Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1141-1158 MOTIVASI PETANI DALAM PENGGUNAAN JASA KOPERASI SERBA USAHA PERTIWI HIJAU FARMERS MOTIVATION IN USING THE SERVICE OF KOPERASI SERBA USAHA PERTIWI HIJAU Mutiara Putri Gita Cahyani. Kadhung Prayoga. Agus Subhan Prasetyo Program Studi Agribisnis. Fakultas Peternakan dan Pertanian. Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto. SH. Tembalang. Semarang. Indonesia Email : mutiaraputri511@gmail. (Diterima 04-06-2022. Disetujui 19-07-2. ABSTRAK Lemahnya permodalan dan informasi pasar mendorong petani mengakses kelembagaan pertanian, salah satunya koperasi. Sebagian besar petani lebih memilih jasa tengkulak dibandingkan dengan Kondisi tersebut dipengaruhi oleh perbedaan petani dalam menggunakan jasa, salah satunya motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi petani untuk menggunakan dan tidak menggunakan jasa koperasi dan menganalisis pengaruh kebutuhan, ketersediaan sarana produksi, kemampuan untuk berkembang, kesempatan untuk maju, ketersediaan kredit, prosedur kredit, jaminan pasar, kondisi lingkungan, kebijakan instansi terhadap motivasi petani dalam penggunaan jasa koperasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2022 di Desa Dlepih. Kecamatan Tirtomoyo. Kabupaten Wonogiri. Metode pengambilan sampel menggunakan complete enumaration method dengan responden sebanyak 36 petani. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi petani yang menggunakan dan tidak menggunakan jasa koperasi termasuk dalam kategori tinggi. Uji t menunjukkan bahwa kebutuhan, kemampuan untuk berkembang, kesempatan untuk maju, jaminan pasar dan kebijakan instansi berpengaruh positif signifikan, sedangkan keterjangkauan harga berpengaruh negatif terhadap motivasi petani. Oleh karena itu, diperlukan adanya kesadaran mengenai kelembagaan pertanian serta perbaikan dari segi pelayanan, kesiapan organisasi dan finansial dari kelembagaan itu sendiri. Kata kunci: jasa, jaminan pasar, kredit, koperasi, motivasi ABSTRACT Weak capital and market information encourage farmers to access agricultural institutions, one of which is cooperatives. Most farmers prefer using the services of middlemen to cooperatives. This condition is influenced by differences in farmers' use of services, one of which is motivation. This study aims to . analyze the motivations of farmers to use and not use cooperative services. analyze the impact of needs, production facility availability, ability to develop, opportunities for advancement, credit availability, credit procedures, market guarantees, environmental conditions, and policy agencies on farmer motivation in using cooperative services. This research was conducted from February to March 2022 in Dlepih Village. Tirtomoyo District. Wonogiri Regency. The research method used a survey method. The sampling method used a complete enumaration method with 36 farmers as respondents. The data used was primary and secondary data. Data collection was done by interviews and observation. The data was analyzed using descriptive analysis and multiple linear regression analysis. The result showed that farmers' motivation for using and not using cooperative services fell into the high category. The t-test demonstrates that need, ability to improve, opportunity to progress, market guarantees, and agency rules have a significant positive effect, while price affordability has a significant negative effect on farmers' Motivasi Petani dalam Penggunaan Jasa Koperasi Serba Usaha Pertiwi Hijau Mutiara Putri Gita Cahyani. Kadhung Prayoga. Agus Subhan Prasetyo As a result, it's critical to recognize the importance of understanding agricultural institutions, as well as changes in service, organizational, and financial readiness. Keywords: credits,cooperatives, market guarantee, motivation, service termasuk ke dalam kategori rendah. PENDAHULUAN Koperasi mempunyai peran penting padahal RAT merupakan kegiatan wajib yang harus dilakukan koperasi setiap nasional di Indonesia. Koperasi turut Menurut Sormin et al . andil dalam mewujudkan perekonomian minimnya perkembangan koperasi di masyarakat yang adil dan merata dengan Indonesia meningkatkan taraf hidup dan pendapatan masyarakat dengan cara menyatukan, finansial maupun organisasi. Hal tersebut juga mempunyai tanggung jawab dalam Oleh meningkatkan motivasi anggota maupun kesejahteraan anggota koperasi. Perkembangan masyarakat terhadap penggunaan jasa masyarakat tersebut. Selain itu, koperasi masyarakat maka diperlukan peningkatan kinerja koperasi baik dari segi kuantitas Indonesia saat ini apabila dilihat dari segi kuantitas mengalami peningkatan, tetapi dilakukan koperasi yaitu menyediakan apabila dilihat dari segi kualitas masih berbagai jenis bidang jasa seperti simpan perlu perbaikan. Berdasarkan data Dinas pinjam, jasa, konsumen, produsen, dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Wujud dari upaya tersebut Provinsi Jawa Tengah tahun 2022 dalam adalah dengan adanya koperasi serba tercatat bahwa jumlah koperasi sebanyak usaha yang bergerak dalam lebih dari 666 hanya 12. 396 yang aktif dan satu bidang jenis usaha seperti koperasi 939 yang melaksanakan RAT serba usaha. Pengertian koperasi serba atau 39,8% . ttps://jatengprov. usaha menurut Sugiastini dan Yuliarmi Berdasarkan data tersebut dapat . Upaya bergerak di bidang produksi, konsumsi. RAT simpan pinjam, dan juga jasa. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1141-1158 Salah satu koperasi serba usaha Pengertian yang masih eksis sampai saat ini adalah Ruhimat . adalah sesuatu yang Koperasi Serba Usaha (KSU) Pertiwi menggerakkan manusia untuk melakukan Hijau yang terletak di Jl. Baturan Raya suatu tindakan dimana hal ini timbul No. Klemburan. Kecamatan karena adanya suatu kebutuhan dan Colomadu. Kabupaten Karanganyar, karenanya perbuatan tersebut terarah Jawa Tengah pencapaian tujuan tertentu. Motivasi Yayasan Gita Pertiwi yang mendampingi internal merupakan dorongan seseorang kelompok tani yang berada di Wonogiri untuk melakukan suatu tindakan yang tepatnya di Desa Dlepih. Kecamatan Tirtomoyo. KSU Pertiwi Hijau bergerak Motivasi eksternal merupakan dorongan Koperasi Serba Usaha tindakan yang bersumber dari luar. Motivasi yang dimiliki oleh anggota kegiatannya mempunyai pedoman jasa maupun masyarakat akan mempengaruhi keputusannya dalam memilih lembaga Pertiwi Hijau khusunya petani. Sebagian mana yang akan digunakan baik koperasi memilih menggunakan jasa tengkulak tengkulak dan rentenir (Aristha, 2. Uraian diatas memberikan sebuah gagasan bagi peneliti untuk mengkaji hal- Namun, kondisi berbeda di hal yang dipandang dapat mempengaruhi Desa Dlepih dimana terdapat perbedaan petani dalam menggunakan dan tidak Adapun kebaharuan penelitian menggunakan jasa koperasi dan tidak dapat dilihat dari lokasi, variabel, dan menggunakan jasa koperasi. Kondisi topik pembahasan dari masalah yang tersebut dipengaruhi adanya perbedaan petani dalam menggunakan jasa koperasi penggunaan jasa. Penelitian terdahulu dan tidak menggunakan jasa koperasi, lebih fokus terhadap minat dan keputusan salah satunya melalui aspek motivasi internal dan eksternal. lembaga keuangan perbankan. Selain itu. Motivasi Petani dalam Penggunaan Jasa Koperasi Serba Usaha Pertiwi Hijau Mutiara Putri Gita Cahyani. Kadhung Prayoga. Agus Subhan Prasetyo kebaharuan penelitian dapat dilihat dari menggunakan jasa KSU Pertiwi Hijau sebesar 83,33%. kebutuhan, ketersediaan sarana produksi. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah complete enumaration kesempatan untuk maju, ketersediaan di Kabupaten Wonogiri. Populasi dalam kredit, prosedur kredit, jaminan pasar, penelitian ini adalah anggota Kelompok kondisi lingkungan, kebijakan instansi. Wanita Tani Kahyangan Sri sebanyak 36 Tujuan dari penelitian ini adalah petani, dengan demikian sampel yang digunakan juga sebanyak 36 petani. petani untuk menggunakan dan tidak Data penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari jawaban kuesioner berupa identitas responden dan pernyataan mengenai kesempatan untuk maju, ketersediaan kredit, prosedur kredit, jaminan pasar, diperoleh dengan cara wawancara dan kondisi lingkungan, kebijakan instansi penelitian ini diperoleh dari berbagai penggunaan jasa koperasi. Data literatur dan bahan pustaka, serta instansi terkait seperti Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada Tengah serta BPS Kabupaten Wonogiri. bulan Februari sampai Maret 2022 di Metode analisis data menggunakan Desa Dlepih. Kecamatan Tirtomoyo, analisis deskriptif dan analisis regresi Kabupaten Wonogiri. Jawa Tengah. Analisis Lokasi penelitian dipilih secara purposive digunakan untuk menganalisis motivasi dengan pertimbangan bahwa di lokasi petani untuk menggunakan dan tidak tersebut terdapat banyak petani yang menggunakan jasa KSU Pertiwi Hijau berupa jasa simpan pinjam dan jasa Presentase petani yang responden melalui bantuan kuesioner dengan skala likert. Untuk menunjukkan Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1141-1158 hasil dari penilaian interpretasi diperoleh lalu dilanjutkan dengan uji asumsi klasik sebagai prasyarat analisis regresi linier menggunakan nilai index % dengan Langkah selanjutnya yaitu rumus sebagai berikut : dengan uji hipotesis berupa uji T dan uji Nilai Index % = Rumus analisis regresi linier berganda ycu 100 adalah sebagai berikut: Oleh karena itu, dapat disimpulkan Y = a b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 b5X5 bahwa kriteria interprestasi skor dalam b6X6 b7X7 b8X8 b9X9 Keterangan : Dengan ketentuan : b1-b2 Jika nilai index berada dalam interval 0 % - 33,33 % maka motivasi petani baik yang menggunakan jasa koperasi dan tidak menggunakan jasa koperasi Jika nilai index berada dalam interval 33,34 % - 66,67 % maka motivasi petani baik yang menggunakan jasa = Motivasi Petani = Konstanta = Koefisien regresi = Kebutuhan = Ketersediaan sarana produksi =Kemampuan untuk Berkembang = Kesempatan untuk Maju = Ketersediaan Kredit = Prosedur Kredit = Jaminan Pasar = Kondisi Lingkungan = Kebijakan Instansi koperasi dan tidak menggunakan jasa koperasi sedang. HASIL DAN PEMBAHASAN Jika nilai index berada dalam interval Keadaan Umum Desa Dlepih 66,68 % - 100 % maka motivasi Desa Dlepih merupakan salah satu petani baik yang menggunakan jasa Kecamatan koperasi dan tidak menggunakan jasa Tirtomoyo. Kabupaten Wonogiri. Jawa koperasi sedang. Tengah dengan luasan lahan sawah yang Analisis regresi linier berganda paling besar di Kecamatan Tirtomoyo. dengan menggunakan SPSS (Statistical Desa Dlepih merupakan salah satu desa Package for the Social Scienc. Nilai yang memiliki luas panen dan produksi terbesar di Kecamatan Tirtomoyo yaitu berdasarkan hasil kuesioner skala likert memiliki luas panen sebesar 392 ha dari jawaban responden. Hasil kuesioner dengan produksi padi 76,2 kuintal. Berdasarkan data yang yang diperoleh validitas dan reliabilitas terlebih dahulu dari Badan Pusat Statistik . , luas masing-masing Motivasi Petani dalam Penggunaan Jasa Koperasi Serba Usaha Pertiwi Hijau Mutiara Putri Gita Cahyani. Kadhung Prayoga. Agus Subhan Prasetyo wilayah Desa Dlepih sebesar 758,23 ha petani di Desa Dlepih untuk mengakses dengan luas lahan sawah 256,32 ha, luas lahan pekarangan dan bangunan 139,72 Petani di Desa Dlepih lebih ha, luas lahan tegalan 129,89 ha, luas memilih menggunakan jasa koperasi lahan hutan 224,50 ha, dan luas lahan daripada jasa tengkulak yaitu kredit lainnya 7,8 ha. Besarnya memudahkan petani agar langsung dapat tersebut sejalan dengan potensi utama yang dimilikinya yaitu pertanian dengan kebutuhan, lama pinjaman sesuai dengan komoditas utama padi, dimana mayoritas periode pengembalian tanaman semusim, penduduk bermata pencaharian sebagai persyaratan pengajuan kredit tidak rumit Berdasarkan hasil wawancara dengan responden diketahui bahwa petani sederhana, tingkat suku bunga rendah, di Desa Dlepih dalam menjalankan memberikan kelonggaran kepada petani usahataninya masih mengalami kesulitan apabila ada keterlambatan angsuran yaitu petani dapat menunda pembayaran di hama, kondisi cuaca yang tidak stabil, bulan berikutnya. harga bahan input produksi yang rentan Karakteristik Responden mengalami kenaikan, serta harga beras Karakteristik Responden Berdasarkan Umur yang mengalami penurunan. Berdasarkan Selain itu, harga pupuk mengalami kenaikan dari tahun ke tahun tetapi tidak penelitian didominasi oleh responden mengalami penurunan dari tahun ke dengan umur diatas 15 tahun dan tahun (Gusti et al, 2. Harga beras dibawah 60 tahun yang merupakan usia yang diterima oleh petani di Desa Dlepih Petani dengan usia produktif hanya berkisar Rp 7. 500 Ae Rp 8. 000/kg, cenderung mendapatkan lebih banyak dimana harga tersebut masih jauh dari informasi terkait dengan pembiayaan. harga pasaran. Menurut Badan Pusat dijelaskan juga oleh Gusti et al . Statistik tahun 2021 harga beras ditingkat petani yaitu Rp 9. 456/kg. Rendahnya produktif usia seseorang maka perilaku harga yang diterima petani mendorong dalam mengambil keputusan semakin Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1141-1158 Petani dengan tingkat pendidikan rendah mengurangi risiko pengeluaran berlebih cenderung mempunyai kemampuan yang yang dapan menambah beban hidup. Baru-baru ini Agustina . dalam mencerna informasi. Menurut Putra et al penelitiannya menjelaskan bahwa petani . petani dengan tingkat pendidikan dengan usia non produktif tidak memiliki yang rendah menjalankan usahataninya tanpa melalui perencanaan yang matang berhati-hati kelembagaan pertanian. Tabel 1. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Umur Umur . Jumlah . Persentase (%) < 15 15 Ae 65 80,56 > 65 19,44 Total Sumber: Analisis Data Primer . perkembangan usahataninya. Oleh karena Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat dimiliki petani akan mendorong petani membedakan antara petani tingkat SD, yaitu cara berpikir dan berperilaku. BaruHotmarida Berdasarkan lahan < 0,5 Ha yang tergolong sempit. Luas kepemilikan lahan yang sempit memutuskan tindakan apa yang akan menyebabkan petani kesulitan dalam diambil sehingga lebih teliti dalam mempertimbangkan segala didominasi oleh responden dengan luas tingkat pendidikan maka semakin banyak diketahui bahwa responden penelitian penelitiannya menjelaskan semakin tinggi Karakteristik Responden Berdasarkan Luas Lahan SMP. SMA maupun Perguruan Tinggi Tabel 2. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Jumlah . Persentase (%) Pendidikan 55,56 SMP 30,55 SMA 13,89 Perguruan Tinggi Total Sumber: Analisis Data Primer . didominasi oleh tingkat SD. Hal yang pertanian khususnya koperasi. dan Perguruan Tinggi. Berdasarkan hasil jasa simpan pinjam dan jasa perdagangan mengembangkan usahataninya melalui empat kategori yaitu SD. SMP. SMA, itu, rendahnya tingkat pendidikan yang dalam penelitian ini tergolong menjadi Motivasi Petani dalam Penggunaan Jasa Koperasi Serba Usaha Pertiwi Hijau Mutiara Putri Gita Cahyani. Kadhung Prayoga. Agus Subhan Prasetyo keterbatasan lahan yang dimilikinya. Upaya yang dapat dilakukan petani yaitu semakin rendah pendapatan maka petani dengan menyewa atau membeli lahan. mengalami kesulitan dalam memenuhi Biaya yang harus dikeluarkan petani kebutuhan rumah tangga petani baik untuk sewa lahan yaitu Rp 10. untuk produksi maupun konsumsi. Selain hingga Rp 30. 000 dengan luas 0,7 ha itu, petani memiliki kecenderungan untuk per tahun. Terkait dengan penggunaan tidak menjual seluruh hasil panennya dan jasa koperasi, petani dengan penguasaan lahan < 0,5 Ha tidak memiliki cukup modal untuk menambah luas lahan, rendahnya hasil panen yang dimiliki sehingga hal tersebut mendorong petani petani akan mendorong petani untuk mengakses modal guna mengembangkan mengembangkan usahataninya melalui usahataninya melalui kredit kelembagaan kredit kelembagaan pertanian khususnya pertanian khususnya koperasi. Tabel 4. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Panen per Musim Panen per Musim Jumlah Persentase . (%) > 10 < 10 Total Sumber: Analisis Data Primer . Tabel 3. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Luas Lahan Luas Lahan Jumlah Persentase (H. (%) < 0,5 > 0,5 Total Sumber: Analisis Data Primer . Oleh Analisis Tingkat Motivasi Petani yang Menggunakan Jasa Koperasi dan Tidak Menggunakan Jasa Koperasi Serba Usaha Pertiwi Hijau Karakteristik Responden Berdasarkan Panen per Musim Panen Berdasarkan diperoleh selama satu musim tanam. diperoleh hasil bahwa tingkat motivasi Berdasarkan hasil penelitian diketahui petani yang menggunakan jasa koperasi bahwa responden penelitian didominasi diperoleh dengan nilai index sebesar oleh pwtani dengan hasil panen kurang 80,91% yang termasuk dalam kategori dari 10 kuintal yang tergolong rendah. Tingkat motivasi petani yang tidak Rendahnya hasil panen yang dimiliki menggunakan jasa koperasi diperoleh petani berpengaruh langsung terhadap dengan nilai index sebesar 73,80% yang pendapatan yang diperoleh petani. Baru- termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini baru ini Pakpahan et al . dalam Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1141-1158 kelembagaan pertanian terutama KSU permasalahan yang berkaitan dengan Pertiwi Hijau. Tingkat motivasi petani yang tidak Hal ini didukung dengan menggunakan jasa koperasi diperoleh kebiasaan petani di Desa Dlepih yang dengan nilai index sebesar 73,80% yang tidak menjual seluruh hasil panen dan termasuk dalam kategori tinggi. Petani memilih untuk dikonsumsi atau disimpan yang tidak menggunakan jasa koperasi Kecenderungan tersebut mengakibatkan Hal ini disebabkan karena petani tidak memiliki cukup modal untuk budidaya selanjutnya. Hal ini dijelaskan menjadi kebiasaan petani, dimana petani juga oleh Prayoga et al . bahwa selain keterbatasan modal, petani juga dibatasi jumlahnya dan mendapatkan mengalami kendala dalam pemasaran uang tunai secara cepat. karanena keterbatasan informasi pasar Selain yang dimilikinya. Minimnya menawarkan sistem ijon dan sistem borong kepada petani yang tidak mampu mengakibatkan petani kesulitan dalam melakukan atau melanjutkan kegiatan mendapatkan harga jual yang tinggi Pengertian sistem ijon dan sistem borong menurut Danajaya . Pemasaran dilakukan oleh petani di Desa Dlepih tengkulak yaitu petani dapat menjual padi yaitu menjual langsung hasil panennya ke tengkulak ketika usia 50% sampai kepada tengkulak dalam bentuk gabah dengan 75% dari usia panen, sedangkan kering panen senilai Rp 4. 500 Ae Rp 5. sistem borong yang diterapkan oleh per kg, dan sebagian petani menjual padinya ke tengkulak sebelum waktu terlebih dahulu kepada petani sebagai panen berlangsung atau diborong oleh modal yang digunakan untuk memulai Keterbatasan Pinjaman informasi pasar mendorong petani untuk diberikan tengkulak kepada petani yaitu sebesar 50% dari total modal usahatani. Motivasi Petani dalam Penggunaan Jasa Koperasi Serba Usaha Pertiwi Hijau Mutiara Putri Gita Cahyani. Kadhung Prayoga. Agus Subhan Prasetyo kesepakatan dengan petani dimana petani wajib menjual hasil panennya kepada Tabel 5. Tingkat Motivasi Petani yang Menggunakan Jasa Koperasi dan Tidak Menggunakan Jasa Koperasi Serba Usaha Pertiwi Hijau Skor Skor Presentase Kategori Maksimal Lapang (%) Petani yang Menggunakan Jasa Koperasi 80,91 Tinggi Petani yang Tidak Menggunakan Jasa 73,80 Tinggi Koperasi Sumber: Analisis Data Primer . Berdasarkan Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Petani dalam Penggunaan Jasa Koperasi Serba Usaha Pertiwi Hijau responden diketahui bahwa petani di Desa Dlepih masih kesulitan dalam Berdasarkan Uji F diperoleh nilai memenuhi kebutuhan modal baik untuk Fhitung sebesar 74,227 lebih besar dari kebutuhan produksi dan konsumsi dan nilai Ftabel sebesar 2,447 dengan nilai kesulitan dalam memasarkan produknya. signifikansi 0,000 < 0,05. Maka dapat Permasalahan tersebut mendorong petani untuk mencari tambahan modal diluar kesempatan untuk maju, ketersediaan Hal untuk memenuhi kebutuhan, kemampuan kesempatan untuk maju. Apabila dilihat kegiatan, dimana hal tersebut timbul dirinya sendiri seperti adanya dorongan dikarenakan motivasi merupakan suatu petani untuk mencapai kepuasan atas dorongan yang berasal dari dalam diri secara serempak berpengaruh positif internal maka dapat diartikan sebagai kondisi lingkungan, kebijakan instansi Apabila dilihat dari motivasi kredit, prosedur kredit, jaminan pasar, dari motivasi eksternal maka dapat diartikan sebagai dorongan yang berasal Berdasarkan teori motivasi Herzberg, dari luar untuk keluar dari ketidakpuasan motivasi dibagi menjadi motivasi internal dimana dalam hal ini berkaitan dengan dan motivasi eksternal. apa yang ditawarkan oleh koperasi baik ketersediaan kredit. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1141-1158 kecil dari nilai ttabel (- 5,. > 2,. lingkungan, dan kebijakan instansi. sehingga dapat disimpulkan bahwa secara Berdasarkan uji t diperoleh nilai parsial terdapat pengaruh negatif variabel signifikansi variabel kebutuhan 0,00 atau ketersediaan sarana produksi dengan kurang dari 0,05 dengan nilai thitung lebih motivasi petani dalam penggunaan jasa besar dari nilai ttabel . ,924 > 2,. Hal ini terjadi karena petani di sehingga dapat disimpulkan bahwa secara Desa Dlepih masih menjalankan tradisi gotong royong dimana kegiatan tersebut kebutuhan dengan motivasi petani dalam mampu mengurangi biaya produksi yang penggunaan jasa koperasi. Hal ini terjadi dikeluarkan untuk upah pekerja. Biaya karena harga yang diterima petani rendah yang dikeluarkan petani untuk kegiatan produksi sebesar Rp 4. 900, tetapi dengan kegiatan tersebut biaya menjadi Hal ini didukung dengan Rp 2. Artinya, dengan adanya kebiasaan petani yang cenderung tidak kebiasaan gotong royong petani mampu menjual seluruh hasil panennya dan memilih untuk dikonsumsi atau disimpan. produksi sebesar 54,31%. Keterbatasan modal tersebut mendorong Selain itu, petani di Desa Dlepih petani untuk mencari tambahan modal juga mengupayakan untuk menyediakan diluar pendapatannya dengan mengakses input produksi secara mandiri mulai dari benih, pupuk, dan pestisida. Upaya Hal senada ditemukan dalam penelitian Jaya et al . terdapatnya ketersediaan input produksi dengan biaya dengan motivasi dalam pengambilan peluang akses petani terhadap kredit kredit, dimana semakin besar kebutuhan ketersediaan sarana produksi berpengaruh meningkatkan motivasi petani dalam negatif terhadap motivasi petani dalam penggunaan jasa. penggunaan jasa Koperasi Serba Usaha Nilai Hal Pertiwi Hijau. Hal senada ditemukan ketersediaan sarana produksi 0,00 atau dalam penelitian Royensyah dan Yunita kurang dari 0,05 dengan nilai thitung lebih . terdapatnya hubungan negatif Motivasi Petani dalam Penggunaan Jasa Koperasi Serba Usaha Pertiwi Hijau Mutiara Putri Gita Cahyani. Kadhung Prayoga. Agus Subhan Prasetyo dengan lembaga lain diluar kelompok. dengan motivasi, dimana semakin besar Hal senada ditemukan dalam penelitian Sari et al . terdapatnya hubungan motivasi petani dalam penggunaan jasa mengalami penurunan. berkembang dengan motivasi, dimana Nilai kemampuan untuk berkembang 0,00 atau berkembang maka akan meningkatkan kurang dari 0,05 dengan nilai thitung lebih motivasi petani dalam penggunaan jasa. besar dari nilai ttabel . > 2,. Nilai sehingga dapat disimpulkan bahwa secara kemampuan untuk berkembang 0,011 atau kurang dari 0,05 dengan nilai thitung kemampuan untuk berkembang dengan lebih besar dari nilai ttabel . ,803 > 2,. motivasi petani dalam penggunaan jasa sehingga dapat disimpulkan bahwa secara Hal ini terjadi karena selain dapat mengakses modal dari jasa simpan kemampuan untuk berkembang dengan pinjam yang ditawarkan oleh Koperasi motivasi petani dalam penggunaan jasa Serba Usaha Pertiwi Hijau, petani juga Hal ini terjadi karena jasa yang memperoleh beberapa fasilitas lainnya di ditawarkan oleh Koperasi Serba Usaha luar kegiatan yang berkaitan dengan jasa Pertiwi Hijau memberikan kesempatan koperasi berupa kegiatan pemberdayaan kepada petani untuk mengembangkan dan networking. Apabila dilihat dari jasa Bentuk dilakukan yaitu adanya Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) karena menyediakan pinjaman kelompok yang memberikan edukasi kepada petani melibatkan satu pengurus saja. Apabila tanpa bahan kimia. Kegiatan networking menyebarluaskan produk pertaniannya solidaritas kelompok dengan mengadakan dengan jangkauan pasar yang lebih luas dengan sistem pemasaran digital. Selain kesempatan untuk menjalin kerjasama itu. Koperasi Serba Usaha Pertiwi Hijau Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1141-1158 Namun, hal tersebut tidak mempengaruhi petani untuk tetap menggunakan jasa melalui peningkatan kemampuan dalam KSU Pertiwi Hijau karena tidak banyak kelembagaan yang mau memberikan mengembangkan potensi komoditi yang pinjaman kepada petani karena risiko Hal keuntungan yang lebih besar dengan ditemukan dalam penelitian Hasibuan dan Nasution . tidak terdapat mengenai pasar. Hal senada ditemukan hubungan positif antara ketersediaan dalam penelitian Ispahayati et al . kredit dengan motivasi, dimana semakin kesempatan untuk maju dengan motivasi, menentukan besarnya motivasi petani dimana semakin besar kesempatan untuk dalam penggunaan jasa. maju maka akan meningkatkan motivasi Nilai signifikansi variabel prosedur petani dalam penggunaan jasa. Nilai kredit 0,578 atau lebih dari 0,05 dengan nilai thitung lebih kecil dari nilai ttabel . ,565 ketersediaan kredit 0,078 atau kurang < 2,. sehingga dapat disimpulkan dari 0,05 dengan nilai thitung lebih kecil bahwa secara parsial tidak terdapat dari nilai ttabel . ,885 < 2,. sehingga pengaruh variabel prosedur kredit dengan dapat disimpulkan bahwa secara parsial motivasi petani dalam penggunaan jasa terdapat pengaruh variabel ketersediaan Hal ini terjadi karena prosedur kredit dengan motivasi petani dalam kredit yang ada di Koperasi Serba Pertiwi penggunaan jasa koperasi. Hal ini terjadi Hijau sama dengan lembaga pembiayaan karena sumber kredit yang dimiliki KWT tahapan yang harus dilakukan dalam Kahyangan Sri hanya bisa mengambil proses pemberian kredit yaitu dimulai pinjaman sebesar Rp 30. 000 yang dialokasikan kepada seluruh anggotanya. kredit, proses pemberian keputusan kredit Hal apakah diterima atau tidak, penyusunan Menurut Indrawan kredit koperasi dengan jumlah modal administrasi kredit persetujuan, pencairan yang dibutuhkan masing-masing petani. serta pengawasan dan pembinaan kredit. Motivasi Petani dalam Penggunaan Jasa Koperasi Serba Usaha Pertiwi Hijau Mutiara Putri Gita Cahyani. Kadhung Prayoga. Agus Subhan Prasetyo Namun. Pertiwi Hijau, mempengaruhi beberapa petani untuk menyebarluaskan produk pertaniannya tetap menggunakan jasa KSU Pertiwi dengan jangkauan pasar yang lebih luas Hijau dikarenakan lembaga dengan sistem pemasaran digital. Selain pembiayaan formal yang terletak di itu, petani juga mendapatkan harga yang Kecamatan Tirtomoyo memiliki prosedur lebih tinggi dari harga pasar yaitu selisih yang rumit dengan prinsip 5C . Rp 2. 000 daripada harga pasaran di tempat petani. Hal senada ditemukan conditio. untuk menilai calon debitur. dalam penelitian Latif et al . Menurut Amalia et al . penerapan jaminan pasar dengan motivasi, dimana semakin besar jaminan pasar maka akan meningkatkan motivasi petani dalam penggunaan jasa. belakang, prospek usaha, dan jaminan Nilai signifikansi variabel kondisi yang diberikannya. Hal senada ditemukan lingkungan 0,846 atau lebih dari 0,05 dalam penelitian Sari dan Saputro . dengan nilai thitung lebih kecil dari nilai tidak terdapat hubungan positif antara ttabel (- 0,197 < 2,. sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial tidak pengambilan kredit, dimana semakin besar prosedur kredit tidak menentukan lingkungan dengan motivasi petani dalam penggunaan jasa koperasi. Hal ini terjadi penggunaan jasa karena lokasi KSU Pertiwi Hijau yang Nilai signifikansi variabel jaminan sangat jauh dari tempat tinggal petani pasar 0,006 atau lebih kecil dari 0,05 sehingga memerlukan biaya akomodasi dengan nilai thitung lebih besar dari nilai dan transport yang tidak sedikit. Realisasi ttabel . ,087 > 2,. sehingga dapat pinjaman dan angsuran dapat dilakukan secara transfer tetapi pihak koperasi terdapat pengaruh variabel jaminan pasar hanya memiliki satu rekening yaitu CIMB Niaga, dimana ketika petani penggunaan jasa koperasi. Hal ini terjadi karena dengan menggunakan jasa KSU Bersama maka secara otomatis akan ATM Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1141-1158 dikenakan biaya cas karena transfer dari bank yang berbeda. penggunanya khusunya petani. Selain Namun, menawarkan pinjaman kelompok. KSU mempengaruhi beberapa petani untuk Pertiwi Hijau juga menawarkan pinjaman tetap menggunakan jasa KSU Pertiwi personal dan juga pinjaman untuk usaha Hijau budidaya pertanian. Besaran maksimal anggota terhadap koperasi dan juga pinjaman personal anggota kelompok yaitu Rp 30. Apabila pinjaman pengajuan kredit yang dapat dilakukan kurang dari Rp 10. 000 maka dapat secara online dengan syarat sebelumnya diangsur sebanyak 12-18 kali, sedangkan sudah pernah mengakses jasa dari KSU pinjaman lebih dari Rp 10. Pertiwi Hijau. Pelayanan online tersebut diangsur sebanyak 24 kali. memudahkan petani dalam mengakses Besaran maksimal pinjaman untuk jasa dan tidak mengharuskan petani usaha budidaya pertanian datang langsung ke lokasi. Hal senada 000, dimana jadwal pengembalian ditemukan dalam penelitian Efriyenty sesuai dengan kemampuan petani yaitu Janrosl yaitu Rp dapat dibayarkan setiap akhir musim Kebijakan lingkungan dengan motivasi, dimana diterapkan tidak memberatkan petani semakin baik kondisi lingkungan tidak dimana apabila terjadi keterlambatan menentukan besarnya motivasi petani pembayaran hanya mendapatkan sanksi dalam penggunaan jasa. Nilai meminjam kembali sebelum pinjaman kebijakan instansi 0,035 atau lebih kecil tersebut dilunasi. Hal senada ditemukan dari 0,05 dengan nilai thitung lebih besar dalam penelitian Pakpahan et al . dari nilai ttabel . ,268 > 2,. sehingga terdapatnya hubungan antara kebijakan dapat disimpulkan bahwa secara parsial terdapat pengaruh variabel kebijakan semakin baik jaminan pasar maka akan instansi dengan motivasi petani dalam meningkatkan motivasi petani dalam penggunaan jasa koperasi. Hal ini terjadi penggunaan jasa. KSU Pertiwi Hijau Berdasarkan determinasi diperoleh hasil bahwa nilai Motivasi Petani dalam Penggunaan Jasa Koperasi Serba Usaha Pertiwi Hijau Mutiara Putri Gita Cahyani. Kadhung Prayoga. Agus Subhan Prasetyo R2 sebesar 0,971. Hal ini menunjukkan kredit, prosedur kredit, jaminan pasar, bahwa motivasi petani dalam penggunaan kondisi lingkungan, kebijakan instansi jasa koperasi dipengaruhi oleh variabel kebutuhan, ketersediaan sarana produksi, sebesar 0,29% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian kesempatan untuk maju, ketersediaan Tabel 6. Analisis Regresi Linier Berganda No. Variabel Bebas Kebutuhan Ketersediaan Sarana Produksi Kemampuan untuk Berkembang Kesempatan untuk Maju Ketersediaan Kredit Prosedur Kredit Jaminan Pasar Kondisi Lingkungan Kebijakan Instansi Variabel Terikat Konstanta R square (R. F hitung Sig. Sumber: Analisis Data Primer . 97,1%. Koefisien Regresi 0,463 -0,986 0,421 0,267 0,160 0,058 0,326 -0,042 0,383 Motivasi Petani 5,856 0,971 74,227 0,009 Nilai t 4,924 -5,601 4,492 2,803 1,855 ,565 3,087 -,197 2,268 Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan Sig. 0,000 0,000 0,000 0,011 0,078 0,578 0,006 0,846 0,035 kesempatan untuk maju, jaminan pasar dan kebijakan instansi. Faktor-faktor penggunaan jasa Koperasi Serba Usaha Pertiwi Hijau Kabupaten Karanganyar motivasi petani dalam penggunaan dapat disimpulkan sebagai berikut Tingkat penggunaan jasa koperasi dan tidak Kebutuhan, ketersediaan menggunakan jasa koperasi termasuk sarana produksi, kemampuan untuk dalam kategori tinggi yaitu berturut- berkembang, kesempatan untuk maju, turut sebesar 80,91%, dan 73,80%. ketersediaan kredit, prosedur kredit. Faktor-faktor Usaha Pertiwi jaminan pasar, kondisi lingkungan, kebijakan instansi secara bersama- Koperasi Serba sama memiliki pengaruh signifikan Hijau Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1141-1158 Usaha Pertiwi Koperasi Hijau Serba mampu mempertahankan peran dan Kabupaten eksistensi koperasi di Indonesia. Karanganyar. DAFTAR PUSTAKA Agustina. Pengaruh kredit Simpan Pinjam Perempuan (SPP) kelompok SPP di UPK Kecamatan Bubon Kabupaten Aceh Barat. (Doctoral Aceh: Universitas Teuku Umar Meulaboh. Aristha. Peran Koperasi BMT Al-Fithrah Mandiri Syariah dalam mereduksi praktik rentenir di masyarakat Kecamatan Kenjeran Surabaya. (Doctoral dissertatio. Surabaya: UIN Sunan Ampel Surabaya. Badan Pusat Statistik. Statistik Harga Produsen. Badan Pusat Statistik. Dananjaya. Analisis sistem ijon terhadap pendapatan usahatani faktor-faktor mempengaruhi keputusan petani dalam memasarkan hasil usahatani jeruk manis dengan sistem ijon di Desa Selorejo. Kecamatan Dau. Kabupaten Malang. (Doctoral Malang: Universitas Brawijaya. Efriyenty. , & Janrosl. Analisis faktor-faktor mempengaruhi pengambilan kredit oleh pelaku Usaha Kecil Menengah pada debitur Bank Perkreditan Rakyat Kota Batam. Akrab Juara, 2. : 46-54. Gusti. Gayatri. , & Prasetyo. Pengaruh umur, tingkat pendidikan dan lama bertani Kecamatan Parakan. Kabupaten Saran