Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna PELATIHAN PEMANFAATAN REPLIKA SEJARAH DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD NEGERI 1 BETUNG KABUPATEN TANGGAMUS Surastina1. Dian Permanasari2, dan Yulia Siska3. Adi Saputra4. Desta Putri5 STKIP PGRI Bandar Lampung surastina@gmail. com1, dianazkapermanasari@gmail. com2, yuliasiska1985@gmail. adisaputra@gmail. com, 5desta_putri@gmail. Abstrak: Realita yang kita lihat banyak guru masih memiliki permasalahan kesulitan mengembangkan/memanfaatkan replika sejarah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini, disebabkan diantaranya karena kurangnya pendidikan dan pelatihan yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan pengembangan profesionalisme guru. Tujuan pelatihan pemanfaatan replika sejarah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada para peserta tentang cara menggunakan replika sejarah sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia yang efektif dan menyenangkan. Metode pelatihan ini menggunakan model Training Service. Setiap masa/babak dijadikan satu set/kit, sehingga pada kegiatan pelatihan guru-guru dikelompokkan menjadi tiga pembabakan dalam membuat media/pemanfaatan replika. Penyelenggaraan dibagi menjadi empat tahap dilakukan oleh Tim Pengabdian yaitu tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi, dan tahap rencana tindak lanjut yang dilakukan secara daring. Hasil dari kegiatan ini meningkatnya kemampuan guruguru SD Negri 1 Betung dalam mempraktekkan pemanfaatan replika sejarah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memotivasi guru dalam membuat media pembelajaran yang kreatif. Kata kunci: Bahasa Indonesia, media pembelajaran, replika sejarah Abstract: The reality that we see is that many teachers still have difficulty developing/utilizing historical replicas in learning Indonesian. This is due, among other things, to the lack of education and training conducted by teachers to improve the professional development of teachers. The aim of the training on the use of historical replicas in learning Indonesian is to provide participants with understanding and knowledge on how to use historical replicas as an effective and enjoyable medium for learning Indonesian. This training method uses the Training Service model. Each period/chapter is made into a set/kit, so that in the training activities the teachers are grouped into three rounds in making media/replica utilization. The implementation is divided into four stages carried out by the Service Team, namely the preparation stage, training implementation, evaluation, and the follow-up plan stage which is carried out The results of this activity increased the ability of SD Negri 1 Betung teachers to practice using historical replicas in learning Indonesian. In addition, this activity can also motivate teachers in making creative learning media. Keywords: Indonesian, learning media, historical replica Pelatihan Pemanfaatan Replika Sejarah Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 1 Betung Kabupaten Tanggamus PENDAHULUAN Kegiatan pengabdian masyarakat bekerja sama dengan Sekolah Dasar Negeri 1 Betung beralamatkan di Desa/Pekon Betung Kec. Pematang Sawa Kab. Tanggamus Prov. Lampung. Tepatnya di Jalan Raya Pematang Sawa. Guru di SD Negeri 1 Betung di bawah Dinas Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus. Berdasarkan hasil koordinasi antara Tim Abdimas STKI-PGRI Bandar Lampung dengan Guru di SD Negeri 1 Betung maka disepakati untuk melakukan pelatihan pemanfaatan replika sejarah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 1 Betung bertujuan untuk meningkat profesionalisme guru dalam pemanfaatan media replika sejarah. Harapannya dengan pelatihan ini guru dapat efektif dan siswa dapat lebih aktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Media pembelajaran merupakan komponen penting dalam proses kegiatan pembelajaran terutama pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Media dijadikan alat bantu untuk mengurangi verbalisme siswa oleh guru-guru Bahasa Indonesia di meningkatkan motivasi siswa dalam Selain itu, pengadaan media pembelajaran replika sejarah juga mendekatkan siswa dengan subjek sejarah (Saripudin, 2. Kajian menunjukkan bahwa media pembelajaran memiliki manfaat sebagai berikut: . memperjelas penyajian pesan agar mudah dipahami. mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera. menarik perhatian pembelajar sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar dan sikap positif terhadap proses belajar. membelajarkan siswa lebih aktif dan interaktif. memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan siswa. menyampaikan materi secara seragam . efisiensi dalamwaktu dan tenaga. meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. bahan pengajaran lebih terstruktur, logis dan jelas, dan metode (Yamashita, 2. Istilah media sebenarnya tidak hanya digunakan di dalam dunia pendidikan atau pembelajaran Bahasa Indonesia. dalam bidang-bidang lain pun istilah ini banyak dipakai. Misalnya, istilah media digunakan untuk istilah media massa pemanasan, media pertanian, dan Namun penggunaan kata media pada semua bidang tersebut sama-sama untuk lebih meningkatkan hasil yang akan dicapai. Secara bahasa, media pembelajaran dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar, sedangkan secara terminologis, media pembelajaran dapat diartikan sebagai seluruh perantara . alam hal ini bahan atau ala. yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Misalnya, media radio, televisi, buku, majalah, surat kabar, internet, dan sebagainya. Di sisi lain, media pembelajaran juga dapat dimaknai sebagai segala sesuatu yang memungkinkan siswa dapat beroleh pengetahuan, kecakapan, dan sikap. dalam pengertian yang kedua ini, media pembelajaran dapat berupa manusia, tumbuhan, tanah, air, udara, binatang, alam semesta dan penciptanya, rumah, lahan pertanian, pasar, dan sebagainya. dalam perkembangan terkini, media biasanya lebih disederhanakan lagi ke dalam dua dikotomi, yakni perangkat keras . dan perangkat lunak . Contoh perangkat keras adalah radio, televisi, overhead projector. LCD, komputer, manusia, tanah, air, udara, tanaman, binatang, dan sebagainya. Contoh perangkat lunak adalah segala informasi dalam pemrograman, elearning, e-book, film, sandiwara, diagram, bagan, grafik, rekaman, dan Surastina. Dian Permanasari. Yulia Siska. Adi Saputra. Desta Putri Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. Media pembelajaran merupakan salah satu alat yang dapat membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran dengan lebih mudah dan menyenangkan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa media pembelajaran penting dalam Memperkuat pemahaman siswa: Media memperkuat pemahaman siswa tentang materi yang sedang Dengan media visual seperti gambar atau video, siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep menggunakan kata-kata. Meningkatkan motivasi belajar: Media membuat siswa lebih termotivasi dalam belajar, karena media ini dapat membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan Membantu siswa belajar secara efektif: Media pembelajaran dapat membantu siswa belajar secara efektif, karena media ini dapat memperkuat pemahaman siswa dan membuat siswa lebih terlibat dalam proses belajar. Meningkatkan kemampuan siswa: Dengan menggunakan media meningkatkan kemampuan mereka dalam berbagai hal, seperti masalah, atau kemampuan kreatif. Dengan pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran, karena dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah, termotivasi dalam belajar, dan meningkatkan kemampuan Media replika sejarah adalah salah satu bentuk media pembelajaran yang menggunakan replika atau model miniatur dari objek sejarah sebagai bahan ajar. Media ini dapat berupa replika bangunan, peralatan, atau benda-benda lain yang terkait dengan sejarah yang akan Pemanfaatan media replika sejarah dalam pembelajaran bahasa Indonesia memahami konsep-konsep sejarah yang sedang diajarkan dengan lebih visual dan Selain itu, media ini juga dapat membantu siswa memperkuat keterampilan berbahasa mereka, karena mereka dapat menggunakan bahasa Indonesia untuk menjelaskan dan mendiskusikan replika sejarah yang mereka lihat. Menggunakan sejarah dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kita dapat menyajikan replika sejarah kepada siswa dan meminta mereka menjelaskan apa yang mereka lihat dengan menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Kita juga dapat pertanyaan-pertanyaan mengenai replika tersebut, misalnya tentang apa yang terjadi pada zaman tersebut, bagaimana orang-orang hidup pada zaman tersebut, atau apa yang terjadi pada bangunan atau benda tersebut. Selain itu. Kita juga dapat menggunakan media replika sejarah dalam kegiatan role play, di mana siswa akan berperan sebagai tokoh sejarah dan menjelaskan peristiwaperistiwa sejarah yang terjadi pada zaman Ini akan membantu siswa memperkuat keterampilan berbahasa Indonesia mereka, karena mereka akan terbiasa menggunakan bahasa Indonesia dalam konteks yang berbeda. Di dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia, para guru sering kebingungan untuk membedakan media dengan materi. Misalnya, contoh iklan Aumemahami wacana iklanAy dianggap sebagai media. contoh puisi untuk mengembangkan kompetensi Aumemahami isi puisiAy dipandang sebagai media. Pelatihan Pemanfaatan Replika Sejarah Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 1 Betung Kabupaten Tanggamus contoh grafik seringkali dianggap sebagai pembelajaran Aumengubah grafik ke dalam wacana naratifAy. Semua contoh tersebut adalah materi, sedangkan medianya adalah perantara untuk menyampaikan materi tersebut, seperti film, rekaman, foto, atau potongan-potongan iklan untuk mengembangkan kemampuan menulis Dengan demikian, pemanfaatan media replika sejarah dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat membantu siswa memahami konsep-konsep sejarah dengan lebih visual dan menyenangkan, serta memperkuat keterampilan berbahasa Indonesia mereka. METODE Metode pelatihan ini menggunakan model Training Service. Kegiatan dengan judul Pelatihan Pemanfaatan Replika Sejarah dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia yang dilaksanakan pada hari Kamis, 25 Agustus 2022 bertempat di Sekolah Dasar Negeri 1 Betung. Kegiatan ini berlangsung selama C 5 jam dimulai 00 hingga 15. 00 WIB yang diikuti sebanyak 20 peserta. Persiapan Kegiatan Pengabdian kepada Massyarakat Adapun kegiatan yang dilakukan kepada masyarakat, yaitu: Melakukan studi pustaka tentang Bahasa Indonesia. Melakukan persiapan bahan dan alat sosialisasi dan pelatihan. Melakukan uji coba desain materi yang akan disampaikan. Menentukan waktu pelaksanaan dan lamanya kegiatan pengabdian bersama-sama tim pelaksana. Mengirim surat kepada Kepala SD Negeri 1 Betung terkait mengikuti pelatihan. Kesepakatan bersama dengan kegiatan yaitu tanggal 25 Agustus Tanggal 24 Agustus 2022 melakukan pengecekan terkait kesiapan tempat dan peralatan yang akan digunakan dalam Menyiapkan perlengkapan yang Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Pada hari Kamis tanggal 25 Agustus 2022 kegiatan pelatihan akan dimulai dari 00 hingga 15. 00 dengan susunan Guru menempati ruangan Pembukaan pelatihan oleh Kepala SD Negeri 1 Betung yaitu Bapak Nasmudin. Pd. dan Ketua TIM Pengabdian Kepada Masyarakat Ibu Prof. Dr. Hj. Surastina. Hum. Penyampaian materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Surastina. Hum. dengan materi pentingnya pemanfaatan media Materi Oleh Dian Permanasari. Pd. dengan materi pembelajaran bahasa indonesia. Materi Ketiga disampaikan oleh Yulia Siska. Pd. dengan materi Replika Sejarah. Dibantu dengan dua mahasiswa yaitu Adi Saputra dan Desta Putri sebagai asisten dalam kegiatan PkM. Kegiatan bersifat tutorial dan praktik bagi Guru SD Negeri 1 Betung Kab. Tanggamus Akhir kegiatan ditutup dengan poto bersama dengan pihak HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, tim pengabdi memperoleh hasil sebagai berikut: Surastina. Dian Permanasari. Yulia Siska. Adi Saputra. Desta Putri Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. Meningkatnya kemampuan guruguru SD Negri 1 Betung dalam replika sejarah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memotivasi dalam membuat media Meningkatnya kemampuan guru dalam mempraktekkan pemanfaatan replika sejarah dalam pembelajaran bahasa Indonesia tentu akan memberikan manfaat yang besar bagi siswa. Dengan menggunakan media replika sejarah, guru dapat memberikan pemahaman yang lebih visual dan menyenangkan bagi siswa, sehingga siswa akan lebih mudah memahami konsep-konsep sejarah yang sedang diajarkan. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memotivasi guru dalam membuat media pembelajaran yang kreatif. Guru dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar sejarah, seperti buku-buku sejarah, film, atau internet, untuk membuat media replika sejarah yang sesuai dengan kurikulum yang diajarkan. Dengan demikian, guru dapat memberikan pembelajaran yang lebih menarik dan efektif bagi siswa. Namun, perlu diingat bahwa pemanfaatan media replika sejarah Indonesia tidak dapat menggantikan kegiatan belajar yang lain, seperti membaca buku teks atau mengikuti diskusi kelompok. Media replika sejarah hanya dapat digunakan sebagai tambahan untuk membantu siswa memahami konsep-konsep sejarah dengan lebih mudah dan Sebanyak 20 guru SD Negri 1 Betung yang terlibat dalam praktik pemanfaatan replika sejarah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam praktik ini guru terlihat lebih antusias dan termotivasi. Guru yang terlibat dalam pemanfaatan replika sejarah dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat terlihat lebih antusias dan termotivasi. Hal ini dapat terjadi karena kegiatan ini dapat memberikan pemahaman menyenangkan bagi siswa, sehingga siswa akan lebih mudah memahami konsep-konsep sejarah yang sedang Selain itu, kegiatan ini juga dapat memotivasi guru dalam membuat media pembelajaran yang kreatif, sehingga guru akan merasa lebih antusias dalam memberikan pembelajaran kepada siswa. Namun, perlu diingat bahwa pemanfaatan media replika sejarah dalam pembelajaran bahasa Indonesia tidak dapat menggantikan kegiatan belajar yang lain, seperti membaca buku teks atau mengikuti diskusi kelompok. Media replika sejarah hanya dapat digunakan sebagai tambahan untuk membantu siswa memahami konsep-konsep sejarah dengan lebih mudah dan menyenangkan. Evaluasi keberhasilan kegiatan ini dilakukan setelah kegiatan selesai. Indikator keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat dari respon positif peserta berdasarkan sikap peserta saat mengikuti Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari hasil kuesioner yang telah diberikan kepada guru sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan dilaksanakan. Hasil evaluasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 1. Hasil Evaluasi No Nama Peserta Pra Test Post Test Pelatihan Pemanfaatan Replika Sejarah Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 1 Betung Kabupaten Tanggamus P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 SIMPULAN Guru memiliki peran yang sangat pembelajaran yang menyenangkan bagi Salah satu cara yang dapat pembelajaran yang sesuai dengan Guru menggunakan media visual, seperti gambar, video, atau animasi, atau media tangan, seperti model, percobaan, atau demonstrasi, untuk membantu siswa memahami materi yang sedang diajarkan. Selain itu, guru juga dapat menggunakan metode pembelajaran yang interaktif, seperti diskusi kelompok, role play, atau kegiatan lain yang dapat membuat siswa lebih aktif dalam belajar. Dengan demikian, siswa akan merasa lebih terlibat dan termotivasi dalam proses belajar. Guru juga dapat menyesuaikan materi pembelajaran dengan kemampuan siswa dan minat mereka. Hal ini akan membuat siswa lebih terlibat dan tertarik dalam belajar, karena materi yang diajarkan merupakan sesuatu yang mereka minati atau merasa penting bagi kehidupan mereka. Dengan demikian, peran guru dalam membuat media pembelajaran yang menyenangkan sangat penting untuk meningkatkan motivasi siswa dalam Guru dapat menggunakan beragam media dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, serta menyesuaikan materi pembelajaran dengan kemampuan dan minat siswa, untuk membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini disambut dengan baik oleh para sebagai hasil dari kegiatan ini, para peserta memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan replika sejarah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang dapat mereka aplikasikan dalam pembuatan media pembelajaran dan Teori tentang pemanfaatan replika sejarah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Pengetahuan dan pemahaman guru tentang media pembelajaran dan pemanfaatan replika sejarah. Dengan penerapan materi yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru-guru SD Negeri 1 Betung, khususnya dalam pemanfaatan replika sejarah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. DAFTAR PUSTAKA