Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2023 Page: 1-9 JARGON BAHASA ONLINE SHOP PADA KONTEN KREATOR TIKTOK AFFILIATE Magfirotul Hamdiah1. Widia Endang Prastiwi2 Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo Jl. Raya Panglima Sudirman No. Semampir. Kec. Kraksaan. Probolinggo. Jawa Timur Email: magfirohhamdiah@gmail. Abstract This study aims to find out how the form of language jargon is used by creators in Tiktok affiliate content. The problem that will be studied in this research is how to use online shop language jargon in Tiktok affiliate creator content. The data source is taken from Tiktok affiliate content, while the research data is the form of language jargon used by Tiktok affiliate creators in their video content. The data collection technique uses note-taking technique. The benefit of this research is that readers can clearly know jargon terms in the Tiktok community. The results of the research based on the data found that as a whole there are 50 jargons, which include the use of jargon in Indonesian, foreign languages, and abbreviated forms of jargon. The discovery of 50 jargons consisted of 15 jargons in Indonesian, 21 jargons in foreign languages (English and Korea. , and 14 abbreviated forms of jargon. Keywords: Language Variation. Jargon. Tiktok Affiliate Creator Content. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk jargon bahasa yang digunakan oleh kreator dalam konten Tiktok affiliate. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini ialah bagaimana penggunaan jargon bahasa online shop pada konten kreator Tiktok Sumber data diambil dari konten Tiktok affiliate, sedangkan data penelitiannya yaitu bentuk jargon bahasa yang digunakan kreator tiktok affiliate dalam video kontennya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu agar pembaca dapat mengetahui secara jelas istilah jargon dalam komunitas Tiktok. Hasil penelitian berdasarkan data yang ditemukan secara keseluruhan terdapat 50 jargon, yang meliputi penggunaan jargon dalam bahasa Indonesia, bahasa Asing, dan bentuk jargon singkatan. Penemuan jargon sebanyak 50 tersebut terdiri dari 15 jargon dalam bahasa Indonesia, 21 jargon dalam bahasa Asing (Inggris dan Kore. , dan 14 bentuk jargon singkatan. Kata kunci: Variasi Bahasa. Jargon. Konten Kreator Tiktok Affiliate. Pendahuluan Bahasa dalam kajian sosiolinguistik berarti suatu tingkah laku sosial dalam Bahasa bersifat arbitrer dan digunakan untuk saling berinteraksi. Sosiolinguistik merupakan cabang ilmu linguistik yang mengkaji mengenai bahasa dan sosial. Hal inilah yang menyebabkan bahwa adanya keterkaitan bahasa dengan sosial, yang mana keduanya saling memengaruhi satu sama lain. Berbicara mengenai bahasa dan sosial, jelas bahwa bahasa dihasilkan dari pemikiran manusia dalam menuangkan apa yang dimaksud untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Dari situlah menimbulkan suatu interaksi antar anggota masyarakat dengan yang lain, yang disebut dengan konteks sosial yang terjadi di Bahasa dalam konteks sosial di masyarakat sangat beragam. Hal itulah yang disebut dengan variasi bahasa, karena bahasa yang digunakan oleh manusia berbeda-beda. Bahkan juga terdapat bahasa khusus yang digunakan Keragaman semakin bertambah berkembang apabila bahasa tersebut digunakan penutur yang lebih banyak dan dalam wilayah yang cukup luas. Variasi bahasa dalam kajian sosiolinguistik mencakup variasi berdasarkan segi penutur dan penggunaannya. Variasi bahasa dalam segi penutur digunakan berdasarkan asal usul dan status sosial si penutur itu sendiri serta kapan bahasa tersebut digunakan. Variasi bahasa tersebut meliputi idiolek, dialek, sosiolek, akrolek, kronolek, basilek, vulgar, slang, jargon, kolokial, argot, dan ken. Sedangkan variasi bahasa dalam segi penggunaannya bisa dilihat dari tujuan digunakannya bahasa itu untuk hal apa, dalam bidang apa, apakah jalur dan alatnya, dan bagaimana kondisi keformalannya. Variasi bahasa tersebut mencakup fungsiolek, register, dan ragam (Ayu Wulandari, 2. Dalam penelitian ini, yang menjadi fokus pembahasan yang akan dikaji yaitu mengenai variasi bahasa berdasarkan segi penuturnya, yaitu jargon. Chaer dan Leoni Agustina dalam artikel penelitian Ayu Wulandari, 2016 mengemukakan bahwa jargon adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh sekelompok orang tertentu dalam masyarakat. Jargon dapat diartikan suatu kosa kata khusus yang digunakan oleh komunitas tertentu yang mana masyarakat di luar komunitas itu tidak dapat memahami bahasa mereka. Dalam komunitas atau kelompok tersebut tentu jargon yang digunakan berbeda- beda. Seperti pada jargon para pelajar dan pejabat jelas berbeda dengan jargon para nelayan, petani, pedagang dan lain sebagainya. Sesuai dengan penelitian ini, peneliti memfokuskan kepada bahasa penjual/pedagang dalam jual barang secara online. Jual online atau biasa disebut dengan online shop merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang penjual melalui sistem dalam jaringan. Dengan bantuan teknologi yang canggih seperti aplikasi WhatsApp. Instagram. Facebook. Tiktok, dan lain sebagainya. Jadi penyampaian bahasa untuk mempromosikan barangnya bisa dalam bentuk tulisan melalui teks seperti iklan maupun secara lisan dalam bentuk suara atau video Terkait hal itu, penelitian ini mengkaji penggunaan jargon bahasa online shop pada konten kreator affiliate. Di mana yang menjadi sumber data dalam penelitian ini yaitu Tiktok. Secara khusus kajiannya lebih kepada bahasa yang digunakan oleh kreator dalam kontennya. Konten kreator merupakan suatu kreasi seorang dalam membuat atau menciptakan video sesuai dengan tujuan yang diunggah dalam aplikasi yang bersangkutan, salah satunya yaitu media sosial Tiktok. Tiktok merupakan aplikasi jejaring sosial dan platform video musik yang berdurasi jangka waktu pendek (Tri Buana, dkk, 2. Aplikasi ini banyak digunakan orang karena penggunaannya yang lebih mudah, unik dan menarik. Dalam aplikasi tiktok terdapat suatu marketplace yang sangat berguna bagi pengguna Tiktok yang ingin berjualan. Oleh karena itu. Tiktok tidak hanya sebagai hiburan saja akan tetapi juga bermanfaat untuk mengenalkan bahkan menjual barang dagangannya agar dikenal oleh khalayak luas. Selain itu Tiktok berfungsi untuk memperkerjakan orang dengan santai melalui penjualan barang yang ada di Hal itulah yang disebut dengan tiktok affiliate. Tiktok affiliate sendiri merupakan metode penjualan yang dilakukan kreator dengan mencantumkan link pada konten yang ingin diunggah. Pada saat ini pun TikTok affiliate banyak TikTok menguntungkan kedua belah pihak dengan menghasilkan uang darinya. Oleh karena itu tidak diragukan lagi bahwa lebih banyak orang yang tertarik Asmaraloka: Jurnal Bidang Pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia Vol. No. 1, 2023 Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti mengambil judul penelitian ini karena merasa yakin kalau penelitian ini menarik untuk diteliti dalam kajian jargon pada ilmu sosiolinguistik. Selain itu judul penelitian ini juga selaras dengan realita perkembangan zaman saat ini, di mana maraknya orang sekarang banyak yang menggunakan Tiktok tidak hanya untuk hal negatif. Akan tetapi hal positif pun bisa saja mereka digunakan. Salah satunya seperti menjadi bagian dari Tiktok affiliate. Permasalahan dalam penelitian ini ialah bagaimana penggunaan jargon bahasa online shop pada konten kreator Tiktok affiliate. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk jargon bahasa yang digunakan oleh kreator dalam konten Tiktok affiliate. Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu agar pembaca dapat mengetahui secara jelas istilah jargon dalam komunitas Tiktok. Selain itu, penelitian ini juga bermanfaat untuk dijadikan referensi dalam penelitian selanjutnya. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis, tidak terbatas pada pengumpulan data, akan tetapi mencakup analisis dan deskripsi pengklasifikasian data. Deskriptif analisis merupakan metode mencari untuk menghimpun data serta menganalisis, mengkaji, dan mengidentifikasi sesuai kebutuhan. Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post-positivis, yang lebih menekankan pada aspek pemahaman menelusuri fenomena (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini, objek yang dikaji adalah video konten dalam Tiktok affiliate. Sumber data diambil dari konten Tiktok affiliate, sedangkan data penelitiannya yaitu bentuk jargon bahasa yang digunakan kreator Tiktok affiliate dalam video kontennya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melalui dua tahap, pertama tahap simakmenyimak yang berarti peneliti terlebih dahulu menyimak video konten, dan kedua tahap catat-mencatat yang berarti mencatat hasil data yang ditemukan kemudian Tahap pengklasifikasian, dan pendeskripsian merupakan teknik analisis data yang peneliti gunakan. Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang dapat peneliti temukan dari sumber data video konten oleh kreator dalam Tiktok affiliate, terdapat beberapa istilah baru yang termasuk jenis jargon. Dengan demikian, dari hasil simak dan cacat terdapat beberapa bagian jargon bahasa yang tergolong dalam bahasa Indonesia, bahasa Asing, dan juga bentuk singkatan. Berikut data yang dapat ditemukan peneliti terkait jargon bahasa oleh konten kreator dalam Titkok affiliate. Tabel 1 Temuan Peggunaan Jargon Bahasa Bahasa Indonesia Bahasa Asing Bentuk singkatan Canci Begete Kece Maknyus Nagih Cek keranjang Harga miring Pedes nampol Racun Harga anjlok Mehong Banting harga Murce Legit Gabut Kiyowo Mukbang Unboxing Toping Best seller Gercep Mantul Mager Markicob One set Gasken Outfit Spill Tutorial Bestie Guys Fix Mood Sale Ready stok Free Crop Creamy Gemes Good looking Glow up OOTD Murmer OMG COD Ongkir Baper BTW Jumlah Berdasarkan uraian data di atas, penggunaan jargon bahasa yang terdapat dalam konten kreator Tiktok affiliate dapat ditemukan sebanyak 50 jargon. Jargon tersebut jika diklasifikasikan terdapat jargon bahasa Indonesia, bahasa Asing, dan bentuk jargon singkatan. Jargon bahasa Indonesia yang ditemukan sebanyak 15 jargon yang digunakan. Dalam bahasa Asing ditemukan sebanyak 21 jargon yang Asmaraloka: Jurnal Bidang Pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia Vol. No. 1, 2023 terdiri dari bahasa Inggris dan Korea. Sedangkan dalam bentuk jargon singkatan data yang ditemukan sebanyak 14 jargon. Pembahasan Tujuan pembahasan hasil penelitian ini ialah untuk mengkaji data yang telah ditemukan. Dari hasil uraian data . yang telah dipaparkan, selanjutnya dilakukan pembahasan hasil penelitian. Pembahasan tersebut mencakup penggunaan jargon . ahasa Indonesia. Asin. , dan bentuk jargon Penggunaan Jargon Bahasa Indonesia Dalam komunitas Titkok, penggunaan jargon bahasa online shop oleh konten kreator Tiktok affiliate menciptakan jargon dalam bentuk bahasa Indonesia yang bertujuan untuk memberikan kesan baik terhadap khalayak umum . endengar/pembac. serta mengakrabkan diri dengan semua komunitas Titkok agar mereka tertarik dengan produk jualannya. Karena sebagian jargon tersebut memiliki penjelasan yang cukup luas. Seperti contoh: AuWah gak nyangka Tiktok shop sekarang murce-murceAy. Jargon yang terdapat dalam kalimat tersebut adalah pada kata AumurceAy. Kata AumurceAy merupakan bahasa gaul yang trendi pada saat ini, yang memiliki makna khusus untuk komunitas pengguna Tiktok sebagai arti Aumurah sekaliAy. AuBuruan cek keranjang kuning, sebelum naik harga!Ay. Jargon dalam kalimat tersebut adalah Aucek keranjang kuningAy. Dalam kata tersebut memiliki makna khusus, di mana hanya pengguna Tiktok yang dapat memahaminya. Makna yang dimaksud ialah kreator Titkok affiliate menginginkan orang-orang untuk mengecek link berwarna kuning berisikan marketplace yang telah disediakan di dalam kontennya. Penggunaan Jargon Bahasa Asing Dalam konten kreator Titkok affiliate, jargon bahasa online shop yang digunakan juga melalui istilah bahasa Inggris dan bahasa Korea. Hal itu dipengaruhi oleh perkembangan Titkok yang sudah mendunia. Jadi penggunaan bahasa tidak lepas dengan seiring perkembangan zaman yang lebih modern, sehingga penggunaan bahasa jargon tersebut menitikberatkan pada istilah-istilah baru yang trendi dan gaul seperti saat Perlu diketahui sebagian jargon tersebut memiliki penjelasan yang cukup luas. Seperti contoh: Jargon dalam Bahasa Inggris AuJangan khawatir, produk ini free hijab pashmina lohAy. Dalam kalimat tersebut, jargon dalam bahasa Inggris terdapat pada kata AufreeAy. Kata atau jargon AufreeAy yang berarti AugratisAy. Jargon dalam Bahasa Korea AuSuka banget dengan baju ini, kiyowo sekali. Yang mau cek keranjang kuning ya!Ay Pada kalimat tersebut yang termasuk jargon dalam bahasa Korea ialah kata AukiyowoAy. Jargon tersebut berarti AulucuAy yang digunakan pada ungkapan kagum terhadap produk jualannya. Bentuk Jargon Singkatan Bentuk jargon singkatan yang dapat ditemukan dalam penelitian ini sebanyak 14 jargon. Dalam penggunaan jargon di kalangan pengguna Tiktok affiliate, bahasa online shop yang digunakan sering terjadi adanya peningkatan kata yang terkadang membuat orang-orang dalam komunitas Titkok tidak memahaminya. Namun mereka menganggap hal tersebut sebagai bentuk bahasa keren dan gaul, yang dapat menarik perhatian khalayak umum untuk menyusuri lebih dalam mengenai konten yang dibuat kreator Tiktok affiliate. Berikut uraian data pada bentuk jargon singkatan. Tabel 2 Temuan Jargon Singkatan Singkatan Kata Asli Gercep Mantul Mager Markicob Gasken Gerak cepat Mantap betul Malas gerak Mari kita coba Gas kenceng Asmaraloka: Jurnal Bidang Pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia Vol. No. 1, 2023 OOTD Murmer OMG COD Ongkir Baper BTW Check out Outfit of The Day Murah meriah Oh My Good Cash on Delevery Ongkos kirim Purchase Order Bawa perasaan By The Way Dari tabel 2 di atas terlihat adanya bentuk jargon singkatan yang gunakan oleh konten kreator Tiktok affiliate dalam online shop. Jargon bahasa yang digunakan ditemukan sebanyak 14 bentuk jargon singkatan. Penggunaan jargon singkatan tersebut untuk mempermudah kreator dalam berbicara agar tidak terlalu panjang, yang artinya bahasa singkat tapi jelas. Selain penggunaan bahasa yang trendi dan gaul, agar terlihat lebih keren. Simpulan Berdasarkan deskripsi data penelitian yang diperoleh serta pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa jargon bahasa online shop pada konten kreator Tiktok affiliate meliputi penggunaan jargon dalam bahasa Indonesia, bahasa Asing, dan juga bentuk jargon singkatan. Secara keseluruhan, penggunaan jargon yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu sejumlah 50 jargon. Penemuan jargon sebanyak 50 tersebut terdiri dari 15 jargon dalam bahasa Indonesia, 21 jargon dalam bahasa Asing (Inggris dan Kore. , dan 14 bentuk jargon singkatan. Penggunaan jargon bahasa online shop pada konten kreator Tiktok affiliate mempunya fungsi untuk memudahkan kreator dalam berbicara di depan layar handphone, serta berfungsi agar penonton Tiktok khalayak umum merasa tertarik akan konten tersebut, sehingga mereka minat untuk membeli produknya. Bentuk jargon singkatan ini merupakan suatu istilah bahasa baru yang sangat trendi dan Hal itu disebabkan oleh perkembangan Titkok yang mendunia saat ini. Hal tersebut wajar karena lingkungan sosial juga dapat memengaruhi bahasa manusia dalam kehidupan sehari-hari. Daftar Pustaka