DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 2 (Oktober 2. Faktor Pendukung Keberhasilan Penerapan Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Kota Semarang Determine Supporting Factors for the Successful Implementation of Electronic Medical Records in PHC Semarang City Hanif Pandu Suhito1 Sholikun2 Prahita Indriana Raniasmi3 1 Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang 2Dinas Kesehatan Kota Semarang 3Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan HAKLI Semarang E-mail : mashanifps@gmail. Abstract The implementation of Electronic Medical Records (RME) in Semarang City health centers is a strategic step to increase the efficiency and effectiveness of health services. This research aims to identify factors that support the successful implementation of Electronic Medical Records (RME) in 39 Semarang City Health Centers. This research involved 110 respondents who were RME users, with various demographic characteristics such as age, gender, highest level of education, and years of work. Data was collected through an online survey using a Likert Scale-based questionnaire. Using the DeLone and McLean Model with the variables studied include system quality, information quality, service quality and user The results of multiple linear regression analysis show that system quality and information quality do not have a significant influence on user satisfaction, with t values of 515 . =0. =0. , respectively. However, service quality has a significant influence on user satisfaction, with a t value of 11. =0. This regression model explains 7% of the variation in user satisfaction can be explained by the three independent variables, with an Adjusted R Square of 0. Based on this research, improving service quality is a key factor in increasing RME user satisfaction at the Semarang City Health Center. Effective implementation of RME can be encouraged by focusing on improving services to support the success of health digital transformation programs. Keywords: Electronic Medical Records, system quality, information quality, service quality, user satisfaction, digital transformation of health. Abstrak Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di puskesmas Kota Semarang merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung keberhasilan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di 39 Puskesmas Kota Semarang. Penelitian ini melibatkan 110 responden yang merupakan pengguna RME, dengan karakteristik demografis yang beragam seperti usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, dan masa kerja. Data dikumpulkan melalui survei daring menggunakan kuesioner berbasis Skala Likert. Menggunakan model DeLone and McLean Model dengan variabel yang diteliti meliputi kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, dan kepuasan pengguna. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa kualitas sistem dan kualitas informasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna, dengan nilai t masing-masing sebesar 1,515 . =0,. dan -0,457 . =0,. Namun, kualitas layanan memberikan pengaruh signifikan terhadap kepuasan Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 2 (Oktober 2. pengguna, dengan nilai t sebesar 11,144 . =0,. Model regresi ini menjelaskan bahwa 86,7% variasi kepuasan pengguna dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut, dengan Adjusted R Square sebesar 0,867. Berdasarkan penelitian ini, peningkatan kualitas pelayanan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kepuasan pengguna RME di Puskesmas Kota Semarang. Implementasi RME yang efektif dapat didorong dengan fokus pada perbaikan layanan untuk mendukung keberhasilan program transformasi digital kesehatan. Kata kunci: Rekam Medis Elektronik, kualitas system, kualitas informasi, kualitas layanan, kepuasan pengguna, transformasi digital kesehatan. Pendahuluan Transformasi digital dalam sektor kesehatan telah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah Indonesia, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 20202024 (Kementerian Kesehatan, 2. Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas, merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kesehatan melalui digitalisasi. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK. 07/MENKES/1559/2022, menyelenggarakan RME paling lambat pada 31 Desember 2023 (Kementerian Kesehatan. Program kesehatan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya sistem pelayanan kesehatan yang lebih efektif, efisien, dan akurat melalui pemanfaatan teknologi informasi. (Perpres. Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Kota Semarang meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan. RME memungkinkan penyimpanan, pengolahan, dan akses data meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) dapat meningkatkan efisiensi mutu pelayanan, dan berperan penting dalam system transformasi pelayanan Kesehatan (Suci Ariani, 2. Implementasi RME dapat meningkatkan efektivitas kerja pada unit rekam medis, meningkatkan kepuasan pengguna. Namun, keberhasilan implementasi RME dipengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan RME agar efektivitas dan kepuasan pengguna keberhasilan sistem informasi DeLone and McLean Model. DeLone and McLean Model kesuksesan sistem informasi dari pengguna (Hudin et al. , 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keberhasilan sistem informasi sangat dipengaruhi oleh kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan. Studi oleh (Sari et al. , 2. menyoroti peran penting dari ketiga faktor tersebut, serta dukungan organisasi dalam implementasi teknologi. Model Delone dan McLean digunakan untuk mengevaluasi kesuksesan sistem informasi dengan fokus pada faktor-faktor seperti kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan sistem, kepuasan pengguna, dan manfaat (DeLone & McLean. Hasil studi pendahuluan menunjukkan adanya masalah dalam penerapan RME di Puskesmas Kota Semarang, termasuk kualitas layanan, kualitas informasi, dan Kualitas sistem. Penelitian faktor-faktor mendukung keberhasilan penerapan RME di Puskesmas Kota Semarang menggunakan model Delone dan McLean. Model ini mengukur kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan sebagai kepuasan pengguna. *) Penulis Korespondensi. E-mail: mashanifps@gmail. Metode Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model Delone dan McLean sebagai kerangka analisis untuk mengukur kesuksesan sistem informasi, khususnya dalam penerapan Rekam Medis Elektronik (RME). Pendekatan ini dipilih untuk memahami hubungan antara kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan. Instrumen penelitian berupa survei menggunakan kuesioner berbasis Skala Likert dengan pilihan jawaban 1 = Sangat Tidak setuju, 2 = Tidak Setuju, 3 = Ragu-ragu 4 = Setuju, 5= Sangat Setuju. Penyebaran dilakukan secara daring menggunakan Google Form. Jumlah responden penelitian adalah 110 pengguna RME di 39 Puskesmas Kota Semarang. Variabel penelitian ini meliputi empat aspek utama. Pertama, kualitas system, yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana sistem Rekam Medis Elektronik (RME) mampu mendukung kegiatan operasional di puskesmas secara efektif dan efisien (Situmorang & Fatikasari. Kedua, kualitas informasi, digunakan untuk menilai tingkat keakuratan dan ketepatan informasi yang dihasilkan oleh sistem RME, sehingga memastikan bahwa data yang disajikan dapat diandalkan (Simbolon et al. , 2. Ketiga, kualitas layanan, mengukur sejauh mana tingkat pelayanan yang diberikan dalam mendukung penggunaan RME di puskesmas, mencakup dukungan teknis maupun non-teknis (Sari et , 2. Terakhir, kepuasan pengguna, yang menilai tingkat kepuasan pengguna menggunakan sistem RME di setiap Variabel-variabel ini diharapkan memberikan gambaran menyeluruh tentang faktor-faktor kesuksesan implementasi RME di Puskesmas Kota Semarang. Tabel 1. Tabel Variabel Penelitian Variabel Indikator Kode Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 2 (Oktober 2. SI tahan dari berbagai macam kerusakan serta kesalahan yang dapat terjadi kapanpun X1_1 SI mudah digunakan X1_2 SI mudah dipelajari X1_3 Kualitas SI mampu merespon Sistem dengan cepat permintaan informasi yang dibutuhkan pengguna X1_4 SI memiliki fitur yang dapat berjalan sesuai X1_5 Mudah mengakses untuk mendapatkan informasi X1_6 Informasi yang dihasilkan sangat akurat dan bebas dari kesalahan X2_1 Informasi disajikan tepat waktu, tidak terlambat X2_2 X2_3 Informasi uptodate Kualitas Informasi yang Informasi dihasilkan lengkap X2_4 Informasi dapat dibaca dengan jelas dan baik dalam format hasilnya X2_5 Informasi menampilkan yang dibutuhkan X2_6 SI memberikan pelayanan kepada pengguna dengan X3_1 Kualitas SI memberikan pelayanan Layanan yang didukung oleh teknisi dalam menangani Kepuasan pengguna dalam mendapatkan Kepuasan informasi Y_1 Pengguna Kepuasan pengguna terhadap tampilan, tata Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 X3_2 Y_2 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 2 (Oktober 2. DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. letak, fungsi menu, dll Kepuasan dalam menggunakan SI secara Tabel 2. Tabel Responden Y_3 Distribusi Karakteristik (%) Laki-laki Perempuan Total 18 -29 tahun 30-39 tahun 40-49 tahun 50-59 tahun Total SMP/SMA/SMK Diploma D1/D2/D3 Sarjana/Profesi Pascasarjana Total Karakteristik Responden Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk memastikan validitas dan kelayakan Uji Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) dan Bartlett's Test digunakan untuk mengukur kecukupan sampel dan memastikan bahwa data untuk analisis lebih lanjut (Wu et al. Uji KMO membantu menentukan apakah variabel-variabel memiliki korelasi yang cukup kuat untuk analisis faktor, sementara Bartlett's Test digunakan untuk menguji signifikansi korelasi antar variabel (Ismowati, 2. Analisis regresi linear berganda dilakukan untuk menguji pengaruh variabel-variabel kepuasan pengguna Rekam Medis Elektronik (RME). Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mencari pengaruh dari dua atau lebih variabel independen variabel X terhadap dependent variable Y (Savitri et al. Analisis independen berkontribusi terhadap variasi Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai faktorfaktor keberhasilan penerapan RME di Puskesmas Kota Semarang. Jenis Kelamin < 1 Tahun Hasil dan Pembahasan 1-3 tahun Penelitian ini terdiri 110 responden yang Rekam Medis Elektronik (RME) di 39 Puskesmas di Kota Semarang. Untuk memahami karakteristik responden yang terlibat dalam penelitian ini, beberapa variabel demografis, seperti usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, latar belakang bidang pendidikan, serta lama bekerja di bidangnya saat ini. Distribusi karakteristik responden tersebut disajikan dalam Tabel 2 berikut 3-5 tahun 5-10 tahun 10-20 tahun >20 tahun Total Umur Pendidikan Masa Kerja Latar Belakang Bidang Pendidikan Administrasi Apoteker Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 2 (Oktober 2. DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. ATLM Sumber: Data Primer Farmasi IT/SI/Teknik Kesehatan Masyarakat Hasil uji KMO menunjukkan nilai 0. bahwa sampel memadai untuk analisis lebih Bartlett's Test Sphericity menunjukkan signifikansi pada 0. 000, yang berarti data layak untuk analisis faktor. Laboratorium Manajemen Tabel 4. Hasil Uji Regresi Berganda Variabel Koefisien Regresi Sig. Medis(Dokter/Dr. Konstanta 0,044 Nutrisionis 0,073 1,515 0,133 -0,030 -0,457 0,649 11,144 0,000 Paramedis(Perawat. Bidan,PTGM) 1,342 Rekam Medis R Square 0,871 SMK Tenaga Teknis Kefarmasian Terapis Gigi Mulut Total Sumber : Data Primer Dilihat dari tabel 1 di atas, penelitian ini melibatkan 110 pengguna RME di seluruh Puskesmas Kota Semarang, di mana mayoritas adalah perempuan . %) dan berusia antara 18-29 tahun . %). Pendidikan responden sebagian besar adalah Diploma D1/D2/D3 . %), dan sebagian besar memiliki masa kerja antara 1-3 tahun . %). Tabel 3. Hasil Uji KMO and Bartlett's Test KMO and Bartlett's Test Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. 0,764 Approx. ChiSquare Sig. 0,000 Bartlett's Test of Sphericity 0,000 Sumber: Data Primer Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kualitas sistem (X. , kualitas informasi (X. , dan kualitas layanan (X. memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kepuasan pengguna (Y) dalam penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Kota Semarang. Kualitas sistem (X. dengan nilai t sebesar 1. menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata yang positif untuk variabel X1, tetapi perbedaannya relatif kecil menunjukkan bahwa variabel tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna, dengan p-value 0. 133 yang lebih besar dari Begitu pula dengan kualitas informasi (X. , yang memiliki nilai t negatif sebesar 0. 457 menunjukkan perbedaan rata-rata yang negatif untuk variabel X2, serta p-value 0. yang menunjukkan bahwa variabel tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan Sebaliknya, kualitas layanan (X. sebagai faktor yang paling signifikan mempengaruhi kepuasan pengguna. Dengan koefisien nilai t yang sangat tinggi sebesar 11. 144, dan pvalue 0. 000, kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang sangat kuat dan signifikan terhadap kepuasan pengguna RME. Nilai t yang tinggi menunjukkan bahwa semakin Copyright A2024 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. baik kualitas layanan yang diberikan, semakin tinggi pula tingkat kepuasan Secara keseluruhan, model regresi menunjukkan bahwa 86. 7% variasi dalam kepuasan pengguna dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen ini, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai Adjusted R Square Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kepuasan pengguna dalam penggunaan RME di Puskesmas Kota Semarang. Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan (X. memiliki pengaruh yang signifikan dan dominan terhadap kepuasan pengguna (Y) dalam penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Kota Semarang. Kualitas sistem (X. dan kualitas informasi (X. tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Hal ini mengindikasikan bahwa aspek layanan, seperti responsivitas dan dukungan teknis, merupakan faktor kunci dalam memastikan kepuasan pengguna RME. Untuk pengguna RME di Puskesmas Kota Semarang, disarankan agar fokus utama peningkatan kualitas layanan, terutama dalam hal responsivitas dan ketersediaan dukungan teknis yang cepat dan efektif. Puskesmas juga perlu mengadakan pelatihan berkala bagi staf memberikan layanan yang optimal kepada pengguna RME. Selain itu, meskipun kualitas sistem dan informasi tidak terbukti signifikan dalam penelitian ini, upaya untuk terus memperbaiki kedua aspek tersebut tetap penting guna memastikan pengalaman pengguna yang holistik dan memadai. Ucapan Terima Kasih Peneliti mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penelitian ini, terutama kepada para responden di Puskesmas Kota Semarang Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 7 No 2 (Oktober 2. yang telah meluangkan waktu untuk mengisi Peneliti juga berterima kasih kepada institusi yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan penelitian ini. Daftar Pustaka