Vol 2 No. 5 September 2025 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 143 - 154 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/bgqgfp27 PENGARUH RETURN ON ASSET. RETURN ON EQUITY. EARNING PER SHARE DAN NET PROFIT MARGIN TERHADAP HARGA SAHAM Puteri Alayda Yahya a*. Dicky Arisudhana b a Ekonomi & Bisnis / Akuntansi, 2132520186@student. Universitas Budi Luhur. Jakarta b Ekonomi & Bisnis / Akuntansi, arisudhana@budiluhur. Universitas Budi Luhur. Jakarta Korespondensi ABSTRACT This research anims to examine the influence of return on assets, return on equity, earnings per share, and net profit margin on stock prices. This research uses secondary data with a population of 44 companies, namely on nickel sub sector mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2021 - 2024. Thirteen companies served as the sample for the study, with the observation period of 2021- 2024. The sampling technique used was purposive sampling with multiple linear regression analysis method. The results of the reseacrh indicate that return on assets and return on equity have no effect on stock prices, while earnings per share and net profit margin have a positive influences stok prices. Keywords: return on assets, return on equity, earning per share, net profit margin and stock prices. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh return on asset, return on equity, earning per share dan net profit margin terhadap harga saham. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan populasi sebanyak 44 perusahaan yaitu perusahaan pertambangan sub sektor nikel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021 Ae 2024, sebanyak 13 perusahaan yang menjadi sampel penelitian dengan tahun pengamatan 2021 Ae Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah purposive sampling dengan metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa return on asset dan return on equity tidak berpengaruh terhadap harga saham, sedangkan earning per share dan net profit margin berpengaruh terhadap harga saham. Kata Kunci: return on asset, return on equity, earning per share, net profit margin dan harga saham. PENDAHULUAN Seiring berkembangnya pasar modal di Indonesia dari waktu ke waktu menjadi bukti bahwa pasar modal merupakan alternatif investasi untuk masyarakat di Indonesia. Pasar modal di Indonesia dikenal sebagai Bursa Efek Indonesia atau Indonesian Stock Exchange (IDX). Pasar modal menciptakan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam perkembangan suatu perekonomian (Sunariyah, 2. Menurut Undang Ae Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995 tentang pasar modal, pengertian dari pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran dan perdagangan. Perusahaan dapat memanfaatkan pasar modal untuk mendapatkan dana dengan cara menawarkan sebagian saham milik perusahaan kepada publik atau para investor. Pengertian secara umum investor atau juga disebut dengan pemodal adalah pihak yang menginvestasikan modalnya dalam bentuk surat berharga. Dalam pasar modal terdapat berbagai sektor Perusahaan yang bisa digunakan oleh investor dalam menentukan saham pilihannya (Yuni Mayanti, 2. Naskah Masuk 21 Agustus, 2025. Revisi 22 Agustus, 2025. Diterima Agustus 25, 2025. Tersedia 27 Agustus 2025 Puteri Alayda Yahya dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 143 Ae 154 Indonesia negara dengan kekayaan sangat melimpah, berbagai macam kekayaan alam yang ada di Indonesia salah satunya adalah sektor pertambangan (R Cariena et al. , 2. Sektor pertambangan punya peran penting dalam meningkatkan penerimaan negara dimana hal ini berkaitan dengan investasi penanaman modal. Nikel yang merupakan salah satu mineral terpenting di dunia, adalah salah satunya. Indonesia terbukti menjadi penghasil nikel terbesar di dunia, dengan cadangan sumber daya alam nikel yang menjadi terbesar di dunia. Secara keseluruhan. Indonesia menyumbang produksi nikel sebesar 40% di dunia, menunjukkan pentingnya nikel dalam ekonomi global (Muliawati, 2. Nikel merupakan sumber mineral yang sangat penting dalam industri, khususnya dalam produksi baterai untuk keadaan listrik dan teknologi lainnya. Kekayaan nikel di Indonesia tidak hanya menjadi sumber pendapatan devisa bagi negara, tetapi juga memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan industri domestik. Pada 2 tahun terakhir belakangan terjadi lonjakan harga saham perusahaan pertambangan sektor nikel, hal ini dikarenakan adanya larangan ekspor biji nikel yang disiarkan pada laman id pada Peraturan Menteri ESDM No. 11 Tahun 2019 kepada perusahaan industri komoditi, yang diwajibkan untuk menjual hasil komoditas tidak berupa barang yang belum diolah atau barang mentah melainkan barang jadi atau setengah jadi dan lonjakan permintaan kendaraan listrik meningkatkan harga jual dari komoditas nikel itu sendiri. Tujuan Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan hilirisasi nikel sejak Januari 2020 sebagai salah satu upaya untuk melakukan transformasi ekonomi dan mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 (Kemenko Marves, 2. Industri nikel adalah aktivitas penggalian dan pengolahan nikel, unsur kimia logam transisi yang banyak digunakan dalam berbagai produk, terutama baja tahan karat dan baterai lithium Ae ion untuk kendaraan Berdasarkan laporan dari USGS atau Badan Survei Geologi Amerika Serikat, produksi nikel di seluruh dunia pada tahun 2022 meningkat sebesar 20,88% yaitu sebesar 3,3 juta meterik ton sebelumnya hanya 2,73 juta meterik ton. Dalam laporan USGS Indonesia merupakan negara produsen nikel yang terbesar di dunia diperkirakan memproduksi nikel hingga 1,6 juta meterik dan menyumbang sebanyak 48,48 dari total produksi nikel global sepanjang tahun 2022 (Tempo. co, 2. TINJAUAN PUSTAKA Landasan Teori Landasan teori ini mengacu pada kumpulan teori yang digunakan untuk mendukung suatu penelitian. Dalam bab ini akan dijabarkan teori Ae teori yang mendukung hipotesis yang berguna dalam menganalisis hasil Landasan teori ini berisi penjelasan teori serta argumentasi yang disusun sebagai acuan dalam memecahkan masalah penelitian serta perumusan hipotesis. Teori Keagenan (Agency Theor. Teori hubungan diantara pemegang saham prinsipal dengan manajemen sebagai agen dijelaskan oleh teori Istilah AuAgency TheoryAy diciptakan oleh Jensen dan Meckling di tahun 1976. Menurut (Jensen dan Meckling, 1. menjabarkan bahwa Agency Theory merupakan hasil klausul hubungan . dengan para pengambil keputusan manajemen . dalam menentukan strategi usaha. Menurut (Jayanthi, 2. teori keagenan terlihat bahwasanya ada potensi konflik diantara pemegang saham dengan manajemen perusahaan. Konflik agensi muncul sebab kepentingan diantara pemegang saham dengan manajemen yang berbeda. Manajemen dipercaya menjalankan operasional perusahaan, dimana pemegang saham ditengah operasional perusahaan tidak terlibat langsung mengharapkan keputusan yang tepat. manajemen dan manajemen bisa berlaku sesuai dengan kehendak pemegang saham. Teori ini diasumsikan apabila manajemen . diberikan tugas atau wewenang oleh pemegang kepentingan . untuk mengolah dan mengatur dana yang dimiliki dengan membuat sebuah kebijakan, teori ini menimbulkan kesenjangan antara agent dengan principal dalam mengetahui yang ada pada perusahaan, hal tersebut sering dikenal dengan asimetri informasi, kondisi ini membuat principal memerlukan adanya data yang disajikan oleh agent dalam bentuk laporan agar pemegang saham dapat mengetahui seluruh informasi yang ada pada perusahaan. Dalam penelitian ini ada hubungannya dengan teori keagenan yang akan menganalisa pengaruh beberapa variabel seperti: Return On Asset (ROA) terhadap harga saham tinggi maka kemampuan perusahaan dalam mengelola asetnya secara efektif dan efisien dalam menghasilkan laba. Hal ini tentunya perlu diberi gambaran keagenan yang akhirnya membuat investor tertarik dan berakibat pada naiknya Harga Saham. Return On Equity (ROE) terhadap harga saham tinggi maka semakin tinggi harga saham, karena akan menerima JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 143 - 154 Puteri Alayda Yahya dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 143 Ae 154 pengambalian atas pendapatan yang lebih banyak akhirnya membuat investor tertarik dan berakibat pada naiknya Harga Saham. Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham menunjukkan kemampuan laba bersih perusahaan dalam membayar keuntungan kepada pemegang sahamnya setiap lembarnya meningkat setiap Semakin tinggi Earning Per Share, maka kemampuan perusahaan untuk memberikan keadaan pendapatan kepada pemegang sahamnya semakin tinggi. Hal ini tentunya perlu diberi gambaran keagenan yang akhirnya membuat investor tertarik dan berakibat pada naiknya Harga Saham. Net Profit Margin terhadap harga saham yang tinggi menunjukkan perusahaan efisien dalam mengelola biaya dan menghasilkan laba yang signifikan dari setiap penjualan. Hal ini tentunya perlu diberi gambaran keagenan yang akhirnya membuat investor tertarik dan berakibat pada naiknya Harga Saham. Dalam pendekatan fundamental, informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan dapat menjadi keagenan bagi pihak luar perusahaan terutama bagi investor adalah laporan tahunan. Teori Sinyal (Signaling Theor. Teori Sinyal (Signaling Theor. pertama kali dicetuskan oleh Michael Spence . yang menyatakan bahwa pihak pengirim . emilik informas. memberikan suatu isyarat atau sinyal berupa informasi yang mencerminkan kondisi suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pihak penerima . guna memperkuat pengambilan keputusan. Menurut Bringham dan Houston . 9 : . teori sinyal . adalah suatu aksi atau tindakan yang dilakukan manajemen perusahaan yang memberikan petunjuk kepada investor tentang bagaimana perusahaan memandang perospek perusahaan di masa depan. Teori sinyal digunakan karena pergerakan harga saham perusahaan terus berfluktuasi, sehingga dapat menjadi sinyal yang disampaikan oleh manajemen kepada investor. Teori sinyal . ignaling theor. juga mengacu pada bagaimana perusahaan mengirim sinyal kepada pengguna laporan keuangan, informasi yang dipublikasikan oleh perusahaan berupa laporan keuangan tahunan yang dapat mengirim sinyal kepada investor dalam mengambil keputusan investasi. Ketika informasi diumumkan, investor terlebih dahulu menilai dan menganalisis informasi tersebut sebagai good news . inyal bai. atau bad news . inyal buru. Jika pengumuman informasi tersebut bernilai positif berarti investor akan merespon secara baik dan mampu membedakan antara perusahaan yang berkualitas dengan yang tidak, sehingga harga saham akan semakin tinggi dan nilai perusahaan akan semakin meningkat, sehingga investor akan tertarik untuk melakukan investasi saham. Sebaliknya, jika investor memberikan sinyal negatif menandakan bahwa keinginan investor untuk berinvestasi semakin menurun dan akan mempengaruhi penurunan harga saham dan nilai perusahaan, sehingga investor tidak tertarik untuk berinvestasi saham (Pratama dan Marsono, 2. Variabel Penelitian Untuk mencapai tujuan penelitian, variabel Ae variabel yang digunakan dalam penelitian ini ialah sebagai Harga Saham Menurut Muhammad Zakaria . harga saham merupakan sebuah cerminan dari nilai perusahaan. Dimana nilai perusahaan ini dapat didefinisikan sebagai tanggapan investor mengenai tingkat kesuksesan perusahaan dalam mengurus sumber dayanya. Apabila tingkat kepercayaan seorang calon investor maupun investor itu sendiri terhadap perusah tinggi, maka harga saham akan tinggi. Harga saham dapat dirumuskan sebagai yaycaycyciyca ycIycaEaycayco = yaycu . aycoycuycycnycuyci ycEycycnycayc. Return On Asset Menurut Dewi & Suwarno . Return On Asset (ROA) merupakan rasio yang dapat melihat sejauh mana investasi telah ditanamkan mampu memberikan pengembalian keuntungan sesuai dengan yang diharapkan. Dimana nantinya akan berdampak jika Return On Asset (ROA) tinggi, tentunya harga saham dari perusahaan tersebut juga semakin meningkat karena pengharapan dari pengembalian keuntungan sehingga Return On Asset (ROA) akan berpengaruh terhadap harga saham perusahaan. ROA dapat dirumuskan sebagai berikut: ycIyceycycycycu ycCycu yaycycyceyc = Laba Bersih Setelah Pajak ycu 100% Total Aset Pengaruh Return On Asset. Return On Equity. Earning Per Share Dan Net Profit Margin Terhadap Harga Saham (Puteri Alayda Yahy. Puteri Alayda Yahya dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 143 Ae 154 Return On Equity Menurut Andriani . Return On Equity (ROE) merupakan rasio profitabilitas yang menunjukkan perolehan laba bersih jika diukur dari modal yang dimiliki. Semakin tinggi nilai Return On Equity (ROE), maka semakin baik kondisi keuangan perusahaan. Hal ini, dapat menarik minat investor untuk berinvestasi pada perusahaan yang bersangkutan karena semakin tinggi Return On Equity (ROE) mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut mempunyai kinerja yang baik dan secara langsung berpengaruh pada tingginya permintaan saham yang berdampak pada naiknya harga saham di pasar modal. ROE dapat dirumuskan sebagai berikut: ycIyceycycycycu ycCycu yaycycycnycyc = Laba Bersih Setelah Pajak ycu 100% Ekuitas Pemegang Saham Earning Per Share Menurut Kurniawan . Earning Per Share (EPS) adalah laba bersih yang dihasilkan penjualan per lembar saham. Keuntungan dan kerugian perusahaan langsung tercermin didalam Earning Per Share (EPS) Jika nilai Earning Per Share (EPS) positif, maka artinya perusahaan sedang dalam kondisi profit. Sementara jika nilai Earning Per Share (EPS) negatif, maka perusahaan mengalami kerugian. EPS dapat dirumuskan sebagai berikut: yaycaycycuycnycuyci ycEyceyc ycIEaycaycyce = Laba Bersih Jumlah Saham Beredar Net Profit Margin Menurut Bustani, et al. Net Profit Margin (NPM) merupakan ukuran keuntungan yang membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan. Semakin besar angka Net Profit Margin (NPM), maka suatu perusahaan akan dianggap baik karena mampu menghasilkan laba yang tinggi. NPM dapat dirumuskan sebagai berikut: ycAyceyc ycEycycuyceycnyc ycAycaycyciycnycu = Laba Bersih ycu 100% Penjualan Bersih Kerangka Teoritis Kerangka teoritis merupakan konsep krusial dalam penelitian karena berfungsi sebagai dasar yang mandasari studi dan memberikan arahan dalam interprestasi data yang diperoleh (Hildawati, et al. , 2. Dalam kerangka teoritis ini menjelaskan hubungan keterkaitan antara Return On Asset (ROA). Return On Equity (ROE). Earning Per Share (EPS) dan Net Profit Margin (NPM) terhadap harga saham. Untuk memudahkan penganalisaan pada penelitian ini maka dibuat kerangka teoritis sebagai berikut: Return On Asset (ROA) X1 (H. Return On Equity (ROE) X2 (H. Harga Saham (Y) Earning Per Share (EPS) X3 (H. Net Profit Margin (NPM) X4 (H. Gambar 1 Kerangka Teoritis Hipotesis: H1: Return On Asset berpengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham. H2: Return On Equity berpengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham. H3: Earning Per Share berpengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham. H4: Net Profit Margin berpengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 143 - 154 Puteri Alayda Yahya dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 143 Ae 154 METODOLOGI PENELITIAN Tipe Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data kuantitatif merupakan metode penelitian yang berdasarkan positivistics (Sugiyono, 2. Data dari penelitian ini berupa angka Ae angka yang akan diukur menggunakan statistik sebagai alat uji perhitungan, berkaitan dengan maslah yang diteliti untuk menghasilkan suatu kesimpulan. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi Penelitian Menurut Sugiyono . populasi yaitu wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan pertambangan sub sektor nikel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode tahun 2021 Ae 2024 melalui website w. dengan populasi sebanyak 44 perusahaan. Sampel Penelitian Sugiyono . mengemukakan bahwa pengertian AuSampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebutAy. Adapun kriteria yang digunakan untuk menentukan sampel pada penelitian ini yaitu: Perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021 sampai dengan tahun 2024. Perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel yang menerbitkan laporan keuangan tahunan lengkap tahun 2021 sampai dengan tahun 2024. Perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel yang menerbitkan atau mempublikasikan laporan keuangan tahunan tahun 2021 sampai dengan tahun 2024 dalam mata uang Rupiah. Berdasarkan kriteria di atas, maka penelitian ini menggunakan 13 sampel perusahaan pertambangan sub sektor nikel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2021 Ae 2024. Karena dari 44 populasi yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel penelitian hanya 13 perusahaan. Teknik Pengumpulan Data Penelitian Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan teknik purposive sampling. Menurut Sugiyono . teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan menggunakan beberapa pertimbangan tertentu sesuai dengan kriteria yang diinginkan untuk dapat menentukan jumlah sampel yang akan diteliti. Operasionalisasi Variabel Menurut Sugiyono . definisi operasional variabel penelitian adalah elemen atau nilai yang berasal dari objek atau kegiatan yang memiliki ragam variasi tertentu yang kemudian akan ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Variabel Dependent (Terika. Menurut Sayidah . , menjelaskan bahwa variabel dependent atau variabel terikat merupakan variabel yang nilainya dipengaruhi dan tergantung pada variabel lainnya. Dalam penelitian ini variabel dependent yang akan digunakan yaitu harga saham. Menurut Siregar . harga saham adalah indikator pengelolaan perusahaan yang digunakan oleh investor untuk melakukan penawaran dan permintaan saham. Semakin tinggi harga saham perusahaan maka semakin baik juga perusahaan tersebut dalam memberikan Adapun rumus untuk mengukur harga saham, sebagai berikut: yaycaycyciyca ycIycaEaycayco = yaycu . aycoycuycycnycuyci ycEycycnycayc. Variabel Independent (Beba. Menurut Sayidah . menjelaskan bahwa variabel independent adalah variabel yang nilainya akan mempengaruhi nilai variabel lain. Variabel independent adalah variabel Ae variabel yang diduga secara bebas berpengaruh terhadap harga saham perusahaan, berikut variabel Ae variabel tersebut: Pengaruh Return On Asset. Return On Equity. Earning Per Share Dan Net Profit Margin Terhadap Harga Saham (Puteri Alayda Yahy. Puteri Alayda Yahya dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 143 Ae 154 Return On Asset Menurut Andyana . Return On Asset (ROA) merupakan rasio dalam pengukuran seberapa besar perusahaan mampu memanfaatkan aset Ae asetnya guna mendapat keuntungan. Return On Asset yang tinggi memperlihatkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba bersih setelah pajak lebih banyak. Adapun rumus untuk mengukur Return On Asset, sebagai berikut: ycIyceycycycycu ycCycu yaycycyceyc = Laba Bersih Setelah Pajak ycu 100% Total Aset Return On Equity Menurut Sari et al . Return On Equity (ROE) artinya rasio keuangan yang menilai keefisiensian mitra dalam hal pendapatan dari modal ekuitas yang diinvestasikan pada pemilik saham atas investasi. Adapun rumus mengukur Return On Equity, sebagai berikut: ycIyceycycycycu ycCycu yaycycycnycyc = Laba Bersih Setelah Pajak ycu 100% Ekuitas Pemegang Saham Earning Per Share Menurut Rahayu SE . Earning Per Share adalah rasio untuk menghitung total pendapatan dari per lembar saham biasa milik investor atau para pemegang saham. Semakin tinggi rasio Earning Per Share menunjukkan semakin tinggi pula keuntungan pemegang saham. Adapun rumus untuk mengukur Earning Per Share, sebagai berikut: Laba Bersih yaycaycycuycnycuyci ycEyceyc ycIEaycaycyce = Jumlah Saham Beredar Net Profit Margin Prastya & Agustin . mengemukakan bahwa margin laba bersih adalah suatu rasio yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara laba bersih dengan penjualan. Rasio ini menunjukkan berapa besar dari hasil persentase pada laba bersih yang akan diperoleh dari setiap penjualan tersebut. Semakin besar suatu resiko akan semakin baik pula kemampuan suatu perusahaan untuk mendapatkan laba yang tinggi. Adapun rumus untuk mengukur Net Profit Margin, sebagai berikut: ycAyceyc ycEycycuyceycnyc ycAycaycyciycnycu = Laba Bersih ycu 100% Penjualan Bersih Teknik Analisis Data Teknik pengumpulan data yang akan digunakan peneliti untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linier Untuk meramalkan pengaru keempat variabel bebas terhadap variabel terikat maka dapat digunakan persamaan linier regresi berganda sebagai berikut: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 u Keterangan: Y = Harga Saham X1 = Return On Asset (ROA) X2 = Return On Equity (ROE) X3 = Earning Per Shatre (EPS) X4 = Net Profit Margin (NPM) a = Konstanta b1 = Koefisien korelasi Return On Asset(ROA) b2 = Koefisien korelasi Return On Equity (ROE) b3 = Koefisien korelasi Earninig Per Share (EPS) b4 = Koefisien korelasi Net Profit Margin (NPM) e = Error Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik adalah serangkaian pengujian yang dilakukan untuk memastikan bahwa model regresi linier berganda memenuhi asumsi dasar yang diperlukan agar estimasi parameter yang dihasilkan tidak bias, konsisten dan efisien (Subando, 2. Dalam regresi linier berganda ada empat uji asumsi klasik yang digunakan sebelum melakukan uji hipotesis, yaitu: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 143 - 154 Puteri Alayda Yahya dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 143 Ae 154 Uji Normalitas Uji statistik One Sample Kolmogrove-Smirnov merupakan uji yang dilakukan untuk menguji normalitas variabel pengganggu dengan hipotesis sebagai berikut: H0 : Data residual berdistribusi normal Ha : Data residual berdistribusi tidak normal Hasil dari ini dapat dikatakan berdistribusi dengan normal atau uji statistic one sample Kolmogorov-smirnov > 0,005 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Uji Multikoleniaritas Munculnya multikoleniaritas bisa diindikasikan dari nilai VIF (Variance Inflation Facto. yang merupakan simpangan baku kuadrat dan digunakan untuk mengukur keeratan hubungan antar variabel independent, yaitu: . Jika nilai VIF > 10 maka membuktikan adanya gejala multikoleniaritas. Jika nilai VIF < dari 10 maka model dinyatakan bebas dari multikoleniaritas. Uji Autokorelasi Untuk mengetahui adanya masalah autokorelasi digunakan nilai Durbin Watson (DW) adalah sebagai Jika d < dL, maka terdapat adanya autokorelasi positif. Jika dL < d < dU, maka tidak dapat disimpulkan ada atau tidaknya autokorelasi. Jika dU < d < 4 Ae dU, maka tidak terdapat adanya autokorelasi. Jika 4 Ae dU < d < 4 Ae dL, maka tidak dapat disimpulkan ada atau tidaknya autokorelasi. Jika d < 4 Ae dL, maka terdapat autokorelasi negatif. Uji Heteroskedastisitas Untuk mendeteksi heteroskedastitas dapat dilakukan dengan metode scatter plot dengan memplotkan nilai ZPRED . ilai prediks. dengan SRESID . ilai residualny. Model yang baik didapatkan jika tidak terdapat pola tertentu pada grafik, seperti mengumpul di tengah, menyempit kemudian melebar atau sebaliknya melebar kemudian menyempit. Pengujian Hipotesis Hipotesis yang akan digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan ada tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hipoetesis nol (H. tidak terdapat pengaruh yang signifikan sedangkan hipotesis alternatif (H. menunjukkan adanya dampak antar variabel bebas dan variabel terikat. Adapun rancangan pengujian hipotesis yang akan digunakan adalah sebagai berikut: Uji Kelayakan (Uji-F) Menurut Purnomo . , uji F . ji kelayaka. merupakan pengujian seluruh variabel secara bersamaan untuk menguji apakah variabel independent secara bersamaan berpengaruh terhadap variabel dependent. Adapun kriteria dalam pengujian ini yaitu : . Apabila nilai probolitas < 0,05 maka dapat dikatakan model regresi diterima dengan layak yang berarti terdapatnya pengaruh secara bersama Ae sama antar variabel independent terhadap variabel dependent. Apabila nilai probolitas > 0. 05 maka dkatakan model regresi yang diestimasi tidak layak karena tidak adanya pengaruh antara variabel independent terhadap variabel Uji Parsial (Uji-. Apabila t hitung > t tabel maka diterima Ha yang memberikan pernyataan bahwa variabel independent secara parsial mempengaruhi variabel dependent. Selain itu, dapat disimpulkan melalui nilai Sig. Jika Sig < 0,05 mengartikan terdapat korelasi antara variabel bebas dengan variabel terikat, sedangkan jika Sig > 0,05 maka tidak terdapat korelasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besarnya pengaruh secara simultan variabel independent yaitu: Return On Asset (X. Return On Equity (X. Earning Per Share (X. Net Profit Margin (X. terhadap variabel dependent yaitu Harga Saham (Y). Hasil pengelolaan data dengan menggunakan program SPSS 20 tersaji sebagai berikut: Pengaruh Return On Asset. Return On Equity. Earning Per Share Dan Net Profit Margin Terhadap Harga Saham (Puteri Alayda Yahy. Puteri Alayda Yahya dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 143 Ae 154 Tabel 1 Uji Regresi Linier Berganda Model 1 (Constan. RETURN ON ASSET RETURN ON EQUITY EARNING PER SHARE NET PROFIT MARGIN Dependent Variable: HARGA SAHAM Unstandardized 4,609 -,357 -,156 ,520 -,033 Coefficients Std. Error ,399 ,757 ,326 ,099 ,014 Standardized Coefficients Beta -,131 -,138 ,664 -,257 Sumber : DataSekunder Diolah, 2025 Berdasarkan Tabel 1, persamaan regresi yang didapat adalah: HS = 4,609 -0,357 ROA - 0,156 ROE 0,520 EPS -0,033 NPM e Dari persamaan diatas dapat diuraikan penjelasan sebagai berikut: Konstanta . Nilai konstanta sebesar 4,609 artinya jika ROA (X. ROE (X. EPS (X. dan NPM (X. nilainya adalah 0, maka nilai Harga Saham (Y) adalah 4,609. Koefisien Regresi Variabel ROA (X. Besarnya nilai -0,357 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara Return On Asset terhadap Harga Saham. Koefisien Regresi Variabel ROE (X. Besarnya nilai -0,156 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara Return On Equity terhadap Harga Saham. Koefisien Regresi Variabel EPS (X. Besarnya nilai 0,520 artinya ada pengaruh yang signifikan antara Earning Per Share terhadap Harga Saham dengan arah positif. Artinya jika Earning Per Share terjadi penambahan satu satuan maka harga saham akan naik sebesar 0,520 dengan asumsi variabel independent lain konstanta. Koefisien Regresi Variabel NPM (X. Besarnya nilai -0,033 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara Net Profit Margin terhadap Harga Saham. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Hasil uji normalitas dapat juga di uji secara analisis statistik Kolmogorov Smirnov dalam penelitian ini. Berikut ialah tabel dari statistik Kolmogorov Smirnov: Tabel 2 Uji Kolmogrov Smirnov Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Unstandardized Residual ,852 ,462 Sumber : DataSekunder Diolah, 2025 Hasil pengujian one sampel kolmogorov smirnove (KS), terlihat bahwa residual memiliki distribusi normal karena memiliki Asymp Sig 0,462 > 0,05. Hasil pengujian normalitas dapat dilakukan dengan uji normality P-Plot. Hasil uji normality P-Plot seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut ini: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 143 - 154 Puteri Alayda Yahya dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 143 Ae 154 Gambar 2 Uji Normalitas P-Plot Berdasarkan gambar grafik 2 diatas hasil pengolahan data diperoleh bahwa data dalam penelitian ini terdistribusi normal, dimana data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau tidak terpencar jauh dari garis diagonalnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa persyaratan normalitas pada penelitian ini dapat dipenuhi dan layak digunakan dalam penelitian. Uji Multikolinieritas Uji multikoleniaritas bertujuan untuk mengetahui variabel independent atau variabel bebas saling berkorelasi. Tabel 3 Uji Multikolinearitas Model 1 (Constan. RETURN ON ASSET RETURN ON EQUITY EARNING PER SHARE Collinearity Tolerance StatisticsVIF ,158 ,147 ,762 6,323 6,824 1,313 Sumber : DataSekunder Diolah, 2025 Berdasarkan tabel 4. 10 diatas, dapat diketahui bahwa nilai tolerance dari masing Ae masing variable independent yaitu Return On Asset (X. Return On Equity (X. Earning Per Share (X. Net Profit Margin (X. > 0,1 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) < 10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa antar variable independent tidak terjadi masalah multikolinearitas. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model regresi linier terdapat korelasi error term pada periode waktu t dengan error term pada periode waktu sebelumnya . Tabel 4 Uji Autokorelasi Model Summaryb Model Durbin-Watson 2,096 Predictors: (Constan. NET PROFIT MARGIN. RETURN ON ASSET. EARNING PER SHARE. RETURN ON EQUITY Dependent Variable: HARGA SAHAM Sumber : DataSekunder Diolah, 2025 Hasil Tabel 4 dapat diketahui nilai Durbin-Watson sebesar 2,096. Berdasarkan nilai yang telah ditentukan bahwa nilai Durbin-Watson (D-W Tes. berada diantara 1,7223 dan 2,2777, yaitu 1,7223 < 2,096 < 2,2777 maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak terjadi autokorelasi. Uji Heteroskedastisitas Pengaruh Return On Asset. Return On Equity. Earning Per Share Dan Net Profit Margin Terhadap Harga Saham (Puteri Alayda Yahy. Puteri Alayda Yahya dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 143 Ae 154 Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variasi dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Gambar 3 Grafik Scatterplot Berdasarkan gambar 3 grafik scatterplot di atas, terlihat bahwa terdapat titik Ae titik menyebar secara acak, tidak membentuk pola tertentu yang jelas, serta tersebar baik di atas maupun di bawah titik 0 pada sumbu Y. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas pada model regresi ini, sehingga model regresi layak digunakan. Pengujian Hipotesis Uji Kelayakan (Uji-F) Uji F . ji kelayaka. merupakan pengujian seluruh variabel secara bersamaan untuk menguji apakah variabel independent secara bersamaan berpengaruh terhadap variabel dependent. Tabel 5 Uji Kelayakan (Uji F) Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression 38,893 9,723 7,304 ,000b Residual 62,566 1,331 Total 101,459 Dependent Variable: HARGA SAHAM Predictors: (Constan. NET PROFIT MARGIN. RETURN ON ASSET. EARNING PER SHARE . RETURN ON EQUITY Sumber : DataSekunder Diolah, 2025 Berdasarkan Tabel 5, diperoleh Fhitung sebesar 7,304 sedangkan Ftabel dengan tingkat signifikan 5% diperoleh Ftabel sebesar 2,57. Dalam hal ini maka Fhitung > Ftabel dan nilai probablitas yaitu 0,000 . ,000 < 0,. maka artinya ada pengaruh secara simultan antara Return On Asset (ROA). Return On Equity (ROE). Earning Per Share (EPS) dan Net Profit Margin (NPM) terhadap Harga Saham. Hal ini menunjukkan bahwa model layak untuk digunakan dalam penelitian. Uji Parsial (Uji-. Uji t merupakan uji untuk menentukan apakah terdapat pengaruh antara variabel tidak terikat dengan bariabel Hal ini dapat disimpulkan dengan melakukan perbandingan antara nilai t hitung dengan t tabel. Apabila t hitung > t tabel maka diterima Ha yang memberikan pernyataan bahwa variabel independent secara parsial mempengaruhi variabel dependent dengan nilai signifikan 0,05. Tabel 6 Hasik Uji t dan Tingkat Signifikan Model RETURN ON ASSET RETURN ON EQUITY EARNING PER SHARE NET PROFIT MARGIN Unstandardized Sig Keterangan Tidak Signifikan Tidak Signifikan Signifikan Signifikan Sumber : DataSekunder Diolah, 2025 Berdasarkan tabel 6 diatas maka dapat dijelaskan koefisien regresi sebagai berikut: Pengaruh Return On Asset (X. terhadap Harga Saham (Y). JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 143 - 154 Puteri Alayda Yahya dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 143 Ae 154 Hasil pengujian secara parsial antara variabel Return On Asset (ROA) terhadap Harga Saham diperoleh nilai sebesar 0,639 . ,639 > 0,. dan nilai t hitung . 0,472 < t tabel 2,011. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak, karena tidak ada pengaruh yang signifikan antara Return On Asset terhadap Harga Saham. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nengsih T. , et al. dan Hakim. & Dianita. menyatakan bahwa Return On Asset (ROA) berpengaruh positif terhadap Harga Saham. Pengaruh Return On Equity (X. terhadap Harga Saham (Y). Hasil pengujian secara parsial antara variabel Return On Equity (ROE) terhadap Harga Saham diperoleh nilai sebesar 0,634 . ,634 > 0,. dan nilai t hitung . 0,479 < t tabel 2,011. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H2 ditolak, karena tidak ada pengaruh yang signifikan antara Return On Equity (ROE) dengan Harga Saham. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Farandi. , & Taudilkhul. dan Purnama. , & Intan. menyatakan bahwa Return On Equity (ROE) berpengaruh positif terhadap Harga Saham. Pengaruh Earning Per Share (X. terhadap Harga Saham (Y). Hasil pengujian secara parsial antara variabel Earning Per Share (EPS) terhadap Harga Saham diperoleh nilai sig. sebesar 0,000 . ,000 < 0,. dan nilai t hitung . 5,230 > t tabel 2,011. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H3 diterima, karena ada pengaruh signifikan antara Earning Per Share terhadap Harga Saham dengan arah positif. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Akbar. , & Reza. dan Amelia Indah . menyatakan bahwa Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham. Pengaruh Net Profit Margin (X. terhadap Harga Saham (Y). Hasil pengujian secara parsial antara variabel Net Profit Margin (NPM) diperoleh nilai sig. sebesar 0,025 . ,025 < 0,. dan nilai t hitung . 2,315 > t tabel 2,011. Maka dapat disimpulkan bahwa H 0 ditolak dan H4 diterima, karena ada pengaruh signifikan antara Net Profit Margin (NPM) terhadap Harga Saham dengan arah positif. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hakim. , & Dianita. dan Triyanti. , & Gede . menyatakan bahwa Net Profit Margin (NPM) berpengaruh positif terhadap Harga Saham. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa return on asset secara parsial tidak berpengaruh terhadap harga saham di Bursa Efek Indonesia periode 2021 Ae 2024 pada perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa return on equity secara parsial tidak berpengaruh terhadap harga saham di Bursa Efek Indonesia periode 2021 Ae 2024 pada perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa Earning per share secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga saham di Bursa Efek Indonesia periode 2021 Ae 2024 pada perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa net profit margin secara parsial berpengaruh signisikan terhadap harga saham di Bursa Efek Indonesia periode 2021 Ae 2024 pada perusahaan Pertambangan Sub Sektor Nikel. Saran Saran yang dapat diberikan peneliti berdasarkan hasil penelitian ini adalah bagi para investor atau calon investor yang akan melakukan investasi di pasar modal sebaiknya perlu menjadikan earning per share dan net profit margin sebagai acuan dalam pengambilan keputusan investasi, karena secara parsial kedua variabel memiliki pengaruh yang berbeda terhadap harga saham pada perusahaan pertambangan sub sektor nikel yang terdaftar di BEI periode 2021 Ae 2024. Jangka waktu penelitian dapat diperpanjang dan dengan jumlah sampel perusahaan yang lebih besar. Perpanjangan periode penelitian dan penambahan jumlah sampel agar memberikan hasil yang lebih baik. Disarankan agar dapat menggunakan alat ukur selain Return On Asset (ROA). Return On Equity (ROE). Earning Per Share (EPS) dan Net Profit Margin (NPM) misalnya Debt to Equity Ratio (DER). Total Assets Turnover (TATO). Current Ratio (CR). Return On Invesment (ROI). Gross Profit Margin (GPM). Umur Perusahaan, dan yang lain sehingga dapat diperoleh gambaran yang lebih luas. Pengaruh Return On Asset. Return On Equity. Earning Per Share Dan Net Profit Margin Terhadap Harga Saham (Puteri Alayda Yahy. Puteri Alayda Yahya dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 143 Ae 154 DAFTAR PUSTAKA