Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Fitri Handayani,et al REKAYASA PENINGKATAN PERTUMBUHAN BIBIT NILAM (Pogostemon cabin Benth. ) MELALUI PENGELOLAAN BAHAN STEK Engineering the Growth Enhancement of Patchouli Seedlings (Pogostemon cablin Benth. ) Through Cutting Material Management Fitri Handayani1*. Syamsul Bahri1. Risky Ridha 1 Program studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Samudra *Corresponding author: Fh9558692@gmail. ABSTRAK Tanaman nilam (Pogostemon cablin Bent. merupakan penghasil minyak atsiri yang memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor. Permintaan pasar yang meningkat perlu diimbangi dengan peningkatan produksi nilai dengan ketersediaan bibit Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asal bahan stek dan perlakuan perangsang akar terhadap pertumbuhan bibit nilam varietas Lhokseumawe. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra. Langsa, pada bulan JanuariAeMaret 2025 menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor, yaitu bahan asal stek . jung, tengah, pangkal caban. dan perangsang akar . engeratan, etiolasi, serta ZPT bawang mera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asal bahan stek berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah tunas umur 6 dan 8 MST serta panjang tunas umur 6 MST. Hasil terbaik penggunaan stek yaitu bagian tengah batang. Penggunaan perangsang akar berpengaruh sangat nyata terhadap persentase tumbuh, jumlah tunas, jumlah daun, panjang tunas, dan panjang akar, dengan hasil terbaik terdapat pada pemberian ekstrak bawang merah sebagai ZPT alami. Penggunaan stek bagian tengah cabang dan aplikasi ekstrak bawang merah direkomendasikan sebagai teknik yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan bibit nilam. Kata kunci: Nilam. Stek. Perangsang Akar. Bawang Merah. Pertumbuhan ABSTRACT Patchouli (Pogostemon cablin Benth. ) is one of the important essential oilAeproducing commodities with high export potential. Increasing market demand must be supported by the availability of high-quality seedlings. This study aimed to determine the effect of cutting materials and root stimulators on the growth of patchouli seedlings of the Lhokseumawe variety. The research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture. Samudra University. Langsa, for three months (JanuaryAeMarch 2. , using a factorial randomized block design with two factors: cutting materials . pical, middle, basal branche. and root stimulators . irdling, etiolation, and shallot extract as a natural plant growth regulato. The results showed that cutting material had a significant effect on the number of shoots at 6 and 8 weeks after planting (WAP) and shoot length at 6 WAP, with the best results obtained from middle branch Root stimulators significantly affected cutting survival percentage, number of shoots, number of leaves, shoot length, and root length, with the best results found in the treatment using shallot extract as a natural growth regulator. The interaction between cutting material and root stimulator had no significant effect on all observed parameters. Therefore, the use of middle branch cuttings combined with shallot extract is recommended as an effective technique to enhance the growth of patchouli seedlings. Keywords: patchouli, cutting, root stimulator, shallot extract, seedling growth. Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Fitri Handayani,et al batang tengah memiliki keseimbangan antara karbohidrat dan hormon tumbuh yang dapat mendorong keluarnya akar, pertumbuhan stek cukup tersedia. Stek dari batang tengah cukup baik dikarenakan mempunyai kandungan cadangan makanan yang cukup. Selain faktor asal bahan stek, zat pengatur tumbuh (ZPT) juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman nilam. Sehingga upaya untuk merangsang pembentukan akar pada stek nilam antara lain dapat dilakukan dengan pemberian ZPT dan perlakuan fisik pada tanaman induk seperti pengeratan dan etiolasi (Dia, et al. Perlakuan fisik lainnya yang dapat dilakukan terhadap stek cabang nilam adalah pengeratan. Pengeratan merupakan cara pelukaan terhadap tanaman yang menyebabkan jaringan transportasi . pada stek cabang menjadi terpotong. Sehingga pergerakan zat-zat makanan yang terhambat dan tertimbun di daerah sekitar pelukaan, akan terjadi penumpukn auksin dan karbohidrat yang dapat menstimulir dan mempercepat timbulnya akar pada daerah dekat perlukaan tersebut. Kriteria pengeratan dilakukan secara hati-hati agar tidak melukai bagian dalam cabang, karena dapat mengakibatkan kematian terhadap stek akibat tidak adanya asimilat dari atas menuju tumbuhnya akar Asmara, dkk. Selanjutnya, etiolasi yang melalui perlakuan banding merupakan salah satu metode penutupan spesifik pada batang atau cabang yang akan distek, umumnya menggunakan pita hitam, plastik hitam, solatip hitam, dan velcro. Perlakuan fisik . merangsang pembentukan organ vegetatif pada tanaman dengan mekanisme kerjanya mengaktifkan auksin pada intensitas cahaya yang rendah. Sehingga auksin terakumulasi pada ujung jaringan meristem tanaman yang akan digunakan sebagai bahan stek. Disamping itu, auksin merupakan ZPT yang berperan penting dalam pembentukan akar pada stek tanaman (Sumarni, dkk. Berdasarkan hasil penelitian Sumarni, dkk . menunjukkan bahwa PENDAHULUAN Tanaman (Pogostemon cablin Bent. mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan, karena dapat menjadi salah satu komoditi penghasil devisa negara ataupun sebagai sumber pendapatan petani. Menurut Primantoro . , ekspor minyak nilam pada tahun 2021 tercatat mencapai 300 ton. Setahun kemudian, ekspor tersebut melonjak menjadi 1400 ton, bahkan pada tahun 2023 ekspor nilam meningkat Meningkatnya Rp1600000-Rp 1700000/kg. Adapun negara-negara tujuan ekspor nilam antara lain Amerika Serikat. Inggris, dan Perancis. Permintaan pasar terhadap minyak nilam yang meningkat, perlu diimbangi dengan peningkatan produksi nilam agar dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun ekspor. Akan tetapi keterbatasan lahan dan kesuburan tanah sering menjadi Oleh karena itu diperlukan media tanam yang dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen nilam. Selain itu, dengan didukung teknik budidaya yang tepat, termasuk pemilihan jumlah ruas stek yang optimal akan memberikan dampak terhadap kecepatan pertumbuhan stek Berdasarkan daerah asalnya nilam Aceh dibagi menjadi 3 varietas, salah satunya yaitu nilam Varietas Lhokseumawe yang berasal dari Aceh Utara. Varietas tersebut mempunyai keunggulan yaitu memiliki kadar minyak yang tinggi sehingga banyak dibudidayakan (Lestari. Tanaman nilam jarang bahkan tidak pernah berbunga, sehingga kemungkinan perbanyakan secara generatif sangat kecil. Oleh karena itu pengembangan nilam umumnya dilakukan secara vegetatif dengan menggunakan stek. Menurut Simatupang dkk. bahan asal stek berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, jumlah daun dan luas daun stek dan pada hasil terbaik diperoleh pada perlakuan stek batang tengah. Lebih lanjut Faizin . menyatakan jenis stek berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun dan panjang tunas tanaman nilam. Menurut Khairatih et . stek cabang yang berasal dari Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Fitri Handayani,et al online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 persentase stek hidup tanaman induk yang . berpengaruh nyata dengan menunjukkan hasil tertingginya. Selain itu, dalam upaya mempercepat pertumbuhan tunas dan akar juga dapat menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT) guna merangsang dan memacu terjadinya pembentukan akar setek, sehingga akar akan tumbuh lebih baik dan lebih banyak. Salah satu sumber zat pengatur tumbuh alami yang dapat digunakan dalam pembibitan dengan menggunakan stek adalah ekstrak bawang merah (Asmaini. Bawang merah adalah salah satu tanaman yang dapat dijadikan sebagai ZPT alami, sebab pada bawang merah memiliki kandungan hormon auksin yang dapat meningkatkan tekanan sel juga mampu meningkatkan sintesis protein, sel-sel Perangsang akar (P): pengeratan (P. , etiolasi (P. , ekstrak bawang merah (P. Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, sehingga diperoleh 27 unit Setiap unit terdiri dari 6 tanaman, sehingga total 162 tanaman. Pelaksanaan Penelitian Bahan stek diambil dari tanaman induk berumur 7 bulan. Perlakuan pengeratan dan etiolasi dilakukan selama 5 sebelum pemotongan stek. Perlakuan ZPT merendam stek pada larutan ekstrak bawang merah selama 2 jam. Stek ditanam dalam polybag berisi media tanah dan pupuk kandang, kemudian disungkup menggunakan plastik PE selama 1 minggu Pemeliharaan METODE PENELITIAN Pemeliharaan dilakukan melalui penyiraman dua kali sehari, penyiangan gulma setiap minggu, dan pengendalian hama secara mekanis. Tempat dan Waktu Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra. Kota Langsa. Aceh, pada JanuariAeMaret 2025 dengan ketinggian lokasi A10 mdpl. Parameter Pengamatan Pengamatan dilakukan terhadap: Bahan dan AlaT Persentase stek tumbuh (%) pada 8 minggu setelah tanam (MST). Bahan yang digunakan meliputi stek cabang nilam varietas Lhokseumawe, ekstrak bawang merah, polybag . y 30 c. , paranet 75%, plastik PE, dan media tanam . anah topsoil dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:. Alat yang digunakan antara lain cangkul, parang, meteran, gembor, dan kamera. Jumlah tunas . , 4, 6, dan 8 MST). Panjang tunas . , 4, 6, dan 8 MST). Jumlah daun . dan 8 MST). Panjang akar . dan volume akar . mA) pada akhir penelitian . MST). Rancangan Percobaan Analisis Data Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor: Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5% dan 1%. Apabila terdapat pengaruh nyata, dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Asal bahan stek (B): ujung cabang (B. , tengah cabang (B. , pangkal cabang (B. Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Fitri Handayani,et al disebabkan oleh kandungan auksin yang terdapat pada masing-masing bagian tanaman berbeda. Selain itu, auksin yang paling banyak terdapat pada bagian ujung tanaman, sehingga semakin jauh bagian tersebut dari ujung tanaman maka kandungan auksinpun semakin berkurang. Lebih lanjut River, dkk . , menyatakan bahwa perlakuan bahan asal stek berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan jumlah daun, jumlah tunas, panjang tunas, dan persentase hidup pada tanaman nilam. Stek yang baik merupakan stek yang mampu menghasilkan akar dan tunas yang seimbang. Pembentukan akar pada stek memerlukan energi yang diperoleh dari tubuhnya sendiri. Energi tersebut diperoleh dari karbohidrat dan protein yang tersimpan dalam jaringan. Peran akar sebagai penyerap unsur hara dan tunas sebagai penghasil daun yang berperan penting dalam fotosintesis. Bahan asal stek memiliki kaitan erat dengan ketersediaan cadangan makanan berupa karbohidrat yang akan mempengaruhi keberhasilan stek (Suryanti, et al. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Faktor Bahan Asal Stek Persentase Stek Tumbuh Hasil analisis menunjukkan bahwa bahan asal stek berpengaruh tidak nyata terhadap persentase stek tumbuh. Rata-rata Persentase stek tumbuh tanaman nilam akibat bahan asal stek disajikan pada Tabel Tabel 1. Rata-rata Persentase tumbuh tanaman Nilam akibat bahan asal stek Perlakuan Stek Tumbuh (%) 79,63 90,74 88,89 Tabel persentase stek tumbuh tanaman nilam tidak berpengaruh nyata dikarenakan tingkat persentase hidup pada masingmasing bahan stek, mempunyai nilai yang berbeda satu sama lain. Perbedaan tersebut diduga karena persentase hidup dari bahan asal stek dipengaruhi oleh umur ujung cabang, tengah cabang dan pangkal cabang, perbedaan ketersediaan energi atau cadangan makanan yang terkandung di dalamnya, sehingga dapat memacu adanya pertumbuhan organ-organ penting seperti pertumbuhan akar dan tunas. Keadaan ini sesuai dengan yang dikemukakan Lesmana, . bahan stek cabang yang berasal dari bagian tengah dapat percepatan pertumbuhan yang berbeda Jumlah Tunas Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa bahan asal stek berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah tunas umur 6 dan 8 MST dan berpengaruh tidak nyata terhadap umur 2 dan 4 MST. Rata-rata jumlah tunas tanaman nilam akibat bahan asal stek disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Rata-rata Jumlah Tunas Tanaman Nilam akibat Bahan Asal Stek Jumlah Tunas (Tuna. Perlakuan 2 MST 4 MST 6 MST 8 MST 1,39 3,42 4,08 a 5,03 a 1,50 3,67 4,78 b 5,72 b 1,28 3,61 4,22 a 5,17 a BNT 0,05 0,43 0,35 Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama berbeda tidak nyata pada uji BNT taraf perlakuan B3 dan perlakuan B1. Hal ini Hasil uji BNT taraf 0,05 pada dikarenakan bahan asal stek tengah cabang Tabel 2 diketahui bahwa jumlah tunas umur memiliki ketersediaan karbohidrat, nitrogen 6 dan 8 MST tertinggi diperoleh pada perlakuan B2 yang berbeda nyata dengan pertumbuhan jumlah tunas yang terdapat Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 pada batang setek. Agbo dan Obi . menyatakan bahwa setek menggunakan pangkal batang memiliki jumlah tunas yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan stek pada batang ujung cabang dan tengah cabang, hal ini diduga kandungan karbohidrat yang tinggi yang terdapat pada bahan stek pangkal batang berkontribusi pada pembentukan tunas. September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Fitri Handayani,et al Panjang Tunas Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa bahan asal stek berpengaruh sangat nyata terhadap Panjang Tunas umur 6 MST dan tidak berpengaruh terhadap panjang tunas umur 2, 4 dan 8 MST. Rata-rata Panjang Tunas tanaman nilam akibat bahan asal stek disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Rata-rata Panjang Tunas Tanaman Nilam akibat Bahan Asal Stek Panjang Tunas . Perlakuan 2 MST 4 MST 6 MST 8 MST 2,71 5,39 13,63 a 26,73 2,90 5,65 15,24 b 28,76 2,87 5,49 13,72 a 26,17 BNT 0,05 1,06 Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang sama berbeda tidak nyata pada uji BNT taraf Hasil uji BNT taraf 0,05 pada Tabel 3 diketahui bahwa panjang tunas pada umur 6 MST tertinggi diperoleh pada perlakuan B2 yang berbeda nyata dengan perlakuan B1 dan perlakuan B3. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan panjang tunas menunjukkan bahwa batang tengah menghasilkan tunas terpanjang. Diduga pengaruh pertumbuhan tinggi tunas bahan asal stek tercermin pada tingkat energi yang kandungan nitrogen yang berperan dalam proses pembelahan dan perpanjangan sel, bahwa kandungan tersebut lebih terdapat pada stek batang tengah dan batang pangkal dari pada stek pucuk yang memiliki kandungan nitrogen lebih rendah. Kemampuan stek membentuk tunas dan akar dipengaruhi oleh adanya karbohidrat, nitrogen dan keseimbangan hormon . yang tercemin pada nisbah C dan N. Rismunandar . mengatakan bahwa pada laju pertumbuhan tinggi tunas pada stek disebabkan adanya ketersediaan kandungan energi yang diperlukan. Bila kandungan karbohidrat rendah maka kandungan protein tinggi, stek akan lebih cepat mendukung pertumbuh tinggi tunas. Sedangkan panjang tunas pada umur 2 dan 4 tidak berpengaruh nyata hal ini dikarenakan yang paling menentukan pertumbuhan awal tanaman setelah ditanam adalah kondisi lingkungan setelah tanam, seperti ketersediaan air, cahaya, dan nutrisi, serta kualitas media tanam, bukan lagi umur stek itu sendiri. (Wudianto, 2. mengemukakan awal penanaman stek pertumbuhan tunas dan akar adalah cadangan makanan cukup sehingga mampu memenuhi nutrisi bahan stek bertahan hidup dimana bahan stek masih terlihat dan berpengaruh tidak nyata panjang tunas pada umur 8 MST hal ini dikarenakan jumlah cadangan makanan cukup sehingga pertumbuhan sudah stabil. Jumlah Daun Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa bahan asal stek tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun. Rata-rata Jumlah Daun tanaman nilam akibat bahan asal stek disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Rata-rata Jumlah Daun Tanaman Nilam akibat Bahan Asal Stek Jumlah Daun . Perlakuan 6 MST 8 MST 32,33 82,83 36,64 97,69 32,94 84,97 Data pada Tabel 4 diketahui bahwa jumlah daun berpengaruh tidak nyata terhadap bahan asal stek. Hal ini Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 dikarenakan jumlah cadangan tidak cukup sehingga tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah daun. Lebih lanjut Wijaya . , menyatakan bahwa sepanjang cadangan makanan pada setek cukup maka pertumbuhan jumlah daun tunas tidak akan terganggu. Menurut Wiraswati dan Badami . bahwa karbohidrat dan nitrogen menentukan pertumbuhan tunas stek. Kandungan nitrogen dan karbohidrat yang seimbang akan memacu pertumbuhan jumlah daun tunas stek. Panjang Akar dan Volume Akar Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa Perangsang akar berpengaruh tidak nyata terhadap panjang akar dan volume Rata-rata panjang akar dan volume akar tanaman nilam akibat Perangsang akar disajikan pada Tabel 5. September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Fitri Handayani,et al nilam akibat Perangsang akar disajikan pada Tabel 6. Tabel 6. Rata-rata Persentase tumbuh tanaman Nilam akibat Perangsang akar Perlakuan Stek Tumbuh (%) 77,78 a 87,04 ab 94,44 b BNT 0,05 9,94 Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang sama berbeda tidak nyata pada uji BNT taraf 5%. Hasil uji BNT taraf 0,05 pada Tabel 6 diketahui bahwa persentase stek tumbuh tanaman nilam tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan P2 tetapi berbeda nyata dengan perlakuan P1. Lebih tingginya persentase stek tumbuh pada pemberian ZPT pertumbuhan stek hidup dipengaruhi oleh pemberian hormon auksin yang pada penelitian ini menggunakan auksin alami yaitu bawang merah. Hormon auksin mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Sejalan dengan penelitian Ramadhani, . bahwa persentase pertumbuhan tanaman nilam pada perlakuan ekstrak bawang merah memberikan hasil yang paling baik. Hal ini dikarenakan ekstrak bawang merah mampu mempercepat pembentukan batang nilam sehingga persentase stek hidup lebih tinggi. Ekstrak mengandung fitohormon yang mempunyai peranan mirip Asam indol asetat (IAA). Dimana IAA merupakan auksin yang paling aktif untuk berbagai tanaman dalam pertumbuhan, baik akar maupun organ lainnya serta mampu mempengaruhi metabolisme pada tanaman (Dia, et al. Alimudin et al. menambahkan Ekstrak bawang merah mengandung zat pengatur tumbuh yang mempunyai peranan mirip Asam IAA. Asam Indol Asetat adalah auksin yang paling aktif untuk berbagai tanaman dan pertumbuhan yang optimal. Tabel 5. Rata-rata Panjang Akar dan Volume Akar Tanaman Nilam akibat Asal Bahan Stek Perlakuan Panjang Volume Akar Akar . 26,34 7,28 30,45 7,69 27,31 7,25 Tabel 5 diketahui asal batang stek tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap panjang akar dan volume akar tanaman sebab jumlah karbohidrat yang menjalankan peranan untuk membentuk Winte et al. berpendapat pertumbuhan pada akar dipengaruhi ketersediaan cadangan makanan pada bahan stek batang yang ditanam. Semakin panjang bahan stek batang maka ketersediaan cadangan makanan akan lebih banyak dan pertumbuhan akar dapat berlangsung secara optimal. Pengaruh Faktor Perangsang Akar Persentase Stek Tumbuh Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa Perangsang akar berpengaruh sangat nyata terhadap persentase stek tumbuh Rata-rata Persentase stek tumbuh tanaman Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Fitri Handayani,et al MST dan berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah tunas umur 4 MST. Rata-rata Jumlah Tunas tanaman nilam akibat Perangsang akar disajikan pada Tabel 7. Jumlah Tunas Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa Perangsang akar berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah tunas umur 2, 6 dan 8 Tabel 7. Rata-rata Jumlah Tunas Tanaman Nilam akibat Perangsang akar Jumlah Tunas . Perlakuan 2 MST 4 MST 6 MST 1,14 a 3,44 3,94 a 1,42 b 3,58 4,31 a 1,61 b 3,67 4,83 b BNT 0,05 0,22 0,43 8 MST 5,03 a 5,22 a 5,67 b 0,35 Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang sama berbeda tidak nyata pada uji BNT taraf 5%. tertentu dalam pembentukan jumlah tunas (Werner et al. , 2. Pemberian ekstrak bawang merah pada stek tanaman akan memudahkan tanaman dalam melakukan pembelahan sel yang didukung oleh senyawa dihidroalin dan zeatin yang merupakan senyawa pertumbuhan tunas pada stek batang. Menurut (Pamungkas dan Puspitasari, 2. , hormon sitokinin merupakan sitokinin ZPT yang mempengaruhi munculnya tunas dalam proses diferensiasi menjadi daun. Hasil uji BNT taraf 0,05 pada Tabel 7 diketahui bahwa jumlah tunas umur 2 MST tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan P2 namun berbeda dengan perlakuan P1 sedangkan jumlah tunas pada umur 6 dan 8 MST tertinggi juga diperoleh pada perlakuan P3 yang berbeda nyata dengan perlakuan P1 dan P2. Lebih tingginya jumlah tunas pada perlakuan ZPT Bawang merah hal ini dikarenakan bawang merah mengandungan auksin yang dapat meningkat pertumbuhan tunas sehingga meningkatkan jumlah tunas. Menurut Muswita mengandung auksin dan giberelin sama dengan hormon auksin yang aktif dalam pertumbuhan jumlah tunas. Auksin yang mempunyai peranan penting untuk pembelahan sel dan diferensiasi jaringan Panjang Tunas Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa Perangsang akar berpengaruh nyata terhadap panjang tunas umur 6 MST dan berpengaruh tidak nyata terhadap umur 2, 4 dan 8 MST. Rata-rata panjang tunas tanaman nilam akibat Perangsang akar disajikan pada Tabel 8. Tabel 8. Rata-rata Panjang Tunas Tanaman Nilam akibat Perangsang akar Panjang Tunas . Perlakuan 2 MST 4 MST 6 MST 8 MST 2,69 13,50 a 27,22 5,40 2,76 5,45 13,99 a 26,95 3,03 5,69 15,09 b 27,48 BNT 0,05 1,06 Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang sama berbeda tidak nyata pada uji BNT taraf 5%. Hasil uji BNT taraf 0,05 pada Tabel 8 diketahui bahwa panjang tunas umur 6 MST tertinggi dijumpai pada perlakuan P3 yang berbeda nyata dengan perlakuan P2 dan P1. Ekstrak bawang merah mengandung auksin dan thiamin yang dapat merangsang perpanjangan tunas. Auksin yang terkandung di dalam ekstrak bawang merah bekerja dengan merangsang sel-sel meristem apikal batang dan pucuk Sesuai dengan Artanti dalam Wibowo . , bahwa salah satu peran Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Fitri Handayani,et al auksin adalah menstimulasi munculnya tunas baru dan merangsang perpanjangan sel pada pucuk. volume akar. Rata-rata panjang akar dan volume akar tanaman nilam akibat Perangsang akar disajikan pada Tabel 10. Jumlah Daun Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa Perangsang akar berpengaruh sangat nyata terhadap Jumlah Daun umur 6 MST dan berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun umur 6 MST. Rata-rata Jumlah Daun tanaman nilam akibat Perangsang akar disajikan pada Tabel 9. Tabel 10. Rata-rata Panjang Akar dan Volume Akar Tanaman Nilam akibat Perangsang akar Perlakuan Panjang Volume Akar Akar 24,51 a 6,42 25,83 a 7,81 33,77 b 8,00 BNT 0,05 4,45 Tabel 9. Rata-rata Jumlah Daun Tanaman Nilam akibat Perangsang akar Jumlah Daun (Tuna. Perlakuan 6 MST 8 MST 29,58 a 82,83 30,64 a 82,86 41,69 b 93,53 BNT 0,05 6,59 Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama berbeda tidak nyata pada uji BNT taraf 5%. Hasil uji BNT taraf 0,05 pada Tabel 10 diketahui bahwa panjang akar tertinggi pada perlakuan P3 yang berbeda nyata dengan perlakuan P1 dan P2. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan ZPT bawang merah dapat meningkatkan panjang akar menurut Marfirani et al. salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh alami adalah bawang merah mengandung hormon auksin dan giberlin yang dapat memacu pertumbuhan akar pada tanaman. Muswita . , menyatakan penambahan auksin eksogen akan meningkatkan kandungan auksin endogen dalam jaringan stek tersebut sehingga mampu menginisiasi sel untuk tumbuh dan berkembang yang selanjutnya akan berdiferensiasi membentuk organ seperti akar. Bawang merah mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan Setiawati et al. , . menambahkan hal ini yang menyebabkan ekstrak bawang merah dapat berpotensi untuk merangsang pertumbuhan akar pada stek karena Kandungan kimia lain yang terdapat pada bawang merah antara lain adalah minyak atsiri yang salah satunya allin dan fitohormon berupa auksin. Keterangan : Angka yang diikuti oleh huruf yang sama berbeda tidak nyata pada uji BNT taraf 5%. Hasil uji BNT taraf 0,05 pada Tabel 9 diketahui bahwa jumlah daun umur 6 MST tertinggi pada perlakuan P3 yang berbeda nyata dengan perlakuan P1 dan P2. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan ZPT bawang merah dapat meningkatkan jumlah daun pada tanaman nilam. Hal ini diakrenakan bawang merah mengandung hormon auksin, pemberian hormon auksin dari luar dapat mempengaruhi pembelahan sel dan pembentukan jaringan sehingga Kandungan auksin yang ada dalam ekstrak bawang merah dapat merangsang sel-sel dalam hal ini adalah sel pembentukan daun. Keuntungan memakai ZPT ekstrak bawang merah diantaranya dapat memperbaiki sistem perakaran dan mempercepat keluarnya akar tanaman muda mencegah gugur daun, bunga dan buah serta dapat mempercepat penambahan jumlah daun dan pematangan (Pamungkas dan Puspitasari. Panjang Akar dan Volume Akar Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa Perangsang akar berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar dan berpengaruh tidak nyata terhadap parameter Interaksi Antara Asal Bahan Stek dan Perangsang Akar Hasil analisis ragam dari pengaruh interaksi antara asal bahan stek dan Perangsang menunjukkan bahwa interaksi Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 antara asal bahan stek dan Perangsang akar berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Hal ini diduga disebabkan oleh beberapa faktor seperti kedua perlakuan yang tidak saling mendukung maupun juga dari tanaman itu memaksimalkan kedua perlakuan pada lingkungan tempat tumbuh yang kurang Menurut Dwidjoseputro . bahwa pertumbuhan yang baik dapat dicapai bila faktor disekitar pertanaman mempengaruhi pertumbuhan September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Fitri Handayani,et al DAFTAR PUSTAKA Asmaini. Hayati. Zuyasna. Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Bawang Merah dan Lama Perendaman Pertumbuhan Setek Tanaman Nilam (Pogostemon Bent. Jurnal Agrium. Volume 19 . Halaman : 283-294. Asmara. Widyastuti. Sanjaya. Pertumbuhan Akar Stek Singkong (Manihot esculenta Crant. Hasil Pengeratan dengan Menggunakan Alat Pengerat Bibit Singkong (Rabikon. Jurnal Agrotek Tropika. KESIMPULAN Asal bahan stek berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah tunas umur 6 dan 8 MST. Panjang tunas umur 6 MST namun persentase stek tumbuh, jumlah tunas umur 2 dan 4 MST, panjang tunas umur 2, 4 dan 8 MST. Jumlah daun umur 6 dan 8 MST, panjang akar dan volume akar. Hasil pengamatan terbaik diperoleh pada perlakuan B2 (Tengah Caban. Perangsang akar berpengaruh sangat nyata persentase stek tumbuh, jumlah tunas umur 2, 6 dan 8 MST dan jumlah daun umur 6 MST dan panjang akar dan berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah tunas umur 4 dan 6 MST, panajng tunas umur 6 MST, namun berpengaruh tidak nyata terhadap parameter jumlah tunas umur 4 MST, panjang tunas umur 2, 4 dan 8 MST, jumlah daun umur 8 MST dan volume akar. Hasil pengamatan terbaik diperoleh pada perlakuan P3 (ZPT Bawang Mera. Interaksi antara asal bahan stek dan Perangsang akar memberikan pengaruh tidak nyata pada semua parameter Dia. Karno. Budi. Pengaruh Lama Perendaman dan Tingkat Kosentrasi Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa L. Pertumbuhan Stek Tanaman Nilam (Pogostemon cablin B. jurnal agrotek. Direktorat Jenderal Perkebunan. Statistik Perkebunan Jilid I Tahun 2022-2024. Jakarta. Dwidjoseputro. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia. Jakarta Faizin. Pengaruh Jenis Stek dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Groetone Terhadap Pertumbuhan Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Bent. Jurnal Agrotek Lestari, 2. : 3950. : 2028-2033. Lesmana. Nurdiana. Siswancipto. Pengaruh Berbagai Zat Pengatur Tumbuh Alami dan Asal Stek Batang Pertumbuhan Vegetatif Bibit Melati Putih (Jasminum sambac Jurnal Agroteknologi dan Sains. : 80-98. SARAN