Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin IMPLEMENTASI PROGRAM MILLENIAL SMARTTREN (SMART PESANTREN) RAMADHAN UNTUK MENINGKATKAN LITERASI BERAGAMA (RELIGIOUS LITERACY) SISWA DI SMAN 1 TELAGASARI Dapin. Undang Ruslan Wahyudi. Kasja Eki Waluyo Email: 1910631110034@student. id, undang. ruslanwahyudi@unsika. waluyo@fai. (Universitas Singaperbangsa Karawan. Abstrak : Dinas Pendidikan Jawa Barat Cabang IV mengeluarkan Surat 4069/KB. 03-PKLK . Maret 2. tentang program Smarttren 2023, bagian dari pendidikan karakter di Provinsi Jawa Barat. Millenial Smarttren Ramadan bertujuan memperkuat nilai Ramadhan, wawasan Islam, amaliah, dan ajaran Islam. Diluncurkan sesuai kebijakan Pendidikan Karakter Dinas Pendidikan Jawa Barat, program melibatkan kajian Islam, ibadah, akhlak, infaq. Al-Qur'an, dan aktivitas sosial. Namun, di SMAN 1 Telagasari, program belum efektif karena pelaksanaan kurang interaktif, materi agama kurang relevan, dukungan terbatas, dan anggaran Penelitian fokus pada efektivitas program Millenial Smarttren Ramadhan 2023 di SMAN 1 Telagasari. Generasi milenial mahir teknologi dan komunikasi. Smarttren pendidikan agama: sikap, pengetahuan, keterampilan. Milenial Smarttren Ramadhan, aktivitas agama Ramadhan untuk siswa SMA/SMK/SLB. Bentuk iman, taat, sikap, pengetahuan. Paham dan praktik agama. Melalui Milenial Smarttren, kuat keyakinan, amal agama, keterampilan. Literasi meliputi membaca, menulis, pengetahuan, informasi. Literasi beragama: paham nilai agama. "Beragama" implementasi ajaran. Teori literasi hubungkan simbol dengan pembelajaran praktis. Pemahaman nilai agama dan pandangan seimbang. Peningkatan literasi agama melibatkan pemahaman teks-teks agama, asas ilmu agama, baca Al-Qur'an. Hadis, ibadah. Praktik agama: etika, moral, sosial, berpikir kritis, toleransi, keadilan, refleksi, pemahaman diri. Penelitian menunjukkan bahwa program Smarttren Ramadhan di SMAN 1 Telagasari Karawang efektif, meningkatkan literasi beragama siswa melalui aktivitas seperti sholat, bacaan Al-Qur'an. Kajian Islam DI Sekolah (KIDS), dan Pemahaman agama, ibadah, sosial, toleransi, refleksi spiritual meningkat, namun etika, moral, dan keterampilan berpikir kritis perlu perhatian. Motivasi siswa, kerjasama, sarana prasarana, dan lingkungan penting, tapi kurangnya kesadaran siswa, dukungan orangtua, dan faktor lingkungan hambat. Implikasinya adalah meningkatkan literasi beragama peserta melalui program ini, meskipun perlu fokus pada aspek yang belum optimal. Kata Kunci: Millenial Smarttren Ramadhan, literasi beragama Pendahuluan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Cabang Wilayah IV mengeluarkan Surat Nomor 4069/KB. 03-PKLK tanggal 06 Maret 2023 tentang program Smarttren 2023. Ini merupakan bagian dari upaya implementasi program pendidikan karakter dan budi pekerti di Provinsi Jawa Barat. Program Millenial Smarttren Ramadan diadakan untuk mengisi bulan suci Ramadhan dengan tujuan: . menumbuhkan nilai-nilai Ramadhan dan karakter. meningkatkan wawasan 19 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin . meningkatkan amaliah di bulan Ramadhan. menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Program ini diluncurkan sebagai bagian dari kebijakan Pendidikan Karakter yang diadopsi oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat. Kegiatan dalam program ini meliputi kajian Islam di sekolah, pembiasaan ibadah, penguatan akhlak, infaq masal, kegiatan sosial, penulisan Al-Qur'an, buka bersama, dan lainnya. Tujuannya adalah untuk membina iman, menambah literasi keislaman, dan memperkuat silaturahim. Namun, dalam beberapa sekolah seperti SMAN 1 Telagasari, pelaksanaan program ini belum Faktor penyebabnya meliputi pelaksanaan yang kurang interaktif dan kurang kondusif, materi agama yang baku dan kurang relevan, kurangnya dukungan sarana, jumlah pemateri yang terbatas, dan anggaran yang minim. Akibatnya, program ini tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap karakter dan literasi beragama siswa. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menyelidiki implementasi program Millenial Smarttren (Smart Pesantre. Ramadhan di SMAN 1 Telagasari tahun 2023. Tujuannya adalah untuk melihat apakah program ini bisa lebih efektif dalam meningkatkan literasi beragama siswa, berbeda dari pelaksanaan tahun sebelumnya. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang upaya meningkatkan literasi beragama melalui program tersebut. Pembahasan Pengertian Millenial Smarttren (Smart Pesantre. Ramadhan Generasi milenial memiliki kemahiran dalam teknologi dan komunikasi digital. Smarttren adalah pendekatan pendidikan agama yang fokus pada sikap, pengetahuan, dan Sikap mencakup moral, pengetahuan melibatkan pemahaman agama, dan keterampilan termasuk pelaksanaan ibadah. Milenial Smarttren Ramadhan adalah serangkaian aktivitas agama selama Ramadhan, bisa luring atau daring, khususnya bagi siswa SMA. SMK, dan SLB. Tujuannya adalah membentuk generasi muda beriman dan taat dalam tiga aspek utama: sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Program ini berupaya agar peserta tidak hanya memahami agama dengan baik, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan seharihari, serta terampil dalam menjalankan ibadah dengan benar. Pendekatan holistik dalam pendidikan agama menciptakan individu yang berakhlak baik, berpengetahuan, dan terampil dalam praktik keagamaan. Melalui Milenial Smarttren Ramadhan, diharapkan para peserta 20 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin dapat menjadi individu yang memiliki keyakinan dan ketakwaan yang kuat, serta mampu mengamalkan agama dalam kehidupan sehari-hari dengan keterampilan yang baik. Tujuan Millenial Smarttren (Smart Pesantre. Ramadhan Program Millennial Smarttren Ramadhan yang disusun oleh Cadisdik Wilayah IV Jawa Barat pada tahun 2023 bertujuan untuk beberapa hal berikut: Pertama, tujuannya adalah untuk menumbuhkan nilai-nilai tinggi yang terkait dengan bulan Ramadhan dan juga memperkuat pendidikan karakter dalam konteks agama. Kedua, program ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan keislaman peserta dengan menambah dan memperluas wawasan mereka tentang ajaran agama Islam. Ketiga, program ini bertujuan untuk meningkatkan pelaksanaan amal ibadah selama bulan Ramadhan dengan merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing satuan pendidikan. Terakhir, program ini juga bertujuan untuk menerapkan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari melalui bimbingan, arahan, pelatihan, dan pembiasaan yang dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan antara sekolah dan orang tua peserta. Pengertian Literasi Beragama Literasi merujuk pada kemampuan menulis, membaca, pengetahuan, dan pengolahan informasi untuk kehidupan. Dari bahasa Inggris 'literacy' dan Latin 'literatus', literasi beragama berbeda dari "beragama" yang merujuk pada implementasi ajaran. Agama memiliki tuntunan doktrin dan ajaran Tuhan. Keberagamaan adalah sikap dan pemahaman dipengaruhi konteks Teori literasi mengaitkan simbol dalam masyarakat dengan pembelajaran dan pengajaran praktis. Literasi beragama menekankan pemahaman nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, membentuk pandangan dan sikap seimbang terhadap agama3 Peningkatan Literasi Beragama Meningkatkan literasi beragama memperluas pemahaman agama dan mendorong sikap Ini mencakup pandangan, sikap, dan praktik keagamaan yang berdasarkan pengetahuan akurat. Literasi beragama yang kuat memungkinkan sikap moderat tanpa kaku atau terlalu liberal. Fokus pada pendidikan agama membentuk pandangan peserta didik dalam 1 Dinas Pendidikan Jawa Barat. AuSURAT EDARAN NOMOR: 4069/KB. 03-PKLK TANGGAL 06 MARET 2023 TENTANG KEGIATAN SMARTREN 2023Ay. Cabang Dinas Pendindikan Wil. IV. Hal. 2 Dinas Pendidikan Jawa Barat. AuSURAT EDARAN NOMOR: 4069/KB. 03-PKLK TANGGAL 06 MARET 2023 TENTANG KEGIATAN SMARTREN 2023Ay. Cabang Dinas Pendindikan Wil. IV. Hal. 3 Hermawan. Iwan. Penguatan Literasi Agama berbasis Studen-Centred Learning dalam Pembelajaran PAI: Penelitian di Universitas Singaperbangsa Karawang. UIN Sunan Gunung DJati Bandung. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin menerapkan ajaran agama. Literasi beragama juga dorong pemikiran kritis tentang isu-isu agama dan berbagi pemahaman dari referensi utama seperti al-Qur'an dan hadis. Peningkatan Literasi Beragama dalam Millenial Smarttren Ramadhan Literasi beragama adalah kemampuan yang diperoleh individu sebagai hasil dari proses belajar dalam memeluk dan melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, baik yang berkaitan dengan pengetahuan, pengalaman, keyakinan, dan pengamalan agama yang dianut. 53 Pada dasarnya, literasi beragama adalah pengetahuan yang berakar pada ajaran agama. Literasi beragama merupakan kegiatan untuk meningkatkan budaya baca tulis tentang ilmu agama dan pemahaman nilai-nilai moral yang dikandungnya agar tidak menjadi fanatik dalam beragama. Melalui program Millenial Smarttren Ramadhan, peserta didik memiliki peluang untuk mengembangkan pemahaman dan kemampuan dalam menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Indikator Peningkatan Literasi Beragama Secara mendasar, peningkatan literasi beragama pada seseorang, menurut analisis peneliti yang menggabungkan pandangan beberapa pakar, dapat diukur melalui sejauh mana peningkatan pengetahuan dan pemahaman seseorang terhadap teks-teks agama. Ini mencakup penguasaan asas-asas ilmu agama, kemampuan membaca sumber ajaran seperti Al-Qur'an dan Hadis, serta peningkatan dalam pelaksanaan ibadah. Serta peningkatan dalam praktik-praktik beragama, baik dalam konteks hubungan dengan Tuhan . maupun hubungan sosial . , yang meliputi aspek etika, moral, kesadaran sosial, keterampilan berpikir kritis dalam konteks agama, sikap toleransi, keadilan, refleksi spiritual, dan pemahaman tentang diri sendiri. Nilai Deskripsi 4 Hermawan. Iwan. Penguatan Literasi Agama berbasis Studen-Centred Learning dalam Pembelajaran PAI: Penelitian di Universitas Singaperbangsa Karawang. UIN Sunan Gunung DJati Bandung. 5 Wahidin Unang. AuLiterasi Keberagamaan Anak Keluarga Marjinal Binaan Komunitas di Kota Bogor,Ay Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 6, no. 02 (November 21, 2. : 14, diakses Agustus 16, 2. 6 Syahri. Akhmad . AuReligious Literacy Movement among Madrasah Ibtidaiyah Students,Ay Edukasia Islamika (Juni 29, 2. : 38Ae51, diakses Agustus 16, 2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Pemahaman Konsep Kemampuan individu untuk memahami konsep-konsep utama dalam Dasar Agama agama mereka, termasuk keyakinan dasar, ajaran, dan prinsip-prinsip Pengenalan Teks-teks Peningkatan dalam pelaksanaan ibadah ritual dengan pemahaman yang Keagamaan lebih dalam, termasuk shalat, puasa, zakat, atau ritual keagamaan lainnya sesuai dengan ajaran agama. Etika dan moral Peningkatan dalam pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip etika dan moral yang diajarkan dalam agama, termasuk perilaku yang baik, tolongmenolong, kejujuran, dan kerendahan hati. Kesadaran sosial dan Penyadaran akan pentingnya berkontribusi positif pada masyarakat, serta pengembangan sikap peduli dan responsif terhadap isu-isu sosial yang Keterampilan berpikir Kemampuan untuk menganalisis dan menafsirkan aspek-aspek kompleks kritis agama dalam agama dengan pandangan kritis, termasuk memahami konteks sejarah dan budaya dari ajaran agama. Sikap toleransi dan Perkembangan dalam sikap toleransi terhadap individu dari latar belakang agama yang berbeda dan sikap berlaku adil dalam berinteraksi dengan mereka Refleksi spiritual dan Perkembangan dalam sikap toleransi terhadap individu dari latar pemahaman diri belakang agama yang berbeda dan sikap berlaku adil dalam berinteraksi dengan mereka. Kesimpulan Berdasarkan penelitian kualitatif tentang program Smarttren (Smart Pesantre. Ramadhan di SMAN 1 Telagasari Karawang, beberapa kesimpulan dapat diambil. Pertama, implementasi program Smarttren Ramadhan di SMAN 1 telagasari Karawang berjalan efektif dengan pelaksanaan aktivitas seperti Sholat Dhuha, pembacaan Asmaul Husna. Tadarus Al-Qur'an. KIDS, penulisan Al-Qur'an, infaq masal, dan lainnya. Kedua, hasil dari implementasi program Smarttren menunjukkan peningkatan literasi beragama peserta didik. Pemahaman konsep dasar agama, pengenalan teks-teks keagamaan, kemampuan beribadah, kesadaran sosial, toleransi, dan refleksi spiritual meningkat. Namun, aspek etika dan moral agama serta keterampilan berpikir kritis agama masih perlu perhatian lebih lanjut. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Ketiga, dalam konteks pendidikan karakter, faktor pendukung yang meliputi motivasi siswa, kerjasama, sarana prasarana, dan lingkungan memainkan peran penting. Namun, ada faktor penghambat seperti kurangnya kesadaran siswa, kurangnya dukungan orangtua, dan faktor Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam pemahaman dan peningkatan literasi beragama peserta didik melalui program Smarttren. Meskipun ada perkembangan positif dalam beberapa aspek, beberapa aspek lain masih perlu ditingkatkan untuk mencapai tujuan penuh program ini. Daftar Pustaka