82 Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 Vol. 9 No. Juni 2024 . THE EFFECT OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE. PROFITABILITY. LEVERAGE AND FIRM SIZE TOWARDS THE DISCLOSURE OF SUSTAINABILITY REPORT 1,2,&4 Suharti1. Wandi2. Halimahtussakdiah3. Intan Purnama4 Institus Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia, 3Universitas Islam Riau Email : suharti. atik@lecturer. ABSTRACT This research purposed to determine the effect of good corporate governance, profitability, leverage and firm size towards the disclosure of sustainability report in companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2018 - 2022 period. This study uses secondary data. The sampling technique in this study used purposive sampling. The number of samples obtained were 68 companies. The analysis method of this research uses descriptive analysis and several types of evaluation used SPSS software. From this research, it can be concluded that only audit committee, profitability (ROA) and firm size partially has a positive effect on the disclosure of sustainability report. Meanwhile, the board of commissioner, board of director and leverage (DER) has no effect on the disclosure of sustainability report. Keywords : Sustainability Report. Board of Commissioner. Board of Director. Audit Committee. Profitability. Leverage. Firm Size PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE. PROFITABILITAS. LEVERAGE. DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORT ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh good corporate governance, profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan sustainability report pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018 - 2022. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Teknik sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 68 perusahaan. Metode analisis penelitian ini menggunakan analisis deskriptif serta beberapa jenis evaluasi dengan menggunakan bantuan software SPSS. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa hanya komite audit, profitabilitas (ROA) dan ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Sedangkan dewan komisaris, dewan direksi dan leverage (DER) tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Kata Kunci : Sustainability Report. Dewan Komisaris. Dewan Direksi. Komite Audit. Profitabilitas. Leverage. Ukuran Perusahaan Pengaruh Good Corporate Governance. Profitabilitas. Leverage, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Sustainability Report (Suharti. Wandi. Halimahtussakdiah. Intan Purnam. http://w. id/ojs32/index. php/KURS/index Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Perusahaan awalnya dibangun dengan target untuk mencari profit atau keuntungan sebanyak - banyaknya serta mencukupi kebutuhan para pemangku kepentingan dalam pengembangan aktivitas perusahaan agar menjadi lebih Seiring berjalannya waktu, konsep untuk mengoptimalkan keuntungan atau profit mulai mengalami perubahan menjadi konsep 3P atau triple bottom line yang artinya perusahaan selain bertujuan dalam memaksimalkan laba . , juga harus mampu mensejahterakan para pekerja dan masyarakat . dan turut melestarikan alam dan lingkungan sekitarnya . Di Indonesia, masih terdapat banyak fenomena kerusakan yang diakibatkan oleh kurangnya responsibilitas perusahaan terhadap lingkungan dan sosial. Ini menjadi bukti rendahnya perhatian perusahaan terhadap lingkungan beserta penduduk sekitar. Beberapa kasus fenomena diantaranya yaitu kasus pencemaran lingkungan oleh PT. Indofood Tbk di Medan pada tahun 2019 yang telah mencemari lingkungan yang disebabkan oleh produksi mie instan yang tersisa dan yang tidak bisa dipakai serta juga didapatkan banyak limbah berbahaya lainnya . com, 2. Kemudian pada tahun 2021. PT. Bukit Asam dilaporkan dan dituntut oleh masyarakat atas aktivitas PT. Bukit Asam yang dianggap telah mencemari Sungai Kiahaan. Tanjung Enim . id, 2. Selain itu pada tahun 2022. PT. Cita Mineral Investindo di Kabupaten Ketapang. Kalimantan Barat tersandung kasus pencemaran air sungai dan merusak lingkungan masyarakat dari tumpahan limbah bauksit yang mencemari aliran sungai . com, 2. Banyaknya fenomena kerusakan dan pencemaran lingkungan yang beredar, membuat seluruh pemangku kepentingan serta masyarakat sadar bahwa perusahaan untuk sekarang ini tidak hanya berlandaskan konsep memaksimalkan laba, tetapi perusahaan harus berlandaskan pada konsep triple bottom line. Hal ini mendorong munculnya tuntutan dari para pemangku kepentingan terhadap perusahaan untuk melaksanakan tanggung jawab atas efek dari kegiatan perusahaan tersebut. Konsep inilah yang membuat perusahaan untuk mengungkapkan aktivitas perusahaan kepada stakeholder yang dituangkan dalam sustainability report. Sustainability report ini menjadi laporan yang penting untuk para pengguna informasi dalam mengambil Sehingga laporan keberlanjutan ini digunakan menjadi salah satu landasan dalam mengambil keputusan bagi para pengguna informasi. Penyusunan laporan keberlanjutan menjadi sebuah terobosan baru yang dibuat oleh perusahaan dalam memenuhi permintaan publik atau stakeholder tentang kegiatan yang dilakukan perusahaan dan perhatian perusahaan dalam melestarikan alam dan lingkungan di sekitarnya. Beberapa faktor yang diindikasikan dapat memberikan pengaruh dalam menyajikan sustainability report seperti good corporate governance, profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan. Selain faktor yang disebutkan masih terdapat faktor lainya yang dapat memberikan pengaruh dalam menyajikan sustainability report. Faktor pertama yaitu good corporate governance yang merupakan seperangkat sistem, proses dan aturan yang mengelola interaksi dari beberapa pihak maupun para stakeholder untuk mencapai tujuan perusahaan. Tujuan dan fokus penelitian ini adalah dewan komisaris, dewan direksi beserta komite audit. Dewan komisaris sebagai organ penting perusahaan yang berfungsi dalam mengawasi manajemen, memberi arahan maupun nasehat kepada direksi. Jumlah dewan komisaris diyakini dapat memberikan tekanan terhadap perusahaan dan melakukan kontrol terhadap manajemen. Penelitian sebelumnya yang dilakukan Pujiastuti . dan Situmorang & Hadiprajitno . menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Kemudian penelitian yang dilakukan Sulistyawati & Qadriatin . dan Setiani & Sinaga . menyatakan bahwa ukuran dewan komisaris tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Dewan direksi sebagai bagian perusahaan yang berperan dalam melakukan penggelolaan perusahaan. Dalam pengelolaan perusahaan, dewan direksi dapat mempengaruhi aktivitas perusahaan dan pelaporan termasuk pengungkapan sustainability report. Penelitian sebelumnya yang dilaksanakan Wulanda . dan Putri & Pramudiati . menyatakan bahwa ukuran dewan direksi berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Kemudian hasil penelitian Ardiani et al. , . menunjukkan bahwa dewan direksi berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan Situmorang & Hadiprajitno . yang menyatakan bahwa ukuran dewan direksi tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Komite audit sebagai sebuah organ perusahaan yang dibuat oleh para dewan komisaris dalam membantu menjalankan pengendalian terhadap manajemen. Dengan adanya bagian ini, dapat memberikan lebih banyak masukan dan pengawasan terhadap perusahaan dalam melakukan pengungkapan informasi. Penelitian sebelumnya yang dilaksanakan Oktaviani & Amanah . menunjukkan bahwa komite audit berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report, sedangkan hasil penelitian Putri & Surifah . menunjukkan bahwa komite audit berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Namun penelitian yang dilakukan Madona & Khafid . dan Dewi & Pitriasari . menunjukkan hasil bahwa komite audit tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Faktor kedua adalah profitabilitas yang merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba atau Kinerja perusahaan akan semakin bagus jika nilai profitabilitas semakin tinggi. Profitabilitas akan Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 diukur dengan menggunakan rasio Return on Assets. Hasil penelitian Lucia & Panggabean . Liana . dan Oktaviani & Amanah . menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Sedangkan hasil penelitian Sinaga & Fachrurrozie . menunjukkan hasil bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report. Kemudian hasil penelitian Syakirli et al. , . menyatakan bahwa profitabilitas tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan sustainability Faktor ketiga yaitu leverage. Leverage merupakan kemampuan perusahaan dalam memenuhi semua Semakin besar tingkat rasio leverage maka semakin rendah kesanggupan perusahaan untuk membayar utangnya kepada kreditur. Sehingga perusahaan akan berusaha mendapatkan dukungan dari para pemangku kepentingan dan kreditur dengan pengungkapan informasi dalam sustainability report. Debt to Equity Ratio adalah rasio yang akan digunakan untuk mengukur leverage dalam penelitian ini. Hasil penelitian Aniktia & Khafid . dan Thomas et al. , . menyatakan bahwa leverage berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Kemudian Oktaviani & Amanah . menyatakan bahwa leverage berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report. Sedangkan hasil penelitian Sulistyawati & Qadriatin . menyatakan bahwa leverage tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Faktor terakhir yaitu ukuran perusahaan. Ukuran perusahaan adalah suatu skala yang menilai besar kecilnya suatu perusahaan berdasarkan total aset yang dimiliki, omset dan lain - lain. Semakin besar ukuran suatu perusahaan, maka akan semakin banyak aset yang dimiliki dan para pemangku kepentingannya. Ukuran perusahaan akan diproksikan dengan memakai logaritma natural dari jumlah aset. Hasil penelitian Pujiastuti . Lucia & Panggabean . dan Antara et al. , . menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Kemudian hasil penelitian S. Dewi . menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report. Namun penelitian yang dilakukan Dewi & Pitriasari . dan Putri & Surifah . menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. TINJAUAN PUSTAKA Agency Theory Teori ini menguraikan tentang interaksi dari dua belah pihak dan setiap pihak berusaha untuk mengoptimalkan Oleh karena sering terjadinya masalah keagenan, maka dibuatlah pemisahan tugas seperti dibentuknya dewan komisaris, dewan direksi dan lain Ae lain. Dengan pemisahan tugas ini dapat meminimalkan munculnya masalah keagenan dan masalah asimetri informasi. Hal ini yang membuat perusahaan perlu mengungkapkan aktivitas beserta informasi yang tertuang dalam sustainability report. Pengungkapan sustainability report diharapkan dapat meminimalkan masalah keagenan dan masalah asimetri informasi ini. Legitimacy Theory Teori ini digunakan untuk mencari dukungan dan pengakuan agar kegiatan dan kinerja perusahaan dapat diterima. Adapun cara untuk meyakini masyarakat adalah dengan melaksanakan kegiatan sosial dan turut melestarikan lingkungan sekitar. Perusahaan akan berusaha untuk memperoleh pengakuan dan dukungan dari masyarakat dengan mengungkapkan aktivitas Ae aktivitas perusahaan serta pelaksanaan tanggung jawab sosialnya melalui sustainability report. Stakeholder Theory Stakeholder Theory adalah salah satu teori dasar yang sering dipakai dalam meneliti sustainability report. Stakeholder adalah orang atau seseorang yang diharapkan mampu memberikan dampak pada kegiatan perusahaan, produk dan jasa Ae jasa secara signifikan atau seseorang yang mampu memberikan dampak pada perusahaan dalam menerapkan strategi dalam mencapai targetnya. Pengungkapan sustainability report ini menjadi sebuah alat untuk berinteraksi dengan para pemangku kepentingan. Pengungkapan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dari para stakeholder agar dapat menjaga hubungan yang baik dengan para stakeholder. Sustainability Report Sustainability report merupakan laporan yang menilai dan menyajikan tentang dampak kegiatan operasional perusahaan, baik itu berupa dampak baik ataupun buruk terhadap kinerja dalam pembangunan keberlanjutan. Salah satu tujuan dari pengungkapan ini adalah sebagai wujud rasa kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan Sustainability report ini juga menunjukkan nilai dan hubungan antara strategi perusahaan dan komitmen perusahaan dalam pembangunan keberlanjutan. Good Corporate Governance Menurut FCGI, good corporate governance merupakan seperangkat aturan yang mengelola interaksi antara shareholder, manajemen perusahaan, pihak kreditur, pemerintah, pekerja dan para pemangku kepentingan yang di dalam ataupun di luar perusahaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban mereka. Dapat juga diartikan Pengaruh Good Corporate Governance. Profitabilitas. Leverage, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Sustainability Report (Suharti. Wandi. Halimahtussakdiah. Intan Purnam. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 bahwa corporate governance sebagai suatu sistem yang dipakai perusahaan untuk menetapkan strategi dalam meningkatkan kesuksesan suatu perusahaan dengan prinsip yang ditentukan. Dewan Komisaris Dewan komisaris sebagai bagian perusahaan yang berfungsi dalam mengawasi, memberi arahan kepada manajemen dan menjamin terlaksananya prinsip GCG. Dewan komisaris juga menjadi inti utama yang bertugas untuk memastikan strategi perusahaan yang dilaksanakan, melakukan pengawasan dan menjamin terlaksananya akuntabilitas serta memegang peranan terpenting dalam pelaksanaan good corporate governance. Salah satu tugas penting dari dewan komisaris yaitu melaksanakan kontrol serta menjamin terlaksananya penerapan prinsip good corporate governance yang sudah ditetapkan. Dewan Direksi Dewan direksi adalah bagian atau organ perusahaan yang bertugas dan memiliki tanggung jawab atas pengelolaan suatu perusahaan. Dewan direksi bertugas untuk menetapkan kebijakan perusahaan dan arah kebijakan serta mengelola sumber daya yang ada diperusahaan baik jangka panjang ataupun jangka pendek. Dewan direksi menjadi salah satu bagian utama dalam penerapan good corporate governance dalam perusahaan yang memiliki tugas dan wewenang dalam mengelola perusahaan sesuai dengan kebijakan stretegis dan juga menjamin terwujudnya prinsip good corporate governance. Komite Audit Komite audit merupakan bagian atau organ perusahaan yang dibentuk oleh dewan komisaris untuk menjalankan pengawasan terhadap manajemen sesuai dengan prinsip GCG. Kehadiran komite audit ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah didalam pelaksanaan GCG. Salah satu tugas utamanya adalah mengusulkan pendapat atau opini kepada dewan komisaris terkait laporan keuangan perusahaan. Profitabilitas Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan yang maksimal. Menurut Kasmir . , profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kesanggupan perusahaan dalam memperoleh laba. Selain itu rasio ini juga dapat mengukur tingkat efektivitas tata kelola suatu perusahaan. Dapat kita simpulkan bahwa profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau profit dengan meningkatkan kinerjanya, semakin tinggi profitabilitas maka semakin baik kinerja suatu perusahaan. Leverage Leverage adalah kemampuan perusahaan dalam melunasi utang jangka pendek ataupun utang jangka panjangnya. Menurut Kasmir . , leverage adalah rasio yang dipakai untuk menilai seberapa jauh aset perusahaan yang dibiayai dengan utang, yang artinya sebesar apa perbandingan antara kewajiban perusahaan dengan aset yang Dapat disimpulkan bahwa rasio leverage adalah rasio yang dipakai untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi seluruh utangnya, baik itu jangka pendek ataupun jangka panjang jika perusahaan tersebut Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan merupakan suatu tingkat pengenalan besar kecilnya suatu perusahaan. Ukuran perusahaan merupakan suatu skala dimana mengukur besar kecilnya suatu perusahaan berdasarkan jumlah aset, penjualan dan lain Ae lain. Ukuran perusahaan dapat dijelaskan dengan jumlah aktiva, hasil penjualan dan kapitalisasi pasar. Dapat kita simpulkan bahwa ukuran perusahaan adalah suatu skala yang dipakai untuk menilai besar kecilnya suatu perusahaan berdasarkan jumlah asetnya. Perumusan Hipotesis Pengaruh Dewan Komisaris terhadap Sustainability Report Dewan komisaris merupakan inti utama perusahaan dan memegang peranan penting dalam penerapan good corporate governance. Salah satu tugas dan tanggung jawab dewan komisaris adalah memberikan pengarahan dan saran kepada direksi dalam menjalankan tugasnya serta mengawasi direksi dalam mengelola perusahaan. Jumlah anggota dewan komisaris diyakini mampu memberikan tekanan kepada manajemen dalam melaksanakan pengungkapan sustainability report sehingga manajemen akan menyajikan informasi yang lebih luas dan bermanfaat bagi para pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Pujiastuti . dan Situmorang & Hadiprajitno . yang menunjukkan ukuran dewan komisaris berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : H1 = Dewan komisaris berpengaruh positif terhadap pengungkapan SR Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 Pengaruh Dewan Direksi terhadap Sustainability Report Dewan direksi merupakan salah satu organ perusahan yang bertugas dalam pengelolaan perusahaan. Dewan direksi memiliki tugas untuk menetapkan kebijakan perusahaan dan arah kebijakan serta mengelola sumber daya yang ada diperusahaan baik jangka panjang ataupun jangka pendek. Dewan direksi di dalam perusahaan bertugas dalam menentukan arah dan mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan, maka dewan direksi diyakini dapat memberikan pengaruh terhadap perusahaan dalam hal pengungkapan sustainability report. Semakin banyak jumlah dewan direksi, maka pengelolaan perusahaan akan semakin bagus dan kinerja keuangan perusahaan akan meningkat serta informasi yang diungkapkan akan semakin banyak dan luas. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Wulanda . dan Putri & Pramudiati . yang menunjukkan bahwa ukuran dewan direksi berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : H2 = Dewan direksi berpengaruh positif terhadap pengungkapan SR Pengaruh Komite Audit terhadap Sustainability Report Komite audit sebagai penunjang dewan komisaris yang memiliki tugas dalam melakukan pengawasan atas manajemen dan kegiatan yang dilaksanakan oleh perusahaan. Dengan adanya komite audit ini dapat memberikan dorongan kepada perusahaan dalam menerbitkan sustainability report yang lebih luas dan lengkap. Semakin banyak anggota komite audit ini, maka saran dan usulan yang diberikan ke dewan komisaris akan semakin banyak dalam menyusun sustainability report. Komite audit diyakini dapat memberikan pengaruh dalam menyajikan informasi yang tertuang di sustainability report. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Putri & Surifah . yang menyatakan bahwa komite audit berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : H3 = Komite audit berpengaruh positif terhadap pengungkapan SR Pengaruh Return on Assets terhadap Sustainability Report Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan profit atau keuntungan yang maksimal. Return on Assets adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dengan total aset yang dimiliki. Semakin tinggi tingkat Return on Assets maka semakin bagus kinerja perusahaannya. Ketika ada peningkatan tingkat Return on Assets, maka sumber keuangan akan meningkat juga sehingga pengungkapan sustainability report juga lebih banyak karena perusahaan mau menyampaikan kepada para stakeholder bahwa kinerjanya lebih baik dibandingkan perusahaan lain. Sehingga tingkat Return on Assets yang tinggi diyakini dapat memberikan pengaruh terhadap perusahaan untuk melakukan pengungkapan yang lebih luas. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Lucia & Panggabean . Liana . dan Oktaviani & Amanah . yang menunjukkan bahwa Return on Assets berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis keempat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : H4 = Return on Assets berpengaruh positif terhadap pengungkapan SR Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Sustainability Report Leverage adalah kemampuan perusahaan untuk melunasi semua utangnya. Debt to Equity Ratio adalah perbandingan total utang dengan jumlah ekuitas perusahan. Perusahaan dengan tingkat utang yang tinggi akan menghadapi resiko yang tinggi, sehingga perusahaan akan mengungkapkan informasi yang lebih banyak. Tingkat Debt to Equity Ratio yang tinggi diyakini dapat mempengaruhi perusahaan untuk melakukan pengungkapan yang lebih luas karena ingin mendapat kepercayaan dari para stakeholder dan kreditur. Semakin tinggi rasio Debt to Equity Ratio maka semakin rendah kemampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya kepada kreditur, maka suatu perusahaan harus bisa mempertanggungjawabkan dan menunjukkan kemampuannya dalam memenuhi seluruh kewajibannya. Sehingga perusahaan dengan tingkat Debt to Equity Ratio tinggi akan berupaya memperoleh legitimasi dari para stakeholder termasuk kreditur melalui pengungkapan informasi dan tanggung jawab sosial dalam sustainability report. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Aniktia & Khafid . dan Thomas et al. , . yang menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Berdasarkan uraian ini, maka hipotesis kelima dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : H5 = Debt to Equity Ratio berpengaruh positif terhadap pengungkapan SR Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Sustainability Report Pada umumnya, ukuran perusahaan mengambarkan besar kecilnya suatu perusahaan berdasarkan harta yang Perusahaan yang lebih besar cenderung mempunyai aktivitas dan aset yang lebih banyak dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil. Selain itu perusahaan yang lebih besar juga memiliki pengeluaran yang lebih banyak dan mendapat lebih banyak perhatian dari para stakeholder. Perusahaan yang besar akan dianggap mempunyai banyak sumber daya dan kemampuan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial karena memiliki lebih banyak dana untuk berkontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Hal ini mendorong perusahaan Pengaruh Good Corporate Governance. Profitabilitas. Leverage, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Sustainability Report (Suharti. Wandi. Halimahtussakdiah. Intan Purnam. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 untuk melakukan pengungkapan yang lebih banyak untuk mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari para Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Pujiastuti . Lucia & Panggabean . dan Antara et al. , . yang menunjukkan hasil bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Berdasarkan uraian ini, maka hipotesis keenam dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : H6 = Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan SR Kerangka Pemikiran Berdasarkan deskripsi hubungan antara variabel dewan komisaris, dewan direksi, komite audit. Return on Assets. Debt to Equity Ratio dan ukuran perusahaan terhadap sustainability report maka dirumuskan kerangka pemikiran sebagai berikut: Dewan Komisaris (DK) H1 Dewan Direksi (DD) Komite Audit (KA) Return on Assets (ROA) Debt to Equity Ratio (DER) Sustainability Report (SR) Sumber: Penelitian Terdahulu Ukuran Perusahaan (UK) Gambar 1. Kerangka Pemikiran METODOLOGI PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Beberapa situs yang menjadi sumber dari data penelitian ini diantaranya Bursa Efek Indonesia dan sumber lainnya dari perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2018 Ae 2022. Penelitian ini menggunakan waktu yang dimulai dari bulan Agustus 2023 sampai Januari 2024. Populasi dan Sampel Populasi yang dipakai dalam penelitian ini yaitu semua perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2018 - 2022. Total perusahaan yang menjadi populasi yaitu 824 perusahaan berdasarkan data yang didapatkan pada akhir tahun Kemudian cara pengambilan sampel yang dipakai adalah pusposive sampling dan kriteria yang dipakai yaitu: Tabel 1. Kriteria Pengambilan Sampel Kriteria Pengambilan Sampel 1 Perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2018 - 2022 Perusahaan yang tidak menerbitkan SR selama tahun 2018 Ae 2022 secara berturut - turut Jumlah Sampel Sumber: Bursa Efek Indonesia, 2023 Operasional Variabel Penelitian Variabel independen dan variabel dependen yang dipakai dalam penelitian yaitu: Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 Jumlah Perusahaan . ISSN 2527-8223 Tabel 2. Operasional Variabel Variabel Penelitian Indikator Pengukuran Skala Dewan Komisaris (X. DK = Oc Dewan Komisaris Sumber : (Irfan & Sarumpaet, 2. Rasio Dewan Direksi (X. DK = Oc Dewan Direksi Sumber : (Irfan & Sarumpaet, 2. Rasio Komite Audit (X. KA = Oc Komite Audit Sumber : (Irfan & Sarumpaet, 2. Rasio Profitabilitas (X. ROA = ycNycuycycayco yaycyceyc Sumber : (Lucia & Panggabean, 2. Leverage (X. DER = ycNycuycycayco yaycoycycnycycayc Sumber : (Lucia & Panggabean, 2. Rasio Ukuran Perusahaan (X. Size = Ln Total Aset Sumber : (Yunan et al. , 2. Rasio yaycaycayca yaAyceycycycnEa Rasio ycNycuycycayco yaycnycaycaycnycoycnycycayc Sustainability Report (Y. SRDI = yaycycoycoycaEa yaycyceyco ycycaycuyci yccycnycycuyciycoycaycyycoycaycu yaycycoycoycaEa yaycyceyco ycycaycuyci yccycnEaycaycycaycyycoycaycu ycayceycyccycaycycaycycoycaycu yaycIya Rasio Sumber : (Yunan et al. , 2. Teknik Analisis Data Analisis Deskriptif Analisis ini dipakai untuk memberikan deskripsi mengenai data dari setiap variabel penelitian yang akan dipakai. Gambaran data ini sendiri meliputi mean, maximum, minimum dan standar deviasi yang berhubungan secara langsung dengan instrumen penelitian yang dilakukan. Analisis ini juga memberikan deskripsi mengenai perilaku data yang diamati sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Minimum, maximum, mean dan standar deviasi yang akan dipakai dalam penelitian. Uji Normalitas Data Pengujian normalitas data merupakan asumsi yang sangat mendasar yang digunakan untuk melihat apakah data yang diteliti berdistribusi normal atau tidak. Jika variasi yang dihasilkan dari distribusi data yang tidak normal, maka pengujian statistik yang dihasilkan tidak valid. Uji normalistas dilakukan dengan menggunakan uji statistik non parametic Kolmogorov-Smirnov dengan taraf signifikan 5%. Dasar pengambilan keputusan yaitu jika nilai Sig > 0,05 maka dinyatakan berdistibusi normal dan jika nilai Sig < 0,05 maka dinyatakan berdistribusi tidak normal (Ghozali, 2. Uji Multikolinearitas Data Uji multikolinearitas dipakai untuk mendeteksi apakah terjadi korelasi yang tinggi antar variabel independen di suatu model penelitian. Uji ini akan dilakukan dengan menggunakan variance inflation factors (VIF) dan melihat nilai tolerance setiap variabel. Jika nilai VIF menunjukkan angka lebih kecil dari 10 dan nilai tolerance lebih besar dari 0,10, maka dapat dikatakan bahwa data tidak terjadi multikolinearitas. Dan jika nilai VIF lebih besar dari 10 dan nilai tolerance lebih kecil dari 0,10, maka data terjadi multikolinearitas (Ghozali, 2. Uji Heteroskedastisitas Menurut (Ghozali, 2. , uji ini digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan Pengaruh Good Corporate Governance. Profitabilitas. Leverage, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Sustainability Report (Suharti. Wandi. Halimahtussakdiah. Intan Purnam. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda, maka disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik itu adalah model yang menunjukkan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap yang artinya tidak terdapat heteroskedatisitas. Uji ini dilakukan dengan melihat scatter plot antara nilai prediksi (ZPRED) dengan nilai residual (SRESID). Uji Autokorelasi Menurut Ghozali . , uji ini digunakan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode ini . dengan kesalahan pada periode sebelumnya . Jika terdapat korelasi, berarti terjadi masalah autokorelasi. Model regresi yang baik itu adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Pengujian ini menggunakan model Durbin Watson (DW-Tes. Uji Kelayakan Model Dalam uji ini peneliti memakai koefisien determinasi (R. Koefisien ini merupakan sebuah koefisien yang menunjukkan persentase pengaruh seluruh variabel independen terhadap variabel dependen. Model ini bertujuan untuk mengukur dan menunjukkan seberapa besar variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen. Semakin besar koefisien determinasinya, maka semakin baik variabel independen dalam menjelaskan variabel Besarnya nilai koefisien determinasi berkisar antara 0 sampai dengan 1. Nilai adjusted R2 yang kecil menandakan bahwa kemampuan variabel - variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen sangat Sebaliknya, nilai yang mendekati 1 menandakan bahwa variabel - variabel independen memberikan hampir semua informasi yang diperlukan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2. Uji F Menurut Ghozali . , uji F dipakai untuk menguji apakah ada pengaruh yang ditimbulkan dari variabel independen secara bersama Ae sama terhadap variabel dependennya. Kriteria pengambilan keputusan uji F adalah sebagai berikut: Apabila sig F < 0,05, maka H0 ditolak. Ha diterima, artinya variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Apabila sig F > 0,05, maka H0 diterima. Ha ditolak, artinya variabel independen secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Regresi Linear Berganda Regresi berganda ditunjukkan pada persamaan dibawah ini: SR = 1DK 2DD 3KA 4ROA 5DER 6UP e Uji t Menurut Ghozali . , uji t dipakai untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh yang di timbulkan antara satu variabel independen secara individual dalam menjelaskan variabel dependennya. Kriteria pengambilan keputusan uji t adalah sebagai berikut: Apabila sig t < 0,05, maka H0 ditolak. Ha diterima, artinya variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Apabila sig t > 0,05, maka H0 diterima. Ha ditolak, artinya variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Deskripsi variabel dan distribusi frekuensi dari model penelitian ada ditabel bawah ini: Tabel 3. Analisis Deskriptif Variabel Rata - Rata Minimum Maksimum Standar Deviasi 5,785 2,146 6,379 2,391 3,541 0,972 ROA 0,040 -0,631 0,921 0,118 DER 2,700 -10,826 24,849 3,236 17,300 13,711 21,413 1,564 0,490 Sumber: Data SPSS diolah, 2023 0,071 0,954 0,160 Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 Dewan Komisaris (DK) Nilai minimum Dewan Komisaris dari 68 perusahaan adalah sebanyak 2 orang yang diperoleh dari beberapa perusahaan seperti Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). BJBR. Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) dan Merck Tbk (MERK). Kemudian nilai maksimum Dewan Komisaris adalah sebanyak 15 orang yang diperoleh dari perusahaan PT. Indosat Tbk (ISAT). Nilai rata Ae rata 5,785. Adapun nilai standar deviasi adalah 2,146. Dewan Direksi (DD) Nilai minimum Dewan Direksi dari 68 perusahaan adalah sebanyak 2 orang yang diperoleh dari dua perusahaan yaitu CARS dan Garuda Indonesia (Perser. Tbk (GIAA). Kemudian nilai maksimum Dewan Direksi adalah sebanyak 15 orang yang diperoleh dari perusahaan PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Nilai rata Ae rata sebesar 6,379 dan nilai standar deviasi adalah sebesar 2,391. Komite Audit (KA) Nilai minimum Komite Audit dari 68 perusahaan adalah sebanyak 3 orang yang diperoleh dari sebagian besar perusahaan yang disebabkan jumlah minimal komite audit yaitu 3 orang. Kemudian nilai maksimum Komite Audit adalah sebanyak 8 orang yang diperoleh dari perusahaan PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk (BBRI). Nilai rata Ae rata Komite Audit adalah sebesar 3,541. Adapun nilai standar deviasi adalah sebesar 0,972. Return on Assets (ROA) Nilai minimum ROA dari 68 perusahaan adalah -0,631 dari perusahaan PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI). Kemudian nilai maksimum ROA adalah sebesar 0,921 dari perusahaan Merck Tbk (MERK). Nilai rata Ae rata ROA sebesar 0,040 dan nilai standar deviasi sebesar 0,118. Debt to Equity Ratio (DER) Nilai minimum DER dari 68 perusahaan adalah sebesar -10,826 yang diperoleh dari perusahaan PT. Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Kemudian nilai maksimum DER adalah 24,849 yang diperoleh dari perusahaan Bumi Resources Tbk (BUMI). Nilai rata Ae rata DER sebesar 2,700. Adapun nilai standar deviasi adalah sebesar 3,236. Ukuran Perusahaan (UP) Nilai minimum Ukuran Perusahaan dari 68 perusahaan adalah sebesar 13,711 yang diperoleh dari perusahaan Merck Tbk (MERK). Kemudian nilai maksimum Ukuran Perusahaan adalah 21,413 yang diperoleh dari perusahaan PT. Bank Mandiri Tbk (BMRI). Nilai rata Ae rata sebesar 17,300 dan nilai standar deviasi sebesar 1,564. Sustainability Report (SR) Nilai minimum Sustainability Report dari 68 perusahaan adalah 0,071 yang berasal dari perusahaan PT. Bank China Contruction Bank Indonesia Tbk (MCOR). Kemudian nilai maksimum Sustainability Report adalah 0,954 dari perusahaan Bukit Asam Tbk (PTBA). Nilai rata Ae rata sebesar 0,490. Adapun nilai standar deviasi sebesar 0,160. Uji Normalitas Data Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Asymp. Sig. -taile. 0,526 Sumber: Data SPSS diolah, 2023 Berdasarkan hasil diatas dapat dilihat bahwa nilai sig sebesar 0,526 yang lebih besar dari nilai 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh data yang dipakai dalam penelitian ini berdistribusi secara normal. Uji Multikolinearitas Data Tabel 5. Hasil Uji Multikolinearitas Collinearity Statistics Variabel Tolerance VIF Dewan Komisaris 0,594 1,683 Dewan Direksi 0,435 2,297 Komite Audit 0,663 1,507 ROA 0,958 1,043 DER 0,754 1,326 Ukuran Perusahaan 0,349 2,868 Sumber: Data SPSS diolah, 2023 Kesimpulan Tidak ada multikolinearitas Tidak ada multikolinearitas Tidak ada multikolinearitas Tidak ada multikolinearitas Tidak ada multikolinearitas Tidak ada multikolinearitas Pengaruh Good Corporate Governance. Profitabilitas. Leverage, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Sustainability Report (Suharti. Wandi. Halimahtussakdiah. Intan Purnam. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 Berdasarkan hasil diatas dapat dilihat bahwa semua variabel independen mempunyai nilai Tolerance lebih dari 0,10 serta nilai VIF kurang dari 10 yang artinya tidak terjadi gejala multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data SPSS diolah, 2023 Gambar 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas Hasil uji diatas menunjukkan bahwa tidak terdapat pola yang jelas dan titik Ae titik yang menyebar diatas serta dibawah angka 0 pada sumbu Y, yang menunjukkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Tabel 6. Hasil Uji Autokorelasi Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,154033 Durbin-Watson 0,292a 0,085 0,068 1,986 Sumber: Data SPSS diolah, 2023 Berdasarkan hasil diatas dapat dilihat bahwa nilai DW sebesar 1,986. Kemudian diperoleh nilai dl sebesar 1,792 serta du sebesar 1,852 dengan jumlah variabel independen 6 dan jumlah sampel 340. Nilai DW sebesar 1,986 lebih besar dari batas atas . yaitu 1,852 dan lebih kecil dari . -d. 4 Ae 1,852 = 2,148. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan DW, dapat dilihat bahwa tidak terjadi masalah autokorelasi. Uji Kelayakan Model Tabel 7. Hasil Uji Kelayakan Model Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,154033 Durbin-Watson 0,292a 0,085 0,068 1,986 Sumber: Data SPSS diolah, 2023 Hasil uji kelayakan model dengan koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square pada variabel Dewan Komisaris. Dewan Direksi. Komite Audit. ROA. DER dan Ukuran Perusahaan terhadap Sustainability Report sebesar 0,068 atau sama dengan 6,8%, dimana sisanya sebesar 93,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diuji dalam penelitian ini. Uji F Tabel 8. Hasil Uji F Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression 0,734 0,122 5,155 ,000b Residual 7,901 0,024 Total 8,635 Sumber: Data SPSS diolah, 2023 Hasil uji f menunjukkan nilai sig F sebesar 0,000 yang artinya nilai sig F lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menyimpulkan bahwa variabel independen secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 Regresi Linear Berganda Berikut hasil regresi linear berganda: Tabel 9. Hasil Regresi Linear Berganda Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Sig. Std. Error Beta (Constan. 0,078 0,125 0,623 0,534 -0,003 0,005 -0,036 -0,533 0,595 -0,005 0,005 -0,074 -0,927 0,355 0,035 0,011 0,214 3,327 0,001 ROA 0,163 0,072 0,121 2,254 0,025 DER -0,002 0,003 -0,04 -0,655 0,513 0,019 0,009 0,189 2,129 0,034 Sumber: Data SPSS diolah, 2023 Berdasarkan tabel 9 diatas, maka didapatkan model persamaan regresi sebagai berikut: SR = 0,078 - 0,003DK - 0,005DD 0,035KA 0,163ROA Ae 0,002DER 0,019UP Model Uji Hipotesis (Uji . Berikut hasil uji t: Tabel 10. Hasil Uji t Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. 0,078 0,125 -0,003 0,005 -0,005 0,005 0,035 0,011 ROA 0,163 0,072 DER -0,002 0,003 0,019 0,009 Sumber: Data SPSS diolah, 2023 Model Standardized Coefficients Beta -0,036 -0,074 0,214 0,121 -0,04 0,189 Sig. Kesimpulan 0,623 -0,533 -0,927 3,327 2,254 -0,655 2,129 0,534 0,595 0,355 0,001 0,025 0,513 0,034 Tidak Berpengaruh Tidak Berpengaruh Berpengaruh Berpengaruh Tidak Berpengaruh Berpengaruh Pengaruh Dewan Komisaris terhadap Sustainability Report Berdasarkan data yang terdapat pada tabel diatas diketahui nilai sig variabel Dewan Komisaris sebesar 0,595 yang lebih besar dari alpha 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima. Ha ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa Dewan Komisaris tidak berpengaruh terhadap pengungkapan Sustainability Report. Pengaruh Dewan Direksi terhadap Sustainability Report Berdasarkan data yang terdapat pada tabel diatas diketahui nilai sig variabel Dewan Direksi sebesar 0,355 yang lebih besar dari alpha 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima. Ha ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa Dewan Direksi tidak berpengaruh terhadap pengungkapan Sustainability Report. Pengaruh Komite Audit terhadap Sustainability Report Berdasarkan data yang terdapat pada tabel diatas diketahui nilai sig variabel Komite Audit sebesar 0,001 yang lebih kecil dari alpha 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak. Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa Komite Audit berpengaruh terhadap pengungkapan Sustainability Report dan berpengaruh positif. Pengaruh Return on Assets terhadap Sustainability Report Berdasarkan data yang terdapat pada tabel diatas diketahui nilai sig variabel Return on Assets sebesar 0,025 yang lebih kecil dari alpha 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak. Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa Return on Assets berpengaruh terhadap pengungkapan Sustainability Report dan berpengaruh positif. Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Sustainability Report Berdasarkan data yang terdapat pada tabel diatas diketahui nilai sig variabel Debt to Equity Ratio sebesar 0,513 yang lebih besar dari alpha 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima. Ha ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh terhadap pengungkapan Sustainability Report. Pengaruh Good Corporate Governance. Profitabilitas. Leverage, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Sustainability Report (Suharti. Wandi. Halimahtussakdiah. Intan Purnam. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Sustainability Report Berdasarkan data yang terdapat pada tabel diatas diketahui variabel Ukuran Perusahaan memiliki nilai sig sebesar 0,034 yang lebih kecil dari alpha 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak. Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap pengungkapan Sustainability Report dan berpengaruh positif. Pengaruh Dewan Komisaris terhadap Sustainability Report Berdasarkan pengujian yang sudah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa hipotesis pertama ditolak. Ini menunjukkan bahwa Dewan Komisaris tidak mempunyai pengaruh terhadap pengungkapan Sustainability Report. Hal ini mengindikasikan bahwa banyaknya anggota dewan komisaris belum bisa memberikan pengaruh terhadap banyaknya jumlah pengungkapan sustainability report karena asas utama perusahaan dalam mempublikasikan sustainability report yaitu atas kesadaran dari mereka masing - masing berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas terhadap sosial dan para pemangku kepentingan. Hal ini juga disebabkan oleh pola pemikiran dewan komisaris yang bervariasi sehingga mereka belum bisa memberikan pengaruh terhadap pengungkapan informasi. Ini menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris bukanlah dasar utama bagi perusahaan untuk melakukan pengungkapan informasi. Hasil ini sama dengan penelitian Sulistyawati & Qadriatin . dan Setiani & Sinaga . yang menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Namun hasil ini tidak sesuai dengan penelitian Pujiastuti . dan Situmorang & Hadiprajitno . yang menunjukkan ukuran dewan komisaris berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Pengaruh Dewan Direksi terhadap Sustainability Report Berdasarkan pengujian yang sudah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa hipotesis kedua ditolak. Ini menunjukkan bahwa Dewan Direksi tidak memberikan pengaruh terhadap pengungkapan Sustainability Report. Hal ini mengindikasikan bahwa jumlah anggota dewan direksi belum bisa memberikan pengaruh terhadap banyaknya jumlah pengungkapan sustainability report yang disebabkan oleh dewan direksi yang lebih mengutamakan kondisi keuangan perusahaan dan bagian mereka masing Ae masing demi kepentingan para pemegang saham sehingga dewan direksi tidak bisa memberi perhatian yang banyak terhadap pengungkapan informasi ini. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran dewan direksi diperusahaan belum bisa menjadi dasar utama dalam menentukan luasnya pengungkapan informasi. Hal ini sama dengan penelitian Situmorang & Hadiprajitno . yang menunjukkan bahwa ukuran dewan direksi tidak mempunyai pengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Namun hasil ini tidak sesuai dengan penelitian Wulanda . dan Putri & Pramudiati . yang menunjukkan hasil bahwa ukuran dewan direksi berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Pengaruh Komite Audit terhadap Sustainability Report Berdasarkan pengujian yang sudah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa hipotesis ketiga diterima. Ini menunjukkan bahwa Komite Audit berpengaruh positif terhadap pengungkapan Sustainability Report. Ini mengindikasikan bahwa semakin bertambahnya anggota komite audit, maka pengungkapan informasi akan meningkat yang disebabkan keberadaan komite audit dapat memberikan lebih banyak usulan dan kontrol terhadap manajemen dalam mengungkapkan informasi. Semakin banyak anggota komite audit ini, maka saran dan usulan yang diberikan ke dewan komisaris akan semakin banyak dalam menyusun sustainability report. Komite audit diyakini dapat memberikan pengaruh dalam menyajikan informasi yang tertuang di sustainability report. Hasil ini sesuai dengan penelitian Putri & Surifah . yang menunjukkan bahwa komite audit berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Namun hasil ini tidak sesuai dengan penelitian Madona & Khafid . dan Dewi & Pitriasari . yang menunjukkan hasil bahwa komite audit tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Pengaruh Return on Assets terhadap Sustainability Report Berdasarkan pengujian yang sudah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa hipotesis keempat diterima. Hal ini menunjukkan bahwa Return on Assets (ROA) berpengaruh positif terhadap pengungkapan Sustainability Report. Ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi Return on Assets, maka pengungkapan sustainability report akan semakin banyak dan luas. Hal ini disebabkan semakin tinggi tingkat profitabilitas perusahaan maka semakin bagus kinerja perusahaannya dan sumber keuangan akan meningkat juga sehingga pengungkapan sustainability report juga lebih banyak karena perusahaan mau menyampaikan kepada para stakeholder bahwa kinerjanya lebih baik dibandingkan perusahaan lain. Sehingga tingkat profitabilitas yang tinggi diyakini dapat memberikan pengaruh terhadap perusahaan dalam melaksanakan pengungkapan. Dan pihak perusahaan juga akan lebih memperhatikan kondisi lingkungan dan tanggung jawab sosial serta menunjukkan nilai perusahaannya kepada para stakeholder dengan melakukan pengungkapan ini. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 Hasil ini sesuai dengan penelitian Lucia & Panggabean . Liana . dan Oktaviani & Amanah . yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Namun hasil ini berbeda dengan penelitian Sinaga & Fachrurrozie . yang menunjukkan hasil bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report. Sedangkan hasil penelitian Syakirli et al. , . menyatakan bahwa profitabilitas tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Sustainability Report Berdasarkan pengujian yang sudah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa hipotesis kelima ditolak. Ini berarti bahwa Debt to Equity Ratio (DER) tidak memberikan pengaruh terhadap pengungkapan Sustainability Report. Ini mengindikasikan bahwa tingkat rasio Debt to Equity Ratio (DER) tidak dapat mempengaruhi luasnya pengungkapan sustainability report. Hal ini disebabkan besar kecilnya tingkat rasio Debt to Equity Ratio (DER), perusahaan akan tetap mengungkapkan dan menerbitkan sustainability report sesuai dengan kemampuan dan aktivitas perusahan tersebut. Sehingga perusahaan menganggap tidak ada bedanya tingkat rasio Debt to Equity Ratio (DER) dalam menetapkan banyak sedikitnya pengungkapan sustainability report. Hasil ini sesuai dengan penelitian Sulistyawati & Qadriatin . yang menunjukkan bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Namun hasil ini tidak sesuai dengan penelitian Aniktia & Khafid . dan Thomas et al. , . yang menunjukkan bahwa leverage berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Kemudian hasil penelitian Oktaviani & Amanah . menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Sustainability Report Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa hipotesis keenam diterima. Ini berarti bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan Sustainability Report. Hal ini mengindikasikan bahwa besar kecilnya ukuran perusahaan dapat mempengaruhi seberapa banyak pengungkapan sustainability report. Hal ini mungkin disebabkan perusahaan yang lebih besar akan mendapat lebih banyak perhatian dari para stakeholder. Perusahaan yang besar akan dianggap mempunyai banyak sumber daya dan kemampuan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial karena memiliki lebih banyak dana untuk berkontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Hal ini mendorong perusahaan untuk melakukan pengungkapan yang lebih luas untuk memperoleh kepercayaan dan dukungan dari para pemangku kepentingan. Selain itu perusahaan dengan ukuran yang lebih besar akan memiliki kegiatan atau aktivitas yang lebih banyak juga sehingga informasi yang disampaikan dalam sustainability report lebih banyak dan luas. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Pujiastuti . Lucia & Panggabean . dan Antara et al. , . yang menunjukkan hasil bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan Dewi & Pitriasari . dan Putri & Surifah . yang menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Kemudian hasil penelitian S. Dewi . yang menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report. PENUTUP Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis ada atau tidaknya pengaruh dewan komisaris, dewan direksi, komite audit, return on assets, debt to equity ratio dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan sustainability report. Dari pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut: . Dewan komisaris tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Ini mengindikasikan bahwa jumlah anggota dewan komisaris tidak memiliki pengaruh terhadap banyaknya jumlah pengungkapan sustainability report yang disebabkan pola pemikiran dewan komisaris yang bervariasi. Dewan direksi juga tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Ini mengindikasikan bahwa ukuran dewan direksi tidak mempunyai pengaruh dalam banyaknya jumlah pengungkapan sustainability report yang dikarenakan dewan direksi yang lebih mengutamakan kondisi keuangan perusahaan dan bagian mereka masing Ae masing. Komite audit berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Ini mengindikasikan bahwa semakin banyak anggota komite audit maka akan semakin banyak pengawasan dan rekomendasi kepada para dewan komisaris dalam menyusun sustainability report. Return on Assets juga berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Ini berarti bahwa semakin tinggi tingkat Return on Assets maka kinerja perusahaan akan semakin bagus dan memiliki lebih banyak sumber dana dalam melakukan pengungkapan sustainability report. Debt to Equity Ratio tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Ini mengindikasikan bahwa rasio Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh terhadap banyaknya jumlah pengungkapan sustainability report yang disebabkan perusahaan akan tetap melaksanakan pengungkapan sustainability report berdasarkan dengan . Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin besar ukuran perusahaan maka perusahaan akan mendapat sorotan yang banyak dan diyakini memiliki lebih banyak aset dalam melakukan pengungkapan sustainability report. Pengaruh Good Corporate Governance. Profitabilitas. Leverage, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Sustainability Report (Suharti. Wandi. Halimahtussakdiah. Intan Purnam. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 Setelah melakukan penelitian ini, masih terdapat beberapa keterbatasan yaitu: . Peneliti menggunakan semua jenis perusahaan karena jumlah perusahaan yang menerbitkan sustainability report ini sangat terbatas. Hanya variabel komite audit, profitabilitas (Return on Asset. dan ukuran perusahaan yang berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Dalam pengumpulan data yang bersumber dari sustainability report, laporan keuangan dan laporan tahunan untuk tiap perusahaan, tidak semua laporannya bisa diakses dan diperoleh. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, maka peneliti ingin memberi sedikit masukan yang diharapkan dapat berguna untuk penelitian berikutnya, yaitu: . Disarankan setiap perusahaan dapat terus mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya serta melakukan publikasi sustainability report yang lebih luas. Disarankan setiap investor untuk menjadikan sustainability report ini sebagai salah satu landasan dalam mengambil keputusan dalam berinvestasi. Disarankan bagi penelitian berikutnya bisa menyertakan variabel lainnya untuk mengetahui apa saja faktor yang bisa mempengaruhi sustainability report. DAFTAR RUJUKAN Aniktia. , & Khafid. Pengaruh Mekaniseme Good Corporate Governance dan Kinerja Keuangan terhadap Pengungkapan Sustainability Report. Accounting Analysis Journal, 4. , 1Ae10. https://doi. org/10. 15294/aaj. Antara. Putri. Ratnadi. , & Wirawati. Effect of Firm Size. Leverage, and Environmental Performance on Sustainability Reporting. American Journal of Humanities and Social Sciences Research (AJHSSR), 4. , 40Ae46. Ardiani. Lindrawati, & Susanto. Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance terhadap Pengungkapan Sustainability Report pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi Mercu Buana, 8. , 78Ae90. https://doi. org/10. 26486/jramb. Dewi. , & Pitriasari. Pengaruh Good Corporate Governance dan Ukuran Perusahaan terhadap Pengungkapan Sustainability Report (Studi pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014 Ae 2. Jurnal Sains Manajemen & Akuntansi. XI. , 33Ae53. Dewi. Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas terhadap Pengungkapan Sustainability Report serta Dampaknya kepada Nilai Perusahaan. Jurnal Studia Akuntansi Dan Bisnis, 7. , 173Ae186. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. GRI. GRI 101: Landasan 2016. Irfan. , & Sarumpaet. Pengaruh Good Corporate Governance dan Diversitas Gender terhadap Pengungkapan Sustainability Report (Studi Empiris pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2. Inisiatif: Jurnal Ekonomi. Akuntansi Dan Manajemen, 2. , 334Ae355. https://doi. org/10. 30640/inisiatif. Kasmir. Analisis Laporan Keuangan Edisi Revisi. Depok: Rajawali Pers. Liana. Pengaruh Profitabilitas. Leverage. Ukuran Perusahaan , dan Dewan Komisaris Independen terhadap Pengungkapan Sustainability Report. Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah, 2. , 199Ae208. Lucia. , & Panggabean. The Effect of FirmAos Characteristic and Corporate Governance to Sustainability Report Disclosure. SEEIJ (Social Economics and Ecology International Journa. , 2. , 18Ae https://ssrn. com/abstract=3191985 Madona. , & Khafid. Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Pengungkapan Sustainability Report dengan Ukuran Perusahaan sebagai Pemoderasi. Jurnal Optimasi Sistem Industri, 19. , 22Ae32. https://doi. org/10. 25077/josi. Oktaviani. , & Amanah. Pengaruh Kinerja Keuangan. Ukuran Perusahaan. Struktur Modal, dan Corporate Governance terhadap Publikasi Sustainability Report. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi, 8. , 1Ae20. Pujiastuti. Pengaruh Karakteristik Perusahaan dan Good Corporate Governance terhadap Luas Pengungkapan Sustainability Report. Jurnal Studi Manajemen Dan Bisnis, 2. , 12Ae23. Putri. , & Surifah. Pengaruh Leverage dan Good Corporate Governance terhadap Pengungkapan Sustainability Report. Jurnal Magisma. IX. , 22Ae34. Putri. , & Pramudiati. Determinan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Sustainability Report. Jurnal Akuntansi , 7. , 188Ae198. https://doi. org/10. 26460/ja. Setiani. , & Sinaga. Penentuan Pengungkapan Sustainability Report dengan GRI Standar pada Sektor Non-Keuangan. Jurnal Gentiaras Manajemen Dan Akuntansi, 13. , 23Ae35. Sinaga. , & Fachrurrozie. The Effect of Profitability. Activity Analysis. Industrial Type and Good Corporate Governance Mechanism on The Disclosure of Sustainability Report. Accounting Analysis Journal, 6. , 347Ae358. https://doi. org/10. 15294/aaj. Situmorang. , & Hadiprajitno. Pengaruh Karakteristik Dewan dan Struktur Kepemilikan terhadap Luas Pengungkapan Sustainability Reporting. Diponegoro Journal of Accounting, 8. , 1Ae14. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 Sulistyawati. , & Qadriatin. Pengungkapan Sustainability Report dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Majalah Ilmiah Solusi, 16. , 1Ae22. Syakirli. Cheisviyanny. , & Halmawati. Pengaruh Karakteristik Perusahaan terhadap Pengungkapan Sustainability Reporting. Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 1. , 277Ae289. http://jea. id/index. php/jea/issue/view/3 Thomas. Aryusmar, & Indriaty. The Effect Of Company Size. Profitability and Leverage On Sustainability Report Disclosure. Journal of Talent Development & Excellence, 12. , 4700Ae4706. Wulanda. Pengaruh Karakteristik Perusahaan dan Corporate Governance terhadap Publikasi Sustainability Report (Studi Empiris Pada Perusahaan LQ45 yang Terdaftar di BEI Tahun 2011-2. JOM Fekon, 4. , 120Ae132. Yunan. Kadir, & Anwar. Pengaruh Kinerja Keuangan. Karakteristik Perusahaan dan Corporate Governance terhadap Pengungkapan Sustainability Report. Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Keuangan, 4. , 171Ae193. Pengaruh Good Corporate Governance. Profitabilitas. Leverage, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Sustainability Report (Suharti. Wandi. Halimahtussakdiah. Intan Purnam.