JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA MANAJERIAL (STUDI KASUS PADA PT. ESA KIRANA NUSA BANDUNG) Oleh: Silma Sonia Email : sillma. sonia@gmail. Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi Universitas Langlangbuana Bandung ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen serta implikasinya terhadap kinerja manajerial. Perusahaan yang dimaksud sebagai objek penelitian adalah PT. Esa Kirana Nusa Bandung. Penelitian ini dikaji dengan metode penelitian kuantitatif serta teknik pengumpulan data berupa penelitian lapangan kuisioner yang disebarkan kepada 38 responden. Alat analisis yang digunakan merupakan metode structural equation modeling (SEM) berbasis struktur variance yang disebut sebagai least square path modeling (PLS-PM) menggunakan bantuan software Smart-PLS. Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Kualitas sistem informasi akuntansi manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Kata Kunci: Budaya Organisasi. Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Kinerja Manajerial. ABSTRACT This study aims to determine the influence of organizational culture to the quality of management accounting informations systems as well as its implication on the managerial performance. The company in question as a research object is PT. Esa Kirana Nusa Bandung. This study assessed with quantitative research methods and data collection techniques of field research questionnaires distributed to 38 The analysis tool used is structural equation modeling (SEM) method, based in the structure variance are referred to as least square path modeling (PLS-PM) using software Smart-PLS. The results showed that the organizational culture positive and significant effect on the quality of management accounting information systems. Quality of management accounting information systems positive and significant effect on managerial performance. Keywords : Organizational culture, quality of management accounting information system, managerial performance. PENDAHULUAN Budaya perusahaan . orporate cultur. sering dipertukarkan atau disamakan dengan istilah budaya organisasi . rganization cultur. Sebab, pada prinsipnya, perusahaan juga merupakan sebuah organisasi, meskipun ada yang tidak sependapat bahwa organisasi adalah perusahaan (Emron Edison, dkk, 2016 : . JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Fenomena budaya organisasi menurut Lutfhi A Mutty . menyatakan bahwa selama ini budaya organisasi di dalam lembaga pemerintah sangat buruk. Patalogi PNS saat ini dinilainya berupa sikap lamban, korup, tingkat daya saing rendah, dan tidak berkompeten. Hal ini tentunya telah memperburuk kinerja pemerintahan yang semestinya melayani masyarakat. Sistem infomasi akuntansi manajemen tidak terikat oleh suatu kriteria formal yang menjelaskan sifat dari masukan atau proses bahkan dan keluarannya. Kriteria tersebut fleksibel dan berdasarkan pada tujuan yang hendak dicapai manajemen (Hansen dan Mowen, 2006 : . yang diterjemahkan oleh Dewi Fitriasari dan Deny Arnos. Kemudian Hansen dan Mowen . 6 : . yang diterjemahkan oleh Dewi Fitriasari dan Deny Arnos menambahkan bahwa sistem akuntansi manajemen menghasilkan informasi untuk pengguna internal, seperti manajer, eksekutif, dan Jadi, akuntansi manajemen dapat disebut sebagai akuntansi internal. Secara spesifik, akuntansi manajemen mengidentifikasi, mengumpulkan, mengukur, mengklasifikasi, dan melaporkan informasi yang bermanfaat bagi pengguna internal dalam merencanakan, mengendalikan dan membuat keputusan. Fenomena mengenai kualitas sistem informasi akuntansi manajemen salah satunya menurut Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia. Hoesen . menyatakan ada 29 emiten yang terlambat menyampaikan laporan keuangannya pada triwulan II 2012. Kemudian menurut Hoesen keterlambatan tersebut terjadi karena, diantaranya, komponen laporan keuangan yang tidak lengkap, terlambat menyampaikan rencana melakukan audit atau penelahaan terbatas atas laporan keuangan interim, dan penyajian yang tidak sesuai dengan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuanga. , tetapi paling banyak PSAK. Akhir-akhir ini kinerja telah menjadi terminologi atau konsep yang sering dipakai orang dalam berbagai pembahasan dan pembicaraan, khususnya dalam kerangka mendorong keberhasilan organisasi atau sumber daya manusia. Terlebih, saat ini organisasi dihadapkan pada tantangan kompetisi yang tinggi. era kompetisi pasar global, kemajuan teknologi informasi, maupun tuntutan pelanggan atau penggunaan jasa layanan yang semakin kritis. Bahkan, kinerja akan selalu menjadi isu aktual dalam organisasi, karena apapun organisasinya, kinerja merupakan pertanyaan kunci terhadap efektivitas atau keberhasilan organisasi. Organisasi yang berhasil dan efektif merupakan organisasi dengan individu yang di dalamnya memiliki kinerja yang baik (Sudarmanto, 2015 : . Fenomena mengenai kinerja manajerial salah satunya menurut Pengajar Ekonomi Energi FE Universitas Indonesia. Kurtubi . krisis listrik yang terjadi saat ini terjadi akibat buruknya kinerja Departemen Energi dan Sumber Daya Manusia (DESDM). Hal tersebut disampaikan pada Diskusi Terbuka Krisis Listrik, 100 Hari Kinerja Kabinet Bidang Energi, yang diselenggarakan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) di Jakarta. Menurut Kurtubi, buruknya kinerja DESDM karena kegagalan dalam mengelola manajemen energi nasional. Penyebab kegagalan tersebut bersumber tidak singkronnya perencanaan pengelolaan kekayaan energi primer nasional dengan pengelola kelistrikan nasional yang dikelola DESDM. Rumusan Masalah Perumusan atau fokus masalah adalah pernyataan yang lengkap dan terperinci mengenai ruang lingkup permasalahan yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. Perumusan masalah ini akan memperjelas masalah (Ahmad Taufik Nasution, 2016 : . JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Berapa besar pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Berapa besar pengaruh kualitas sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial. Maksud penelitian Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan diatas, maksud penelitian ini adalah untuk mendapatkan data budaya organisasi, kualitas sistem informasi akuntansi manajemen dan kinerja manajerial di PT. ESA KIRANA NUSA. Penelitian Tujuan penelitian adalah suatu pernyataan atau statement tentang ruang lingkup dan kegiatan yang akan dilakukan (Ahmad Taufik Nasution, 2016 : . Kemudian sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini bertujuan antara lain untuk: Mengetahui besar pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Mengetahui besar pengaruh kualitas sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial. Kegunaan Penelitian Manfaat atau kegunaan penelitian mengungkapkan nilai-nilai manfaat dari hasil penelitian baik secara akademik praktis bagi kepentingan penyelesaian perkuliahan atau permintaan lembaga, kepentingan sosial masyarakat atau pun pengembangan konseptual bagi kepentingan perkembangan ilmu pengetahuan yang relevan (Ahmad Taufik Nasution, 2016 : . Dari data dan informasi yang berhasil dikumpulkan dari hasil penelitian, maka diharapkan akan dapat memberikan manfaat untuk: Pengembangan Ilmu Pengetahuan Perkembangan dan pengembangan ilmu pengetahuan masyarakat dan memutlakkan adanya kegiatan penelitian. Tanpa penelitian itu ilmu pengetahuan tidak dapat hidup (Anton Bakker dan Achmad Charris Zubair, 2011 : . Pengembangan ilmu dalam penelitian ini ditujukan untuk hasil penelitian yang diharapkan sebagai sumber informasi dan dapat digunakan sebagai bahan referensi, pembanding, serta tambahan pengetahuan yang berguna bagi peneliti lain yang ingin meneliti masalah ini. Selanjutnya hasil penelitian ini berguna bagi pihak akdemisi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dokumen akademik yang berguna untuk dijadikan acuan bagi rekan-rekan mahasiswa. Pemecahan Masalah Pemecahan masalah merupakan salah satu aktivitas utama yang sering kali menentukan berhasil atau tidaknya karier manajemen (McLeod Jr dan Schell, 2008 : . yang diterjemahkan oleh Ali Akbar Yulianto dan Afia R. Fitriati. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pemikiran dan masukan kepada perusahaan dalam menentukan kebijakan selanjutnya yang berhubungan dengan budaya oganisasi, kualitas sistem informasi akuntansi manajemen, dan kinerja manajerial. KAJIAN PUSTAKA Budaya Organisasi Budaya organisasi merupakan hasil dari suatu proses mencairkan dan meleburkan gaya budaya dan atau perilaku tiap individu yang dibawa sebelumnya ke dalam sebuah norma-norma dan filosofi yang baru, yang memiliki energi serta kebanggaan kelompok dalam menghadapi sesuatu dan tujuan tertentu. Sedangkan JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 kekuatan dari budaya organisasi itu sendiri sangat bergantung pada nilai-nilai konstruktif yang dibangun dan mempengaruhi cara mereka bertindak (Emron Edison, dkk, 2016 : . Selanjutnya Wibowo . 6 : . menyatakan bahwa budaya organisasi adalah norma-norma dan kebiasaan yang diterima sebagai suatu kebenaran oleh semua orang dalam organisasi. Sedangkan Irham Fahmi . 5 : . menjelaskan bahwa budaya organisasi adalah suatu kebiasaan yang telah berlangsung lama dan dipakai serta diterapkan dalam kehidupan aktivitas kerja sebagai salah satu pendorong untuk meningkatkan kualitas kerja para karyawan dan manajer perusahaan Dimensi Budaya Organisasi Emron Edison, dkk . 6 : . menjelaskan bahwa budaya organisasi terdiri dari lima dimensi, yaitu : Kesadaran diri Anggota organisasi dengan kesadarannya bekerja untuk mendapatkan kepuasan dari pekerjaan mereka, mengembangkan diri, menaati peraturan, serta menawarkan produk-produk berkualitas dan layanan tinggi. Keagresifan Anggota organisasi menetapkan tujuan yang menantang tapi realistis. Mereka menetapkan rencana kerja dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut serta mengejarnya dengan antusias. Kepribadian Anggota bersikap saling menghormati, ramah, terbuka, dan peka terhadap kepuasan kelompok serta sangat memperhatikan aspek-aspek kepuasan pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal . alam perspektif Ishikawa, pakar mutu dari Jepang, setiap bagian internal harus melayani bukan dilayan. Performa Anggota organisasi memiliki nilai kreativitas, memenuhi kuantitas, mutu, dan efisien. Orientasi tim Anggota organisasi melakukan kerja sama yang baik serta melakukan komunikasi dan koordinasi yang efektif dengan keterlibatan aktif para anggota, yang pada gilirannya mendapatkan hasil kepuasan tinggi serta komitmen bersama. Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Pengertian sistem informasi akuntansi manajemen menurut Hansen and Mowen . 6 : . yang diterjemahkan oleh Dewi Fitriasari dan Deny Arnos bahwa sistem informasi akuntansi manajemen adalah sistem informasi yang menghasilkan keluaran . dengan menggunakan masukan . dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu manajemen. Sedangkan pengertian lain mengenai sistem informasi akuntansi manajemen yang dikemukakan oleh Schaffer and Heidmann . 8 : . , yaitu : AuManagement Accounting System are formal system that provide information from the internal and external environment managersAy. Selanjutnya menurut Steffi Sigilipu . 3 : . sistem informasi akuntansi manajemen adalah suatu sistem yang dapat memberikan atau menyampaikan informasi yang relevan kepada manajer untuk mengambil keputusan, perencanaan, dan pengawasan. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Penelitian Chenhall dan Morris . membuktikan bahwa karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen yang bermanfaat menurut persepsi para manajer meliputi broad scope, timeliness, aggregation dan integration. Broad Scope (Luas lingku. Broad Scope merupakan informasi yang mencakup mengenai permasalahan perusahaan yang akan mampu membantu para manajer menghasilkan kebijakan yang lebih efektif sehingga hasilnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja manajerial yang lebih baik. Didalam sistem informasi, broad scope mengacu kepada dimensi fokus, kuantifikasi, dan horizon waktu. Timeliness (Ketepatan wakt. Timeliness adalah kecepatan atau rentang waktu antara permintaan informasi dengan penyajian informasi yang diinginkan oleh perusahaan guna mendukung manajer menghadapi ketidakpastian yang terjadi. Informasi timeliness menunjuk pada frekuensi pelaporan. Informasi yang tepat waktu akan mempengaruhi kemampuan manajer dalam merespon setiap kejadian atau permasalahan. Apabila informasi itu tidak disampaikan dengan tepat waktu maka akan menyebabkan informasi tersebut kehilangan nilai di dalam mempengaruhi kualitas keputusan. Aggregation (Agregas. Aggregation yaitu informasi yang memberikan kejelasan mengenai area yang menjadi tanggung jawab setiap manajer perusahaan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Informasi agregasi merupakan informasi yang memperhatikan penerapan dalam kebijakan formal seperti discounted cash flow atau model analitikal informasi hasil akhir yang didasarkan pada waktu . uartal dan bula. Integration (Integras. Aspek pengendalian suatu organisasi yang penting adalah koordinasi berbagai segmen dalam sub organisasi. Karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen yang membantu koordinasi mencakup spesifikasi target yang menunjukan pengaruh interaksi segmen dan informasi mengenai pengaruh keputusan pada operasi seluruh sub unit organisasi. Chia . menyatakan bahwa informasi yang terintegrasi dapat digunakan sebagai alat koordinasi antar segmen dari sub unit dan antar sub unit. Kompleksitas dan interdependensi antar sub unit akan direfleksikan dalam informasi yang terintegrasi. Dimensi kualitas sistem informasi akuntansi manajemen (SIAM) menggunakan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen. Kinerja Manajerial Menurut Mulyadi dan Johny Setiawan . 1 : . menerangkan bahwa kinerja manajerial adalah suatu kinerja yang dihasilkan oleh seorang manajer dengan mengerahkan bakat dan kemampuan serta usaha beberapa orang lain yang berada didalam daerah wewenangnya. Menurut Irham Fahmi . 5 : . kinerja adalah hasil yang diperoleh oleh suatu organisasi baik organisasi tersebut bersifat profit oriented dan non profit oriented yang dihasilkan selama satu periode waktu. Sedangkan menurut Sedarmayanti . 9 : . kinerja merupakan indikator dalam menentukan bagaimana usaha untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi dalam suatu JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Dimensi dan Penilaian Kinerja Mahoney et al. dalam Mardiyah dan Listianingsih . 5 : . berpendapat bahwa terdapat 8 . penilaian manajerial personal dan satu dimensi kinerja secara keseluruhan meliputi: Kinerja Perencanaan Menentukan tujuan, kebijakan, tindakan atau pelaksanaan, penjadwalan kerja, penganggaran, perencanaan dan pemrograman. Kinerja Investigasi Mengumpulkan dan menyiapkan informasi untuk catatan, laporan mengukur hasil, serta menganalisis pekerjaan. Kinerja Pengkoordinasian Tukar menukar informasi dengan bagian lain, untuk menyusun suatu program dan hubungannya dengan manajer lain. Kinerja Evaluasi Menilai dan mengukur keputusan yang diambil, pemeriksaan laporan keuangan dan pelayanan kepada pemakai jasa komunikasi. Kinerja Pengawasan Mengarahkan, memimpin, membimbing, menjelaskan segala aturan yang berlaku, memberikan dan menangani keluhan pelaksanaan tugas Kinerja Pengaturan Staff Mempertahankan angkatan kerja di bagiannya, merekrut, menempatkan, mempromosikan dan memutasi pegawai. Kinerja Negosiasi Melakukan kinerja manajerial atau melakukan suatu kontrak perjanjian untuk barang maupun jasa, pembelian dan tawar menawar. Kinerja Perwakilan Melakukan pertemuan dengan wakil dari perusahaan-perusahaan lain dan mempromosikan tujuan umum perusahaan. Dimensi kinerja manajerial dalam penelitian ini adalah penilaian manajerial. KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS Annisha Pratiwi. Rini Lestari dan Epi Fitriah, 2016. Syamsidar, 2012. Widya Ningsih S. Elly Halimatussadiah dan Nunung Nurhayati, 2015. Yenni Carolina dan Rapina, 2015. Litan Adhip, 2015. Meida Maryana, 2013. KINERJA MANAJERIAL (Z) BUDAYA ORGANISASI (X) (Emron Edison. Yohny Anwar dan Imas Komariyah, 2016. Wibowo, 2016. Irham Fahmi. Tobari, 2015. Sedarmayanti, 2016. Ismail Nawawi Uha, 2014. Djokosantoso Moeljono, 2006. Sudarmanto. Ricky W. Griffin, 2004. Danang Sunyoto dan Burhanudin. Zainuddin Iba, 2012. Putu Eka Damayanti, dkk, 2015. Tirta Dewi Silvana, 2015. Sri Sulani dan Dedi, 2013. Achmad Solechan dan Ira Setiawati. Yunifa Fujiastuti, 2008. (H) KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN (Y) (Hansen dan Mowen, 2006. Schaffer dan Marcus Heidmann, 2008. Atkinson dalam Zainuddin Iba, 2012. Krismiaji dan Y. Anni Aryani, (HCC) (Irham Fahmi, 2015. Sedarmayanti. Payman J. Simanjutak, 2011. Aso Sentana, 2004. Dewi K. Soedarsono, 2007. Moeheriono. Arini T. Soemohadiwidjojo. Hessel Nogi S. Tangkilisan. Malayu S. Hasibuan, 2012. Mulyadi, 2001. Mahoney dalam Mardiyah dan Listianingsih, 2. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 HIPOTESIS Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H : Adanya Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. HCC : Adanya Pengaruh Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial. METODE PENELITIAN Menurut Syamsul Bahri dan Fahkry Zamzam . 5 : . metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan kuantitatif, karena sesuai dengan tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran dari setiap variabel. Menurut Asep Saepul Hamdi dan E. Bahruddin . menjelaskan bahwa penelitian deskriptif . escriptive researc. adalah suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, ada yang berlangsung pada saat ini atau saat yang lampau. Kemudian menurut J. Raco . 0 : . menjelaskan bahwa metode kuantitatif lebih menggambarkan masalah dalam bemtuk keterangan hubungan antar variabel, hubungan sebab-akibat . , hubungan perbandingan . atau hubungan asosiatif. Operasional Variabel Menurut Patrisius Istiarto Djiwandono . 5 : . menyatakan bahwa operasional adalah pengartian sebuah variabel dalam istilah yang bisa diamati, bisa diuji, atau bisa dijadikan angka. Sedangkan pengertian variabel dalam penelitian menurut Dergibson Siagian dan Sugiarto . 6 : . menyatakan bahwa variabel dalam penelitian merupakan atribut dari sekelompok objek yang diteliti dengan variasi dari masing-masing Operasionalisasi variabel diperlukan untuk menentukan jenis, indikator, dan skala pengukuran dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian ini. Dengan demikian pengujian hipotesis dengan alat bantu statistik dapat dilakukan dengan Sesuai dengan judul penelitian ini yaitu. AuPengaruh Budaya Organisasi terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen serta Implikasinya Terhadap Kinerja ManajerialAy, maka variabel-variabel yang akan dijelaskan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Variabel Bebas (Independent Variabl. Variabel independen yaitu variabel yang menjadi sebab terjadinya . variabel dependen (Dergibson Siagian dan Sugiarto 2006 : . Dalam penelitian ini variabel Budaya Organisasi digunakan sebagai variabel bebas yang bersimbol (X). Skala pengumpulan variabel ini adalah skala ordinal. Menurut Emron Edison, dkk . 6 : . Budaya organisasi merupakan hasil dari suatu proses mencairkan dan meleburkan gaya budaya dan atau perilaku tiap individu yang dibawa sebelumnya ke dalam sebuah norma-norma dan filosofi yang baru, yang memiliki energi serta kebanggaan kelompok dalam menghadapi sesuatu dan tujuan tertentu. Sedangkan kekuatan dari budaya organisasi itu sendiri sangat bergantung pada nilai-nilai konstruktif yang dibangun dan mempengaruhi cara mereka bertindak. Adapun dimensi dari budaya organisasi menurut Emron Edison, dkk . 6 : . adalah sebagai berikut : Kesadaran diri Keagresifan JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Kepribadian Performa Orientasi tim Variabel Terikat (Dependent Variabl. Variabel dependen yaitu variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen (Dergibson Siagian dan Sugiarto 2006 : . Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikatnya adalah Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen yang diberi simbol (Y) yang merupakan sistem informasi yang menghasilkan keluaran . dengan menggunakan masukan . dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu manajemen. Adapun dimensi dari karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen menurut Chenhall dan Morris . adalah sebagai berikut: Ruang Lingkup (Broad Scop. Tepat Waktu (Timelines. Agregasi (Aggregatio. Integrasi (Integratio. Variabel Kinerja Manajerial yang diberi simbol (Z) yaitu kinerja yang dihasilkan oleh seorang manajer dengan mengerahkan bakat dan kemampuan serta usaha beberapa orang lain yang berada dalam daerah wewenangnya (Mulyadi dan Johny Setiawan, 2001 : . Adapun dimensi dari kinerja manajerial menurut Mahoney et al . dalam Mardiyah dan Listianingsing . 5 : . berpendapat bahwa terdapat 8 . penilaian manajerial personal dan satu dimensi kinerja secara keseluruhan meliputi: Kinerja Perencanaan Kinerja Investigasi Kinerja Pengkoordinasian Kinerja Evaluasi Kinerja Pengawasan Kinerja Pengaturan Staff Kinerja Negosiasi Kinerja Perwakilan Skala pengumpulan variabel ini adalah skala ordinal. Tabel 1 Operasional Variabel Kuesione Dimensi Indikator Skala Variabel Budaya Organisasi (X) Kesadaran Diri (Emron Edison. Karyawan selalu Ordin berusaha untuk mengembangkan al Ordin Karyawan menaati aturanaturan yang ada. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Keagresifan (Emron Edison, dkk, 2. Kepribadian (Emron Edison, dkk, 2. Performa (Emron Edison, dkk, 2. Orientasi Tim (Emron Edison, dkk, 2. Karyawan penuh inisiatif dan tidak selalu tergantung Karyawan berusaha untuk dengan baik. Setiap karyawan menghormati dan saat perjumpaan. Setiap karyawan saling membantu. Ordin Karyawan selalu berinovasi untuk menemukan halhal yang baru dan berguna. Setiap karyawan selalu berusaha dan efisien. Setiap Tim dilakukan dengan Setiap dalam tim kerja dengan baik. Ordin Ordin Ordin Ordin Ordin Ordin Ordin JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Karakterist ik Sistem Informasi Akuntansi Manajeme (Y) Ruang lingkup (Broad (Chenhall dan Morris, 1. Tepat waktu (Timelines. (Chenhall dan Morris, 1. Agregasi (Agregatio. (Chenhall dan Morris, 1. Mardiyah Tingkat tenggang waktu antara kebutuhan Tingkat Adanya informasi yang bermanfaat masukan dalam Tingkat unit/bagian dalam proses interaksi. Ordin Ordin (Mahoney et al. Perencanaan Tingkat frekuensi Ordin Integrasi (Integratio. (Chenhall dan Morris, 1. Kinerja Ordin Kinerja Manajerial (Z) Informasi berorientasi masa lalu dan masa Informasi finansial dan non Ordin Ordin Ordin Ordin Menentukan tujuan, sasaran, al JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Listianingsih. Kinerja C Ordin Mengumpulkan dan menyiapkan al Pertukaran Ordin Evaluasi dan Ordin Mengarahkan dan memimpin. Ordin Investigasi (Mahoney et al. Mardiyah Listianingsih. Kinerja Pengkoordinasi an (Mahoney et , 1963 dalam Mardiyah Listianingsih. Kinerja Evaluasi (Mahoney et al. Mardiyah Listianingsih. Kinerja Pengawasan (Mahoney et al. Mardiyah Listianingsih. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Kinerja C Memelihara dan Ordin mempertahankan al Pembelian. Ordin Ordin Penyampaian informasi kepada al pihak luar dan Pengaturan Staff (Mahoney et al. Mardiyah Listianingsih. Kinerja Negosiasi (Mahoney et al. Mardiyah Listianingsih. Kinerja Perwakilan (Mahoney et al. Mardiyah Listianingsih. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam structural equation modeling (PLS) ada dua jenis model yang terbentuk, yaitu model pengukuran dan model struktural. Model pengukuran menjelaskan proposi variance masing-masing variabel manifes . yang dapat dijelaskan di dalam variabel laten. Melalui model pengukuran akan diketahui indikator mana yang lebih dominan dalam pembentukkan variabel laten. Setelah model pengukuran masingmasing variabel laten diuraikan selanjutnya akan dijabarkan model struktural yang akan mengkaji pengaruh masing-masing variabel laten independen . ksogenous latent variabl. terhadap variabel laten dependen . ndogenous latent variabl. Model pengukuran digunakan sebagai goodness of fit untuk outer model. Dimana dalam uji kecocokan model ini dijelaskan baik convergent validity dan discriminant validity. Convergent validity berupa loading factor yang menjelaskan proporsi variance masing-masing variabel manifest . imensi/indikato. yang dapat dijelaskan didalam variabel laten. Melalui model pengukuran akan diketahui indikator mana yang lebih dominan dalam merefleksikan variabel laten. Dimensi yang memiliki loading factor kurang 0,5 sebaiknya dikeluarkan dari model. Selain itu diperoleh t-value lebih besar untuk masing-masing variabel manifest. Dimana apabila t-value lebih besar JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 1,96 memiliki arti bahwa variabel manifes merefleksikan dengan baik variabel latennya. Untuk discriminant validity akan diketahui average variance extracted (AVE), dan composite reliability (CR) sebagai uji kecocokan variabel manifes yang mampu merefleksikan variabel latennya. Composite reliability yang baik adalah yang memberikan nilai lebih besar dari 0,7 (CR > 0,. sedangkan average variance extracted (AVE) yang baik adalah yang memberikan nilai lebih besar dari 0,5 (AVE > 0,. Untuk menguji hipotesis penelitian yang mengisyaratkan hubungan kausalitas antar variabel-variabel laten, penulis memakai metode structural equation modeling (SEM) berbasis struktur variance yang disebut sebagai least square path modeling (PLS-PM). Alasan pemilihan PLS karena ukuran sampel yang digunakan relatif kecil. Untuk menaksir parameter model dalam PLS-PM penulis menggunakan bantuan software Smart-PLS. Analisis data dimulai dengan menghitung skor untuk masingmasing dimensi dengan menggunakan nilai-nilai variabel-variabel indikator yang terhubung kepada dimensi-dimensi tersebut. Berdasarkan kepada hasil ini, selanjutnya estimasi parameter model dengan menggunakan PLS yang diolah memakai SmartPLS diperoleh hasil penaksiran parameter model sebagai berikut: Gambar 2 Diagram Jalur Loading Faktor Standardiz Tabel 2 Hasil Perhitungan Nilai-nilai Loading Factor Variabel Dimensi Budaya Organisasi Kesadaran diri Keagresifan 0,783 0,815 Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Kinerja Manajerial JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Kepribadian Performa Orientasi tim Broad Scope (Luas lingku. Timeliness (Ketepatan wakt. Aggregation (Agregas. Integration (Integras. Kinerja Perencanaan Kinerja Investigasi Kinerja Pengkoordinasian Kinerja Evaluasi Kinerja Pengawasan Kinerja Pengaturan Staff Kinerja Negosiasi Kinerja Perwakilan 0,525 0,640 0,858 0,847 0,728 0,918 0,576 0,627 0,669 0,845 0,821 0,773 0,688 0,694 0,558 Berdasarkan hasil penaksiran nilai-nilai parameter model yang diperlihatkan dalam tabel diatas, terlihat semua indikator memiliki loading factor lebih dari 0,5 (> 0,. oleh karena itu tidak ada yang di eliminasi dari model pengukuran atau semua indikator digunakan dalam model pengukuran. Tabel 3 Hasil Perhitungan Model Pengukuran Budaya Organisasi Item Kesadaran diri Keagresifan Kepribadian Performa Orientasi tim Average Variance Extracted (AVE) Composite Reliability (CR) Loading Faktor 0,783 0,815 0,525 0,640 0,858 0,539 0,851 Indicator Reliability 0,784 0,821 0,475 0,583 0,856 t-hitung p-value 10,298 14,404 2,439 3,076 21,780 0,000 0,000 0,015 0,002 0,000 Outer loading dari konstruk reflektif budaya organisasi semuanya bernilai diatas 0,50. Dimensi kesadaran diri, keagresifan dan orientasi tim mempunyai nilai loading diatas ambang batas 0,70. Dimensi orientasi tim dengan loading tertinggi 0,858, signifikan . -value=0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability tertinggi . Dimensi kesadaran diri dengan loading 0,783, signifikan . value=0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi keagresifan dengan loading 0,815, signifikan . -value=0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi kepribadian dengan loading 0,525, signifikan . -value=0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi performa dengan loading 0,640, signifikan . -value=0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Nilai composite reliability 0,851 diatas ambang batas 0,70 menunjukkan bahwa konstruk budaya organisasi mempunyai tingkat internal consistency reliability yang tinggi. Nilai AVE sebesar 0,539 berada diatas tingkat minimum yang diminta 0,50 maka ukuran-ukuran dari konstruk reflektif ini mempunyai tingkat convergent validity yang baik. Discriminant Validity yang diuji melalui Cross loading (Tabel 4. menunjukkan bahwa kelima dimensi mempunyai nilai loading tertinggi untuk konstruknya sedangkan semua cross loading dengan konstruk-konstruk JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 lainnya adalah rendah, sehingga memberikan bukti untuk discriminant validity konstruk budaya organisasi. Tabel 4 Hasil Perhitungan Model Pengukuran Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Item Broad Scope (Luas lingku. Timeliness (Ketepatan wakt. Aggregation (Agregas. Integration (Integras. Average Variance Extracted (AVE) Composite Reliability (CR) Loading Faktor 0,847 0,728 0,918 0,576 0,606 0,857 Indicator Reliability 0,830 0,700 0,915 0,562 t-hitung p-value 10,333 4,805 36,012 3,730 0,000 0,000 0,000 0,000 Outer loading dari konstruk reflektif kualitas sistem informasi akuntansi manajemen semuanya bernilai diatas 0,50. Dimensi broad scope . uas lingku. , timeliness . etepatan wakt. dan aggregation . mempunyai nilai loading diatas ambang batas 0,70. Dimensi aggregation . dengan loading tertinggi 0,918, signifikan . -value=0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability tertinggi . Dimensi broad scope . uas lingku. dengan loading 0,847, signifikan . -value=0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi timeliness . etepatan wakt. dengan loading 0,728, signifikan . -value=0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi integration . dengan loading 0,576, signifikan . -value=0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Nilai composite reliability 0,857 diatas ambang batas 0,70 menunjukkan bahwa konstruk kualitas sistem informasi akuntansi manajemen mempunyai tingkat internal consistency reliability yang Nilai AVE sebesar 0,606 berada diatas tingkat minimum yang diminta 0,50 maka ukuran-ukuran dari konstruk reflektif ini mempunyai tingkat convergent validity yang Discriminant Validity yang diuji melalui Cross loading (Tabel . menunjukkan bahwa keempat dimensi mempunyai nilai loading tertinggi untuk konstruknya sedangkan semua cross loading dengan konstruk-konstruk lainnya adalah rendah, sehingga memberikan bukti untuk discriminant validity konstruk kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Tabel 5 Hasil Perhitungan Model Pengukuran Kinerja Manajerial Item Kinerja Perencanaan Kinerja Investigasi Kinerja Pengkoordinasian Kinerja Evaluasi Kinerja Pengawasan Kinerja Pengaturan Staff Kinerja Negosiasi Kinerja Perwakilan Average Variance Extracted (AVE) Composite Reliability (CR) Loading Faktor 0,627 0,669 0,845 0,821 0,773 0,688 0,694 0,558 0,512 0,892 Indicator Reliability 0,619 0,672 0,834 0,822 0,758 0,684 0,670 0,537 t-hitung p-value 5,468 5,625 12,965 17,794 8,149 7,856 6,027 3,767 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Outer loading dari konstruk reflektif kinerja manajerial semuanya bernilai diatas 0,50. Dimensi kinerja pengkoordinasian, kinerja evaluasi dan kinerja pengawasan mempunyai nilai loading diatas ambang batas 0,70. Dimensi kinerja pengkoordinasian dengan loading tertinggi 0,845, signifikan . -value=0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability tertinggi . Dimensi kinerja evaluasi dengan loading 0,821, signifikan . -value=0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi kinerja pengawasan dengan loading 0,773, signifikan . -value=0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi kinerja perencanaan dengan loading 0,627, signifikan . -value=0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi kinerja investigasi dengan loading 0,669, signifikan . value=0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi kinerja pengaturan staff dengan loading 0,688, signifikan . -value=0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi kinerja negosiasi dengan loading 0,694, signifikan . -value=0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi kinerja perwakilan dengan loading 0,558, signifikan . -value=0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Nilai composite reliability 0,892 diatas ambang batas 0,70 menunjukkan bahwa konstruk kinerja manajerial mempunyai tingkat internal consistency reliability yang tinggi. Nilai AVE sebesar 0,512 berada diatas tingkat minimum yang diminta 0,50 maka ukuran-ukuran dari konstruk reflektif ini mempunyai tingkat convergent validity yang baik. Discriminant Validity yang diuji melalui Cross loading (Tabel . menunjukkan bahwa kedelapan dimensi mempunyai nilai loading tertinggi untuk konstruknya sedangkan semua cross loading dengan konstruk-konstruk lainnya adalah rendah, sehingga memberikan bukti untuk discriminant validity konstruk kinerja manajerial. Gambar 3 Koefisien-koefisien standardizzed model structural Tabel 6 Hasil Pengujian Hipotesis Hipotesis Statistik H0 : yu11 = 0 H1 : yu11 O 0 H0 : yu21 = 0 H1 : yu21 O 0 Koefisien Jalur p-value Keterangan 0,752 12,295 0,000 H0 Ditolak 0,862 29,853 0,000 H0 Ditolak Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Berdasarkan tabel 6 dapat dilihat nilai t hitung variabel budaya organisasi . lebih besar dari t kritis . yang berarti hasil uji hipotesis 1 adalah H0 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 ditolak, maka kesimpulan statistik adalah budaya organisasi memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Besar pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar 0,752. Koefisien besar pengaruh ini menunjukkan kenaikan budaya organisasi sebesar satu standar deviasi akan menyebabkan kenaikan kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar rata-rata 0,752 standar deviasi, dengan menganggap yang lain konstan. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai f 2 sebesar 1,300. Karena nilai f diatas 0,35 . atasan nilai effect size tingg. maka dapat dinyatakan effect size untuk pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen adalah tinggi. Pengaruh Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial Berdasarkan tabel 6 dapat dilihat nilai t hitung variabel kualitas sistem informasi akuntansi manajemen . lebih besar dari t kritis . yang berarti hasil uji hipotesis 2 adalah H0 ditolak, maka kesimpulan statistik adalah kualitas sistem informasi akuntansi manajemen memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai f 2 sebesar 2,892. Karena nilai f 2 diatas 0,35 . atasan nilai effect size tingg. maka dapat dinyatakan effect size untuk pengaruh kualitas sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial adalah tinggi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka penulis mengambil beberapa kesimpulan sesuai rumusan masalah yang dicari sebagai Budaya Organisasi berpengaruh terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen pada PT. Esa Kirana Nusa Bandung, namun belum sepenuhnya baik karena masih ada ketidakmampuan dalam mengembangkan diri dengan selalu berinisiatif dan inovatif serta sejauh mana kegitan-kegiatan kerja pada organisasi terfokus pada tim daripada individu-individu yang ada didalam organisasi tersebut untuk mencapai tujuan bersama. Kualitas sistem informasi akuntansi manajemen berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial pada PT. Esa Kirana Nusa Bandung. Kinerja manajerial belum sepenuhnya berjalan dengan baik disebabkan oleh cakupan yang belum begitu luas dan tingkat agregasi yang masih belum berjalan sempurna. SARAN Berdasarkan kesimpulan yang ada maka penulis dapat memberi saran-saran sebagai berikut : Didalam suatu budaya organisasi yang membentuk standar etika yang tinggi memiliki resiko toleransi yang tinggi, peningkatan keagresifan rendah serta permasalahan yang timbul dalam tim kerja, hendaknya PT. Esa Kirana Nusa mampu mengambil resiko dan berinovasi, dapat mengatasi persaingan yang tak terkendali, serta dapat memberi perhatian pada bagaimana tujuan akan tercapai bersama didalam tim. Karena budaya organisasi mempunyai peranan penting untuk dapat menghasilkan suatu sistem informasi akuntansi manajemen perusahaan yang berkualitas. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Agar dapat bersaing dengan perusahaan sejenis sebaiknya lebih meningkatkan kualitas informasi yang memberikan kejelasan mengenai area yang menjadi tanggung jawab manajer sesuai fungsinya masing-masing. Kesesuaian antara sistem informasi akuntansi manajemen dengan pembuat keputusan dapat meningkatkan kinerja manajerial perusahaan dan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang akan diambil. DAFTAR PUSTAKA