Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 ANALISIS PERAN PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN UMKM DI BIDANG KEUANGAN (STUDI KASUS: DINAS KOPERASI UMKM KOTA DENPASAR) Krisantus Markus Dede1*. Eka Putri Suryantari2 Program Studi Akuntansi. Fakultas Bisnis. Pariwisata. Pendidikan dan Humaniora. Universitas Dhyana Pura. Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara. Bali. Indonesia Email: 21111501011@undhirabali. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pelatihan kewirausahaan UMKM di bidang keuangan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan MenengahKota Denpasar. UMKM sebagai pilar ekonomi daerah membutuhkan pengelolaan keuangan yang baik agar dapat berkembang dan bersaing di pasar. Pelatihan kewirausahaan di bidang keuangan diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pelaku UMKM mengenai pengelolaan keuangan, perencanaan anggaran, pencatatan laporan keuangan, serta pengajuan dan pemanfaatan kredit perbankan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan para peserta pelatihan, narasumber dari Dinas KUMKM, serta observasi terhadap kegiatan pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kewirausahaan yang diadakan oleh Dinas KUMKM Kota Denpasar memberikan dampak positif bagi peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala dalam implementasi materi pelatihan yang mempengaruhi efektivitasnya, seperti keterbatasan waktu pelatihan dan kurangnya tindak lanjut setelah pelatihan selesai. Kata Kunci : Peran Pelatihan Kewirausahaan UMKM Di Bidang Keuangan Pendahuluan Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan sebuah usaha yang bergerak di berbagai bidang usaha diantaranya, perdagangan, pertanian, industri, dan lain Ae lain. Di Indonesia. UMKM merupakan salah satu cara yang efektif dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran yang sesuai dengan UndangUndang No. 20 Tahun 2008 bab i pasal V yang berbunyi Aumeningkatkan peran Usaha Mikro. Kecil dan Menengah dalam pembangunan daerah, penciptaan Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 lapangan pekerjaan, pemerataan pendapatan, pertumbuhan ekonomi, dan pengentasan rakyat dari kemiskinanAy. UMKM Indonesia, kebanyakan para pelaku usaha tersebut bermula dari industri atau home industry. Konsumennya pun berasal dari berbagai kalangan mulai dari kalangan menengah kebawah sampai ke atas. Selain menjadi kontribusi besar dalam pembangunan nasional. UMKM juga dapat menjadi peluang kerja yang cukup bagi tenaga kerja di Indonesia yang membutuhkan pekerjaan. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran diri dari kita untuk mengembangkan unit-unit UMKM agar dapat tercipta kesejahteraan masyarakat (Amelia, 2. Menurut UMKM perekonomian memang telah terbukti, namun di sisi lain pelaku UMKM ini juga masih banyak menghadapi masalah, salah satunya adalah dalam pengelolaan dana dan penyusunan laporan keuangannya. Pentingnya penerapan ilmu akuntansi dalam pengelolaan keuangan UMKM dinilai masih kurang dipahami oleh para pengusaha. Laporan keuangan berguna bagi pemilik UMKM untuk memperhitungkan keuntungan yang diperoleh, mengetahui tambahan modal yang dicapai dan juga dapat mengetahui bagaimana keseimbangan hak dan kewajiban yang dimiliki, sehingga setiap keputusan yang diambil oleh pemilik perusahaan dalam mengembangkan usahanya didasarkan pada kondisi konkrit keuangan yang dilaporkan secara lengkap, bukan hanya didasarkan pada asumsi saja. Dalam keuangan, maka diperlukan adanya pelatihan yang dapat kebutuhan tersebut. Pelatihan penyusunan laporan keuangan merupakan usaha untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan personal atau individu untuk mencapai keahlian dan kemampuan serta keterampilan yang ada agar berhasil dalam penyusunan laporan keuangan. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Pelatihan penyusunan laporan keuangan sangat penting bagi pelaku mengembangkan kapasitasnya dalam penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia, termasuk Kota Denpasar. UMKM tidak hanya menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berperan besar dalam penciptaan lapangan pekerjaan dan pemerataan kesejahteraan. Namun, salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan usaha mereka. Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut, pelatihan kewirausahaan yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar menjadi strategi penting untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, khususnya di bidang keuangan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang manajemen keuangan, perencanaan anggaran, pengelolaan kas, serta penggunaan teknologi dalam mempermudah pencatatan dan pelaporan keuangan. Diharapkan melalui pelatihan ini. UMKM dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi resiko finansial, dan memperkuat daya saing di pasar. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis peran dan dampak pelatihan kewirausahaan di bidang keuangan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar terhadap pengelolaan keuangan para pelaku UMKM. Analisis ini akan melihat sejauh mana pelatihan ini memberikan manfaat keberlanjutan dan perkembangan usaha mereka. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Metode Teknik Analisis Data Jenis penelitian ini dengan pendekatan Deskriptif kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan atau memaparkan fenomena secara mendalam tanpa mengutamakan pengukuran angka atau Pendekatan ini lebih berfokus pada pemahaman yang mendalam mengenai objek penelitian melalui pengumpulan data berupa kata-kata, narasi, atau gambar yang diperoleh dari wawancara, observasi, atau studi dokumen. Lokasi Dan Waktu Penelitian Lokasi: Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar Waktu Penelitian: oktober 2024 Ae November 20224 Metode Pengumpulan Data Metode Pengumpulan Data melalui 2 metode, antara lain: Observasi Observasi merupakan kegiatan yang dilakukan dengan maksud dan tujuan untuk dapat memahami pengetahuan yang diperoleh dari suatu peristiwa yang terjadi yang telah didasarkan pada pengetahuan dan gagasan yang telah diketahui untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam melanjutkan sebuah Dalam laporan ini, penulis melakukan Observasi pada Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar Wawancara Wawancara adalah suatu kegiatan Tanya jawab yang dilakukan untuk dapat mendapatkan informasi yang lebih akurat dengan bentuk lisan maupun Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Dalam laporan ini, wawancara dilakukan kepada beberapa pegawai Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar Sumber Data Sumber data yaitu: Sumber data primer diperoleh dari lokasi penelitian yaitu dari bagian Logistik yang ada. Sumber data sekunder diperoleh dari buku-buku referensi yang telah ada Hasil Dan Pembahasan Pelatihan UMKM diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam konteks UMKM, pengelolaan keuangan yang baik merupakan kunci untuk kelangsungan dan pertumbuhan usaha. Meskipun UMKM memiliki potensi yang besar, banyak dari mereka yang menghadapi tantangan dalam hal manajemen keuangan yang efektif, seperti pencatatan transaksi yang tidak rapi, ketidaktahuan tentang perencanaan keuangan, atau kurangnya pemahaman tentang pengelolaan arus kas dan pembukuan. Pelatihan bidang keuangan berupaya untuk mengatasi masalah ini dengan memberikan pemahaman mengenai konsep dasar manajemen keuangan, cara menyusun laporan keuangan, pentingnya pembukuan yang rapi, serta strategi pengelolaan arus kas yang sehat. Hal ini sangat penting mengingat banyak UMKM yang kesulitan dalam mengakses pembiayaan karena kurangnya kelengkapan data keuangan yang valid. Pelatihan ini juga memperkenalkan alat bantu sederhana dalam mengelola keuangan, yang Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 bisadiimplementasikan dengan mudah, meskipun pelaku UMKM tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang keuangan. Selain itu, pelatihan ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana pengelolaan utang, dan perencanaan pajak. Sebagian besar pelaku UMKM di Kota Denpasar, baik yang baru memulai usaha maupun yang sudah lama beroperasi, sering kali menghadapi kesulitan dalam merencanakan masa depan keuangan usaha mereka. Berdasarkan hasil wawancara kepada Pegawai KPK Dinas koperasi UMKM Kota Denpasar bahwa banyak masyarakat yang tidak melakukan pencatatan keuangan usaha mereka. Mereka hanya mencatat jumlah hutang pelanggan saja, tidak mencatat jumlah uang masuk maupun uang keluar, dan mereka tidak memisahkan uang pribadi dengan uang usaha. Begutu pula dengan pembukuan Sebagian besar UMKM tidak membuat laporan keuangan usahanya. karena mereka lebih terfokus pada produksi dan penjualan. Kesimpulan Pelatihan UMKM diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar berperan sangat penting dalam meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha mereka. Dengan memberikan pengetahuan dasar tentang pengelolaan keuangan yang efektif, pelatihan ini dapat membantu UMKM dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada, mengurangi risiko kesalahan dalam pengelolaan keuangan, serta meningkatkan akses mereka terhadap pembiayaan. Pada akhirnya, pelatihan ini dapat berkontribusi pada keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM di Kota Denpasar. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Daftar Pustaka