e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 ,Oktober 2021 E-ISSN STUDI TENTANG DIVIDEN SAHAM PADA PERUSAHAAN LQ 45 DI BURSA EFEK INDONESIA Oleh Arief Budiman Universitas Widya Kartika Surabaya Email : arief@widyakartika. Abtract Salah satu yang diharapkan oleh investor dalam berinvestasi saham adalah mendapatkan dividen atas keuntungan perusahaan. LQ 45 merupakan indeks kumpulan 45 saham teraktif yang merupakan cermin suatu saham tersebut sangat diminati pasar, permasalahan penelitian ini untuk mengkaji apakah saham yang liquiditasnya tinggi berbanding lurus dengan besarnya dividen yang dibagikan kepda Investor. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa dari 45 emiten anggota LQ45 ditemukan 40 emiten membagikan dividen sedangkan 5 emiten tidak membagikan dividen. Hasil penelitian juga menemukan 11 emiten memiliki dividend payout ratio besar kepada pemegang saham diatas 50%. Kata Kunci : Dividen. LQ45. Yield Saham PENDAHULUAN LQ 45 merupakan Indeks 45 saham yang paling aktif di bursa efek Indonesia yang dilihat dari frequensi dan kapitalitasi pasar di BEI, besarnya frekuensi dan kapitalisasi pasar saham LQ 45 menandakan kalau saham tersebut sangat diminati oleh investor sehingga saham tersebut sangat liquid. Para investor sangat senang mengoleksi saham yang liquiditasnya tinggi karena memiliki nilai gain yang tinggi pula sehingga investor mendapatkan keuntungan. Selain itu perusahaan yang masuk dalam LQ 45 merupakan perusahaan yang besar dengan kapitalisasi pasar diatas 20 Milyar perhari menunjukkan perusahaan tersebut memiliki prospek jangka panjang serta pertumbuhan dividen dan kelangsungan perusahaan lebih terjamin bila dibandingkan dengan perusahaan yang kapitalisasi pasarnya kecil. Salah satu pertimbangan investor untuk membeli saham perusahaan adalah mendapatkan keuntungan melalui dividen yang dibagikan atas keuntungan perusahaan yang diperoleh perusahaan. Banyak faktor yang dipertimbangkan perusahaan sebelum menetapkan keuntungan perusahaan, apakah dibagi dalam bentuk dividen ataukah ditahan sebagai tambahan modal perusahaan. Hampir semua investor menginginkan laba perusahaan dibagi dalam bentuk dividen sebagai timbal balik atas modal yang ditanamkan perusahaan, namun Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 ,Oktober 2021 E-ISSN bagi direksi perusahaan menganggap perusahaan masih membutuhkan dana untuk perluasan Penelitian ini mencoba untuk mengkaji apakah saham teraktif yang tergabung dalam LQ45 memberikan tingkat dividen yang tinggi kepada pemegang saham, penelitian ini sangat penting untuk menganalisis kebijakan dividen yang dilakukan oleh perusahaan sehingga investor dapat mengetahui dan merasakan dampak dari liquiditas saham perusahaan berdampak atau tidak terhadap besarnya dividen yang diterima oleh investor. Menurut Samrotun . kebijakan dividen merupakan keputusan yang diambil perusahaan untuk menetapkan apakah laba perusahaan dibagi dalam bentuk dividen atau tidak dibagi dan digunakan sebagai laba ditahan untuk pembiayaan perusahaan dimasa yang akan Ada beberapa alasan perusahan dalam menentukan kebijakan dividen. Menurut Samrotun . ada beberapa faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen yaitu Undangundang. Posisi liquiditas perusahaan. Kebutuhan terhadap kewajiban hutang perusahaan, rencana ekspansi perusahaan. Tingkat laba yang diperoleh. Stabilitas Laba. Akses pemenuhan modal serta pengendali perusahaan. Menurut Latarasati . Kebijakan dividen perusahaan sangat dipengaruhi oleh kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional serta kebijakkan perusahaan, dimana kepemilikan manajerial yang tinggi cenderung untuk membagikan dividen yang rendah kepada pemegang saham sedangkan pendanaan perusahaan yang mempunyai komposisi hutang yang besar akan menjadi sebuah pertimbangan dalam menentukan dividen dibayarkan atau ditahan sebagai laba perusahaan. Selanjutnya Chistiany Dewi . melakukan penelitian yang menemukan kebijakan dividen sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kepemilikan managerial, intitusional, kebijakan perusahaan, profitabilitas, serta ukuran perusahaan yang tinggi lebih cenderung untuk memberikan dividen yang kecil dan penelitian ini juga menemukan fakta perusahaan besar lebih cenderung menaikkan kebijakan dividen dari pada perusahaan kecil. Dividend Payout Ratio suatu perusahaan sangat penting bagi investor sebagai dasar memutuskan untuk menahan saham atau tidak dalam jangka waktu yang lama, investor jangka panjang lebih mengutamakan dividen serta prospek pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang. Pada setiap pembagian dividen investor selalu memperhatikan besar kecilnya yield saham. Yield saham merupakan prosentase dividen yang diberikan perlembar saham yang akan dibandingkan oleh investor dengan harga saham, untuk mengambil dividen tersebut layak atau tidak untuk diambil investor memiliki pertimbangan diantaranya adalah suku bunga serta risiko penurunan harga setelah cum dividen. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 ,Oktober 2021 E-ISSN METODE PENELITIAN Jenis penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang mencoba untuk menganalisis apakah liquiditas saham yang tinggi berbanding lurus dengan besarnya dividen yang diterima oleh pemegang saham, penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang masuk LQ45 dimana perusahaan LQ 45 merupakan saham paling liquid dari segi frekuensi perdagangan maupun kapitalisasi pasar di BEI. Penelitian ini sangat penting bagi investor mengingat antusias pasar pada saham LQ45 menandakan perusahaan tersebut mempunyai performance yang baik dimata investor sehingga investor mempunyai harapan atau return dari saham yang ditanamkan. Untuk mendapatkan kajian yang mendalam maka analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif Sugiyono . , dimana penelitian ini akan mengkaji kebijakan dividen perusahaan anggota LQ 45 dengan membandingkan tingkat dividend payout ratio perperusan. Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang masuk dalam Indeks LQ45 pada periode Agustus 2019 sampai dengan Januari 2020, sedangkan tahun buku yang dijadikan data penelitian yaitu periode laporan keuangan perusahaan tahun 2017 yang diambil dari ringkasan performa perusahaan tercatat LQ 45 yang dipublikasikan oleh BEI. Seluruh populasi akan dijadikan sampel penelitian yaitu 45 perusahaan LQ45 atau metode sensus. Metode Pengumpulan data Metode pengumpulan data dividen, dividend pyout rasio dalam penelitian ini dilakukan dengan melihat publikasi perusahaan LQ45 yang ada di laporan performa perusahaan tercatat LQ45 yang dipublikasikan oleh BEI pada periode Agustus 2019 sampai Januari 2020. Sedangkan tahun buku yang diteliti adalah laporan keuangan perusahaan tahun buku 2017 dengan melihat. Dividend Payout Rasio dan Yield saham yang dipublikasikan dalam Metode Analisis Data Untuk mengkaji Kebijakan dividen pada perusahaan LQ 45 digunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini sangat tepat untuk menggambarkan keadaan atau suatu perusahaan yang diukur dengan membandingkan Dividen Payout Rasio antar perusahaan anggota LQ 45 di Bursa Efek Indonesia. Sugiyono . Penggunaan perbandingan dividen payout rasio sangat penting untuk mengetahui prosentase besarnya keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sebagai imbal hasil atas kinerja keuangan perusahaan. Dengan analisis tersebut dapat diketahui perusahaan yang memiliki prosentase dividend payout ratio Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 ,Oktober 2021 E-ISSN paling besar diantara perusahaan LQ 45 serta perusahaan yang tidak membagikan dividen kepada pemegang saham. PEMBAHASAN Setelah dilakukan pengumpulan data melalui data sekunder yaitu melihat publikasi laporan performa perusahaan tercatat anggota LQ 45 periode Agustus 2019 sampai Januari 2020 dengan menggunakan laporan keuangan tahun buku 2017 maka didapatkan data perusahaan yang memberikan cash dividen sebagai berikut: Tabel 1 Dividend Payout Ratio Perusahaan LQ 45 Tahun Keuangan 2017 No. Emiten Dividen (R. Payout Rasio (%) Yield (%) No. Emiten Dividen (R. Payout Rasio (%) Yield (%) ADRO INTP AKRA ITMG ANTM JPFA ASII JSMR BBCA KLBF BBNI LPPF BBRI MEDC BBTN MNCN BMRI PGAS BRPT PTBA BSDE PTPP BTPS PWON CPIN SCMA CTRA SMGR ERAA SRIL EXCL TKIM GGRM TLKM HMSP TPIA ICBP UNTR INCO UNVR INDF WIKA INDY WSKT INKP Sumber : Laporan Performa Perusahaan Tercatat Anggota LQ 45 Agustus 2019 -Januari 2020. Berdasarkan data tabel diatas penelitian ini akan membahas, besarnya dividen perlembar saham dan Dividen Payout Rasio yaitu prosentase keuntungan perusahaan yang Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 ,Oktober 2021 E-ISSN dibagikan kepada pemegang saham dan yield saham yaitu prosentase dividen perlembar saham yang dibandingkan harga saham pada tahun buku 2017. Dari hasil tabulasi data diatas diketahui Emiten ADRO memberikan dividen kepada pemegang saham yang dilihat dari dividend payout ratio atau prosentase keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sebesar 52,58% atau sebesar 107,64 perlembar saham dengan nilai yield saham 5,79%. Yield saham merupakan perbandingan dividen persaham yang dibandingkan dengan harga saham. Untuk emiten AKRA memiliki rasio DPR sebesar 52,58% atau senilai dengan 200 Rupiah perlembar saham sedangkan untuk yield saham AKRA sebesar 3,15% dari harga saham. Selanjutnya ANTM dengan rasio DPR 35,03% atau 1,99 Rupiah perlembar saham dengan nilai yield saham ANTM sebesar 5,79%. Kemuadian ASII mempunyai rasio DPR sebesar 39,67% atau 185 Rupiah perlembar saham dengan nilai yield ASII sebesar 2,23. selanjutnya BBCA dengan dilai DPR sebesar 26,97% atau 225 Rupiah perlembar saham dengan nilai yield BBCA sebesar 1,16% perlembar saham. BBNI memiliki rasio DPR sebesar 35% atau 255,56 Rupiah perlembar saham, untuk nilai yield BBNI diketahui sebesar 2,58%. BBRI memiliki rasio DPR sebesar 45,41% atau 106,75 rupiah perlembar saham, untuk yield BBRI tercatat 2,93%. BBTN memiliki rasio DPR sebesar 20% atau 57,18 Rupiah perlembar saham, kemudian yield BBTN tercatat 1,60%. BMRI memiliki rasio DPR sebesar 45% atau 199,03 perlembar saham, untuk yield BMRI tercatat 2,49%. BRPT memiliki rasio DPR sebesar 31,97% atau 24,43 Rupiah perlembar saham, dengan nilai yield BRPT tercatat 1,08%. BSDE tidak membagikan dividen tahun buku 2017. BRPT belum ada data. CPIN memiliki rasio DPR sebesar 36,76% atau 56,00 perlembar saham dengan yield CPIN sebesar 1,87%. CTRA memiliki rasio DPR sebesar 17. 31% atau 9,50 rupiah perlembar saham, dengan nilai yield CTRA sebesar 0,83%. ERAA memiliki rasio DPR sebesar 32,46% atau 38,00 rupiah perlembar saham dengan nilai yield ERAA sebesar 5,17%. GGRM memiliki rasio DPR sebesar 64,51% atau 2,600,00 rupiah perlembar saham, adapun yield GGRM tercatat 3,10%. HMSP memiliki rasio DPR sebesar 98,50% setara dengan 107,30 perlembar saham, untuk yield HMSP sebesar 2,27%. ICBP memiliki rasio DPR sebesar 49,76% atau 162,00 perlembar saham, yield ICBP tercatat sebesar 1,82%. INCO tidak membagikan dividen pada tahun keuangan 2017. Selanjutnya INDF memiliki rasio DPR sebesar 49,92% atau 237,00 perlembar saham, dengan yield INDF sebesar 3,11%. INDY memiliki rasio DPR sebesar 12,39% atau 108,05 perlembar saham, untuk yield INDY sebesar 3,53%. INKP memiliki rasio DPR sebesar 9,77% atau100,00 rupiah perlembar saham, adapun yield INKP tercatat 1,85%. INTP memiliki rasio DPR sebesar 138,55% atau 700,00 perlembar saham, dengan nilai yield INTP sebesar 3,19%. ITMG memiliki rasio DPR sebesar 118,01% atau 3,574,32 Rupiah perlembar saham, adapun yield ITMG sebesar 17,27%. JPFA memiliki rasio DPR sebesar 57,20% atau 50,00 Rupiah perlembar saham, dengan nilai yield JPFA sebesar 3,58%. JSMR memiliki rasio DPR sebesar 20,00% atau 60,63 perlembar saham dengan nilai yield JSMR sebesar 0,95%. KLBF memiliki rasio DPR sebesar 48,75% atau 25,00 Rupiah perlembar saham, adapun yield KLBF tercatat sebesar 1,48%. LPPF Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 ,Oktober 2021 E-ISSN memiliki rasio DPR sebesar 70,00% atau 457,50 perlembar saham, sementara untuk yield LPPF tercatat 4,58%. Kemudian MEDC diketahui pada tahun 2017 tidak membagikan dividen kepada pemegang saham. Selanjutnya MNCN memiliki rasio DPR sebesar 14,73% atau 15,00 perlembar saham, dengan nilai yield MNCN tercatat 1,17%. Emiten PGAS memiliki rasio DPR sebesar 39,51% atau 31,61 perlembar saham, dengan nilai yield PGAS sebesar 1,81%. PTBA memiliki rasio DPR sebesar 16,40% atau 318,52 perlembar saham, untuk yield PTBA tercatat 12,95%. PTPP memiliki rasio DPR sebesar 16,86% atau 46,88 perlembar saham, dengan nilai yield PTPP sebesar 2,12%. PWON memiliki rasio DPR sebesar 14,27% atau 6,00 Rupiah perlembar saham, untuk yield PWON tercatat 0,82%. SCMA memiliki rasio DPR sebesar 82,36% atau 75,00 perlembar saham, adapun untuk yield SCMA adalah 3,02%. SMGR memiliki rasio DPR sebesar 40,00% atau 135. 83 perlembar saham,serta memiliki nilai yield SCMA tercatat sebesar 3,02%. SRIL memiliki rasio DPR sebesar 13,63% atau 8,00 perlembar saham, adapun nilai yield SRIL sebesar 2,11%. TKIM memiliki rasio DPR sebesar 25,24% atau 30,00 perlembar saham, kemudian untuk yield TKIM sebesar 1,03%. Sedangkan untuk TLKM memiliki rasio DPR sebesar 76,32% atau 167,66 rupiah perlembar saham, dengan yield TLKM sebesar 3,78%. TPIA memiliki rasio DPR sebesar 31,58% atau 64,55 perlembar saham, untuk nilai yield TPIA tercatat 1,08%. Ke UNTR memiliki rasio DPR sebesar 65,65% setara dengan 1,303,00 perlembar saham, adapun yield UNTR tercatat 3,68%. tiga UNVR memiliki rasio DPR sebesar 99,67% atau 915,00 perlembar saham, untuk yield UNVR adalah 1,64%. Ke empat puluh empat WIKA memiliki rasio DPR sebesar 17,74% setara dengan 26,82 perlembar saham, untuk yield WIKA adalah 1,10%. WSKT memiliki rasio DPR sebesar 18,48% atau 57,19 perlembar saham, sadapun untuk yield WSKT tercatat sebesar 2,85%. Dari analisis data diatas dapat diketahui bahawa perusahaan LQ 45 yang memiliki Dividend Payout Ratio diatas 50% terdapat 11 emiten yaitu ADRO 52,58%. AKRA 66,68,%. GGRM 64,51%. HMSP 98,50%. INTP 138,55%. ITMG 118, 01%. LPPF 70%. SCMA 82,36%. TLKM 76,32% . UNTR 65,65% dan UNVR 99,67. Sedangkan perusahaan yang tidak membagikan dividen adalah. BSDE. BTPS. EXCL. INCO. MEDC. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Dari hasil pembahasan diketahui bahwa perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ 45 periode Agustus 2019 sampai dengan Januari 2020 dengan melihat laporan performa perusahaan tercatat didapatkan hasil 40 emien membagikan dividen tunai tahun 2017 sedangkan 5 Emiten tidak membagikan dividen tunai. Hasil penelitian ini menemukan emiten yang mempunyai tingkat Dividend Payout Ratio tinggi diatas 50% terdapat 11 emiten yaitu ADRO. AKRA. GGRM. HMSP. INTP. ITMG LPPF. SCMA. TLKM . UNTR dan UNVR sehingga dapat katakan bahwa perusahaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 ,Oktober 2021 E-ISSN yang memiliki liquiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar yang besar cenderung membagikan dividen kecil kepada pemegang saham. Saran Hasil penelitian ini dapat dipakai acuan investor untuk berinvestasi saham dengan harapan mendapatkan keuntungan saham melalui dividen. Hasil penelitian ini dapat digunakan investor untuk memilih saham-saham yang memberikan dividen yang tinggi sehingga keputusan investasi menjadi lebih tepat dan terhindar dari risiko kerugian. DAFTAR PUSTAKA