Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 178-189 ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) TIKET AGROWISATA TEKNO 44 DESA GELEBAK DALAM KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN Yulia Pebrianti1. Keti Purnamasari2. Alditia Detmuliati3. Andre Mariza Putra4 Siti Kamilah5. Sahfina Izun Al Khansa6. Shalsabila A. Putri7 Politeknik Negeri Sriwijaya, yuliapch@yahoo. Politeknik Negeri Sriwijaya, keti. purnamasari@polsri. Politeknik Negeri Sriwijaya, alditia. detmuliati@polsri. Politeknik Negeri Sriwijaya, andre. putra@polsri. Politeknik Negeri Sriwijaya, sitikamilah983@gmail. Politeknik Negeri Sriwijaya, sahfinakansa16@gmail. Politeknik Negeri Sriwijaya, putrisamsung536@gmail. ABSTRACT This study aims to analyze the willingness to pay for tickets for Agrotourism Tekno 44 Gelebak Dalam Village. Banyuasin Regency. South Sumatra. The method of data collection was done by distributing questionnaires to 100 respondents. This study was analyzed using multiple regression analysis. The independent variables used are gender, age, status, education, occupation, income, and transportation access while the dependent variable is Willingness to Pay. The average Willingness to Pay ticket value is IDR 8,350 per person. The independent variables that have been shown to have a significant effect on the dependent variable are age and access to transportation, while the variables that have no effect are gender, status, education, occupation, income. Keywords: Willingness to Pay. Agrotourism. Agrotourism Tekno 44 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kesediaan membayar tiket Agrowisata Tekno 44 Desa Gelebak Dalam Kabupaten Banyuasin. Sumatera Selatan. Metode pengambilan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner pada 100 orang responden. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis regresi berganda. Variabel independen yang digunakan adalah jenis kelamin, usia, status, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan akses transportasi sedangkan variabel dependen adalah kesediaan membayar (Willingness to Pa. Nilai rata-rata Willingness to Pay tiket adalah Rp 8. per orang. Variabel independen yang terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen adalah usia dan akses transportasi sedangkan variabel yang tidak berpengaruh adalah jenis kelamin, status, pendidikan, pekerjaan, pendapatan. Kata kunci: Willingness to Pay. Agrowisata. Agrowisata Tekno 44 Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 178-189 PENDAHULUAN Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang hampir setiap tahunnya selalu terjadi kebakaran hutan dan lahan. Pada tahun 2020, kebakaran hutan dan lahan turun 70 persen dibandingkan tahun 2019. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat 268 hektare lahan di provinsi Sumatera Selatan terbakar sepanjang tahun 2020. Kebakaran hutan dan lahan terbanyak terjadi di Kabupaten Banyuasin seluas 103 hektare. Kabupaten Ogan Ilir 97,4 hektare dan Kabupaten Ogan Komering Ilir 38,9 hektare. Di bawah komando KOREM 044/GAPO permasalahan kebakaran lahan di Kabupaten Banyuasin disulap menjadi daerah pertanian. Pada tahun 2021, daerah pertanian ini dikembangkan menjadi Kawasan Agrowisata Tekno 44 dengan luas kurang lebih 50 hektare dan berlokasi di Desa Gelebak Dalam. Lokasi ini berjarak 20 km dari kota Palembang. Atraksi wisata yang tersedia di Agrowisata Tekno 44 antara lain kebun bunga, kebun sayuran, kebun alpukat, kebun petai, kebun jeruk, kebun cabai dan pembibitan ikan. Agrowisata ramai dikunjungi wisatawan lokal pada akhir pekan. Minimnya pohon rindang membuat wisatawan memilih untuk mengunjungi destinasi ini pada waktu sore hari. Selain berfoto dengan landscape keindahan kebun bunga, wisatawan dapat ikut serta memetik hasil sayuran dan buah-buahan pada musim panen. Minat wisatawan untuk mengunjungi suatu destinasi atau daya tarik wisata dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ketersediaan informasi tentang objek wisata, iklan, aksesibilitas, harga dan fasilitas. Tinggi rendahnya harga suatu produk sangat diperhatikan agar konsumen dapat memperoleh barang atau jasa yang diinginkan. Konsumen tentunya mengharapkan harga yang sesuai dengan manfaat yang diterimanya. Pemberian harga yang terlalu murah dapat meningkatkan penjualan, meskipun membuat keuntungan yang didapat menjadi menurun. Harga yang mahal dapat meningkatkan keuntungan namun dapat menyebabkan kehilangan para pelanggan dan penurunan penjualan. Pengelola membutuhkan pendapatan untuk menjaga keberlangsungan serta untuk meningkatkan sarana dan prasarana pariwisata yang berada di Agrowisata Tekno 44. Tabel 1. Harga Tiket Masuk Destinasi Wisata di Sekitar Agrowisata Tekno 44 No. Destinasi Wisata Harga Tiket Masuk Kampoeng Wisata Yasaman Cindo Rp 10. Palembang Bird Park Rp 50. Kampung Kapitan Rp 5. Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang Rp 25. Taman Sejarah Bukit Siguntang Rp 3. Museum Alquran Bayt Alquran Al Akbar Rp 20. Taman Bunga Lombok Kenten Rp 10. Taman Bunga Celosia Springhill Rp 10. Sumber : data diolah, 2022 Dari tabel harga tiket masuk di atas dapat diketahui bahwa harga tiket masuk di sekitar destinasi Agrowisata Tekno 44 sangat bervariasi. Kampung Wisata Yasaman Cindo merupakan destinasi terdekat dengan Agrowisata Tekno 44 dan menawarkan atraksi yang serupa. Sementara itu. Agrowisata Tekno 44 telah menerima kunjungan Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 178-189 wisatawan namun pengelola Agrowisata Tekno 44 belum menetapkan harga tiket masuk sehingga wisatawan mengunjungi destinasi ini secara gratis. Harga tiket merupakan pertimbangan penting yang dapat mempengaruhi keputusan Harga tiket adalah daya tarik yang dapat digunakan untuk menarik lebih banyak pengunjung dan juga dapat menjadi aliran pendapatan yang berdampak pada Selain itu, penetapan harga termasuk dalam elemen bauran pemasaran fleksibel yang dapat diubah dengan cepat. Untuk menjaga dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, perlu diketahui harga tiket yang sesuai dengan wisatawan. Metode Willingness to Pay (WTP) digunakan untuk menentukan apakah wisatawan bersedia membayar tiket masuk Agrowisata Tekno 44. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kesediaan membayar pengunjung berdasarkan karakteristik responden, mengetahui nilai rataAerata kesediaan membayar tiket Agrowisata Tekno 44, serta untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar tiket Agrowisata Tekno 44. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kelamin, usia, status, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan akses transportasi sedangkan variabel dependen yang digunakan adalah kesediaan membayar (Willingness to Pa. Penelitian mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesediaan membayar telah banyak dilakukan. Penelitian Damanik . mengenai AuWillingness to Pay (WTP) Pengunjung Museum Simalungun di Kota Pematang SiantarAy, mendapatkan hasil bahwa hanya variabel pendapatan yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kesediaan membayar sedangkan faktor lain seperti jenis kelamin, usia, dan pendidikan tidak mempengaruhi kesediaan membayar. Penelitian Prasetyo & Saptutyningsih . mendapatkan hasil bahwa usia dan pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesediaan membayar sedangkan variabel pendidikan dan pendapatan memiliki pengaruh negatif terhadap kesediaan membayar. Penelitiannya dilakukan pada desa wisata Srowolan. Desa Wisata Kelor. Desa Wisata Kembangarum. Desa Wisata Brayut, dan Desa Wisata Pentingsari Kabupaten Sleman. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Annisa & Harini, 2017 melakukan AuAnalisis Kesediaan Membayar (WTP) untuk Mendukung Ekowisata Berkelanjutan di Kawasan Wisata Gua Pindul. Kabupaten Gunung KidulAy. Penelitiannya mendapatkan hasil bahwa terdapat dua variabel yang berpengaruh positif terhadap nilai WTP. Variabel tersebut adalah usia dan pendapatan. Variabel lainnya seperti tingkat pendidikan, waktu dan biaya perjalanan tidak mempengaruhi nilai WTP. Begitu juga dengan variabel persepsi pengunjung seperti daya tarik, kepuasan maupun edukasi tidak berpengaruh terhadap nilai WTP. LANDASAN TEORI Kesediaan Membayar (Willingness to Pa. Kesediaan untuk membayar adalah harga maksimum yang bersedia dibayar oleh pelanggan untuk suatu produk atau jasa. Kesediaan untuk membayar dapat bervariasi secara signifikan dari pelanggan ke pelanggan. Varians ini sering disebabkan oleh perbedaan populasi pelanggan, biasanya diklasifikasikan sebagai perbedaan ekstrinsik dan perbedaan intrinsik. Perbedaan ekstrinsik adalah perbedaan yang dapat diamati seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, dan tempat tinggal pelanggan. Perbedaan intrinsik adalah karakteristik seseorang yang tidak akan diketahui tanpa menanyakannya secara langsung. Perbedaan ini sulit untuk diamati seperti toleransi risiko individu, keinginan untuk menyesuaikan diri dengan orang lain, dan tingkat hasrat tentang subjek tertentu (Stobierski, 2. Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 178-189 METODE PENELITIAN Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan dengan kuesioner dan wawancara dengan 100 responden. Perhitungan Nilai Kesediaan Membayar (WTP) Estimasi Rata-Rata WTP Rata-rata WTP dapat dihitung dengan menggunakan yaycOycNycE = Ocycuycn=0 ycOycn ycu EWTP = Nilai WTP rata-rata = WTP yang bersedia dibayarkan = responden yang bersedia membayar = Jumlah responden Penjumlahan Data Nilai Total WTP Nilai total WTP dapat dihitung dengan menggunakan rumus: ycu ycuycn ycNycOycNycE = Oc ycOycNycEycn ( ) ycE ycA ycn=0 TWTP = Total WTP WTPi = WTP individu sampel ke i = Jumlah sampel ke-i yang bersedia membayar WTP = Jumlah sampel = Jumlah populasi = Responden ke-i yang bersedia membayar . = 1, 2,. , . Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Willingness to Pay (WTP) Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai WTP dapat ditentukan dengan menggunakan analisis regresi berganda. Analisis mengidentifikasi tujuh variabel independen yang diharapkan mempengaruhi variabel dependen (Nilai WTP): jenis kelamin, usia, status, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan akses transportasi. Persamaan regresi berganda dalam penelitian ini adalah: ycOycNycE = yu0 yu1Gender yu2Age yu3Status yu4Edu yu5Job yu6Income yu7Transport yuA WTP 1, . Gender Age Status Edu Job = Nilai WTP (R. = Intersep = Koefisien regresi = Jenis Kelamin = Usia = Status pernikahan = Pendidikan = Pekerjaan Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 178-189 Income = Pendapatan Transport = Akses Transportasi = error HASIL DAN PEMBAHASAN Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kesediaan membayar pengunjung berdasarkan karakteristik responden. Karakteristik responden tersebut mencakup jenis kelamin, usia, status pernikahan, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan akses transportasi. Deskripsi hasil analisis tersebut secara rinci dijelaskan pada tabel-tabel di bawah ini. Tabel 2 di bawah ini memperlihatkan bahwa responden terdiri dari 33% laki-laki dan 67% perempuan. Responden berjenis kelamin laki-laki paling banyak memilih untuk membayar tiket sebesar Rp 5. 000, begitu juga dengan responden perempuan. Tabel 2. Kesediaan Membayar Berdasarkan Jenis Kelamin Responden Jenis Kelamin No. Nilai WTP Total Persentase Laki-laki Perempuan . Rp 3. Rp 5. Rp 10. Rp 15. Rp 25. Total Sumber : data diolah, 2022 Tabel 3 menyajikan data kesediaan membayar berdasarkan usia responden. Usia responden dibagi menjadi 4 . kategori yaitu usia 16-27 tahun, usia 28-39 tahun, usia 40-51 tahun, dan usia 52-64 tahun. Responden didominasi berusia 16-27 tahun sebanyak 50% dengan kesediaan membayar terbanyak pada tingkat harga Rp 5. Terdapat sebanyak 27% responden dalam kelompok usia 28-39 tahun dengan kesediaan membayar terbanyak pada tingkat harga Rp 10. Pada kelompok usia 40-51 tahun terdapat 16% dimana didominasi responden yang bersedia membayar pada tingkat harga Rp 5. Pada kelompok usia 52-64 tahun, terdapat tiga pilihan harga yang bersedia mereka bayarkan yang memiliki persentase sama yaitu pada tingkat harga Rp 10. Rp 000, dan Rp 25. 000 dimana masing-masing terdapat 2 responden yang bersedia membayar pada tingkat harga tersebut. Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 178-189 No. Tabel 3. Kesediaan Membayar Berdasarkan Usia Responden Kelompok Usia Nilai WTP Rp 3. Rp 5. Rp 10. Rp 15. Rp 25. Total Persentase Sumber : data diolah, 2022 Tabel 4 di bawah ini menyajikan data kesediaan membayar responden berdasarkan status. Persentase responden dengan status belum menikah terdapat sebanyak 57% yang didominasi pada pilihan kesediaan membayar pada tingkat harga Rp 5. Sedangkan responden dengan status menikah terdapat sebanyak 43% dimana kesediaan membayar terbanyak berada pada tingkat harga Rp 10. No. Tabel 4. Kesediaan Membayar Berdasarkan Status Responden Status Nilai WTP Total Persentase Belum Menikah Menikah Rp 3. Rp 5. Rp 10. Rp 15. Rp 25. Total Sumber : data diolah, 2022 Kesediaan membayar berdasarkan tingkat pendidikan responden disajikan pada Tabel 5. Terdapat enam kategori tingkat pendidikan yaitu SD. SMP. SMA/SMK/Sederajat. Diploma/Sarjana. S2/S3, dan tidak sekolah. Berdasarkan hasil dari penyebaran kuesioner, tidak ada responden yang memiliki tingkat pendidikan SD. SMP, dan tidak sekolah sehingga data di bawah ini hanya menyajikan tiga kategori pendidikan Responden dengan tingkat pendidikan Diploma/Sarjana memiliki persentase tertinggi yaitu 63% dengan kesediaan membayar terbanyak pada tingkat harga Rp 5. Responden dengan tingkat pendidikan SMA/SMK/Sederajat memiliki persentase sebanyak 29% dengan kesediaan membayar terbanyak pada tingkat harga Rp 10. sedangkan responden dengan tingkat pendidikan S2/S3 memiliki persentase sebesar 8% dengan kesediaan membayar terbanyak pada tingkat harga Rp 5. Tabel 5. Kesediaan Membayar Berdasarkan Tingkat Pendidikan Responden Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 178-189 No. Nilai WTP Rp 3. Rp 5. Rp 10. Rp 15. Rp 25. Total Tingkat Pendidikan SMA/SMK/sederajat Diploma/Sarjana S2/S3 Total Persentase Sumber : data diolah, 2022 Tabel 6 menggambarkan kesediaan membayar berdasarkan pekerjaan responden. Jenis pekerjaan responden dibagi menjadi lima kategori yaitu wiraswasta, pelajar. PNS/TNI/POLRI/BUMN. Ibu Rumah Tangga, dan lainnya. Responden yang memiliki pelajar/mahasiswa PNS/TNI/POLRI/BUMN 7%. Ibu Rumah Tangga 16%, dan lainnya 23%. Responden dengan jenis pekerjaan wiraswasta memiliki kesediaan membayar terbanyak pada tingkat harga Rp 25. Responden yang merupakan pelajar/mahasiswa memiliki kesediaan membayar terbanyak pada tingkat harga Rp 5. Responden yang berprofesi sebagai PNS/TNI/POLRI/BUMN memiliki kesediaan membayar terbanyak pada tingkat harga Rp 5. Ibu rumah tangga memiliki kesediaan membayar terbanyak pada tingkat harga Rp 10. Sedangkan responden yang masuk dalam kategori pekerjaan lainnya memiliki kesediaan membayar terbanyak pada tingkat harga Rp 10. No. Nilai WTP Rp 3. Rp 5. Rp 10. Rp 15. Rp 25. Total Tabel 6. Kesediaan Membayar Berdasarkan Pekerjaan Responden Pekerjaan PNS/TNI/ Total Pelajar / Ibu Rumah Wiraswasta POLRI/ Lainnya Mahasiswa Tangga BUMN Persentase Sumber : data diolah, 2022 Kesediaan membayar berdasarkan tingkat pendapatan responden disajikan dalam Tingkat pendapatan per bulan responden dibagi menjadi empat kategori yaitu Rp 000AeRp 1. Rp 2. 000AeRp 3. Rp 4. 000 AeRp 5. 000, lebih dari Rp 6. 000, dan belum berpenghasilan. Persentase responden tertinggi yaitu berada pada kategori belum berpenghasilan sebanyak 48%. Responden dengan kategori ini banyak memilih kesediaan membayar pada tingkat harga Rp 5. Terdapat 15% responden dengan tingkat penghasilan Rp 500. 000AeRp 1. 000 dimana kesediaan membayar terbanyak pada tingkat harga Rp 5. Pada tingkat penghasilan Rp 000AeRp 3. 000 terdapat 20% dari total responden dengan kesediaan membayar terbanyak berada pada tingkat harga Rp 10. Responden pada tingkat penghasilan Rp 000AeRp 5. 000 terdapat 15% dengan kesediaan membayar terbanyak pada tingkat harga Rp 5. 000 sedangkan terdapat 2% responden dengan tingkat penghasilan lebih dari Rp 6. 000 dengan pilihan kesediaan membayar pada tingkat harga Rp 3. dan Rp 10. 000 yang sama banyaknya. Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 178-189 No. Tabel 7. Kesediaan Membayar Berdasarkan Pendapatan Responden Tingkat Pendapatan . alam rupia. Nilai Belum Total 000Ae 2. 000Ae 4. WTP Berpeng Rp 3. Rp 5. Rp 10. Rp 15. Rp 25. Total Persentase Sumber : data diolah, 2022 Tabel 8 menyajikan kesediaan membayar berdasarkan akses transportasi Sebanyak 75% responden menilai bahwa akses transportasi ke Agrowisata Tekno 44 mudah sedangkan sebanyak 26% responden menilai bahwa akses transportasi Penilaian berdasarkan akses transportasi ini memiliki kesediaan membayar terbanyak pada tingkat harga yang sama yaitu Rp 5. Tabel 8. Kesediaan Membayar Berdasarkan Akses Transportasi Responden Akses Transportasi Nilai No. Total Persentase WTP Mudah Sulit Rp 3. Rp 5. Rp 10. Rp 15. Rp 25. Total Sumber : data diolah, 2022 Secara ringkas nilai kesediaan membayar pada tingkat harga yang berbeda dapat disajikan pada tabel di bawah ini. Pada tingkat harga Rp 5. 000 terdapat 39% responden yang bersedia membayar pada tingkat harga tersebut. Tingkat harga ini merupakan pilihan terbanyak responden. Sebanyak 33% responden bersedia membayar tiket pada tingkat harga Rp 10. Responden yang bersedia membayar pada tingkat harga Rp 000 terdapat sebanyak 15%, 6% responden bersedia membayar pada tingkat harga Rp 000, dan 7% responden bersedia membayar pada tingkat harga Rp 25. Rata-rata nilai kesediaan membayar responden terdapat pada tingkat harga Rp 8. Tabel 9. Nilai WTP. Jumlah Responden dan Frekuensi Kumulatif Responden Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 178-189 Jumlah Nilai WTP Responden . Rp 3. Rp 5. Rp 10. Rp 15. Rp 25. Rata-Rata Nilai WTP WTP Persentase Persentase Kumulatif Rp 45. Rp 195. Rp 330. Rp 90. Rp. Rp 8. Sumber : data diolah, 2022 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesediaan Membayar (Willingness to Pa. Tiket Agrowisata Tekno 44 Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kelamin (GENDER), usia (AGE), status (STATUS), pendidikan (EDU), pekerjaan (JOB), pendapatan (INCOME), dan akses transportasi (TRANSPORT) sedangkan variabel dependen adalah kesediaan membayar (Willingness to pay-WTP). Hasil Uji F mendapatkan bahwa nilai signifikansi berada di bawah p value yaitu 0,005 yang berarti bahwa variabel independen secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen. Tabel 10. Hasil Uji F Model Regression 7 3,164 Residual Total Sig. 0,005 Sumber : data diolah, 2022 Tabel 11. Hasil Uji t Variabel Jenis Kelamin (GENDER) Usia (AGE) Status (STATUS) Pendidikan (EDU) Pekerjaan (JOB) Pendapatan (INCOME) Akses Transportasi (TRANSPORT) Sig. 0,874 3,176 1,629 -1,644 -1,268 -0,400 2,200 0,385 0,002 0,107 0,104 0,208 0,690 0,030 Sumber : data diolah, 2022 Berdasarkan hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa dari ketujuh variabel independen yang dimasukkan dalam analisis, hanya ada 2 variabel independen yang terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Variabel indepeden tersebut adalah usia dan akses transportasi sedangkan variabel independen lainnya tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Variabel yang tidak berpengaruh tersebut adalah variabel jenis kelamin, status, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Hasil uji t mendapatkan bahwa nilai signifikansi variabel jenis kelamin sebesar 0,385 . ebih dari 0,. yang berarti bahwa jenis kelamin tidak mempengaruhi kesediaan Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 178-189 membayar tiket Agrowisata Tekno 44. Wanita lebih detail dalam merencanakan detail perjalanan wisata dan melakukan riset tentang sebuah perjalanan wisata termasuk dalam mempertimbangkan biaya wisata. Laki-laki lebih menyukai konsep wisata petualangan dan tidak terlalu detail ketika akan berwisata. Hasil uji t mendapatkan bahwa nilai siginifikansi variabel usia sebesar 0,002 . urang dari 0,. yang berarti bahwa usia mempengaruhi kesediaan membayar tiket Agrowisata Tekno 44. Semakin tinggi tingkat usia responden maka semakin besar pula kesediaan membayarnya. Hal ini dikarenakan semakin tinggi usia responden maka kebutuhan untuk berwisata juga semakin tinggi. Mereka akan cenderung memilih konsep wisata yang nyaman dan tenang seperti pada konsep Agrowisata Tekno 44. Hasil uji t mendapatkan bahwa nilai siginifikansi variabel status sebesar 0,107 . ebih dari 0,. yang berarti bahwa status tidak mempengaruhi kesediaan membayar tiket Agrowisata Tekno 44. Orang dengan status menikah lebih mengutamakan pengeluarannya untuk keperluan rumah tangganya dan mengenyampingkan kebutuhan untuk berwisata. Orang dengan status belum menikah, belum memiliki pengeluaran rumah tangga dan cenderung memiliki kebutuhan untuk berwisata lebih banyak. Hasil uji t mendapatkan bahwa nilai signifikansi variabel pendidikan sebesar 0,104 . ebih dari 0,. yang berarti bahwa pendidikan tidak mempengaruhi kesediaan membayar tiket Agrowisata Tekno 44. Tinggi rendahnya pendidikan seseorang tidak berpengaruh terhadap kesediaan membayar. Orang dengan pendidikan yang lebih tinggi memiliki lebih banyak pertimbangan ketika memutuskan untuk berwisata, bukan hanya berdasarkan harga saja tetapi manfaat yang dapat diperoleh dari wisata tersebut. Hasil uji t mendapatkan bahwa nilai signifikansi variabel pekerjaan sebesar 0,208 . ebih dari 0,. yang berarti bahwa pekerjaan tidak mempengaruhi kesediaan membayar tiket Agrowisata Tekno 44. Kebutuhan akan berwisata tidak hanya diperlukan bagi pekerja kantoran yang memiliki tingkat stres yang tinggi saja, tetapi juga dibutuhkan oleh semua profesi. Sehingga semua orang termasuk pelajar/mahasiswa maupun ibu rumah tangga bersedia untuk membayar lebih tinggi. Hasil uji t mendapatkan bahwa nilai signifikansi variabel pendapatan sebesar 0,690 . ebih dari 0,. yang berarti bahwa pendapatan tidak mempengaruhi kesediaan membayar tiket Agrowisata Tekno 44. Semakin tinggi pendapatan seseorang maka semakin tinggi pula pengeluarannya. Orang dengan berpendapatan tinggi cenderung menginginkan konsep berwisata yang lebih berkualitas pula. Hasil uji t mendapatkan bahwa nilai signifikansi variabel akses transportasi sebesar 0,030 . urang dari 0,. yang berarti bahwa akses transportasi mempengaruhi kesediaan membayar tiket Agrowisata Tekno 44. Akses transportasi merupakan salah satu hal yang penting yang berhubungan dengan kesediaan membayar. Jika akses transportasi mudah artinya tidak terlalu banyak biaya yang dikeluarkan dalam berwisata. Sebaliknya, jika akses transportasi sulit maka biaya yang dikeluarkan juga akan cukup Tabel di bawah ini menujukkan nilai koefisien determinasi. Menurut Ghozali . , koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel independen. Nilai ini dapat dilihat dari nilai R Square (R. Nilai R2 dalam penelitian ini adalah sebesar 0,194 yang berarti bahwa variabel independen dalam penelitian ini memiliki pengaruh sebesar 19,40% terhadap kesediaan membayar. Sedangkan sebanyak 80,60% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam analisis. Menurut Chin . , nilai R-Square yang berada pada rentangan 0,19 dan 0,33 dapat dikatakan lemah. Volume 1 Nomor 3 Tahun 2023 pp 178-189 Tabel 12. Nilai R Square Model R Square 0,441 0,194 Sumber : data diolah, 2022 jenis kelamin (GENDER), usia (AGE), status (STATUS), pendidikan (EDU), pekerjaan (JOB), pendapatan (INCOME), dan akses transportasi (TRANSPORT) sedangkan variabel dependen adalah kesediaan membayar (Willingness to pay-WT KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa : Responden terbagi menjadi beberapa karakteristik yang mencakup jenis kelamin, usia, status pernikahan, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan akses transportasi. Karakteristik responden didominasi berjenis kelamin perempuan sebanyak 67%, berusia 16-27 tahun sebanyak 50%, berstatus belum menikah sebanyak 57%, memiliki pendidikan terakhir Sarjana/Diploma sebanyak 63%, responden didominasi pelajar/mahasiswa sebanyak 47% dan sebanyak 38% belum memiliki penghasilan serta sebanyak 75% responden menilai bahwa akses transportasi ke Agrowisata Tekno 44 mudah. Terdapat 39% responden yang bersedia membayar pada tingkat harga Rp. Tingkat harga ini merupakan pilihan terbanyak responden. Sebanyak 33% responden bersedia membayar tiket pada tingkat harga Rp 10. Responden yang bersedia membayar pada tingkat harga Rp 3. 000 terdapat sebanyak 15%, 6% responden bersedia membayar pada tingkat harga Rp 15. 000, dan 7% responden bersedia membayar pada tingkat harga Rp 25. Rata-rata nilai kesediaan membayar responden terdapat pada tingkat harga Rp 8. Variabel independen yang terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen . esediaan membaya. adalah usia dan akses transportasi sedangkan variabel yang tidak berpengaruh terhadap kesediaan membayar adalah variabel jenis kelamin, status, pendidikan, pekerjaan, pendapatan. DAFTAR PUSTAKA