Qory Qurotulaeni dan Dailibas / Pengaruh Risiko Likuiditas dan Risiko Kecukupan Modal Terhadap Profitabilitas PENGARUH RISIKO LIKUIDITAS DAN RISIKO KECUKUPAN MODAL TERHADAP PROFITABILITAS Qory Qurotulaeni1 Universitas Singaperbangsa Karawang 1710631030148@student. Dailibas2 Universitas Singaperbangsa Karawang dailibas@yahoo. ABSTRAK Seluruh kegiatan bisnis dari suatu organisasi ataupun perusahaan dalam mendapatkan keuntungannya disebut profitabilitas. Jika profitabilitasnya baik, maka viabilitas bank tersebut juga baik. Di sisi lain, jika profitabilitas buruk, maka sistem perbankan juga buruk. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui profitabilitas dapat dipengaruhi risiko likuiditas dan kecukupan modal pada Bank Umum Konvensional tahun 2010-2019. Analisis regresi linear berganda dijadikan sebagai metode aalisis data dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah 45 perusahaan. Sampel menggunakan hingga 50 data, yaitu 5 bank umum biasa dalam 10 tahun. Gunakan teknik pengambilan sampel yang bertujuan untuk pengambilan sampel. Penelitian ini memberikan hasil bahwa profitabilitas dapat dipengaruhi oleh risiko likuiditas. Sedangkan rasio kecukupan modal memberikan pengaruh terhadap Kata Kunci : Pendapatan Usaha. Biaya Operasional dan Laba Bersih. PENDAHULUAN Saat menjalankan aktivitas, tujuan utama perbankan adalah memaksimalkan keuntungan atau profitabilitas. Profitabilitas sangat penting karena mempengaruhi keberlangsungan bisnis ROA pada penelitian ini dijadikan sebagai alat untuk mengukur profitabiltas. ROA ialah rasio keuangan yang mengukur profitabilitas bank secara keseluruhan. Ketika ROA meningkat, profitabilitas perusahaan juga Bank Mandiri menghasilkan ROA sebesar 3,15% pada tahun 2015, tetapi turun menjadi 1,95% pada tahun 2016. Berbeda dengan Bank Mandiri, tingkat pengembalian aset Bank BCA justru mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 ROA Bank BCA sebesar 3,8% mengalami peningktan menjadi 4,0% pada tahun 2016. Berbeda dengan bank sebelumnya. ROA Bank BNI meningkat pada tahun 2013. Nilai ROA Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 terendah adalah Bank BTN yaitu 0,5% pada Profitabilitas adalah suatu kemampuan dimana keuntungan yang didapatkan dari seluruh kegiatan bisnis perusahaan. Artinya dalam memberikan hasil bahwa seluruh sumber daya yang tersedia dapat ditunjukkan dengan melihat efisiensi dari profitabilitas (Sudana: Tingkat laba yaitu alat untuk mengukur profitabilitas (Pandia 20112: 2-. Jika profitabilitasnya baik, maka viabilitas bank tersebut juga baik. Di sisi lain, jika profitabilitas buruk, maka sistem perbankan juga buruk. Kesehatan bank yaitu hasil evaluasi kualitatif dari beragam aspek baik secara kuantitatif maupun kualitatif yang dapat mempengaruhi kinerja, manajemen bank, profitabilitas, kualitas asset maupun sensitivitas terhadap resiko pasar. Hal ini sesuai dengan peraturan BI Nomor 6/10/PBI/2004 mengenai sistem pemeringkatan pada bank umum. Salah Qory Qurotulaeni dan Dailibas / Pengaruh Risiko Likuiditas dan Risiko Kecukupan Modal Terhadap Profitabilitas satu keunggulan perbankan adalah investasi. Dengan membeli atau memiliki saham yang dijual oleh bank, kita bisa menjadi bagian dari Bank memiliki peran dalam mendukung lancarnya proses transfer dan jasa serta memberikan fasilitas dalam hal pembayaran. Bank yang telah mempunyai kualitas aset yang bagus, pendapatan yang baik, serta permodalan yang memadai dapat mengalami kebangkrutan jika tidak dapat menjaga likuiditas perusahaan. Grafik 1 ROA pada Bank Umum Konvensional yang terdaftar di BEI tahun 2010-2019 Likuiditas ialah salah faktor yang dapat memberikan pengaruh pada profitabilitas. Risiko likuiditas adalah risiko yang terkait dengan masalah likuiditas. Jika ada masalah likuiditas, bank harus segera menyelesaikannya. Jika permasalahan tidak langsung diselesaikan, maka akan memberikan hasil turunnya kepercayaan nasabah terhadap kinerja bank. Oleh karena itu, bank harus menjaga posisi likuiditas yang sehat (Arif & Anees, 2. likuiditas bank umum tradisional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2010-2019 cukup ideal. Karena menurut data Bank Indonesia (BI), nilai LDR yang ideal pada bank tersebut berkisar 75% hingga 80%. Bank Indonesia menilai angka tersebut cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Meski beberapa bank belum mencapai level ideal, misalnya. Bank BTN pada 2015 memiliki nilai LDR 108,86%. Dibandingkan dengan Bank Mandiri pada 2010, rasio pinjaman terhadap simpanan hanya 55,2%. Setiap perusahaan harus berusaha untuk menjaga situasi likuiditas yang sehat. LDR dalam penelitian ini dijadikan sebagai alat ukur resiko likuiidtas. (Mulyono, 1995: . memberikan asumsi bahwa LDR yaitu rasio total dana yang dialokasikan kepada kredit . dengan total dana nasabah serta modal yang dipergunakan. Tujuan LDR yaitu untuk mengetahui kesehatan kegiatan usaha Bank Indonesia (BI) memperkirakan LDR yang ideal untuk industri perbankan sekitar 75% hingga 80%. Bank mengalami kerugian akibat kegiatan usaha yang tidak diharapkan, dan tingkat permodalan yang cukup dapat melindungi bank (Anjani, 2. Secara umum setiap bank harus memiliki dana yang mempersiapkan hal-hal buruk yang kemungkinan akan terjadi di kemudian hari (Buyuksalvarci & Abdioglu. Rasio kecukupan modal di atas 8% menunjukkan bahwa bisnis bank semakin stabil karena kepercayaan masyarakat yang semakin Modal juga menjadi dasar bank untuk mencegah kemungkinan kerugian. Jika rasio bank bisa menyediakan dana untuk kegiatan operasi serta memberikan kontribusi yang baik pada profitabilitas maka hal ini disebabkan kecukupan modal yang tinggi. Grafik 2 Likuiditas (LDR) pada Bank Umum Konvensional yang terdaftar di BEI periode 20102019 Terlihat dari Gambar 1. 2 bahwa rasio Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 Qory Qurotulaeni dan Dailibas / Pengaruh Risiko Likuiditas dan Risiko Kecukupan Modal Terhadap Profitabilitas Grafik 3 Kecukupan Modal (CAR) pada Bank Umum Konvensional yang terdaftar di BEI periode 20102019 Berdasarkan grafik rasio kecukupan modal (CAR) pada bank konvensional. Menurut standar Bank for International Settlements (BIS), bank dianggap bank yang sehat jika rasio kecukupan modalnya minimal 8%. Pada gambar di atas diperoleh nilai CAR antara 13,36% 23,8%. Bank dengan nilai CAR tertinggi adalah Bank Central Asia Tbk dengan 23,8%. Terlihat dari tahun 2010 hingga 2019 nilai CAR mobil mengalami peningkatan dan penurunan. Kasmir . 6: . mengasumsikan bahwa CAR ialah rasio modal terhadap aset tertimbang berdasarkan risiko yang sudah ditetapkan dalam peraturan pemerintah. Perhitungan rasio kecukupan modal didasarkan pada prinsip berikut: setiap investasi ventura harus menyediakan sejumlah modal, setara dengan persentase tertentu dari total investasi. Jika bank mampu menyediakan dana guna untuk sebuah kegiatan operasi serta memberikan kontribusi yang baik pada profitabilitas maka rasio kecukupan modal yang dimiliki tinggi. Antyo Pracoyo . dan Aulia Imani. CAR tak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas (ROA). Peraturan Perbankan Indonesia (PBI) secara jelas mengaturmengenai penyediaan kecukupan modal paling sedikit ialah 8% dari aktiva yang dimiliki daripada menurut proporsional (ATMR). Rasio kecukupan modal semakin tinggi maka semakin baik kesehatan bank tersebut. Jika nilai rasio lebih besar dari 8%, maka bank memiliki kemampuan untuk Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 kemungkinan kerugian. Sebaliknya, jika nilai rasio kurang dari 8% maka komposisi ATMR akan mendekati komposisi modal yang sudah dipunyai bank. Artinya, bank akan sulit dalam hal menebus kerugian yang dideritanya. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Antyo Pracoyo dan Aulia Imani . LDR Demikian pula CAR memiliki hasil yang sama yaitu mempengaruhi Ningkusuma Hakim dan Haqiqi Rafsanjani menyampaikan pandangan berbeda bahwa CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Rasio kecukupan modal tidak terpengaruh karena bank yang beroperasi belum mengoptimalkan modal yang ada. Pasalnya. Bank Indonesia telah menetapkan rasio kecukupan modal minimum sebesar 8%, yang memungkinkan bank untuk selalu berusaha menjaga rasio kecukupan modal yang KAJIAN PUSTAKA PENGEMBANGAN HIPOTESIS DAN Profitabilitas Return On Asset (ROA) dijadikan sebagai alat ukur profitabilitas dalam penelitian. Agustiningrum . ROA ialah alat ukur berguna untuk melihat efektivitas bank dalam memdapatkan laba serta memanfaatkan aktiva yang dimiliki. Pengaruh Profitabilitas Menurut Munawir . likuiditas ialah dimana perusahaan dapat menunjukkan kemampuannya guna terpenuhinya kewajiban keuangan ataupun kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajian keuangan pada saat adanya penagihan. Risiko Likuiditas dalam penelitian ini ialah Rasio LDR. Suatu kemampuan dalam membayar akibat adanya penarikan yang sudah dilakukan oleh nasabah serta melihat kredit yang telah diberikan untuk sumber likuiditasnya disebut rasio LDR. Qory Qurotulaeni dan Dailibas / Pengaruh Risiko Likuiditas dan Risiko Kecukupan Modal Terhadap Profitabilitas H1 : Risiko likuiditas berpengaruh terhadap Profitabilitas Pengaruh kecukupan modal terhadap Profitabilitas Rasio kecukupan modal yang digunakan pada penelitian ini ialah rasio CAR. Menurut Fahmi . CAR ialah konteks dari sebuah tingkat kesehatan bank yang dijadikan sebagai tolak ukur penilaian rasio permodalan. Uji Pengaruh secara parsial CAR Terhadap Profitabilitas (ROA), dengan nilai t hitung 0,05. Terlihat bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya CAR tiak mempunyai pengaruh terhadap Profitabilitas (ROA). Uji F Tabel 2 Uji F ANOVAb H2 : Risiko Kecukupan Modal berpengaruh terhadap Profitabilitas METODE PENELITIAN Populasi pada penelitian ini berjumlah 50 Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 5 bank. Adapun jenis pengambilan yaitu meggunakan Nonprobabillity Sampling dengan pendekatan purposive sampling. Berikut adalah sampel dalam penelitian. Metode analisis menggunakan analisis regresi linier berganda yang diolah menggunakan software SPSS 16 HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. LDR CAR Model Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: ROA Uji Pengaruh secara parsial LDR Terhadap Profitabilitas (ROA), dengan nilai t hitung> t tabel. Nilai sig sebesar 0,000 <0,05. Terlihat bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel LDR memiliki pengaruh yang Variabel Profitabilitas (ROA). Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Predictors: (Constan. CAR. LDR Dependent Variable: ROA Nilai f tabel adalah 3,20. Oleh karena itu, nilainya adalah 22. 334> 3. 20 atau f hitung> f Nilai sig 0,000 < 0,05. Oleh karena itu H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya yaitu variabel independen (LDR dan CAR) berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA) sebagai variabel dependen. Pengaruh LDR Terhadap Profitabilitas (ROA) Berdasarkan uji menghasilakn bahwa Profitabilitas (ROA) dapat dipengaruhi oleh LDR. Hal ini disebabkan karena tak terlepas dari kemampuan bank dalam mengelola likuiditasnya. Rasio LDR digunakan untuk menjaga ataupun meningkatkan jumlah kredit yang diberikan kepada nasabah, apabila bank tak dapat menyalurkan kredit ke masyarajat maka akan mempengaruhi perolehan laba yang akan didapatkan oleh bank. Maka dari itu. LDR dapat mempengaruhi laba yang akan diperoleh bank. Pengaruh CAR Terhadap Profitabilitas (ROA) Berdasarkan uji t menghasilakn bahwa Profitabilitas (ROA) tidak dapat dipengaruhi oleh CAR. Hal ini disebabkan karena apabila nilai kecukupan modal (CAR) mengalami peningkatan maka laba yang akan didapatkan oleh bank akan menghasilkan penurunan. Sehingga LDR tidak Qory Qurotulaeni dan Dailibas / Pengaruh Risiko Likuiditas dan Risiko Kecukupan Modal Terhadap Profitabilitas dapat berpengaruh terhadap laba yang akan didapatkan oleh bank. KESIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas (ROA) dapat dipengaruhi oleh Risiko Likuiditas yang diukur menggunakan Rasio LDR. Sedangkan rasio kecukupan modal yang diukur menggunakan CAR tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA). Pada uji F atau pengujian secara bersama-sama menghasilkan bahwa Profitabilitas (ROA) dapat dipengaruhi oleh LDR dan CAR. DAFTAR PUSTAKA