Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Optimalisasi Keuangan UMKM Batako Simbah Melalui Penerapan Laporan Sederhana Dan Digitalisasi Excel Fiqih Kirana Dwi Murti1. Rosati Wahdana2. Sumaryanto3 Program Studi Akuntansi. Universitas Ahmad Dahlan. Yogyakarta. Indonesia Email korespondensi: sumaryanto@uad. ABSTRAK UMKM memiliki kontribusi yang signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, meskipun banyak di antaranya masih mengalami kesulitan dalam hal pengelolaan keuangan yang rapi dan sistematis. UMKM Batako Simbah merupakan contoh pelaku usaha yang belum menerapkan sistem pencatatan keuangan secara optimal. Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan melalui pelatihan penyusunan laporan sederhana dan digitalisasi dengan memanfaatkan Microsoft Excel. Metode yang diterapkan mencakup observasi lapangan, penyampaian materi, pelatihan teknis, serta pendampingan secara Hasil dari kegiatan ini memperlihatkan bahwa pelaku usaha mulai menyadari pentingnya pencatatan keuangan, mampu menyusun laporan laba rugi, serta menghitung harga pokok produksi secara mandiri. Penerapan pencatatan digital dengan Excel terbukti meningkatkan efisiensi, akurasi, dan akuntabilitas data keuangan. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal menuju sistem pengelolaan keuangan UMKM yang lebih profesional dan berorientasi pada Kata kunci: UMKM, laporan keuangan, digitalisasi ABSTRACT Abstrak: MSMEs contribute significantly to the growth of the national economy, although many still face challenges in managing their finances in an orderly and structured manner. Batako Simbah MSME is one example of a business actor that has not yet implemented an adequate financial recording system. This activity aims to optimize financial management through training in basic financial reporting and digitalization using Microsoft Excel. The methods used include observation, material presentation, technical training, and intensive mentoring. The results show that business owners have begun to understand the importance of financial recording, are able to prepare income statements, and calculate the cost of goods manufactured independently. The use of Excel for digital financial records has proven to improve the efficiency, accuracy, and accountability of financial information. This activity is expected to be the first step toward more professional financial management practices within MSMEs, with a long-term focus on Keywords: MSMEs, financial reporting, digitalization Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil. Menengah (UMKM) kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan ekonomi nasional. Selain perannya dalam meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB). UMKM juga berperan penting dalam menyediakan lapangan kerja, terutama di daerah Menurut Laporan (Kadin Indonesia 2. terdapat sekitar 66 juta pelaku UMKM di Indonesia yang menyumbang sekitar 61% terhadap PDB nasional, atau senilai kurang lebih Rp 580 triliun, serta menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 97% tenaga Namun, di balik kontribusi besar tersebut, masih banyak UMKM yang menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan yang baik dan sistematis (Yoga Bakti Pamungkas 2. (Jeni Wardi. Gusmarila Eka Putri 2. , menyatakan bahwa keberhasilan UMKM dalam dipengaruhi oleh pengelolaan keuangan Pencatatan keuangan yang rapi dapat mengontrol arus kas, menghitung laba rugi dan Menyusun perencanaan usaha secara lebih terarah. Namun pada kenyataannya, sebagian besar UMKM di Indonesia masih melakukan pencatatan secara sederhana dan sering kali tidak terdokumentasi dengan baik (Evada Dewata. Yuliana Sari, and Hadi Jauhari Ketidakteraturan ini dapat menyulitkan pelaku usaha memahami kondisi keuangan dan menghambat akses pembiayaan. Seiring berkembangnya teknologi, penerapan digitalisasi dalam pencatatan keuangan menjadi solusi yang efisien keuangan UMKM. (Nur Atika Yuniarti et Vol. 9 No. Mei 2025 keuangan digital dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan akses informasi keuangan secara waktu nyata. Penerapan pencatatan digital melalui perangkat yang sederhana, seperti memungkinkan pencatatan transaksi harian dilakukan secara langsung dan otomatis oleh pelaku usaha. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk merespons temuan di lapangan, khususnya pada UMKM Batako Simbah, yang menghadapi permasalahan berikut: belum adanya sistem pencatatan keuangan yang baik, belum pernah menyusun laporan keuangan, tidak memanfaatkan aplikasi pencatatan digital, serta belum menetapkan harga berdasarkan perhitungan biaya produksi. Kebaruan dari artikel ini terletak pada penerapan pendekatan pelatihan yang mengombinasikan penyusunan laporan manual dengan digitalisasi sederhana berbasis Microsoft Excel, yang jarang diterapkan pada UMKM skala mikro di sektor produksi. Pendekatan mempermudah pencatatan, tetapi juga mendorong transformasi digital secara bertahap dan terukur. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan proses pendampingan UMKM Batako Simbah mengembangkan sistem pencatatan keuangan yang rapi, akuntabel, dan digital, guna mendukung keberlanjutan usaha. METODE PELAKSANAAN Kegiatan ini dilaksanakan di UMKM Batako Simbah yang berlokasi di Jalan Palagan Tentara Pelajar No. Desa Sedan. Sleman. Usaha ini bergerak di bidang produksi batako, dengan pemilik usaha sebagai peserta Metode pengabdian yang digunakan merupakan gabungan antara pelatihan, pendampingan teknis, dan difusi ipteks, yang bertujuan untuk Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) keuangan secara manual dan digital. Data wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi kegiatan. Wawancara digunakan untuk mengetahui kondisi pencatatan yang sedang berjalan, sedangkan observasi digunakan untuk melihat kebiasaan pengelolaan keuangan di lapangan. Dokumentasi mencatat perubahan yang terjadi selama proses Tahapan kegiatan terdiri dari: Observasi dan wawancara awal. Pemaparan pentingnya pencatatan keuangan dan pengelolaan arus kas berdasarkan SAK EMKM. Pelatihan teknis penyusunan laporan sederhana dan pengenalan Excel sebagai alat bantu pencatatan digital. Pendampingan menyusun laporan laba rugi, menghitung HPP, dan membuat Materi kegiatan disusun oleh tim sederhana dan template Excel, yang dibagikan kepada peserta secara cetak dan digital. Satu modul dan satu template diberikan untuk masing-masing pelaku Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui pengamatan terhadap kemampuan peserta dalam mencatat transaksi dan menyusun laporan secara Analisis data dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan secara deskriptif. Metode ini mengadaptasi pendekatan pelatihan berbasis Excel dari (Nur Atika Yuniarti et al. , dengan modifikasi pada penyederhanaan materi agar sesuai dengan kebutuhan dan latar belakang pelaku UMKM sektor produksi. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan interaksi langsung dengan UMKM Batako Simbah di Desa Sedan, diketahui Vol. 9 No. Mei 2025 bahwa pencatatan keuangan masih dilakukan secara manual, sederhana, dan belum terstruktur. Dimana Transaksi pengeluaran tidak terdokumentasi secara tertulis, dan pemanfaatan teknologi dalam pencatatan belum diterapkan. Oleh karena itu, kami memberikan Solusi untuk memperkenalkan Microsoft Excel kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan keteraturan pencatatan, akurasi informasi keuangan, serta menganalisis kondisi keuangan secara Kegiatan yang dilaksanakan 1 Pemaparan Materi Pemaparan materi kepada pemilik UMKM Batako Simbah dilaksanakan secara langsung di lokasi usaha dengan tujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap pentingnya pencatatan keuangan yang rapi dan teratur dalam mendukung kelancaran operasional usaha. Dalam kegiatan ini, materi yang diberikan mencakup dasardasar pencatatan keuangan, antara lain manfaat pencatatan, cara mencatat pemasukan dan pengeluaran harian, langkah-langkah laporan keuangan sederhana seperti laporan laba rugi. Selain itu, sebagai bagian dari pencatatan keuangan, kami turut memperkenalkan penggunaan aplikasi Microsoft Excel sebagai alat bantu pencatatan digital. Dalam pemaparan ini, pelaku usaha diajarkan cara menggunakan Excel untuk membuat format pembukuan sederhana, mencatat transaksi harian, serta menghitung total pemasukan, pengeluaran, dan laba secara otomatis. Penggunaan Excel efisiensi dan akurasi pencatatan, serta menjadi awal adaptasi menuju sistem Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Selama kegiatan berlangsung. UMKM antusiasme yang tinggi. Beliau aktif bertanya dan menunjukkan ketertarikan khusus pada bagaimana pencatatan keuangan dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan usaha, seperti penentuan harga jual, perencanaan kebutuhan modal. Respons positif ini menjadi indikasi bahwa kegiatan pemaparan tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga memotivasi pelaku usaha untuk mulai menerapkan pencatatan keuangan secara lebih teratur dan modern. Vol. 9 No. Mei 2025 semen, biaya transportasi, hingga penyusutan alat dan bangunan. Hasil dari pencatatan ini kemudian disusun dalam bentuk laporan laba rugi periode Juni 2025, yang menunjukkan adanya pendapatan usaha sebesar Rp6. dan total biaya usaha sebesar Rp4. Dari selisih tersebut. UMKM Batako Simbah memperoleh laba bersih sebesar Rp2. Gambar 1. Pemaparan Materi Kepada Pelaku UMKM Gambar 2. Pelatihan Oleh Pemilik UMKM 2 Pelatihan Teknis Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola keuangan, tim pendamping melakukan pelatihan teknis yang berfokus pada pencatatan transaksi harian secara praktis dan relevan dengan kondisi usaha Batako Simbah. Pelatihan ini tidak hanya menjelaskan pentingnya mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga mengajarkan bagaimana menyusun laporan laba rugi secara sederhana sebagai alat evaluasi usaha. Selama pendampingan, pelaku usaha diajak untuk mencatat seluruh aktivitas keuangan usaha secara kronologis, mulai dari penjualan batako, pembelian bahan baku seperti pasir dan Gambar 3. Cashflow Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 . Analisis Hasil Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) Gambar 4. laporan laba Rugi Agar pencatatan dapat dilakukan Microsoft Excel. Pelatihan mencakup cara membuat format pencatatan otomatis menggunakan rumus sederhana agar dapat menghitung total pemasukan dan pengeluaran secara instan. Excel juga dimanfaatkan untuk menyusun laporan berkala yang dapat membantu pelaku usaha melihat perkembangan keuangan secara lebih terstruktur. Format ini dirancang agar tetap sederhana dan fleksibel sesuai kebutuhan UMKM, tambahan berbayar. Gambar 5. Analisis Harga Pokok Produksi Dalam kegiatan pendampingan, tim membantu pemilik UMKM Batako Simbah untuk menghitung harga pokok produksi (HPP), yaitu seluruh biaya yang dibutuhkan selama proses pembuatan batako. Berdasarkan hasil perhitungan, dalam kurun waktu lima bulan usaha ini mengeluarkan biaya sekitar Rp22. 000 Jumlah tersebut mencakup pengadaan bahan baku seperti pasir dan semen sebesar Rp16. 000, serta biaya tambahan lain seperti transportasi dan Rp5. Karena karyawan hanya mengangkut batako, maka tidak dimasukkan sebagai biaya tenaga kerja langsung dalam Selanjutnya, dilakukan simulasi untuk menghitung harga jual per unit batako berdasarkan jumlah produksi. Jika diasumsikan produksi sebanyak 1. 000 batako, maka biaya produksi per unit adalah Rp2. Dengan menetapkan harga jual sebesar 3 Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Sebagai bentuk tindak lanjut pendampingan intensif kepada UMKM Batako Simbah dalam menyusun laporan keuangan. Pendampingan ini bertujuan untuk mengintegrasikan pencatatan manual yang selama ini dilakukan ke dalam sistem digital yang lebih terstruktur dan mudah dianalisis. Berdasarkan keuangan yang telah tim susun, diperoleh hasil sebagai berikut: Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Rp3. 400 per unit, usaha ini diperkirakan memperoleh laba bersih Rp1. 161 untuk setiap batako, atau Rp1. 000 untuk 1. Melalui perhitungan ini, pemilik usaha menjadi lebih paham bahwa harga jual sebaiknya tidak hanya mengikuti harga pasar, tetapi perlu disesuaikan dengan biaya produksi Selain itu, dokumen HPP ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi efisiensi usaha dan merancang strategi pengembangan depannya, seperti menentukan target produksi atau menyesuaikan harga jual saat terjadi perubahan biaya. Vol. 9 No. Mei 2025 jumlah biaya yang dikeluarkan selama periode usaha berlangsung. Sebagai tindak lanjut dari pelatihan dan pendampingan, tim melakukan penyusunan laporan laba rugi untuk UMKM Batako Simbah selama periode Januari hingga Mei Tujuan dari laporan ini adalah untuk membantu pemilik usaha mengetahui perbandingan antara total pendapatan yang diperoleh dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama periode usaha berlangsung. Berdasarkan hasil pencatatan, total penjualan dalam kurun waktu Rp34. Sementara itu, biaya keseluruhan untuk proses produksi batako, yang dikenal sebagai Harga Pokok Produksi (HPP), mencapai Rp22. Nilai mencakup pengeluaran untuk bahan baku serta biaya operasional seperti transportasi dan penyusutan aset. Karena proses produksi tidak melibatkan tenaga kerja langsung, maka komponen biaya tenaga kerja perhitungan HPP. Dengan demikian, diperoleh laba bersih sebesar Rp11. selama periode tersebut. Hasil ini pengelolaan biaya produksi dan potensi keuntungan yang dapat Laporan UMKM memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sistematis dan manfaat laporan laba rugi dalam menilai kinerja usaha secara Selain itu, laporan tersebut dapat menjadi dokumen pendukung dalam pengajuan pembiayaan, kerja sama, dan pemenuhan standar akuntansi SAK EMKM. Analisis Laporan Laba Rugi UMKM Batako Simbah Gambar 6. Laporan Laba Rugi Sebagai tindak lanjut dari pelatihan dan pendampingan, tim melakukan penyusunan laporan laba rugi untuk UMKM Batako Simbah selama periode Januari hingga Mei Tujuan dari laporan ini adalah untuk membantu pemilik usaha mengetahui perbandingan antara total pendapatan yang diperoleh dan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) . Analisis Keuangan Simbah Gambar 7. Keuangan Laporan UMKM Laporan Vol. 9 No. Mei 2025 Posisi Batako menandakan bahwa usaha dikelola tanpa kewajiban atau utang, dan sepenuhnya dijalankan berdasarkan modal sendiri dan hasil keuntungan Komposisi ini mencerminkan struktur keuangan yang sehat dan Melalui penyusunan neraca ini, pelaku usaha dapat lebih memahami bagaimana aset yang dimiliki terbentuk dan digunakan, serta bagaimana posisi ekuitas berkembang seiring waktu. Neraca juga menjadi alat penting dalam mengevaluasi kapasitas usaha untuk berkembang, serta dapat dijadikan dokumen pembiayaan ke lembaga keuangan. Pendampingan ini diharapkan mampu UMKM untuk secara berkala menyusun laporan posisi keuangan sebagai bagian dari tata kelola usaha yang akuntabel dan berkelanjutan. Posisi Laporan posisi keuangan atau neraca disusun sebagai bagian dari memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya mengetahui posisi aset dan ekuitas usaha secara menyeluruh. Laporan ini mencerminkan kondisi keuangan UMKM Batako Simbah per akhir Mei Berdasarkan hasil pencatatan, total aset usaha tercatat sebesar Rp17. 000, yang terdiri atas kas sebesar Rp11. 000 dan nilai buku aset tetap sebesar Rp5. Nilai akumulasi laba usaha yang belum digunakan, sedangkan aset tetap berupa alat dan sarana produksi yang Hal ini menunjukkan bahwa usaha telah memiliki kekayaan dalam bentuk likuid maupun investasi jangka panjang. Di sisi lain, laporan ini juga menyajikan total ekuitas yang berasal dari modal awal sebesar Rp2. laba ditahan sebesar Rp11. serta saldo aset tetap senilai Rp3. Total ekuitas ini seimbang dengan total aset, yang KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada UMKM Batako Simbah berhasil menjawab tujuan utama program, yaitu meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara tertib dan akuntabel. Berdasarkan temuan di lapangan, pelaku usaha yang sebelumnya tidak memiliki sistem pencatatan keuangan dan belum keuangan, kini mampu menyusun laporan laba rugi, neraca, serta menghitung harga pokok produksi (HPP) secara mandiri. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan dan pendampingan teknis berbasis Microsoft Excel efektif dalam memperkuat pengelolaan keuangan usaha kecil. Penggunaan Excel turut meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan, sekaligus memudahkan pemantauan arus Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) kas secara berkala. Kegiatan ini membuktikan bahwa metode praktis yang disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan UMKM dapat memberikan hasil yang signifikan. Meski demikian, pengelolaan dasar dan belum menyentuh aspek keuangan yang lebih kompleks, seperti proyeksi arus kas jangka panjang atau pelaporan berbasis pajak. Oleh karena itu, kegiatan serupa di masa mendatang dapat dilanjutkan melalui pelatihan lanjutan, integrasi aplikasi pencatatan berbasis cloud, serta perluasan program ke UMKM lain agar dampak kebermanfaatannya semakin luas dan berkelanjutan. Lendah. Ay Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara 4:4310Ae15. REFERENSI