Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Membangun Budaya Toleransi pada Anak Usia Dini Melalui Pendidikan Damai MasAoudah email: masudahmasudah89@gmail. (STAI Ihyaul Ulum Gresi. Abstrak Mewujudkan keharmonisan dan toleransi dalam kehidupan beragama merupakan sebuah tantangan yang besar bagi negara Indonesia, perkembangan media sosial memberikan pengaruh dalam pembentukan kehidupan beragama di masyarakat. kemudahan akses internet yang tidak hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa tetapi juga anak-anak menjadi masalah tersendiri, karena saat ini bermunculan berita-berita hoax, ujaran kebencian yang mengatasnamakan agama, serta diskriminasi berbasis agama mendominasi dunia maya. Lebih memprihatinkan lagi, informasi palsu yang mengatasnamakan agama sering kali memicu munculnya generasi muda yang bersikap radikal, membenarkan kekerasan, dan kehilangan sikap toleransi terhadap keberagaman. Oleh karena itu, penting sekali membekali anak-anak akan pentingnya sikap saling menghargai, toleransi dan sikap anti kekerasan sejak dini, agar nantinya terbentuk budaya damai, toleransi yang akan membuat anakanak bisa hidup berdampingan dalam perbedaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pola pendidikan damai dalam membangun budaya toleransi siswa PAUD Pembangunan Turi Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang termasuk dalam field reseach. Dari peneritian ini menemukan hasil bahwa pola pendidikan damai yang dilakukan oleh PAUD Pembangunan dimulai dari perumusan tujuan yang menekankan pentingnya kedamaian dalam kehidupan, disertai dengan penyusunan kurikuluum yang memuat nilau-nilai toleransi, penghargaan terhadap hak asasi individu dalam keberagaman. Dalam penanamannya metode yang digunakan melalui integrasi nilai-nilai kedamaian dalam pembelajaran, penggunaan cerita inspiratif atau dongeng, penguatan nilai kerjasama melalui permainan, dan kegiatan ekstrakurikuler yang mendorong saling menghargai. Pendidikan damai memberikan dampak yang postitif dalam membentuk sikap anti kekerasan, meningkatkan toleransi, memperkuat kesadaran sosial dan empati, membangun solidaritas serta mengurangi potensi konflik baik dilingkungan sekolah maupun masyrakat. Kata Kunci: Pendidikan Damai. Toleransi. Anak Usia Dini Pendahuluan Tantangan besar dalam membangun toleransi dalam kehidupan masyarakat yang plural masih menjadi tantangan yag harus dihadapi olehb bangsa Indonesia. Arus informasi yang begitu masif melalui media sosial memberikan pengaruh signifikan terhadap terciptanya kerukunan dalam kehidupan beragama di tengah masyarakat. Kemudahan akses internet yang dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari orang dewasa hingga generasi milenial dan anak-anak, memungkinkan siapa saja untuk mengakses berbagai jenis informasi. Namun, sangat disayangkan bahwa hoaks, ujaran kebencian yang mengatasnamakan agama, dan diskriminasi berbasis agama justru mendominasi dunia maya. Yang lebih ironis adalah banyaknya informasi palsu yang mengatasnamakan agama, dan hal itu menjadi faktor yang mendorong generasi muda ke arah Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 05 No. 02 Desember 2023 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin radikalisme, menganggap kekerasan sebagai sesuatu yang sah, dan mengikis sikap toleransi terhadap perbedaan. Akibatnya, muncul generasi muda yang radikal dan kurang menghargai Hal itu dibenarkan dengan data hasil survey yang menyatakan bahwa sebanyak 56% siswa terpapar radikalisme. Gerakan radikalisme sendiri bukanlah hal yang mudah untuk oleh karena itu, perlu diberikan soft treatment untuk mencegah perkembangan faham radikal dikalangan siswa, salah satunya melalui penanaman pendidikan damai yang ditanamkan sejak usia dini. Siswa yang sejak kecil memahami akan pentingnya kedamaian, kerukunan dan toleransi akan menghindari prilaku-prilaku buruk yang mengarah pada ketegangan, pertikaian dan permusuhan, dan akan membiasakan sikap-sikap yang baik sepertitoleran, cinta damai, dan anti kekerasan, dengan pembiasaan sikap tersebut akan tewujud kehidupan beragama yang harmonis dalam masyarakat. Dalam upaya membangun karakter toleran dan cinta kedamaian pada siswa sejak dini. PAUD Pembangunan telah membuat kebijakan dan melaksanakan pendidikan damai sebagai upaya membekali dan menanamkan sikap anti kekerasan, toleransi dan cinta damai kepada Sehingga, meskipun lembaga ini mempunyai siswa yang berlatar belakang agama berbeda-beda tetapi sekolah ini mampu membangun karakter anak didiknya dengan sikap saling toleran, menghargai serta bekerjasama dengan baik antar sesama dan tidak pernah terjadi perundungan yang mengatasnamakan agama, dan akhirnya tercipta kehidupan yang tentram dan harmonis baik dilingkungan sekolah maupun kehidupan social kemasyarakatan. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dan termasuk pada penelitian lapangan (Field Reseac. , penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena atau realitas sosial secara mendalam, dengan menggali makna, perspektif, dan pengalaman individu atau kelompok. Penelitian ini lebih menekankan pada kualitas data dibandingkan kuantitas, dengan fokus pada proses, konteks, dan interpretasi. Adapun sumber data yang menjadi pertimbangan dalam menentukan pengumpulan data meliputi sumber dari informan, peristiwa dan dokumentasi. Teknik pengumpula data yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga yaitu: Pertama, observasi, observasi merupakan kegiatan pengamatan langsung tentag suatu objek. Kedua, wawancara, wawancara adalah kegiatan antara dua orang atau lebih yang terdiri dari pewawacara dan sumber untuk menemukan sebuah data dalam penelitian. Ketiga, dokumentasi, dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data terkait dokumen kurikulum, visi misi, proses bbelaar mengajar dan penilaian. Terkait teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis interaktif Miles. Hubberman dan Saldana dengan empat tahapan 2 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin yaitu pengumpulan data, kondesasi data, display data dan verifikasi data. Hasil dan Pembahasan Pengertian Pendidikan Damai Pendidikan damai berasal dari dua kata yaitu pendidikan damai. 1 Kata pendidikan adalah kata yang mendapat awalan pe- dan akhiran Aean dari kata dasar didik. Sehingga kata ini memiliki makna proses atau perbuatan mendidik. Dari makna tersebut bisa kita artikan pendidikan merupakan suatu proses atau perbuatan mendidik. Pendidikan disini baik secara formal, non-formal, maupun informal. Sedangkan damai merupakan arti dari peace dalam kamus Inggris Indonesia populer, juga memiliki arti lain yakni, tenang dan perdamaian. UNICEF mendefenisikan pendidikan perdamaian sebagai proses mempromosikan pengetahuan, keahlian-keahlian, sikap dan nilai-nilai yang diperlukan untuk membawa perubahan perilaku yang memungkinkan anak-anak, pemuda dan orang dewasa untuk mencegah . o preven. konflik dan kekerasan. o resolv. konflik secara dan menciptakan . o creat. kondisi yang kondusif untuk perdamaian, baik pada level antar personal, interpersonal, antar kelompok, nasional dan internasional. Jika disimpulkan maka pendidikan damai merupakan suatu proses mengajarkan pengetahuan, pengembangan sikap, keterampilan dan tingkah laku kepada kelompok atau individu agar berperilaku damai seperti toleran, saling menghormati, sikap anti kekerasan. Atau dengan kata lain terciptanya tatanan perdamaian dalam masyarakat. Tujuan Pendidikan Damai Menurut United Nations ChildernAos Fund (UNICEF) terdapat tiga tujuan pendidikan damai yaitu: Pertama, pendidikan damai bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman bagaimana mencegah konflik dan kekerasan. Dalam hal ini diharapkan setiap yang mempelajari pendidikan damai dapat menganalisa gejala penyebab konflik. Jadi ketika timbul gejala konflik dapat dicegah sebelum menjadi kekerasan, orang yang mempelajari pendidikan damai akan bersikap mencari cara untuk meredamya. Kedua, menyelesaikan konflik dengan cara-cara yang damai. Diharapkan individu yang sudah diberikan pemahaman pendidkan 1 Magnes Heavelsrud Ph. Conceptual Perspectives In Peace Education. Makalah. Columbia University, 2008, hlm 1 http. encyclopedy of peace diakses tanggal 13 oktober 2019 2 Rayner Hardjono. Kamus Populer Inggris Indonesia, (Gramedia Pustaka Utama. Jakarta, 2. hlm 281 3 Nugroho Eko Atmanto. Pendidikan Damai melalui Pendidikan Agama pada Sekolah Menengah Atas di Daerah Pasca Konflik. SMaRT. Volume 03 Nomor 02 Desember 2017,( Balai Litbang Agama. Semarang ,2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 05 No. 02 Desember 2023 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin damai akan dapat berusaha menyelesaikan suatu konflik dengan cara-cara yang damai dan tidak menimbulkan konflik lain. Sehingga, setiap konflik tidak akan berdampak buruk terhadap pihakpihak yang mengalaminya. Ketiga, menciptakan damai dalam diri seorang individu . , dengan orang lain . , kelompok . , antar kelompok . , hingga dalam ranah yang lebih luas yakni internasional . nternational Dengan berbekal kedua hal diatas diharapakan dapat terlaksananya perdamaian yang sesuai diharapkan. Perdamaian yang tidak hanya lokal tetapi damai dalam skala global. Jadi dapat dipahami tujuan pengajaran pendidikan damai yang pada dasarnya adalah menanamkan dan mengubah pengetahuan, menambah kemampuan, nilai-nilai dan tingkah laku seseorang agar dapat bersikap damai dalam kehidupan pada saat mengidentifikasi konflik, mencegahnya dan menyelesaikan konflik, baik damai dengan diri sendiri, orang lain, maupun kelompok dana lam sekitar tanpa membedakan suatu hal apapun. Urgensi Pendidikan Damai Ditengah dinamika sosial yang sering kali diwarnai konflik, sikap intoleran, dan kekerasan, maka pendidikan damai merupakan pilar penting untuk diberikan kepada semua Pendidikan damai dalam konteks sekolah berkontribusi pada pembentukan generasi pemimpin yang mempunyai orientasi pada dialog, kolaborasi, dan keberlanjutan, yang penting bagi kebijakan publik yang pro-damai. Pendidkan damai juga bisa menjadi fondasi untuk mewujudkan dunia yang lebih aman, damai, anti kekerasan dan adil. Nilai-nilai Pendidikan Damai Dalam mewujudkan tujuan pendidikan damai, terdapat nilai-nilai kedamaian yang harus ditanamkan, karena nilai-nilai ini yang akan dapat mengantarkan pendidikan damai membuat suatu pengetahuan, sikap, kecakapan seseorang yang akan berorientasi pada Mulai dari tutur kata, hingga bertingkah laku dan berikap mencerminkan suatu kondisi damai. Dengan nilai damai yang diajarkan diharapkan akan terbentuk pribadi yang mempunyai sikap toleran, menjunjung hak asasi manusia, demoktratis dan mampu menyelesaikan konflik. Imam machali menuliskan bahwa terdapat nilai-nilai yang dapat dipelajari dalam pendidikan damai. Nilai-nilai ini jika dapat dipahami serta diamalkan dengan baik tentu akan sangat berkontribusi untuk pendidikan di Indonesia ini. Adapun nilai-nilai yang tersebut meliputi empat nilai dasar pendidikan damai yaitu5: Kedamaian dan anti kekerasan 4 Susan Fountain. Peace Education In UNICEF,( UNICEF. New York, 1. 5 Dr. Mustafa koylu. Peace Education : an Islamic Approach Makalah. Ondukus Mayis University. Turke, 2004 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Pendidikan damai membutuhkan elemen penting, yaitu kedamaian itu sendiri. Kedamaian yang dimaksud adalah kedamaian positif, maksudnya kondisi yang tidak hanya ditandai dengan tidak adanya perang atau kekerasan, tetapi dampak yang lebih Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan damai yaitu proses untuk mencegah kekerasan sekaligus menyusun strategi untuk menciptakan perdamaian, sehingga hasil akhirnya adalah terciptanya kedamaian itu sendiri. Menurut Musthofa Koylu . , pendidikan damai bertujuan untuk menghapus kekerasan, membangun keadilan, dan menumbuhkan rasa cinta di antara individu. Jika nilai-nilai ini tertanam dalam diri seseorang, maka akan tercipta pola kerja sama dan harmoni di antara kelompok-kelompok manusia. Toleransi Toleransi merupakan nilai pendidikan damai yang wajib disampaikan. Toleransi sendiri adalah sikap bersedia menerima keberagaman dan keanekaragaman agama yang dianut dan kepercayaan yang dihayati oleh pihak atau golongan agama atau kepercayaan Toleransi beragama tidak hanya tentang mengakui keberadaan agama atau kepercayaan lain, tetapi juga menghormati eksistensinya, baik dalam tatanan sosial maupun Hal ini mencakup pengakuan terhadap perbedaan cara beribadah, penghayatan, dan keyakinan berdasarkan prinsip Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Toleransi juga mencakup kelapangan hati untuk menerima keberagaman pendapat dan kebebasan setiap individu dalam menjalani hidupnya. Namun, penting untuk digarisbawahi bahwa kebebasan ini tetap harus dibatasi oleh aturan yang berlaku, sehingga tidak merusak nilai-nilai perdamaian. Dengan sikap toleransi, masyarakat dapat menciptakan ruang yang aman dan harmonis, di mana setiap orang bebas mengekspresikan keyakinannya tanpa rasa takut atau terancam. Hak Asasi Manusia Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Pada prinsipnya pendidikan damai bertujuan untuk menciptakan dunia yang penuh keadilan, dan 6 ibid 7 Dr. Mustafa koylu. Peace Education : an Islamic Approach Makalah. Ondukus Mayis University. Turke, 200 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 05 No. 02 Desember 2023 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin saling menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia, tanpa adanya konflik, tanpa kekerasan, tanpa eksploitasi satu sama lain, dan membina kehidupan yang damai. Nilai Hak Asasi Manusia (HAM) yang menjadi nilai pendidikan damai merupakan pilar fundamental dalam menciptakan dunia yang harmonis. Kombinasi keduanya melahirkan masyarakat yang menghormati keberagaman, mencegah konflik, dan memprioritaskan martabat manusia di atas segalanya. Pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu bekerja sama dalam menanamkan nilai-nilai ini untuk mewujudkan visi dunia yang lebih adil dan damai. Demokrasi Demokrasi, yang secara harfiah berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari kata "demos" yang berarti masyarakat dan "kratia" yang bermakna aturan atau kekuasaan. Oleh karena itu, demokrasi dapat didefinisikan sebagai sistem pemerintahan di mana kekuasaan berada di tangan masyarakat, berbeda dengan sistem pemerintahan yang hanya dikuasai oleh satu orang atau sekelompok kecil orang. 9 Demokrasi juga menjadi konsep tatanan bernegara yang banyak diadopsi oleh negara-negara di dunia, lahir dari aspirasi masyarakat yang menginginkan persamaan hak dan kedudukan di depan hukum. Tuntutan ini muncul akibat ketidakadilan di masa lalu, ketika status seseorang dalam hukum dan kehidupan sosial masyarakat sangat bergantung pada perbedaan kedudukan. Pola Pendidikan Damai untuk Membangun Budaya Toleransi Pendidikan damai adalah pendidikan yang sangat penting dalam membangun generasi yang toleran, berkeadilan, dan mampu hidup harmonis di tengah keragaman budaya, agama, dan latar belakang sosial. Melalui pendidikan damai, siswa diajarkan untuk menyelesaikan konflik secara konstruktif, menghormati hak asasi manusia, serta memahami nilai-nilai universal seperti keadilan, saling menghormati, dan keberagaman. Dalam menyampaikan nilai-nilai pendidikan damai terdapat beberapa pola yang dilakukan oleh PAUD Pembangunan. Pola-pola dirancang untuk menanamkan sikap damai sejak dini, sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang menghargai perbedaan dan mampu berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang harmonis. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan pola pendidikan damai yang dilakukan oleh PAUD Pembangunan dalam membangun budaya toleransi adalah tergambar melalui point-point berikut: Taat wulandari. Pd. Menciptakan Perdamaian Melalui Pendidikan Perdamaian di Sekolah. Jurnal Mozaik. Volume V Nomor I. Universitas Negeri Yogyakarta, 2010, hlm. 9 Fuad Fachrudin. Agama dan Pendidikan Demokrasi. Tufel Nadjib Musyadad (Education For Democrazy : Ideas and Practicies of Islamic Civil Society Association in Indonesia ),( Pustaka Alvabet. Jakarta,2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Tujuan Pendidikan Damai PAUD Pembangunan PAUD Pembangunan merupakan salah satu lembaga pendidikan yang bersifat multikultural, lembaga ini mempunyai siswa dengan latar belakan pendidikan yang berbedabeda, terdapat siswa yang beragama islam, kristen dan juga hindu. Dalam wawancara Ibu Muniroh menyampaikan bahwa: AuTujuan pendidikan damai harus di praktekkan di lembaga kami, tentunya agar terbentuk karakter toleran pada semua siswa, menumbuhkan rasa simpati antar sesama, menanamkan nilai kerjasama dan saling membantu dalam kehidupan. Dengan pendidikan damai ini diharapkan dengan nilai kedamaian yang tetanam pada jika siswa kehidupan di sekolah ini bahkan di masyarakat Balun bisa berjalan damaiAy10 Tujuan utama dari pelaksanaan pendidikan damai di PAUD Pembangunan adalah untuk membentuk karakter siswa yang toleran terhadap keberagaman, menumbuhkan rasa simpati kepada sesama, dan menanamkan nilai kerja sama serta saling membantu dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menerapkan pendidikan damai secara konsisten, diharapkan nilai-nilai tersebut dapat tertanam kuat dalam diri siswa sehingga mereka mampu menciptakan suasana damai di lingkungan sekolah. Selain itu, dampak positif pendidikan damai ini juga diharapkan meluas ke masyarakat sekitar, khususnya di wilayah Balun, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman budaya dan agama. Kurikulum Pendidikan Damai Kurikulum menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat . adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum Damai menjadi sebuah kebijakan yang perlu dibuat oleh lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan dalam membangun budaya toleransi melalui pendidikan damai. Bentuk kurikulum yang ada di PAUD Pembangunan sebagaimana yang dipaparkan oleh Ibu Tumakninah selaku Kepala PAUD Pembangunan: AuKami menyadari bahwa kami mempunyai siswa dengan latar belakang agama yang tidak sama. Sesuai dengan misi sekolah yaitu memperkuat sikap toleransi dan pemahaman terhadap keberagaman agama disekolah, maka kami para komite, kepala sekolah, dewan guru, wali murid bersepakat untuk memuat pendidikan damai dalam kurikulum. meskipun masih bersifat hidden curriculume karena kami benar-benar ingin membentuk siswa kami menjadi pribadi yang toleran dan itu bisa dilakukan dengan penanaman nilainilai kedamaian. Dalam kurikulum PAUD Pembangunan terdapat bagaimana cara menanamkan nilainilai kedamaian kepada siswa, program ekstra kurikuler yang di desain untuk penanaman nilai-nilai 10 Muniroh, hasil wawancara pada tanggal 17 September 2024 11 Forum Mangunwijaya VII. Menyambut Kurikulum 2013, (Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara, 2. , hal 15 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 05 No. 02 Desember 2023 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin damai, serta pemberian bekal kepada guru tentang pendidikan damai, hal itu dilakukan agar perbedaan yang ada disekolah tidak menyebabkan konflikAy. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara bahwasanya telah ada kurikulum pendidikan damai yang telah digunakan oleh PAUD pembangunan akan tetapi kurikulum tentang pendidikan damai di sekolah ini masih bersifat hidden curiculum. Artinya ada aturan terkait penanaman nilai damai sebagai upaya untuk membangun toleransi siswa tetapi bentuknya belum dituliskan dalam buku kurikulum satuan pendidikan, melainkan masih melalui internalisasi atau penanaman dalam materi pembelajaran, belum termuat dalam struktur kurikulum. Materi Pendidikan Damai Materi pendidikan biasa juga disebut isi atau kandungan pendidikan dan kurikulum. Materi pendidikan ialah segala sesuatu yang diberikan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan tidak akan tercapai sebagaimana mestinya tanpa pembekalan peserta didik dengan materi pendidikan. Bila rumusan tujuan pendidikan berbeda antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya, tentu saja, materi yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu juga berbeda. Materi pendidikan dalam masyarakat sekuler mesti berbeda dari materi pendidikan dalam masyarakat yang religius. Begitu pula, materi pendidikan masyarakat industri harus berbeda dari materi pendidikan dalam masyarakat Materi pendidikan damai dibuat untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, empati, dan kerja sama guna menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai. Materi ini mencakup pengenalan nilai toleransi dengan mengajarkan siswa untuk menghargai perbedaan budaya, agama, dan pandangan hidup. Selain itu, siswa diajarkan strategi penyelesaian konflik secara damai melalui dialog, mediasi, dan pendekatan non-kekerasan. Pendidikan damai juga mencakup pemahaman tentang hak asasi manusia, keadilan, dan kewajiban sosial untuk menumbuhkan sikap saling menghormati. Materi lainnya meliputi pengembangan empati dan rasa simpati melalui cerita atau simulasi, kerja sama melalui aktivitas kelompok, serta kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan berkelanjutan. Dengan memasukkan keberagaman budaya dan tradisi, pendidikan damai membantu siswa mengenal dan menghormati kebiasaan dari berbagai latar belakang. Melalui pendekatan interaktif seperti diskusi, permainan edukatif, dan praktik langsung, pendidikan damai diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang toleran dan berkontribusi pada terciptanya 12 Tumakninah, hasil wawancara pada tanggal 17 September 2024 13 Siti Nur Ali. Materi Pendidikan Menurut Pandangan Islam. Jurnal IstiqraAo. Volume 1 Nomor 2 Maret 1092024, 8 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin masyarakat yang damai. Pada pelaksanaan pendidikan damai di PAUD Pembangunan ibu Arifatur Rokhmah menyampaikan dalam petikan wawancara berikut: AuTerkait materi yang diajakarkan kepada siswa, ada materi tentang toleransi, dan ini yang kita ajarkan setiap hari, lalu ada materi tentang bagaimana membangun kerukunanAy. Materi Pendidikan damai di PAUD Pembangunan yang diberikan pada siswanya sebagai upaya untuk membangun budaya toleransi antara lain materi tentang toleransi, penanaman hak asasi manusia dan pembangunan kerukunan, hal itu sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Machali bahwasanya materi yang disampaikan dalam pendidikan damai meliputi tiga hal yaitu: . Materi pengetahuan tentang budaya, agama, ras, ekonomi. HAM dan sikap tanggung jawab. Materi keterampilan yang meliputi kerjasama, empati, kemampuan menengahi sengketa. Materi sikap yang mengajarkan tentang sikap toleransi, menghargai perbedaan, memahami perbedaan budaya dan agama, serta sikap solidaritas sosial. Metode Pendidikan Damai Membentuk karakter cinta damai bukanlah hal yang mudah, oleh karena itu dibutuhkan berbagai macma cara dan metode agar nilai kedamaian bisa tersampaikan dengan baik kepada siswa. Beberapa metode yang dipakaioleh PAUD Pembangunan untuk menanamkan sikap damai seperti toleransi, cinta damai, menghargai Hak Asasi Manusia serta menanamkan sikap demokratis dilakukan melalui beberapa cara yaitu: Melalui internalisi dan integrasi dengan pelajaran PAUD Pembangunan memberikan pemahaman tentang pentingnya nilai-nilai perdamaian melalui internalisasi kedalam materi pelajaran yang disampaian oleh guru setiap Sebagaimana yang disampaikan oleh ibu Titik Narwati: AuPenanaman tentang pendidikan damai kami lakukan melalui kegiatan pembelajaran, jadi ketika dikelas kami selalu menyampaikan akan pentingnya toleransi, anti kekerasan, dan pentingnya menjaga tutur kata agar tidak melukai saudara yang berbeda keyakinan dalam setiap pertemuan, biasanya saya menyisipkan petuah-petuah tentang nilai-nilai kedamaian kedalam materi-materi pembelajaranAy. Internalisai dan integrasi yang telah dilakukan oleh PAUD Pembangunan sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Betty Roarden yang merupakan tokoh pendidikan damai dari Amerika Serikat. Ia telah mengintegrasikan pendidikan damai dalam sekolah formal, ia 14 Machalli. Peace Education dan Deradikalisasi Agama. Jurnal Pendidikan Islam. Volume II. Nomor 1. Juni 2013, 45. 15 Titik Narwati. Hasil Wawancara pada tanggal 10 September 2024 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 05 No. 02 Desember 2023 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin mengatakan pendidikan damai dapat dimasukkan dalam pendidikan karakter. Pendidikan damai harus tampak dalam desain pembelajaran, baik desain tujuan, desain materi, desain metode, atau desain evaluasi. Secara umum, pendidikan damai bisa diintegrasikan sebagai bagian pendidikan karakter, dengan memasukkan nilai perdamaian sebagai nilai utama di PAUD pembangunan telah melakukan integrasi nilai-nilai pendidikan damai untuk satu atau lebih dari setiap pokok bahasan dari setiap materi pembelajaran. Seperti halnya sikap, suatu nilai tidaklah berdiri sendiri, tetapi berbentuk kelompok. Secara internal setiap nilai mengandung elemen pikiran, perasaan, dan perilaku moral yang secara psikologis saling berinteraksi. Pengembangan nilai-nilai damai dicantumkan dalam RPH yang disusun oleh guru, melalui langkah pemahaman tujuan pembelajaran dan integrasi nilai pendidikan damai seperti keteladanan, kedisiplinan, pembiasaan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari disekolah. Penanaman pendidikan damai dilakukan oleh guru-guru di PAUD Pembangunan dengan menggunakan strategi dan model pembelajaran yang efektif dan . Melalui Cerita Inspiratif tentang kedamaian dan toleransi Pendidikan damai tidak hanya bisa disampaikan melalui penanaman dalam pembelajaran, tetapi bisa juga dilakukan melalui kegiatan bercerita. Dalam bentuk ini antara guru dengan murid dalam posisi yang sama dan saling belajar. Bercerita sendiri juga melatih murid dan guru untuk saling menghormati karena di dalam metode cerita terdapat unsur Aumendengarkan dengan baikAy yang kemudian membuka wawasan murid dan guru untuk dapat menerima ide-ide baru. Selain itu melalui cerita maka akan terbangun suasana demokratis dan juga membuka kemungkinan semua pihak untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Penanaman nilai damai dan toleransi melalui cerita inspiratif adalah metode yang sangat efektif, terutama dalam konteks pendidikan anak-anak. Cerita memiliki kekuatan untuk menyentuh emosi, memperkenalkan perspektif baru, dan menanamkan nilai-nilai Beberapa cara penanaman nilai damai dan toleransi melalui cerita inspiratif seperti cerita tentang tokoh perdamaian, kisah-kisah moral tradisional, cerita dengan tema keberagaman, cerita dongeng atau fabel tentang toleransi. Upaya internalisasi nilai-nilai kedamaian dalam membangun budaya toleransi di 16 Nisa. Internalisasi Nilai Peace Education sebagai Upaya mencegah tindak kekerasan. Proceeding International Seminar on Islamic Education and Peace, 467-470. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin PAUD Pembangunan tidak hanya dilakukan dalam penyampaian materi, tetapi juga dilakukan melalui cerita inpiratif. Sebagaimana yang dituturkan oleh ibu Arifatur Rokhmah: AuDi momen-moment peringatan hari besar kegamaan atau peringatan hasi besar nasional kita selalu memberikan pembelajaran kepada siswa ,baik yang beragama islam, hindu ata kristen tentang pentingnya memupuk toleransi, kami biasanya melakukan dengan memberikan dongeng-dongeng atau cerita tentang tokoh-tokoh perdamaian, tokoh yang pernah kita ceritakan adalah mahatma Gandhi, selain itu kita biasanya menceritakan cerita fabel untuk mengajarkan anak untuk saling menghargai dan membantuAy. Penerapan pendidikan damai melalui cerita inspiratif di PAUD Pembangunan Desa Balun menunjukkan metode ini yang sangat efektif dalam membangun budaya toleransi di kalangan anak-anak. Guru-guru seperti Ibu Arifatur Rokhmah dan Ibu Muniroh secara konsisten menggunakan cerita tokoh-tokoh perdamaian seperti Mahatma Gandhi, cerita fabel, dan dongeng yang memuat nilai-nilai penghargaan, saling membantu, dan Upaya ini tidak hanya memperkenalkan siswa pada konsep toleransi tetapi juga membuat proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak. Melalui Kegiatan Permainan Permainan merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh PAUD Pembangunan dalam menyampaikan nilai-nilai damai kepada siswa. Ibu Arifatur Rokhmah mengatakan AuPendidikan damai tidak selalu kita sampaikan melalui integrasi materi pembelajaran, tetapi saya sendiri malah lebih sering melakukan penanaman nilai damai dan toleransi melalui permainanpermainan, karena kalau lewat permainan anak merasa senang dan lebih memperhatikan apa yang saya Ay Dari data diatas menunjukkan PAUD Pembangunan dalam menyampaikan nilainilai dama kepada siswa dilakukan melalui kegiatan permainan. Dari hasil wawancara menunjukkan bahwa permainan menjadi salah satu cara efektif yang digunakan di PAUD Pembangunan untuk menyampaikan nilai-nilai damai kepada siswa. Pendidikan damai tidak selalu harus disampaikan melalui integrasi materi pembelajaran secara langsung. Justru. PAUD Pembangunan lebih sering menanamkan nilai-nilai damai dan toleransi melalui Melalui metode ini, anak-anak merasa lebih senang dan tertarik, sehingga lebih mudah menyerap apa yang diajarkan. Penanaman nilai-nilai kedamaian melalui permainan di PAUD Pembangunan 17 Arifatur Rokhmah. Hasil Wawancara pada tanggal 17 September 204 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 05 No. 02 Desember 2023 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin sejalan dengan teori perkembangan anak yang menyatakan bahwa belajar melalui permainan adalah metode efektif bagi anak usia dini. Menurut teori perkembangan sosial dan kognitif dari Lev Vygotsky, interaksi sosial dan kegiatan bermain memiliki peran penting dalam pembelajaran anak. Vygotsky menekankan bahwa melalui permainan, anakanak dapat mengembangkan keterampilan sosial, seperti kerja sama, komunikasi, dan empati, yang membantu mereka memahami perbedaan dan menumbuhkan sikap . Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Penanaman pendidikan damai melalui kegiatan ekstrakurikuler adalah langkah strategis yang efektif dalam membentuk karakter siswa. Ekstrakurikuler menyediakan ruang di luar jam pelajaran formal yang memungkinkan siswa belajar secara aktif dan berinteraksi dalam suasana yang lebih santai namun tetap terarah. Dalam konteks ini, pendidikan damai dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mempromosikan nilai-nilai toleransi, kerja sama, empati, dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan. Kegiatan seperti pramuka, olahraga, seni, atau kunjungan ke rumah ibadah yang dilakukan oleh PAUD Pembangunan dapat menjadi media yang ideal untuk menginternalisasi nilai-nilai perdamaian. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk bekerja sama dalam tim yang terdiri dari berbagai latar belakang, yang pada akhirnya membantu mereka memahami pentingnya menghargai perbedaan. Pengalaman berinteraksi dalam kelompok yang heterogen bisa mendorong siswa untuk berpikir secara inklusif dan mengembangkan sikap empati terhadap sesama. Dalam ekstrakurikuler, siswa lebih bebas mengemukakan pendapat dan menyelesaikan masalah bersama, membantu siswa belajar penyelesaian konflik secara Proses dialog dan diskusi yang terjadi selama kegiatan juga memberikan pengalaman praktis bagi siswa dalam membangun sikap terbuka dan menghargai pandangan orang lain. Akan tetapi, keberhasilan penanaman pendidikan damai melalui ekstrakurikuler sangat bergantung pada pembinaan yang konsisten dan pengawasan yang tepat. Guru atau pembina perlu memastikan bahwa nilai-nilai damai benar-benar diinternalisasi oleh siswa, bukan hanya menjadi formalitas. Kegiatan ekstrakurikuler harus dirancang dengan tujuan yang jelas, yakni membentuk generasi yang memiliki karakter moderat, terbuka, dan mampu berinteraksi secara damai di tengah keragaman. 18 Syafnita. Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini. (Malang: PT. Literasi Nusantara 19 Ibid, hlm 78. Abadi Grup, 2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Media Pendidikan Damai Michael Borba menyampaikan bahwa pendidikan damai untuk membangun toleransi tidak hanya bisa digerakkan oleh guru, tetapi juga oleh pengelola sekolah. Hal itu bisa dilakukan dengan berbagai cara diantanranya dengan cara memanfaatkan segala fasilitas dan media yang ada seperti dinding sekolah untuk ditempel gambar berbagai tempat ibadah semua agama di Indonesia, pakaian adat, rumah adat, kesenian daerah, serta simbol-simbol keberagaman lain yang merupakan kekayaan negeri. Pendidikan damai di PAUD Pembangunan memanfaatkan media yang beragam untuk menanamkan kedamaian ternyata efektif untuk membangun budaya toleransi sejak dini. Penanaman Pendidikan damai menggunakan buku cerita dan video edukatif sangat berperan dalam membangun sikap saling menghargai. Anak-anak, yang masih cenderung imajinatif dan visual, lebih responsif terhadap cerita dan visualisasi yang mengandung pesan-pesan kedamaian dan toleransi dibanding metode ceramah atau diskusi panjang. Penggunaan media dalam pendidikan damai, sebagaimana diterapkan di PAUD Pembangunan, memperlihatkan bahwa menumbuhkan toleransi bukanlah tugas tunggal guru, tetapi melibatkan seluruh lingkungan pendidikan, termasuk fasilitas yang ada. Fasilitas sekolah dapat berperan sebagai "guru diam" yang menyampaikan pesan-pesan damai secara konsisten dan terbuka. Pendekatan yang menempatkan pendidikan damai melalui media-media ini memperkuat kesadaran siswa tentang pentingnya menghargai perbedaan di usia dini, sehingga kelak mereka dapat tumbuh menjadi individu yang terbuka dan toleran dalam masyarakat yang Partisipasi Orang Tua dalam Penanaman Pendidikan Damai Menanamkan nilai kedamaian kepada siswa agar terbentuk jiwa yang toleran menjadi tantangan yang hasus dilembaga PAUD Pembangunan. Oleh karena itu, lembaga ini selalu melibatkan orang tua dalam proses penanaman pendidikan damai ketia siswa berada dirumah. Hal itu dituturkan oleh ibu Tumakninah: AuDalam penanaman nilai kedamaian dan pembangunan sikap toleransi kami selalu melibatkan orang tua, kami menyampaikan kepada orang tua bahwa keberagaman yang ada di desa ini mengharuskan kita mengajarkan anak-anak tentang kedamaian dan bersikap toleran, dan itu perlu didik juga dalam lingkungan keluarga, karena itu kita selalu bekerjasama dengan orang tua siswa untuk menanamkan 20 Michael Borba. Membangun Kecerdasan Moral: Tujuh Utama Agar Anak Bermoral Tinggi. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,2. , hlm. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 05 No. 02 Desember 2023 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin pendidikan damai dirumahAy Peran orang tua dalam pendidikan damai sangat penting dan memiliki dampak yang besar pada perkembangan karakter anak. Dalam lingkungan keluarga, orang tua berperan sebagai teladan pertama dan utama yang diikuti oleh anak-anak mereka. Sikap toleransi, kesabaran, dan kemampuan untuk menghargai perbedaan yang diterapkan oleh orang tua akan menjadi fondasi kuat bagi anak dalam memahami nilai-nilai damai. Elise Boulding juga mengatakan bahwa orang tua, khususnya para ibu memiliki peranan strategis dalam rangka mendidik dan menumbuhkan budaya damai dalam keluarga. Upaya mendidik tersebut melalui pendidikan, yakni pendidikan damai dalam keluarga. Jadi, sudah memang seharusnya pendidikan damai sejak dini diperkenalkan kepada anak-anak, baik di lingkungan keluarga atau masyarakat maupun di lingkungan sekolah melalui pendidikan formal dengan seperangkat kurikulum. Dampak Pendidikan Damai dalam Membangun Budaya Toleransi Pendidikan damai di PAUD Pembangunan berperan penting dalam membentuk sikap toleransi, kesadaran sosial, dan karakter positif siswa. Implementasi ini menunjukkan dampak signifikan dalam berbagai aspek: Membentuk Sikap Anti-Kekerasan Pendidikan damai yang dilakukan di PAUD Pembangunan membantu mengubah sikap siswa dari skeptis terhadap keberagaman menjadi toleran dan saling bekerja sama. Hal ini sejalan dengan teori Albert Bandura yang menekankan peran pengamatan dalam membentuk perilaku. Observasi menunjukkan siswa lebih mampu menghargai perbedaan dan menciptakan budaya harmonis di sekolah. Menanamkan Nilai Toleransi Melalui metode pembelajaran yang lembut, penuh kasih sayang, dan menyenangkan, siswa belajar menghormati perbedaan dalam kehidupan sehari-hari. Pengajaran dilakukan melalui dan aktivitas kolaboratif, menumbuhkan sikap saling menghormati di lingkungan multikultural. Menguatkan Kesadaran Sosial dan Empati Pendidikan damai di PAUD Pembangunanmembiasakan siswa untuk bekerja sama dan membantu tanpa membedakan agama. Kesadaran sosial yang ditanamkan sejak 21 Suharno. Urgensi Kebijakan Berwatak Multikultural di Indonesia. Makalah disajikan dalam Konferensi Nasional Kewarganegaraan Ke-1. Universitas Negeri Yogyakarta. Desember 2015. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 06 No. 02 Desember 2024 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin dini menciptakan karakter empatik dan prososial, sesuai dengan pendekatan pendidikan karakter Thomas Lickona. Membangun Kebersamaan dan Solidaritas Anak-anak diajarkan pentingnya kerja sama dan saling mendukung, memperkuat rasa kebersamaan tanpa mempermasalahkan perbedaan. Interaksi ini menciptakan suasana positif yang mendukung pembentukan sikap sosial toleran dan kooperatif. Mengurangi Potensi Konflik Melalui penerapan nilai-nilai damai, seperti penghormatan terhadap hak dan penyelesaian konflik secara santun, siswa lebih jarang terlibat konflik. Bahkan, perubahan sikap ini dirasakan hingga di rumah, di mana orang tua mengamati anak-anak menjadi lebih menghargai dan tenang. Penerapan ini sejalan dengan teori Johan Galtung, yang menekankan penciptaan perdamaian positif melalui hubungan sosial inklusif. Pendidikan damai di PAUD Pembangunan tidak hanya menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis, tetapi juga membentuk generasi yang toleran dan inklusif di masyarakat yang multikultural. Model pendidikan ini layak menjadi contoh bagi lembaga lain untuk mendukung keberagaman secara Kesimpulan Pendidikan damai mempunyai peran yang penting dalam membangun budaya toleransi pada siswa dalam lingkungan pendidikan yang multikultural. PAUD Pembangunan Balun Turi Lamongan menerapkan pendidikan damai untuk membangun budaya toleransi melalui beberapa langkah yaitu: Pertama, merumuskan tujuan, tujuannya dirumuskan dengan memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kedamaian dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, menyusun kurikulum, adapun kurikulum pendidikan damai di PAUD Pembangunan masih bersifat hidden curriculum. Ketiga, materi pendidikan damai, materi yang disampaikan adalah materi tentang pentingnya sikap toleransi, pemahaman hak asasi manusia, pemahaman tentang perbedaan budaya dan solidaritas sosia. Keempat, pemlihan metode pembelajaran, metode yang digunakan adalah integrasi nilai-nilai damai dalam pembelajaran, penyampaian melalui cerita inpiratif atau dongeng, penguatan melalui permainan, serta melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kelima, media yang digunakan untuk menanamkan pendidikan damai adalah menggunakan video atau poster yang berhubungan dengan toleransi. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 05 No. 02 Desember 2023 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Pendidikan damai yang diterapkan di PAUD Pembangunan memberikan dampak yang sangat signifikan dalam membentuk sikap dan prilaku siswa yang toleran, mempunyai jiwa anti kekerasan, serta menumbuhkan sikap sosial dan empati pada diri siswa sejak kecil. Pendidikan damai juga memberikan kontribusi pada pembangunan solidaritas antar siswa, selain itu, pendidikan ini juga bisa membentengi diri siswa bersifat kasar dan bisa meminimalisir potensi konflik baik di lingkungan sekolah maupun dilingkungan masyarakat. pendidikan damai dapat menjadi fondasi yang kuat untuk menciptakan generasi yang toleran dan harmonis dalam menjalani kehidupan dalam masyarakat multikultural. Daftar Pustaka