Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 10 No. September 2024 p-ISSN: 2088-5687 e:ISSN: 2745-6099 ARTIKEL PENELITIAN Hubungan Kadar Ferritin dengan Indeks Eritrosit Pada Penderita Anemia Defisiensi Besi Di Laboratorium Bio Medika Gandaria Tahun 2024 *Ellis Susanti . Imas Latifah. Diki Nurhidayat . Program Studi Teknologi Laboratorium Medis. Fakultas Kesehatan. Universitas Mohammad Husni Thamrin. Jakarta. Indonesia Correspondence author : Ellis Susanti, dr. ellissusanti@gmail. Jakarta. Indonesia Abstrak Anemia merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Anemia defisiensi besi, di mana konsentrasi hemoglobin seseorang kurang dari 95% dari nilai rata-rata. Feritin dan MCV merupakan parameter sensitif untuk anemia defisiensi besi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara kadar Ferritin dengan MCV pada penderita anemia defisiensi besi. Metode penelitian ini merupakan deskriptif yang menggunakan data sekunder di Laboratorium Bio Medika Gandaria Periode Januari-Juni 2024 pada 40 penderita Anemia Defisiensi Besi (ADB). Penderita ADB adalah pasien yang berdasarkan diagnosa dokter pada form pemeriksaan pasien. Penelitian ini menunjukan bahwa prevalensi pasien Anemia Defisiensi Besi berjenis kelamin Perempuan lebih tinggi sebanyak 32 pasien . %) rata-rata kadar Ferritin 83 ng/mL dengan rincian kadar Ferritin Rendah sebanyak 21 pasien . 5%). Ferritin Normal 11 pasien . 5%). Ferritin Tinggi 0 pasien . 0%), serta kadar MCV rata-rata senilai 71. 70 fL dengan rincian pasien memiliki kadar MCV Rendah sebanyak 23 pasien . 5%). MCV Normal 9 pasien . 5%). MCV Tinggi 0 pasien . 0%). Hasil penelitian uji hubungan menggunakan korelasi pearson, dengan nilai koefisien hubungan p =0,020, . <0,. , dapat disimpulkan adanya hubungan searah antara Ferritin dengan MCV, maka semakin rendah kadar Ferritin akan semakin rendah pula kadar MCV Kata Kunci : Anemia. Anemia Defisiensi Besi. Ferritin. MCV Abstract Anemia is a health problem with a high prevalence in Indonesia. Iron deficiency anemia, where a person's hemoglobin concentration is less than 95% of the mean value. Ferritin and MCV are sensitive parameters for iron deficiency anemia. This study aims to determine the relationship between Ferritin and MCV levels in patients with iron deficiency anemia. This research method is descriptive using secondary data at Bio Medika Gandaria Laboratory from January to June 2024 in 40 patients with Iron Deficiency Anemia (ADB). ADB patients are patients based on doctor's diagnosis on the patient's examination form. This study shows that the prevalence of Iron Deficiency Anemia patients of Female gender is higher as many as 32 patients . %) with an average Ferritin level of 14. 83 ng/mL with details of Low Ferritin levels as many as 21 patients . 5%). Normal Ferritin 11 patients . 5%). High Ferritin 0 patients . 0%), and average MCV levels worth 71. 70 fL with details of patients having Low MCV levels as many as 23 patients . 5%), Normal MCV 9 patients . 5%). High MCV 0 patients . 0%). The results of the relationship test research using Pearson correlation, with a relationship coefficient value of p = 0. 020, . < 0. , it can be concluded that there is a unidirectional relationship between Ferritin and MCV, the lower the Ferritin level, the lower the MCV level. Keywords: Anemia. Iron Deficiency Anemia. Ferritin. MCV Open Journal System (OJS): journal. https://journal. id/index. php/anakes/issue/view/117 Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 10 No. September 2024 p-ISSN: 2088-5687 e:ISSN: 2745-6099 PENDAHULUAN Kejadian anemia di Indonesia merupakan masalah kesehatan yang umum. Menurut Riskesdas tahun 2018, prevalensi anemia sangat tinggi, yaitu 48,9%. Ini terjadi pada perempuan dewasa sekitar 25Ae48,9%, laki-laki sekitar 16Ae50%, dan perempuan hamil sekitar 46Ae92% (Suryadinata et al. , 2. Anemia defisiensi besi (ADB) adalah anemia di mana konsentrasi hemoglobin seseorang kurang dari 95% dari nilai rata-rata. Hiperkinetik, seperti denyut nadi kuat, jantung berdebar, dan telinga berdenging, adalah gejala dan tanda anemia defisiensi besi (Marwaningsih, 2. Tiga tahap menyebabkan anemia defisiensi besi: . defisiensi besi, keadaan di mana simpanan zat besi menipis karena penurunan feritin serum, . erythropoeiseis terbatas besi, keadaan di mana defisiensi besi tidak disertai dengan anemia. Kapasitas pengikatan besi total meningkat, tetapi kadar besi serum dan saturasi transferin turun, . Penurunan kadar Hb, mean corporeal volume (MCV), mean corporeal hemoglobin (MCH), dan mean corporeal hemoglobin concentratation (MCHC) menunjukkan anemia defisiensi besi (Kurniati 2. Untuk anemia defisiensi besi, pengobatan bergantung pada penyebab utamanya, dan terapi pengganti dengan suplemen zat besi. Pengobatan mencakup pemberian zat besi secara oral atau secara intramuscular dan intravena jika pengobatan oral tidak berhasil. Transfusi darah adalah pilihan pengobatan tambahan jika gejala anemia terkait dengan kemungkinan gagal jantung (Amalia dan Tjiptaningrum, 2. Pemeriksaan hematologi lengkap (Hb. Ht, dan Indeks Eritrosi. dapat digunakan untuk menentukan parameter skrining anemia defisiensi besi. Selain itu, pemeriksaan indeks eritrosit (MCV. MCH, dan MCHC) dapat digunakan sebagai tes skrining untuk mendiagnosis anemia dan membedakan antara berbagai jenis anemia (Gandasoebrata R. Pemeriksaan MCV digunakan untuk mengukur ukuran eritrosit. MCV mengalami penurunan pada keadaan anemia defisiensi besi. MCH merupakan berat dari hemoglobin rata-rata dalam satu sel darah merah. MCH akan mengalami penurunan pada anemia defisiensi besi. MCHC merupakan konsentrasi dari hemoglobin eritrosit rata-rata, mengalami penurunan pada keadaan mikrositik atau anemia defisiensi besi (Hoffbrand Open Journal System (OJS): journal. https://journal. id/index. php/anakes/issue/view/117 Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 10 No. September 2024 p-ISSN: 2088-5687 e:ISSN: 2745-6099 A, 2. Pemeriksaan skrining lainnya yaitu tes biokimia . erum Feritin. TIBC. ZPP, serum besi, saturasi transferri. (Kurniati, 2. Feritin serum merupakan parameter sensitif untuk menentukan simpanan zat besi yang sehat dan spesifik untuk menentukan defisiensi zat besi. Salah satu pencegahan dari anemia dapat dilakukan dengan memperhatikan pola makan seperti mengkonsumsi makanan yang bergizi dan bernutrisi sesuai yang dibutuhkan oleh tubuh seperti sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menentukan anemia defisiensi besi dengan menggunakan parameter Ferritin dan MCV. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ayu Andriani dkk. , di RS Siloam Semanggi menunjukkan bahwa 30 pasien mengalami anemia defisiensi besi, yang diikuti dengan penurunan kadar Ferritin sebesar 53,3%. Hasil penelitian Baharudin. Y . , di RSUP H. Adam Malik Medan menunjukkan bahwa 96 pasien anemia, terdiri dari 77 kasus anemia penyakit kronis dan 19 kasus anemia defisiensi besi. Anemia penyakit kronis paling sering menunjukkan peningkatan serum feritin, sedangkan anemia defisiensi besi paling sering menunjukkan Berdasarkan data telusur rekam medik ada 3042 pasien periksa Ferritin dan MCV dan kurang lebih 143 pasien didiagnosa Anemia Defisiensi Besi datang ke Laboratorium Bio Medika Gandaria pada tahun 2024. Belum ada penelitian tentang Hubungan kadar Ferritin dan MCV pada penderita Anemia Defisiensi Besi di Laboratorium Bio Medika Gandaria, sehingga peniliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuHubungan kadar Ferritin dan MCV pada penderita Anemia Defisiensi Besi di Laboratorium Bio Medika GandariaAy METODE PENELITIAN Peneltian menggunakan metode cross sectional. Tempat dan waktu penelitian dilakukan Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni Ae Juli 2024 di Laboratorium Bio Medika Gandaria yang beralamat di Jl. Gandaria I No 95-97. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita yang melakukan pemeriksaan Ferritin dan MCV di Laboratorium Bio Medika Gandaria. Sampel penelitian ini adalah data sekunder hasil pemeriksaan Ferritin dan MCV sebanyak masing masing 40 orang dengan periode bulan Januari - Juni Open Journal System (OJS): journal. https://journal. id/index. php/anakes/issue/view/117 Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 10 No. September 2024 p-ISSN: 2088-5687 e:ISSN: 2745-6099 Teknik pengumpulan data yaitu pengumpulan data dilakukan dengan data sekunder dari Laboratorium Bio Medika Gandaria dengan tahapan sebagai berikut: melakukan observasi di Laboratorium Bio Medika Gandaria untuk mendapatkan informasi penderita anemia defisiensi besi yang melakukan pemeriksaan di Laboratorium Bio Medika Gandaria berdasarkan keterangan yang melakukan pemeriksan Ferritin dan MCV, selanjutnya mengurus surat permohonan ijin kepada pihak Universitas Mohammad Husni Thamrin untuk pengambilan data. Menyerahkan surat permohonan ijin pengambilan data di Laboratorium Bio Medika Gandaria, setelah mendapatkan ijin dari Laboratorium Bio Medika Gandaria kemudian melihat dan mencatat data hasil pemeriksaan Ferritin dan MCV, selanjutnya data diolah dan dianalisis dengan uji statistik hubungan product moment dari Pearson (Hubungan Pearso. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel, dihitung secara persentase dan hubungan serta signfikasinya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian berdasarkan data sebanyak 40 pasien dengan hasil pemeriksaan Ferritin dan MCV sebagai berikut: Open Journal System (OJS): journal. https://journal. id/index. php/anakes/issue/view/117 Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 10 No. September 2024 p-ISSN: 2088-5687 e:ISSN: 2745-6099 Gambaran hasil pemeriksaan Ferritin pada penderita Anemia Defisiensi Besi Tabel 1. Gambaran hasil pemeriksaan Ferritin pada penderita Anemia Defisiensi Besi Berdasarkan Tabel 1, dari total 40 pasien yang didiagnosa anemia defisiensi besi berjenis kelamin perempuan berjumlah 32 pasien . %) dengan kadar Ferritin rendah sebanyak 21 pasien . ,5%). Pasien berjenis kelamin laki-laki berjumlah 8 pasien . %) didapatkan kadar Ferritin rendah sebanyak 8 pasien . %). Gambaran hasil pemeriksaan Ferritin pada penderita Anemia Defisiensi Besi Tabel 2. Gambaran hasil pemeriksaan MCV pada penderita Anemia Defisiensi Besi Kadar MCV Jenis Hasil Pemeriksaan MCV Jumlah Min Max Mean Rendah Normal . L) . L) . L) (< 75 fL) . -92 fL) Tinggi (> 93 fL) Laki-laki 8 . ,0%) 0 . Perempuan 23 . Total 31 . Open Journal System (OJS): journal. https://journal. id/index. php/anakes/issue/view/117 Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 10 No. September 2024 p-ISSN: 2088-5687 e:ISSN: 2745-6099 Berdasarkan Tabel 2, dari total 40 pasien yang didiagnosa anemia defisiensi besi berjenis kelamin perempuan berjumlah 32 pasien . %) dengan kadar MCV rendah sebanyak 23 pasien . 5%). Sedangkan berjenis kelamin laki-laki berjumlah 8 pasien . %) dengan kadar MCV rendah sebanyak 8 pasien . %). Hubungan kadar Ferritin dengan MCV pada penderita Anemia Defisiensi Besi Tabel 3. Hubungan Kadar Ferritin dengan MCV pada penderita Anemia Defisiensi Besi Feritin Feritin Pearson Correlation MCV Sig. -taile. MCV Pearson Correlation Sig. -taile. Berdasarkan Tabel 3 menunjukan hasil analisis hubungan antara Ferritin dan MCV diperoleh koefisien hubungan sebesar p = 0,020 . <0,. menunjukkan ada hubungan searah antara Ferritin dan MCV pada penderita anemia defisiensi besi, maka semakin rendah kadar Ferritin akan semakin rendah pula kadar MCV. Pembahasan Dari penelitian yang telah dilakukan dengan cara pengambilan data sekunder di Laboratorium Bio Medika Gandaria periode Januari Ae Juni 2024 terhadap 40 pasien yang didiagnosa Anemia Defisiensi Besi oleh dokter serta ditandai dengan penurunan kadar Ferritin < 10 ng/mL dan MCV < 75 fL sesuai dengan kriteria Anemia Defisiensi Besi, yang dinyatakan oleh Johnson-Wimbley TD dalam Ningrum dkk. , asupan besi yang tidak cukup, penurunan absorpsi besi, peningkatan kebutuhan besi, dan peningkatan Open Journal System (OJS): journal. https://journal. id/index. php/anakes/issue/view/117 Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 10 No. September 2024 p-ISSN: 2088-5687 e:ISSN: 2745-6099 kehilangan besi adalah semua penyebab anemia defisiensi besi. Secara harian, jumlah besi yang hilang berkisar antara 1 dan 2 miligram per hari melalui sel-sel yang terlepas pada mukosa saluran gastrointestinal, kulit, dan tubulus ginjal. Pada keadaan normal, jumlah besi yang hilang sama dengan jumlah besi yang diabsorpsi. Berdasarkan Tabel 1, menunjukan bahwa prevalensi pasien Anemia Defisiensi Besi berjenis kelamin perempuan lebih tinggi sebanyak 32 pasien . %) dibandingkan pasien berjenis kelamin laki - laki sebanyak 8 pasien . %) dari total keseluruhan pasien sebanyak 40 pasien. Hasil ini sesuai dengan data riset kesehatan dasar Kementrian Kesehatan Tahun . , yaitu prevalensi anemia di Indonesia mencapai 23,7% dengan 27,2% lebih banyak terjadi pada perempuan. Hasil penelitian ini juga searah dengan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Subhash Chandra pada tahun 2019 di Bihar. India, yang menemukan bahwa rasio pasien anemia defisiensi besi antara perempuan dan lakilaki adalah 1,4 : 1, yang menunjukkan bahwa pasien anemia defisiensi besi lebih sering ditemukan pada wanita (Magadh AN, 2. Diperoleh hasil kadar Ferritin rata-rata 83 ng/mL dengan rincian kadar Ferritin Rendah sebanyak 21 pasien . 5%), Ferritin Normal 11 pasien . 5%). Ferritin Tinggi 0 pasien . 0%). Hasil penelitian ini searah dengan penelitian yang dilakukan oleh Ganoko. , dari total 94 pasien anemia defisiensi besi didapatkan jumlah pasien dengan kadar Feritin rendah adalah sebanyak 52 pasien . ,4%) dan jumlah pasien dengan kadar Ferritin nilai normal adalah sebanyak 42 pasien . ,6%). Penurunan ini akan ditunjukkan melalui menurunnya serum Ferritin, sebuah protein yang mengikat besi dalam tubuh sebagai simpanan. Kemudian jumlah serum besi akan menurun, kapasitas pengikatan besi dari serum . erum transferri. akan meningkat, dan saturasi transferrin akan menurun di bawah normal. Sintesis hemoglobin terganggu karena besi dan protoprofirin tidak dapat membentuk heme saat simpanan turun. Akibatnya, free erythrocyte protoporphyrins (FEP) terakumulasi. Pada titik ini, defisiensi besi berlanjut menjadi anemia defisiensi besi. Dengan jumlah hemoglobin yang berkurang pada tiap sel, sel merah menjadi lebih kecil. Berkurangnya MCV dan MCH biasanya dikaitkan dengan perubahan morfologi ini (Julia Open Journal System (OJS): journal. https://journal. id/index. php/anakes/issue/view/117 Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 10 No. September 2024 p-ISSN: 2088-5687 e:ISSN: 2745-6099 Fitriany. Amelia Intan Saputri, 2. Penurunan kadar Ferritin juga dapat disebabkan oleh kekurangan zat besi, kondisi fisik, jenis kelamin, dan kebiasaan buruk dalam pola hidup seperti kebiasaan merokok (Pagana KD dkk. , . Berdasarkan Tabel 2 hasil pemeriksaan MCV, diperoleh hasil kadar MCV rata-rata 70 fL dengan rincian pasien memiliki kadar MCV Rendah sebanyak 23 pasien . 5%). MCV Normal 9 pasien . 5%). MCV Tinggi 0 pasien . 0%). Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Phelia Alifa . , didapatkan hasil dari pemeriksaan MCV rendah adalah 28 orang . ,9%). Penurunan MCV tersebut dapat terjadi pada tahap yang disebut sebagai anemia defisiensi besi. Keadaan ini terjadi bila besi yang menuju eritroid sumsum tulang tidak cukup sehingga menyebabkan penurunan kadar Hb. Dari gambaran tepi darah didapatkan mikrositosis dan hipokromik yang Pada tahap ini telah terjadi perubahan epitel terutama pada ADB yang lebih lanjut (Julia Fitriany. Amelia Intan Saputri 2. Penurunan MCV juga dapat terjadi pada penyakit penyerta seperti thalassemia, anemia defisiensi besi dan anemia sideroblastik (Maner BS. Moosavi L, 2. Berdasarkan Tabel 3 yaitu hubungan Ferritin dengan MCV didapatkan adanya hubungan searah antara Ferritin dan MCV pada penderita anemia defisiensi besi sebesar p = 0,020 . <0,. Maka semakin rendah kadar Ferritin akan semakin rendah pula kadar MCV. Hasil ini sesuai dengan penelitian Ayu Andriani dkk. , didapatkan ada hubungan searah antara Ferritin dan MCV pada penderita anemia defisiensi besi sebesar p =0,037 . <0,. , bahwa penurunan nilai MCV diikuti oleh penurunan kadar Feritin. Faktor-faktor lain yang harus diperhatikan yang dapat mempengaruhi hasil ini adalah nilai MCH dan MCHC serta Hematokrit. Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan mengaitkan hasil pemeriksaan MCH dan MCHC serta Hematokrit. SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap 40 pasien anemia defisiensi besi yang melakukan pemeriksaan Ferritin dan MCV di Laboratorium Bio Medika Gandaria, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa kadar Ferritin rendah sebanyak 21 pasien . 5%), kadar MCV rendah sebanyak 23 pasien . 5%) dan terdapat hubungan Open Journal System (OJS): journal. https://journal. id/index. php/anakes/issue/view/117 Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 10 No. September 2024 p-ISSN: 2088-5687 e:ISSN: 2745-6099 searah antara Ferritin dan MCV pada penderita anemia defisiensi besi, dengan nilai koefisien hubungan sebesar p = 0,020 . <0,. Berdasarkan hasil penelitian ini maka parameter pemeriksaan Ferritin dan MCV dapat digunakan sebagai alternatif dalam mendeteksi anemia defisiensi besi. REFERENSI