ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 8 No. 2 Desember 2025 PENGEMBANGAN MODEL FASILITAS BELAJAR DALAM MENCETAK ENTREPRENEUR BAGI MAHASISWA EKONOMI SYARIAH Alyafi David Septian1. Ashlihah2, almubaroqdavid@gmail. com1, ashlihah@unwaha. Abstrak : Penelitian ini memberikan manfaat bagi mahasiswa, meningkatkan efektivitas program kewirausahaan, meminimalisir pengangguran. Jenis penelitian ini adalah penelitian Teknik pengambilan datanya menggunakan teknik wawancara, dokumentas. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan model fasilitas belajar untuk mencetak jiwa entrepreneuer memerlukan kurikulum yang berfokus pada keterampilan bisnis dan kewirausahaan, kolaburasi, aktif dengan industri untuk pengalaman belajar praktis, dan pembinaan melalui mentorship dan program dukungan untuk memfasilitasi pengembangan ide bisnis serta peluncuran usaha. Dengan pendekatan holistik ini, fasilitas belajar dapat memberikan lingkungan yang mendukung perkembangan siswa menjadi entrepreneuer yang sukses dan inovatif. Kata Kunci: Fasilitas Belajar. Jiwa Entrepreneuer Abstract : This research provides benefits for students, increasing the effectiveness of entrepreneurship programs, minimizing unemployment. This type of research is qualitative The data collection technique uses interview techniques, documentation. Data analysis in this research uses interactive analysis. The results of this research indicate that developing a learning facility model to develop an entrepreneurial spirit requires a curriculum that focuses on business and entrepreneurial skills, collaboration, active engagement with industry for practical learning experiences, and coaching through mentorship and support programs to facilitate the development of business ideas and business launches. With this holistic approach, learning facilities can provide an environment that supports students' development into successful and innovative entrepreneurs. Keywords : Learning Facilities. Entrepreneurial Spirit Pendahuluan Sektor wirausaha menjadi perhatian pemerintah dalam upaya pembangunan jangka menengah karena dapat membuka peluang lapangan pekerjaan dan memangkas angka pengangguran, terutama di kalangan pemuda, yang cenderung tinggi di Indonesia. kewirausahaan juga memiliki beberapa tujuan, antara lain memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan mandiri, membantu meningkatkan jumlah pendapatan daerah, serta meningkatkan semangat kewirausahaan, kesadaran akan pentingnya kewirausahaan, dan kreativitas masyarakat. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Selain itu, mentri Koprasi dan UMKM Teten Masduki menegaskan bahwa jumlah rasio pengusaha atau wirausaha harus minimal 4 persen dari total populasi penduduk sebagai salah satu prasyarat Indonesia untuk menjadi negara maju pada 2045. Dengan demikian, menjadi wirausaha di Indonesia dianggap penting untuk membantu mengurangi pengangguran, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan mencapai status negara maju. Pada akhirnya jumlah kenyataan wirausaha Menteri Teten mengatakan, bahwa saat ini Indonesia baru mencapai rasio kewirausahaan sebesar 3,47 persen. Jika dibandingkan dengan Singapura yang jumlah penduduknya 5 jutaan, pengusahanya sudah mencapai 8,6 persen dari total penduduknya. Sedangkan Malaysia maupun Thailand sudah di atas 4 persen, bahkan di negara maju rata-rata sudah 10-12 persen. Fakta tersebut, sambung MenKopUKM, menjadi alasan penting bagi perguruan tinggi dalam menyiapkan anak-anak muda, sarjana-sarjana Indonesia adalah untuk menjadi Oleh karena itu. MenKopUKM. Teten Masduki mengajak seluruh kampus untuk menjalin kerja sama untuk mencetak anak-anak muda Indonesia menjadi Entrepreneur adalah individu yang menciptakan bisnis baru, menanggung sebagian besar risiko, dan menikmati sebagian besar keuntungan. Kewirausahaan merupakan salah satu roda penggerak pembangunan ekonomi karena dapat mendorong inovasi, menciptakan lapangan pekerjaan baru, dan peningkatan penerimaan negara melalui Seorang wirausahaan atau pengusaha memiliki motivasi atau mimpi tinggi, berani mencoba, inovatif, dan mandiri. Mereka dituntut mampu melakukan perubahan dan menghasilkan sesuatu yang baru dalam ilmu ekonomi kewirausahaan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi satu negara menjadi wirausaha di Indonesia dianggap penting untuk membantu mengurangi pengangguran meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan mencapai status negara maju. Fasilitas pembelajaran adalah semua yang diperlukan dalam proses belajar mengajar baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien Fasilitas pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam penyelengaraan pendidikan yang berfungsi memberikan kemudahan-kemudahan baik bagi siswa, guru maupun bagi tenaga kependidikan lainnya yang berupa gedung atau ruangan kelas. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 8 No. 2 Desember 2025 perumahan guru, penjaga sekolah dan gedung laboratorium. Mahasiswa juga diharapkan memiliki optimisme, adaptabilitas, kemauan untuk belajar, berkarya, dan growth mindset, yang dapat mendukung perkembangan ekonomi Indonesia. Selain itu, mahasiswa dapat turut serta dalam kebangkitan ekonomi daerah dengan membantu memperkenalkan dan mempromosikan potensi ekonomi lokal melalui berbagai cara, termasuk pemanfaatan media sosial . Mereka juga dianggap sebagai aktor intelektual yang memiliki tanggung jawab moral dalam membangun perekonomian yang maju. Mahasiswa dapat berperan sebagai agen inovasi dengan mengembangkan ide-ide baru dan konsep-konsep yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas ekonomi. Dengan demikian, mahasiswa memiliki peran yang signifikan dalam mendukung perkembangan ekonomi, baik pada tingkat nasional maupun Beberapa mahasiswa mungkin memilih untuk menjadi pengusaha dan berperan dalam mengembangkan usaha baru, menciptakan lapangan kerja, dan menyumbangkan pada pertumbuhan ekonomi. Motode Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah metode kualitatif. Metode kualitatif merupakan penelitian yang dapat menghasilkan beberapa temuan yang bersifat tidak dapat dihasilkan dengan menggunakan beberapa prosedur statistik ataupun cara lain yang bersifat kuantitatif . Maksud dan tujuan peneliti hadir di lokasi penelitian ialah untuk mengumpulkan data yang diperlukan secara benar. Pada penelitian ini data yang diperoleh tersusun dari data Data primer merupakan data yang diperoleh dari para responden secara langsung. Oleh sebab itu semua, hadirnya peneliti di lapangan merupakan hal yang mutlak harus dilakukan. Selain sebagai instrumen utama, untuk memperoleh data yang diperlukan, peneliti juga mengadakan wawancara, observasi, serta dokumentasi, pada subjek penelitian. Pada penelitian tentang pengembangan model fasilitasi belajar dalam mencetak enterpreneur bagi mahasiswa ekonomi syariah ini dilakukan di Universitas KH. Wahab Hasbullah. Tambakberas. Jombang, khususnya kepada kaprodi Ekonomi Syariah. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Hasil dan Pembahasan Pengembangan Secara Informal Pengembangan secara informal yaitu mahasiswa atas keinginan dan usaha secara mandiri, melatih dan mengembangkan dirinya dengan mempelajari buku-buku literatur yang ada hubungannya dengan pembelajaran mahasiswa. Pengembangan secara informal menunjukkan bahwa mahasiswa tersebut berkeinginan keras untuk maju dengan cara meningkatkan kemampuan berfikirnya. Pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Pengembangan secara informal dapat melibatkan beberapa fasilitas atau elemen yang mendukung proses pembelajaran dan pertumbuhan tanpa harus melibatkan struktur formal atau program resmi. Berikut adalah beberapa fasilitas yang dapat terlibat dalam pengembangan secara informal: Untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan, seseorang dapat mempelajari buku-buku literatur yang berkaitan dengan topik yang diminati, mengikuti kursus atau pelatihan jarak jauh yang relevan, serta berpartisipasi dalam program kewirausahaan atau usaha sendiri untuk meningkatkan keterampilan bisnis. Selain itu, mengikuti program pengembangan diri juga penting untuk meningkatkan kemampuan mandiri dan pemikiran kritis. Kombinasi dari berbagai aktivitas ini dapat membantu seseorang mencapai pengembangan pribadi dan profesional yang lebih komprehensif. Pengembangan secara informal memiliki beberapa keuntungan, seperti: Mengatasi kekurangan waktu dan menghemat waktu dalam proses pembelajaran dapat mengizinkan seseorang untuk belajar dan mengembangkan diri secara mandiri dan berkesadaran. Hal ini juga mempersiapkan individu untuk menghadapi tantangan dan permasalahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendekatan ini tidak hanya efisien tetapi juga efektif dalam membentuk pribadi yang tangguh dan mandiri. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendekatan secara keseluruhan terhadap kurikulum memiliki dampak positif yang signifikan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan jiwa entrepreneur. Integrasi nilai-nilai ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 8 No. 2 Desember 2025 ekonomi Islam, pemilihan mata kuliah yang komprehensif seperti Pengantar Bisnis. Kewirausahaan. Etika Bisnis. Manajemen Investasi, dan portofolio syariah, bersama dengan Studi Kelayakan Bisnis, memberikan fondasi yang kokoh. Pentingnya fasilitas belajar yang dirancang dengan baik juga termanifestasi melalui ketersediaan beragam buku bisnis, literatur, dan sumber daya pendukung lainnya. Hal ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis kepada mahasiswa, tetapi juga melibatkan mereka dalam interaksi aktif dengan literatur dan sumber daya tersebut, menciptakan lingkungan belajar yang beragam. Mahasiswa dihadapkan pada wawasan praktis yang mendalam tentang prinsip-prinsip ekonomi Islam, mendorong mereka untuk berpikir kreatif dan kritis. Selain itu, langkah progresif dalam bentuk fasilitas laboratorium entrepreneur dan program pelatihan oleh praktisi kewirausahaan seperti Digital Marketing. Make up. Canva. E-Commerce, dan lainnya, memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa. Ini memungkinkan mereka mengaplikasikan konsep-konsep yang telah dipelajari dalam situasi nyata, memperkuat keterampilan kewirausahaan. Dengan demikian, melalui pendekatan ini, hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan yang holistik tidak hanya membentuk pemahaman konsep-konsep bisnis secara menyeluruh tetapi juga memberdayakan mahasiswa untuk menjelajahi dan menciptakan peluang dalam dunia bisnis yang dinamis. Seluruh ekosistem pendidikan ini menjadi landasan kuat yang mempersiapkan mahasiswa untuk menanggapi tantangan dunia bisnis dengan keyakinan dan kreativitas yang tinggi. Pengembangan Secara Formal Pengembangan secara formal merujuk pada proses pengembangan mahasiswa yang dilakukan melalui pendidikan atau pelatihan yang diselenggarakan oleh perusahaan atau lembaga pendidikan. Dalam pengembangan secara formal, mahasiswa ditugaskan untuk mengikuti program pendidikan atau pelatihan guna memenuhi tuntutan pembelajaran atau untuk peningkatan prestasi. Proses ini melibatkan investasi yang cukup besar dan dapat mencakup berbagai aspek, seperti pelatihan, pendidikan lanjutan, dan pengembangan ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Pengembangan secara formal juga dapat melibatkan perencanaan sumber daya manusia dan berkontribusi pada peningkatan efektivitas dan efisiensi kerja mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengembangan jiwa entrepreneur melalui serangkaian kegiatan yang beragam memberikan kontribusi signifikan dalam memotivasi dan memperluas potensi kewirausahaan. Dari Pelatihan Class Make up yang fokus pada pengembangan keterampilan praktis hingga Seminar Kewirausahaan yang memberikan wawasan mendalam, serta Kunjungan-kunjungan bisnis yang membuka peluang langsung di dunia nyata, kombinasi elemen-elemen ini memberikan dasar yang kuat untuk membangun karir dalam dunia kewirausahaan. Pendekatan pelatihan khusus, seperti pelatihan pembuatan barang kerajinan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan clas make up, dan magang di UMKM, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan pengetahuan dan Sebagai contoh, pelatihan kewirausahaan bertujuan untuk melengkapi peserta dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memulai usaha mereka sendiri. Inisiatif ini secara keseluruhan menciptakan lingkungan pembelajaran yang beragam dan mendalam, membuka peluang pertumbuhan dan pengembangan yang Dengan terlibat dalam kegiatan pelatihan sebanyak empat hingga lima kali selama setahun, mahasiswa atau mahasiswi diharapkan dapat mengembangkan keterampilan praktis, memperluas wawasan, dan meningkatkan kompetensi. Desain pelatihan yang mendalam ini bertujuan memberikan pengalaman praktis dan pengetahuan yang relevan dengan bidang studi, sebagai persiapan efektif menghadapi tantangan akademis dan profesional di masa depan. Pembahasan Pengembangan secara informal yaitu mahasiswa atas keinginan dan usaha secara mandiri, melatih dan mengembangkan dirinya dengan mempelajari buku-buku literatur yang ada hubungannya dengan pembelajaran mahasiswa. Pengembangan secara informal menunjukkan bahwa mahasiswa tersebut berkeinginan keras untuk maju dengan cara meningkatkan kemampuan berfikirnya. Pengembangan secara informal dapat melibatkan ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 8 No. 2 Desember 2025 beberapa fasilitas atau elemen yang mendukung proses pembelajaran dan pertumbuhan tanpa harus melibatkan struktur formal atau program resmi. Pengembangan secara formal, yang merujuk pada proses pendidikan atau pelatihan yang diselenggarakan oleh perusahaan atau lembaga pendidikan, menawarkan pendekatan komprehensif dalam membentuk jiwa entrepreneur bagi mahasiswa. Proses ini melibatkan investasi yang substansial, meliputi berbagai aspek seperti pelatihan, pendidikan lanjutan, dan pengembangan keterampilan. Lebih dari sekadar pengembangan individu, aspek formal ini juga dapat melibatkan perencanaan sumber daya manusia, dengan dampak yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja mahasiswa. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan uraian di atas maka dapat di simpulkan bahwa pengembangan model fasilitas belajar untuk mencetak jiwa entrepreneuer memerlukan kurikulum yang berfokus pada keterampilan bisnis dan kewirausahaan, kolaburasi, aktif dengan industri untuk pengalaman belajar praktis, dan pembinaan melalui mentorship dan program dukungan untuk memfasilitasi pengembangan ide bisnis serta peluncuran usaha. Dengan pendekatan holistic . ecara langsun. ini memiliki fasilitas belajar dapat memberikan lingkungan yang mendukung perkembangan siswa menjadi entrepreneuer yang sukes dan inovatif. DAFTAR PUSTAKA