Ni Komang Julionita. Ni Made Liza Anggara Dewi Diterima Pada 31 Januari 2022 Disetujui Pada 24 Maret 2022 NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA TARI MULI BEGUKHAU DI PROVINSI LAMPUNG Vol. No. 2, 2022 Halaman E-ISSN : Ni Komang Julionita1. Ni Made Liza Anggara Dewi2 1,2Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan. Fakultas Seni Pertunjukan. Institut Seni Indonesia Denpasar nikmjulionita@gmail. com 1, anggaradewi@isi-dps. Abstrak Penelitian ini berjudul AuNilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Tari Muli Begukhau di Provinsi LampungAy yang bertujuan untuk mengungkapkan keterkaitannya mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan pada tari Muli Begukhau di Provinsi Lampung. Tari Muli Begukhau ini berasal dari daerah Lampung. Muli yang berarti perempuan dan Begukhau berarti bersenda-gurau. Tari Muli Begukhau adalah tarian yang menceritakan para gadis Lampung yang bergembira sedang bersenda-gurau. Tarian ini hanya ditarikan oleh para perempuan yang berjumlah ganjil, mulai dari 3 . , 5 . , sampai 7 . Tarian ini ditarikan oleh perempuan yang masih remaja, dan tarian ini bersifat non sakral atau sebagai hiburan. Tari Muli Begukhau mengekspresikan kegembiraannya melalui gerakan yang lincah, luwes, dan memiliki beragam pola lantai sehingga penari menarikannya dengan penuh kegairahan yang sangat gembira. Dengan metode kualitatif tujuan penelitian untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter pada tari Muli Begukhau, serta bertujuan untuk melestarikan tari Muli Begukhau kepada masyarakat Lampung agar bisa menjadi warisan budaya dan bisa meneruskan kepada generasi muda agar tarian yang ada di daerah Lampung tidak mudah punah. Nilai pendidikan karakter yang terkadung dalam tari Muli Begukhau terdapat pada nilai sila-sila pancasila yaitu: 1. Ketuhanan Yang Maha Esa dapat dilihat pada nilai toleransi, 2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab terdapat nilai disiplin, 3. Persatuan Indonesia terdapat nilai cinta tanah air dan bersahabat/komunikatif, 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan terkandung nilai menghargai prestasi dan kerja keras, 5. Keadilan Sosial Bagi Rakyat Indonesia, nilai yang terkanndung didalamnya yaitu tanggung jawab, cinta damai, kreatif, dan rasa ingin tahu. Kata kunci : Tari Muli Begukhau. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter PENDAHULUAN Tujuan Pendidikan Nasional di Indonesia sebagaimana tertuang dalam UndangUndang No. 20 Tahun 2003 yaitu menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis serta bertanggung jawab. Hal ini harus diwujudkan dengan Pendidikan yang Indonesia. Pendidikan yang memanusiakan manusia Indonesia harus selaras dan merujuk pada Pancasila. Tujuan Nasional Pendidikan Indonesia Pendidikan menghasilkan manusia yang seutuhnya berjiwa Pancasila. Filsafat manusia Indonesia tercermin dalam sila-sila pada Pancasila. Dengan demikian, sistem Pendidikan di Indonesia harus berupaya melahirkan manusia-manusia berkarakter pancasila, yakni manusia yang mendasarkan seluruh perilaku hidupnya pada nilai-nilai Pancasila (Acetylena,2018:xi. Ni Komang Julionita. Ni Made Liza Anggara Dewi Pendidikan mengoptimalkan perkembangan potensi, kecakapan, dan karakteristik pribadi peserta didik (Sudira, 2010: . Apabila kita berbicara mengenai pendidikan, maka tentu akan terkait pula dengan yang dinamakan AopembelajaranAo. Pembelajaran adalah usaha sadar dari guru untuk membuat siswa belajar, yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang belajar (Huda, 2014:. Melalui proses pembelajaran, seseorang yang awalnya tidak tahu akan suatu berubah menjadi tahu. Untuk itu, generasi penerus bangsa Indonesia pada khususnya, harus diberikan kesempatan untuk mendapatkan pembelajaran dari berbagai aspek atau bidang keilmuan, salah satunya melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan sehari-hari, memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungannya (Megawangi, 2004: . Contohnya pada lingkungan keluarga seperti menghormati orangtua, bersikap kepada keluarga baik orangtua, kakak, adik maupun Kemudian contoh di lingkungan sosial dan masyarakat yaitu dengan menghormati orang yang lebih tua, membantu antar sesama, dan menghargai suatu hasil karya seni. Dalam sebuah karya seni, tak lepas dengan adanya kebudayaan yang dianut di dalamnya. Setiap wilayah Indonesia mempunya ciri khas masingmasing dalam menerapkan kesenian dan Di Indonesia begitu banyak pulau dan suku yang memiliki kesenian dan kebudayaan, mulai dari pulau Jawa. Kalimantan. Sulawesi, dan Sumatra. Salah satu daerah yang memiliki kesenian dan budaya yang ada di pulau Sumatra yaitu Provinsi Lampung. Sai Bumi Ruwa Jurai, ketika masyarakat Lampung mendengar kata ini maka yang terlintas di pikiran masyarakat Lampung Provinsi Lampung yang berarti Ausatu bumi dua macamAy. Provinsi Lampung memiliki dua adat besar, yaitu adat Pepadun dan Saibatin. Adat Pepadun yang sering disebut sebagai Abang Siwo Mego biasanya menggunakan dialek bahasa AuOAy. Sedangkan adat Saibatin yang biasa diketahui sebagai Lampung Pesisir, yang hidup disepanjang pesisir Provinsi Lampung dengan menggunakan dialek bahasa AuAAy. Mustika . 3: 11-. menyatakan bahwa masyarakat Lampung yang beradat pepadun adalah salah satu kelompok masyarakat Lampung yang ditandai dengan upacara adat naik tahta dengan menggunakan alat upacara yang disebut dengan pepadun. Pepadun merupakan singgasana adat yang digunakan pada upacara pengambilan gelar Sedangkan pemberian gelar pada adat kesepakatan dari tokoh adat dengan melakukan upacara adat secara besarbesaran yang disebut gawi. Bagi masyarakat Lampung merupakan keharusan menghidangkan sesuatu pada Semboyan Autamu adalah rajaAy benarbenar diterapkan di dalam kehidupan nyata. Penting bagi masyarakat Lampung untuk membuat tamu yang datang itu senang dan merasa puas dengan suguhan yang dihidangkan oleh tuan rumah. Salah satu sajian yang umum disajikan adalah sirih dan perlengkapan pekinangan. Perlengkapan pekinangan terdiri dari daun sirih, gambir, kapur sirih, tembakau, serta tepak sebagai tempat perlengkapan pekinangan (Hapsary, 2016: . Lampung dikenal dengan potensi alam yang sangat beragam, dan juga kaya akan kesenian dan budaya yang dimiliki. Kekayaan budaya Ni Komang Julionita. Ni Made Liza Anggara Dewi yang sangat melimpah seperti rumah adat, tarian tradisional, dan berbagai kuliner khas yang dimiliki oleh Provinsi Lampung. Potensi alam yang sangat beragam di Provinsi Lampung antara lain yaitu alam yang sangat indah, dikelilingi dengan kehijauan bukit dan gunung serta aneka ragam pepohonan yang membawa hawa sejuk pada orang sekitar yang menikmati indahnya wisata di Provinsi Lampung. Wisata yang ada di Lampung sangat beragam, seperti Taman Nasional Way Kambas. Pantai Gigi Hiu. Pantai Pasir Putih dan masih banyak wisata lainnya yang ada di Provinsi Lampung. Selain itu. Lampung juga diantaranya seni musik, seni teater/drama, seni lukis, seni tari dan seni lainnya. Seni tari adalah ungkapan ekspresi manusia yang paling besar dan paling tua. Melalui tubuhnya, manusia memikirkan dan merasakan ketegangan dan ritme-ritme alam sekitarnya, dan selanjutnya menggunakan respons-respons perasaannya kepada alam sekitar. Melalui struktur persepsi-persepsi dan perasaan ia menciptakan tari. Melalui tarianya ia dapat berhubungan dengan sesamanya dan dunianya (Hadi, 2003:. Seni tari merupakan salah satu kesenian yang sangat dikenal pada masyarakat Lampung, berbagai acara yang ada pada kehidupan manusia memanfaatkan tarian untuk mendukung profesi acara sesuai dengan Masyarakat memerlukan tarian juga untuk kepentingan agama dan adat istiadat. Dalam melakukan upacara seperti pernikahan, undangan-undangan acara resmi maupun non resmi, dan acara lainnya yang nanti akan memanfaatkan tarian untuk mengisi acara tersebut. Selain itu juga, masyarakat membutuhkan sebuah tarian non sakral/hiburan untuk mengisi waktu luang dalam setiap acara. Salah satu contohnya yaitu tari Muli Begukhau yang cocok untuk dijadikan tarian hiburan. Tari Muli Begukhau adalah tarian tradisional yang berasal dari Provinsi Lampung, tarian ini menceritakan gadis Lampung yang sedang gembira dan bersenda gurau. Tari Muli Begukhau biasanya ditarikan pada acara hari jadi sekolah, seminar, baik acara formal maupun non formal. Tarian ini sehingga struktur geraknya lincah dan Tari Muli Begukhau ini akan menjadi ciri dari suatu kelompok budaya tentunya di Provinsi Lampung, dan budaya tersebut yang akan membedakan dengan budaya lainnya. Melihat dari sinopsisnya, penciptaan tari Muli Begukhau ini terinspirasi dari kehidupan sosial masyarakat Lampung yang lebih bersifat kekeluargaan, sehingga dapat nilai-nilai pendidikan pada Dari masyarakat awam yang tidak mengetahui tarian ini, tentunya akan mudah menemukan informasi terkait nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam tari Muli Begukhau, gadis-gadis Lampung yang sedang bersendagurau, melalui aktivitasnya sehari-hari antara satu orang dengan orang lainnya, dan dengan adanya kreativitas yang tinggi untuk menciptakan tarian ini hingga menjadi sebuah karya seni yang bisa dijadikan sebagai hiburan, dan bisa juga ditarikan pada acara formal maupun nonformal, sehingga jika dikaitkan dengan nilai-nilai pendidikan karakter berlandaskan Pancasila maka antara lain yaitu nilai ketuhanan yang maha esa. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Persatuan Indonesia. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ni Komang Julionita. Ni Made Liza Anggara Dewi Maka berdasarkan hal tersebut di atas, nilainilai pendidikan pada tari Muli Begukhau di Provinsi Lampung perlu untuk dikaji lebih nilai-nilai terkadung dalam amalan Pancasila. Karena tari Muli Begukhau ini merupakan tarian baru yang ada di Provinsi Lampung, sehingga dengan adanya artikel ini kedepannya bisa menambah wawasan bagi para pembaca, serta sebagai refrensi bagi generasi berikutnya mengenai nilai karakter yang terkadung dalam tari Muli Begukhau. Serta diharapkan tarian ini bisa dikenal oleh kalangan masyarakat luas, sehingga tarian ini bisa diwariskan secara turun temurun oleh kalangan muda yang bisa menjaga dan melestarikan adat dan budaya yang ada di Provinsi Lampung. METODE Penelitian kualitatif, yaitu langkah yang dilakukan dalam rangka mengumpulkan informasi atau data dan melakukan investigasi pada data yang telah ditetapkan dalam kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah pengumpulan data dilakukan secara triangulasi . abungan antara observasi, wawancara, dan dokumentas. dan hasil penelilitian bersifat untuk memahami fenomena, dan menemukan hipotesis (Sugiyono, 2018:9-. Penelitian ini dirancang dalam bentuk kualitatif, dimana teknik pengumpulan data dilakukan berupa gabungan kata-kata lisan maupun tulisan. Hal yang mendasari penulis menggunakan menggunakan studi pustaka, buku referensi, wawancara online, bertujuan memperkuat hasil penelitian agar bisa diterima oleh HASIL DAN PEMBAHASAN Karakter berasal dari nilai tentang sesuatu. Suatu nilai yang diwujudkan dalam bentuk perilaku anak itulah yang disebut karakter. Jadi suatu karakter melekat dengan nilai dari perilaku tersebut. Karenanya tidak ada perilaku anak yang tidak bebas dari nilai (Kesuma, dkk. Pendidikan dalam seseorang sangat erat kaitannya dengan lingkungan dan budaya setempat. Melalui sebuah karya seni yang diciptakan oleh I Made Andi Setiawan menciptakan tari Muli Begukhau yang merupakan tari kreasi baru sebagai sebuah sajian hiburan yang sarat akan nilai-nilai karakter yang tercermin dalam sila-sila pada Pancasila. Tari Muli Begukhau adalah tari kreasi baru dari daerah Lampung yang diciptakan pada tahun 2016 oleh I Made Andi Setiawan yang bersifat sebagai hiburan, dan biasanya dipentaskan dalam acara pernikahan, seminar, baik acara formal maupun non Dimana Muli berarti perempuan, dan Begukhau berarti bersenda gurau. Tari Muli Begukhau ialah tarian yang menceritakan tentang aktivitas gadis Lampung dalam sehari-hari berinteraksi dan bersenda gurau. Tarian ini ditarikan oleh penari remaja putri, dengan jumlah penari ganjil yaitu bisa 3 . , 5 . dan 7 . Karakteristik tari Muli Begukhau ini periang dan bersemangat, dapat dilihat dari gerakan tarian yang lincah, penuh semangat. Pada musik pengiringnya menggunakan seperangkat alat musik tradisional Lampung yaitu Talo Balak. Kemudian busana yang di kenakan pada tari Muli Begukhau ini busana adat Lampung, yang terdiri dari baju karung, kain tapis, bebe usus ayam, ikat pinggang. Dan aksesoris yang digunakan yaitu gelang burung, gelang khui, papan jajar dan anting giwir, lalu pada bagian kepala terdapat penekan kepala. Ni Komang Julionita. Ni Made Liza Anggara Dewi gaharu kembang goyang, bunga mawar, sanggul dan rambut cemara. SatuAy, maka nilai toleransi terkandung dalam tari Muli Begukhau. Maka berikut adalah penjabaran Nilai-Nilai Pendidikan Karakter pada Tari Muli Begukhau, berdasarkan sila-sila pada Pancasila, sebagai berikut: Ketuhanan Yang Maha Esa Sila pertama pada Pancasila menyebutkan Ketuhanan yang maha esa, artinya bangsa Indonesia adalah Bangsa yang ber-Tuhan yang mengamalkan ajaran agama sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya. Tari Muli Begukhau juga memberikan sebuah penggambaran sebuah kepercayaan adanya Tuhan, yaitu dalam nilai toleransi. Toleransi adalah sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Tari Muli Begukhau terkandung di dalam nilai toleransi, dimana ketika menggarap sebuah karya seni tentunya tidak memandang dengan siapa akan bekerja, tidak menjadi sebuah masalah ketika menciptakan sebuah karya dengan orang yang lain agama atau suku, karena ketika akan mengerjakan sesuatu, kalau sudah merasa nyaman dengan orang yang akan diajak bekerja sama, maka pekerjaan tersebut akan menjadi ringan dan bahagia ketika melakukannya. Rasa nyaman yang diutamakan dalam sebuah pekerjaan membuat seseorang yakin bahwa dirinya diterima dengan baik dalam pekerjaan tersebut, membuat seseorang lebih percaya diri akan melakukan tugas-tugas yang Selain itu juga, seseorang yang bekerja lebih aktif dan tidak canggung dalam menanyakan sesuatu yang perlu ditanyakan, tidak terlihat malu-malu dan lebih membranikan diri dalam hal bertanya. Sama halnya dengan toleransi, di negara Indonesia percaya akan adanya AuBhineka Tunggal IkaAy yang berarti AuBerbeda-Beda Tetapi Tetap Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Sila kedua pada Pancasila menyebutkan kemanusiaan yang adil dan beradab, yaitu menjadikan setiap warga negaranya punya hak dan kewajiban yang sama, yaitu dapat dilihat dari nilai disiplin. Disiplin adalah tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh kepada berbagai ketentuan serta peraturan. Dengan adanya disiplin, maka semua orang bisa menilai dirinya sendiri. Berkaitan dengan itu, tari Muli Begukhau memiliki nilai disiplin yang sangat tinggi. Pada proses pembentukan tari Muli Begukhau ini, semua penari bahkan pelatih memiliki nilai disiplin. Contohnya, berlangsung pasti akan menentukan waktu dan tempat yang akan disetujui oleh kedua belah pihak, baik penari maupun pelatih. Ketika sudah sepakat menentukan waktu dan tempat, disanalah akan terlihat sikap disiplin seseorang dalam mematuhi tata tertib dan peraturan. Jika ada salah satu dari penari maupun pelatih yang terlambat datang ketika mengikuti latihan, maka waktu yang ditentukan tidak sesuai dengan Maka penari dan pelatih harus mempunyai disiplin waktu agar lebih tertib, sehingga waktu yang digunakan tidak terbuang sia-sia hanya untuk menunggu seseorang yang tidak tepat waktu. Biasanya ketika ada seseorang yang melanggar, akan dikenakan sanksi seperti melakukan push up atau melakukan skot jump sebanyak 10 . kali agar yang terlambat tidak melakukan pengulangan untuk kedua kalinya, sehingga disiplin dalam berlatih pada tari Muli Begukhau ini sangat perlu Ni Komang Julionita. Ni Made Liza Anggara Dewi Persatuan Indonesia Sila ketiga pada Pancasila menyebutkan persatuan Indonesia, yaitu mengutamakan persatuan dan kerukunan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam sila ke tiga ini, terdapat nilai Cinta Tanah Air dan nilai Cinta tanah air adalah cara berfikir, berbuat, bertindak yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. Sebuah karya seni yang diciptakan, terkadung nilai cinta tanah air di dalamnya. Dengan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara adalah suatu kebanggaan bagi Melihat semangat generasi muda pada zaman sekarang, menunjukkan bahwa banyak seniman-seniman yang akan menciptakan tarian melalui garapannya sendiri, sehingga membuat negara bangga akan adanya kebudayaan yang tidak punah. Dalam setiap daerah mempunyai buda dan adat istiadat masing-masing, salah satunya pada daerah Lampung yang mempunya beraneka ragam kesenian khususnya seni Di daerah Lampung banyak tari kreasi yang diciptakan oleh generasi jaman minelial seperti sekarang ini, contohnya tari Muli Begukhau. Tari Muli Begukhau memiliki nilai cinta tanah air kepada bangsa Indonesia, dengan adanya tari kreasi baru yang diciptakan pada masyarakat Lampung, sangat membantu masyarakat dalam kesenian-kesenian daerahnya, baik sebagai hiburan ataupun sebagai acara formal maupun non formal. Tari ini bisa menjadi penghargaan kesenian di daerah Lampung, karena para generasi menciptakan tarian-tarian baru, sehingga dengan adanya tarian di masing-masing daerah, bisa menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kesenian dan budaya yang ada di daerah Lampung. Bersahabat/komunikatif adalah tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain. Dalam hal ini, setiap kegiatan memiliki makna persahabatan/komunikatif. Pada dasarnya, semua manusia menginginkan persahabatan yang harmonis, karena manusia tidak bisa hidup sendiri, melainkan akan ada seseorang yang diajak bekerja sama dalam melakukan sesuatu. Sama halnya dengan menciptakan tari Muli Begukhau ini, koreografer membutuhkan orang-orang yang bersedia untuk meluangkan waktunya membangun bersama sebuah garapan tari kreasi yang nantinya ada yang menarikan, ada yang bermain alat musik, dan menjadi koreografer dalam tarian ini. Bekerja sama dalam melakukan suatu kegiatan akan memudahkan seseorang untuk bekerja, dan kerjaan akan menjadi cepat terselesaikan. Dalam menggarap tarian ini, koreografer menginginkan semua pihak yang terlibat untuk menjalin kerja sama yang harmonis, menjadikan sabahat agar tidak ada perdebatan yang menerpa garapan ini. Dalam membuat garapan ini harus memiliki rasa sabar dan ikhlas, bisa menemukan halhal baru yang menghasilakn pada karya ini, bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga garapan ini bisa cepat diselesaikan dan bisa dipentaskan Maka tari Muli Begukhau ini memiliki solidaritas persahabatan yang Kerakyatan Yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Permusyawaratan dan Perwakilan Sila keempat pada Pancasila menyebutkan kerakyatan yang dimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan dan perwakilan, yaitu musyawarah mufakat dalam merumuskan atau memutuskan sesuatu melalui Lembaga Ni Komang Julionita. Ni Made Liza Anggara Dewi Dalam sila keempat, terkandung nilai menghargai prestasi dan kerja keras. Menghargai prestasi adalah sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, mengakui, dan menghormati keberhasilan orang lain. Seseorang yang bisa menciptakan sebuah karya seni memiliki nilai apresiasi pada dirinya sendiri, karena ia bisa menghargai prestasi yang telah ia perjuangkan dengan kerja keras. Para generasi yang memiliki semangat tinggi untuk menciptakan sebuah karya seni, ia akan berjuang semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil sesuai dengan realita, sehingga harus ada usaha, doa, dan kerja Menciptakan karya seni tidaklah mudah, penuh perjuangan dan banyak rintangan yang akan dilalui, maka dari itu perlu sekali kita mengapresiasi dan menghargai prestasi kepada orang-orang yang sudah mampu memberikan yang terbaik untuk negara Indonesia. Tari Muli Begukhau adalah salah satu prestasi yang dihasilkan oleh kaum muda di daerah Lampung. Dengan adanya tarian ini, masyarakat bisa menghargai karya-karya yang dihasilkan oleh generasi muda yang dengan giat menciptakan tarian dengan penuh imajinasi. Tari Muli Begukhau ialah tarian yang berguna bagi masyarakat Lampung, karena tarian ini dijadikan sebagai tarian hiburan, selain itu juga bisa ditarikan pada acara formal maupun non formal. Kerja menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar, tugas, dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Dalam membuat sebuah karya seni, tentu saja memiliki nilai kerja keras yang terkandung didalamnya, karena seorang kereografer harus memikirkan dengan matang struktur dari tarian tersebut, sehingga tarian yang diciptakan memiliki makna tersendiri pada tarian itu. Maka kerja keras dalam melakukan sesuatu hal salah satunya dalam menggarap sebuah tarian sangat jelas terlihat, baik dari koreografer ataupun dari para penari yang memiliki semangat tinggi dalam berkolaborasi saat menciptakan sebuah tarian. Kerja keras dapat dilihat dari semangat tinggi para penari maupun pelatih yang terlibat dalam penggarapan ini, adanya komunikasi yang lancar agar tidak menimbulkan salah paham, adanya kerja keras yang dikerjakan bersamasama sehingga terbentuknya tarian ini, adanya banyak rintangan yang dilalui agar dapat menciptakan tarian ini, dan adanya semangat yang tinggi agar garapan ini bisa menjadi sebuah tari yang bisa dipentaskan ke halayak banyak maupun masyarak sekitar. Sama halnya dalam tari Muli Begukhau ini, koreografer tari Muli Begukhau memiliki semangat kerja keras yang menjadikan beliau bisa menciptakan tarian ini untuk sebuah hiburan atau bisa ditarikan pada acara formal maupun nonformal. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Sila kelima pada Pancasila menyebutkan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia, keseimbangan antara hak dan kewajiban rakyar Indonesia. Dalam sila kelima, terdapat nilai tanggung jawab, cinta damai, kreatif, dan rasa ingin tahu. Tanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan terhadap dirinya sendiri, masyarakat, lingkungan . lam, sosial, dan buday. , negara, dan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam sebuah karya tari, seorang koreografer memiliki tanggung jawab penuh pada karya yang telah diciptakan. Pada saat berproses mengembangkan gerakan, iringan yang akan digunakan, membutuhkan ketekunan serta tanggung jawab yang besar. Dalam karya Ni Komang Julionita. Ni Made Liza Anggara Dewi seni iti, yang memiliki kuasa tanggung jawab yang tinggi adalah koreografer dari tari tersebut, namun penari juga memiliki tanggung jawab penuh dalam mengerjakan sebuah garapan ini, baik dari penghapalan gerakannya, menguasai pola lantai yang sudah dirancang, bahkan sampai menguasai tarian dengan hafal sehingga tarian ini bisa menjiwai dan bisa terlihat indah. Maka, dalam mengemban tugas apapun itu, menjalankan tugas dan kewajibannya, baik terhadap diri sendiri atapun orang lain. Cinta damai adalah sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran Setiap orang memiliki rasa cinta yang berbeda-beda, dimana menunjukkan rasa cinta dengan kepribadian nya masingmasing, sehingga setiap orang berhak bahagia dengan caranya sendiri. Dalam hal ini cinta damai yang ditunjukkan pada tari Muli Begukhau terlihat pada seseorang yang terlibat didalamnya, memiliki rasa damai di dalam dirinya untuk menyatu dengan gerakan-gerakan yang sudah dirancang, sehingga penari lebih cepat menangkap gerakan yang diberikan. Dalam sebuah garapan, harus memiliki hati yang tulus ikhlas uuntuk menjalankannya, agar semua terlaksana dengan baik, dan dapat menghasilkan hasil yang baik pula. Selain itu juga, koreografer mengarahkan penari untuk menciptakan suasana hening dan fokus dalam latihan, sehingga penari bisa menarikan dengan benar tanpa terlalu lama mengulang gerakan tersebut. Maka tari Muli Begukhau memiliki rasa cinta damai yang meyakinkan penari untuk menyatu dengan dirinya dalam menari. Kreatif adalah berfikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. Pada tari Muli Begukhau memiliki nilai kreatif didalamnya, dilihat dari struktur geraknya yang sangat lincah dan bersemangat karena kreatifitas sang koreografer yang dapat memilah dan memilih gerakan pada tari tradisional di daerah Lampung, sehingga dengan menyatukan gerakan di suatu tarian yang bisa membentuk sebuah tarian secara Dalam sebuah garapan, tidak hanya koreografer saja yang memiliki ide untuk sebuah gerakan-gerak yang akan ditarikan, menyumbangkan ide-ide atau gerakangerakan yang menurut mereka pantas untuk ditampilkan, membikan saran agar garapan ini terlihat indah, serta mampu membantu dalam sebuah garapan ini, baik itu dalam menciptakan gerakan-gerakan tari, memilih kostum yang cocok, memilih aksesoris yang akan digunakan, dan bisa juga membantu dalam tata rias yang digunakan sehingga koreografer tidak terlalu terbebani dalam garapan ini, maka penari juga memiliki nilai kreatifitas yang tinggi dalam garapan ini. Selain itu juga, dapat dilihat dari iringan tari Muli Begukhau yang menggunakan gamelan daerah Lampung, perpaduan gamelan yang selaras bisa mempengaruhi kreatifitas seorang koreografer dalam menggarap sebuah tarian. Maka tari Muli Begukhau ini memiliki nilai kreatif yang mendukung Rasa ingin tahu adalah sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar. Setiap orang memiliki rasa ingin tahu yang ada pada dirinya, namun semua tergantung pada kepribadian diri masing-masing. Ada yang memiliki rasa ingin tahu hanya sekedar saja tanpa ingin mengetahui lebih dalam apa yang sedang terjadi, namun ada juga orang yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga orang tersebut akan mencari tahu sesuatu sampai ke seluk-beluknya agar ia menemukan apa yang sedang dicari. Sama halnya dengan sebuah karya seni, jika ingin mendapatkan hasil yang sempurna, maka Ni Komang Julionita. Ni Made Liza Anggara Dewi seseorang akan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi pula. Dalam menggarap tarian Muli Begukhau ini seorang koreografer yang memiliki rasa ingin tahu lebih akan melihat dari tarian-tarian sebelumnya bagaimana ragam geraknya, bagaimana tata riasnya, bagaimana busana yang dikenakan, sehingga koreografer memiliki ide untuk menyatukan keberagaman agar terlihat indah. Selain itu juga, biasanya koreografer ingin mengetahui lebih dalam tentang nama gerakan pada setiap tarian yang ada di daerah Lampung, untuk menyatukan gerakan yang satu dengan yang lainnya sehingga menjadi Dengan demikian, ketika akan mempraktekkan kepada penari, koreografer tidak bingung dalam menjelaskan namanama gerakan yang terkandung didalam tarian tersebut, agar menambah wawasan kepada penari mengenai nama-nama ragam gerak pada setiap gerakan yang sedang Dari sana koreografer menemukan hal-hal baru yang membuat karya seninya semakin yakin untuk dapat dipentaskan dihadapan banyak orang. Sehingga tari Muli Begukhau ini memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi. PENUTUP Tari Muli Begukhau adalah tari kreasi baru yang berasal dari daerah Lampung. Tari ini berfungsi sebagai sajian hiburan yang diciptakan oleh I Made Andi Setiawan pada Nilai-nilai karakter yang terkandung dalam tari Muli Begukhau berdasarkan sila-sila Pancasila, yaitu: 1. Ketuhanan yang Maha Esa dapat dilihat pada nilai toleransi, 2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab terdapat nilai disiplin, 3. Persatuan Indonesia terdapat nilai cinta tanah air dan bersahabat/komunikatif, 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan terkandung nilai menghargai prestasi dan kerja keras, 5. Keadilan Sosial Bagi Rakyat Indonesia, nilai terkandung di dalamnya yaitu tanggung jawab, cinta damai, kreatif, dan rasa ingin Sehingga tarian ini bisa dikenal oleh kalangan masyarakat luas dengan amalan nilai-nilai karakter yang adi luhung berdasarkan sila-sila Pancasila lambang Negara Indonesia, sehingga tarian ini bisa diwariskan secara turun temurun oleh kalangan muda yang bisa menjaga dan melestarikan adat dan budaya yang ada di Provinsi Lampung. DAFTAR RUJUKAN Daftar Rujukan (Artikel dan Buk. Acetylena. Sita. Pendidikan Karakter Ki Hadjar Dewantara. Malang: MADANI Kelompok Intrans Publishing. Habsary. Dwiyana dan Bulan Indra. Tari Lampung. Yoyakarta: Graha Ilmu. Hadi. Sumandiyo. Kajian Tari Teks dan Konteks. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher. Hadi. Sumandiyo. Mencipta Lewat Tari. Manthili Yogyakarta: Princeton Book. Publisher. Huda. Miftahul. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Kesuma. Dharma, dkk. Pendidikan Karakter Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. Megawangi. Ratna. Pendidikan Karakter Untuk Membangun Masyarakat Madani. Jakarta: IPPK Indonesia Heritage Foundation. Mustika. I Wayan. Teknik Dasar Tari Lampung. Lampung: Anugrah Utama Raharja. Sudira. Made Bambang Oka. Ilmu Seni Teori Dan Praktik. Jakarta Timur: Inti Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Sumber Lainnya (Informa. I Made Andi Setiawan. Koreografer tari Muli Begukhau.