kedalam 2 siswa 7 siswa 6 siswa 33,33% Rata Ae Rata PPJ 38,89% Kategori Kurang baik Kurang baik Kurang baik Kurang Baik . Peningkatan Proses Jawaban Siswa Post-Test Tabel 13. Peningkatan Proses Jawaban Siswa Post-Test Jawaban Indikator Kemampuan Indikator Indikator Indikator Soal PPJ Pemahaman Konsep terpenuhi terpenuhi terpenuhi Menyatakan ulang 9 siswa 8 siswa 56,67% sebuah konsep Memberi contoh dan bukan contoh 13 siswa 2 siswa dari konsep Mengaplikasikan konsep kedalam 6 siswa 7 siswa 2 siswa 33,33% Rata Ae Rata PPJ 46,67% Kategori Kurang baik Kurang baik Kurang baik Kurang Baik Berdasarkan hasil analisis jawaban siswa pada kemampuan pemahaman konsep matematis yang dilakukan pada pre-test dan post-test diperoleh hasil persentase peningkatan sebesar 7,78%. Dimana pada pre-test rata-rata tingkat proses jawaban siswa sebesar 38,89% dan pada post-test sebesar 46,67%. Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Articulate Storyline Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa di Kelas Vi-2 MTs Nurul Islam Indonesia Medan Keberhasilan Penelitian Tabel 14. Keberhasilan Penelitian Aspek Kriteria Keberhasilan Hasil Keterangan Hasil media Media yang dihasilkan C Diperoleh persentase sebesar Indikator keberhasilan minimal berada pada 98% pada kategori sangat sudah tercapai kriteria valid, praktis valid untuk ahli materi dan dan efektif ahli media C Diperoleh persentase sebesar 100% pada kategori sangat praktis untuk penilain guru dan 92,36% untuk respon C Diperoleh persentase sebesar 86,67% untuk ketuntasan nilai TKPKM dan 91,67% untuk respon siswa pada kategori sangat efektif Kemampuan Proses jawaban siswa Ou85% siswa dalam Jumlah siswa yang mencapai kategori baik dengan nilai sebanyak 13 dari 15 orang nilai KKM Ou75 siswa atau rata-rata persentase sebesar 86,67% Ou60% siswa dalam Jumlah siswa yang mencapai kriteria minimal baik adalah 14 kategori minimal baik dari 15 siswa atau rata-rata persentasenya itu 93,33%. Indikator keberhasilan sudah tercapai Indikator keberhasilan sudah tercapai Berdasarkan tabel diatas, diperoleh hasil bahwa semua indikator keberhasilan yang ditetapkan sudah tercapai. Dengan demikian, berdasarkan hasil pendeskripsian yang telah diuraikan diatas diperoleh bahwa media pembelajaran Articulate Storyline yang dikembangkan dapat membantu guru dan siswa dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa karena telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Dan berdasarkan data proses jawaban siswa yang diperoleh maka pengembangan media Articulate Storyline juga dapat meningkatkan kualitas proses jawaban siswa terkait dengan tes kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini dapat dikemukakan beberapa kesimpulan yaitu media pembelajaran Articulate Storyline yang dikembangkan telah memenuhi kriteria sangat layak atau sangat valid dari ahli validasi ahli media dan ahli materi. Media Articulate Storyline yang dikembangkan juga telah memenuhi kriteria sangat praktis JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 347-359 yang ditinjau dari respon guru dan respon siswa. Dan juga telah memenuhi kriteria sangat efektif yang ditinjau dari ketuntasan belajar siswa secara klasikal, penggunaan waktu penelitian sesuai dengan rencana pelaksanaan dan respon siswa. Selain itu, proses jawaban siswa dalam menyelesaikan tes kemampuan pemahaman konsep matematis dengan pengembangan media Articulate Storyline dikelas Vi-2 MTs Nurul Islam Indonesia Medan juga berkategori baik. Adapun saran yang dapat diberikan untuk dijadikan masukan yaitu, media Articulate Storyline yang dikembangkan dapat dimanfaatkan pendidik untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siwa, media yang dikembangkan tersebut juga masih perlu diujicobakan kesekolah-sekolah lain dengan berbagai kondisi dan melakukan perbaikanperbaikan lagi agar diperoleh media pembelajaran yang lebih berkualitas. DAFTAR REFERENSI Batubara. Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Autograph dan Geogebra di SMA Freemethodist Medan. Jurnal of Education and Science. : 47-54. Novalinda. , & Suherman. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas Vi SMP Negeri 3 Batanghari. Jurnal Edukasi dan Penelitian Matematika. : 95-100 Novianita. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android Menggunakan Articulate Storyline Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar. Universitas Negeri Medan. Nurfadhillah. Rachmadani. Salsabila. Yoranda. Savira. , & Oktaviani, . Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Android Melalui Aplikasi Quiziz Pada Pelajaran Matematika VI SDN Karang Tengah. Pensa: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial. : 280-296. Sanjaya. Penelitian Pendidikan: Jenis. Metode dan Prosedur. Bandung: Kencana Prenada Media Group. Sapitri. , & Bentri. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Articulate Storyline pada Mata Pelajaran Ekonomi kelas X. Inovtech. : 1-8 Sesilia. , & Manurung. Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Articulate Storyline 3 Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Di SMP Swasta Katolik Budi Murni 2 Medan. Inspiratif: Jurnal Pendidikan Matematika. : 52-66. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Yunita. Sovia. , & Hamdunah. Pemahaman Konsep Matematis Siswa Menggunakan Buku Teks Dengan Pendekatan. Jurnal Elemen. : 261-269