Pengaruh Kompetensi Dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Di Bank Perkreditan Rakyat Syariah Harum Hikmah Nugraha Deni Darul Qufni1. Budiman2. Dodi Yudiardi3 Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Garut 1, 2, 3 2402314405@fekon. budiman@uniga. dodiyudiardi@uniga. Abstrak Penelitian ini menganalisis pengaruh kompetensi dan motivasi terhadap kinerja karyawan bank syariah penelitian ini dilakukan di BPRS Harum Hikmah Nugraha cabang leles. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah 50 orang Sampel diambil dengan teknik Sampel jenuh (Sensu. yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan koefisien korelasi dan koefisien jalur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kompetensi dan motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan Secara simultan variabel kompetensi dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,000 <0,. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa variabel Gaya Kepemimpinan yang paling dominan terhadap Kinerja karyawan dengan nilai sebesar 0. 422 dan nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05 . ,006 < 0,. Kata Kunci: Kinerja Karyawan Bank Syariah. Kompetensi. Motivasi. Pendahuluan Dalam era globalisasi, masalah sumber daya manusia menjadi sorotan maupun tumpuan bagi perusahaan untuk tetap dapat bertahan. Sumber daya manusia merupakan peran utama dalam setiap kegiatan perusahaan. Walaupun banyaknya sarana dan prasarana serta sumber daya, tanpa dukungan sumber daya manusia kegiatan perusahaan tidak berjalan dengan baik. Dengan demikian sumber daya manusia merupakan kunci pokok yang harus diperhatikan dalam segala Sumber daya manusia menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan perusahaan. Untuk itu dalam mencapai tujuan organisasi dibutuhkan kompetensi sumber daya manusia dan motivasi perusahaan yang memadai dalam mendorong kinerja karyawan. Perusahaan berkembang dan mampu bertahan dalam lingkungan persaingan yang kompetitif apabila didukung oleh pegawai-pegawai yang berkompeten di bidangnya. Wibowo . menyatakan kompetensi adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut. Pengaruh kompetensi pada kinerja dapat dilihat dari tingkat kompetensinya yang mempunyai implikasi praktis dalam perencanaan sumber daya manusia, hal ini dapat dilihat dari gambaran bahwa kompetensi pengetahuan dan keahlian Qufni, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. cenderung lebih nyata dan relatif lebih ada di permukaan salah satu karakteristik yang dimiliki Selain kompetensi karyawan, variabel lain yang mempengaruhi kuat mempengaruhi kinerja pegawai adalah motivasi. Menurut Hasibuan . AuMotivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerjasama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasanAy. Secara singkat, manfaat motivasi yang utama adalah terciptanya gairah kerja atau semangat kerja keras dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan dari hasil bekerja. Kebermanfaatan tersebut hampir bisa teridentifikasi di setiap perusahaan baik yang berbasis profit maupun non-profit. Demikian halnya dengan PT. BPRS Harum Hikmah Nugraha yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perbankan yang memberikan pelayanan keuangan simpan pinjam bagi masyarakat Leles. PT. BPRS Harum Hikmah Nugraha sebagai perusahaan perbankan yang hidup di era global dituntut lebih intensif dalam mengelola sumber daya manusianya, mengingat persaingan yang semakin ketat. Melalui wawancara dengan pihak BPRS Harum Hikmah Nugraha, ada permasalahan mendasar yang terkait dengan kinerja karyawan pada BPRS Harum Hikmah Nugraha. Dilihat dari beberapa indikator tampak bahwa kinerja karyawan belum optimal sehingga berdampak pada kurang optimalnya pencapaian tujuan perusahaan. Berdasarkan data pada tabel diatas, peneliti mengidentifikasi beberapa permasalahan yang terkait dengan fenomena tersebut. Tidak tercapaikan target keuangan perusahaan diduga disebabkan oleh rendahnya kemampuan individu pegawai dan dukungan organisasi. Melalui wawancara peneliti menemukan informasi bahwa perusahaan jarang memberikan pelatihan kepada pegawainya sesuai dengan kompetensi dan tanggung jawab kinerja para pegawainya. Selain itu perusahaan juga kurang memberikan penghargaan kepada pegawai yang dinilai berprestasi. Dari pemaparan diatas, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadinya penurunan kinerja pegawai di Bank BPRS Harum Hikmah Nugraha terindikasi disebabkan oleh kurangnya pelatihan-pelatihan bagi pegawai dan minimnya motivasi serta kurangnya perhatian pimpinan seperti tidak memberikan penghargaan bagi para pegawai yang berprestasi dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tujuan perusahaan. Berdasarkan uraian pada latar belakang yang telah dikemukakan, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang AuPengaruh Kompetensi dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Di BPRS Harum Hikmah NugrahaAy Tinjauan Pustaka Kompetensi Wibowo menyatakan kompetensi adalah kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan atau pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh perusahaan tersebut. Menurut Spencer dan Spencer . alam Wibowo . 6, . menyatakan bahwa kompetensi merupakan suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut. Dengan demikian, kompetensi menunjukkan keterampilan atau pengetahuan yang dicirikan oleh profesionalisme dalam suatu bidang tertentu sebagai sesuatu yang terpenting, sebagai unggulan bidang tersebut. Qufni, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Dari beberapa pengertian diatas, bahwa kompetensi yang baik dalam suatu instansi sangat penting untuk mengetahui kemampuan dan keterampilan karyawan. Berdasarkan penjelasan tersebut, hipotesis yang dirumuskan adalah sebagai berikut: H1: Disiplin berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai. Motivasi Menurut Hasibuan . AuMotivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerjasama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasanAy. Motivasi merupakan konsep yang digunakan untuk menerapkan kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi individu, atau yang ada di dalam individu tersebut yang mengarahkan perilaku. Dimana perilaku-perilaku yang lebih dianggap sebagai hasil dari tingkat-tingkat motivasi yang lebih insentif. Faktor motivasi terbentuknya sikap karyawan dalam menghadapi situasi kerja, situasi kerja yang positif menimbulkan motivasi yang tinggi dan motivasi yang tinggi bagi karyawan sangat penting untuk meningkatkan kinerjanya. Dimensi motivasi mengacu pada pendapat Hasibuan . , teori motivasi mempunyai sub variabel yaitu motif, harapan dan insentif. H2 : Motivasi berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai Kinerja Menurut Moeheriono . Aukinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang ditingkatkan melalui pelaksanaan strategis organisasiAy. Sedangkan menurut Adapun dimensi untuk mengukur kinerja karyawan secara individu menurut (Moeheriono, 2010: Kinerja Individu Kinerja individu adalah kapasitas seorang individu untuk melakukan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. Kemampuan individu terdiri dari beberapa indikator yaitu bakat dan minat Kinerja Tim atau Kelompok Kinerja Tim atau kelompok adalah seseorang yang mampu melaksanakan suatu tugas secara kompak dengan timnya, serta memperhatikan etika dan peraturan dalam melaksanakan tugas tersebut. Adapun indikatornya yaitu motivasi, etika kerja, kehadiran. Kinerja Organisasi Kinerja organisasi yaitu persepsi karyawan mengenai sejauh mana organisasi menilai kontribusi, memberi dukungan, dan peduli pada kesejahteraan mereka. Adapun Qufni, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. indikatornya yaitu: peralatan dan teknologi yang disediakan perusahan, standar kinerja, manajemen dan rekan kerja. H3 : Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka kerangka pemikiran ini adalah sebagai berikut: Gambar 1: Kerangka Pemikiran Hipotesis Penelitian Berdasarkan kajian pustaka dan kerangka pemikiran diatas, dapat merumuskan hipotesis sebagai H1 : Kompetensi dan Motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Bank BPRS Harum Hikmah Nugraha H2 : Kompetensi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Bank BPRS Harum Hikmah Nugraha H3 : Motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Bank BPRS Harum Hikmah Nugraha Metode Penelitian Penelitian ini berjenis asosiatif yaitu penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih (Sugiyono, 2016: . yang melihat pengaruh kompetensi dan motivasi terhadap kinerja karyawan bank syariah. Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan metedologi kuantitatif dengan melakukan survei yang dilakukan pada salah satu perbankan syariah, yaitu Bank BPRS Harum Hikmah Nugraha, di Jalan Raya Leles. Garut. Jawa Barat. Leles Setelah populasi sasaran ditentukan, maka tahap berikutnya adalah menentukan teknik pengambilan sampel dan kemudian menentukan jumlah sampel yang diambil. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sampel jenuh. Sampel Jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat Qufni, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil (Sugiyono, 2016: . Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini penulis menggunakan sampel jenuh dimana seluruh populasi digunakan sebagai sampel yaitu sebanyak 50 orang karyawan Bank BPRS Harum Hikmah Nugraha. Teknik analisis data yang digunakan antara lain: Jenis dan Sumber Data meliputi data primer, data sekunder Uji Kualitas Data meliputi uji validitas dan uji reliabilitas Metode Analisis Data meliputi analisis deskriptif Pengujian Hipotesis untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antar variabel menggunakan korelasi Product Moment. Hasil Penelitian dan Pembahasan Berikut merupakan tabel korelasi dari variabel pada penelitian ini: Tabel 1: Uji Korelasi Correlations Pearson Correlation Sig. -taile. KIN KOM MOT KIN KOM MOT KIN KOM MOT KIN 1,000 ,047 ,471 ,372 ,000 KOM ,047 1,000 ,274 ,372 ,027 MOT ,471 ,274 1,000 ,000 ,027 Berdasarkan pada tabel 1 uji korelasi diatas, untuk mengetahui pengaruh korelasi antara Kompetensi dengan Motivasi sebesar 0,274 artinya korelasi tidak kuat atau lemah, dengan Sig. 0,027 < 0,05 artinya hubungan signifikan. Tabel 2: Hasil Uji Koefisien Determinan R2 Model Summary Model ,479a Predictors: (Constan. MOT. KOM R Square ,229 Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,196 3,751 Berdasarkan pada tabel 2 ini menunjukkan bahwa pada output model summary diperoleh nilai R Square sebesar 0,229 berarti variabel kinerja dapat dijelaskan oleh variabel Kompetensi dan Motivasi sebesar 22,9%. Sisanya sebesar 77,1% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Tabel 3: Hasil Uji Analisis Korelasi Jalur Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Sig. Qufni, et. 1 (Constan. 41,119 KOM -,088 MOT ,444 Dependent Variable: KIN Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Std. Error 9,373 ,133 ,119 Beta 4,387 -,664 3,720 -,088 ,495 ,000 ,510 ,001 Berdasarkan tabel 3 terlihat nilai Standardized Coefficients (Bet. Koefisien jalur kompetensi terhadap kinerja sebesar -0,088 dengan arah koefisien negative. Koefisien jalur motivasi terhadap kinerja sebesar 0,495 dengan arah koefisien positif. Berikut adalah ringkasan hasil dari penelitian ini: Tabel 4: Ringkasan Penelitian Hubungan Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan Kompetensi terhadap Kinerja Karyawan Sig 0,000 0,510 Keputusan H1 diterima H2 ditolak Motivasi terhadap Kinerja Karyawan 0,001 H3 diterima Dari tabel di atas maka dapat dikatakan bahwa Kompetensi dan Motivasi berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan. Kompetensi tidak berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan, dan Motivasi berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan hasil perhitungan di atas menunjukan bahwa Kompetensi dan Motivasi berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan. Oleh karena itu dalam teori Menurut Hasibuan . AuMotivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerjasama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasanAy. Wibowo . menyatakan kompetensi adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut. Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan hasil perhitungan di atas menunjukan bahwa Kompetensi tidak berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan karena pegawai sudah mengerjakan sesuai dengan Oleh karena itu dalam teori Wibowo menyatakan kompetensi adalah kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan atau pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh perusahaan tersebut. Menurut Spencer dan Spencer . alam Wibowo . 6, . menyatakan bahwa kompetensi merupakan suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut. Dengan demikian, kompetensi menunjukkan keterampilan atau Qufni, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. pengetahuan yang dicirikan oleh profesionalisme dalam suatu bidang tertentu sebagai sesuatu yang terpenting, sebagai unggulan bidang tersebut. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kompetensi yang baik dalam suatu instansi sangat penting untuk mengetahui kemampuan dan keterampilan karyawan. Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan hasil perhitungan di atas menunjukan bahwa Motivasi secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Maka dari itu teori Menurut Hasibuan . AuMotivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerjasama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasanAy. Motivasi merupakan konsep yang digunakan untuk menerapkan kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi individu, atau yang ada di dalam individu tersebut yang mengarahkan perilaku. Di mana perilaku-perilaku yang lebih dianggap sebagai hasil dari tingkat-tingkat motivasi yang lebih insentif. Faktor motivasi terbentuknya sikap karyawan dalam menghadapi situasi kerja, situasi kerja yang positif menimbulkan motivasi yang tinggi dan motivasi yang tinggi bagi karyawan sangat penting untuk meningkatkan Kesimpulan Dan Saran Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kompetensi dan motivasi terhadap kinerja pegawai PT. Bank Syariah Harum Hikmah Nugraha Leles. Berdasarkan hasil dari analisis dan pembahasan yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Kompetensi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai PT. Bank Syariah Harum Hikmah Nugraha Leles. Motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai PT. Bank Syariah Harum Hikmah Nugraha Leles. Kompetensi dan Motivasi secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai PT. Bank Syariah Harum Hikmah Nugraha Leles. Berdasarkan penjelasan dan kesimpulan yang telah diuraikan menyatakan bahwa kedua variabel independen, yakni kompetensi dimana jawaban paling dominan bahwa karyawan melakukan sesuai dengan pekerjaan, maka ia akan mampu baik dari segi pengetahuan serta keterampilan, lalu jawaban paling dominan dari variabel motivasi yaitu dimana salah satu faktor pendorong meningkatnya kinerja karyawan dilihat dari cara seorang pemimpin memberikan motivasi dan mampu menginspirasi kepada para bawahan, kedua variabel independen tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen, yakni kinerja karyawan secara simultan. Saran Qufni, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, berikut ini penulis sampaikan beberapa saran yang diharapkan bermanfaat bagi Bank Syariah Harum Hikmah Nugraha Leles dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Para pegawai dalam mengambil keputusan hendaknya memperhatikan berbagai aspek misalnya situasi dan kondisi yang sedang terjadi serta dampak dari keputusan tersebut. Dalam hal ini, sebaiknya perusahaan memberikan kepercayaan kepada pegawai dalam mengambil keputusan sesuai dengan wewenang yang diberikan. Ada baiknya jika perusahaan sewaktu-waktu mengajak pegawai untuk studi banding ke perusahaan lain atau diberikan bimbingan mental spiritual melalui lembaga yang kompeten. Perusahaan diharapkan lebih memperhatikan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja pegawai, seperti pemberian asuransi atau BPJS agar pegawai lebih merasa aman, nyaman dan tenang dalam bekerja guna meningkatkan motivasi kerja mereka. Selain dari itu, upaya lain untuk meningkatkan motivasi para pegawai, perusahaan secara berkala perlu mengevaluasi kebijakan reward baik menyangkut gaji maupun tunjangan pegawai sesuai dengan ketentuan ketenagakerjaan dan prestasi kerja pegawai. Salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi pegawai adalah dengan mengembangkan potensi dan minat serta bakat pegawai melalui pendidikan dan pelatihan, baik diklat teknis fungsional maupun struktural. Dalam hal ini, perusahaan dapat bekerjasama dengan lembaga diklat yang profesional atau perguruan tinggi. Daftar Pustaka