Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Online: https://jurnal. id/index. php/ibnunafis Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis ISSN 2252-6870 (Prin. | ISSN 2613-9359 (Onlin. Artikel Penelitian FAKTOR RISIKO PEKERJAAN TERHADAP MUNCULNYA KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH DI POLI REHABILITASI MEDIK RSUD LANGSA OCCUPATIONAL RISK FACTORS OF APPEARANCE LBP COMPLAINTS IN THE MEDICAL REHABILITATION CLINIC OF RSUD LANGSA Farah Raihana. John Frans Sitepua Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. Medan. Jl. STM No. 77, 20144. Indonesia Histori Artikel ABSTRAK Diterima: 27 Agustus 2024 Nyeri punggung bawah bisa terjadi bukan hanya karena faktor usia namun juga akibat dari sikap kerja. Pekerjaan dengan beban yang berat dapat memicu terjadinya nyeri punggung bawah di antaranya adalah pekerjaan dengan beban yang berat . erakan yang menimbulkan cedera otot dan saraf, posisi tidak bergerak dalam waktu yang lam. , dan waktu pemulihan yang tidak memadai akibat kurangnya waktu istirahat. Sampel penelitian ini berjumlah 142 reponden. Pada penelitian ini digunakan uji statistika Chi-square dengan hasil terdapat hubungan yang signifikan antara kategori pekerjaan dengan munculnya keluhan nyeri punggung bawah di Poli Rehabilitasi Medik RSUD Langsa dengan nilai p value=0,001 (<0,. , terdapat hubungan yang signifikan antara durasi kerja dengan munculnya keluhan nyeri punggung bawah di Poli Rehabilitasi Medik RSUD Langsa dengan nilai p value=0,006 (<0,. dan terdapat adanya hubungan antara masa kerja dengan munculnya keluhan nyeri punggung bawah di Poli Rehabilitasi Medik RSUD Langsa dengan nilai p value=0,001 (<0,. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara faktor risiko pekerjaan terhadap munculnya keluhan nyeri punggung bawah di Poli Rehabilitasi Medik RSUD Langsa meliputi kategori pekerjaan, durasi kerja dan masa kerjanya. ABSTRACT Revisi: 28 Mei 2025 Terbit: 1 Juni 2025 Kata Kunci Durasi Kerja. Kategori Pekerjaan. Masa Kerja. Nyeri Punggung Kerja Low back pain can occur not only due to age but also as a result of work attitudes. Work with a heavy load can trigger the occurrence of low back pain including work with a heavy load . ovements that cause muscle and nerve injury, immobile position for a long tim. , and inadequate recovery time due to lack of rest time. The sample of this study amounted to 142 respondents. In this study. Chi-square statistical test was used with the results that there was a significant relationship between the category of work with the appearance of low back pain complaints in the Medical Rehabilitation Clinic of Langsa Regional Hospital with a p value = 001 (<0. , there was a significant relationship between the duration of work with the appearance of low back pain complaints in the Medical Rehabilitation Clinic of Langsa Regional Hospital with a p value = 0. 006 (<0. and there was a relationship between the working period with the appearance of low back pain complaints in the Medical Rehabilitation Clinic of Langsa Regional Hospital with a p value = 0. 001 (<0. The conclusion of this study is that there is a relationship between occupational risk factors and the appearance of low back pain complaints at the Langsa Hospital Medical Rehabilitation Clinic including job category, work duration and tenure. Korespondensi Telp. Email: farahraihan58@gmaii. DOI: http://doi. org/10. 30743/jkin. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License . ttp://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. Farah Raihan Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 memadai akibat kurangnya waktu istirahat juga PENDAHULUAN Nyeri punggung bawah terjadi di area berkontribusi terhadap kondisi ini. punggung bawah, dari sudut iga paling bawah Sikap kerja yang sering dilakukan oleh hingga sakrum. Penyebabnya adalah peregangan manusia dalam bekerja meliputi duduk, berdiri, otot dan penurunan aktivitas fisik seiring membungkuk, jongkok, berjalan, dan lain-lain. bertambahnya usia. Akibatnya, otot punggung Posisi kerja tersebut akan dilakukan tergantung dan perut menjadi lemah. pada kondisi sistem kerja yang ada. Duduk dan Faktor risiko yang dapat berkontribusi berdiri merupakan dua sikap kerja yang paling terhadap timbulnya nyeri punggung bawah umum dilakukan. 6 Dalam kasus berdiri dalam antara lain usia, indeks massa tubuh (IMT), jenis jangka waktu yang lama, tubuh dapat mentolerir posisi berdiri dalam satu posisi selama sekitar 20 2 Nyeri punggung bawah tidak hanya Jika berdiri melebihi batas tersebut, disebabkan oleh faktor usia, tetapi juga oleh elastisitas jaringan akan berkurang secara postur kerja. Studi pada tahun 2006 yang perlahan, menyebabkan peningkatan tekanan mengkaji profil masalah kesehatan di Indonesia otot dan timbulnya rasa tidak nyaman di daerah menunjukkan bahwa sekitar 40,5% penyakit yang diderita pekerja terkait dengan pekerjaan sebelumnya, 86,3% pekerja yang menggunakan Berdasarkan komputer dengan posisi duduk mengeluhkan Menurut sebuah studi terhadap 9. nyeri punggung bawah (NPB). Sementara itu, di pekerja di 12 kabupaten/kota di Indonesia. India, 65,8% pekerja yang berdiri dalam bekerja gangguan kesehatan yang dialami pekerja juga melaporkan adanya keluhan NPB. %), Poli Rehabilitasi Medik RSUD Langsa kardiovaskuler . %), gangguan syaraf . %), adalah layanan kesehatan yang ditujukan kepada gangguan pernafasan . %), dan gangguan THT . ,5%). Prevalensi penyakit muskuloskeletal di mengembangkan, memelihara, dan memulihkan Indonesia gerak serta fungsi tubuh sepanjang hidup. Selain kesehatan adalah 11,9%, sementara berdasarkan penanganan kuratif, rehabilitasi medik juga 24,7%. memiliki peran preventif, yakni mencegah Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar gangguan dan keterbatasan fungsi gerak pada . , jumlah penderita nyeri punggung bawah individu yang berpotensi mengalami masalah diperkirakan berkisar antara 7,6% hingga 37%. fungsi gerak tubuh. Pekerjaan dengan beban berat dapat otot dan saraf atau posisi statis dalam waktu Selain itu, waktu pemulihan yang tidak METODE memicu nyeri punggung bawah, terutama yang melibatkan gerakan yang menimbulkan cedera dan/atau Penelitian sectional, yaitu pendekatan, observasi, atau pengumpulan data dilakukan secara serentak Farah Raihan Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 pada satu waktu . oint time approac. data dari seluruh sampel. Dalam penelitian ini. Penelitian analitik observasional ini digunakan jumlah partisipan yang terlibat adalah 142 orang. untuk menganalisis apakah ada hubungan antara Peneliti telah mendapatkan persetujuan faktor risiko pekerjaan dan terjadinya nyeri etik dari komite etik penelitian kesehatan punggung bawah di Poli Rehabilitasi Medik (KEPK) Fakultas Kedokteran UISU dengan RSUD Langsa. Instrumen dalam penelitian ini No. 354/EC/KEPK. UISU/I/2023. menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) HASIL yang mana adalah salah satu alat pengukuran yang digunakan dalam bidang medis untuk menilai tingkat intensitas nyeri yang dialami oleh pasien. Skala ini biasanya terdiri dari angka 0 hingga 10, di mana, 0 berarti tidak ada nyeri Penelitian menunjukkan nyeri berat atau sangat parah. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik accidental random sampling. Rehabilitasi Medik RSUD Langsa pada bulan nyeri punggung bawah dan berkunjung ke Poli Rehabilitasi Medik RSUD Langsa selama penelitian dilakukan. Sampel penelitian ini terdiri dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di Poli Rehabilitasi Medik Kota Langsa. Provinsi Aceh. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-square pada Tabel 1, didapatkan nilai p-value sebesar 0,001 (<0,. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang penelitian ini menggunakan prosedur total sampling, di mana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Pendekatan ini diterapkan karena populasi yang homogen dan cakupan wilayah yang tidak terlalu luas, sehingga Poli Rehabilitasi Medik RSUD Langsa. Berdasarkan menggunakan uji Chi-square pada Tabel 2, diperoleh nilai p-value sebesar 0,006 (<0,. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara munculnya keluhan nyeri punggung bawah di Poli Rehabilitasi Medik RSUD Langsa. Berdasarkan munculnya keluhan nyeri punggung bawah di RSUD Langsa pada periode yang sama. Teknik Poli Yani No. Gampong Jawa. Kec. Langsa Kota. Januari 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang didiagnosis dengan Langsa, yang beralamat di Jl. Jenderal Ahmad Penelitian ini akan dilaksanakan di Poli Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Umum Daerah sama sekali, 1-3 menunjukkan nyeri ringan, 4-6 menggunakan uji Chi-square pada Tabel 3, diperoleh nilai p-value sebesar 0,001 (<0,. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara masa kerja dan munculnya keluhan nyeri punggung bawah di Poli Rehabilitasi Medik RSUD Langsa. memudahkan peneliti dalam mengumpulkan Farah Raihan Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Tabel 1. Hubungan Munculnya Keluhan NPB Responden dengan Kategori Pekerjaannya di Poli Rehabilitasi Medik RSUD Langsa Kategori Pekerjaan Total Indoor Numeric Rating Scale Outdoor Nyeri Ringan Nyeri Sedang Nyeri Berat 58,5% 41,5% 0,001 Nyeri Terburuk Terbayangkan Total Tabel 2. Hubungan Munculnya Keluhan NPB Responden dengan Durasi Kerjanya di Poli Rehabilitasi Medik RSUD Langsa Durasi Kerja <8 jam/hari >8 jam/hari Nyeri Ringan Numeric Nyeri Sedang Rating Nyeri Berat Nyeri Terburuk Scale 0,006 Terbayangkan Total Farah Raihan Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 1 Juni Tahun 2025 Tabel 3. Hubungan Munculnya Keluhan NPB Responden dengan Masa Kerjanya di Poli Rehabilitasi Medik RSUD Langsa Masa Kerja <5 tahun >5 tahun Nyeri Ringan Numeric Nyeri Sedang Rating Nyeri Berat Nyeri Terburuk Scale 0,001 Terbayangkan Total Pada penelitian ini, hasil menunjukkan DISKUSI