Volume 20 Number 02. Page 328-341, 2024 AKUISISI : Jurnal Akuntansi ONLINE ISSN : 2477-2984 Ae PRINT ISSN : 1978-6581 Seberapa Penting Penggunaan Informasi Akuntansi melalui: Persepsi. Pelatihan. Pengetahuan dan Skala Usaha pada UMKM? Anandita Zulia Putri1. Khusnul Khotimah2. Ningrum Pramudiati3 1,2,3 ARTICLE INFO Article history: Received 10 Februari Received in Revised 08 April 2024 Accepted 30 November KeywordAos : OwnerAos Perception. Accounting Training. Accounting Knowledge. Business Scale. Use of Accounting Information Universitas PGRI Yogyakarta. Yogyakarta. Indonesia E-mail: zp@upy. ABSTRACT Users of accounting information can become large capital in a company to carry out strategic planning, supervision in management and operational This study aims to empirically evaluate how owner perceptions, accounting training, accounting knowledge, and business scale influence how accounting information is used. Researchers are interested in conducting new studies because they continue to produce inconsistent results based on previous A survey using a questionnaire is the research methodology used. Purposive sampling is a technique used to select a sample. In this study, 150 food and beverage MSME owners in Purworejo Regency participated as respondents. SPSS statistical software version 26 was used to perform data analysis techniques. In this work, multiple linear regression analysis uses analytical tools. This study used multiple linear regression analysis as an analytical tool. The findings show a positive effect between the use of accounting information and the owner's perception, accounting training, accounting knowledge, and business scale. It is hoped that further research will guide researchers in filling out questionnaires, relevant agencies will carry out regular training and update MSME data. Pengguna informasi akuntansi dapat menjadi modal besar dalam perusahaan untuk melakukan perencanaan yang bersifat strategis, pengawasan didalam manajemen serta pengawasan yang bersifat operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara empiris bagaimana persepsi pemilik, pelatihan akuntansi, pengetahuan akuntansi, dan skala usaha mempengaruhi bagaimana informasi akuntansi digunakan. Peneliti tertarik untuk melakukan riset ini dikarenakan adanya hasil yang tidak konsisten berdasarkan penelitian sebelumnya. Survei dengan menggunakan kuesioner merupakan metodologi penelitian yang Purposive sampling adalah tehnik yang digunakan guna memilih 150 pemilik UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Purworejo berpartisipasi sebagai responden. Perangkat lunak statistik SPSS versi 26 digunakan untuk melakukan teknik analisis data. Analisis data penelitian ini menggunakan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan adanya pengaruh positif antara penggunaan informasi akuntansi dengan persepsi pemilik, pelatihan akuntansi, pengetahuan akuntansi, dan skala usaha. Riset selanjutnya diharapkan periset memandu pngisian kuesioner, dinas terkait melakukan pelatihan berkala serta pemutahiran data UMKM. AKUISISI : Jurnal Akuntansi Website : http://w. id/ejournal/index. php/JA This is an open access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. * Corresponding author. Telp. : 6282221429897. E-mail address: anandita. zp@upy. Peer review under responsibility of Akuisisi : Accounting Journal. http://dx. org/10. PENDAHULUAN Dapat dikatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh dari ideal dan masih ada masalah ekonomi yang tidak pernah ada solusinya. Fakta bahwa populasi Indonesia berkembang pesat tetapi tidak tersedia cukup banyak lapangan pekerjaan adalah salah satu masalah ekonomi yang paling terlihat di negara ini agar memiliki efek khusus pada sumber daya manusia. Peningkatan angka pengangguran di Indonesia merupakan akibat dari dampak permasalahan ekonomi tersebut terhadap sumber daya manusia (Putri & Anggraini, 2. Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah dengan sektor UMKM di Indonesia. UMKM dapat meningkatkan struktur perekonomian domestik, khususnya yang terkait dengan penyerapan tenaga kerja, peningkatan daya beli serta pertumbuhan investasi untuk terwujudnya lapangan pekerjaan (Johan, 2. UMKM Provinsi Jawa Tengah mengalami kenaikan yang relatif signifikan. Melihat data UMKM Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020, skala usaha berjumlah 167. 391 dengan aneka macam bidang usaha diantaranya 57. 527 produksi/non pertanian, 27. 653 pertanian, 62. 083 perdagangan, 128 jasa. Data UMKM Provinsi Jawa Tengah menunjukkan total UMKM kabupaten yg berada di Provinsi Jawa Tengah. Tabel 1. Data Penambahan UMKM Kabupaten Purworejo 2021 Tahun Penambahan Usaha Mikro Usaha Mikro yang berkembang menjadi Usaha Kecil Sumber: Dinas Koperasi Usaha Kecil & Menengah Provinsi Jawa Tengah . purworejokab, 2. Berdasar data Dinas Koperasi Usaha Kecil & Menengah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan jika UMKM pada Kabupaten Purworejo terjadi penambahan UMKM sektor mikro setiap tahunnya sedangkan usaha mikro yang berkembang menjadi usaha kecil penambahannya tidak konsisten. Melalui UMKM. Kabupaten Purworejo memiliki banyak potensi untuk mendongkrak perekonomian daerah . purworejokab, 2. Penelitian ini merupakan penggabungan penelitian oleh Kaukab et al. , . dengan persamaan menggunakan beberapa variabel yang sama yaitu pengetahuan akuntansi serta skala usaha, pengambilan variabel persepsi pemilik dari penelitian Sunaryo et al. , . serta pengambil variabel pelatihan akuntansi dari penelitian Candra et al. , . Pada penelitian Pramesti et al. hanya terbatas pada salah satu kecamatan dan pada penelitian Efriyenty, . hanya UMKM yang dibina Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pasar Koperasi serta UKM. Pada penelitian ini sampel yang digunakan yaitu bidang usaha makanan dan minuman dalam satu kabupaten atau Pemanfaatan informasi akuntansi sangat bermanfaat dalam memahami bagaimana bisnis berkembang, struktur keuangannya, dan berapa banyak keuntungan yang diberikan organisasi selama rentang waktu tertentu. Membuat informasi akuntansi sangat penting bagi perusahaan, tetapi banyak pelaku bisnis, termasuk mereka yang dalam usaha perdagangan mikro, kecil, serta menengah, belum ada. Keterbatasan yang biasanya dialami pelaku UMKM terkait dengan pengelolaan keuangannya. Kebanyakan UMKM belum memiliki pengelolaan keuangan yang efektif . babel, 2. Faktanya, banyak pemilik usaha kecil, baik yang bekerja di perusahaan perdagangan maupun Usaha Mikro. Kecil, serta Menengah (UMKM), tidak mempunyai pengetahuan akuntansi (Anggraini & Thorp, 2. Banyak pemilik usaha kecil masih belum mendokumentasikan laporan keuangan mereka dengan baik. Ada lebih banyak individu yang tidak menyimpan catatan akuntansi sama sekali. Pemilik usaha kecil dan menengah biasanya hanya melakukan pembukuan yang terbatas pada pelacakan penerimaan dan pengeluaran. Akibatnya, sulit untuk menentukan laba bersih perusahaan yang berakibat pada sulitnya UMKM memperoleh kredit di lembaga perbankan untuk modal usaha (Efriyenty, 2. Tabel 2. Data UMKM Kabupaten Purworejo Tahun 2022 Kategori Makanan dan minuman Kegiatan lainnya Perdagangan dan reparasi Akomodasi dan penyediaan makanan dan minuman Industri Pengolahan Jasa Pertanian Fashion Peternakan Perikanan Elektronik Onlineshop Pertambangan dan penggalian UMKM Sumber: Dinas Koperasi Usaha Kecil & Menengah Provinsi Jawa Tengah (Satudata. id, 2. Berdasarkan Tabel 2 Menunjukkan adanya berbagai kategori UMKM di Kabupaten Purworejo. Bidang usaha makanan dan minuman merupakan bidang usaha tertinggi di Kabupaten Purworejo dengan total usaha sebanyak 2780 UMKM. Berdasar penjabaran diatas peneliti tertarik karena adanya hasil penelitian yang tidak konsisten serta masih banyaknya pelaku UMKM yang belum memahami seberapa penting penggunaan informasi akuntansi bagi usahanya. Kajian Teori Stakeholder Theory Perilaku dalam perusahaan dipengaruhi oleh orang-orang yang ada didalamnya menurut teori stakeholder. Teori stakeholder menjelaskan bahwa perusahaan ialah entitas yang beroperasi tidak hanya untuk kepentingannya sendiri, melainkan dapat memberikan manfaat kepada stakeholdernya (Siregar, 2. Dikaitkan dengan penelitian ini. Stakeholder Theory relevan menjelaskan peran hubungan penggunaan informasi akuntansi pada UMKM. Stakeholder mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan informasi terkait aktifitas-aktifitas perusahaan yang dapat mempengaruhi mereka. Hubungan stakeholder yang semakin kuat dapat memberikan gambaran bahwa semakin baik bisnis perusahaan. Penggunaan Informasi Akuntansi Pengguna informasi akuntansi dapat menjadi modal besar dalam perusahaan untuk melakukan perencanaan yang bersifat strategis, pengawasan didalam manajemen serta pengawasan yang bersifat operasional. Informasi akuntansi pada dasarnya bersifat keuangan dan memiliki fokus dan tujuan pengambilan keputusan (Candra et al. , 2. Persepsi Pemilik Persepsi pelaku UMKM tentang akuntansi didefiniskan sebagai Auproses penafsiran, pemberian makna, dan penginterpretasian akuntansi dalam sebuah bisnis atau usaha dengan menggunakan panca indera dan mempertimbangkan manfaat yang akan diperoleh dari proses tersebutAy (Lubis, 2. Pelatihan dan Pengetahuan Akuntansi Pelatihan akuntansi yang sering diikuti oleh pelaku UMKM dapat memberikan pandangan yang luas tentang tindakan yang akan mereka lakukan. Dengan begitu, kemampuan dapat terus diasah melalui pelatihan akuntansi sehingga pelaku UMKM memiliki kesadaran bahwa pelatihan akuntansi merupakan hal yang perlu dan dapat meningkatkan penggunaan informasi akuntansi (Khoiriyah & Oktari, 2. Pengetahuan akuntansi adalah Ausuatu kebenaran atas informasi mengenai pencatatan, pengelompokkan, dan pengikhtisaran kejadian ekonomi untuk pengambilan keputusanAy (Astiani & Sagoro, 2. Perumusan Hipotesis Pengaruh Positif Persepsi Pemilik Terhadap Penggunaan Informasi Akuntansi Pemilik atau pelaku usaha yang menjalankan dunia bisnis seharusnya memiliki persepsi bahwa akuntansi bermanfaat untuk berlangsungnya sebuah usaha, karena akuntansi memiliki tujuan untuk memberi informasi keuangan kepada pihak manajemen, investor, dan kreditur. Selain itu juga untuk mengukur serta mempersingkat operasional perusahaan dan menyampaikan hasilnya pada manajemen dan pihak yang berkepentingan. Persepsi pemilik yang baik terkait dengan akuntansi merupakan faktor penting untuk kepentingan usahanya. Pelaku UMKM yang semakin menyadari tentang pentingnya informasi akuntansi akan memberikan prioritas untuk pengambilan keputusan berdasarkan informasi akuntansi (Sunaryo & Dadang, 2. : Apakah persepsi pemilik berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi? Pengaruh Positif Pelatihan Akuntansi Terhadap Penggunaan Informasi Akuntansi Pelatihan penyusunan laporan keuangan adalah usaha meningkatkan dan mengembangkan kemampuan personal atau individu untuk mencapai keahlian, kemampuan serta keterampilan yang ada agar berhasil dalam penyusunan laporan keuangan. Semakin baik pemberian pelatihan penyusunan laporan keuangan terhadap UMKM maka akan meningkatkan pemahaman menyajikan laporan keuangan sesuai dengan standar peraturan yang berlaku. Hal Ini dikarenakan apabila pelaku UMKM telah menerapkan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku maka dapat memudahkan pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya salah satunya yaitu dalam mendapatkan tambahan atau pinjaman modal dari pihak investor ataupun kreditur (Auliah & Kaukab, 2. : Apakah pelatihan akuntansi berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi Pengaruh Positif Pengetahuan Akuntansi Terhadap Penggunaan Informasi Akuntansi Pengetahuan akuntansi sangat diperlukan oleh manager atau pemilik perusahaan dalam menjalankan operasional perusahaan. Pengetahuan akuntansi merupakan ilmu pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penganalisaan transaksi keuangan yang berguna untuk pengambilan keputusan (Putra et al. , 2. Semakin tinggi motivasi untuk mempelajari akuntansi, maka semakin baik pula pengetahuan akuntansi yang dimiliki, sehingga penggunaan informasi akuntansi oleh pelaku UMKM menjadi hal penting dalam usahanya. : Apakah pengetahuan akuntansi berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi Pengaruh Positif Skala Usaha Terhadap Penggunaan Informasi Akuntansi Pengukuran skala usaha dapat dilihat dari seberapa banyak jumlah karyawan yang dipekerjakan dalam usaha serta dari besarnya pendapatan dalam suatu periode. Perputaran jumlah aset atau modal yang dimiliki perusahaan, semakin besar pendapatan dan jumlah aset yang didapat maka semakin besar pula tingkat kompleksitas usaha yang dijalankan dalam menggunakan informasi akuntansi. Begitu pula dengan banyaknya karyawan yang dipekerjakan, semakin banyak karyawan yang dipekerjakan maka semakin besar pula tingkat kompleksitas perusahaan. Semakin memiliki kompleksitas yang tinggi pemanfaatan informasi akuntansi sebagai kebutuhan dalam usahanya juga semakin terasa (Sunaryo & Dadang, 2. : Apakah skala usaha berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sumber data penelitian ini menggunakan data primer dari kuesioner berisi daftar pertanyaan dengan tujuan mengumpulkan informasi dari pemilik Usaha Mikro Kecil serta Menengah (UMKM) di Kabupaten Purworejo. Data penelitian ini didukung oleh buku, jurnal, dan penelitian sebelumnya. Populasi penelitian adalah UMKM dengan jenis usaha makanan/minuman di Kabupaten Purworejo. Sampel penelitian ini yaitu 150 pemilik UMKM dengan jenis usaha makanan/minuman. Purposive sampling merupakan tehnik penentuan sampel melalui pertimbangan tertentu (Sugiyono. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan menggunakan kategori berikut: UMKM yang ada di wilayah Kabupaten Purworejo. UMKM yang mempunyai kategori penghasilan serta jumlah aset selaras pada perundang-undangan yaitu penghasilan penjualan kurang dari 2,5 milyar selama satu tahun dan aset maksimum sebesar 100 milyar (Republik Indonesia, 2. UMKM telah berdiri/dikelola minimal selama 2 tahun, dan UMKM makanan/minuman. Teknik Analisis Data Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Uji ini berfungsi guna mengukur valid dan tidaknya kuesioner. Uji validitas memakai pearson corelation, yaitu teknik analisis butir yang terdapat dalam pertanyaan dengan skor total. Kuesioner dikatakan valid apabila nilai cronbach alpha < 5% (Ghozali, 2. Sedangkan. Uji relibilitas dikerjakan melalui membandingkan nilai CronbachAos alpha dengan tingkat signifikan yang digunakan yaitu 0,7. Pengujian Regresi Linear Berganda Regresi linear berganda dipakai guna menggambarkan hubungan fungsional antar 2 ataupun lebih variabel independen dengan 1 variabel dependen. Model persamaan regresi yang dipakai guna menguji hipotesis penelitian yaitu: Y = CAXCA CCXCC CEX CE CEXCE e . Uji T (Partial Individual Tes. dan Uji F (Overall Significance Tes. Pengujian ini berguna mengetahui pengaruh satu variabel independen pada variabel dependen digunakan uji T. Penggunaan informasi akuntansi diperiksa menggunakan uji T untuk melihat apakah variabel persepsi pemilik, pelatihan akuntansi, pengetahuan akuntansi, dan skala usaha memiliki pengaruh. Apabila p value < 0,05 maka hipotesis didukung (Ghozali, 2. Dan Uji F digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen model pada variabel dependen. Apabila tingkat signifikan < 0,05 maka ada hubungan signifikan antar variabel independen dengan variabel dependen (Ghozali, 2. Uji Koefisien Determinasi (RA) Uji koefisien determinasi mengevaluasi seberapa baik faktor independen memperhitungkan variabel dependen. Model kinerja diukur dengan menggunakan koefisien determinasi dimana nilainya antara 0 hingga 1. Jika nilai R2 variabel bebas rendah, maka hanya dapat menjelaskan sebagian kecil dari variabel terikat, begitu pula sebaliknya (Ghozali, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Statistik deskriptip dipakai guna mengevaluasi data dengan menawarkan temuan ataupun deskripsi data sampel atau populasi yang sudah diperoleh tanpa melakukan penelitian mendalam atau membuat kesimpulan (Ghozali, 2. Tabel 3. Hasil Uji Statistik Deskriptif Variabel Persepsi Pemilik Pelatihan Akuntansi Pengetahuan akuntansi Skala Usaha Penggunaan Informasi Akuntansi Min. Max. Mean 4,01 3,97 3,61 3,96 3,78 Sumber : data primer diolah tahun 2023 Uji Validitas Uji validitas berfungsi mengevaluasi validitas sebuah pertanyaan dalam kuesioner Korelasi antara hasil setiap item pertanyaan dengan hasil keseluruhan bisa dipakai guna menentukan validitas suatu kuesioner. Hasil uji validitas setiap variabel penelitian ini yaitu: Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Persepsi Pemilik Variabel (X. X1-1 X1-2 X1-3 XI-4 X1-5 X1-6 X1-7 X1-8 X1-9 X1-10 X1-11 X1-12 X1-13 X1-14 r Hitung 0,697 0,813 0,456 0,804 0,680 0,538 0,805 0,759 0,841 0,875 0,876 0,910 0,887 0,885 r Tabel 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 Keterangan Valid Sumber : data primer diolah tahun 2023 Berdasar Tabel 4 hasil uji validitas dari empat belas pertanyaan pada variabel persepsi pemilik menunjukan bahwa r hitung > dari 0,1339 maka semua item pertanyaan dalam variabel ini dikategorikan valid. Tabel 5. Hasil Uji Validitas Pelatihan Akuntansi Variabel (X. X2-1 X2-2 X2-3 X2-4 r Hitung 0,862 0,825 0,812 0,834 r Tabel 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 Keterangan Valid Sumber : data primer diolah tahun 2023 Berdasar Tabel 5 hasil uji validitas dari empat pertanyaan pada variabel pelatihan akuntansi menunjukan jika r hitung > dari 0,1339 maka semua item pertanyaan dalam variabel ini dinyatakan Tabel 6. Hasil Uji Validitas Pengetahuan Akuntansi Variabel (X. X3-1 X3-2 X3-3 X3-4 X3-5 X3-6 X3-7 X3-8 X3-9 X3-10 X3-11 X3-12 X3-13 X3-14 X3-15 r Hitung 0,586 0,828 0,820 0,878 0,859 0,854 0,869 0,896 0,887 0,814 0,870 0,827 0,766 0,862 0,876 r Tabel 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 Keterangan Valid Sumber : data primer diolah tahun 2023 Berdasarkan tabel 6 hasil uji validitas lima belas pertanyaan pada variabel pengetahuan akuntansi menunjukan jika r hitung > dari 0,1339 maka semua item pertanyaan dalam variabel ini dinyatakan valid. Tabel 7. Hasil Uji Validitas Skala Usaha Variabel (X. X4-1 X4-2 X4-3 r Hitung 0,903 0,932 0,843 r Tabel 0,1339 0,1339 0,1339 Keterangan Valid Sumber : data primer diolah tahun 2023 Berdasar Tabel 7 hasil uji validitas dari tiga pertanyaan pada variabel pengetahuan akuntansi menunjukan jika r hitung > dari 0,1339 maka semua butir pertanyaan dalam variabel ini valid. Tabel 8. Hasil Uji Validitas Penggunaan Informasi Akuntansi Variabel (Y) Y-1 Y-2 r Hitung 0,859 0,821 r Tabel 0,1339 0,1339 Keterangan Y-3 Y-4 Y-5 Y-6 Y-7 Y-8 Y-9 Y-10 Y-11 Y-12 Y-13 0,888 0,881 0,849 0,831 0,760 0,905 0,800 0,762 0,759 0,693 0,678 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 0,1339 Valid Sumber : data primer diolah tahun 2023 Berdasarkan Tabel 8 hasil uji validitas dari tiga belas pertanyaan pada variabel dependen (Y) menunjukan jika r hitung > dari 0,1339 maka semua item pertanyaan dalam variabel ini dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Jika responden secara konsisten atau terus-menerus menanggapi pertanyaan dalam suatu kuesioner, maka dapat dikatakan dapat diandalkan. Dengan mengkontraskan nilai cronbach's alpha dengan taraf signifikan yang dipakai yaitu 0,7 maka dilakukan uji reliabilitas. Jika skor Cronbach's Alpha > 0,7, maka variabel yang dipakai pada penelitian bisa dikatakan reliabel. Hasil uji relibilitas setiap variabel ditunjukkan dalam table berikut: Tabel 9. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Persepsi pemilik (X. Pelatihan akuntansi (X. Pengetahuan akuntansi (X. Skala usaha (X. Penggunaan informasi akuntansi (Y) CronbachAos Alpha Keterangan 0,942 0,852 0,968 0,873 0,954 Reliabel Sumber : data primer diolah tahun 2023 Tabel 9 menunjukan apabila nilai CronbachAos Alpha setiap variabel > 0,7 yaitu variabel persepsi pemilik sebesar 0,942, pelatihan akuntansi 0,852, pengetahuan akuntansi 0,968, skala usaha 0,873, dan penggunaan informasi akuntansi sebesar 0,954. Berdasar hasil uji reliabilitas, bisa disimpulkan jika setiap pertanyaan pada kuesioner adalah reliabel atau dapat dipercaya karena memenuhi standar minimal yang sudah ditetapkan. Uji Model Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda dilakukan guna memastikan pengaruh faktor-faktor independent, termasuk perspektif pemilik, pelatihan akntansi, pengetahuan akuntansi, serta sekala usaha pada pemakaian informasi akutansi. Hasil percobaan dengan memakai regresi linier berganda ditunjukan berikut: Tabel 10. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error 6,758 2,515 0,206 0,048 0,494 0,178 0,249 0,048 0,813 0,227 Standardized Coefficients Beta 0,268 0,158 0,332 0,257 Sig. 2,687 4,256 2,771 5,159 3,584 0,008 0,000 0,006 0,000 0,000 Sumber : data primer diolah tahun 2023 Hasil Beta 0,268 dan sig 0,000 variabel persepsi pemilik (X. menunjukkan koefisien regresi Hal demikian menunjukkan jika pemanfaatan informasi akntansi dipengaruhi secara positif oleh variabel persepsi pemilik. Semakin tinggi pelatihan akntansi yang diberikan, maka semakin tinggi pemakaian informasi akuntansi. Hasil Beta 0,158 dan sig 0,006 variabel pelatihan akuntansi (X. menunjukkan koefisien regresi positif. Hal ini menunjukkan bahwa variabel pelatihan akuntansi mempengaruhi bagaimana informasi akuntansi digunakan dengan cara yang Semakin tinggi pelatihan akutansi diberikan, semakin tinggi pula pemakaian informasi akutansi. Hasil Beta 0,332 dan sig 0,000 variabel pengetahuan akuntansi (X. menunjukkan koefisien regresi positif. Dengan kata lain, pemakaian informasi akutansi dipengaruhi secara positif oleh variabel pengetahuan akuntansi. Tingginya pengetahuan akuntansi yang dimiliki maka semakin tinggi pemakaian informasi akutansi. Hasil Beta 0,257 dan sig 0,000, variabel skala usaha (X. menunjukkan koefisien regresi positif. Oleh karena itu, variabel skala bisnis memiliki dampak yang menguntungkan pada bagaimana pemakaian informasi akuntansi digunakan. Semakin tinggi skala usaha, maka semakin tinggi pemakaian informasi akutansi. Uji f (Overall Significance Tes. Tabel 11. Hasil Uji F (Overall Significance Tes. Model Regression Residual Total Sum Of Squares 4393,147 1797,013 6190,160 Mean Square 1098,287 12,393 Sig. 88,620 0,000 Sumber : data primer diolah tahun 2023 Persepsi pemilik, pelatihan akutansi, pengetahuan akutansi, dan sekala usaha secara simultan mempengaruhi pemakaian informasi akuntansi, sesuai pada nilai F sebesar 88,620 yang memiliki nilai signifikan 0,000 < 0,05 Uji t (Partial Individual Tes. Berdasarkan Tabel 10 setiap variabel mempunyai nilai probabilitas < 0,05 yaitu persepsi pemilik sebesar 0,000, pelatihan akuntansi 0,006, pengetahuan akuntansi 0,000, dan variabel skala usaha 0,000 dengan semua nilai Beta bersifat positif. Hal demikian menunjukkan jika setiap faktor penelitian ini memiliki pengaruh positif serta signifikan pada pemakaian informasi akutansi. Uji Koefisien Determinan (R. Tabel 12. Hasil Uji Determinasi Model R Square 0,842 0,710 Adjusted R Square 0,702 Std. Error of the Estimate 3,52040 Sumber : data primer diolah tahun 2023 Hasil pengujian persepsi pemilik, pelatihan akutansi, pengetahuan akuntansi serta skala usaha pada pemakaian informasi akutansi memiliki nilai R Square = 0,710. Hal demikian menunjukan apabila variabel persepsi pemilik, pelatihan akutansi, pengetahuan akutansi, serta skala usaha dapat memberi kontribusi sebesar 71% pada variabel pemakaian informasi akuntansi, serta sisanya 29% dijelaskan variabel di luar cakupan penelitian ini. Pembahasan Persepsi Pemilik Terhadap Penggunaan Informasi Akuntansi Berdasarkan uji hipotesis pertama (H. , persepsi pemilik berpengaruh positif pada penggunaan informasi akutansi yang dibuktikan pada nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan Beta = 0,268. Persepsi pemilik akuntansi yang meningkat inilah yang mendorong tingginya pemanfaatan data akuntansi. Sesuai dengan grand teory, stakeholder memiki informasi terkait aktivitas-aktivitas perusahaan yang mempengaruhi perusahaan. Semakin kuat hubungan stakeholder, maka akan semakin baik bisnis perusahaan. Pelatihan Akuntansi Terhadap Penggunaan Informasi Akuntansi Berdasarkan uji hipotesis kedua (H. , pelatihan akuntansi mempunyai dampak menguntungkan pada bagaimana data akutansi digunakan, dibuktikan melalui nilai signifikan 0,006 < 0,05 serta Beta = 0,158. Peningkatan pelatihan akuntansi yang ditawarkan kepada pemilik UMKM mendorong meluasnya penggunaan data akuntansi. Apabila pelatihan akuntansi terhadap penggunaan informasi akuntansi meningkat maka stakeholder menyadari kekurangan serta karakteristik dari usahanya sehingga sangat penting mamanfaatkan penggunaan informasi akuntansi, maka keinginan untuk mengikuti pelatihan akuntansi semakin meningkat agar dapat mempraktikkan informasi akuntansi dengan baik yang sangat dibutuhkan oleh para stakeholder. Pengetahuan Akuntansi Terhadap Penggunaan Informasi Akuntansi Penggunaan informasi akutansi dipengaruhi positif oleh keahlian akuntansi, menurut uji hipotesis ketiga (H. , yang memiliki nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan Beta =0,332 . Pemilik UMKM didorong agar lebih banyak memakai informasi akuntansi seiring dengan berkembangnya pengetahuan akuntansi mereka. Proses belajar tentang akuntansi akan meningkatkan pengetahuan akuntansi manajer/pemilik bisnis . , sehingga pemahaman pengusaha . untuk menerapkan informasi akuntansi juga akan meningkat (Nirmalasari, 2. Semakin baik pengetahuan tentang akuntansi yang dimiliki oleh pemilik usaha atau manajer, maka semakin baik pula kemampuan dalam menggunakan informasi akuntansi. Semakin baik pengetahuan akuntansi maka akan mendorong mereka untuk menggunakan informasi akuntansi dengan tepat dan akurat untuk menghasilkan keputusan yang jelas dan berkualitas (Umami et al. , 2. Skala Usaha Terhadap Penggunaan Informasi Akuntansi Skala usaha memiliki pengaruh positif pada pemakaian informasi akutansi, sesuai dengan uji hipotesis keempat (H. yang mempunyai nilai signifikan 0,000 < 0,05 serta Beta = 0,257. Penggunaan informasi akutansi meningkat dengan skala usaha. Akibatnya, akuntansi semakin diperlukan untuk menjaga agar perusahaan tetap berjalan sehingga data akuntansi bisa dipakai sebagai alat untuk pengambilan keputusan. Semakin besar skala bisnisnya, semakin kompleks proses bisnisnya, dan kebutuhan akuntansi untuk kelangsungan bisnis semakin meningkat, sehingga informasi akuntansi dapat digunakan sebagai alat bantu pengambilan keputusan Penggunaan informasi akuntansi pada perusahaan merupakan cara untuk mengelola kepercayaan pihak-pihak yang berkepentingan agar menghasilkan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan stakeholdernya (Suryana et al. , 2. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan riset yang dilaksanakan pada UMKM dengan jenis usaha makanan/minuman di Kabupaten Purworejo dapat disimpulkan bahwa seluruh hipotesis dalam penelitian ini didukung. Persepsi pemilik, pelatihan akuntansi, pengetahuan akuntansi, skala usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi. Saran untuk penelitian selanjutnya untuk riset ini ialah diharapkan penelitian selanjutnya dalam pengisian kuesioner responden dipandu agar lebih paham. Selain itu riset selanjutnya agar periset mengambil data dari Dinas UMKM atau dari website agar lebih mudah dalam pemetaan. Saran untuk Dinas Koperasi. UKM, dan lembaga penyelenggara pelatihan lainnya memberikan pelatihan dan pemahaman akuntansi pemilik UMKM sehingga dapat meningkatkan pengetahuan akuntansi karena masih banyak UMKM yang belum memahami pentingnya informasi akuntansi. DAFTAR PUSTAKA