ISSN: 2597-3851 DOI: https://doi. org/10. 35747/hmj. Homepage: https://journal. id/index. php/healthy HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS AKTIVITAS FISIK DENGAN ATENSI PADA MAHASISWA PRODI SARJANA FISIOTERAPI UNIVERSITAS AoAISYIYAH YOGYAKARTA Luthfi Anggia Sastiwi1*. Tri Laksono1. Indriani1 1Program Studi Sarjana Fisioterapi. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas AoAisyiyah Yogyakarta. Indonesia *email: luthfianggia14@gmail. ABSTRACT Attention is a cognitive process that is important in the learning process for studying, and solving problems. Low attention has an impact on academics, mental fatigue or mental illness, and even physical fatigue. This condition is caused by several factors such as individual, lifestyle, and psychological factors. The study aimed to determine the relationship between the intensity of physical activity and the level of attention in students of the physiotherapy program at Universitas AoAisyiyah Yogyakarta. The study was conducted using a quantitative correlational with a cross-sectional approach. The research sample was taken based on random sampling with a total of 103 samples of Universitas AoAisyiyah Yogyakarta physiotherapy The instruments used were the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) and Bourdon Attention Test Letter Form questionnaires. The data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Spearman Rank correlation test. There are 28 respondents . 2%) with poor attention and 14 respondents . 6%) with very poor Besides, 56 respondents . 4%) have light physical activity intensity. The results of the Spearman Rank correlation test is showing that there is a significant relationship between the intensity of physical activity and gender and attention . =0. It is found that more female students has poor attention than male students. Physical activity is related to attention levels. The higher the intensity of physical activity is showing better attention. Sleep patterns and gadget use are not related to attention. Keywords: Atensi. Aktivitas Fisik. Bourdon Attention Test Letter Form. IPAQ. Fisioterapi Received: May 2025. Accepted: June 2025. Published: June 2025 A2025. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG , dan kelelahan fisik. Penurunan atensi pada Atensi adalah proses kognitif yang penting dalam memecahkan masalah, serta kemampuan eksekutif seperti merencanakan, mengawasi, menilai, dan melakukan evaluasi1. Penelitian Systematic Review Meta-Analysis Song menunjukkan terdapat 139,84 juta orang dewasa dengan atensi yang buruk pada tahun 2020 di seluruh Sedangkan sebuah artikel Literatur Review di Indonesia, 15,3% gangguan atensi. Atensi yang rendah berdampak pada bidang akademik. , kelelahan mental atau mental ilness mahasiswa dipengaruhi oleh aktivitas fisik dan faktor zat. , gawai. , tidur. , kelelahan mental, dan resiliensi. Sebaliknya, masalah, penalaran matematis, pemahaman paragraf, mengingat, fokus mendengarkan, dan menerapkan ilmu pengetahuan. Hal ini dapat meningkatkan kinerja dan hasil akademik. Penelitian review. bahwa penurunan atensi disebabkan secara tidak langsung karena kurangnya aktivitas fisik. Hal ini Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 18 Ae 26 e-ISSN: 2598-2095 dikarenakan aktivitas fisik yang kurang berpengaruh untuk memberikan contoh. Peran ini harus mulai pada kebugaran fisik dan berkaitan secara mental ditanamkan sejak menjadi mahasiswa. khususnya dalam fokus atensi untuk belajar dan Pada Savitri menunjukkan bahwa sebanyak 25% mahasiswa World Health Organization (WHO) menyarankan Universitas AoAisyiyah Yogyakarta mempunyai fungsi masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik minimal atensi yang rendah. Prevalensi aktivitas fisik 150 menit/minggu atau minimal 30 menit/hari selama dalam studi pendahuluan yang dilakukan oleh Pos 5 kali seminggu. Beberapa negara di dunia seperti Pembinaan Kanada dan Amerika membuat program untuk AoAisyiyah Yogyakarta menunjukkan bahwa 33,3 % meningkatkan aktivitas fisik. Kanada membuat projek mahasiswa, dosen, dan karyawan tidak aktif bergerak. Physical Literacy melalui Sport for Life Society. Namun, belum ada yang meneliti kaitan atensi dengan sedangkan Amerika juga mempunyai strategi melalui Comunnity Design. Terpadu (Posbind. Universitas Fisioterapi Kementerian beberapa faktor yang dapat berpengaruh seperti Kesehatan Republik Indonesia telah menginisiasi status atlet/nonatlet, jenis kelamin, pola tidur, dan Program Kampus Sehat untuk mewujudkan perguruan penggunaan gawai. tinggi yang mengintegrasikan kesehatan sebagai bagian dari budaya perguruan tinggi. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan antara intensitas Beberapa penelitian di dunia dan di Indonesia aktivitas fisik dengan atensi pada mahasiswa Prodi mengenai kaitan masalah atensi dengan aktivitas fisik Sarjana Fisioterapi Universitas AoAisyiyah Yogyakarta. sudah dilakukan. Penelitian Abdelkarim et al. di Mesir dengan aktivitas fisik . Tingkat aktivitas fisik yang rendah berkaitan dengan tingkat atensi yang rendah di Turki. Di Indonesia, aktivitas fisik seperti latihan skipping akan meningkatkan fungsi kognitif otak salah satunya fungsi atensi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran. Jurusan Fisioterapi merupakan salah satu jurusan kesehatan di Indonesia. World Confederation for physical Therapy (WCPT) berinisiasi menanamkan kurikulum aktivitas fisik kaitannya dengan fisiologi dan pengaruhnya pada masalah sepanjang hidup manusia untuk mahasiswa Fisioterapi. Fisioterapi sebagai ahli dalam aktivitas fisik dan olahraga berlandaskan Evidence Based Practice adalah profesional yang ideal sebagai promotor, pengatur, pelaksana, dan konselor dalam pelaksanaan aktivitas fisik sehingga penting METODE Penelitian ini dilakukan pada bulan September Universitas AoAisyiyah Yogyakarta menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan desain penelitian cross sectional dengan tujuan untuk mengetahui hubungan intensitas aktivitas fisik dengan atensi pada mahasiswa Prodi Sarjana Fisioterapi Universitas AoAisyiyah Yogyakarta. Sampel menggunakan teknik random sampling berdasarkan kriteria inklusi: . mahasiswa aktif Prodi Sarjana Fisioterapi Universitas AoAisyiyah Yogyakarta. berusia 18-25 tahun. kooperatif dan bersedia Sedangkan ekslusi: . menolak menjadi subjek penelitian. sedang cedera tangan. mempunyai riwayat infeksi saraf pusat. sedang dalam pengobatan psikologis atau psikiatri. mengonsumsi alkohol atau Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 18 Ae 26 e-ISSN: 2598-2095 obat-obatan sedatif. Dari 540 mahasiswa Prodi Penelitian Universitas AoAisyiyah Yogyakarta dengan Sarjana Fisioterapi. No. 3157/KEP UNISA/Vi/2023. HASIL DAN PEMBAHASAN memenuhi kriteria. Jenis didapatkan perempuan sebanyak 63 mahasiswa dan Tabel 1. Distribusi Pola Tidur dan Penggunaan Gawai laki-laki berjumlah 40 mahasiswa dengan usia rata- pada Sampel 7 tahun. mayoritas sampel adalah nonatlet Variables berjumlah 83 mahasiswa. Jenis aktivitas fisik yang Durasi Tidur paling banyak digemari adalah olahraga kompetitif sebanyak 56 mahasiswa. Kelompok menggunakan Bourdon Attention Test (BAT): Letter N(%) >7 jam 20. 6-7 jam 28. 5-6 jam 39. <5 jam Durasi Penggunaan Gawai 11-60 menit 4. 1-3 jam 7. 3-5 jam 24. sudah teruji validitasnya. Hasil pengukuran BAT 5-6 jam 24. diklasifikasikan ke dalam kategori sangat bagus . - >6 jam 44. Total Sampel Form International Physical Activity Questionnaire-short form versi bahasa Indonesia yang 100%), bagus . -80%), sedang . -60%), buruk . -40%), dan sangat buruk . -20%). Hasil IPAQ menit/mingg. , menit/mingg. , (<600 . -3000 (>3000 MET menit/mingg. Teknik analisis olah data dalam penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi berdasarkan usia, jenis kelamin, intensitas akivitas fisik, dan atensi serta faktor gaya hidup seperti kecanduan gawai dan kurang tidur. Kemudian data di uji menggunakan Berdasarkan tabel 1 durasi tidur sampel ditemukan sebanyak 39 orang . ,9%) memiliki durasi tidur 5-6 jam, menjadi prevalensi tertinggi yang didominasi durasi bermaingawai selama >6 jam perhari sebanyak 44 orang . ,7%). Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Atensi dan Aktivitas Fisik Variables Mean (SD) Atensi 52. Sangat bagus N(%) 24. Bagus analisis univariat untuk menjelaskan karakteristik dari Sedang 17. setiap variabel penelitian. Analisis bivariat digunakan Buruk Sangat buruk aktivitas fisik dengan atensi pada mahasiswa Prodi Aktivitas Fisik Sarjana Fisioterapi Universitas AoAisyiyah Yogyakarta. Ringan Analisis bivariat menggunakan uji Korelasi Rank Sedang 38. Berat Total Sampel Spearman dengan taraf signifikansi P<0,05. Penelitian ini menggunakan objek manusia yang mempunyai hak untuk terlindungi. Surat keterangan layak etik penelitian ini diterbitkan oleh Komisi Etik 87. Berdasarkan tabel 2 Prevalensi tertinggi terjadi pada atensi buruk sebesar 27,2% atau 28 orang. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 18 Ae 26 e-ISSN: 2598-2095 Intensitas aktivitas fisik ringan sebanyak 56 orang . ,4%), menjadi prevalensi tertinggi. Tabel 3. Hubungan antara Karakteristik. Aktivitas Fisik dengan Atensi Atensi (N(%)) Karakteristik Sangat Bagus Bagus Sedang Buruk P-value Total Sangat Buruk Jenis Kelamin 0,000 Perempuan 9. Laki-laki 15. Status 0,048 Atlet Nonatlet Aktivitas fisik yang digemari 0,301 Tidak suka Jalan kaki Lari Olahraga kompetitif Lainnya 17. Aktivitas Fisik 0,000 Ringan Sedang 13. Berat Total Berdasarkan tabel 3 nilai distribusi frekuensi Nilai signifikansi yang sama terjadi pada status berhubungan antara karakteristik dan aktivitas fisik (Atlet/Nonatle. dan aktivitas fisik yang digemari responden, dengan atensi. Hasil uji antara jenis dengan atensi. Hubungan tersebut memiliki signifikasi kelamin dan atensi didapatkan bahwa angka signifikasi P = 0. 048 (<0,. menunjukkan terdapat korelasi. p = 0,00 (< 0,. yang mengindikasikan terdapat Pada hubungan aktivitas fisik dengan atensi, korelasi antara jenis kelamin dengan atensi. Distribusi peneliti memperoleh angka signifikasi P = 0,00 (< frekuensi jenis kelamin terbanyak pada perempuan 0,. yang menunjukkan bahwa terdapat korelasi dengan atensi buruk sebesar 20,4% sedangkan pada antara intensitas aktivitas fisik dengan atensi. laki-laki paling banyak pada atensi sangat bagus sebesar 14,5%. Tabel 4. Hubungan antara Pola Tidur. Penggunaan Gawai dengan Atensi Pola Tidur dan Penggunaan Gawai Atensi (N(%)) Sangat Bagus Bagus Sedang Buruk Sangat Buruk Total Durasi Tidur P-value 0,342 >7 jam 7. 6-7 jam 6. 5-6 jam 9. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 18 Ae 26 <5 jam e-ISSN: 2598-2095 1-3 jam 0. 3-5 jam 6. 5-6 jam 7. Durasi Penggunaan Gawai 0,804 11-60 menit >6 jam Total Berdasarkan tabel 4 durasi tidur dan durasi Rangsangan aktivitas tiba di batas pemrosesan dan hanya satu hal yang dapat diproses dalam satu menunjukkan bahwa nilai signifikasi P>0,05. Hal ini waktu. Pada studi penelitian pada mahasiswa di menunjukkan tidak terdapat korelasi antara durasi USA, atensi dan memori kerja yang buruk berdampak tidur dan durasi penggunaan gawai dengan atensi. IPK, pemahaman bacaan, pencatatan, pengaturan diri, dan Pembahasan Hal ini dikarenakan aktivitas multitasking Atensi seperti menggunakan media sosial selama kelas Hasil menjadi suatu distraksi dalam pembelajaran. prevalensi terbanyak pada 28 responden . ,2%) Data tingkat atensi pada mahasiswa ditemukan memiliki atensi yang buruk (Tabel . Pada 9 pada tingkat global, negara lain, dan Indonesia. responden dengan kategori atensi buruk mempunyai Penelitian Systematic Review dan Meta-Analysis oleh kebiasaan melakukan beberapa pekerjaan dalam satu Song et al. menunjukkan terdapat 42,39 juta waktu . Selain itu, durasi tes atensi mahasiswa usia 18-24 tahun dengan atensi yang membuat 5 responden panik dan tidak fokus dalam buruk pada tahun 2020 di seluruh dunia karena mencari huruf sesuai yang disorot hijau. Faktor lain kurangnya perhatian terhadap gangguan atensi pada atensi rendah adalah usia tersebut. kurangnya minat literasi pada intruksi . Hal ini terbukti Aktivitas fisik menyebabkan skor pada 2 responden yang mendapatkan skor 0% dalam Daya . embaca, mempunyai intensitas aktivitas fisik ringan sejumlah menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan 56 . ,4%) mahasiswa. Di satu sisi, prevalensi terbesar pada jenis aktivitas fisik olahraga kompetitif ketidaktertarikan individu untuk atentif pada suatu sebanyak 56 responden . ,4%). Hal ini tidak sejalan pekerjaan. dengan teori Zorlu . yang mengatakan bahwa Hasil analisis univariat aktivitas fisik pada Tabel 2 Teori dan beberapa penelitian mendukung asumsi mahasiswa yang melakukan aktivitas fisik jenis Menurut teori tentang pusat atensi, atensi olehraga kompetitif seperti bersepeda, berlari, menari, hanya dapat dialokasikan pada satu tugas dalam satu dan olahraga tim memiliki intensitas aktivitas fisik waktu sehingga multitasking bukan termasuk atensi melainkan pikiran beralih di antara tugas-tugas. penelitian ini, responden tidak dapat konsisten dan signifikan. Dalam Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 18 Ae 26 e-ISSN: 2598-2095 intensif selama 7 hari terakhir saat pengisian alat ukur Hubungan aktivitas fisik dengan atensi aktivitas fisik. Hal ini dikarenakan responden lebih Aktivitas fisik dapat meningkatkan fungsi atensi banyak melakukan aktivitas duduk saat liburan pada penelitian ini yang terjadi karena peningkatan (WHO) kecepatan dari sirkulasi cerebral. Sirkulasi cerebral menyarankan masyarakat untuk melakukan a ktivitas yang meningkat akan diikuti oleh peningkatan substrat fisik minimal 150 menit/minggu atau minimal 30 oksigen dan neurotransmiter yang berperan dalam menit/hari selama 5 kali seminggu. Responden Penelitian Gumay et al. membuktikan pada World Health Organization Kedokteran Universitas Diponegoro mengimplementasikan program aktivitas fisik dan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan atensi kurangnya pengetahuan mengenai wadah untuk yang signifikan pada alerting, orienting, dan executive melakukan latihan atau kegiatan rekreasi tertentu. function setelah Plyometrics Training selama 6 Aktivitas fisik ringan juga disebutkan dalam minggu. Sejalan dengan penelitian Myller et al. beberapa penelitian. Penelitian Al Salim . di Jerman yang mendapatkan hasil bahwa 15 Saudi Arabia yang menemukan bahwa 204 mahasiswa menit aktivitas fisik dalam dua hari kelas seminar . ,6%) usia 18-24 mempunyai intensitas aktivitas mahasiswa. Selain itu, aktivitas fisik lain seperti mahasiswa dengan aktivitas fisik yang rendah memiliki latihan aerobik yang singkat selama perkuliahan lebih banyak hambatan untuk aktif secara fisik meningkatkan kognitif, motivasi, dan atensi sehingga daripada mahasiswa dengan aktivitas fisik sedang dan memaksimalkan prestasi akademik pada mahasiswa Selain itu, penelitian pada mahasiswa di Turki Midwestern University di Texas. menyebutkan bahwa 38,7% mahasiswa memiliki Hubungan jenis kelamin dengan atensi rendah. Dalam tingkat aktivitas yang rendah atau tidak aktif karena Jenis kelamin berkaitan dengan tingkat atensi. faktor psikologis seperti kesenangan yang dirasakan. Berdasarkan Tabel 3 responden laki-laki memiliki disiplin diri, nilai, norma dan kepercayaan, serta manajemen waktu, telah ditemukan mempengaruhi Pada perempuan, tingkat atensi buruk 21 aktivitas fisik dan perilaku tidak aktif. Selain itu, responden dengan prevalensi terbanyak . ,4%). mahasiswa tersebut dilaporkan memiliki keterbatasan Asumsi peneliti berdasarkan wawancara singkat waktu dan kesempatan beraktivitas fisik yang tidak dengan responden bahwa responden perempuan memadai. sering melakukan pekerjaan yang bersifat multitasking Penelitian AL-Mhanna mahasiswa di Mogadishu. Somalia, bersifat kontra sehingga atensinya mudah berpindah dari pekerjaan satu ke pekerjaan lainnya. dengan penelitian ini. Hanya tujuh . ,4%) pria dan Hal ini didukung oleh teori yang mengatakan tiga . ,4%) wanita yang dilaporkan tidak melakukan bahwa perempuan mempunyai overcommitment dan aktivitas fisik. Hal ini disebabkan oleh faktor dominan saraf simpatik. Dominan saraf simpatik ini Somalia memiliki garis pantai terpanjang menyebabkan reaksi tubuh untuk mempertahankan di Afrika dan sebagian besar wilayahnya datar, diri dari distraksi. Studi penelitian Seymour et al. sehingga cocok untuk melakukan aktivitas fisik. laki-laki Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Juni 2025. Page 18 Ae 26 e-ISSN: 2598-2095 memiliki atensi yang lebih tinggi dan memiliki pengumpulan data dan pelaksanaan teknis selama komitmen mengerjakan tugas yang baik daripada penelitian ini berlangsung. perempuan di Amerika Serikat. Penelitian ini memiliki keterbatasan. Faktor risiko menjadi variabel pengganggu yang tidak dapat DAFTAR PUSTAKA dikontrol peneliti. Selain itu, tidak semua faktor risiko Slattery EJ. OAoCallaghan E. Ryan P. Fortune DG, diteliti sehingga faktor risiko yang tidak diukur McAvinue LP. Popular interventions to enhance memiliki kemungkinan menjadi penyebab penurunan sustained attention in children and adolescents: A critical systematic review. Neurosci Biobehav Rev [Interne. 137(Januar. :104633. Available kemungkinan faktor risiko yang berkaitan dengan from: https://doi. org/10. 1016/j. penurunan atensi pada mahasiswa. Oleh Song P. Zha M. Yang Q. Zhang Y. Li X. Rudan I. KESIMPULAN The Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: . Prevalensi Atensi tertinggi pada Prodi Sarjana Fisioterapi Universitas AoAisiyah Yogyakarta mempunyai atensi buruk, dengan aktivitas fisik ringan, dan didominasi oleh perempuan. Mayoritas menggemari olahraga kompetitif. Ada hubungan antara jenis kelamin, status atlet/nonatlet, dan aktivitas fisik dengan atensi pada mahasiswa Prodi Sarjana Fisioterapi Universitas AoAisyiyah Yogyakarta. Peneliti selanjutnya agar dapat memberikan pendampingan untuk skrining kebugaran responden yang menjadi faktor risiko penurunan atensi serta meneliti lebih lanjut terkait hubungan aktivitas fisik dengan atensi. attention-deficit hyperactivity disorder: A global systematic review and meta-analysis. J Glob Health. 11:1Ae9. Watari G. Carmelita AB. Sasmithae L. Literature Review: Hubungan terhadap perubahan perilaku dan konsentrasi anak ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorde. Surya Med. :130Ae40. Deepa V. Sujatha R. Baber H. Moderating role of attention control in the relationship between academic distraction and performance. High Learn Res Commun. :64Ae80. Haverkamp BF. Wiersma R. Vertessen K, van Ewijk H. Oosterlaan J. Hartman E. Effects of physical activity interventions on cognitive outcomes and academic performance in adolescents and young adults: A meta-analysis. J Sports Sci [Interne. :2637Ae60. Available from: https://doi. UCAPAN TERIMAKASIH