Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Februari 2024, pp. Aksi Bersama Dalam Mencegah Stunting Di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Nurmala Sari1. Siltia Hema Rida2 1,2. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning Dumai E-mail: chikumalasari@gmail. Abstrak Kata Kunci Aksi Mencegah Stunting Masalah utama yang dihadapi Indonesia dalam menyongsong Indonesia Sejahtera Tahun 2025 dan Generasi Emas Tahun 2045 berkaitan dengan persoalan kemiskinan, status gizi dan Salah satu ancaman terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah masalah percepatan penurunan stunting. Berdasarkan hasil survey status gizi Balita pada tahun 2022, prevalensi stunting Indonesia sebesar 21,6 persen. Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) diharapkan menjadi sebuah potensi untuk pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam upaya penurunan stunting. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai salah satu peran aktif dosen untuk terjun ke masyarakat dalam mendharmabaktikan ilmu pengetahuan dan keahliannya yang konstruktif untuk lebih meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting. Abstract Keywords Action Prevent Stunting The main problems faced by Indonesia in welcoming a Prosperous Indonesia in 2025 and the Golden Generation in 2045 are related to poverty, nutritional status and health. One of the threats to improving the quality of human resources is the problem of accelerating the reduction of stunting. Based on the results of a survey on the nutritional status of toddlers in 2022, the prevalence of stunting in Indonesia is 21. 6 percent. Quality Family Villages (Kampung KB) are expected to become a potential for empowering communities and families in efforts to reduce stunting. Therefore, this Community Service (PKM) activity is carried out as one of the active roles of lecturers to go out into the community to dedicate their knowledge and expertise. which is constructive to further increase community empowerment in stunting prevention. Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Februari 2024, pp. Latar Belakang Persoalan kemiskinan, status gizi dan kesehatan dewasa ini masih menjadi masalah utama di Indonesia dalam menyongsong Indonesia Sejahtera Tahun 2025 dan Generasi Emas Tahun 2045. Salah satu ancaman terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah masalah percepatan penurunan Berdasarkan hasil survei status gizi Balita pada tahun 2022, prevalensi stunting Indonesia sebesar 21,6 persen. Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) diharapkan menjadi sebuah potensi untuk pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam upaya penurunan stunting. Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia, begitu juga di Kota Dumai. Stunting adalah istilah yang digunakan dalam menggambarkan kondisi di mana anak tidak mencapai tinggi badan dan pertumbuhan fisik yang seharusnya sesuai dengan usianya. Stunting terjadi ketika anak mengalami kekurangan gizi kronis, terutama pada masa awal kehidupannya, yang dapat mempengaruhi perkembangan otak, tubuh, dan organ lainnya. Stunting merupakan indikator kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak yang tidak memenuhi batas normal untuk usia anak tersebut (Akhyar et al. , 2. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Unicef, anak-anak yang mengalami stunting memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan lainnya, seperti infeksi saluran pernapasan, masalah gizi, dan gangguan pertumbuhan (Akhyar et , 2. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 21,6 persen pada Angka ini turun 2,8 poin dari tahun sebelumnya. Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menempati posisi teratas dengan angka balita stunting sebesar 35,3 persen. Meski masih berada di posisi puncak, namun prevalensi balita stunting di NTT menurun dari 2021 yang sebesar 37,8 persen. Di Provinsi Riau angka balita stunting sebesar 17 persen, berada pada posisi 29 dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia. Meskipun angka stunting di Riau lebih baik dibanding tahun 2021 sebesar 22,3 persen. Angka stunting di Provinsi Riau tahun 2022 berhasil turun 5,3 persen, namun ada beberapa daerah yang mengalami kenaikan ataupun penurunan. Stunting merupakan ancaman terhadap kualitas hidup, produktivitas, dan daya saing terhadap pembangunan sumber daya manusia, sebagai dampak dari terganggunya pertumbuhan otak dan perkembangan metabolisme tubuh dalam jangka panjang. Selain itu, stunting juga dapat mempengaruhi kemampuan anak belajar, menyebabkan keterbelakangan mental dan munculnya penyakit kronis ditubuh anak. Pencegahan dan penurunan stunting, merupakan salah satu isu strategis dalam prioritas pembangunan baik nasional maupun Provinsi Riau. Kota Dumai salah satu kabupaten/kota di Riau yang angka stuntingnya menurun hingga 10,2 persen dibandingkan pada tahun 2021. Namun demikian tidak menutup kemungkinan angka stunting itu bisa naik lagi kalau pemerintah dan masyarakat lalai dalam mengawal angka stunting di Kota Dumai. Untuk itu diperlukannya kerjasama antara pemerintah, stakeholder yang berkait, pihak swasta, sekolah tinggi dan masyarakat dalam mengawal dan memperhatikan angka stunting di Kota Dumai, sehingga angka stunting di Kota Dumai menjadi nol . Kampung Keluarga Berkualitas diharapkan menjadi ujung tombak untuk mengatasi masalah Sejak adanya Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas mendukung keterlibatan lintas sektor di Kampung Keluarga Berkualitas dengan mensinergikan program dan kegiatan dari Kementerian/Lembaga berbasis desa/kelurahan menjadikan kegiatan yang ada di Kampung KB semakin aktif dan sangat berdampak positif bagi masyarakat Kelurahan Laksamana. Hal ini didukung juga dengan regulasi berupa Surat Keputusan Wali Kota Dumai Tahun 2023 dengan nomor: 476/200/2023 Tentang Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Kota Dumai sehingga semua lintas sektor dan lintas program terpusat di Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota. Kampung Keluarga Berkualitas Keberkahan Bersama Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota dicanangkan pada tanggal 29 Agustus 2017. Setiap kegiatan dan program yang dilaksanakan di Kampung KB dapat dirasakan kebaikan dan manfaatnya bersama-sama terutama kebutuhan masyarakat terpenuhi. Adanya Peraturan Peraturan Presiden No 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting membuat Kampung KB Keberkahan Bersama lebih inisiatif dan inovasi sehingga mempunyai inovasi berupa GAZING (Gazebo Infaq Stuntin. yang berkolaborasi dari Pokja Agama. Reproduksi. Pendidikan dan Pembinaan Lingkungan. Gazing ini dimanfaatkan sebagai wadah pertemuan pemberian KIE bagi keluarga berisiko stunting dengan pemberian makanan bergizi dari infaq kelompok perwiridan dari kelompok poktan, dasa wisma yang ada di Kelurahan Laksamana. Pencegahan stunting tidak hanya tentang perbaikan gizi, tetapi juga tentang lingkungan, dan mengembangkan gaya hidup sehat sejak dini. Lingkungan yang tidak sehat, air yang tidak bersih, gaya hidup tidak sehat, dan lainnya dapat mengganggu gizi anak dan kesehatan. Stunting disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kebersihan yang Sebanyak 67 persen stunting disebabkan oleh kurangnya akses terhadap air bersih, pengelolaan sampah yang tidak terstruktur, dan 42,4 persen karena pengelolaan sampah yang buruk (Marta et al. , 2. Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Februari 2024, pp. Metode Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Kampung KB Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota Hari/Tanggal : Senin/13 Maret 2023 Pukul : 09. 00 WIB s. Selesai Tempat : Gazebo Balai KB Kelurahan Laksamana Metode yang diterapkan dalam kegiatan PKM ini adalah Penyuluhan/Pelatihan dan Simulasi (Education Approac. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta dalam topik yang dibahas. Teknik Penyuluhan Dua teknik penyuluhan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah: Teknik Komunikasi Informatif: Teknik ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada peserta tentang topik yang Informasi disampaikan secara jelas, ringkas, dan mudah dipahami. Materi penyuluhan dapat disampaikan melalui berbagai media, seperti ceramah, presentasi, demonstrasi, dan video. Teknik Komunikasi Persuasif: Teknik ini bertujuan untuk mempengaruhi peserta agar menerima dan mengamalkan informasi yang Teknik ini dapat dilakukan dengan cara memberikan contoh, testimoni, dan Pendekatan Komunikatif Melalui pendekatan komunikatif, diharapkan terjalin interaksi sosial yang interaktif, konstruktif, kondusif, dan dinamis antara Tim PKM dan peserta selama kegiatan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara: Menyediakan waktu untuk tanya jawab dan Menggunakan metode pembelajaran yang Menciptakan suasana yang nyaman dan aman untuk belajar Tujuan Pendekatan Komunikatif Tujuan dari pendekatan komunikatif adalah: Meningkatkan pemahaman peserta terhadap Meningkatkan partisipasi dan keaktifan peserta Meningkatkan keterampilan dan sikap peserta Membuat kegiatan belajar mengajar lebih efektif dan menyenangkan Hasil yang Diharapkan Dengan menggunakan metode Penyuluhan/Pelatihan dan Simulasi (Education Approac. dan pendekatan komunikatif, diharapkan peserta PKM dapat: Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap tentang topik yang dibahas Menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari Menjadi agen perubahan di lingkungannya Hasil dan Pembahasan Kegiatan ini diawali oleh sambutan dari Ketua PKM, lalu dilanjutkan dengan sambutan Ketua KB Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota, kemudian berdoa yang dipimpin oleh salah seorang pemuda di Kampung KB Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota, dan dengan acara perkenalan. Tim PKM yang terdiri dari Dosen dan mahasiswa diperkenalkan oleh Ketua LPPM STIA Lancang Kuning Dumai, sedangkan persatuan pemuda diperkenalkan oleh Ketua Kampung Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota. Selanjutnya adalah acara puncak kegiatan PKM, yaitu penyampaian materi oleh Dosen STIA Lancang Kuning Dumai yang berperan sebagai narasumber. Intisari materi tersebut adalah masyarakat mempunyai peran dalam pencegahan stunting. Peran memiliki makna yang sangat Para ahli mengatakan bahwa partisipasi atau peran masyarakat pada hakikatnya adalah sikap dan perilaku namun batasannya tidak jelas, akan tetapi mudah dirasakan, dihayati dan diamalkan namun sulit untuk dirumuskan. Peran masyarakat dalam bidang kesehatan adalah keadaan dimana individu, keluarga maupun masyarakat umum ikut serta bertanggung jawab terhadap kesehatan diri, keluarga ataupun kesehatan masyarakat lingkungannya (Dep Kes RI, 1997, hal . Oleh karena itu, peran masyarakat dalam mencegah stunting adalah kunci dalam upaya mengatasi masalah kesehatan ini secara efektif. Tujuan peran masyarakat adalah untuk: meningkatkan peran dan kemandirian, dan dengan lembaga-lembaga non pemerintah yang memiliki visi yang sesuai. meningkatkan kuantitas jejaring kelembagaan dan organisasi non pemerintah dan masyarakat. memperkuat peran aktif masyarakat dalam setiap tahap dan proses pembangunan melalui peningkatan jaringan kemitraan dengan masyarakat (Dep Kes RI, 1997, hal . Pelaksanaan kegiatan PKM ditutup dengan foto bersama yang dapat dilihat pada Gambar 1. Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at: http://ejournal. stia-lk dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Februari 2024, pp. Gambar 1. Foto Bersama Kesimpulan Kegiatan PKM di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota telah dilaksanakan dengan baik. Seluruh peserta mampu memahami pentingnya mencegah dan menurunkan angka stunting. Adanya pendekatan holistik dan kolaboratif yang bertujuan untuk mengatasi stunting dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan berbagai sektor terkait. Dalam upaya ini. KB menjadi platform yang memfasilitasi implementasi lima pilar strategis yang mencakup gizi dan nutrisi yang baik, perawatan kesehatan yang adekuat, pelayanan air bersih dan sanitasi yang memadai, pendidikan dan kesadaran masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor. https://doi. org/10. 37859/abdimasekodiks Priyono. Strategi Percepatan Penurunan Stunting Perdesaan (Studi Kasus Pendampingan Aksi Cegah Stunting diDesa Banyumundu. Kabupaten Pandeglan. Jurnal Good Governance, 16. , 149Ae https://doi. org/10. 32834/gg. Purbowati. Ningrom. , & Febriyanti. Gerakan Bersama Kenali. Cegah, dan Atasi Stunting Melalui Edukasi Bagi Masyarakat di Desa Padamara Kabupaten Purbalingga. AS- SYIFA: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat,2. ,15. https://doi. org/10. 24853/assyifa. 1 5-22 Sari. Partisipasi Masyarakat dalam Program Kampung KB Selama Covid-19 Ditinjau dari Fungsi Keluarga di Kota Dumai. Timisela. Leatemia. Polnaya. Kembauw. Mailoa. Nurjannah. Matulessy, . Latuconsina. Tuharea,R. Fitriani. , & Ayuhan. Implementasi Pemberdayaan Kampung Keluarga Berkualitas Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting. JurnalIlmu Pengetahuan Sosial, 10. , 572Ae582. http://jurnal. id/index. php/nusantara/in Yulianti. , & Astari. Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan. Jurnal Kesehatan, 8. ,10Ae15 Setelah PKM ini dilakukan diharapkan kader posyandu dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak secara optimal, memastikan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan, serta mengurangi prevalensi stunting dalam Daftar Pustaka