4447 JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 PENJADWALAN PROYEK EFO (EXPORTABLE FINE ORE) PADA INDUSTRI PERTAMBANGAN Oleh Anita Jurusan Teknik Industri. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Gunadarma Email: anita_sugianto@staff. Article History: Received: 23-05-2023 Revised: 17-06-2023 Accepted: 24-06-2023 Keywords: Project Scheduling. Mining. EFO Abstract: Project scheduling is the activity of determining the timeframe for project activities to be completed, raw materials, labor and time needed by each activity. PT. Ifishdeco Tbk. private company engaged in the mining of raw nickel ore, which includes exploration, development and sale of nickel ore. This study aims to study the scheduling of EFO (Exportable Fine Or. There is a difference in the project scheduling between plan and realization, namely for the plan it is estimated to be completed in 30 days but in the implementation of the project realization it is completed within 79 days, so the project experiences a time difference between plan and realization which is 49 days. Delays in working on projects can be due to delays in material delivery and weather factors PENDAHULUAN Penjadwalan proyek memberikan sarana untuk menilai kemajuan pekerjaan, menghindari pemakaian sumber daya yang berlebihan dengan harapan proyek dapat selesai sebelum waktu yang ditetapkan dan merupakan sarana penting dalam pengendalian Penjadwalan proyek yang efektif dapat menghasilkan penghematan biaya dan peningkatan produktivitas. Selain itu, penjadwalan yang efektif dapat menghasilkan keuntungan yang lain (Stevenson dan Chuong, 2. EFO (Exportabel Fine Or. adalah salah satu proyek yang dilakukan PT Ifishdeco Tbk. Proyek ini adalah rumah yang digunakan untuk kebutuhan pada saat proses produksi bijih nikel yaitu sebagai tempat untuk memeriksa klasifikasi nikel yang sudah ditentukan. Permasalahan anggaran biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek, efektivitas, efesiensi mutu dan waktu karena apabila penjadwalan proyek yang dilakukan masih memiliki masalah maka perusahaan tidak dapat meminimalisir sumber daya yang berlebihan dan harapan proyek dapat selesai sebelum waktu yang ditetapkan tidak dapat Oleh karena itu, penjadwalan proyek digunakan untuk meminimalisir sumber daya yang berlebihan dengan harapan proyek dapat selesai sebelum waktu yang ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari penjadwalan proyek EFO (Exportable Fine Or. LANDASAN TEORI Penjadwalan Penjadwalan adalah suatu fungsi dalam pengambilan keputusan yang biasa digunakan oleh perusahaan manufaktur atau jasa. Yang berkaitan dengan alokasi sumber daya untuk a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 mengerjakan job selama waktu tertentu yang memiliki tujuan pengoptimalan (Pinedo. Tujuan penjadwalan adalah mengurangi waktu keterlambatan dari batas waktu yang ditentukan agar dapat memenuhi batas waktu yang telah disetujui dengan konsumen, penjadwalan juga dapat meningkatkan produktifitas mesin dan mengurangi waktu Penjadwalan bertujuan untuk mengalokasikan tenaga operator, penggunaan alat dan mesin produksi, serta urutan proses dalam pelaksanaan kegiatan produksi. Proyek Proyek adalah sederetan tugas yang diarahkan kepada suatu hasil utama. Proyek adalah upaya atau aktivitas yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran dan harapan-harapan penting dengan menggunakan anggaran dana serta sumber daya yang tersedia, yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu (Heizer & Render, 2. Setiap proyek memiliki tujuan khusus, dan dalam proses pencapaian tujuan tersebut ada tiga konstrain yang harus dipenuhi, yang dikenal dengan Trade-Off Triangle atau Triple Constraints. Triple Constraints adalah usaha pencapaian tujuan yang berdasarkan batasan, diantaranya Tepat mutu. Tepat waktu dan Tepat Biaya. (Dimyati dan Nurjaman, 2. Menurut Dimyati dan Nurjaman . , siklus hidup proyek merupakan suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan sebuah proyek direncanakan, dikontrol, dan diawasi sejak proyek disepakati untuk dikerjakan hingga tujuan akhir proyek tercapai. Berikut merupakan tahapan kegiatan utama yang dilakukan dalam siklus hidup proyek. Tahap inisiasi proyek: tahap awal kegiatan proyek sejak sebuah proyek disepakati untuk dikerjakan. Tahap perencanaan: tahapan dokumen perencanaan akan disusun secara terperinci sebagai panduan bagi tim proyek selama kegiatan proyek berlangsung. Tahap eksekusi . elaksanaan proye. : tahapan aktifitas proyek siap untuk memasuki tahap eksekusi atau pelaksanaan proyek. Tahap penutupan: tahapan akhir dari aktifitas proyek, hasil akhir proyek . eliverables project. beserta dokumentasinya diserahkan kepada pelanggan, kontak dengan supplier diakhiri, tim proyek dibubarkan dan memberikan laporan kepada semua stakeholder yang menyatakan bahwa kegiatan proyek telah selesai Organisasi proyek: tahapan sebuah proyek sebelum kemudian ditutup . Penjadwalan Proyek Penjadwalan proyek adalah kegiatan menetapkan jangka waktu kegiatan proyek yang harus diselesaikan, bahan baku, tenaga kerja serta waktu yang dibutuhkan oleh setiap aktivitas (Iwawo, 2. Berikut merupakan tujuan dalam penjadwalan proyek. Mengetahui hubungan antar pekerjaan, baik mendahului maupun yang mengikuti. Mengetahui durasi tiap pekerjaan dan durasi proyek Mengetahui waktu mulai dan akhir setiap pekerjaan Sebagai alat penyediaan dan pengendalian sumber daya Sebagai alat monitoring, pengendalian dan evaluasi proyek. Metode merupakan prosedur, teknik, atau langkah untuk melakukan sesuatu, terutama untuk mencapai tujuan tertentu. Penjadwalan proyek dalam mengelola suatu proyek mencari metode yang tepat guna dengan tujuan dapat meningkatkan kualitas a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 perencanaan waktu dan jadwal untuk menghadapi jumlah kegiatan dan kompleksitas proyek yang cenderung bertambah. Berikut merupakan metode penjadwalan proyek. Bagan balok (Bar Char. Bar chart pertama kali ditemukan oleh Gantt Chart dan Fredick W. Taylor yang menampilkan balok panjang setiap jenis kegiatan yang dijadwalkan. Panjang setiap balok menunjukkan durasi yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu kegiatan. Pada kolom terdapat urutan kegiatan yang disusun secara bergantian. Baris menunjukkan periode waktu yang dapat berupa jam, hari, minggu ataupun bulan. Digambarkan balok-balok berpasangan, satu untuk rencana dan yang satu untuk realisasi. Kelebihan dari bagan balok ini juga menunjukkan jadwal depantemen atau individual secara terpisah. Kurva S Kurva S dapat menunjukkan kemajuan proyek berdasarkan kegiatan, waktu, dan bobot pekerjaan yang direpresentasikan sebagai persentase kumulatif dari seluruh kegiatan proyek. Visualisasi kurva S dapat memberikan informasi mengenai kemajuan proyek dengan membandingkannya terhadap jadwal rencana. Dalam penjadwalan proyek. Kurva S memiliki fungsi dan manfaat menurut Soeharto . dalam Widiasanti dan Lenggogeni . Dapat mengananisis kemajuan suatu proyek secara keseluruhan. Dapat mengetahui dan meberikan informasi terkait pengeluaran serta kebutuhan biaya setiap kegiatan pada suatu proyek. Dapat menjadi alat pengendali penyimpangan dengan membandingkan Kurva S rencana dengan Kurve S aktual. Metode Critical Path Method (CPM) Menurut Husen . Critical Path Method atau metode jalur kritis merupakan diagram network yang dibuat dengan menggunkan anak panah untuk menggambarkan kegiatan dan node untuk menggambarkan peristiwa. Jalur kritis yang dimaksud adalah rangkaian kegiatan kritis dari kegiatan pertama sampai kegiatan terakhir proyek dengan total jumlah waktu terlama dan menampilkan durasi penyelesaian proyek yang tercepat. Apabila kegiatan pada jalur kritis terjadi keterlambatan pelaksanaan maka dapat mengakibatkan keterlambatan bagi keseluruhan proyek. METODE PENELITIAN Jenis metode penelitian ini adalah kuantitatif. Metode yang dilakukan berupa perencanaan alternatif durasi optimal proyek dengan metode Gantt Chart dan kurva S berdasarkan data yang didapatkan dari observasi. Adapun objek dari penelitian ini adalah proyek tahapan EFO (Exportable Fine Or. yaitu bangunan tempat penumpukan nikel berdasarkan hasil dari penyaringan yang dilakukan pada saat tahapan ETO (Exportable Transit Or. yang berlokasi di Kelurahan Ngapaaha, kecamatan Tinanggaa, kabupaten Konawe Selatan, provinsi Sulawasi Tenggara. Proyek ini dimulai pada bulan Januari 2022. Tahapan-tahapan yang dilalui dalam penelitian ini digambarkan menggunakan diagram alir. Berikut merupakan diagram alir pada laporan penelitian ini. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Gambar 1. Diagram Alir Penelitian (Pengolahan Data, 2. Berdasarkan Gambar 1. Berikut ini merupakan penjelasan metologi penelitian yang Pengumpulan Data Data yang akan digunakan merupakan data primer yang didapat dari konstraktor proyek dengan wawancara terhadap ahli terkait dan diberikan langsung oleh kontraktor Adapun data yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah gambar kerja dan spesifikasi bangunan, daftar volume kegiatan, data produktifitas tenaga kerja dan peralatan, data keadaan lapangan, standar analisis durasi kegiatan. Pengolahan Data Pengolahan data yang dilakukan adalah menggunakan kurva S dan gantt chart. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ms. Ecxel. Analisis Suatu penelitian harus dilaksanakan secara sistematis dengan urutan yang jelas dan teratur sehingga akan diperoleh tujuan dan hasil sesuai yang diharapkan. Sehingga akan memudahkan untuk menguraikan semua yang terjadi pada penelitian ini dan akan membantu dalam menentukan kesimpulan. Output Output yang dihasilkan berupa Penjadwalan proyek antara rencana dan realisasi. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Perusahaan PT IFISHDECO Tbk. merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam dibidang pertambahangan biji mentah nikel, yang mencakup kegiatan eksplorasi, pengembangan dan penjualan bijih nikel. Perusahaan beroperasi secara komersial pada tahun 2012 dalam industri pertambangan nikel. Berikut merupakan Gambar 4. Perusahaan Tampak Depan. Gambar 4. 1 Perusahaan Tampak Depan . id, 2. Visi adalah suatu rangkaian kata yang di dalamnya terdapat impian, cita- cita atau nilai inti dari suatu lembaga atau organisasi. Misi adalah suatu pesan yang terkandung suatu aktivitas yang mengarah ke suatu tujuan yang ingin dicapai atau pernyataan apa yang harus dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Berikut merupakan visi dan misi PT IFISHDECO Tbk. Visi Perusahaan Untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan kami dengan mengubah sumber daya alam yang diberikan menjadi investasi yang berarti dalam komunitas kami untuk generasi berikutnya. Misi Perusahaan Untuk melestarikan sumber daya alam yang diberikan dengan memberdayakan orangorang dengan integritas untuk mencapai lebih banyak Logo merupakan unsur grafis yang meliputi huruf bergambar, simbol, dan tanda yang memiliki arti tertentu dan mewakili arti dari suatu perusahaan, daerah, perkumpulan, produk. Negara dan hal-hal lainnya yang membutuhkan sesuatu yang mudah diingat untuk mewakili nama sebenarnya. Gambar 4. 2 menunjukkan Logo Perusahaan PT IFISHDECO Tbk. Gambar 4. 2 Logo Perusahaan PT IFISHDECO Tbk. com, 2. PT IFISHDECO Tbk. adalah perusahaan penambangan nikel terintegrasi dan peleburan a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 yang melayani klien internasional dan domestik. PT IFISHDECO Tbk. perusahaan dengan bisnis utama sebagai pemilik konsesi tambang nikel yang melakukan eksplorasi, pengembangan, produksi dan pemasaran bijih nikel di Indonesia. Selanjutnya, anak perusahaan IFSH PT Bintang Smelter Indonesia (BSI) melakukan pemrosesan, transportasi, perdagangan dan penjualan Nickel Pig Iron (NPI) dan Ferronickel Alloy (FeN. Berikut merupakan Gambar 4. 3 Bijih Nikel. Gambar 4. 3 Bijih Nikel . com, 2. Lahan konsesi IFSH terletak di Tinanggea. Kabupaten Konawe Selatan. Sulawesi Tenggara. Total luas lahan yang dimiliki IFSH adalah 2. 580 Hektar dan IUP Operasi/Produksi adalah 800 Hektar. Selain itu. BSI memiliki lahan seluas 70 hektar di 580 Hektar milik IFSH dengan izin yang diperlukan untuk Operasi dan Produksi Pabrik Pengolahan Nikel. PT IFISHDECO Tbk. Selain melakukan penambangan nikel terdapat juga proyek yang dikerjakan, salah satunya merupakan proyek rumah pada tahap EFO (Exportable Fine Or. Pengolahan Data PT IFISHDECO Tbk. merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam dibidang pertambahangan biji mentah nikel, yang mencakup kegiatan eksplorasi, pengembangan dan penjualan bijih nikel. Penambangan nikel yang dilakukan PT Ifishdeco Tbk. dari 2010 sudah mempunyai izin dan berakhir hingga 2028. PT Ifishdeco Tbk. mempunyai tahapan secara general, yaitu tahap 1 merupakan kegiatan ekplorasi pada tahun 2009, tahap 2 merupakan kegiatan operasi penambangan dan eksplorasi lanjutan pada tahun 2010 Ae 2028, dan tahap 3 merupakan kegiatan pasca tambang pada tahun 2028. Proses produksi bijih nikel yang dilakukan PT Ifishdeco Tbk. terdapat empat tahapan yaitu tahapan ore production, tahapan hawling, tahapan barging, dan tahapan pengiriman. Tahapan ore production merupakan tahapan dimana menggali sumber nikel menggunakan excavator yang kemudian hasil galian tersebut dipindahkan ke tumpukan dan pada saat tahapan ore production dilakukan pemeriksaan lab pertama dengan cara mengambil sedikit sampel yang ada pada tumpukan dari hasil galian untuk mengetahui klasifikasi nikel sudah sesuai dengan klasifikasi yang sudah ditetapkan yaitu lebih dari 1,5%. Tahapan hawling merupakan tahapan pemindahan hasil tambang dari area ore getting menuju ke tempat ETO . xportable transit or. yaitu tempat penampungan sementara dari a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 hasil penambangan untuk memisahkan nikel berdasarkan klasifikasi yang sama, setelah itu diangkut menggunakan dump truck menuju EFO . xportable fine or. yaitu tempat penumpukan nikel berdasarkan pengelompokkan yang dilakukan pada saat di ETO . xportable transit or. kemudian dilakukan pemeriksaan lab kedua dengan cara mengambil sedikit sampel yang ada pada tumpukan untuk mengetahui apakah ada klasifikasi nikel masih sama atau tidak dengan hasil pengelompokkan yang dilakukan pada saat di ETO . xportable transit or. dan juga bisa dilakukan pencampuran klasifikasi nikel untuk memenuhi klasifikasi nikel yang diinginkan oleh penjual jika tidak terdapat klasifikasi nikel yang diinginkan oleh pembeli. Tahapan barging merupakan tahapan yang dilakukan dengan memindahkan hasil nikel dari EFO . xportable fine or. berdasarkan klasifikasi yang sudah disetujui oleh pembeli dan penjual, kemudian menuju tempat pengiriman yaitu kapal atau tongkang menggunakan dump truck. Tahapan pengiriman merupakan tahapan mengirimkan hasil tambang nikel berdasarkan klasifikasi nikel dan jumlah produk apakah sesuai atas persetujuan antara pembeli maupun penjual dan pada saat tahapan pengiriman dan pengiriman menggunakan kapal, klasifikasi nikel diperiksa oleh surveyor independent yaitu jasa profesi yang memberikan pelayanan pemeriksaan barang untuk kelancaran kegiatan Klasifikasi nikel biasanya sebesar lebih dari 1,5%, pada tahapan hawling nikel dikelompokkan berdasarkan klasifikasi nikel yaitu 1,5-1,6%, 1,61-1,7%, 1,71-1,8%, 1,811,9% dan seterusnya. Pemeriksaan lab pada tahapan ore production dan tahapan hawling dilakukan oleh quality control (QC)/ quality assurance (QA) yaitu untuk memastikan ore yang ditambang memiliki grade yang diinginkan. Tahapan blending atau mencampurkan nikel berdasarkan klasifikasi yang sudah dikumpulkan agar dapat memenuhi klasifikasi nikel yang diinginkan oleh penjual jika tidak terdapat klasifikasi nikel yang diinginkan oleh Gambar 4. 4 sampai 4. 7 menunjukkan gambar rumah atau bangunan pada tahapan EFO (Exportable Fine Or. Gambar 4. 4 Bangunan tahapan EFO tampak samping kanan (Olah data, 2. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Gambar 4. 5 Bangunan tahapan EFO tampak depan (Olah data, 2. Gambar 4. 6 Bangunan tahapan EFO tampak samping kiri (Olah data, 2. Gambar 4. 7 Bangunan tahapan EFO tampak belakang (Olah data, 2. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Proyek rumah pada tahap EFO PT Ifishdeco Tbk. dimulai pada Januari 2022. Ifishdeco Tbk. memakai metode penjadwalan proyek kurva S. Kurva S dapat menunjukkan kemajuan proyek berdasarkan kegiatan, waktu, dan bobot pekerjaan yang direpresentasikan sebagai persentase kumulatif dari seluruh kegiatan proyek. Berikut merupakan Tabel 4. 1 Kurva S Rencana Penjadwalan Proyek Rumah Pada Tahap EFO PT. Ifishdeco Tbk. Tabel 4. 1 Kurva S Rencana Penjadwalan Proyek Rumah Pada Tahap EFO PT. Ifishdeco Tbk (Olah Data, 2. Berdasarkan Tabel 4. 1 Kurva S Rencana Penjadwalan Proyek Rumah Pada Tahap EFO PT. Ifishdeco Tbk. terdapat kolom nomor, kolom item pekerjaan yang terdiri dari 13 pekerjaan, kolom biaya (R. , kolom bobot (%) yang diperoleh dari biaya pada suatu pekerjaan yang dibagi dengan total biaya untuk semua pekerjaan kemudian hasil pembagian tersebut kalikan dengan 100, dan kolom timeline . ari ke-). Berikut ini merupakan Tabel 4. 1 Kurva S Rencana Penjadwalan Proyek Rumah Pada Tahap EFO PT. Ifishdeco Tbk. (Lanjuta. Tabel 4. 1 Kurva S Rencana Penjadwalan Proyek Rumah Pada Tahap EFO (Lanjuta. (Olah Data, 2. Berdasarkan Tabel 4. 1 Kurva S Rencana Penjadwalan Proyek Rumah EFO PT. Ifishdeco Tbk. item pekerjaan desain untuk gambar dan RAB dikerjakan pada hari pertama bulan Januari dengan bobot sebesar 1,48 dan hanya membutuhkan waktu selama satu hari untuk menyelesaikan item pekerjaan desain. Item pekerjaan pendahuluan dikerjakan pada a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 hari pertama bulan Januari dengan bobot sebesar 0,36 dan membutuhkan waktu selama empat hari untuk menyelesaikan item pekerjaan pendahuluan. Item pekerjaan tanah dan pasir dikerjakan pada hari keempat bulan Januari setelah pekerjaan pendahuluan selesai dikerjakan, pekerjaan tanah dan pasir membutuhkan waktu selama tiga hari untuk menyelesaikan item pekerjaan tersebut dan mempunyai bobot sebesar 1,36. Berikut merupakan Tabel 4. 2 Kurva S Realisasi Penjadwalan Proyek Rumah Pada Tahap EFO PT. Ifishdeco Tbk. Tabel 4. 2 Kurva S Realisasi Penjadwalan Proyek Rumah Pada Tahap EFO (Olah Data, 2. Berdasarkan Tabel 4. 2 Kurva S Realisasi Penjadwalan Proyek Rumah Pada Tahap EFO PT. Ifishdeco Tbk. terdapat kolom nomor, kolom item pekerjaan yang terdiri dari 13 pekerjaan, kolom biaya (R. , kolom bobot (%) yang diperoleh dari biaya pada suatu pekerjaan yang dibagi dengan total biaya untuk semua pekerjaan kemudian hasil pembagian tersebut kalikan dengan 100, dan kolom timeline . ari ke-). Berikut ini merupakan Tabel 4. 2 Kurva S Realisasi Penjadwalan Proyek Rumah Pada Tahap EFO PT. Ifishdeco Tbk. (Lanjuta. Tabel 4. 2 Kurva S Realisasi Penjadwalan Proyek Rumah Pada Tahap EFO (Olah Data, 2. Berdasarkan Tabel 4. 2 Kurva S Realisasi Penjadwalan Proyek Rumah Pada Tahap EFO PT. Ifishdeco Tbk. (Lanjuta. item pekerjaan pondasi pada rencana progress dikerjakan pada hari ke-4 bulan Januari sedangkan pada realisasi progress dikerjakan pada hari ke-18 bulan Januari, bobot pada rencana progress sebesar 0,88 sedangkan pada realisasi progress sebesar 1,32 karena pada realiasinya hanya membutuhkan waktu selama 4 hari untuk menyelesaikan pekerjaan pondasi. Item pekerjaan beton untuk rencana progress dikerjakan pada hari ke-9 bulan Januari sedangkan untuk realisasi progress dikerjakan pada hari ke-22 bulan Januari, bobot pada rencana progress sebesar 0,49 sedangkan pada realisasi progress sebesar 1,96 karena pada realisasinya hanya membutuhkan waktu a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 selama satu hari untuk menyelesaikan item pekerjaan tersebut. Item pekerjaan lantai untuk rencana progress dikerjakan pada hari ke-18 pada bulan Januari sedangkan untuk realisasi progress dikerjakan pada hari ke-3 pada bulan Februari, bobot untuk rencana progress sebesar 5,39 dan untuk realisasi progress sebesar 3,23 karena pada realisasinya membutuhkan waktu selama 5 hari untuk menyelesaikan pekerjaan lantai. Berikut ini merupakan Tabel 4. 2 Kurva S Realisasi Penjadwalan Proyek Rumah Pada Tahap EFO PT. Ifishdeco Tbk. (Lanjuta. Tabel 4. 2 Kurva S Realisasi Penjadwalan Proyek Rumah Pada Tahap EFO (Olah Data, 2. Tabel 4. 2 Kurva S Realisasi Penjadwalan Proyek Rumah Pada Tahap EFO (Olah Data, 2. Tabel 4. 2 Kurva S Realisasi Penjadwalan Proyek Rumah Pada Tahap EFO (Olah Data, 2. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Tabel 4. 2 Kurva S Realisasi Penjadwalan Proyek Rumah Pada Tahap EFO (Olah Data, 2. Berdasarkan Tabel 4. 3 Kurva S Realisasi Penjadwalan Proyek Rumah Pada Tahap EFO PT. Ifishdeco Tbk. (Lanjuta. item pekerjaan plafond untuk rencana progress dikerjakan pada hari ke-21 bulan Januari sedangkan realisasi progress dikerjakan pada hari ke-12 bulan Februari, bobot untuk rencana progress sebesar 3,72 dan untuk realisasi progress sebesar 0,86 karena pada realisasinya membutuhkan waktu selama 13 hari untuk menyelesaikan pekerjaan plafond. Item pekerjaan instalasi listrik untuk rencana progress dikerjakan pada hari ke-18 bulan Januari sedangkan realisasi progress dikerjakan pada hari ke-10 bulan Februari, rencana progress dan realisasi progress memiliki bobot sebesar 1,32 karena untuk rencana dan realisasi progress membutuhkan waktu selama 3 hari untuk menyelesaikan pekerjaan instalasi listrik. Item pekerjaan pengecetan dan finishing untuk rencana progress dikerjakan pada hari ke-26 bulan Januari sedangkan realisasi progress dikerjakan pada hari ke-25 bulan Februari, bobot untuk rencana progress sebesar 1,53 dan untuk realisasi progress sebesar 0,32 karena pada realisasinya membutuhkan waktu selama 24 hari untuk menyelesaikan pekerjaan pengecetan dan finishing. Penjadwalan proyek antara rencana dan realisasi memiliki perbedaan yaitu untuk rencana diperkirakan selesai dalam 30 hari tetapi dalam pelaksanaan realisasi proyek selesai dikerjakan dalam kurun waktu 79 hari, sehingga proyek mengalami perbedaan waktu antara rencana dan realisasi yaitu selama 49 hari. Keterlambatan dalam mengerjakan proyek dapat dikarenakan keterlambatan dalam pengiriman material dan faktor cuaca. Toleransi keterlambatan penjadwalan proyek bisa ditentukan tergantung dengan kondisi pada saat di lapangan tetapi idealnya toleransi keterlambatan hanya 10-20% dari waktu yang ditentukan pada saat di awal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa Penjadwalan proyek dilakukan pada proyek rumah EFO . xportable fine or. yang berlokasi di kelurahan Ngapaaha, kecamatan Tinanggea, kabupaten Konawe Selatan, provinsi Sulawesi Tenggara. Proyek rumah EFO PT Ifishdeco Tbk. dimulai pada Januari 2022. PT Ifishdeco Tbk. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 metode penjadwalan proyek kurva S. Penjadwalan proyek antara rencana dan realisasi memiliki perbedaan yaitu untuk rencana diperkirakan selesai dalam 30 hari tetapi dalam pelaksanaan realisasi proyek selesai dikerjakan dalam kurun waktu 79 hari, sehingga proyek mengalami perbedaan waktu antara rencana dan realisasi yaitu selama 49 hari. Keterlambatan dalam mengerjakan proyek dapat dikarenakan keterlambatan dalam pengiriman material dan faktor cuaca. PENGAKUAN/AKNOWLEDGEMENTS Terimakasih kepada PT. Ifishdeco. Tbk. yang sudah bersedia memberikan data-data sehinggapenelitian ini dapat terwujud. DAFTAR PUSTAKA