Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Vol. No. September 2025, pp. Pengaruh Profit Margin (NPM). Return On equity (ROE). Debt To Equity Rasio (DER), terhadap Earning Per Share (EPS) pada Perusahaan Transportasi dan Logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Arief Firmansyah1. Febi Floweresta 2. Oksendhy Wicaksono3 Universitas Pembangunan Jaya Info Artikel ABSTRAK Article history: Industri transportasi dan logistik di Indonesia memiliki peran penting dalam menunjang perekonomian nasional. Selama periode 2021 hingga 2023, sektor ini menghadapi berbagai tantangan seperti Pandemi Covid-19, yang menyebabkan pembatasan mobilitas, reguulasi yang berubah, biaya operasional, dan keterbatasan integrasi antar moda transportasi. Faktor-faktor ini berdampak pada kinerja keuangan perusahaan, sehingga penting untuk memahami elemenelemen yang memengaruhi profitabilitas dan daya tarik investor. Salah satu indikator utama kesehatan finansial perusahaan adalah Earning Per Share (EPS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana Net Profit Margin (NPM). Return on Equity (ROE), dan Debt to Equity Ratio (DER) mempengaruhi EPS pada perusahaan transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data sekunder dari tahun 2021Ae2023 digunakan untuk penelitian kuantitatif ini. Analisis dilakukan menggunakan Uji Model dengan bantuan perangkat lunak EViews. Variabel yang diteliti meliputi NPM sebagai gambaran kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari pendapatan. ROE sebagai indikator efisiensi penggunaan ekuitas, serta DER yang mengukur proporsi pembiayaan utang terhadap ekuitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh rasio-rasio keuangan tersebut terhadap EPS dan memberikan wawasan strategis bagi manajemen, investor, maupun Received September, 2025 Revised September, 2025 Accepted September, 2025 Kata Kunci: Net Profit Margin. Return on Equity. Debt to Equity Ratio. Earning Per Share. Kinerja Keuangan. Transportasi dan Logistik. Kinerja Keuangan. Analisis Rasio Keuangan Keywords: Net Profit Margin. Return on Equity. Debt to Equity Ratio. Earning Per Share. Financial Performance. Transportation Logistics. Financial Performance. Financial Ratio Analysis ABSTRACT The transportation and logistics industry in Indonesia has an important role in supporting the national economy. During the period 2021 to 2023, the sector faced various challenges such as the Covid-19 Pandemic, which led to mobility restrictions, changing regulations, operational costs, and limited integration between modes of These factors impact a company's financial performance, so it's important to understand the elements that affect profitability and investor attractiveness. One of the main indicators of a company's financial health is Earning Per Share (EPS). The purpose of this study is to study how Net Profit Margin (NPM). Return on Equity (ROE), and Debt to Equity Ratio (DER) affect EPS in transportation and logistics companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Secondary data from 2021Ae2023 were used for this quantitative research. The analysis was carried out using Model Tests with the help of EViews software. The variables studied include NPM as an overview of the company's ability to generate profit from Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jakws Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A revenue. ROE as an indicator of the efficiency of equity use, and DER which measures the proportion of debt financing to equity. The purpose of this study is to find out how much influence these financial ratios have on EPS and provide strategic insights for management, investors, and academics. This is an open access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Name: Arief Firmansyah Institution: Universitas Pembangunan Jaya Email: ariefkenfirmansyah@gmail. PENDAHULUAN Industri transportasi dan logistik memiliki peranan strategis dalam menunjang pertumbuhan dan stabilitas perekonomian nasional. Sebagai sektor yang mendistribusikan barang, jasa, dan manusia lintas wilayah geografis Indonesia yang luas dan terdiri dari ribuan pulau, keberhasilan sektor ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi nasional. Dalam bukunya Pengantar Transportasi dan Logistik. Herry Gunawan . menekankan bahwa transportasi merupakan elemen vital dalam manajemen logistik. Ia menyatakan bahwa tanpa adanya transportasi, manajemen logistik tidak akan berfungsi dengan baik. Transportasi memungkinkan pengiriman produk mentah dari pemasok ke produsen, serta distribusi produk jadi dari perusahaan kepada konsumen. Efisiensi sistem transportasi sangat penting untuk mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa, yang pada gilirannya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja perusahaan transportasi dan logistik tidak hanya mencerminkan efisiensi sistem distribusi nasional, tetapi juga menjadi indikator daya saing negara dalam perdagangan regional dan global. Carunia . menguraikan bahwa logistik memegang peranan kunci dalam mendukung Namun, dalam periode 2021 hingga 2023, industri ini menghadapi tantangan berat yang menyebabkan ketidakstabilan kinerja keuangan perusahaan-perusahaan dalam sektor tersebut. Vol. No. September 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Dampak pandemi COVID-19 masih terasa di tahun 2021 dengan adanya pembatasan mobilitas dan ketatnya protokol kesehatan yang menyebabkan penurunan permintaan jasa transportasi. Di sisi lain, tahun 2022 menunjukkan lonjakan tajam dalam beberapa indikator keuangan, namun diikuti dengan penurunan kembali di tahun 2023, mencerminkan ketidakpastian dan ketidakkonsistenan performa industri secara keseluruhan. Berdasarkan data observasi dari beberapa perusahaan transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), fluktuasi tajam terlihat dari indikator keuangan utama. Earning Per Share (EPS), yang mencerminkan besarnya laba bersih yang tersedia bagi setiap lembar saham, mengalami perubahan drastis: dari 19,88 pada tahun 2021 melonjak ke 66,42 di tahun 2022, kemudian kembali menurun tajam menjadi 17,62 di tahun 2023. Ini menunjukkan bahwa profitabilitas bisnis sangat tidak stabil, yang menimbulkan pertanyaan mendasar tentang apa yang menyebabkan perubahan ini. Salah satu kemungkinan penyebab fluktuasi EPS adalah perubahan dalam rasio keuangan utama, seperti Return on Equity (ROE). Net Profit Margin (NPM), dan Debt to Equity Ratio (DER). ROE menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba atas modal sendiri. Pada tahun 2021. ROE tercatat tinggi sebesar 36,54%, namun turun drastis menjadi -3,88% di tahun 2022, sebelum akhirnya naik kembali ke 7,81% di tahun 2023. Penurunan ini menunjukkan bahwa di tahun 2022, perusahaan mengalami kerugian atau penurunan laba meskipun EPS meningkat, yang bisa mengindikasikan adanya anomali keuangan atau efek dari faktor non-operasional. Hal yang sama terlihat pada NPM, yang merupakan indikator seberapa besar laba bersih yang dihasilkan dari total pendapatan. Pada 2021. NPM tercatat sangat tinggi di angka 70,19%, namun anjlok menjadi -14,31% di tahun 2022, sebelum naik sedikit ke 5,15% pada 2023. Fluktuasi tajam ini menunjukkan adanya gangguan besar dalam manajemen beban dan efisiensi operasional Sementara itu. DER sebagai indikator struktur permodalan menunjukkan tren yang berbeda: dari negatif (-2,. pada 2021, naik ke 1,86 pada 2022, lalu turun ke 0,32 di 2023. Naiknya DER menunjukkan peningkatan penggunaan utang sebagai sumber pembiayaan, yang mungkin dilakukan perusahaan untuk bertahan dari tekanan biaya operasional selama pandemi. Fluktuasi ekstrim dari ketiga variabel keuangan tersebut menjadi sorotan penting dalam penelitian ini, karena ketiganya secara teoritis dan empiris telah terbukti memiliki keterkaitan dengan EPS. Ketika indikator keuangan perusahaan berubah secara signifikan namun tidak konsisten, hal ini menandakan adanya ketidakpastian manajerial, tantangan eksternal industri, serta potensi risiko bagi investor. Selain itu, kondisi ini juga mencerminkan perlunya strategi keuangan yang lebih adaptif dan analisis kinerja yang lebih mendalam untuk menghadapi kondisi dinamis pasca-pandemi. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini menjadi sangat relevan dan penting untuk dilakukan. Tujuannya adalah untuk mempelajari bagaimana NPM. ROE, dan DER berdampak pada EPS perusahaan logistik dan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021Ae2023. Diharapkan bahwa penelitian ini dapat memberikan kontribusi empiris untuk memahami komponen yang memengaruhi profitabilitas bisnis dalam industri transportasi dan logistik. Ini akan dicapai melalui pendekatan kuantitatif yang menggunakan data numerik untuk menguji hipotesis secara statistik (Creswell, 2. dan menggunakan perangkat lunak EViews untuk melakukan analisis regresi panel data. Analisis regresi panel data memungkinkan penelitian untuk menangkap variasi antar perusahaan dan waktu sekaligus, sehingga dapat mengidentifikasi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dengan lebih akurat dan memperhitungkan heterogenitas data (Baltagi, 2021. Gujarati & Porter, 2009. Hsiao, 2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan strategis bagi para manajer dalam pengambilan keputusan keuangan, memberikan referensi bagi investor dalam menilai prospek saham perusahaan di sektor ini, serta memperkaya literatur akademik terkait manajemen keuangan dan kinerja industri transportasi di Indonesia. Vol. No. September 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A TINJAUAN PUSTAKA 1 Earning Per Share (EPS) Menurut Brigham dan Houston . , laba per saham (EPS) merupakan komponen penting dari analisis fundamental saham dan digunakan untuk mengukur profitabilitas suatu perusahaan. Kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba bersih yang tersedia untuk setiap lembar saham yang beredar menunjukkan seberapa baik profitabilitas perusahaan (Subramanyam, 2. Pendapatan per saham (EPS) yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang signifikan jika dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar. ini meningkatkan nilai perusahaan dan menarik investor. Karena EPS mencerminkan hasil akhir dari semua keputusan keuangan dan operasional perusahaan, itu juga menjadi variabel dependen yang umum digunakan dalam penelitian keuangan. Dalam pasar modal, perubahan EPS sangat mempengaruhi harga saham karena investor melihatnya sebagai proksi atas kinerja dan prospek keuangan perusahaan (Gitman & Zutter, 2. 2 Net Profit Margin (NPM) Rasio profitabilitas yang dikenal sebagai Net Profit Margin (NPM) dihitung dengan membandingkan laba setelah bunga dan pajak dengan penjualan. rasio ini menunjukkan pendapatan bersih perusahaan dari penjualan. Kasmir, film 2019 Rasio profitabilitas, termasuk NPM, mencerminkan tingkat efektivitas manajemen dalam menjalankan operasional perusahaan, terutama dalam menghasilkan keuntungan dari penjualan. Hery . para peneliti ini meneliti pengaruh NPM dan EPS terhadap harga saham pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPM berpengaruh terhadap harga saham secara parsial. Ini berarti bahwa NPM yang tinggi menunjukkan kinerja operasional yang baik dan mungkin meningkatkan EPS (Ramadan. Yudhawati dan Supramono, 2. Dengan kinerja perusahaan yang baik. NPM telah terbukti berdampak positif terhadap harga saham. Ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan yang baik dan potensi meningkatkan EPS, yang berdampak positif pada harga saham. Ini mendasari asumsi bahwa perusahaan yang mampu mengoptimalkan margin keuntungan mereka akan cenderung memiliki laba bersih yang lebih besar, yang pada gilirannya akan meningkatkan EPS. 3 Return on Equity (ROE) Jumlah laba bersih yang dihasilkan dari setiap satuan ekuitas pemegang saham disebut return on equity (ROE). Menurut Harahap . ROE yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mampu memaksimalkan penggunaan modal sendiri untuk menciptakan nilai bagi pemegang Brigham dan Houston . menjelaskan bahwa ROE merupakan ukuran yang sangat penting karena menunjukkan seberapa besar return yang diterima pemilik modal atas investasinya di perusahaan. Salah satu alat penting yang digunakan investor untuk mengevaluasi kemampuan suatu organisasi untuk menghasilkan keuntungan dari modal yang diinvestasikan adalah return on ROE yang tinggi menunjukkan bahwa organisasi memiliki kinerja keuangan yang baik dan mampu menciptakan nilai yang lebih besar bagi pemegang saham (Gitman & Zutter, 2. Menurut Harahap . ROE yang meningkat mencerminkan efisiensi penggunaan modal dalam menghasilkan keuntungan, yang akan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan EPS sebagai ukuran laba per saham yang diterima investor. Perusahaan yang memiliki ROE tinggi dinilai lebih menarik oleh investor karena diasumsikan mampu mempertahankan pertumbuhan laba di masa 4 Debt to Equity Ratio (DER) Untuk mengukur struktur pendanaan perusahaan serta tingkat risiko keuangan yang ditanggung. DER adalah rasio leverage yang menunjukkan perbandingan utang ke ekuitas. Tingkat DER yang tinggi menunjukkan risiko keuangan yang lebih besar, yang dapat mengurangi Vol. No. September 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A kepercayaan investor. Investor cenderung menghindari perusahaan dengan struktur modal terlalu bergantung pada hutang karena potensi kebangkrutan yang lebih tinggi (Gitman & Zutter, 2. Menurut Kasmir . DER yang tinggi mengindikasikan ketergantungan yang besar pada hutang untuk pembiayaan. Hal ini menjadi perhatian negatif bagi investor karena beban bunga yang tinggi dapat menggerus laba dan menurunkan nilai perusahaan. Namun, dalam praktiknya, pengaruh DER terhadap EPS bisa bervariasi tergantung pada efisiensi penggunaan utang tersebut. Kasmir menyatakan bahwa semakin tinggi DER, semakin besar beban bunga yang harus ditanggung oleh perusahaan akibat tingginya penggunaan utang. Hal ini mengurangi laba bersih perusahaan, sehingga berpotensi menurunkan Net Profit Margin (NPM). 5 Penelitian Terdahulu Penelitian mengenai pengaruh rasio keuangan terhadap EPS telah dilakukan oleh berbagai (Pratiwi & Prasetyo, 2. Menemukan bahwa NPM dan ROE berpengaruh positif terhadap EPS, yang berarti semakin tinggi margin laba bersih dan pengembalian ekuitas, semakin besar pula potensi perusahaan dalam meningkatkan nilai per lembar sahamnya. Mereka menyatakan bahwa efisiensi operasional dan pengelolaan modal sendiri menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya tarik saham, sementara Hasil serupa juga ditemukan oleh Yuliana dan Santoso . , yang menyimpulkan bahwa perusahaan dengan ROE dan NPM tinggi cenderung memiliki EPS yang lebih tinggi, sedangkan perusahaan dengan DER tinggi memiliki EPS yang lebih rendah. Namun, terdapat pula penelitian yang menunjukkan hasil berbeda. Sari dan Lestari . menemukan bahwa DER tidak berpengaruh signifikan terhadap EPS pada perusahaan sektor Ningsih . menambahkan bahwa variabel ROE dan DER secara dominan memengaruhi EPS di sektor logistik. Hal ini mengindikasikan bahwa pengaruh masing-masing rasio keuangan terhadap EPS dapat bervariasi tergantung pada kondisi industri, struktur biaya, dan strategi keuangan perusahaan. Dengan demikian, berdasarkan teori dan hasil penelitian sebelumnya, maka penelitian ini dilakukan untuk menguji kembali hubungan antara NPM. ROE, dan DER terhadap EPS secara spesifik pada sektor transportasi dan logistik di Indonesia dalam kurun waktu 2021Ae2023, yang selama periode tersebut mengalami dinamika signifikan akibat dampak pandemi dan pemulihan METODE PENELITIAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara variabel independen (NPM. ROE, dan DER) terhadap variabel dependen (EPS). Pendekatan kuantitatif digunakan karena data yang dianalisis berasal dari laporan keuangan dan kemudian diolah dan dianalisis secara statistik. 1 Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021Ae2023. Data ini diperoleh dari masing-masing perusahaan dan dari situs web resmi BEI . Jumlah rasio keuangan termasuk Net Profit Margin (NPM). Return on Equity (ROE). Debt to Equity Ratio (DER), dan Earning Per Share (EPS). 2 Populasi dan Sampel Studi ini mencakup semua perusahaan yang bergerak dalam sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode purposive sampling digunakan untuk memilih sampel, yang berarti sampel dipilih sesuai dengan persyaratan tertentu sehingga data yang dikumpulkan menjadi relevan dan panel dapat menganalisisnya. Berikut adalah persyaratan untuk pemilihan sampel: Perusahaan yang secara konsisten terdaftar dalam industri transportasi dan logistik selama periode 2021Ae2023. Vol. No. September 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A . Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan tahunan yang lengkap dan dapat diakses publik selama periode pengamatan. Perusahaan yang memiliki data lengkap tentang semua variabel yang diteliti (NPM. ROE. DER, dan EPS). 3 Definisi Operasional Variabel . Keuntungan Per Saham (EPS): laba bersih setelah pajak dibagi dengan jumlah saham yang EPS menunjukkan seberapa banyak keuntungan yang diperoleh setiap saham. Net Profit Margin (NPM): laba bersih setelah pajak dibagi dengan pendapatan. NPM menunjukkan seberapa baik suatu perusahaan dapat menghasilkan laba dari pendapatan. Return on Equity (ROE): laba bersih dibagi dengan total ekuitas. ROE mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan modal sendiri untuk memperoleh laba. Debt to Equity Ratio (DER): total utang dibagi dengan total ekuitas. DER mengukur struktur permodalan perusahaan, terutama seberapa besar perusahaan dibiayai oleh utang dibandingkan dengan modal sendiri. 4 Teknik Analisis Data Software EViews digunakan untuk mengolah data. program ini secara efektif mendukung regresi multivariat dan analisis data panel (Santoso, 2. Analisis dimulai dengan statistik deskriptif untuk menggambarkan variabel secara keseluruhan. Untuk memastikan bahwa model yang digunakan memenuhi semua asumsi, seperti yang dijelaskan oleh Gujarati dan Porter . , dilakukan uji asumsi klasik seperti autokorelasi, heteroskedastisitas, normalitas, dan multikolinearitas . Analisis regresi panel, yang menggabungkan cross-section dan time series data, digunakan untuk menguji model. Ini memungkinkan untuk mengontrol heterogenitas antar individu yang tidak dapat diamati (Gujarati & Porter, 2. Uji Chow. Hausman, dan Lagrange Multiplier (LM) digunakan untuk memilih model. Uji F dan uji t digunakan untuk melihat pengaruh simultan dan parsial saat menginterpretasikan hasil regresi. Koefisien determinasi (R. digunakan untuk menentukan seberapa besar variabel independen bertanggung jawab atas variasi EPS. Metodologi ini didasarkan pada pendekatan penelitian kuantitatif sebagaimana dijelaskan oleh Sugiyono . Untuk keabsahan hasil penelitian, digunakan prinsip validitas dan reliabilitas sebagaimana disarankan oleh Yusup . 5 Rumusan Model Penelitian Model ini diadopsi dari pendekatan regresi data panel sebagaimana digunakan oleh beberapa peneliti sebelumnya dalam studi profitabilitas dan struktur modal. Wulandari dan Ayu . , juga menggunakan model serupa untuk menilai pengaruh ROE dan DER terhadap EPS pada perusahaan public. Model regresi panel dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: EPSit = 1NPMit 2ROEit 3DERit Ait Keterangan: EPSycnyc = Earning Per Share perusahaan ke-i pada tahun ke-t = konstanta yu1,yu2,yu3 = koefisien regresi masing-masing variabel yuAycnyc = error term NPM. ROE. DER = variabel independent HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Pemilihan Model Regresi Panel Dalam analisis regresi data panel, pemilihan model menjadi tahap krusial untuk mendapatkan estimasi parameter yang efisien dan tidak bias. Tiga model utama dalam data panel Vol. No. September 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A adalah Common Effect Model (CEM). Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM). Untuk menentukan model terbaik digunakan tiga pengujian yaitu Uji Chow. Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier (LM). Menurut Ghozali . , pemilihan model berdasarkan nilai probabilitas dari masing-masing uji, dengan ketentuan: . jika Prob Chow < 0,05 maka dipilih FEM, . jika Prob Hausman < 0,05 maka dipilih FEM, . jika Prob LM < 0,05 maka dipilih REM. Pemilihan Model Pengujian Hasil Keputusan Uji Chow Prob. > 0,05 CEM Prob. < 0,05 FEM Uji Haussman Prob. > 0,05 REM Prob. < 0,05 FEM Uji Lagrange Prob. > 0,05 CEM Multiplier Prob. < 0,05 REM Uji Chow: Uji Chow menghasilkan nilai Prob = 0. 0000 < 0. 05, yang berarti model Common Effect (CEM) ditolak, dan model Fixed Effect Model (FEM) lebih baik. Uji Hausman: Menurut uji Hausman. FEM ditolak dan model Random Effect (REM) lebih tepat. Nilai Prob = 0. 2793 > 0. Uji Lagrange Multiplier: Uji Lagrange Multiplier (LM) menghasilkan nilai Prob = 0. 0001 < 0. 05, sehingga model REM kembali dinyatakan paling sesuai. Dengan demikian, berdasarkan kombinasi ketiga uji tersebut, model regresi terbaik untuk digunakan adalah Random Effect Model (REM). 2 Hasil Uji Regresi Hasil pengolahan data menggunakan EViews menunjukkan bahwa model regresi memiliki nilai R-squared sebesar 0. 2793 atau 27,93%, yang menunjukkan bahwa variabel bebas Net Profit Vol. No. September 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Margin (NPM). Return on Equity (ROE), dan Debt to Equity Ratio (DER) masing-masing dapat menyebabkan variasi EPS sebesar 27,93%. , sementara faktor lain di luar model menyumbang 72,05 3 Uji Signifikansi Simultan (Uji F) Nilai Prob(F-statisti. = 0. 000135 < 0. 05, sehingga H0 ditolak, dan dapat disimpulkan bahwa NPM. ROE, dan DER berpengaruh secara signifikan terhadap EPS secara bersamaan. Ini menunjukkan bahwa ketiga variabel independen ini relevan untuk menjelaskan perubahan EPS perusahaan logistik dan transportasi. 4 Uji Signifikansi Parsial (Uji . NPM (X. : Prob = 0. 0000 < 0. Ie Berarti NPM berpengaruh signifikan positif terhadap EPS. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi margin laba bersih, semakin besar pula potensi keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham. Temuan ini sejalan dengan pendapat Ross et al. dan Wahyudi & Rahmawati . , yang menyatakan bahwa efisiensi operasional berperan penting dalam mendongkrak nilai perusahaan. ROE (X. : Prob = 0. 7456 > 0. Ie ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap EPS. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun laba bersih terhadap ekuitas tinggi, hal itu belum tentu terdistribusi langsung terhadap pendapatan per saham. Ghozali . menjelaskan bahwa hal ini bisa terjadi karena adanya pengaruh outlier atau nilai ekstrim dalam data, atau karena ROE tidak selalu berbanding lurus dengan distribusi laba kepada pemegang saham. DER (X. : Prob = 0. 9350 > 0. Ie DER tidak berpengaruh signifikan terhadap EPS. Hasil ini menunjukkan bahwa perubahan struktur utang terhadap ekuitas tidak langsung memengaruhi laba per saham. Hal ini dapat dijelaskan oleh teori leverage yang menyebutkan bahwa penggunaan utang dapat menguntungkan hanya jika dana tersebut digunakan secara produktif (Brigham & Houston, 2. Ghozali . juga menyebutkan bahwa pengaruh DER bisa bias ketika terdapat heterogenitas perusahaan atau data ekstrem, yang menyebabkan fluktuasi besar namun tidak konsisten dalam 5 Pembahasan Hasil analisis menunjukkan bahwa Net Profit Margin (NPM) adalah satu-satunya variabel yang secara signifikan memengaruhi EPS, sedangkan ROE dan DER tidak signifikan. Ini menguatkan argumen bahwa efisiensi laba bersih terhadap penjualan merupakan penentu utama laba yang dibagikan per saham pada sektor transportasi dan logistik selama masa pemulihan pascapandemi. Fenomena ini juga memperkuat temuan dari Yuliana & Santoso . dan Pratiwi & Prasetyo . , di mana perusahaan dengan margin laba bersih tinggi cenderung memiliki EPS yang lebih stabil. Sebaliknya, tingginya ROE atau DER tidak serta-merta menjamin tingginya EPS, terutama ketika faktor-faktor non-keuangan seperti regulasi, biaya bahan bakar, dan disrupsi rantai pasok memiliki pengaruh besar. Adanya ketidaksignifikanan ROE dan DER juga dapat dijelaskan dengan merujuk pada pandangan Ghozali . yang menyatakan bahwa variabel keuangan bisa kehilangan signifikansinya ketika data bersifat unbalanced, mengandung outlier, atau ketika terjadi variasi strategi antar perusahaan . ata alignin. Maka dari itu, pengendalian kualitas data dan pemilihan model yang tepat sangat krusial dalam studi panel data. KESIMPULAN Penelitian ini menegaskan bahwa Net Profit Margin (NPM) merupakan variabel yang paling berpengaruh signifikan terhadap Earning Per Share (EPS) pada perusahaan transportasi dan Vol. No. September 2025: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021Ae2023. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam mengelola efisiensi operasional dan menghasilkan laba bersih dari penjualan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan laba per saham. Sebaliknya. Return on Equity (ROE) dan Debt to Equity Ratio (DER) terbukti tidak berpengaruh signifikan terhadap EPS. Kondisi ini mencerminkan bahwa tingginya tingkat pengembalian atas ekuitas maupun struktur pembiayaan melalui utang tidak selalu memberikan dampak langsung terhadap distribusi laba per saham. Faktor eksternal seperti regulasi, biaya operasional, serta dinamika pasca-pandemi juga memengaruhi hubungan ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa fokus utama perusahaan dalam meningkatkan daya tarik investasi dan kinerja keuangan terletak pada pengelolaan margin laba Hasil penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi manajemen untuk memperkuat efisiensi operasional, bagi investor untuk mempertimbangkan NPM sebagai indikator utama dalam pengambilan keputusan investasi, serta bagi akademisi sebagai referensi untuk penelitian lebih lanjut mengenai dinamika kinerja keuangan di sektor transportasi dan logistik. ACKNOWLEDGEMENTS Penulis menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan dalam penyusunan penelitian ini. Ucapan terima kasih khusus disampaikan kepada dosen Metodologi Penelitian. Analisis Laporan Keuangan. Analisis Multivariat dan Seminor Topik yang telah memberikan arahan dan masukan yang sangat berharga. Penulis juga berterima kasih kepada Bursa Efek Indonesia atas tersedianya data keuangan perusahaan yang digunakan dalam penelitian DAFTAR PUSTAKA