Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP) Volume 5. Nomor 2. September 2024 ISSN 2721 - 4311 DOI: https://doi. org/10. 30596/jisp. Efektivitas Program Posyandu Lansia dalam Meningkatkan Kesejahteraan Lansia di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho The Effectiveness of the Elderly Posyandu Program in Improving the Welfare of the Elderly in Pak Laheng Village. Toho District Brigida Lusi1*. Dahniar Th. Musa2. Eka Apriyani3. Lorensia Reza4. Janiva Vera3. Risty Shakila4 1,2,3,4,5,. Program Studi Pembangunan Sosial. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. Universitas Tanjungpura. Indonesia *E-mail: e1021211016@student. Abstrak Program posyandu lansia di Desa Pak Laheng masih kurang partisipasi dari para lansia untuk mengikuti posyandu setiap bulan secara rutin. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan efektivitas program posyandu lansia dalam meningkatkan kesejahteraan lansia di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho. Penelitian ini menggunakan teori evaluasi kebijakan menurut Dunn yaitu Efektivitas, dengan kelima indikator yaitu pemahaman program, tepat sasaran, ketepatan waktu, pencapaian tujuan, dan perubahan nyata. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif Teknik pengumpulan data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Selain itu, penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program posyandu lansia di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho dapat dikatakan belum efektiv karena berdasarkan kelima indikator efektivitasnya hanya memenuhi dua indikator saja yaitu tepat sasaran dan perubahan nyata, sedangkan tiga indikator lainnya yaitu pemahaman program, ketepatan waktu, dan pencapaian tujuan masih kurang dalam keberhasilan untuk mencapai efektivitas dari program posyandu lansia di Desa Pak Laheng. Kata Kunci: Lansia. Efektivitas. Program Posyandu. Kesejahteraan. Abstract The elderly posyandu program in Pak Laheng Village still lacks participation from the elderly to attend posyandu every month regularly. The purpose of this study was to describe the effectiveness of the elderly posyandu program in improving the welfare of the elderly in Pak Laheng Village. Toho District. This research uses Dunn's policy evaluation theory, namely Effectiveness, with five indicators, namely program understanding, on target, timeliness, goal achievement, and real change. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques were obtained by observation, interviews, and documentation. The data sources used in this research are primary and secondary data. In addition, the determination of informants was carried out using purposive sampling technique. The results of this study indicate that the implementation of the posyandu program for the elderly in Pak Laheng Village. Toho District can be said to be ineffective because based on the five indicators of effectiveness, it only meets two indicators, namely right on target and real change, while the other three indicators, namely program understanding, timeliness, and goal achievement are still lacking in success in achieving the effectiveness of the posyandu program for the elderly in Pak Laheng Village. Keywords: Elderly. Effectiveness. Posyandu Program. Welfare. Cara citasi : Lusi. Brigida. Efektivitas Program Posyandu Lansia dalam Meningkatkan Kesejahteraan Lansia di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho. Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP) Vol 5 No 2 September 2024, 162-178. Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 5. Nomor 2. September 2024: 162-178 PENDAHULUAN Seorang individu yang mengalami penuaan disebut dengan lansia . anjut usi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bahwa lanjut usia adalah tahapan masa tua pada perkembangan individu dengan batasan usia 60 Tahun ke atas (Agustina, 2. Kementerian sosial RI membagi lansia menjadi tiga kategori yang didasari pada kondisi fisik, mental, kondisi sosial dari lansia serta tingkat kemandirian dan ketergantungan lansia terhadap lingkungan (Ilham Rosmin, 2. Program posyandu lansia ini merupakan sebuah program pelayanan kesehatan bagi kaum lansia di Indonesia dan program ini dilakukan untuk kaum usia lanjut dengan menitikberatkan pada pelayanan promotif dan preventif, tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitative(Rizqi. Luthfi Mulya et al. , 2. Pemerintah Indonesia menggunakan posyandu lansia sebagai salah satu program pelayanan kesehatan bagi lansia yang dapat membantu mensejahterakan kehidupan lansia khususnya di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho. Selain itu diselenggarakan pada tingkat Desa yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan bagi lansia dengan memberikan pelayanan yang baik, sopan, dan berkualitas dalam arti kesabaran dalam menghadapi lansia, pemberian informasi, serta pelayanan yang jelas sesuai dengan prosedur yang ada. Oleh sebab itu, program posyandu lansia ini memiliki tujuan utama yaitu untuk dapat meningkatkan kesejahteraan lansia di Indonesia melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas dan memadai. Masalah yang peneliti amati di lapangan masih banyak lansia yang tidak ingin ikut dalam posyandu disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berasal dari dalam diri lansia tersebut, seperti. lansia yang tidak ingin mengikuti posyandu dikarenakan jarak tempuh dari rumah ke lokasi posyandu yang lumayan jauh, . lansia lebih mementingkan bekerja dari pada mengikuti posyandu karena biasanya pelaksanaan posyandu bertepatan dengan jam kerja mereka sehingga kebanyakan dari para lansia lebih memilih bekerja mencari uang dari pada pergi ke posyandu untuk check up kesehatan, . lansia merasa malu dan tidak nyaman untuk memberitahukan masalah kesehatan mereka pada orang lain, . Kurangnya pemahaman lansia tentang program posyandu, . lansia kurang sabar dalam menunggu karena biasanya pada saat posyandu akan menggantri untuk mendapatkan giliran check up, . ketidakpuasan lansia terhadap pelayanan yang diberikan oleh kaderkader posyandu karena para kader kurang sabar, dan telaten, serta kurang ramah dalam Lusi. Brigida. Efektivitas Program Posyandu Lansia dalam Meningkatkan Kesejahteraan Lansia menghadapi para lansia sehingga lansia merasa tidak nyaman, dan . terkendala kondisi fisik lansia yang kurang mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Faktor eksternal merupakan faktor-faktor yang berasal dari luar diri lansia, seperti. keluarga lansia yang kurang peduli terhadap kesehatan lansia, . kurangnya pemahaman dan kepekaan masyarakat terkait program posyandu di desa tersebut, . tidak tersedianya tempat posyandu lansia secara khusus karena pada saat ini tempat pelaksanaan posyandu lansia di Desa Pak Laheng tidak menetap dan biasanya dilakukan di gedung puskesmas lama, paud, dan rumah Radangk Kecamatan Toho, . kurangnya persediaan obat-obatan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah kepada pihak puskesmas setempat, . kurangnya fasilitas posyandu dari perangkat desa yang memadai sehingga pelaksanaan posyandu menjadi tidak efektif, dan . kurangnya pendanaan yang diberikan oleh Desa sehingga menyebabkan program senam sehat lansia yang di lakukan setiap 2 minggu sekali dalam sebulan tidak dapat berjalan secara Pentingnya program posyandu lansia karena merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan lansia khusus nya di Desa Pak Laheng. Program ini memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan fisik maupun mental lansia. Adapun alasan mengapa program posyandu lansia ini penting karena dapat mendeteksi penyakit sejak dini dengan berbagai penyakit yang sering dialami lansia seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Dengan deteksi dini dan penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat serta efektif sehingga dapat mencegah komplikasi yang lebih serius. Pencegahan penyakit dengan melalui penyuluhan kesehatan yang diberikan di posyandu lansia juga dapat memperoleh pengetahuan tentang cara menjaga kesehatan, pola makan yang sehat dan pentingnya aktivitas fisik. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya berbagai penyakit. Kondisi kesehatan dan tingkat partisipasi sebelum intervensi dengan melalui program posyandu lansia di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho kemungkinan besar masih banyak yang belum optimal. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti, kurangnya akses pelayanan kesehatan jarak yang jauh dari fasilitas kesehatan, keterbatasan transportasi dan biaya yang tinggi dapat menjadi hambatan bagi lansia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang Kurangnya sosialisasi terkait informasi tentang program posyandu lansia yang mungkin belum sampai kepada semua lansia di desa tersebut. Beberapa lansia mungkin Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 5. Nomor 2. September 2024: 162-178 memiliki anggapan negatif tentang program posyandu lansia, misalnya merasa malu atau tidak nyaman. Lansia mungkin memiliki prioritas lain yang lebih mendesak seperti mengurus cucu atau bekerja mencari uang. Kurangnya pengetahuan karena banyak lansia yang kurang memiliki pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan dan deteksi penyakit sejak dini. Kurangnya motivasi karena beberapa lansia mungkin merasa tidak perlu memeriksakan Kesehatan dan merasa kondisi fisiknya masih sehat atau tidak memiliki gejala penyakit. Tingkat partisipasi lansia dalam program kesehatan sebelum intervensi kemungkinan juga masih rendah. Peningkatan partisipasi lansia dalam program posyandu lansia sangat penting karena dengan partisipasi yang aktif lansia dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dari program posyandu, seperti deteksi dini penyakit, pengobatan yang tepat, dan peningkatan kualitas hidup, dapat mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius dan mahal biayanya, partisipasi aktif dalam program Posyandu dapat membantu lansia untuk lebih mandiri dalam menjaga kesehatannya dan melalui peningkatan kesehatan lansia akan berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Awal terbentuknya posyandu lansia di Desa Pak Laheng pada Tanggal 15 Januari Program posyandu lansia di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho ditetapkan dan dilaksanakan pertama kali pada Tanggal 15 Oktober 2015. Posyandu lansia ini dilakukan setiap satu bulan sekali pada Tanggal 15 yang berlangsung sesuai dengan jam kerja dan bertempat di puskesmas lama, paud, serta rumah Radangk Kecamatan Toho. Program posyandu tersebut di laksanakan oleh para kader posyandu Desa pak Laheng yang bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Toho, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah dengan memberikan bantuan berupa obat-obatan dan pelayanan kesehatan kepada para Bentuk pelayanan yang diberikan berupa penanganan penyakit tidak menular (PTM), seperti penimbangan berat badan, lingkar badan, gula darah, kolesterol dan asam Selain itu, jumlah para lansia yang mengikuti posyandu ini sekitar 30 Ae 40 orang dan paling sedikit sekitar 20 orang dalam setiap bulannya. Pada saat posyandu dilaksanakan biasanya ada 5 orang kader posyandu yang bertugas di bantu oleh 5 orang dari pihak puskesmas yang memberikan pelayanan kepada lansia. Selain itu, para lansia yang mengikuti posyandu tidak mendapatkan makanan tambahan (TMT) dan hanya mendapatkan air mineral saja pada saat menunggu giliran. Salah satu program posyandu lansia yaitu Jumat Sehat yang merupakan aktivitas senam untuk para lansia dan dilakukan Lusi. Brigida. Efektivitas Program Posyandu Lansia dalam Meningkatkan Kesejahteraan Lansia setiap hari Jumat sebanyak 2 kali semingga dalam satu bulan. Program ini dimulai pada Januari 2024 sehingga program ini baru berjalan sekitar 4 bulan. Desa Pak Laheng sebenarnya telah lama berdiri program posyandu lansia yaitu pada Tahun 2015 sehingga para lansia akan diberikan pelayanan kesehatan setiap satu bulan sekali yaitu berupa pemeriksaan kesehatan kondisi mental, pemeriksaan gizi, mengukur tekanan darah, asam urat dan gula darah serta dengan diberikan pelatihan senam lansia oleh pihak puskesmas setempat dan para kader-kader posyandu. Para lansia yang selalu mengikuti posyandu dan senam akan diberikan kostum olahraga khusus untuk para lansia, hal ini diberikan oleh pemerintah agar dapat memupuk semangat mereka dan agar para lansia selalu mau datang ke posyandu setiap bulannya untuk melakukan cek Para kader posyandu ini juga bekerja untuk memantau kesehatan lansia secara individu dan kader juga berperan untuk mengadakan penyuluhan kepada para lansia karena biasanya para lansia ini memiliki masalah kesulitan untuk keluar rumah maka dari itu kader yang mengunjungi secara langsung. Efektivitas dari program posyandu lansia ini juga memiliki beberapa peran penting yaitu, dapat meningkatkan aksesibilitas pelayanan kesehatan yang dimana posyandu lansia menyediakan pelayanan kesehatan dan sosial yang mudah diakses oleh para lansia. Lansia memungkinkan untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan secara berkala dan mendapatkan informasi tentang kesehatan yang dapat membantu mencegah dan mendeteksi penyakit sejak dini, dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan lansia dengan layanan kesehatan yang diberikan oleh posyandu lansia tersebut. Melalui posyandu lansia ini maka diharapkan para lansia dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kegiatan kesehatan. Posyandu lansia juga dapat membantu para lansia merasa lebih termotivasi untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kesehatan mereka sendiri dan mempromosikan kesehatan serta kesejahteraan di lingkungan mereka. Demikian dapat disimpulkan bahwa peran posyandu lansia sangatlah penting dalam meningkatkan kesejahteraan lansia di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho dan harus terus didukung serta dikembangkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat. Kader pembina posyandu lansia di Desa Pak Laheng yaitu Ibu Bidan (L). Para kader posyandu biasanya akan selalu berkonsultasi kepada pembina mereka terkait kendala yang dihadapi dalam memberikan pelayanan kepada lansia. Hal ini, karena para kader posyandu merupakan seorang pekerja sosial di masyarakat yang bekerja secara sukarela untuk membantu sesama terutama untuk kesejahteraan lasia dapat terjamin. Kendala Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 5. Nomor 2. September 2024: 162-178 yang dihadapi kader posyandu ini berupa: kurangnya pemahaman masyarakat terkait posyandu lansia karena kebanyakan dari masyarakat mengira bahwa Posyandu ini hanya untuk pelayanan kepada para lansia saja, padahal jika sudah berusia 15 Tahun keatas bisa mengikuti posyandu tersebut untuk melakukan pengecekan penyakit sejak dini agar di tanggulangi dan di haruskan mengikuti konsul secara rutin setiap 1 bulan sekali sesuai jadwal posyandu yang ada. Kader posyandu juga memiliki kendala pada perilaku lansia yang seringkali marah kepada petugas karena mereka menggangap bahwa kinerja petugas posyandu yang lalai dalam memberikan pelayanan sehingga menyebabkan antria panjang. Selain itu, untuk mengikuti posyandu lansia ini para kader tidak mewajibkan lansia untuk rutin mengikuti posyandu setiap bulannya dan itu kembali lagi kepada kesadaran masingmasing dari lansia serta keluarga lansia yang juga bertanggung jawab kepada anggota Aparatur Desa Pak Laheng juga sudah memberikan fasilitas posyandu lansia agar selalu tercukupi. Berdasarkan data yang diambil dari kepala kader posyandu lansia Desa Pak Laheng, jumlah lansia yang ikut berpartisipasi dalam posyandu lansia dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 1. Jumlah Lansia yang ikut berpartisispasi pada Posyandu Lansia Tahun 2023 s/d Tahun 2024 No. Tanggal Berkurang Bertambah 16 Januari 2023 - 15 Februari 2023 15 Februari 2023 Ae 15 Maret 2023 15 Maret 2023 Ae 14 April 2023 14 April 2023 Ae 15 Mei 2023 15 Mei 2023 Ae 15 Juni 2023 15 Juni 2023 Ae 17 Juli 2023 17 Juli 2023 Ae 15 Agustus 2023 15 Agustus 2023 Ae 15 September 2023 15 September 2023 Ae 16 Oktober 2023 Jumlah Lansia Yang Ikut Berpatisipasi 59 orang 66 orang 75 orang 76 orang 93 orang 85 orang 68 orang 63 orang 59 orang 1 orang ----25 orang -13 orang -8 orang 1 orang -17 orang -8 orang -9 orang 16 Oktober 2023 Ae 15 November 2023 15 November 2023 Ae 15 Januari 2024 15 Januari 2024 Ae 15 Februari 2024 15 Februari 2024 Ae 15 Maret 2024 76 orang 73 orang 62 orang 69 orang -6 orang 5 orang 8 orang --13 orang (Sumber tabel: Data dari kepala kader posyandu lansia di Desa Pak Laheng Kecamatan Toh. Dari penjabaran ini berdasarkan data perbulan jumlah lansia yang mengikuti posyandu semakin sedikit, padahal kader-kader posyandu telah melakukan jemput bola dan telah berupaya mensosialisasikan program posyandu kepada para lansia dengan menghimbau agar lansia mengikuti posyandu setiap bulan, maka dari itu peneliti tertarik Lusi. Brigida. Efektivitas Program Posyandu Lansia dalam Meningkatkan Kesejahteraan Lansia untuk melakukan penelitian terkait efektivitas program posyandu lansia di Desa Pak Laheng. Penelitian ini berfokus pada Efektivitas Program Posyandu Lansia Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Lansia Di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho. Pengkajian dilakukan terhadap pelaksanaan program posyandu lansia yang dapat berdampak pada kesejahteraan lansia dan masyarakat, dalam hal ini banyak para lansia di Desa Pak Laheng yang masih belum memiliki kesadaran atau keinginan untuk mengikuti posyandu setiap Tingkat kesejahteraan lansia dapat tercapai sesuai dengan tujuan dari posyandu ini, dengan adanya tim medis dari puskesmas setempat yang mempunyai tugas untuk membantu para kader posyandu lansia dalam melaksanakan pelayanan kepada para lansia setiap bulannya sehingga kondisi Kesehatan lansia dapat terkontrol dan meningkatkan kesejahteraan lansia. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tentang efektivitas program posyandu lansia di Desa Pak Laheng dengan menggunakan teori evaluasi kebijakan menurut Dunn. Penelitian ini menggunakan teori evaluasi kebijakan menurut Dunn (Warman et al. , 2. yaitu Efektivitas. Dunn . menjelaskan bahwa efektivitas merupakan suatu tindakan, terutama yang melibatkan penggunaan sumber daya, dinilai dari kemampuannya menghasilkan hasil yang diinginkan. Dalam konteks program pelayanan kesehatan lansia, efektivitas diukur dari seberapa jauh program tersebut mampu memenuhi tujuan yang telah ditetapkan, misalnya meningkatkan kualitas hidup lansia atau menurunkan angka kematian, dengan semakin tinggi tingkat pencapaian tujuan maka akan semakin efektif pula program tersebut dianggap. Efektivitas dengan kelima indikator yaitu . pemahaman program, . tepat sasaran, . ketepatan waktu, . pencapaian tujuan, dan . perubahan nyata. Penelitian yang dilakukan (Prasetyo Kiki Yudhi et al. , 2. penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan lansia, khususnya dalam kesehatan di Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati termasuk tinggi. Hal ini ditunjukan dengan responden lansia sebanyak 23 dari 30 lansia menyatakan . %) setuju bahwa posyandu lansia memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Selain itu, terdapat hambatan dalam pelaksanaan posyandu lansia di Kelurahan Sekaran di antaranya yaitu, kebijakan puskesmas yang tidak mengirimkan tenaga medisnya pada kegiatan posyandu lansia sehingga menghambat pelaksanaan posyandu lansia tersebut. Sedangkan pada penelitian ini efektivitas dari posyandu lansia di Desa Pak Laheng Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 5. Nomor 2. September 2024: 162-178 Kecamatan Toho terhadap kesejahteraan lansia sangat rendah, di lihat dari kurangnya partisipasi lansia di Desa tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh (Afifarachma Shinta Nur, 2. penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kader di posyandu lansia Ngudi Waras meliputi pemberian makanan tambahan (PMT), senam, dan pemeriksaan kesehatan untuk kebutuhan fisik lansia serta memberikan motivasi, penyuluhan, dan kunjungan wisata untuk kebutuhan Faktor pendukung dalam penelitian ini adalah kerjasama yang baik antar kader, sementara faktor penghambatnya termasuk penggunaan tensimeter digital yang tidak akurat dan keterbatasan partisipasi lansia. Sedangkan pada penelitian ini memiliki hambatan dari pemberian makanan tambahan (PMT), senam, serta fasilitas yang kurang dari para kader posyandu di karenakan kurangnya pendanaan dari perangkat Desa Pak Laheng Kecamatan Toho. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Efektivitas program posyandu lansia terhadap kesejahteraan lansia di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mendapatkan informasi detail tentang efektivitas program posyandu lansia. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi yang dilakukan oleh peneliti, yaitu menggunakan teknik observasi yang secara terus terang karena peneliti mengumpulkan data melalui informan secara langsung sehingga mengharuskan informan mengetahui tujuan peneliti. Wawancara ini dilakukan secara terstruktur yang mana peneliti menyusun lebih dahulu daftar pertanyaan yang digunakan saat wawancara. Pada saat melaksanakan wawancara ini, peneliti berusaha menciptakan hubungan yang baik agar informan bersedia bekerja sama dan merasa bebas berbicara yang kemudian dapat memberikan informasi yang sebenarnya. Sedangkan dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip dokumen, dan gambar yang berupa laporan serta keterangaan yang dapat mendukung penelitian ini. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Menurut Hardani et al . penelitian ini dilakukan dengan mengambil data primer melalui wawancara langsung terhadap keempat informan yang terlibat langsung dengan topik penelitian diantaranya adalah lansia, keluarga lansia, kader posyandu lansia, aparatur desa dan dari sumber data sekunder berupa dokumen-dokumen yang terkait. Lusi. Brigida. Efektivitas Program Posyandu Lansia dalam Meningkatkan Kesejahteraan Lansia Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu informan ditentukan dengan menggunakan asumsi dimana informan memahami dan terlibat langsung dalam pelaksanaan posyandu lansia. Adapun keterbatasan dalam melakukan penelitian ini, yaitu pada saat wawancara dengan lansia mengalami kendala saat berkomunikasi karena lansia yang memiliki gangguan pendengaran sehingga jawaban yang diberikan oleh lansia tidak sesuai dengan konteks yang ditanyakan peneliti. Maka hal ini menjadi kendala peneliti untuk mendapatkan informasi secara detail dari Adapun keterbatasan dalam melakukan penelitian ini, yaitu pada saat wawancara dengan lansia mengalami kendala saat berkomunikasi karena lansia yang memiliki gangguan pendengaran sehingga jawaban yang diberikan oleh lansia tidak sesuai dengan konteks yang ditanyakan peneliti. Maka hal ini menjadi kendala peneliti untuk mendapatkan informasi secara detail dari informan. Lokasi penelitian ini berada di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho. Fokus penelitian ini pada efektivitas program posyandu lansia di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanan program posyandu lansia di Desa Pak Laheng belum dapat dikatakan efektif di karenakan masih kurangnya partisipasi dari lansia dalam pelaksananan program Program posyandu yang dilaksanakan masih kurang memberdayakan lansia, akibat dari kurangnya antusias lansia di desa tersebut. Program posyandu dapat dikatakan efektif jika partisipasi lansia dapat memenuhi target dari pelaksanaan program tersebut, hingga meningkatkan kesejahteraan lansia melalui pelayanan dan pemeriksaan kesehatan(Nilasari. Mahendra Gita & Prabawati. Indah. Pada penelitian ini penulis membagi sub pembahasan hasil penelitian pada pokok bahasan di bawah ini dengan mengikuti indikator teori Evaluasi menurut Dunn: Pemahaman Program Sejauh mana semua pihak yang terlibat dalam program . elaksana, peserta, pemangku kepentinga. memahami tujuan, mekanisme, dan manfaat dari program Pemahaman yang baik akan memastikan bahwa semua pihak bekerja sama secara efektif menuju tujuan yang sama, jika pemahaman kurang maka program dapat berjalan tidak sesuai rencana dan tidak mencapai hasil yang optimal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa para kader posyandu lansia di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho telah memberikan program sosialisasi, senam sehat dan Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 5. Nomor 2. September 2024: 162-178 pemberian makanan tambahan (PMT) kepada Para lansia. Saat ini program yang masih berjalan yaitu sosialisasi dengan cara mendatangi satu per satu rumah atau jemput bola pada setiap rumah-rumah yang didalamnya terdapat lansia, biasanya para kader akan mendatangi rumah-rumah lansia setiap dua minggu sekali atau dua kali dalam satu bulan. kader posyandu melakukan sosialisasi ini dengan membagi beberapa tim yang nantinya akan turun masing-masing di beberapa RT/RW yang ada di Desa Pak Laheng, akan tetapi masih banyak lansia yang belum paham terkait program posyandu ini maka para kader posyandu dan perangkat desa terus berupaya agar para lansia mau mengikuti posyandu dengan cara mendatangi satu persatu rumah lansia, dan mengajak lansia untuk mengikuti senam sehat pada hari jumat. Selain itu, masyarakat di Desa Pak Laheng juga belum memahami program posyandu lansia ini maka diperlukan sebuah upaya dari perangkat desa yaitu dengan memberikan sosialisasi secara rutin kepada masyarakat. Namun, hal ini di nilai masih kurang efektif karena sosialisasi yang dilakukan hanya pada saat waktuwaktu tertentu saja seperti terlihat pada kutipan wawancara di bawah ini. Ibu Kepala Kader Posyandu Lansia di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho . April 2. AuPara lansia mengaku masih kurang informasi dan kurang memahami terkait manfaat yang didapatkan jika mengikuti posyandu lansia yang di adakan setiap satu bulan sekali di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho sehingga kebanyakan dari mereka tidak memahami terkait pentingnya literasi kesehatan, sehingga mereka merasa bahwa jika tidak mengikuti posyandu secara rutin juga tidak masalah karena tidak mungkin juga akan langsung berdampak buruk pada kesehatan mereka, hal ini dikarenakan masih kuranngnya himbauan tegas terhadap kewajiban para lansia untuk mengikuti posyandu setiap bulannyaAy. Pada hasil wawancara di atas dapat dilihat bahwa permasalahan yang dihadapi posyandu lansia di Desa Pak Laheng adalah kurangnya pemahaman lansia akan pentingnya mengikuti posyandu secara rutin. Lansia memerlukan bantuan untuk dapat memahami himbauan terkait posyandu lansia yang diberikan oleh kader-kader posyandu dengan memeberikan sosialisasi secara rutin dalam satu bulannya. Oleh karena itu program sosialisasi terhadap posyandu lansia ini semakin ditingkatkan mengingat banyaknya para lansia yang tidak ingin lagi mengikuti posyandu setiap bulan. Program sosialisasi dapat mempengaruhi keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu, dengan mendapatkan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang semakin mudah serta terjangkau (Silitonga. Febrilia. , et al. , 2. Program sosialisasi yang dilaksanakan Lusi. Brigida. Efektivitas Program Posyandu Lansia dalam Meningkatkan Kesejahteraan Lansia oleh kader posyandu di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho memberikan pemahaman terhadap posyandu lansia serta memberikan edukasi dan himbauan kepada masyarakat untuk dapat mengikuti pelaksanaan posyandu lansia tersebut. Berdasarkan data posyandu lansia di Desa Pak Laheng, jumlah lansia yang mengikuti posyandu dari Tahun 2023 sampai dengan awal Tahun 2024 dapat digambarkan sebagai Tabel 2. Jumlah Lansia yang berpartisispasi pada Posyandu Lansia Tahun 2023 s/d Tahun 2024 No. Tanggal Laki-Laki Perempuan Jumlah 16 Januari 2023 15 Februari 2023 15 Maret 2023 14 April 2023 15 Mei 2023 15 Juni 2023 17 Juli 2023 15 Agustus 2023 15 September 2023 16 Oktober 2023 15 November 2023 15 Januari 2024 15 Februari 2024 15 Maret 2024 (Sumber Tabel : Data dari kepala kader posyandu lansia di Desa Pak Laheng Kecamatan Toh. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah partisipasi lansia dalam mengikuti program posyandu lansia sangat rendah dikarenakan beberapa faktor internal dan ekternal. Jumlah lansia yang ikut serta dalam posyandu lansia mengalami peningkatan pada 15 juni 2023 sebanyak 55 orang dan mengalami penurunan pada 15 sepetember 2023 hanya sebanyak 25 orang, dalam hal ini Posyandu Lansia dapat efektif apabila dalam pelaksanaannya mencapai tujuan yang telah ditetapkan Kementerian Sosial, berikut beberapa indikator efektivitasnya menurut Sutrisno (Nurcintami Gladys, 2. Tepat Sasaran Sejauh mana program menjangkau kelompok sasaran yang telah ditentukan. Program yang tepat sasaran akan lebih efektif dalam memberikan manfaat kepada kelompok yang membutuhkan. Jika sasaran tidak tepat, program dapat menjadi kurang relevan dan kurang efektif. Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 19 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelayanan Sosial Lanjut Usia. Menurut Pinem seseorang dikatakan usia Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 5. Nomor 2. September 2024: 162-178 lanjut apabila telah berumur 60 Tahun ke atas (Yuswatiningsih. E & Suharriati. Ike. Oleh karena itu, kader posyandu lansia di Desa Pak Laheng memberikan program sosialisasi, senam sehat lansia dan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada lansia yang mengikuti posyandu setiap bulannya agar dapat berjalan sesuai tujuan. Namun saat ini program yang masih berjalan yaitu sosialisasi yang dilakukan setiap dua kali dalam sebulan karena, senam sehat merupakan sebuah program yang baru berjalan pada awal Januari 2024 dan sekarang tidak berkelanjutan karena terkendala dana sedangkan pemberian makanan tambahan (PMT) juga belum terlaksana dikarenakan terkendala dana bantuan dari Desa. Efektivitas dari program posyandu lansia di Desa Pak Laheng ini sudah tepat sasaran karena semua yang ikut dalam posyandu lansia adalah mereka yang sudah berumur 60 Tahun keatas. Berikut ini pernyataan hasil wawancara yang dilakukan. Ibu Sekretaris Kader Posyandu Lansia di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho . April 2. AuMenurut saya dengan adanya program posyandu lansia di Desa Pak Laheng ini sangatlah membantu para kaum lansia yang kurang mampu, karena mereka dapat diberikan pelayanan check up kesehatan serta obatobatan gratis dari pihak puskesmas setempat, apalagi jika lansia tersebut memiliki BPJS maka mereka tidak bayar biaya administrasi kecuali yang tidak memiliki kartu BPJS akan di kenakan tarif sebesar RP. 000 dan peserta ini dapat dikatakan sebagai peserta umum karena tidak ditanggung oleh BPJS KesehatanAy. Wawancara diatas terlihat bahwa sasaran dalam pelaksanaan program posyandu lansia ini sudah sangat tepat dan sudah efektif karena kebanyakan para lansia sudah merasakan manfaat dari adanya posyandu ini. Posyandu lansia di Desa Pak Laheng telah memberikan kontribusi sasaran dengan positif dalam akses pelayanan check up Adanya check-up kesehatan gratis dan obat-obatan gratis, lansia yang kurang mampu dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan yang dibutuhkan. Biaya administrasi yang terjangkau bahkan gratis bagi peserta BPJS dapat membantu meringankan beban finansial lansia. meskipun ada perbedaan biaya bagi peserta umum dan peserta BPJS, program ini tetap memberikan kesempatan bagi semua lansia untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Ketepatan Waktu Sejauh mana program dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Ketepatan waktu sangat penting untuk memastikan bahwa program berjalan dengan Lusi. Brigida. Efektivitas Program Posyandu Lansia dalam Meningkatkan Kesejahteraan Lansia lancar dan tidak terhambat. Keterlambatan dalam pelaksanaan program dapat mengurangi efektivitasnya. Oleh sebab itu, program sosialisasi atau himbauan yang diberikan oleh kader posyandu lansia di Desa Pak Laheng tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi atau pemahaman khususnya kepada para lansia agar dapat mengetahui bahwasannya posyandu lansia yang dilaksanakan setiap bulannya merupakan sebuah kewajiban yang harus mereka ikuti agar dapat terus mengkontrol tingkat kesehatan mereka, serta dapat menghimbau masyarakat sekitar untuk membantu memberikan pemahaman serta mempengaruhi para lansia supaya mau mengikuti Kader-kader posyandu melaksanakan program sosialisasi ini dengan mendatangi satu persatu rumah masyarakat yang terdapat lansia di dalam rumah tersebut biasanya dilakukan setiap 2 minggu sekali dalam satu bulannya. Hal ini juga dilakukan kepada setiap masyarakat yang mau mengikuti posyandu atau melakukan cek kesehatan saat posyandu lansia dilaksanakan, karena posyandu lansia ini juga terbuka untuk pelayanan selain lansia dalam artian usia 15 Tahun ke atas juga sudah boleh mengikuti posyandu ini agar dapat mendeteksi penyakit sejak dini seperti penyakit tidak menular. Kader posyandu lansia melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan informasi mengenai program-program yang ada di posyandu lansia dan pelaksanaan program dapat tersampaikan kepada masyarakat di Desa tersebut (Fiqri Putra Bafelannai & Sri Wahyuni, 2. Program posyandu lansia di Desa Pak Laheng melakukan sosialisasi kepada masyarakat desa, dengan jemput bola kepada lansia. Pelaksanaan sosialisasi ini dinilai tidak efektif karena dalam proses pelaksanaan himbauan yang dilakukan hanya pada saat-saat tertentu saja seperti 2 minggu sekali, padahal persoalan terhadap lansia ini merupakan permasalahan yang perlu segera di atasi agar program posyandu lansia dapat terus berjalan maka diperlukan sebuah solusi untuk dapat mengatasinya. Sedangkan program senam sehat lansia yang dilakukan setiap hari jumat saat ini belum berjalan lagi dan program pemberian makanan tambahan (PMT) juga belum terlaksana dikarenakan terkendala pendanaan dari desa, maka solusi yang dapat diberikan adalah dengan lebih meningkatkan lagi pelaksanaan sosialisasi atau himbauan kepada lansia dan masyarakat terkait posyandu ini dengan menambah waktu sosialisasi agar lebih efisien sehingga para lansia akan mulai tergerak untuk rajin mengikuti posyandu setiap bulan misalnya dengan melakukan sosialisasi setiap satu minggu dua kali, selain itu pelaksanaan senam sehat juga sebaiknya dilakukan setiap satu minggu sekali karena di Desa Pak Laheng senam sehat dilakukan setiap dua kali dalam sebulan sehingga menjadi tidak efektiv dan pemberikan Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 5. Nomor 2. September 2024: 162-178 makanan tambahan (PMT) yang belum terlaksana sampai saat ini sebaiknya dapat dilakukan setiap satu bulan sekali pada saat pelaksanaan posyandu agar waktu pelaksanaan dapat berjalan secara efektiv. Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan bahwa jadwal posyandu lansia di Desa Pak Laheng ini tidak menetap sehingga dapat membatasi partisipasi untuk ikut posyandu setiap bulannya, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas atau jadwal kegiatan yang padat. biasanya pelaksanaan posyandu lansia ini dilakukan setiap tanggal 15 namun dapat berubah dikarenakan beberapa hal seperti tanggal merah maupun hari libur lainnya, sehingga akibat perubahan jadwal yang sering terjadi menyebabkan para lansia menjadi binggung dan kurang konsisten dalam mengikuti posyandu. jadwal yang tidak fleksibel dan sering berubah belum tentu dapat mengakomodasi kebutuhan serta preferensi lansia secara optimal. Pencapaian Tujuan Sejauh mana program berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pencapaian tujuan adalah indikator utama keberhasilan suatu program. Jika tujuan tidak tercapai, maka program dianggap tidak efektif. Program posyandu lansia bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terhadap lansia, dengan berupaya memberdayakan lansia untuk kesejahteraannya (Yulia Roza & Lince Magriasti, 2. Program posyandu lansia di Desa Pak Laheng bertujuan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan lansia, namun implementasi program posyandu lansia ini belum berjalan dengan baik dan belum mencapai target, dikarenakan program yang berjalan saat ini hanya sosialisasi, dan program lainnya seperti senam sehat dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) belum berjalan dan sedikitnya jumlah lansia yang mengikuti posyandu sehingga hal inilah yang menyebabkan tingkat pencapaian dari tujuan posyandu tersebut belum tercapai sepenuhnya. Sosialisasi dilakukan untuk mengajak masyarakat serta para lansia agar mau mengikuti posyandu yang dilaksanakan setiap bulan sehingga permasalahan terkait para lansia yang tidak mau mengikuti posyandu dapat menjadi berkurang karena posyandu ini muncul berdasarkan permasalahan lansia yang terjadi di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho. Oleh karena itu, diperlukan upaya dan perhatian khusus dari perangkat desa dan kader posyandu lansia untuk dapat melaksanakan sosialisasi secara efisien agar mewujudkan pencapaian tujuan dari program posyandu Lusi. Brigida. Efektivitas Program Posyandu Lansia dalam Meningkatkan Kesejahteraan Lansia lansia serta dapat mengatasi dan mengurangi persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dan lansia, maka tujuan posyandu lansia dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Berdasarkan penilitan langsung yang dilakukan di puskesmas lama, paud dan rumah radangk Desa Pak Laheng Kecamatan Toho masih sedikitnya jumlah lansia yang mengikuti posyandu pada saat itu, hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi terkait posyandu lansia masih belum memadai karena terbukti masih banyak penemuan-penemuan di lapangan yang menjadi bukti nyata bahwa posyandu tersebut belum berjalan sesuai tujuan yang Demikian program sosialisasi sudah terealisasi dan berjalan, namun masih perlu disukseskan seluruhnya. Oleh karena itu, persoalan tersebut perlu diberikan Solusi agar tujuan dari posyandu lansia dapat berjalan sesuai harapan, yaitu dengan memberikan fasilitas posyandu yang memadai serta dengan memberikan pemahaman yang cukup agar dapat mengurangi permasalahan tersebut, masyarakat dan perangkat desa juga harus diberikan pemahaman mengenai pelaksanaan posyandu lansia ini agar tidak lagi berdampak pada terhambatnya suatu tujuan yang diinginkan. Perubahan Nyata Adanya perubahan yang signifikan dan berkelanjutan sebagai hasil dari pelaksanaan Perubahan nyata menunjukkan bahwa program telah memberikan dampak yang positif dan berkelanjutan. Perubahan ini bisa berupa perubahan perilaku, pengetahuan, sikap, atau kondisi sosial. Posyandu lansia di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para lansia. Selain itu, program sosialisasi terkait posyandu ini juga bertujuan agar dapat memberikan pemahaman dan himbauan kepada para lansia, keluarga lansia dan masyarakat di Desa Pak Laheng. Program posyandu lansia yang ada di desa tersebut dapat menjadi tempat bagi mereka untuk diberdayakan atau diberikan pelayanan kesehatan. Kader posyandu melakukan kegiatan sosialisasi untuk mengajak para lansia dan masyarakat sekitar agar dapat ikut serta dalam kegiatan posyandu lansia di setiap bulannya karena hal ini sangatlah penting dan wajib untuk dilakukan. Perubahan nyata dari kegiatan posyandu lansia yang diberikan kepada lansia dan masyarakat berupa kegiatan sosialisasi yang telah diwujudkan dan dilaksanakan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku di Desa Pak Laheng. Penyelenggaraan kegiatan sosialisasi tersebut juga sesuai dengan tujuan dari posyandu lansia yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan lansia. Perubahan nyata dari adanya posyandu ini terjadi pada lansia yang tidak mau mengikuti posyandu maka para kader Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP). Volume 5. Nomor 2. September 2024: 162-178 akan langsung melakukan jemput bola atau mendatangi langsung rumah mereka. Sosialisasi posyandu penting bagi lansia, karena dengan adanya sosialisasi lansia mendapatkan pemahaman dan informasi tentang pelaksanaan posyandu dalam setiap bulannya (Siti Nur Ainiah et al. , 2. Jemput bola ini meberikan perubahan kepada lansia sehingga lansia mau ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan posyandu, meskipun tidak rutin untuk setiap bulan. Selain itu, lansia yang tidak suka olahraga maka dengan adanya program senam sehat mereka mulai mau mengikuti secara rutin walaupun secara mandiri di rumah masing-masing ketika tidak ada pelaksanaan senam sehat dan biasanya lansia juga melakukan jalan sehat setiap pagi secara mandiri, maka program posyandu yang dilaksanakan sudah memberikan kemajuan dan perubahan terhadap lansia. Pemahaman masyarakat sekitar terhadap posyandu lansia di daerah mereka masih perlu ditingkatkan lagi sehingga para lansia akan tergerak untuk mengikuti posyandu secara rutin. Oleh sebab itu, perangkat desa juga diharapkan lebih memperhatikan lagi program posyandu yang telah dilaksanakan para kader terkait kegiatan sosialisasi posyandu lansia untuk mengatasi persoalan yang ada pada saat ini. Kegiatan sosialisasi ini harus dilakukan evaluasi agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan dari program posyandu lansia yang telah ditetapkan di Desa Pak Laheng Kecamatan Toho. Berdasarkan data posyandu lansia Desa Pak Laheng, terjadi suatu penurunan angka partisipasi masyarakat terutama lansia, kebijakan program posyandu lansia ini dapat dinilai belum memadai dikarenakan pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan belum sepenuhnya optimal. SIMPULAN Program Posyandu Lansia di Desa Pak Laheng. Kecamatan Toho, telah menunjukkan tingkat efektivitas yang bervariasi. Dari lima indikator efektivitas yang diukur, program ini memenuhi dua indikator, yaitu tepat sasaran dan perubahan nyata, dengan adanya peningkatan partisipasi lansia sebagai hasil dari kegiatan sosialisasi dan pendekatan jemput bola. Namun, pemahaman lansia tentang pentingnya posyandu, ketepatan waktu pelaksanaan, dan pencapaian tujuan program masih memerlukan perbaikan. Untuk meningkatkan efektivitas program, perlu dilakukan sosialisasi yang lebih intensif, penjadwalan yang lebih fleksibel, serta evaluasi dan pengembangan program secara Dengan langkah-langkah tersebut, program Posyandu Lansia diharapkan dapat mencapai hasil yang lebih optimal dalam meningkatkan kesejahteraan lansia. Lusi. Brigida. Efektivitas Program Posyandu Lansia dalam Meningkatkan Kesejahteraan Lansia UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada para dosen dan pembimbing mata kuliah yang telah memberikan saran serta masukan sehingga penulisan artikel ini dapat menjadi lebih baik. Kami juga berterima kasih kepada tim redaksi Jurnal Intervensi Sosial Dan Pembangunan (JISP). Terima kasih juga kepada para informan dari masyarakat, keluarga lansia, kader posyandu lansia dan aparatur desa yang telah ikut serta dalam pembuatan artikel ini dan tidak lupa juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang juga mendukung penulisan artikel ini. Penulis juga menyadari bahwa dalam penelitian ini masih banyak keterbatasan penelitian yang perlu diatasi dalam penulisan artikel ini, yaitu metode penelitian dan sumber informasi atau data di lapangan. Penulis berharap pada penelitian selanjutnya, metode dan sumber data yang diperoleh dapat lebih relevan untuk perbaikan dan pengembangan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA Afifarachma Shinta Nur. Strategi Kader dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Lansia di Posyandu Lansia Ngudi Waras Kampung Tejokusuman. Journal Of Society And Continuing Education, 4. Endang Yuswatiningsih, & Hindyah Ike Suharriati. Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Kemandirian Lansia Dalam Memenuhi Kebutuhan Sehari Hari. Jurnal Hospital Majapahit, 13. Febrilia Dewi Christiani Silitonga. Sri Suwitri, & Aufarul Marom. Evaluasi Dampak Program Puskesmas Santun Usia Lanjut di Kota Semarang. Journal of Public and Management Review, 5. Fiqri Putra Bafelannai, & Sri Wahyuni. Efektivitas Program Posyandu Lansia AuSehat CeriaAy Kelurahan Medokan Semampir Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya. Jurnal Aplikasi Administrasi, 24. Hardani. Nur Hikmatul Auliya. Helmina Andriani. Roushandy Asri Fardani. Jumari Ustiawaty. Evi Fatmi Utami. Dhika Juliana Sikmana. Ria Rahmatul Istiqomah, & Husnu Abadi. Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif (Cetakan I). Pustaka Ilmu.