HUBUNGAN PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN. SIKAP DAN KETERAMPILAN PETANI DI KECAMATAN TANJUNG LAGO KABUPATEN BANYUASIN The Relationship of The Role of Agricultural Instructors to The Level of Knowledge. Attitudes and Skills of Farmers in Tanjung Lago District. Banyuasin Regency Ernizal1 . Faizal Daud2 . Kuwatno2 . Anton Daely2 Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti Palembang Email : ernizalpertanian@gmail. com1 , faizal. daud36@gmail. com 2, kuwatnosemarang@gmail. com 2 , anton01@gmail. Abstrak Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis peran penyuluh pertanian terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan petani di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja . dan metode penelitian yang digunakan adalah survey. Pengambilan sampel dalam penelitian dengan cara acak sederhana . imple random samplin. dengan jumlah sampel sebanyak 50 petani contoh dari 502 anggota populasi Metode analisis menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, yaitu dengan Skala Linkert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara peran penyuluh terhadap tingkat pengetahuan sikap dan keterampilan petani di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin. Kata Kunci : Keterampilan Petani. Pengetahuan. Peran. Sikap Abstract The aim of this research is to analyze the role of agricultural instructors on the level of knowledge, attitudes and skills of farmers in Tanjung Lago District. Banyuasin Regency. The selection of the research location was carried out purposively and the research method used was a survey. Sampling in the research was carried out using a simple random sampling method with a sample size of 50 sample farmers from 502 members of the farmer population. The analysis method uses a qualitative and quantitative approach, namely the Linkert Scale. The results of the research show that there is a very strong positive relationship between the role of extension workers and the level of knowledge, attitudes and skills of farmers in Tanjung Lago District. Banyuasin Regency. Keywords : FamersAo Skill. Knowledge. Roles. Attitudes Hubungan Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Tingkat Pengetahuan. Sikap Dan Keterampilan Petani Di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Ernizal. Faizal Daud. Kuwatno. Anton Daely PENDAHULUAN Penyuluhan merupakan suatu pendidikan non-formal perpaduan dari kegiatan menggugah minat/keinginan, menyebarkan pengetahuan/keterampilan dan kecakapan, sehingga diharapkan terjadinya perubahan perilaku, sikap, tindakan dan pengetahuan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan swadaya masyarakat (Surianti, 2. Penyuluhan pertanian diartikan sebagai suatu pendidikan non formal bagi petani beserta keluarganya agar mereka mau dan mampu untuk meningkakan taraf kesejahteraan mereka (Mardikanto, 2. Penyuluhan bisa menjadi sarana kebijakan yang efektif untuk mendorong pembangunan pertanian dalam mencapai tujuan pengetahuan dan wawasan. Menyadari hal tersebut, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk penyuluhan, yaitu memberdayakan petani atau kelompok tani. Selain itu petani atau kelompok tani mampu berkembang menjadi organisasi petani yang kuat dan mandiri, sehingga kelompok tani menjadi pemberdayaan petani (Karim dan Kadir, 2. Peran penyuluh membantu petani untuk memecahkan permasalahannya sendiri dengan kemampuan yang dimiliki sendiri, sehingga petani menjadi lebih baik (Priyono, 2. Melalui penyuluhan pertanian, masyarakat khususnya petani dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, pengenalan teknologi dan inovasi baru di bidang pertanian. Penyuluhan mengubah sikap dan perilaku petani agar mereka tahu dan mau menerapkan informasi anjuran yang disampaikan. Kegiatan penyuluhan yang berhasil apabila para petani mau dan mampu untuk menggunakan teknologi yang menguntungkan termasuk mengatasi masalah yang timbul di lapangan. Disamping menggunakan teknologi yang menguntungkan perlu didukung sarana produksi yang cukup dan mudah untuk mendapatkannya,sehingga untuk mewujudkan peningkatan kuantitas dan kualitas produksi serta peningkatan kesejahteraan hidup para petani perlu adanya pola yang baik di bidang penyuluhan pertanian. Perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani juga menjadi indikator kinerja penyuluh pertanian, menurut Zakaria dalam Departemen Pertanian . , menumbuhkan perubahan pada usaha tani yang meliputi: pengetahuan, sikap dan keterampilan petani melalui peran penyuluh pertanian sehingga prilaku petani menjadi terbuka dan positif . Dengan begitu diharapkan petani dapat mengelola usaha taninya dengan produktif, efektif dan efisien. Kecamatan Tajung Lago terdapat Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dengan lahan sawah seluas 20. 488 hektar, yang memiliki 15 desa, masing-masing 1 . orang penyuluh . orang penyulu. , 206 kelompok tani. serta luas lahan sawah 20. 488 ha. Mengamati keadaan strategis dan kondisi penyuluh pertanian serta kelompok tani yang ada di Kecamatan Tanjung Lago tersebut, maka perlu dilaksanakan penelitian tentang Au Hubungan Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Tingkat Pengetahuan. Sikap dan Keterampilan Petani Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten BanyuasinAoAo. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang ada maka rumusan masalah penelitian adalah Bagaimana hubungan peran penyuluh terhadap tingkat pengetahuan petani Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin? Bagaimana hubungan peran penyuluh terhadap perubahan sikap petani di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin ? Bagaimaa hubungan peran penyuluh pertaian terhadap tingkat keterampilan petani di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin? Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Hubungan Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Tingkat Pengetahuan. Sikap Dan Keterampilan Petani Di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Ernizal. Faizal Daud. Kuwatno. Anton Daely METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Lago. Kabupaten Banyuasin. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja . (Banita, 2. , dengan pertimbangan bahwa di Kecamatan Tanjung Lago merupakan salah satu daerah terluas yang penduduknya sebagian besar melakukan kegiatan usahatani padi dan petaninya sering mengikuti program kegiatan penyuluhan pertanian dengan areal yang dikelola petani seluas 551 hektar. Secara umum wilayah Kecamatan Tanjung Lago merupakan lahan pasang surut dengan berbagai type luapan air pasang. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik acak sederhana . imple random samplin. Menurut Sugiyono . , populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi merupakan keseluruhan subjek yang akan diteliti dengan karakteristik yang dapat dikatakan sama sehingga dapat digeneralisasikan hasil penelitian yang dilakukan terhadap populasi tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin yang terdiri dari 15 desa, namun untuk sampel diambil 5 desa dimana kelima desa yang dipilih merupakan desa yang paling luas areal padinya di Kecamatan Tanjung lago. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 50 responden dari 502 anggota populasi, sesuai dengan pernyataan Arikunto . yaitu apabila jumlah populasi lebih dari 100 petani contoh, maka bisa dipilih jumlah sampel sebesar . Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Data primer diambil dari lapangan menggunakan questioner, sedangkan data sekunder diambil dari instansi atau literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan skala likert. Menurut Ridwan . dalam Santi . bahwa skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok tentang gejala sosial. Dengan menggunakan skala likert maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator Ae indikator yang dapat diukur, dapat berupa peryataan atau pertayaan. Skala Likert adalah skala atau pengukuran yang digunakan untukmengukur sikap, pendapat, atau persepsi seseorang atau sekelompok orang mengenai sebuahperistiwa dan fenomena sosial, berdasarkan dengan definisi operasional yang telah ditetapkan oleh peneliti. Ardhini . skala likert adalah skala penilaian yang digunakan untuk mengukur pendapat, sikap, atau perilaku seseorang ataupunsekelompok orang. Istilah skala Likert sendiri diambil dari nama pencetus awalnya, yaitu Rensis Likert yang merupakan seorang ahli psikologi sosial dari Amerika. Skala Likert biasanya digunakan sebagai salah satu metode pengumpulan data untuk mengetahui atau mengukur data yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif mengenai suatu fenomena sosial. Dengan kata lain, skala Likert merupakan skala penelitian yang digunakan untuk mengukur sebuah sikap dan pendapat. Skala Likert biasanya terdiri dari pernyataan atau pertanyaan serta serangkaian jawaban berupa Setuju (SS). Cukup Setuju (S). Dan TidakSetuju (TS). Nantinya, responden akan diminta untuk memilih opsi yang paling sesuai dengan perasaan mereka terhadappernyataan atau pertanyaan yang disampaikan oleh Hasil jawaban dari pernyataan atau pertanyaan tersebut akan digunakan dalam penelitian sebagai variabel penelitian. Untuk mendeskripsikan peran penyuluh terhadap pengetahuan, sikap dan keterampil petani menggunakan variable sebagai berikut. Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Hubungan Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Tingkat Pengetahuan. Sikap Dan Keterampilan Petani Di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Ernizal. Faizal Daud. Kuwatno. Anton Daely Tabel 1. Perilaku petani No. Variabel Pengetahuan Sikap Keterampilan Parameter Pengetahuan dalam bidangusaha tani Pengetahuan dalam bidang teknologi Pengalaman Pribadi kepercayaan terhadapPenanaman budi daya padi Untuk Memahami Proses Belajar. Pengolahan lahan dalam bidang petani padi Mengoperasikan pekerjaan secara lebih Mudah dan tepat. Tabel 2. Kriteria dan Bobot Skor. Kriteria Setuju (SS) Cukup Setuju (S) Tidak Setuju Bobot skor Setelah responden menulis jawaban atau respons mengenai suatu pertanyaan atau pernyataan yang diberikan oleh peneliti, selanjutnya hasil jawaban tersebut akan dianalisis dengan melihat dari skor masing-masing kategori. Nantinya, hasil dari masing-masing skor jawaban tersebut akan dihitung untuk menemukan hasil penelitian. Adapun rumus untuk menghitungnya, yaitu sebagai berikut. Rumus Skala Likert: T x Pn T merupakan total jumlah responden yang memilih dan Pn adalah pilihan angka skor Hasil dari perhitungan tersebut selanjutnya akan dianalisis untuk menjadi variabel tambahan dalam sebuah penelitian. Untuk menjawab masalah peran penyuluh pertanian terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan petani padi di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yaitu analisis yang menggambarkan variabel penelitian secara deskriptif melalui tabel frekuensi dengan analisis persentase hasil dari yang dibagi dalam tiga indikator, yakni: n Kinerja Tinggi : Nilai tingkat kinerja Ou 66,68Ae 100% n Kinerja Sedang : Nilai tingkat kinerja Ou 33,34 Ae 66,67% n Kinerja Rendah : Nilai tingkat kinerja O 33,33% Untuk menjawab masalah kesatu, kedua, dan ketiga dari penelitian ini dengan tujuan untuk melihat keeratan hubungan antara peran penyuluhdenganperubahan sikap, pengetahuan dan keterampilan petani padi di Kecamatan Tanjung lago menggunakan analisis korelasi Spearman. Dimana hasil skor peran penyuluh dengan hasil skor perubahan sikap, pengetahuan dan keterampilan petani dianalisis dengan tujuan untuk melihat tingkat kekuatan hubungan dari variabel tersebut dan melihat arah hubungan dari dua variabel Jika nilai sig < 0. 05 maka dapat dinyatakan berkorelasi jika >0. 05 maka tidak Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Hubungan Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Tingkat Pengetahuan. Sikap Dan Keterampilan Petani Di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Ernizal. Faizal Daud. Kuwatno. Anton Daely Dimana : rs = adalah koefisein korelasi rank Spearman di = adalah perbedaan antara kedua ranking n =adalah banyaknya observasi HASIL DAN PEMBAHASAN Hubungan Peran Penyuluh Terhadap Tingkat Pengetahuan. Sikap dan Keterampilan Petani Padi Di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Penyuluhan pertanian dilaksanakan untuk menambah kesanggupan para petani dalam mengelola usahatani padi untuk memperoleh hasil-hasil yang diharapkan. Penyuluhan pertanian sebagai suatu sistem pendidikan yang dilaksanakan oleh penyuluh pertanian lapangan memegang peranan sebagai pendidik dalam meningkatkan pengetahuan, pemimpin dalam meningkatkan keterampilan. Peranan penyuluh pertanian dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan petani dalam pengembangan usahatani berdasarkan hasil penelitiandilakukan yang bertujuan agar petani dalam hal ini responden menjadi tahu, menjadi mampu dan menjadi mau mengembangkan usahatani sebagai mata pencaharian tambahan sehari-hari. Berikut adalah hasil tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan petani di lokasi penelitian. Tabel 3. Tingkat Pengetahuan. Sikap dan Keterampilan Petani Kec. Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Uraian Nilai Rata-rata Kategori Pengetahuan 2,44 Tinggi Sikap 2,42 Tinggi Keterampilan 2,22 Tinggi Rata-rata Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 2,36 Tinggi Tabel 4. Hubungan peranan penyuluh terhadap tingkat pengetahuan Correlations Peranan Penyuluh Spearman's rho Peranan Penyuluh Correlation Coefficient Sig. -taile. Pengetahuan Correlation Coefficient Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Pengetah Hubungan Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Tingkat Pengetahuan. Sikap Dan Keterampilan Petani Di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Ernizal. Faizal Daud. Kuwatno. Anton Daely Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Tabel 5. Hubungan peranan penyuluh terhadap sikap Correlations Peranan Penyuluh Spearman's rho Peranan Penyuluh Correlation Coefficient Correlation Coefficient Sig. -taile. Sig. -taile. Sikap Sikap **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Tabel 6. Hubungan peranan penyuluh terhadap keterampilan Correlations Peranan Penyuluh Spearman's rho Peranan Penyuluh Correlation Coefficient Correlation Coefficient Sig. -taile. Sig. -taile. Keterampilan Keterampilan Peranan Penyuluh Pertanian dalam Meningkatkan Pengetahuan Petani di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Dalam pembangunan, perlu disadari bahwa pendidikan dalam hal meningkatkan pengetahuan merupakan alat yang cukup vital, terutama dalam mewujudkan harapan yang diinginkan bersama yaitu menciptakan masyarakat yang adil dan makmur (Entang Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Hubungan Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Tingkat Pengetahuan. Sikap Dan Keterampilan Petani Di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Ernizal. Faizal Daud. Kuwatno. Anton Daely Sastraamdja, 1. Sampai saat ini, alat analisis yang dipergunakan untuk menjembatani masalah tersebut khususnya berhubungan dengan masyarakat desa lebih khusus lagi adalah petani yaitu masih dipakainya konsepsi penyuluhan pertanian yang merupakan pendidikan non formal yang dapat berperan sebagai alat untuk meningkatkan pengetahuan. Begitu pula dengan pelaksanaannya kehadiran penyuluh di tengah-tengah kehidupan masyarakat petani sebagi salah satu bentuk pendidikan bagi petani mutlak diketahui dan dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia. Hasil penelitian peranan penyuluh pertanian dalam usaha peningkatan pengetahuan mengenai cara membudidayakan usahatani padi dan perkembangan harga komoditas padi. Dari Tabel 4 di atas, diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0,570. Artinya, tingkat kekuatan hubungan antara peranan penyuluh pertanian dalam meningkatkan pengetahuan petani adalah sebesar 0,570 atau sangat kuat. Angka koefisien korelasi pada hasil di atas, bernilai positif sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat searah, dengan demikian dapat diartikan bahwa kualitas semakin ditingkatkan peranan penyuluh maka pengetahuan petani juga akan meningkat. Berdasarkan output di atas, diketahui nilai signifikansi atau Sig. -taile. sebesar 0,000, karena nilai Sig. -taile. 0,000 < lebih kecil dari 0,05 maka artinya ada hubungan yang signifikan antara variabel peranan penyuluh dengan pengetahuan Peranan Penyuluh Pertanian dalam Meningkatkan Sikap Petani di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Kemampuan petani untuk bersikap dalam merencanakan usaha tani untuk memperoleh keuntungan berusahatani, membangun kerjasama antar subsistem pertanian, mengelola pascapanen pangan untuk meraih nilai tambah produk pertanian, serta mewujudkan kegiatan pertanian yang berkelanjutan (Harijati,2. Dari Tabel 5 di atas, diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0,517. Artinya, tingkat kekuatan hubungan antara peranan penyuluh pertanian dalam meningkatkan sikap petani adalah sebesar 0,517 atau sangat kuat. Angka koefisien korelasi pada hasil di atas, bernilai positif sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat searah, dengan demikian dapat diartikan bahwa kualitas semakin ditingkatkan peranan penyuluh maka sikap petani juga akan meningkat. Berdasarkan output di atas, diketahui nilai signifikansi atau Sig. -taile. sebesar 0,000, karena nilai Sig. -taile. 0,000< lebih kecil dari 0,05 maka artinya ada hubungan yang signifikan antara variabel peranan penyuluh dengan sikap petani padi kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin. Peranan Penyuluh Pertanian dalam Meningkatkan Keterampilan Petani Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin. Kegiatan penyuluhan pertanian meliputi usaha-usaha menyebarkan informasi, memberikan rekomendasi usahatani, mengajarkan keterampilan, menggerakkan usaha dan menggugah swadaya petani padi beserta keluarganya. artinya seorang petugas Penyuluh Pertanian selain sebagai pendidik juga harus bersikap sebagai pemimpin bagi petani dan keluarganya (Entang Sastraatmadja, 1. Sebagai seorang pemimpin, peranan penyuluh pertanian yang diharapkan oleh petani adalah mampu meningkatkan keterampilan petani dalam pengembangan usahatani padi. Peranan penyuluh pertanian sebagai pemimpin untuk meningkatkan keterampilan petani responden meliputi peranan dalam membimbing dan memotivasi petani agar mampu mengubah cara berpikir dan mampu menerapkan cara-cara baru sesuai kondisi lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi petani yang dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna sehingga diharapkan petani padi dapat meningkatkan Jimanggis. Vol. No. Juni 2024 Hubungan Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Tingkat Pengetahuan. Sikap Dan Keterampilan Petani Di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Ernizal. Faizal Daud. Kuwatno. Anton Daely Dari Tabel 6 di atas, diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0,375. Artinya, tingkat kekuatan hubungan antara peranan penyuluh pertanian dalam meningkatkan keterampilan petani adalah sebesar 0,375 atau kuat. Angka koefisien korelasi pada hasil di atas, bernilai positif sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat searah, dengan demikian dapat diartikan bahwa kualitas semakin ditingkatkan peranan penyuluh maka keterampilan petani juga akan meningkat. Berdasarkan output di atas, diketahui nilai signifikansi atau Sig. -taile. sebesar 0,026, karena nilai Sig. -taile. 0,026 < lebih kecil dari 0,05 maka artinya ada hubungan yang signifikan antara variabel peranan penyuluh dengan keterampilan petani padi di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Terdapat hubungan positif atau searah yang sangat kuat antara peran penyuluh terhadap tingkat pengetahuan petani padi di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, tingkat kekuatan hubungan antara peranan penyuluh pertanian dalam meningkatkan pengetahuan petani adalah sebesar 0,570 . Terdapat hubungan positif atau searah yang sangat kuat antara peran penyuluh terhadap perubahan sikap petani padi di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, tingkat kekuatan hubungan antara peranan penyuluh pertanian dalam meningkatkan sikap petani adalah sebesar 0,517. Terdapat hubungan positif atau searah yang sangat kuat antara peranpenyuluh terhadap tingkat keterampilan petani padi di Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, tingkat kekuatan hubungan antara peranan penyuluh pertanian dalam meningkatkan keterampilan petani adalah sebesar 0,375 Saran Berdasarkan hasil penelitian. maka saran yang dapat diberikan adalah sebaiknyaperlu adanya peningkatan kerjasama antara penyuluh, petani, organisasi penyuluhan, dan pemerintah agar dapat mengaplikasikan strategi agresif dalam peningkatan peran penyuluh untuk dapat meningkatkan kesejahteraan petani. DAFTAR PUSTAKA