Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF/index Volume 2,Nomor 1,Desember 2023. IMPLEMENTASI APLIKASI BACABACA SEBAGAI PENINGKATAN KEMAMPUAN BACA DESA TUGU UTARA KECAMATAN CISARUA KABUPATEN BOGOR Yuyus Rustandi1. Aesha Yusi Mahameru1. Langgeng Prima Anggradinata1*). Hilda Septiani1. Universitas Pakuan *) Surel korespodensi : langgeng@unpak. Abstract Kronologi Naskah: diterima 10 November 2023. direvisi 14 Desember 2023. diputuskan 31 Desember North Tugu Village is one of the villages located in Cisarua District. Bogor Regency. Based on population data, the majority of residents in North Tugu Village work in agriculture, plantations, and labor. Based on observations that have been made, this village has various First, this village has public facilities that can be used for various activities, such as community meeting rooms. PAUD, tourist areas, etc. According to the data, if calculated, the public facilities in the village reach 910,000 ha. After the team made observations and interviews, there were five problems that occurred. First, there are 25 citizens who are still This activity aims to eradicate illiteracy and difficulty reading in North Tugu Village. The methods used in this activity are action research methods and solutions to community This method is a method that combines research methods and social engineering. Social engineering will be carried out based on research data. As a result, there was an increase in the reading ability of elementary school students in Rawagede Village, namely 14 students who were proficient in reading, 4 students were at the mediocre level, and 5 students were at the same level. Keywords: digital literacy, digital skill. Rawa Gede. Abstrak Desa Tugu Utara merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Cisarua. Kabupaten Bogor. Berdasarkan data penduduk, mayoritas penduduk di Desa Tugu Utara bekerja pada bidang pertanian, perkebunan, dan buruh. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, desa ini memiliki berbagai potensi. Pertama, desa ini memiliki fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, misalnya ruang pertemuan warga. PAUD, area wisata, dsb. Menurut data, jika dikalkulasi, fasilitas umum yang terdapat di desa tersebut mencapai 910. 000 ha. Setelah tim melakukan observasi dan wawancara, terdapat lima masalah yang terjadi. Pertama, terdapat 25 warga yang masih buta huruf. Kegiatan ini bertujuan mengentaskan buta huruf dan sulit baca di Desa Tugu Utara. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penelitian tindakan dan solusi atas permasalahan masyarakat. Metode ini adalah metode yang menggabungkan metode penelitian dan rekayasa sosial. Rekayasa sosial akan dilakukan berdasarkan data riset. Hasilnya, terjadi peningkatan kemampuan baca siswa sekolah dasar di Kampung Rawagede, yakni 14 siswa mahir membaca, 4 orang siswa berada di level medioker, dan 5 siswa berada di level semenjana. Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF/index Volume 2,Nomor 1,Desember 2023. Kata Kunci: literasi digital, cakap digital. Rawa Gede PENDAHULUAN Desa Tugu Utara merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Cisarua. Kabupaten Bogor. Desa ini berada di ketinggian 650Ai1200 mdpl dan terdiri atas 3 dusun, 6 RW, dan 24 RT. Berdasarkan data penduduk. Desa Tugu Utara memiliki jumlah penduduk mencapai 019 jiwa dengan jumlah 5. 681 laki-laki dan 5. 338 perempuan yang masuk ke dalam 3. KK. Mayoritas penduduk di Desa Tugu Utara bekerja pada bidang pertanian, perkebunan, dan Desa ini memiliki 12 PAUD, 40 sekolah dasar, 12 pondok pesantren, dan 1 sekolah Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, desa ini memiliki berbagai potensi. Pertama, desa ini memiliki fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, misalnya ruang pertemuan warga. PAUD, area wisata, dsb. Menurut data, jika dikalkulasi, fasilitas umum yang terdapat di desa tersebut mencapai 910. 000 ha. Kedua, desa ini memiliki sejumlah peternakan domba yang tersebar di beberapa wilayah desa. Menurut data desa, domba menjadi produk ternak unggulan Desa Tugu Utara. Terdapat 70 orang yang berprofesi sebagai petani/peternak. Ketiga. Kampung Cibulao yang terdapat di desa Tugu Utara adalah kampung penghasil kopi terbaik di dunia Namun, potensi yang telah disebutkan di atas belum dimanfaatkan dengan optimal. Setelah tim melakukan observasi dan wawancara, terdapat lima masalah yang terjadi. Pertama, terdapat 25 warga yang masih buta huruf. Kedua, limbah peternakan belum dikelola dengan baik. Padahal, jika limbah ternak . erupa kotoran domb. tersebut dikelola dengan baik dapat dijadikan pupuk kompos yang berguna untuk penanaman pohon kopi. Ketiga. SDM yang ada di desa ini belum sepenuhnya produktif. Keempat, limbah kopi belum dikelola dengan baik. Padahal, apabila dikelola dengan baik dapat menghasilkan produk baru yang dapat dipasarkan kembali. Gambar 1. Pondok Baca yang Dibuat Prodi Sastra Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia (Himsin. pada Tahun 2022 di Desa Tugu Utara Hal tersebut menjadi dasar pengajuan proposal Hibah Internal PKM Universitas Pakuan karena berdasarkan potensi dan masalah yang dimiliki Desa Tugu Utara dibutuhkan suatu konsep inovasi untuk mengoptimalisasikan potensi dan menyelesaikan masalah tersebut. Pada program bina desa tahun 2022. Program Studi Sastra Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia (Himsin. FISIB Universitas Pakuan, telah membuat pojok literasi di Kampung Rawagede. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat Kampung Rawagede, khususnya kelompok anak, sangat antusias. Pada tahun2022, mahasiswa anggota Himsina mendapat pendanaan dari kegiatan Innovillage dan mereka membuat aplikasi pembelajaran membaca . plikasi Bacabac. Aplikasi itu bertujuan mengentaskan buta huruf. Pada kegiatan ini, tim pengusul akan melanjutkan program yang telah dilakukan pada tahun Melalui program ini, pengabdi akan mengembangkan kegiatan yang telah Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF/index Volume 2,Nomor 1,Desember 2023, dilaksanakan pada tahun sebelumnya untuk menyelesaikan masalah yang terdapat di Desa Tugu Utara. Permasalahan Mitra Masalah pendidikan yang terjadi di Desa Tugu Utara adalah minimnya sarana dan prasarana pendidikan. Karena topografi desa yang berbukit-bukit, akses jalan menuju sarana pendidikan masih kurang. Selain siswa, guru kesulitan untuk menuju sekolah (PAUD). Hal ini menyebabkan guru PAUD yang terdapat di Kampung Rawagede hanya datang seminggu sekali. Hal ini berpengaruh terhadap tingkat pendidikan di Desa Tugu Utara, khususnya di Kampung Rawagede. Di Kampung Rawagede, terdapat 25 orang yang masih buta huruf. Selain itu, terdapat siswa sekolah dasar yang masih kesulitan membaca. Rendahnya minat baca menjadi persoalan bagi siswa sekolah menengah. Minat baca yang rendah disebabkan oleh sarana dan prasarana yang tidak memadai. Permasalahan yang terjadi di Desa Tugu Utara adalah angka buta huruf dan minat baca yang rendah. Taman Baca Masyarakat menjadi solusi atas permasalahan itu. Taman baca dapat meningkatkan literasi. Anak-anak dan orang tua dapat memanfaatkan taman baca sebagai sarana belajar (Prahardika, 2020. Yudianto et al. , 2. Menurut Misriyani dan Mulyono . , taman baca yang memiliki fasilitas yang lengkap dapat meningkatkan minat baca masyarakat. Taman baca masyarakat juga harus memiliki fasilitas pendukung, bukan hanya inventaris, melainkan sumber daya manusia. Taman baca menjadi salah satu solusi. Pada kegiatan terdahulu, tim pengusul telah membuat taman baca. Taman baca yang telah dibuat masih belum diaktivasi. Dengan demikian, kegiatan ini bertujuan mengaktivasi taman baca dengan melakukan pelatihan membaca dengan aplikasi Bacabaca. meningkatkan kemampuan baca siswa sekolah dasar. Tabel 1. Sasaran Kegiatan 25 siswa sulit baca Masalah Capaian kemampuan baca Pada kegiatan sebelumnya, tim telah melakukan uji kelaikan aplikasi. Berdasarkan uji kelaikan aplikasi, aplikasi Bacabaca layak digunakan oleh pengguna. Aplikasi itu mampu meningkatkan kemampuan baca. METODE PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Identifikasi Potensi. Masalah dan Kebutuhan Masyarakat Desa Dalam mengidentifikasi masalah, diperlukan suatu metode. Metode yang digunakan adalah metode penelitian aksi (Anderson, 2020. Goebel et al. , 2019. Suroto et al. , 2. Metode ini menekankan pada penelitian yang dibarengi dengan tindakan untuk menyelesaikan masalah Pada kegiatan pengabdian sebelumnya, tim mengobservasi karakteristik masyarakat dan budaya serta lingkungan fisik dan potensi yang dimiliki Desa Tugu Utara. Kemudian, tim melakukan pengambilan data primer dengan melakukan wawancara kepada Kepala Desa Tugu Utara. Selanjutnya, tim melakukan pengambilan data sekunder dengan melihat data demografi di situs web Desa Tugu Utara yang berupa data kuantitatif hasil survei tahun 2019. Identifikasi Kebutuhan Masyarakat Menurut Candra dan Azizah . , identifikasi kebutuhan masyarakat dapat dilakukan dengan menggunakan kartu Sistem Kebutuhan Belajar Masyarakat. Dalam FGD yang dilakukan pada kegiatan pada tahun 2022, kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok anak, adalah taman Taman baca dibuat karena akses masyarakat terhadap bahan bacaan sulit. Hal ini terjadi karena kondisi ekonomi masyarakat Desa Tugu Utara, khususnya Kampung Rawagede yang masih tergolong kelompok prasejahtera dan sejahtera 1 dan sejahtera 2. Berdasarkan data. Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF/index Volume 2,Nomor 1,Desember 2023, terdapat 140 KK yang tergolong pada keluarga prasejahtera. Sementara itu, terdapat sebanyak 786 KK yang tergolong pada keluarga sejahtera 1. Kemudian, terdapat 512 KK yang tergolong pada keluarga sejahtera 2. Keluarga prasejahtera dan sejahtera 1 dan 2 adalah keluarga yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar . ntuk prasejahter. , kebutuhan psikologis . ntuk presejahtera dan sejahtera . , dan kebutuhan pengembangan . ntuk prasejahtera, sejahtera 1, dan sejahtera . Artinya, buku dan pendidikan belum terpenuhi oleh kelompok keluarga tersebut padahal buku dan pendidikan dapat meningkatkan kualitas hidup. Bentuk Intervensi dan Partisipasi Mitra Dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Tugu Utara, terdapat intervensi yang dilakukan: pelatihan, pembinaan, dan pendampingan. Berbagai pelatihan akan dilakukan pada kegiatan ini: pelatihan membaca. Pelatihan membaca diadakan tujuh kali. Pelatihan bergantung pada level yang tersedia di aplikasi. Di aplikasi Bacabaca terdapat tujuh level permainan. Setiap level mememiliki tingkat kesulitan, dari membaca kata sederhana hingga membaca kalimat sederhana. Pengukuran kemampuan membaca diolah oleh aplikasi dalam bentuk skor. Peserta kegiatan ini adalah siswa PAUD di Kampung Rawagede. Desa Tugu Utara. Kecamatan Cisarua. Guru PAUD akan dibekali dengan pengetahuan tentang penggunaan Dengan demikian, guru PAUD akan dapat menggunakan aplikasi tersebut untuk Tugas Tim Pengusul Program Studi Sastra Indonesia adalah program studi yang memiliki konsen terhadap teknologi dan masalah sosial dengan isu literasi. Pada pengembangan pengabdian kepada masyarakat. Prodi Sastra Indonesia didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM). Lembaga tersebut mendorong seluruh staf dosen di lingkungan Universitas Pakuan untuk melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyakarat. Program Studi Sastra Indonesia bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia dalam melakukan kegiatan pengabdian melalui program Bina Desa. Pada kegiatan tahun 2022. Program Studi Sastra Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia telah mengadakan pojok baca. Atas kerja sama PAUD Kampung Rawagede, pojok baca terlaksana dengan program kerjanya. Pada tahun 2023, pojok baca yang telah ada akan dikembangkan dengan mengimplementasikan aplikasi belajar baca, yakni Bacabaca. Aplikasi Bacabaca dibuat oleh tim Innovillage . osen dan mahasisw. yang berasal dari Program Studi Sastra Indonesia. Tabel 2 Tugas Tim Pengusul Tim Pengusul Yuyus Rustandi Langgeng Prima Anggradinata Hilda Septirani Tugas Merancang kegiatan pembelajaran . Menyusun modul pembelajaran membaca Mendesain dan mengembangkan aplikasi Memberikan pelatihan membaca Memberikan pelatihan membaca HASIL KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Pertama, tim merancang modul pembelajaran Bacabaca Level 1. Modul tersebut berisi sejumlah kata yang terdiri atas dua sampai empat suku kata. Satu suku kata terdapat satu sampai tiga rangkaian huruf yang sederhana. Berikut ini adalah kata-kata yang terdapat di modul pembelajaran Bacabaca Level 1. Batu Daun Kayu Air Bau Sungai Kotor Tanam Segar Bersih Udara Lestari Budidaya Polusi Jernih Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF/index Asap Pohon Hutan Laut Gunung Cemar Limbah Sampah Bakar Satwa Volume 2,Nomor 1,Desember 2023. Reboisasi Tumbuhan Kontaminasi Lingkungan Bencana Kelompok kata di atas disusun dengan memerhatikan suku kata dan kata itu sendiri. Pada lembar pertama dan kedua, kata yang dipilih adalah kata konkret. Namun, pada lembar ketiga, kata yang dipilih adalah kata konseptual. Selain belajar membaca, siswa juga belajar arti kata tersebut. Cara membaca yang diajarkan adalah cara membaca dengan suku kata. Cara membaca ini leboh efektif karena akan menghasilkan cara membaca yang cepat daripada cara membaca dengan dieja. Oleh sebab itu, peran suku kata pada kata/soal sangat penting. Ketika siswa masih mengeja, tim pengabdi akan memperbaiki cara membaca siswa tersebut. Setelah menggunakan modul, siswa belajar membaca dengan menggunakan aplikasi Bacabaca. Karena keterbatasan, dalam kelas ini, fasilitator menggunakan aplikasi Bacabaca, bukan di gawai milik siswa. Aplikasi Bacabaca adalah aplikasi game battle. Pengguna melawan/menyerang musuh dengan menggunakan kata yang tertera di layar. Terdapat waktu yang membatasi. Jika pengguna melewati waktu yang ditentukan, karakter yang dimainkan pengguna akan diserang oleh musuh. Jika pengguna sudah kalah lima kali, pengguna akan kalah. Melalui permainan inilah siswa belajar membaca. Mereka antusias dengan aplikasi yang mereka gunakan untuk belajar membaca dan bermain. Berikut ini adalah hasil dari pembelajaran membaca menggunakan aplikasi Bacabaca. Tabel 2 Nilai Siswa Nama Nilai Predikat Alfi Mahir Eza Mahir Kalista Mahir Najwa Mahir Sinta Mahir Ara Mahir Diki Mahir Riki Game Over Semenjana Alif Game Over Semenjana 10 Fahri Game Over Semenjana 11 Alya Game Over Semenjana 12 Siti Amelia Mahir 13 Siti Aira Medioker 14 Siti Repina Game Over Semenjana 15 Siti Rahmawati Mahir 16 Safira Nadia Mahir 17 Siti Aisya Medioker 18 Nuh Alissa Medioker 19 Peti Susanti Medioker 20 Dian Mahir 21 Indra Mahir 22 Siti Nuraeni Mahir Berdasarkan tabel di atas, terdapat 5 siswa mendapat predikat semenjana. Kemudian, terdapat 4 siswa yang mendapat predikat medioker. Lalu, terdapat 13 siswa yang mendapat predikat mahir. Artinya, 59% siswa mahir membaca dan 41% siswa mendapat predikat semenjana dan medioker. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian perlu dilanjutkan kembali hingga sesuai dengan capaian, yakni 100% lancar membaca. Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF/index Volume 2,Nomor 1,Desember 2023. SIMPULAN Kesimpulannya adalah terjadi peningkatan aktivitas pojok baca. terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam membaca. Hal ini ditunjukkan dengan predikat yang diperoleh siswa, yakni terdapat 5 siswa mendapat predikat semenjana. Kemudian, terdapat 4 siswa yang mendapat predikat medioker. Lalu, terdapat 13 siswa yang mendapat predikat mahir. Artinya, 59% siswa mahir membaca dan 41% siswa mendapat predikat semenjana dan medioker. Saran dari kegiatan ini adalah, untuk kegiatan serupa, sebaiknya bekerja sama dengan pendidikan formal/sekolah dasar agar kegiatan dan siswa lebih terkontrol. Jurnal ABDIMAS FISIB https://journal. id/index. php/JAF/index Volume 2,Nomor 1,Desember 2023. REFERENSI