EDUMANDIRI: JURNAL ILMU PENDIDIKAN DASAR Vol 01. No. Januari-Juni 2025 ISSN 3089-9575 https://ojs. id/index. php/edumandiri Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Materi Bangun Ruang Menggunakan Kombinasi Model Inkuiri Terbimbing. Numbered Heads Together (NHT) dan Two Stay Two Stray (TSTS) di Kelas V SDN Alalak Tengah 1 Banjarmasin Utara Rika Rahayu1. Ahmad Muhyani Rizalie2 12 Universitas Lambung Mangkurat. Jl. Brigjen H. Hasan Basri. Kayutangi. Kec. Banjarmasin Utara. Kota Banjarmasin. Provinsi Kalimantan Selatan 70123, . nC E-mail: rikarahayu2803@gmail. Abstract This study aims to describe the activities of teachers and student activities and analyze student learning outcomes through a combination of Guided Inquiry. Numbered Heads Together (NHT) and Two Stay Two Stray models. The study was conducted following the Classroom Action Research procedure. Data collection is done by using tests and observations. The results showed the teacher's activity at the last meeting got 97. with very good criteria. Student activity gets 96. 77% with very active criteria. Student learning outcomes on the cognitive aspects 100%, affective aspects 100%, and psychomotor aspects 100%. Out of the results of the researchers above it can be concluded that good teacher activity makes student activities continue to increase so that learning outcomes can be satisfying. Keywords: Learning Activities. Learning Outcomes. Guided Inquiry. Number Heads Together. Two Stay Two Stray Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas siswa serta menganalisis hasil belajar siswa melalui kombinasi model Inquiri Terbimbing. Numbered Heads Together (NHT) dan Two Stay Two Stray (TSTS). Penelitian dilaksanakan mengikuti prosedur Penelitian Tindakan Kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru pada pertemuan terakhir mendapat 97. 22% dengan kriteria sangat baik. Ativitas siswa mendapat 96. 77% dengan kriteria sangat aktif. Hasil belajar siswa pada aspek kognitif 100%, aspek afektif 100%, dan aspek psikomotorik 100%. Dari hasil peneliti di atas dapat kita simpulkan aktivitas guru yang baik membuat aktivitas siswa terus meningkat sehingga hasil belajar dapat memuaskan. Kata Kunci: Aktivitas Belajar. Hasil Belajar. Inkuiri Terbimbing. Number Heads Together. Two Stay Two Stray PENDAHULUAN Pada dasarnya setiap manusia memerlukan sebuah pendidikan untuk bertahan Pendidikan formal, nonformal, ataupun pendidikan informal, dengan mendapat pendidikan keyakinan dan percaya diri kita makin bertambah baik. Pendidikan formal adalah pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah pada Jalur formal ini mempunyai jenjang yang jelas seperti mulai dari Rika Rahayu. Ahmad Muhyani Rizalie / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 25 - 37 pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi. Kalau pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan yang tidak berjenjang seperti pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Maka dari itu pendidikan adalah usaha yang dilakukan setiap manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam mengembangkan potensi yang ada pada dirinya masing-masing. Pendidikan merupakan hal yang dapat menjawab dari adanya tujuan pembangunan Indonesia. Pendidikan formal yang berjenjang sekarang mempunyai banyak tingkatan kurikulum mulai dari kurikulum Rentjana Pelajaran 1947 sampai dengan sekarang kurikulum mengalami perubahan yaitu kurikulum 2013. Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang digunakan pada masa sekarang dan wajib bagi semua jenjang pendidikan, tetapi tetapi Karen banyak sekolah yang belum bias memenuhi persyaratan untuk menerapkan kurikulum 2013. Maka masih banyak sekolah yang memakai kurikulum terdahulu yaitu yang biasa disebut Menurut Rahmawati, . dapat saya pahami jika sekolah belum bias memenuhi persyaratan dalam jangka waktu 1,5 tahun maka proses pembelajaran yang dilakukan akan kembali ke Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), tetapi bagi sekolah yang sudah bias melakukan kurikulum 2013 selama 1,5 tahun maka kurikulum 2013 tetap diterapkan disekolah itu. Kurikulum 2013 ini menuntut siswa agar bisa aktif dalam belajar. Dengan penggunaan kurikulum 2013 yang menerapkan pendekatan saintifik siswa dituntut aktif dalam kegiatan pembelajaran, karena siswa lah yang menjadi titik perhatian. Pada kurikulum ini siswa diminta berpikir secara ilmiah, berpikir aktif, kreatif dan berpikir secara menyeluruh. Salah satu tuntunan bagi guru dalam kurikulum 2013 ini yaitu menjelaskan setiap pembelajaran yang tidak diketahui siswa terutama dalam mengajarkan Matematika. Menurut Kurniawati dkk. , . matematika adalah alat-alat untuk berpikir, selain pelajaran bahasa, logika dan statistika. Sama dengan pendapat di atas menurut Matulessy dkk. , . menyatakan bahwa matematika adalah salah satu ilmu dari rajanya ilmu yang harus menerapkan kegiatan berpikir otak kita terutama menghitung. Matematika disebut ilmu mutlak karena pelajaran matematika tidak menerapkan ilmu coba-coba atau eksperimen. Harapan dengan hal di atas tidak sama dengan kenyataan yang ada. Berdasarkan observasi dan informasi yang diperoleh dari Ibu Ida Ariyani. selaku wali kelas V SDN Alalak Tengah 1 Kecamatan Banjarmasin Utara ternyata masih banyak siswaa yang melakuka coba-coba dalam mempelajari ilmu matematika yaitu siswa banyak menggunakan caranya sendiri untuk mencari Rika Rahayu. Ahmad Muhyani Rizalie / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 25 - 37 jawabannya tetapi dengan cara yang salah dan hasil yang salah, selain itu siswa juga kurang aktif dalam mencari solusi yang benar dari masalah yang ada dan kurang percaya diri, siswa juga kurang bias bekerja sama dengan temannya serta siswa juga sulit kalau diminta untuk mengemukakan pendapatnya. Dari maslaah yang didapat itu pembelajaran kurikulum 2013 belum terlaksana secara baik. Maka dari itu kurikulum 2013 ini harus dilengkapi dengan media-media untuk membantu guru mengatasi masalah-masalah yang dihadapi tersebut. Rendahnya aktivitas siswa berdampak pada rendahnya hasi belajar siswa pada muatan pelajaran matematika, dampak tersebut dapat dilihat pada hasil nilai ulangan harian siswa yang didapat pada ibu di SDN Alalak Tengah 1 Kecamatan Banjarmasin Utara 2 tahun terakhir. Hal tersebut terjadi karena aktivtas keaktifan siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran yang diajarkan guru sehingga mempengaruhi permasalahan rendahnya hasil belajar siswa. Hal itu terlihat dari banyaknya siswa yang mengalami masalah dalam pembelajaran dan terutama pada saat evaluasinya. Buktinya dapat dilihat pada data yang saya dapat pada 1 tahun terakhir yaitu pada tahun pelajaran 2018/2019 semester genap diantara 31 siswa masih terdapat 19 siswa atau 61 % yang belum dapat memenuhi KKM dan ada 12 siswa atau 39% yang hanya memenuhi KKM. Kriteria Ketuntasan Minimal pada pelajaran Matematika Data itu saya dapat dari wali kelas V di SDN Alalak Tengah 1 Kecamatan Banjarmasin Utara pada pelajaran Matematika. Dari hasil paparan saya di atas dapat ddipahami bahwa Aktivitas siswa dapat mempengaruhi hasil dari pembelajaran siswa yang akan berakibat pada hasil daribelajar siswa tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Akibat dari hal tersebut jika tidak ditangani dengan baik maka akan menimbulkan masalah hasil belajar yang kurang dan aktivitas siswa yang terbatas. Jika kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan tidak berpatokan pada masalah yang akan dipecahkan oleh siswa, maka siswa tidak akan bisa memahami permasalahan tersebut dan siswa juga tidak bisa berpikir kompleks untuk memecahkan masalah tersebut, maka dari itu siswa juga tidak akan bisa menjadi aktif dan percaya diri, serta siswa juga tidak mau bekerja sama karena merasa kurang percaya diri dengan solusi yang dia dapatkan. Oleh karena itu, dapat berakibat pada aktivitas siswa yang kurang dan mengakibatkan hasilnya juga tidak memenuhi KKM, itu berakibat pada mental siswa di jangka pendek. Sedangkan dalam jangka panjangnya siswa jadi kurang bisa memecahkan maslahnya saat berada dikesehariannya yang berkaitan dengan pelajaran matematika seperti berhitung. Dampak tersebut akan berakibat pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah akan pentingnya mutu pendidikan. Dari permasalahan yang kita dapat di atas, maka kita perlu strategi yang tepat untuk menghadapi masalah itu agar kita dapat meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajarnya. Strategi yang kita perlukan yang bisa mewujudkan pembelajaran Rika Rahayu. Ahmad Muhyani Rizalie / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 25 - 37 yang bermakna sehingga siswa semua masalah yang kita dapatkan itu dapat kita atasi dengan baik. Solusi yang didapat dalam mengatasi masalah itu yaitu dengan menggunakan kombinasi model Inquiri Terbimbing. Numbered Heads Together (NHT) dan Two Stay Two Stray (TSTS) karena kombinasi model ini lebih menitik beratkan pada kerja sama kelompok yang didalam kelompok terdiri dari bebrapa siswa yang aktif dan tidak aktif jadi siswa yang tidak aktif bisa jadi aktif juga dalam mengerjakan sesuatu hal ini didukung dengan model NHT yang siswa dapat belajar dengan baik dengan bantuan temannya yang lebih memahami materi dan terjadinya interaksi antar siswa sehingga siswa menjadi lebih aktif. Menurut Shoimin, . dapat kita maknai pada saat guru ingin menunnjuk nomor kepala yang diapakai siswa, siswa akan menjadi lebih siap dengan argumen atau solusi yang dia miliki dan siswa bisa menjadi lebih aktif pada saat dipanggil nomornya karena siswa sudah dapat memahami permasalahan dan mencari solusi yang tepat dengan bantuan temannya yang lebih bisa. Siswa juga tidak akan menjadi aktif pada saat guru memintanya untuk mengemukakan pendapatnya dari permasalahn yang didapatnya tadi. Sedangkan Inkuiri terbimbing adalah salah satu model yang dimana siswa harus memperhatikan bimbingan guru terlebih dahulu, dalam model ini siswa diminta fokus untuk memperhatiakn guru yang menguji pemahaman siswa untuk memhami pelajaran. Guru membuat rumusan masalah dan siswa harus bisa mencari solusinya, guru tidak langsung menyuruh siswa mengerjakan tanpa petunjuk apapun, jadi guru sambil membimbing siswa dalam menyelesaikan masalahnya. Lain hal nya dengan pendapat Huda, . yang menyatakan kalau model TSTS dapat kita artikan sebagai sistem pembelajaran yang berkelompok yang bertujuan supaya siswa dapat belajar bekerja sama meskipun dengan siswa yang tidak bisa dan mengajarkan siswa untuk bertanggung jawab juga tentang masalah yang dia dapatkan dan harus mencari solusinya dengan baik dan Rumusan masalah yang didapat pada penelitian ini yaitu: Bagaimana aktivitas guru dalam meningkatkan hasil belajar pada materi Bangun Ruang dengan menggunakan kombinasi model Inkuiri Terbimbing. Numbered Heads Together (NHT) dan Two Stay Two Stray (TSTS) di kelas V SDN Alalak Tengah 1 Banjarmasin Utara. Apakah terdapat peningkatan pada aktivitas siswa saat mengikuti pembelaajaran pada materi Bangun Ruang dengan menggunakan kombinasi model Inkuiri Terbimbing. Numbered Heads Together (NHT) dan Two Stay Two Stray (TSTS) dan di kelas V SDN Alalak Tengah 1 Banjarmasin Utara, dan Apakah ada peningkatan pada hasil belajar pada materi Bangun Ruang dengan menggunakan kombinasi model Inkuiri Terbimbing. Numbered Heiads Together (NHT) dan Two Stay Two Stray (TSTS) dan dikelas V SDN Alalak Tengah 1 Banjarmasin Utara. Rika Rahayu. Ahmad Muhyani Rizalie / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 25 - 37 Penelitian ini didukung untuk mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Putra dkk. , . Givari dkk. , . , dan Mangnga, . yang dapat berhasil meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan kombinasi model Inkuiri Terbimbing. Numbereed Heads Together (NHT) dan Two Stay Teo Stray (TSTS). METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas mempunyai lima langkah yaitu: perencanaan, penerapan, mengobservasi dan mengevaluasi serta repleksi. Pada tahap perencanaan guru membuat skenario pembelajaran, menyiapkn rubrik dan lembar observasi siswa untuk diisi oleh gurunya dan lembar observasi guru untuk pengamatan yang diisi oleh observer atau ibu wali kelas V. Tahap penerapan tindakan yaitu tahapan pada saat guru melakukan tindakan dengan skenario yang dibuatnya tadi. Tahap observasi yaitu guru melakukan penghitungan dari data yang dikumpulkan dari tahap evaluasi yang dilakukan oleh siswa pada tahapan terakhir dalam pembelajaran untuk mengetahui sampai di mana siswa dapat memahami pelajaran dengan menggunakan metode yang sudah disiapkan. Sedangkan pada tahap refleksi yaitu guru menganalisis hasil observasi apakah hasilnya sudah berhasil atau belum dan menyiapkan tindakan selanjutnya jika belum berhasil. Penelitian ini dilakukaan di kelas V SDN Alalak Tengah 1 Kecamatan Banjarmasin Utara pada tahun pelajaran 2019/2020 semester genap. Deri jumlah siswa 31 orang yang ada 16 orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Peneliti berperan menjadi guru pengumpul dan pemaparan data. Jenis data ynag dipaparkan disini yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Sedangkan instrumen yang dipakai ada lembar observasi siswa dan guru, ada juga penialaian sikap siswa serta instrumen yang berakaitan dengan hasil belajar yaitu soal evaluasi dan soal kelompok. Penelitian menggunakan sumbar data berupa siswa dan guru di kelas V SDN Alalak Tengah 1 Kecamatan Banjarmasin Utara semester II yang diperoleh melalui lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas siswa dan hasil dari belajar evaluasi setiap terakhir pembelajaran pertemuan. Analisis dari data kualitatif yang saya lakukan yaitu mengetahui apa yg dilakukan aktivitas guru dengan ketetapan minimum baik dan juga aktivitas siswa jika 81% minimal memperoleh kualifikasi aktif. Analisis data kuantitatifnya untuk mengetaui hasil aktivitas siswa yang mempengaruhi hasil siswa melihat dri hasil kerja LKS siswa yang nilai hasil evaluasimya mencapai nlai Ou 65 dengan persentase klasikalnya minimal 81%. Rika Rahayu. Ahmad Muhyani Rizalie / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 25 - 37 Indikator keberhasilan aktivitas guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yaitu jika guru mendapatkan skor 27-36 mendapatkan kategori sangat baik dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Indikator keberhasilan siswa yaitu jika mendapatkan skor 27-36 dengan persentasi klasikal siswa yaitu Ou 81 dengan kategori sangat aktif dalam pembelajaran berdasarkan tabel observasi siswa. Ketuntasan hasil belajar siswa akan bisa dianggap berhasil ketika mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang sudah ditetapkan yaitu Ou 65. Sedangkan ketuntasan belajar klasikalnya tercapai jika nilai yang diperoleh 81% siswa yang memiliki nilai Ou 65 yang bisa ditentukan dari hasil belajar aspek kognitif . , afektif . dan psikomotorik . Indikator dari penelitian adalah aktivitas guru jika mencapai skor 27-36 dalam pelaksanaan pembelajaran mencapai kategori sangat baik. Aktivitas siswa disimpulkan berhasil jika 81% dari semua siswa mencapai skor Ou 27 dalam kategori sanagat aktif dalam proses pembelajaran berlangsung. Hasil belajar siswa secara perorangan dikatakan berhasil jika nilai yang didapat siswa Ou 65 dan secara klasikal dinyatakan berhasil jika mencapai 81% dari jumlah siswa yang mendapat nilai Ou 65 dengan kategori tuntas. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pembelajaran pada materi Bangun Ruang dengan menggunakan kombinasi model Inkuiri Terbimbing. Nambered Heiads Together (NHT) dan Two Stay Two Stray (TSTS) pada kelas V SDN Alalak Tengah 1 Banjarmasin Utara. Dari hasil pengamatan dari siklus 1 sampai siklus 4 dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan kombinasi model Inkuiri Terbimbing. Numbered Heads Together (NHT) dan Two Stay Two Stray (TSTS) di kelas V SDN Alalak Tengah 1 Banjarmasin Utara dapat kita simpulkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran mengalami peningkatan dan berhasil mencapai kriteria sangat baik. Untuk jelasnya bisa dilihat grafik berikut Rika Rahayu. Ahmad Muhyani Rizalie / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 25 - 37 Grafik 1. Rekapitulasi Persentasi Aktivitas Guru Dari grafik di atas dapat disimpulkan dengan menggunakan kombinasi model Inkuiri Terbimbing. Numbered Heads Together (NHT) dan Two Stay Two Strey (TSTS) dapat peningkatan dihasil aktivitas guru dalam mengajar. Dilihat pada hasil yang dilakukan oleh guru . pada siklus 1 aktivitas siswa dalam pembelajaran memakai kombinasi model Inkuiri Terbimbing. Numbered Heads Together (NHT) dan Two Stay Two Stray (TSTS) mendapat persentase 52. siswa yang mencapai kriteria sebagian aktif. Setelah melakukan refleksi pada siklus 2 dapat peningkatan lagi yaitu mendapat persentase 72. 76% siswa yang mencapai kriteria sebagian besar aktif. Pada siklus selanjutnya yaitu siklus i guru melakukan refleksi lagi dan persentasenya mengalami peningkatan lagi yaitu 77. 78% yang mencapai kriteria sebagian besar aktif dan pada siklus IV meningkat lagi yaitu mencapai persentase 96. 77% yang mencapai kriteria hampir seluruhnya aktif. Berdasarkan data analisis aktivitas siswa dalam belajar menunjukkan terjadi peningkatan mulai dari siklus 1 sampai siklus IV. Ini disimpulkan bahwa guru mampu menjadikan kegiatan belajar yang dapat mewujudkan pembelajaran yang Dari hasil analisisi data dapat digambarkan rekapitulasi peningkatan aktivitas siswa. Bisa dilihat dari grafik aktivitas siswa dibawah ini. Grafik 2. Rekapitulasi Persentasi Aktivitas Siswa Kita lihat rekapitulasi persentase aktivitas siswa meningkat pada saat guru melaksanakan kombinasi model Inkuiri Terbimbing. Numberad Heads Together (NHT) dan Two Stay Two Stray (TSTS) dari siklus I sampai siklus IV. Sedangkan indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan dapat tercapai sesuai dengan ketetapan yang Dengan demikian pemilihan solusi pembelajaran yang diterapkan guru dapat mendapat keberhasilan pada proses pembelajaran. Rika Rahayu. Ahmad Muhyani Rizalie / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 25 - 37 Dari penjelasan di atas bisa kita lihat bahwa peran guru dangat penting, guru selalu berusaha untuk mencari perhatian siswa agar siswa mau aktif saat ikut belajar dengan guru. Guru berusaha untuk membuat siswa mau bekerja sama dengan guru maupun temannya untuk mengiuti proses belajar mengajar menggunakan strategi pembelajaran dan model pembelajaran yang menarik. Menurut Hamalik, . dapat kita artikan kalau guru yang baik itu adalah guru yang bisa semaksimal mungkin untuk membuat pembelajaran di kelas berhasil meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Selanjutnya hasil analisis ketuntasan belajaar siswa dengan materi Bangun Rueng menggunakan kombinasi model Inkuiri Terbimbing. Numberad Heads Together (NHT) dan Two Sray Two Stray (TSTS) di kelas V SDN Alalak Tengah 1 Banjarmasin Utara dari siklus 1 sampai siklus 4 mengalami peningkatan pada siklusnya. Analisis terhadap kebehasilan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran dari siklus 1 sampai siklus 4 dapa dilihat pada grafik berikut : Grafik 3. Rekapitulasi Hasil Belajar Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat peningkatan hasil belajar di setiap siklusnya dengan menggunakan kombinasi model Inkuiri Terbimbing. Numbered Heads Together, dan Two Stay Two Stray. Sedangkan indikator keberhasilannya telah tercapai sesuai dengan ketentuan yang sudah ditentukan. Dengan demikian pemilihan model dan strategi pembelajaran yang dipakai mengalami keberhasilan dan kesuksesan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan ketiga grafik di atas maka dapat kita lihat peningkatan dari semua aspek seperti aktivitas guru, aktivitas siswa, serta aspek hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pada grafik tersebut terlihat bahwa pada setiap siklus dari semua aspek mengalami peningkatan. Semua itu membuktikan bahwa adanya keterkaitan Rika Rahayu. Ahmad Muhyani Rizalie / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 25 - 37 antara ketiga aspek tersebut. Dari data di atas dapat diketahui bahwa semakin maksimal aktivitas yang dilakukan guru maka akan semakin maksimal juga aktivitas siswa yang dilakukannya pada saat pembelajaran. Dengan maksimalnya aktivitas siswa maka semakin meningkatnya juga hasil belajarnya. Pembahasan Pendekatan saintifik yang digunakan oleh guru yaitu menerapkan kurikulum 2013 yang dimulai pada aspek aktivitas guru yaitu melakukan pembelajaran dengan cara memberikan materi-materi yang memuat gambar-gambar yang dapat menarik perhatian siswa untuk diamatinya dan untuk dipahami siswa. Melalui pendekatan saintifik siswa bisa bersemangat dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Dengan memakai media pembelajaran yang menarik maka siswa akan tertarik pula dan bersemangat untuk belajar. Selain itu kegiatan pembelajaran juga tergantung pada latar belakang sosial siswa itu sendiri. Pembelajaran dengan berkelompok tujuannya untuk melatih siswa dalam bekerja sama dan memahami pendapat orang lain meskipun berbeda pendapat dengan orang lain. Siswa dilatih untuk bisa bersosialisasi dengan orangorang yang ada disekitarnya. Dengan menggunakan kombinasi model Inkuiri Terbimbing. Numbered Heads Together (NHT) dan Two Stay Two Stray (TSTS) saya dapat mengambil kesimpulan kalau proses suatu pembelajaran akan dapat berkualitas jika adanya media-media dan model yang dpat mendukung kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu dengan adanya kombinasi model yang dilakukan peneliti akan memberikan pengetahuan lebih untuk siswa dan mengajak siswa untuk melakukan percobaan yaitu dengan bertamu ke kelompok lain untuk mengasah otak anak agar bisa berpikir secara kritis dan menimbulkan percaya diri siswa untuk mengemukakan pendapatnya. Hal ini menunjukkan bahwa guru telah memberikan pembelajaran yang menarik kepada siswa dan dapat dikatakan siswa dapat menerimanya dengan baik. Dalam memilih strategi yang tepat harus berdasarkan permasalahn yang nyata, dengan itu pemilihan strategi pembelajaran yang tepat dan beriorentasi pada siswa dan materi yang digunakan atau disampaikan harus sesuai dengan media atau model yang digunakan serta bagaimana penggunaan media pembelajaran yang mampu dan tepat untuk meningkatkan aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran harus baik. Hal tersebut sependapat dengan Uno & Mohamad, . yang menyatakan kalau pemilihan strategi pembelajaran adalah dasar dari proses keberhasilan dalam pembelajaran pada hasil yang ingin dihasilkan. Selain itu pemilihan model pembelajaran harus sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Rika Rahayu. Ahmad Muhyani Rizalie / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 25 - 37 Selain itu pemilihan strategi pembelajaran, guru selalu melaksanakan refleksi bersama observer pada setiap kali pertemuan. Hal ini dilakukan supaya guru dapat mengetahui permasalahan di mana yang membuat pembelajaran itu belum berhasil keseluruhan dan menyiapkan pembelajaran yang lebih baik untuk pertemuan Sehingga akan mempengaruhi pada perolehan skor guru yang meningkat disetiap pertemuannya. Menurut Aunurrahman, . dapat diartikan bahwa berhasil tidaknya pembelajaran tidak terlepas dari bagaimana cara guru mengembangkan model pembelajaran yang akan digunakan. Menurut Rusman, . dapat kita artikan bahwa guru memegang peranan penting dalam suatu proses pembelajaran yang sedang berlangsung, karena suatu proses pembelejaran adalah inti dari pendidikan secara keseluruhan dan guru adalah faktor penentu bagi meningkatnya hasil belajar siswa. Hal tersebut juga dikatakan oleh Suriansyah dkk. , . yang dapat artikan kalau guru itu adalah pengelola dari setiap pembelajaran yang dilangsungkan, selain itu guru adalah seorang model atau teladan bagi siswa yang diajarinya. Observasi aktivitas guru ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Putra dkk. , . Givari dkk. , . dan Mangnga, . yang menggunakan Disamping itu didukung pula oleh penelitian lain yaitu oleh Agustina dkk. dan Sari dkk. , . yang telah berhasil pada hasil belajar siswa dengan kombinasi model Inkuiri Terbimbing. Numbered Heads Together dan Two Stay Two Stray dan peningkatan terhadap kualitas aktivitas guru. Berhasilnya hasil belajar siswa melibatkan peran belajar proses . earning by proces. dalam setiap pertemuan yang dilakukan oleh guru. Pendapat ini didukung oleh pendapat Suriansyah dkk. , . dapat diartikan kalau belajar bukanlah suatu yang berdasarkan hak cipta tetapi belajar adalah suatu proses yang dilakukan dengan menekankan siswa untuk belajar berproses. Dengan itu tujuan belajar dengan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik dapat tercapai melalui proses Pencapaian hasil belajar harus sma denga yang ingin dicapai. Cara untuk mengetahuinya yaitu bisa dengan cara melalui evaluasi, karena evaluasi dapat memberikan bukti nyata atau informasi tingkat keberhasilan belajar siswa dalam pembelajaran tersebut. Dari informasi itu bisa digunakan guru untuk memperbaiki pembelajaran untuk selanjutnya. Sebelum guru melakukan evaluasi hal terpenting yan dilakukan guru yaitu mengajar, karena mengajar adalah suatu rangsangan yang dilakukan oleh guru untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukannya. Peran saat belajar . earning by proces. dalam keberhasilan meningkatkan hasil belajar siswa tidak luput dari adanya aktivitas guru dalam setiap pembelajaran. Hal ini juga sependapat dengan Suriansyah dkk. , . dapat kita artikan dengan pemberlakuan suatu strategi pembelajaran yang dilakukan guru di kelas adalah Rika Rahayu. Ahmad Muhyani Rizalie / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 25 - 37 suatu komponen yang sangat berpengaruh untuk keberhasilan siswa dalam belajar. Guru tidak hanya mengajar saja tetapi guru juga dituntut untuk menyampaikan materi ajar kepada siswa (Ali, 2. Guru adalah komponen untuk melengkapi suatu proses belajar mengajar yang terjadi di kelas dalam kegiatan pembelajaran itu guru dimungkinkan harus menggunakan media atau model pembelajaran (Noviana, 2. Dengan itu kombinasi model pembelajaran tersebut dapat saling melengkapi sehingga terbentuklah respon dari siswa dalam proses pembelajaran. Guru mencari berbagai cara untuk dapat mewujudkan kegiatan pembelajran yang dapat menimbulkan kreativitas siswa dan menimbulkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, serta guru juga dituntut untuk dapat membuat siswa memperhatikan pembelajaran dan membuat siswa minat dalam belajar. Hal ini sama dengan pendapat Uno & Mohamad, . yang menyatakan bahwa guru dalam suatu proses pembelajaran harus bisa membuat siswa berkreasi agar dapat timbul minatminat siswa untuk belajar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil PTK yang dilakukan di kelas V SDN Alalak Tengah 1 Kecamatan Banjarmasin dapat disimpulkan bahwa, aktivitas guru dalam penggunaan model Inkuiri Terbimbing. Numbered Heads Together dan Two Stay Two Stray memperoleh kategori sangat baik. Aktivitas siswa dalam penggunaan model Inkuiri Terbimbing. Numbered Heads Together dan Two Stay Two Stray memperoleh kategori hampir seluruhnya aktif. Penggunaan kombinasi model Inquiri Terbimbing. Numbered Heads Together dan Two Stay Two Stray di kelas V di SDN Alalak Tengah 1 Kecamatan Banjarmasin Utara telah mampu mencapai indikator ketuntasan dengan kriteria sangat baik. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada . Koordinator program Studi PGSD. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Universitas Lambung Mangkurat. Dosen Pembimbing Bapak Dr. Ahmad Muhyani Rizalie. Si. Kepala Sekolah dan Guru Wali Kelas V SDN Alalak Tengah 1 Kecamatan Banjarmasin Utara atas dukunganya sehingga penelitian dengan judul AuMeningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Materi Bangun Ruang Menggunakan Kombinasi Model Inkuiri Terbimbing. Numbered Heads Together (NHT) dan Two Stay Two Stray (TSTS) di Kelas V SDN Alalak Tengah 1 Banjarmasin UtaraAy dapat terlaksana dengan baik Rika Rahayu. Ahmad Muhyani Rizalie / Edumandiri: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar . : 25 - 37 REFERENSI