Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index INOVASI BRIKET GULA AREN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK LOKAL DAN PENGUATAN UMKM DI DESA GELANGSAR Palm Sugar Briquette Innovation as an Effort to Increase the Added Value of Local Products and Strengthen MSMEs in Gelangsar Village Baiq Aisya Junia Padma1*. Muhammad Iqbal Nugroho2. Baiq Rara Oktariani3. Dimas Nugroho Pambudi1. Shinta Rahmata Suliyani4. Lalu Muhammad Bagus Oktora Ramadhan Putra1. Selfi Santika2. Wulandari5. Giska3. Afifah Putri Maharani2. Retno Dita Lestari5. Candra Eka Puspitasari6 Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mataram, 2Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, 3Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Mataram, 4Program Studi Sosiologi Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mataram, 5Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mataram, 6Program Studi Farmasi Jurusan Ilmu Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram Jalan Majapahit No. 62 Mataram. NTB. Indonesia. Alamat korespondensi : aisyajunia@gmail. ABSTRAK Desa Gelangsar di Kabupaten Lombok Barat memiliki potensi besar melalui komoditas gula aren yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama masyarakat. Namun, keterbatasan diversifikasi produk, rendahnya pengetahuan teknologi produksi, serta akses pasar yang terbatas membuat nilai tambah komoditas ini belum optimal. Kondisi tersebut berdampak pada daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal yang masih rendah di pasar modern. Inovasi produk melalui pengembangan briket gula aren dipandang sebagai solusi strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi dan memperkuat peran UMKM berbasis potensi desa. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan inovasi briket gula aren dalam rangka meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memberdayakan UMKM di Desa Gelangsar. Selain itu, tujuan lain adalah memberikan gambaran implementasi inovasi berbasis potensi desa agar dapat direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik serupa. Metode kegiatan dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, sosialisasi, pelatihan teknis, serta evaluasi partisipatif. Proses ini dilaksanakan selama kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (JuliAeAgustus 2. dengan melibatkan kelompok petani nira dan pelaku UMKM gula aren setempat. Seluruh tahapan dilaksanakan secara partisipatif untuk memastikan keterlibatan aktif peserta dan efektivitas pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta pelatihan mampu memahami konsep diversifikasi produk sekaligus menguasai keterampilan produksi dan pengemasan briket gula aren. Dampak yang dicapai mencakup aspek ekonomi berupa peningkatan nilai jual serta potensi distribusi produk ke pasar yang lebih luas. Dari aspek sosial, kegiatan ini mendorong kolaborasi antarwarga, keterlibatan pemuda, serta munculnya inisiatif inovasi varian produk berbasis rempah. Dari aspek lingkungan, bentuk briket dinilai lebih efisien, berkontribusi pada pengurangan limbah, dan mendukung keberlanjutan produksi. Inovasi ini juga memunculkan kesadaran peserta terhadap pentingnya pemanfaatan strategi pemasaran digital untuk memperkuat daya saing produk lokal. Kesimpulannya, inovasi briket gula aren terbukti menjadi strategi efektif dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal serta memperkuat keberlanjutan UMKM berbasis potensi desa. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Kata kunci : inovasi produk lokal, briket gula aren, pemberdayaan masyarakat. UMKM, diversifikasi ABSTRACT Gelangsar Village in West Lombok Regency holds great potential through its palm sugar commodity, which has long served as the primary source of livelihood for the community. However, limited product diversification, low technological knowledge, and restricted market access have hindered this commodity from achieving optimal added value. These conditions have affected the competitiveness of local Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. , which remain weak in modern markets. Product innovation through the development of palm sugar briquettes is considered a strategic solution to enhance economic value and strengthen the role of MSMEs based on village potential. This activity aims to describe the implementation of palm sugar briquette innovation to increase the added value of local products while empowering MSMEs in Gelangsar Village. In addition, it seeks to provide an overview of innovation practices based on local potential that can be replicated in other regions with similar characteristics. The method employed was a descriptive qualitative approach, involving observation, socialization, technical training, and participatory evaluation. The process was carried out during the Community Empowerment Program (KKN PMD) of Universitas Mataram (JulyAeAugust 2. by engaging palm sap farmers and local MSME actors. All stages were conducted using a participatory approach to ensure active involvement of participants and the effectiveness of training. The results indicate that participants were able to understand the concept of product diversification while also mastering the skills of producing and packaging palm sugar briquettes. The impacts achieved cover economic aspects, such as increased selling value and broader distribution potential. In the social dimension, the activity encouraged community collaboration, youth involvement, and the emergence of innovative product variations with local spices. From an environmental perspective, the briquette form proved more efficient, contributing to waste reduction and supporting sustainable production. The innovation also raised participantsAo awareness of the importance of digital marketing strategies to enhance the competitiveness of local products. In conclusion, palm sugar briquette innovation has proven to be an effective strategy to increase the added value of local commodities and strengthen the sustainability of MSMEs based on village potential. Keywords: local product innovation, palm sugar briquette, community empowerment. MSMEs, business diversification PENDAHULUAN Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan produk lokal berbasis pertanian dan kehutanan (Andri, 2. Sektor ini memegang peranan strategis dalam struktur perekonomian Indonesia, khususnya dalam hal penyediaan kebutuhan pangan, penyerapan tenaga kerja, dan menjadi sumber penghasilan utama bagi mayoritas masyarakat di wilayah pedesaan. Didukung oleh kondisi geografis yang ideal serta kelimpahan sumber daya alam. Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan produk-produk pertanian menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi (Pohan, 2. Tanaman aren merupakan salah satu komoditas bernilai ekonomis tinggi yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan (Suryansyah, 2. Gula aren memiliki berbagai produk turunan dengan nilai ekonomis tinggi, sehingga memiliki prospek bisnis yang menjanjikan (Evalia, 2. Berbagai program diversifikasi industri gula nasional dilakukan dengan mencari alternatif sumber-sumber gula alami non tebu, yakni berupa gula aren (Gede & Purwata, 2. Hasil diversifikasi produk aren terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat lokal di kawasan sekitar hutan, terutama di Pulau Lombok. Nusa Tenggara Barat. Permintaan aren di Pulau Lombok khususnya Lombok Barat cukup besar baik di sektor industri maupun sektor rumah tangga (Andira et al. , 2. Desa Gelangsar yang berada di Kecamatan Gunungsari. Kabupaten Lombok Barat juga merupakan salah satu desa penghasil gula aren. Komoditi unggulan Desa Gelangsar adalah tanaman aren yang turun temurun dibudidayakan dan menghidupi banyak petani. Namun, pengembangan UMKM di sektor gula aren masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan pengetahuan Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index teknologi produksi, akses pemasaran, serta minimnya diversifikasi produk dan daya saing di pasar lokal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan inovatif berbasis potensi lokal untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Salah satu solusi strategis yang dapat diimplementasikan untuk menjawab permasalahan tersebut adalah pengembangan produk inovatif berbasis komoditas lokal, yakni melalui transformasi gula aren konvensional menjadi produk baru seperti briket gula aren (Rosy, 2. Inovasi ini berfokus pada perubahan bentuk dan kemasan produk yang lebih praktis, memiliki nilai estetika, serta memudahkan proses distribusi dan pemasaran. Sejalan dengan temuan Gede dan Purwata . dalam Pemanfaatan Gula Aren Original (AREO) sebagai Bahan Olahan Produk Kuliner Lokal dalam Pengembangan Kewirausahaan Masyarakat Desa Kekait. Kabupaten Lombok Barat, serta Evalia dalam . dalam Strategi Pengembangan Agroindustri Gula Semut Aren, diversifikasi produk berbasis aren terbukti mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian masyarakat. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan inovasi briket gula aren sebagai strategi peningkatan nilai tambah produk lokal dan penguatan UMKM di Desa Gelangsar. METODE KEGIATAN Kegiatan Pelatihan Inovasi Briket Gula Aren ini dilaksanakan di Desa Gelangsar. Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat selama bulan Juli sampai Agustus 2025 selama kegiatan KKN PMD Universitas Mataram berlangsung. Target dari pelatihan ini adalah petani dan pelaku UMKM penghasil gula aren di Desa Gelangsar. Kelompok sasaran dipilih berdasarkan keterlibatan langsung mereka dalam proses produksi gula aren tradisional serta kesediaan mengikuti rangkaian pelatihan inovasi produk. Metode pelaksanaan yang dilaksanakan sebagai berikut : Observasi dan Identifikasi Potensi Tim pelaksana melakukan observasi awal untuk menggali potensi lokal serta mengidentifikasi tantangan dalam produksi dan pemasaran gula aren oleh petani setempat. Tahapan ini juga mencakup wawancara informal dengan petani terkait praktik produksi gula aren yang telah dilakukan selama ini. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan melakukan observasi, wawancara, dan group discussion. Dalam wawancara dan diskusi yang dilakukan, terdapat beberapa topik yang dibahas yakni mengenai perkembangan usaha yang telah dijalankan, jenis-jenis produk olahan yang telah dibuat, strategi pemasaran yang dilakukan serta potensi inovasi dan keberlanjutan yang dapat dikembangkan dari UMKM yang para peserta telah jalankan. Sosialisasi Inovasi Produk Kegiatan sosialisasi bertujuan untuk memperkenalkan konsep inovasi briket gula aren kepada petani sebagai alternatif bentuk produk yang lebih praktis dan bernilai jual tinggi. Sosialisasi dilaksanakan di Kantor Desa Gelangsar dan difokuskan pada transformasi gula aren menjadi produk bernilai tambah melalui inovasi bentuk dan pengemasan. Peserta yang hadir pada acara sosialisasi berjumlah 10 orang yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, serta anak muda yang berlatar belakang profesi sebagai petani nira atau penyadap, pembuat gula aren, dan yang sudah mempunyai produk usaha olahan dari air nira selain gula aren padat. Pelatihan dan Uji Coba Produk Pelatihan teknis dilakukan melalui demonstrasi langsung proses pembuatan briket gula aren, mulai dari pencetakan, pengemasan, hingga pemanfaatan alat sederhana. Peserta didampingi dalam melakukan uji coba secara mandiri guna memastikan pemahaman terhadap tahapan produksi. Evaluasi dan Monitoring Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas pelatihan serta respon peserta terhadap inovasi Kegiatan ini dilengkapi dengan diskusi reflektif dan penyusunan rencana tindak lanjut yang memungkinkan kelompok petani melanjutkan produksi secara mandiri setelah program selesai. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan inovasi produk briket gula aren di Desa Gelangsar. Kecamatan Gunungsari. Kabupaten Lombok Barat, dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal berbasis pertanian. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok petani penghasil Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index gula aren yang selama ini masih memproduksi gula dalam bentuk konvensional. Rangkaian kegiatan pelatihan dilaksanakan secara bertahap dan terstruktur, dimulai dari tahap sosialisasi, dilanjutkan dengan pelatihan teknis, dan ditutup dengan praktik produksi langsung oleh peserta. Tahap sosialisasi dilaksanakan untuk memperkenalkan gagasan inovasi briket gula aren kepada masyarakat, dengan penekanan pada manfaat ekonomi serta strategi pengemasan produk yang lebih Kegiatan ini mengusung tema AuSosialisasi Inovasi Produk Gula Aren: Sinergi UMKM dan Potensi LokalAy dan berlangsung di Aula Kantor Desa Gelangsar. Forum ini dilakukan dalam bentuk tatap muka dan diskusi kelompok yang melibatkan petani, pelaku UMKM lokal, serta perangkat desa sebagaimana yang dijelaskan pada Gambar 1. Materi yang disampaikan merujuk pada pendekatan pengembangan usaha kecil berbasis diversifikasi produk, sebagaimana dijelaskan oleh Gede & Purwata . , yang menekankan pentingnya inovasi produk kuliner lokal sebagai bagian dari kewirausahaan berbasis potensi desa. Gambar 1. Sosialisasi Inovasi Produk Briket Gula Aren Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknis pembuatan briket gula aren, yang terdiri atas demonstrasi pembuatan dan praktik langsung. Peserta diperkenalkan pada teknik pengolahan nira menjadi gula cair yang kemudian dicetak menjadi briket dengan alat sederhana sebagaimana yang dijelaskan pada Gambar 2. Tahapan ini juga mencakup pelatihan mengenai teknik pengemasan, pengendalian mutu, serta kebersihan dan estetika produk, agar produk siap bersaing di pasar modern. Materi pelatihan disusun agar sesuai dengan konteks lokal dan tingkat literasi teknis peserta, serta mendorong pendekatan partisipatif dalam seluruh proses kegiatan (Nugraha et al. , 2. Gambar 2. Pembuatan Gula Briket Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Tahap akhir berupa uji coba produksi mandiri oleh peserta dilaksanakan dengan tujuan mengevaluasi tingkat pemahaman serta keterampilan yang diperoleh selama pelatihan secara aplikatif. Pada tahap ini, peserta menghasilkan briket dalam skala terbatas sebagai prototipe awal sebagaimana dijelaskan pada Gambar 3. Produk yang dihasilkan menunjukkan kesesuaian dengan standar dasar, meliputi kerapian bentuk, tingkat kepadatan, dan potensi daya simpan. Keberhasilan kegiatan tercermin dari kemampuan peserta dalam menguasai seluruh tahapan produksi secara mandiri, disertai munculnya komitmen untuk melanjutkan proses produksi setelah program berakhir. Lebih lanjut, beberapa peserta menyampaikan gagasan pengembangan variasi produk, antara lain briket gula dengan tambahan jahe, vanili, maupun rempah lokal, serta inovasi kemasan siap saji yang berorientasi pada pasar pariwisata dan produk oleh-oleh. Munculnya inisiatif tersebut menunjukkan adanya kreativitas dan kesadaran terhadap kebutuhan pasar di kalangan pelaku lokal, yang sekaligus merepresentasikan peluang pengembangan lebih lanjut terkait diversifikasi produk, peningkatan daya saing, dan strategi pemasaran berbasis potensi desa. Gambar 3. Prototipe Awal Gula Briket Secara umum, kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan inovasi produk yang dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, praktis, dan kontekstual dapat mendorong adopsi inovasi di tingkat akar Hal ini sejalan dengan pandangan Nugraha dkk. dalam Penguatan UMKM Gula Aren Desa Maddenra Melalui Product Diversification dan Digital Marketing bahwa pelatihan inovasi dan pendampingan berkelanjutan mendorong peningkatan keterampilan, branding, hingga peningkatan penjualan hingga 233%. Dalam pelaksanaan inovasi briket gula aren di Desa Gelangsar, ditemukan sejumlah kendala baik teknis maupun non-teknis yang memengaruhi efektivitas kegiatan. Tantangan utama meliputi rendahnya pemahaman peserta terhadap konsep diversifikasi produk, keterbatasan alat produksi skala rumahan, serta minimnya literasi digital untuk pemasaran. Beberapa petani menunjukkan keraguan saat mencoba metode pencetakan briket, sementara proses pengeringan dan pencetakan memerlukan presisi yang belum sepenuhnya dikuasai. Sebagai respons, tim pelaksana mengadaptasi metode pelatihan dengan pendekatan demonstratif dan praktik berulang, serta menawarkan alternatif alat sederhana yang sesuai dengan kapasitas lokal. Pengenalan strategi pemasaran digital berbasis komunitas juga dilakukan untuk memperluas wawasan peserta. Untuk menjawab tantangan pemasaran, peserta diperkenalkan pada strategi digital berbasis media sosial dan platform daring yang relevan dengan kapasitas lokal. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh penyediaan materi teknis, tetapi juga oleh fleksibilitas pendekatan pelatihan dan keberlanjutan pendampingan pasca kegiatan. Pelaksanaan inovasi briket gula aren di Desa Gelangsar menunjukkan potensi keberlanjutan yang didukung oleh keterlibatan aktif pelaku UMKM dan munculnya kesadaran akan pentingnya Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index adaptasi terhadap dinamika pasar. Peserta mulai mengusulkan diversifikasi produk dan menjajaki kemitraan dalam rantai pasok lokal. Inisiatif ini mencerminkan kesiapan komunitas untuk mengembangkan model usaha jangka panjang. Keberlanjutan program dapat diperkuat melalui integrasi teknologi digital serta pelibatan generasi muda dalam pengembangan usaha dan pemasaran produk. Dengan demikian, inovasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan. Inovasi briket gula aren di Desa Gelangsar memberikan dampak positif dalam tiga dimensi: ekonomi, sosial, dan lingkungan. Secara ekonomi, inovasi ini meningkatkan nilai tambah melalui peluang diversifikasi usaha bagi petani serta UMKM. Dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat kolaborasi warga dan mendorong keterlibatan pemuda dalam kewirausahaan digital. Secara lingkungan, bentuk briket yang lebih efisien mendukung praktik produksi yang lebih terukur dan berpotensi ramah Hal ini sejalan dengan temuan Supriyadi dan Sulastri . yang menekankan bahwa pengembangan UMKM berbasis produk lokal memiliki kontribusi signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan melalui penguatan jejaring sosial dan praktik usaha yang adaptif terhadap isu lingkungan. Inovasi ini menunjukkan kontribusi terhadap pembangunan desa yang berkelanjutan melalui penguatan ekonomi lokal dan solidaritas sosial. KESIMPULAN DAN SARAN Pelaksanaan program inovasi briket gula aren di Desa Gelangsar. Kecamatan Gunungsari. Lombok Barat, telah berhasil dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan yang meliputi observasi potensi, sosialisasi, pelatihan teknis, serta evaluasi partisipatif bersama kelompok petani dan pelaku UMKM Inovasi ini memfasilitasi transformasi produk gula aren dari bentuk konvensional menjadi bentuk briket yang lebih praktis, memiliki nilai estetika, daya simpan lebih baik, serta potensi distribusi yang lebih luas. Dampak dari pelaksanaan program ini cukup menjanjikan. Dari sisi ekonomi, inovasi ini membuka peluang diversifikasi usaha dan peningkatan nilai tambah bagi petani serta pelaku UMKM. Secara sosial, kegiatan ini mendorong terciptanya kolaborasi antar pelaku usaha lokal dan meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pengembangan produk. Sementara dari sisi keberlanjutan, terlihat adanya inisiatif masyarakat untuk mengembangkan varian produk dan memanfaatkan saluran pemasaran digital secara mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi briket gula aren memiliki prospek sebagai penggerak ekonomi lokal berbasis potensi desa. Agar inovasi briket gula aren dapat berkembang secara optimal dan berkelanjutan, diperlukan bentuk pendampingan yang lebih operasional. Pendampingan dapat difokuskan pada pelatihan manajemen produksi, pengendalian kualitas, teknik pengemasan sesuai standar, serta strategi branding untuk meningkatkan daya saing produk. Di sisi kelembagaan, penguatan dapat dilakukan melalui pembentukan koperasi desa atau BUMDes sebagai lembaga pengelola yang berfungsi menjamin keberlanjutan usaha melalui tata kelola kolektif dan transparan. Selain itu, strategi pemasaran perlu diperluas dengan memanfaatkan platform digital yang potensial di Indonesia, seperti Tokopedia. Shopee, serta didukung promosi melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook. Upaya ini harus disertai peningkatan literasi digital bagi pelaku UMKM, khususnya dalam pembuatan konten kreatif, fotografi produk, dan manajemen toko daring. Peran pemuda dan perempuan sebagai agen penggerak juga penting, di mana pemuda dapat difokuskan pada aspek teknologi dan pemasaran digital, sementara kelompok perempuan diperkuat dalam produksi dan pengelolaan usaha. Sinergi antara pemerintah desa, akademisi, dan stakeholder terkait diharapkan mampu membangun ekosistem inovasi desa yang adaptif, partisipatif, dan nyata sehingga briket gula aren tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, tetapi juga menempatkan desa sebagai pusat inovasi berbasis potensi lokal yang berdaya saing tinggi UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada jajaran pimpinan Universitas Mataram, khususnya kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Kepala Desa Gelangsar beserta jajarannya dan masyarakat Desa Gelangsar yang telah memberikan fasilitas dan dukungan penuh atas terlaksananya kegiatan pengabdian ini yang terintegrasi dengan KKN-PMD Tahun 2025. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index DAFTAR PUSTAKA