Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya Volume. Nomor. Maret 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jpbb. Available online at: https://journal. id/index. php/jpbb Pengaruh Model Pembelajaran Numbered Head Together Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ipas Kelas V SD Swasta Al-Washliyah 80 Kisarana Rana Rafiqa 1*. Robenhart Tamba 2. Lala Jelita Ananda 3. Lidia Simanihuruk 4. Doddy Feliks P. Ambarita 5 Universitas Negeri Medan. Indonesia Email : ranarafiqa06@gmail. Abstract. The study was conducted with the aim of determining whether there is an influence of the Numbered Head Together learning model on the learning outcomes of fifth grade students of SDN Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran. Descriptive quantitative research in this study used an experimental research design with a Quasi Experiment Design model in the form of Non-equivalent Control Group Design. The population in this study was all fifth grade students of SDN Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran. The results of data analysis showed that the average learning outcomes using the Numbered Head Together learning model in the experimental class were 85. 7, while the average learning outcomes that did not use the Numbered Head Together learning model in the control class were 69. the normality test, it is known that the pre-test and post-test results of the experimental class and control classes are normally distributed with the value obtained in the experimental class pre-test Test results = 0. 051> = 0. and in the post-test results Test results = 0. 061> = 0. 05, while in the control class pre-test Test results = 0. = 0. 05 and in the post-test results Test results = 0. 118> = 0. The results of the homogeneity test of the research data, it is known that the research data comes from homogeneous samples with the acquisition of a homogeneity test value of 0. 219> 0. The data were analyzed by hypothesis testing using the independent sample t-test with a significance level of = 0. 05 and degree of freedom . = 48. From the results of the hypothesis test, it was obtained tcount> ttable . 056> 2. or Ha was rejected and H1. So it can be stated that there is a positive and significant influence between the implementation of the Numbered Head Together learning model on the learning outcomes of class V students of SD Swasta l-Washliyah 80 Kisaran. Keywords: Learning Models. Learning Outcomes. Numbered Head Together. Abstrak. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari model pembelajaran Numbered Head Together terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran. Penelitian kuantitatif deskriptif pada penelitian ini menggunakan rancangan penelitin eksperimen dengan model Quasi Eksperimen Design yang berbentuk Nonquivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas V SD Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together pada kelas eksperimen yaitu 85,7, sedangkan rata-rata hasil belajar yang tidak menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together pada kelas kontrol yaitu 69,1. Pada uji normalitas, diketahui bahwa hasil pre-test dan post-test kelas eksperimen dan kelas kelas kontrol berdistribusi normal dengan perolehan nilai pada kelas eksperimen pre-test Hasil uji = 0,051 > = 0,05 dan pada hasil post-test Hasil uji = 0,061 > = 0,05, sedangkan pada kelas kontrol pre-test Hasil uji = 0,057 > = 0,05 dan pada hasil post-test Hasil uji = 0,118 > = 0,05. Hasil uji homogenitas data penelitian, diketahui bahwa data penelitian berasal dari sampel-sampel yang homogen dengan perolehan nilai uji homogenitas 0,219 > 0,05. Data dianalisis dengan uji hipotesis menggunakan uji-T independent sample t-test dengan taraf signifikan = 0,05 dan degree of freedom . = 48. Dari hasil uji hipotesis diperoleh thitung > ttabel . ,056 > 2,. atau Ha ditolak dan H1. Sehingga dapat dinyatakan bahwa Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara penerapat model pembelajaran Numbered Head Together terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Swasta l-Washliyah 80 Kisaran. Kata Kunci: Hasil Belajar. Humbered Head Together. Model Pembalajaran PENDAHULUAN Keberhasilan suatu proses pembelajaran dapat dilihat dari dua sisi, yaitu tingkat pemahaman dan penguasaan materi yang diberikan oleh pendidik. Pemahaman siswa Received Februari 16, 2025. Revised Februari 28, 2025. Accepted Maret 20, 2025. Online Available Maret 24, 2025 Pengaruh Model Pembelajaran Numbered Head Together Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ipas Kelas V SD Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran berhubungan dengan daya serap seorang siswa dalam pelajaran. Daya serap siswa merupakan kemampuan atau kekuatan yang dimiliki seseorang untuk melakukan sesuatu, salah satunya yaitu untuk menyerap sebuah materi pembelajaran yang diberikan oleh pendidik dan proses belajar yang baik akan meningkatkan mutu pendidikan yang baik pula. Peningkatan mutu pendidikan tentunya berkaitan erat dengan siswa, pendidik, sistem pendidikan, metode yang digunakan, orang tua, dan lingkungan sekitar. Pemilihan model pembelajaran pada mata pelajaran IPAS bagi siswa SD merupakan model yang terbaik bagi perkembangan siswa dan dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Pada umumnya tingkat perkembangannya masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan dan memahami hubungan antar konsep sederhana. Model pembelajaran yang menarik salah satunya adalah model pembelajaran Numbered Head Together. Tipe model pembelajaran Numbered Head Together adalah model pembelajaran kooperatif. Menurut Warsono dan Hariyanto . alam Gamal, 2014, h. pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang melibatkan sejumlah kelompok kecil siswa bekerja sama dan belajar bersama dengan saling membantu secara interaktif untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Numbered Head Together adalah tipe pembelajaran yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan semangat kerjasama dalam kelompok serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagi ide-ide dan mendiskusikan jawaban yang paling tepat terkait pembelajaran yang diberikan oleh pendidik. Model pembelajaran Numbered Head Together adalah model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada tanggung jawab secara individu dan kelompok untuk memahami suatu materi yang dipelajari sehingga siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran yang berdampak terhadap meningkatnya hasil belajar siswa tersebut. Alasan peneliti memilih untuk menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together dikarenakan pada saat peneliti melakukan observasi awal di SD Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran pada tanggal 5 Juni 2024 dengan melakukan wawancara secara langsung kepada guru wali kelas V, peneliti dapat menyimpulkan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru belum sepenuhnya menggunakan model pembelajaran yang inovatif. Dalam proses pembelajaran yang dilakukan, guru hanya menggunakan model pembelajaran yang hanya berpusat pada guru dan guru hanya sebatas menggunakan metode ceramah sehingga interaksi antara siswa dengan guru menjadi minim. Hal tersebut menyebabkan berkurangnya pastisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaraan yang menyebabkan siswa kurang aktif dalam pembelajaran dan siswa yang dapat menerima pelajaran hanya berkisar 60%. Hal tersebut JPBB - VOLUME. NOMOR. MARET 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. sudah pasti dapat mengakibatkan permasalahan yang akhirnya berdampak pada hasil belajar Hal ini dapat dilihat dari lembar pengamatan aktivitas siswa yang salah satunya ada pada kelas V-A SD Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran diperoleh informai yang dapat dipaparkan pada table berikut. Tabel 1 Persentase Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Kelas V-A SD Swasta AlWashliyah 80 Kisaran Aspek Jumlah Siswa Persentase Bertanya 31,58% Menjawab Pertanyaan 39,47% Memperhatikan 31,58% Mengerjakan Tugas 81,58% Berdiskusi 57,89% Pemaparan Tabel di atas menunjukkan keaktifan siswa saat beraktivitas di dalam kelas pada kelas V-A SD Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran sebagai kelas eksperimen yang dapat dilihat pada aspek bertanya hanya 12 siswa dengan persentase 31,58%, aspek menjawab pertanyaan 15 siswa dengan persentase 39,47%, aspek memperhatikan 12 siswa dengan persentase 31,58, aspek mengerjakan tugas 31 siswa dengan persentase 81,58%, dan aspek berdiskusi 22 siswa dengan persentase 57,89% dari jumlah keseluruhan siswa yaitu 38 siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan suatu upaya konkret yang dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna kepada siswa, yang dimana peneliti menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together dengan dibentuknya kelompok akan memberikan kesempatan untuk saling mengajar dan mendukung satu sama lain antar siswa, serta menyatukan pendapat terhadap jawaban atas pertanyaan yang tengah dihadapi sehingga mampu menyimpulkan hasil akhir dengan kesimpulan bersama. Dengan begitu maka diharapkan siswa mampu membangun dan mengembangkan pengetahuan. Berdasarkan beberapa pernyataan yang telah dikemukakan, maka peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Model Pembelajaran Numbered Head Together Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V SD Swasta Al-Washliyah 80 KisaranAy. Pengaruh Model Pembelajaran Numbered Head Together Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ipas Kelas V SD Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran METODE Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Metode penelitian eksperimen yang digunakan adalah Quasi Experimental Design. Penelitian ini digunakan untuk bisa dicapai dengan mengetahui pengaruh dari model pembelajaran Numbered Head Together terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS, bab 3, topik C di kelas V SD Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran. Penelitian ini telah dilaksanakan di kelas V SD Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran yang beralamat jalan Mas Mansyur. Kisaran Baru. Kec. Kota Kisaran Barat. Kabupaten Asahan. Sumatera Utara dengan mata pelajaran IPAS, bab 3, topik C semester Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi kelas V SD Swasta AlWashliyah 80 Jl. Mas Mansyur. Kisaran Barat. Kec. Kota Kisaran Barat. Kabupaten Asahan. Sumatera Utara. Adapun sampel dalam penelitian ini berjumlah 62 siswa, yang terdiri dari 2 . kelas yaitu kelas V-A yang berjumlah 30 siswa dan kelas V-B berjumlah 32 siswa. Adapun variable bebas (X) dari penelitian yang dilakukan yaitu berupa model pembelajaran Numbered Head Together sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar mata pelajaran IPAS pada bab 3, topik C di kelas V SD Swasta Al-Washliyah 80 Jl. Mas Mansyur. Kisaran Barat. Kec. Kota Kisaran Barat. Kabupaten Asahan. Sumatera Utara. Intrumen penelitian ini menggunakan tes, sedangkan Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Pada uji coba instrument penelitian menggunakan uji validitas tes, reliabilitas tes, daya pembeda soal, dan tingkat kesukaran tes. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji homogenitasm dan uji HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum menganalisis data pre-test dan post-test, terlebih dahulu dilakukan analisis terhadap soal tes yang digunakan pada kelas yang sebelumnya telah menerima pembelajaran yaitu kelas VA dan VB. Penelitian ini menggunakan instrumen tes berbentuk soal pilihan ganda sebanyak 25 butir soal. Intrumen tes ini telah diujikan kepada 62 siswa kelas V dan setelah itu, hasilnya adalah dilakukan pengujian terhadap uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda soal. Sebelum soal divalidasi ke siswa, dilakukan validasi ke dosen terlebih dahulu. Validasi soal adalah prosedur untuk menilai kesesuaian soal dengan kompetensi yang telah diajarkan dan agar data yang dimasukkan konsisten dan akurat. Pada tabel penilaian diatas, soal diamati berdasarkan beberapa aspek. Dapat dilihat bahwa dalam beberapa aspek banyak yang mendapat skor lima, artinya soal sudah sesuai dengan tujuan penelitian, soal sudah sesuai dengan materi JPBB - VOLUME. NOMOR. MARET 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. yang diajarkan, soal disajikan secara runtut, sistematis, dan alur logika sudah sesuai. Dalam aspek konstruksi, maksud soal sudah jelas, pokok soal sudah memuat satu permasalahan yang telah ditanyakan, kalimat soal juga tidak ditemukan makna ganda, serta gambar pada soal jelas dan berfungsi. Pada aspek bahasa, kalimat dalam soal sudah berisi kalimat yang benar sesuai dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta rumusan kalimat soal menggunakan bahasa yang sederhana bagi siswa sehingga mudah dipahami dan menggunakan bahasa yang dikenal siswa. Sehingga dari kedua tabel penilaian diatas dan perhitungan rumusnya soal ini termasuk kategori sangat Berdasarkan hasil analisis validasi soal sebanyak 25 butir soal, maka diperoleh hasil analisis yaitu tedapat 21 soal yang dikatakan valid dan 4 soal dikatakan tidak valid. Soal dikatakan valid yaitu soal nomor 1, 2, 3, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 17, 18, 20, 21, 22, 23, 24, 25 dan soal yang tidak valid adalah nomor 4, 6, 16, dan 19. Pada uji reliabilitas menunjukan bahwa nilai sebesar 0,915 atau nilai > 0,7 maka instrumen tersebut dinyatakan reliabel. Berdasarkan hasil olah data, hasil uji reliabilitas yang diperoleh pada instrumen soal ini masuk kedalam kategori tinggi yang artinya instrumen yang digunakan dapat dipercaya untuk menghasilkan data yang konsisten. Pada tingkat kesukaran tes terlihat bahwa 19 butir soal tergolong mudah, 3 butir soal tergolong sedang, dan 3 lainnya adalah sukar. Pada daya pembeda soal soal kategori cukup baik yaitu soal nomor 6 saja dan soal dengan kualitas buruk nomor 16 dan 19. Hasil Deskriptif Statistik Hasil Belajar Kognitif Siswa Dapat diketahui bahwa nilai rata-rata pre-test kelas eksperimen adalah 54,2 dengan nilai maksimum 72 dan nilai minimum 28. Sedangkan nilai rata-rata post-test kelas eksperimen adalah 85,7 dengan nilai maksimum 92 dan nilai minimum 72. Dapat diketahui bahwa selisih rata-rata pre-test kelas eksperimen dan post-test kelas eksperimen sebesar 31,5. Sedangkan pada kelas kontrol, pre-test mempunyai rata-rata 69,1 dengan nilai maksimum 84 dan nilai minimum Post-test mempunyai rata-rata 73,7 dengan nilai maksimum 88 dan nilai minimum 64. Ratarata pre-test dan post-test kelas kontrol mempunyai selisih sebesar 4,6. Pengaruh Model Pembelajaran Numbered Head Together Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ipas Kelas V SD Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran Uji Normalitas Tabel 2 Uji Normalitas Data Hasil Belajar Kognitif Siswa One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test eksperimen eksperimen Normal Mean Parametersa,b Std. Deviation Most Absolute Extreme Positive Differences Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Berdasarkan Tabel 4. 7 asymp sig. 2 tailed pre-test kelas eksperimen sebesar 0,051, posttest kelas eksperimen sebesar 0,061, pre-test kelas kontrol sebesar 0,057 dan post-test kelas kontrol sebesar 0,118 . Maka data disimpulkan data berdistribusi normal karena sig diatas 0,05. Sehingga dilanjutkan dengan uji parametrik yaitu uji independent sample t-test. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai variasi yang homogen atau tidak. Tabel 3 Uji Homogenitas Hasil Belajar Pre-test Siswa Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic Sig. Nilai Based Mean JPBB - VOLUME. NOMOR. MARET 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. Based Median Based Median and with Based Berdasarkan Tabel 4. 8, uji homogenitas memperoleh nilai signifikansi 0,219 yang artinya lebih dari 0,05 (Sig. > 0,. Hal ini menunjukkan bahwa nilai tes kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai varian yang sama atau homogen. Setelah uji prasyarat terpenuhi, langkah selanjutnya adalah menguji hipotesis. Uji Hipotesis Tabel 4 Uji Independent Sample T-Test Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error (Constan. Beta Sig. Dependent Variable: nilai Berdasarkan Tabel 4. 9, nilai signifikansi 0,000 artinya kurang dari 0,05 maka H0 ditolak. Artinya terdapat pengaruh yang signifikansi metode Numbered Head Together dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS. Pengaruh Model Pembelajaran Numbered Head Together Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ipas Kelas V SD Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran Pembahasan Data hasil belajar kognitif siswa dievaluasi melalui serangkaian tes yang meliputi pre-test dan post-test. Pre-test diberikan kepada siswa sebelum pelaksanaan perlakuan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada materi di kelas (Sumarni et al. , 2. sedangkan post-test diberikan setelah perlakuan untuk mengukur kemampuan akhir siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol (Setyaningsih et al. , 2. Sebelum instrumen soal tes digunakan untuk penelitian, dilakukan uji empiris instrumen. Uji empiris soal tes bertujuan untuk mengukur tingkat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan uji daya pembeda soal- soal yang digunakan sebagai instrumen pengambilan data penelitian. Hasil uji empiris instrumen selesai dilakukan kemudian lanjut uji validitas dan reliabilitas. Uji validitas dan reliabilitas instrumen mendukung keabsahan data yang dihasilkan. Tingkat validitas yang tinggi memastikan bahwa soal-soal yang digunakan relevan dengan materi yang diajarkan, sedangkan reliabilitas yang tinggi menjamin konsistensi pengukuran hasil belajar Berdasarkan hasil uji validitas diperoleh dari 25 soal yang diuji cobakan terdapat 21 soal yang dikatakan valid. Sementara hasil reliabilitas diperoleh Cronbach's Alpha sebesar 0,915. Menurut Sugiono . , instrumen dikatakan reliabel apabila nilai CronbachAos Alpha lebih besar daripada 0,70 (Sutiawan & Rahmani, 2. Berdasarkan hasil olah data, hasil uji reliabilitas yang diperoleh pada soal tes ini masuk kedalam kategori sangat tinggi sehingga instrumen yang digunakan dapat dipercaya untuk menghasilkan data yang konsisten. Setelah itu, dilakukan uji tingkat kesukaran yang menunjukkan soal 19 mudah, 3 soal sedang, dan 3 soal Pada uji pembeda soal terdapat 22 soal kategori baik, 1 soal cukup baik, dan 2 soal buruk. Jumlah butir soal yang valid selajutnya telah digunakan untuk statistik deskriptif. Berdasarkan uji statistik deskriptif dapat diketahui bahwa nilai rata-rata pre-test kelas eksperimen adalah 54,2 dengan nilai maksimum 72 dan nilai minimum 28. Sedangkan nilai ratarata post-test kelas eksperimen adalah 85,7 dengan nilai maksimum 92 dan nilai minimum 72. Dapat diketahui bahwa selisih rata-rata pre-test kelas eksperimen dan post-test kelas eksperimen sebesar 31,5. Sedangkan pada kelas kontrol, pre-test mempunyai rata-rata 69,1 dengan nilai maksimum 84 dan nilai minimum 56. Post-test mempunyai rata-rata 73,7 dengan nilai maksimum 88 dan nilai minimum 64. Rata-rata pre-test dan post-test kelas kontrol mempunyai selisih sebesar 4,6. Skor pre-test dan post-test yang telah diperoleh kemudian dilakukan uji hipotesis yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar kognitif antara kelas eksperimen dan kelas kontrol berdasarkan hasil tes. Sebelum uji hipotesis, dilakukan uji prasyarat terlebih dahulu yairtu dengan uji normalitas dan homogenitas (Sianturi. JPBB - VOLUME. NOMOR. MARET 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. Uji normalitas diperoleh nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan data berdistribusi normal. Berdasarkan uji normalitas, asymp sig. 2 tailed pretest kelas eksperimen sebesar 0,051, post test kelas eksperimen sebesar 0,061, pre test kelas kontrol sebesar 0,057 dan post test kelas kontrol sebesar 0,118. Maka data disimpulkan data berdistribusi normal karena sig diatas 0,05. Uji prasyarat yang kedua adalah uji homogenitas. Uji homogenitas memperoleh nilai signifikansi 0,219 yang artinya lebih dari 0,05 (Sig. Hal ini menunjukkan bahwa nilai tes kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai varian yang sama atau homogen. Setelah uji prasyarat terpenuhi, langkah selanjutnya adalah menguji hipotesis. Dalam uji t diperoleh nilai sig. sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 maka H0 ditolak, artinya terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Numbered Head Together terhadap hasil belajar siswa kelas V mata pelajaran IPAS, hal ini sejalan dengan penelitian oleh Muhammad Hasbi A . , yang berjudul AuPeningkatan Kualitas Pembelajaran IPS Melalui Model NHT dengan Media Video Pembelajaran Pada Siswa Kelas V SDN Salaman Mloyo SemarangAy, penelitian Putri Ayuningtyas . yang berjudul AuKeefektifan Model NHT Terhadap Hasil Belajar IPA Materi Sumber Daya Alam Pada Siswa Kelas IV SDN Kalibanteng Kidul 01 SemarangAy, dan penelitian Ningrum . yang berjudul AuKeefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V di SD Negeri Sungapan 03 Sungapan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari hasil analisa data dan pengujian hipotesis maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together di kelas V-A SD Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran tergolong baik dengan nilai rata-rata sebesar 85,7. Nilai yang maksimum yang diperoleh siswa adalah 92 dan nilai minimun yang diperoleh siswa adalah 72 dengan peningkatan nilai sebesar 31,5%. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional di kelas V-B SD Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran tergolong cukup dengan nilai rata-rata sebesar 69,1. Nilai maksimum yang diperoleh siswa adalah 84 dan nilai minimum yang diperoleh siswa adalah 56 dengan peringkat nilai sebesar 4,6%. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 maka H0 ditolak, yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan model Pengaruh Model Pembelajaran Numbered Head Together Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ipas Kelas V SD Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran pembelajaran Numebered Head Together terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajarann IPAS di SD Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran. Artinya H1 diterimadan H0 ditolak. DAFTAR PUSTAKA