JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 172-180 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi Penerapan Decision Support System Dalam Menentukan Staff Marketing Menggunakan Metode MOORA Krismawati Halawa1 . Zulfian Azmi 2 . Nur Yanti Lumban Gaol 3 1,2, 3 Sistem Informasi. STM IK Triguna Dharma Email: 1 krismawatihalawa77@gmail. com, 2 zulfian. azmi@gmail. com, 3 ryanti2918@gmail. Email Penulis Korespondensi: krismawatihalawa77@gmail. Abstrak Proses pemilihan seorang staff marketing yang belum menggunakan kriteria khusus dalam penilaian menjadi masalah tersendiri bagi pihak Human Resource Development (HRD) PT Graha Konstruksi Sejati dalam melakukan penyeleksian calon staff marketing. Keputusan yang tidak akurat akan menimbulkan orang yang kurang tepat dalam mengisi posisi staff marketing. M aka dari itu dibangunlah sebuah Decision Support System yang dapat melakukan penilaian dalam pemilihan staff marketing. Sistem ini nantinya akan dikombinasikan dengan metode M OORA sebagai metode komputasi. M etode M OORA merupakan suatu tata cara yang diterapkan untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan menggunkan perhitungan matematika serta mempunyai tipe kriteria menguntungkan . , merugikan . , serta mempunyai nilai bobot prioritas kriteria yang berbeda sesuai dengan kriteria mana yang lebih di pentingkan. Hasil yang diperoleh adalah terciptanya sebuah sistem yang akan memberikan output . berupa urutan dari alternatif yang paling diprioritaskan untuk menjadi seorang staff marketing, mulai dari nilai yang tertinggi hingga terendah dalam bentuk perangkingan serta diharapkan dapat membantu pihak PT Graha Konstruksi Sejati terkait pemilihan staff marketing. Kata Kunci: Decision Support System. Staff Marketing. M etode M OORA. DSS. SPK. Abstract The process of selecting a marketing staff who has not used specific criteria in the assessment is a separate problem for the Human Resource Development (HRD) PT Graha Konstruksi Sejati in selecting prospective marketing staff. Uncertain decisions will lead to inaccurate people in filling marketing staff positions. Therefore a Decision Support System was built that can carry out assessments in selecting marketing staff. This system will later be combined with the MOORA method as a processing method. The MOORA method is a procedure that is applied to solve a problem using mathematical calculations and has a classification type that is profitable . , loss . , and has a priority weight value of different criteria according to which criterion is more important. The result obtained is the creation of a system that will provide output in the form of a sequence of the most prioritized alternatives to become a marketing staff, starting from the highest to the lowest value in the form of a ranking and is expected to help PT Graha Konstruksi Sejati regarding the selection of marketing staff . Keyword: Decision Support System. Staff Marketing. MOORA. DSS. SPK. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi data pada saat ini telah mampu membantu manusia dalam mengambil keputusan. Perihal tersebut dimungkinkan sebab pertumbuhan teknologi komputer yang terus menjadi pesat, baik disegi fitur kerasnya ataupun disegi fitur lunaknya. Oleh sebab itu komputer ialah salah satu fasilitas yang pas untuk mempermudah pengambilan keputusan pada proses penerimaan karyawan . Karyawan ialah salah satu aset perusahaan terpenting dalam mendukung kemajuan perusahaan. Pemilihan karyawan di staff marketing bertujuan untuk membagikan promosi, pelatihan, transfer tercantum sistem reward serta keputusan keputusan lain untuk karyawan terpilih. Dalam setiap kegiatan proses rekrutmen ataupun penyeleksian Sumber Daya Manusia (SDM) atau karyawan baru terdapat permasalahan yang dit emukan, antara lain terlalu banyak jumlah pencari kerja, sehingga perusahaan kesulitan dalam menentukan mana calon karyawan yang mempunyai kemampuan dan Dalam proses pencari atau penerimaan karyawan baru, data diperoleh dari hasil seleksi masih banyak menggunakan cara manual. Sebagai calon karyawan yang memiliki pendidikan, umur dan nilai yang memuaskan akan tetapi tidak mempunyai pengalaman kerja, atau memiliki pengalaman kerja, tetapi pendidikannya tidak sesuai dengan kriteria yang di tentunkan oleh perusahaan atau mempunyai pendidikan, umur, nilai pengalaman kerja yang bagus tetapi disaat wawancara tidak menjawab sesuai yang diharapkan perusahaan juga menjadi permasalahan bagi Human Resources Department (HRD) dalam melakukan penyeleksian calon karyawan. Untuk menghindari terjadinya kesalahan pengambilan keputusan yang dihasilkan, maka di perlukan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat membantu Human Resources Department (HRD) dalam memutuskan calon karyawan mana yang akan diterima . Oleh karena itu, secara umum perusahaan tentunya akan memilih kandidat berdasarkan syarat -syarat tertentu yaitu dengan Sistem Pendukung Keputusan. Sistem pendukung keputusan (SPK) merupakan sistem informasi interaksi yang menyediakan informasi, pemodelan, dan pemanipulasi data . Selain itu Sistem Pendukung Keputusan juga merupakan sistem berbasis komputer yang mampu memecahkan masalah manajemen dalam menghasilkan alternatif terbaik untuk mendukung keputusan yang diambil oleh pengambil keputusan . Sistem Pendukung Keputusan adalah sebuah sistem yang mampu untuk memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana kepu tusan seharusnya akan dibuat . Krismawati Halawa, 2025. Hal 172 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 172-180 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi Sistem Pendukung Keputusan juga merupakan sistem berbasis komputer yang mampu memecahkan masalah manajemen dalam menghasilkan alternatif terbaik untuk mendukung keputusan yang diambil oleh pengambil keputusan . Secara umum sistem pendukung keputusan (SPK) didefinisikan sebagai bagian dari sistem informasi berbasis komputer termasuk sistem berbasis pengetahuan atau manajemen pengetahuan yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan . Sistem Pendukung Keputusan pernah digunakan sebelumnya pada penelitian yang berjudul AuSistem Pendukung Keputusan Pemilihan Pelayanan Marketplace Menggunakan Metode MOORAAy pada tahun 2022 dan menghasilkan output berupa nilai yang sama dengan perhitungan secara manual . Multi Objective Optimization On The Basic Of Ratio Analysis ( MOORA) merupakan suatu tata cara yang diterapkan untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan menggunkan perhitungan matematika serta mempunyai tipe kriteria menguntungkan . , merugikan . , serta mempunyai nilai bobot prioritas kriteria yang berbeda sesuai dengan kriteria mana yang lebih di pentingkan . METODOLOGI PENELITIAN 1 Tahapan Penelitian Dalam metode penelitian terkait pemilihan Staff Marketing menggunakan Metode MOORA terdapat beberapa bagian penting, yaitu sebagai berikut : Teknik Pengumpulan Data (Data Collectin. Data Collecting adalah suatu teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mencari informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. Pengamatan Langsung (Observas. Wawancara (Intervie. Studi Kepustakaan (Study of Literatur. Penerapan Metode MOORA dalam pengolahan data menjadi sebuah keputusan 2 Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan sebuah aplikasi berupa Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System mulai dikembangkan pada tahun 1970. Decision Support System (DSS) dengan didukung oleh sebuah sistem informasi berbasis komputer dapat membantu seseorang dalam meningkatkan kinerjanya dalam pengambilan keputusan. SPK merupakan suatu sistem yang interaktif, yang membantu mengambil keputusan melalui penggunaan data dan modelmodel keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur maupun yang tidak terstruktur . Dengan menggunakan data-data yang diolah menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah -masalah semiterstruktur . Dalam implementasi SPK, hasil dari keputusan-keputusan dari sistem bukanlah hal yang menjadi patokan, pengambilan keputusan tetap berada pada pengambil keputusan. Sistem hanya menghasilkan keluaran yang mengkalkulasi data-data sebagaimana pertimbangan seorang pengambil keputusan. Sehingga kerja pengambil keputusan dalam mempertimbangkan keputusan dapat dimudahkan . Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Syste. merupakan sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan, pemanipulasian data. Selain itu digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi yang semi-terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tidak seorang pun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Syste. dapat dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik Pendukung Keputusan . 3 Staff Marketing Marketing adalah kegiatan memasarkan hasil produksi perusahaan melalui berbagai cara, agar produk tersebut dapat dikenal dan diminati oleh masyarakat secara luas. Baik itu adalah marketing maupun sales masing-masing memiliki peran penting dalam sebuah bisnis. Sementara itu. Staff marketing merupakan pekerja yang bertugas untuk membuat dan menjalankan strategi marketing. Pekerjaan dari staf ini menyangkut pelaksanaan kampanye pemasaran untuk Para staff marketing juga berperan penting dalam mengembangkan dan melaksanakan konsep strategi dari pemasaran yang telah direncanakan . 4 Metode Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA) Metode MOORA adalah metode yang diperkenalkan oleh Brauers dan Zavadkas pada tahun 2006. Dimana kriteria dapat bernilai menguntungkan . atau yang tidak menguntungkan . Dalam aplikasinya metode MOORA dalam menyelesaikan masalah pemilihan supplier bahan kimia dan bioteknologi dengan menerapkan fuzzy dan MOORA . Krismawati Halawa, 2025. Hal 173 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 172-180 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi Pendekatan yang dilakukan MOORA didefinisikan sebagai s uatu proses secara bersamaam guna mengoptimalkan dua atau lebih yang saling bertentangan pada beberapa kendala. Berikut ini adalah langkah dari penyelesaian masalah dengan menggunakan metode MOORA . Langkah 1 : Membuat matriks Keputusan ycu11 ycu12 . ycu1ycu ycu 2ycu ] ycu = [ ycu. 21 ycu22 ycu yco1 ycu yco2 . ycu ycoycu Langkah 2 : Normalisasi Matriks: a( . Langkah 3 : Optimasi Nilai Atribut (Y. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Penerapan Metode MOORA Penerapan Metode MOORA merupakan langkah penyelesaian terkait pemilihan Staff Marketing secara berurutan sesuai dengan referensi yang telah digunakan. 1 Menentukan Data Alternatif. Kriteria Dan Bobot Penilaian Berikut ini merupakan data kriteria terkait pemilihan Staff Marketing Menggunakan Metode MOORA: Tabel 1. Data Kriteria Penilaian Kode Kriteria Pendidikan Usia Pengalaman kerja Nilai wawancara Nilai tes tertulis Bobot Keterangan Benefit Cost Benefit Benefit Benefit Berikut ini merupakan data alternatif penilaian terkait pemilihan Staff Marketing Menggunakan Metode MOORA: Nama Fransiska Feronika Jansewillam Jeslytannia Putri Setiawan Feliciahargo Juwita Jasmine Kevichandra Evan septian Tabel 2. Data Alternatif Penilaian Berikut ini merupakan langkah penyelesaian setiap data alternatif terhadap kriteria terkait pemilihan Staff Marketing Menggunakan Metode MOORA: 2 Membentuk Matriks Keputusan Berdasarkan data tabel diatas, berikut ini adalah matriks keputusan terkait pemilihan Staff Marketing Menggunakan Metode MOORA: Krismawati Halawa, 2025. Hal 174 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 172-180 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi X= 3 3 Normalisasi Matriks Keputusan Selanjutnya adalah melakukan normalisasi matriks keputusan pada setiap kriteria berdasarkan penjelasan sebelumnya berikut adalah perhitungan normalisasi metode MOORA : ycuycnyc Rumus yang digunakan ycu O ycnyc = yco ocyc=1 ycUycnyc Kriteria Pendidikan (K1 = Oo22 22 32 22 32 22 22 32 32 32 = Oo65 = 8. A1. = 0. A2. A3. = 0. A4. = 0. A6. = 0. A8. = 0. A10. A5. A7. A9. 8,0622 = 0. A4. = 0. A6. = 0. A8. = 0. A10. A7. A9. Kriteria Pengalaman Kerja (K. = Oo22 12 22 12 32 22 12 32 32 22 = 41 = 6. A1. = 0. A2. A3. = 0. A4. = 0. A6. = 0. A8. A5. A7. A9. A2. A3. A4. = 0. = 0. = 0. = 0. = 0. = 0. = 0. = 0. = 3123 = 0. = 0. A10. = 0. Kriteria Nilai Wawancara (K. = Oo22 22 22 22 12 12 22 22 22 12 = Oo31 = 5. A1. = 0. = 0. A3. A5. = 0. A2. = 0. Kriteria Usia (K. = Oo32 32 22 22 22 32 22 22 22 32 = Oo60 = 7. A1. = 0. = 0. = 0. = 0. = 0. Krismawati Halawa, 2025. Hal 175 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 172-180 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi A5. A7. A9. = 0. A6. = 0. A8. = 0. A10. Kriteria Nilai Wawancara (K. = Oo22 22 32 22 22 32 22 32 22 12 = Oo49 = 7 A1. 5 = = 0. A2. A3. 5 = = 0. A4. A5. 5 = = 0. A6. A7. 5 = = 0. A8. A9. 5 = = 0. A10. = 0. = 0. = 0. = 0. = 0. = 0. = 0. = 0. 4 Menentukan Nilai Optimasi Atribut (Y. Langkah selanjutnya adalah mencari nilai optimasi atribut (Y. Sebelum masuk kedalam langkah mencari nilai Yi terlebih dahulu harus menghitung normalisasi matriks terbobot. Dengan nilai bobot yang telah ditentukan yaitu: C1 25% . C2 20% . C3 25% . C4 15% . Berikut ini merupakan langkah metode MOORA untuk menghitung normalisasi terbobot: Kriteria pendidikan (C. A1. 1 = 0. 2480 * 0. 25 = 0. A2. 1 = 0. 2480 * 0. 25 = 0. A3. 1 = 0. 3721 * 0. 25 = 0. A4. 1 = 0. 2480 * 0. 25 = 0. A5. 1 = 0. 3721 * 0. 25 = 0. A6. 1 = 0. 2480 * 0. 25 = 0. A7. 1 = 0. 2480 * 0. 25 = 0. A8. 1 = 0. 3721 * 0. 25 = 0. A9. 1 = 0. 3721 * 0. 25 = 0. A10. 1 = 0. 3721 * 0. 25 = 0. Kriteria Usia (C. A1. 2 = 0. 3873 * 0. 20 = 0. A3. 2 = 0. 2582 * 0. 20 = 0. A5. 2 = 0. 2582 * 0. 20 = 0. A7. 2 = 0. 2582 * 0. 20 = 0. A9. 2 = 0. 2582 * 0. 20 = 0. A2. 2 = 0. 3873 * 0. 20 = 0. A4. 2 = 0. 2582 * 0. 20 = 0. A6. 2 = 0. 3873 * 0. 20 = 0. A8. 2 = 0. 2582 * 0. 20 = 0. A10. 2 = 0. 3873 * 0. 20 = 0. Kriteria pengalaman kerja (C. A1. 3 = 0. 1323 * 0. 25 = 0. A3. 3 = 0. 3123 * 0. 25 = 0. A5. 3 = 0. 4685 * 0. 25 = 0. A7. 3 = 0. 1561 * 0. 25 = 0. A9. 3 = 0. 4685 * 0. 25 = 0. A2. 3 = 0. 1561 * 0. 25 = 0. A4. 3 = 0. 1561 * 0. 25 = 0. A6. 3 = 0. 3123 * 0. 25 = 0. A8. 3 = 0. 3123 * 0. 25 = 0. A10. 3 = 0. 3123 * 0. 25 = 0. Kriteria Nilai Wawancara (C. A1. 4 = 0. 3592 * 0. 15 = 0. A3. 4 = 0. 3592 * 0. 15 = 0. A5. 4 = 0. 1796 * 0. 15 = 0. A7. 4 = 0. 3592 * 0. 15 = 0. A9. 4 = 0. 3592 * 0. 15 = 0. A2. 4 = 0. 3592 * 0. 15 = 0. A4. 4 = 0. 3592 * 0. 15 = 0. A6. 4 = 0. 1796 * 0. 15 = 0. A8. 4 = 0. 3592* 0. 15 = 0. A10. 4 = 0. 1796 * 0. 15 = 0. Kriteria Nilai tes Tertulis (K. A1. 5 = 0. 1428 * 0. 15 = 0. A3. 5 = 0. 4855 * 0. 15 = 0. A5. 5 = 0. 2857 * 0. 15 = 0. A7. 5 = 0. 2857 * 0. 15 = 0. A9. 5 = 0. 2857 * 0. 15 = 0. A2. 5 = 0. 2853 * 0. 15 = 0. A4. 5 = 0. 2857 * 0. 15 = 0. A6. 5 = 0. 4285 * 0. 15 = 0. A8. 5 = 0. 4285 * 0. 15 = 0. A10. 5 = 0. 1428 * 0. 15 = 0. Krismawati Halawa, 2025. Hal 176 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 172-180 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi Maka didapatkan hasil matriks normalisasi terbobot dengan menggunakan metode MOORA sebagai berikut : [ 0. 0775 0,0781 0. Sesuai dengan hasil dari perhitungan metode MOORA di atas maka dapat disimpulkan rumus benefit (K1 K3 K4 K. dan Cost (K. Berikut ini merupakan hasil perhitungan menggunakan metode MOORA: Data Alternatif A10 Tabel 3. Hasil Perhitungan Maksimum Nama K1 k3 k4 K5 Fransiska Feronika Jansewillam Jeslytannia Putri Setiawan Feliciahargo Juwita Jasmine Kevichandra Evan septian Minimum (Max-Mi. Langkah selanjutnya adalah melakukan perankingan hasil perhitungan metode MOORA seperti pada tabel dibawah Tabel 4. Perangkingan Data Alternatif Nama Rangking A10 Kevichandra Jasmine Jansewillam Putri Setiawan Feliciahargo Juwita Jeslytannia Evan Setiawan Franssiska Feronika Peringkat 1 Peringkat 2 Peringkat 3 Peringkat 4 Peringkat 5 Peringkat 6 Peringkat 7 Peringkat 8 Peringkat 9 Peringkat 10 Berdasarkan hasil perhitungan metode MOORA di atas dan data yang telah diurutkan sesuai dengan perangkingan dapat disimpulkan bahwa alternatif yang layak sebagai staff marketing adalah Jasmine dengan nilai . 2 Implementasi Sistem Berikut ini merupakan hasil implementasi sistem yang telah dibangun dengan berbasis Desktop menggunakan Microsoft Visual Studio 2010 dan database Microsoft Access. Form Login Form login berfungsi sebagai validasi akses dari admin untuk masuk kedalam sistem, pada form login terdapat username dan password yang dapat di input sebagai data validasi. Krismawati Halawa, 2025. Hal 177 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 172-180 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi Gambar 1. Tampilan Form Login Form Menu Utama Form Menu Utama berfungsi sebagai halaman navigasi untuk membuka menu-menu yang lainnya. Gambar 2. Tampilan Form Menu Utama Form Data Alternatif Form Data alternatif berfungsi untuk mengelola data alternatif seperti menampilkan, menyimpan, menghapus dan mengubah data alternatif pada sistem. Gambar 3. Tampilan Form Data Alternatif Form Data Kriteria Form Data Kriteria berfungsi untuk mengelola data kriteria seperti menampilkan, menyimpan,menghapus dan mengubah data kriteria pada sistem. Gambar 4. Tampilan Form Data Kriteria Form Data Penilaian Form data penilaian berfungsi untuk melakukan penilaian alternatif sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Krismawati Halawa, 2025. Hal 178 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 172-180 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi Gambar 5. Tampilan Form Data Penilaian Form Proses MOORA Form Proses berfungsi untuk melakukan proses penilaian alternatif dengan menggunakan metode MOORA pada sistem yang telah dibangun. Gambar 6. Tampilan Form Proses MOORA Form Laporan Form Laporan berfungsi untuk mencetak perhitungan kedalam bentuk laporan yang telah dihitung sebelumnya menggunakan Metode MOORA. Gambar 7. Tampilan Form Laporan KESIMPULAN Dalam Menganalisa permasalahan di PT. Konstruksi sejati terkait menentukan staff marketing, dilakukan dengan cara tinjauan langsung dan melakukan wawancara terhadap pimpinan untuk mendapatkan data alternatif dan kriteria penilaian menentukan staff marketing. Dalam menerapkan metode MOORA terkait menentukan staff marketing, data alternatif dihitung dengan menggunakan metode MOORA dimulai dari langkah normalisasi matriks, normalisasi matriks terbobot serta menghitung nilai Yi hingga menghasilkan keluaran beru pa nilai pada setiap alternatif dalam bentuk perangkingan dimana nilai tertinggi adalah alternatif yang terbaik. Dalam merancang dan membangun sistem, sistem terlebih dahulu dirancang dengan menggunakan bahasa pemodelan UML (Unified Modelling Languag. serta dilakukan desain tampilan antarmuka . yang kemudian dilakukan tahapan penulisan kode program atau Coding berbasis aplikasi. Dalam Krismawati Halawa, 2025. Hal 179 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 172-180 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi menguji sistem dengan menggunakan metode Black Box, sistem memiliki tampilan dan fungsi sesuai dengan rancangan yang telah dilakukan sebelumnya dan menghasilkan nilai akhir yang sama dengan perhitungan secara manual dengan menggunakan metode MOORA yaitu alternatif A09 atas nama Kevichandra dengan nilai 0. UCAPAN TERIMAKASIH Puji dan Syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan rahmat dan hidayah sehingga mampu menyelesaikan jurnal ini. Kemudian kepada Bapak Zulfian Azmi dan Ibu Nuryanti Lumban Gaol atas segala waktu dan ilmunya yang telah memberikan bimbingan selama masa pengerjaan hingga menyelesaikan jurnal ini dan kepada seluruh dosen serta pegawai kampus STMIK Triguna Dharma yang telah banyak membantu baik dari segi informasi ataupun dukungan lainnya. DAFTAR PUSTAKA