Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi. Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 9, 2 . : 93-108 Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi. Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Available online http://journal. stt-abdiel. id/JA Dialog Sosial di Klenteng Sam Poo Kong: Kajian dari Perspektif Historis dan Pneumatologi Religionum Elianus Gea1 & Minggus Minarto Pranoto2 DOI: https://doi. org/10. 37368/ja. Program Studi Misiologi Sekolah Tinggi Teologi Abdiel eligea61@gmail. Abstrak Latarbelakang penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan dialog sosial antar umat beragama yang terjadi di lingkungan klenteng Sam Poo Kong Semarang. Penulis menjelaskan dialog sosial sebagai dialog kehidupan yang menghubungkan orang-orang atau kelompok dari suku, ras, budaya, agama bahkan pandangan politik yang berbeda untuk saling berinteraksi satu dengan lainnya. Dialog sosial merupakan pintu masuk untuk membangun relasi, komunikasi, persahabatan, bahkan kerjasama untuk semua pihak. Klenteng Sam Poo Kong merupakan ikon istimewa di kota Semarang yang menjadi ruang bersama untuk mengadakan kegiatan sosial, adat, budaya, seni, dan menjadi salah satu destinasi religius wisata kota Semarang. Metode yang dipakai untuk mengeksplorasi tulisan ini adalah pengkajian keberadaan klenteng secara historis dan sosiologis serta menyoroti realitas dialog sosial yang terjadi dari persepektif pneumatologi religionum melalui pendekatan teologi religionum Amos Yong dan Stanley J. Samartha. Hasil dari penelitian ini adalah penulis meletakkan landasan pemikiran bahwa Roh Kudus berkarya melalui dialog sosial dari berbagai kelompok yang berinteraksi di klenteng Sam Poo Kong. Kata Kunci: dialog sosial. klenteng sam poo kong. pneumatologi religionum. roh kudus. Abstract The background of this article is to describe the interfaith social dialogue that occurs in the Sam Poo Kong temple environment in Semarang. The author explains social dialogue as a dialogue of life that connects people or groups from different ethnicities, races, cultures, religions, and even political views to interact with each other. Social dialogue is the entry point for building relationships, communication, friendship, and even cooperation for all parties. Sam Poo Kong Temple is a special icon in the city of Semarang which serves as a shared space for holding social, traditional, cultural, and artistic activities, and is one of the city's religious tourism destinations. The method used to explore this article is a study of the existence of the temple historically and sociologically and highlights the reality of social dialogue that occurs from the perspective of religious pneumatology through the religious theology approach of Amos Yong and Stanley J. Samartha. The result of this research is the author laying the foundation for the idea that the Holy Spirit works through social dialogue from various groups interacting in the Sam Poo Kong temple. Keywords: social dialog. sam poo kong temple. pneumatology religionum. the holy spirit. How to Cite: Gea. Elianus & Pranoto. Minggus Minarto. AuDialog Sosial di Klenteng Sam Poo Kong: Kajian dari Perspektif Historis dan Pneumatologi Religionum. Ay Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi. Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 9, no. : 93-108. ISSN 2685-1253 (Onlin. ISSN 2579-7565 (Prin. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi. Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 9, 2 . : 93-108 Pendahuluan Setiap daerah memiliki kekhasannya tersendiri dalam membangun kerukunan antar umat beragama. Erik J. Barus mengatakan bahwa setiap komunitas dapat mempengaruhi pembentukan sejarah kehidupan manusia. Pengaruh tersebut diharapkan menghasilkan suatu yang produktif dan bukan sebaliknya, yaitu untuk mencari pertentangan yang kontra 1 Dalam konteks kerukunan antar umat beragama, semua pihak berjuang supaya para pemeluk agama-agama yang ada dapat hidup rukun bersama dan saling menghargai. Emanuel Gerrit Singgih berpendapat bahwa kesatuan sebuah suku menunjukkan persekutuan yang ketat dalam ikatannya karena menghidupi warisan dari nenek moyang. dan sesuatu yang berbeda dengan ikatan mereka biasanya dianggap sebagai musuh atau 2 A. Yewangoe menegaskan adanya AuFakta bahwa hubungan antar agama pernah berada di titik nadir sampai menjadi konflik berdarah. Tentu ini menyadarkan kita semua bahwa rekonsiliasi agama-agama tetap harus dilakukan, dan itu berarti mereinterpretasi pemahaman lama mengenai agama kita sebagai agama yang paling unggul dibanding dengan agama-agama lain. Ay3 Dialog sosial bukanlah sekadar lalu lintas atau sekadar bertemu sesaat saja tetapi di dalamnya memuat adanya lapisan-sosial yang mengandung suatu ikatan sosial. Lapisan yang dimaksud adalah lapisan penghayatan spiritualitas, teologi, dan praksis sosial bersama yang nilai-nilainya melambari dialog sosial di sebuah komunitas. Dalam tulisan ini komunitas yang dimaksud berada di dalam konteks dialog sosial di Klenteng Sam Poo Kong. Kegiatan keagamaan di klenteng Sam Poo Kong dilaksanakan hampir setiap hari, di mana kegiatan ini bersifat baik individu maupun kelompok. Walau Cheng HoAitokoh pendiri Klenteng Sam Poo KongAiberagama Islam, warga Tionghoa Semarang yang beragama Konghucu dan di luar agama itu serta warga pribumi lokal dari etnis Jawa tetap menghormati tokoh Cheng Ho yang dianggap memiliki peranan penting dalam sejarah pembentukan klenteng tersebut dan juga dianggap sebagai tokoh sakral di kalangan Pakpahan Binsar J. AuPerjalanan Semua Mendayung,Ay dalam 65 Tahun Pdt. Dr. Einar M. Sitompul (UPI STT Jakarta, 2. Lanjutnya hal itu bisa ditempuh melalui membangun saling pengertian dalam bentuk kesediaan membuka diri untuk berdialog untuk perdamaian. Alle G Hoekema. AuKorban Dan Pendamaian. Studi Lintas Ilmu. Lintas Budaya. Dan Lintas Agama Mengenai Upaya Manusia Menghadapi Tantangan Terhadap Kehidupan Di Luar Kendalinya" dalam Exchange 50, no. : 99Ae101. Ibid. Elianus Gea & Minggus Minarto Pranoto: Dialog Sosial di Klenteng Sam Poo Kong Kajian dari . Penghormatan tersebut menjadi pengikat hubungan kedua suku dan juga pemeluk agama berbeda. Ada simbol budaya dan agama yang menyatukan yaitu Cheng Ho. Sosok Cheng Ho dihormati oleh warga Tionghoa dan warga setempat setiap malam Jumat Kliwon melalui berkumpul bersama di klenteng Sam Poo Kong. 4 Selain kegiatan keagamaan, ada juga kegiatan seni budaya yang melibatkan banyak orang yang dilaksanakan di hari-hari tertentu khususnya pada perayaan hari raya Konghucu. Penulis menggunakan metode penelitian dengan pendekatan teori sejarah dan tinjauan dari perspektif pneumatologi religionum melalui pendekatan teologi religionum Amos Yong dan Stanley J. Samartha. Kedua pemikiran teologi dari kedua tokoh di atas untuk melambari pengertian bahwa karya Roh kudus berkarya secara luas melalui dialog Teori sejarah merupakan teori analisis terhadap sejarah serta untuk membedah fenomena perubahan sosial budaya yang terjadi di klenteng Sam Po Kong. Hari Sasongko, mengacu pada Alvin Boskoff, menjelaskan bahwa: Perubahan budaya . papun bentukny. senantiasa dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari komunitas yang bersangkutanAiperubahan ini diprakarsai oleh si pelaku budaya itu sendiri yang memang ingin berubah. Sedangkan eksternal dapat disebabkan karena kontak langsung atau pengaruh dari budaya yang Perpaduan kedua faktor baik internal maupun eksternal sampai mewujudkan suatu kekhasan tertentu yang akhirnya memunculkan suatu kebudayaan atau kebudayaan yang baru yang memiliki suatu kekhasannya sendiri berikut pemaknaan di dalamnya bagi orang-orang yang masih menghidupinya. Pembahasan Dialog Sosial di Klenteng Sam Poo Kong: Sebuah Perspektif Historis Dialog sosial adalah dialog kehidupan. Ola Rongan Wihemus mengartikan dialog sebagai pertukaran pikiran dengan maksud supaya pendapat atau keyakianan masingmasing pihak menjadi jelas, dapat dipahami, dan diketahui dengan lebih tepat. 6 Dialog akan bermanfaat jika pihak yang bersangkutan dapat mendengar serta menerima berbagai Sebastian Atmodjo. Laksamana Cheng Ho: Jejak Damai Penjelajah Dunia (Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia. Yogyakarta, 2. Michael Hari Sasongko and others. AuIdiom Musik Klasik Di Gereja Karismatik,Ay Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni 1, no. : 1Ae14. Ola Rongan Wilhemus and Prima Novaliasari. AuMembangun-Kerukunan Antarumat Beragama Di Madiun Melalui Dialog Kehidupan Dalam Terang Nostra Aetate,Ay JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik 11, no. : 71Ae82. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi. Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 9, 2 . : 93-108 perbedaan yang ada menjadi sebuah keunikan serta melahirkan sikap toleransi. Dialog juga berarti mencari tujuan demi kepentingan bersama bukan kepentingan sepihak saja. Dalam kamus gereja dan teologi dijelaskan bahwa dialog adalah komunikasi timbal balik untuk mencapai tujuan bersama dan lebih dalam lagi untuk menjalin persekutuan antar pribadi 7 dengan berbagai latarbelakang dan kebutuhannya masing-masing di berbagai tempat. Dialog sosial juga merupakan ekspresi kehidupan toleransi. Dari perspektif ilmu filsafat dan agama. Olaf H Schumann berkata bahwa toleransi adalah Aupengakuan atas kesetaraan manusia, bukan atas kesatuan manusia, dan atas kesamaan, manusia hanya di dalam satu hal: yakni, sama di hadapan hukum yang berlaku dalam masyarakatAy. 8 Pesan penting bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kesetaraan, tetapi seringkali kehidupan manusia dikotak-kotakan oleh berbagai kepentingan dan tradisi yang berlaku. Jan S Aritonang, mengutip dari Paul Knitter, mengatakan bahwa Audialog antar umat beragama akan dapat berjalan dengan baik bila ada perjumpaan yang bersifat korelasional yang memberi kesempatan pada semua pihak untuk sungguh-sungguh mendengar dan sungguh-sungguh berbicara satu sama lain berdasarkan pada komitmen yang sama untuk memajukan kesejahteraan manusia dan alamAy. 9 Knitter berkata bahwa: Perjumpaan pada tingkat praksis yang liberatif yang sedang dibicarakan, para peserta bersama-sama menentukan berbagai contoh penderitaan manusiawi atau ekologis, dalam konteks sosial dan nasional mereka masing-masing yang dirasa penting untuk dikemukakan. Bersama-sama mereka berupaya melakukan sesuatu terhadap kemiskinan, kelaparan, eksploitasi, atau perusakan lingkungan yang merupakan kenyataan mendesak. Dalam kehidupan sebagai makluk sosial, manusia tidak bisa melepaskan diri dari sebuah dialog atau interaksi dengan sesama. Menurut Burhanuddin: Audialog sebagai suatu langkah iman. dialog sebagai suatu model hubungan manusiawi antaragama. sebagai cara baru beragama. dialog sebagai fungsi kritis beragama dan sebagainya. Ay11 Jan S dan Antonius Eddy Kristiyanto Aritonang. Kamus Gereja & Teologi Kristen (BPK Gunung Mulia. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dari berbagai bentuk dialog antar umat beragama, salah satu diantaranya adalah dialog kehidupan, yang artinya dimana orang berusaha untuk hidup bersama dan menjadi tetangga yang baik dalam semangat yang terbuka, dengan berbagi suka dan duka dengan mereka. Olaf H Schumann. Filsafat & Agama: Pendekatan Pada Ilmu-Ilmu Agama 2 (BPK Gunung Mulia. Jan S Aritonang. Teologi-Teologi Kontemporer. BPK Gunung Mulia, cet. 1 (JAKARTA, 2. Knitter Paul F. Satu Bumi Banyak Agama: Dialog Multi Agama Dan Tanggujawab Global, 2010th ed. (BPK Gunung Mulia, n. Knitter mengutip dari pandangan Amalados . Aubagi Amalados, tempat pelaksaan dialog yang bertanggungjawab secara global semacam ini harus berada diluar tempat yang biasanya dipakai para profesional dialog agama. Burhanuddin Daya. Agama Dialogis (Mataram Minang Lintas Budaya. Yogyakarta, 2. lanjut dikatakan, dialog antar agama adalah pertemuan hati dan pikiran antar berbagai macam agama. merupakan komunikasi antar dua orang umat beragama atau lebih dalam tingkatan agamis. Dialog Elianus Gea & Minggus Minarto Pranoto: Dialog Sosial di Klenteng Sam Poo Kong Kajian dari . Kesadaran hidup dalam kebhinekaan tetapi tetap satu adalah fondasi dan komitmen dalam ikatan bersama. Meski kenyataan sulit diprediksi bahwa konflik dan kekerasan masih terjadi sampai hari ini. Fenomena sosial yang terjadi di klenteng Sam Poo Kong adalah sebuah interaksi atau hubungan antar umat beragama yang patut diteladani. Harus dipahami bahwa klenteng adalah tempat yang difungsikan untuk kegiatan peribadatan umat Konghucu. Budha, dan Taoisme. Maria Citra menerangkan bahwa Auklenteng merupakan suatu tempat ibadah yang tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan masyarakat Tionghoa di Indonesia, selain itu juga difungsikan sebagai tempat bersosialisasi dengan masyarakat umum serta tempat untuk pengembangan budaya TionghoaAy. 13 Klenteng Sam Poo Kong memiliki latar belakang sejarah terkait Laksamana Cheng Ho yang merupakan sosok legendaris yang cukup terkenal khususnya di Asia-Afrika. Di klenteng Sam Poo Kong ada peninggalan sejarah terutama patung Laksamana Cheng Ho yang berdiri megah, berlapiskan perunggu, yang dibuat langsung dari Tiongkok. 14 Suliyati menjelaskan bahwa AuKlenteng sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kawasan Pecinan sejak awal pembentukannya dipengaruhi oleh tata ruang bentukan masyarakat Tionghoa yang berasal dari dua provinsi di Cina Selatan tersebutAy. 15 Dua istilah yang menunjuk tempat yang tidak asing untuk didengar adalah pecinan dan klenteng. Bagi Titiek, kedua istilah ini hal yang tidak bisa dipisahkan dalam masyarakat Tionghoa di Indonesia. Kedua area ini merupakan tempat pemukiman khusus masyarakat Tionghoa. Hal menarik ketika memperhatikan lebih detail, terutama wilayah kota Semarang dapat ditemukan adanya 8 Klenteng. kelenteng Tai Kak Sie . di Gang Lombok, kelenteng Liong Hok Bio . di selata,n Gang Besen, kelenteng Ma Tjouw Kiong . ibangun oleh marga Liem pada 1. , kelenteng Moa Phay Kee . , kelenteng Tek Hay Bio atau Kwee Lak Kwa . , kelenteng Tong Pek Bio . di Gang Pinggir, merupakan jalan bersama menuju kebenaran. Dialog juga berbentuk kerjasama dalam proyek-proyek kepentingan bersama. Dialog bersifat partnership tanpa ikatan dan maksud yang tersembunyi. Zakaria J Ngelow and Ati Hildebrandt Rambe. AuTeologi Bencana: Pergumulan Iman Dalam Konteks Bencana Alam Dan Bencana Sosial,Ay Makassar: Oase Intim . Maria Citra Prabhita and Elisa Christiana. AuKegiatan Keagamaan Dan Makna Keberadaan Kelenteng Tjoe Tik Kiong Pasuruan,Ay Century: Journal of Chinese Language. Literature and Culture 6, no. : 1Ae13. Https://w. com/klenteng-sam-poo-kong/. AuSam Poo Kong. Ay Lihat pada lampiran gambar Titiek Suliyati. AuTradisi Feng Shui Pada Kelenteng Di Pecinan Semarang,Ay Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan 6, no. : 75Ae87. Peranan para pendatang dari Cina dalam pengaturan tata ruang kota-kota dipatai Utara Jawa cukup besar karena letak kota-kota tersebut mirip dengan letak geografis Provinsi Fujian dan Guangdong sebagai tempat asal mereka. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi. Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 9, 2 . : 93-108 kelenteng Cap Kauw King atau Sioe Hok Bio . , dan kelenteng Wie Wie Kiong . ibangun oleh marga Tan pada 1. di Jl. Sebandaran I No. 26 Semarang. Dibandingkan dengan klenteng lainnya, klenteng Sam Poo Kong merupakan kuil Cina tertua di Semarang. Jawa Tengah. Kawasan ibadah ini, mempunyai luas 1. 020 meter. Klentang Sam Poo Kong ini adalah tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho yang sebenarnya adalah seorang muslim, ia beristirahat di Semarang tepatnya di Gedong Batu karena pada saat itu ada awak kapalnya yang sakit dalam perjalanan ekpedisi mereka. Laksamana Cheng Ho tiba di Semarang sekitar tahun 1400-1416. 17 Cheng Ho . adalah seorang kasim pengadilan Hui-Cina, seorang muslim, pelaut, explorer, diplomat dan armada laksamana, yang memimpin pelayaran ekspedisi ke Asia Tenggara. Asia Selatan. Timur Tengah, dan Afrika Timur. Laksamana Cheng Ho terlahir dengan nama Ma San Bao. Itulah mengapa klenteng atau tempat petilasan untuk Cheng Ho menggunakan nama Sam Poo Kong. Asal muasal Klenteng Agung Sam Poo Kong adalah ketika armada Cheng Ho merapat di pantai Simongan Semarang karena juru mudinya. Wang Jing Hong sakit Sebuah gua batu dijadikan tempat beristirahat Cheng Ho untuk mengobati Wang Jing Hong. Di lingkungan klenteng Sam Poo Kong bisa dirasakan pembauran antar etnis, suku, budaya, agama serta aliran-aliran kepercayaan lainnya. Dalam konteks ini etnis Tionghoa dan Jawa berhubungan baik dan harmonis. Klenteng Sam Poo Kong memiliki makna simbol-simbol penting bagi kedua etnis tersebut. 19 Dalam perspektif Konghucu, terkait etika berbangsa menuju Indonesia baru. Budi S. Tanuwibowo mengatakan bahwa bagi umat Konghucu tiada yang mutlak dan abadi kecuali Thian (Tuhan Yang Maha Es. Tiada sesuatu pun tanpa Dia. Dalam hal ini umat wajib terus membangun dan membina diri sejalan dan searah dengan watak sejati dari Sang Thian. Ibid. Hal. Sebagian peneliti menyebutkan bahwa sebutan kelenteng berasal dari bunyi genta kecil maupun besar yang digunakan sebagai perlengkapan peribadatan, yang berbunyi Auklinting-klintingAy atau Auklonteng-klonteng. Ay Sebagian lagi berpendapat bahwa kelenteng berasal dari kata AuYin TingAy atau AuGuan Yin Ting,Ay yang artinya tempat ibadah Dewi Kwan Im, yang dikenal sebagai Dewi Welas Asih. Dalam agama Budha. Dewi Kuan Im adalah Avalokiteswara Bodhisattva, yang tidak hanya dipuja oleh pemeluk agama Budha tetapi juga oleh penganut Tao dan masyarakat Cina pada umumnya . ttp://w. id/minggu/chinato wn/2771-asal-muasal-nama-kelentenghtml. diunduh pada 6 Juni Lihat lampiran gambar bab 1: gambar 1. c dan 1. Lihat http://sampookong. id/about/ diakses 20 Februari 2023 Edi Nurwahyu Julianto. AuSpirit Pluralisme Dalam Klenteng Sam Po Kong Semarang,Ay Jurnal The Messenger 7, no. : 36Ae41. Dalam simpulannya. Edi lebih lanjut menjelaskan bahwa Klenteng Sam Po Kong mempunyai makna yang sangat dalam sebagai simbol multi kultural, multi etnis dan multi agama. Qasim Mathar Moch. Sejarah Teologi Dan Etika Agama-Agama (Yogyakarta: interfidei, 2. dapat mencapai kehiduapn Autengah sempurnaAy ada tiga pusaka yang harus selalu diasah terus menerus oleh umat Konghucu yaitu. Ti. Jien. Yong 9kebijakan, cinta kasih dan keberania. Kemuadia. Ti. Jien dan Yong Elianus Gea & Minggus Minarto Pranoto: Dialog Sosial di Klenteng Sam Poo Kong Kajian dari . Maya Sari menjelaskan bahwa Klenteng Sam Poo Kong di bawah Yayasan Klenteng Sam Poo Kong berkembang dengan sangat baik dan termanajemen dengan rapi. Klenteng ini di pugar dan wilayahnya diperluas. Arsitektur klenteng ini merupakan perpaduan dari budaya Jawa dan budaya Tionghoa. 21 Secara historis, klenteng Sam Poo Kong dipengaruhi oleh dua unsur penting yaitu unsur budaya dan unsur agama. Kedua unsur ini seolah tidak bisa dipisahkan. Ikhsan dalam tulisannya bertanya sederhana. AuWho is Sam Poo Kong or Cheng Ho? Sam Poo Kong or Cheng Ho (Chinese Musli. means the third commander from China who came to Indonesian Archipelago, particularly Semarang. Central Java in the 15th century. 22 Masyarakat umum dan agama-agama lain, secara khusus bagi kaum muslim, hampir setiap hari ada yang berkunjung di klenteng Sam Poo Kong dari berbagai kalangan sosial. Secara garis besar Klenteng Sam Po Kong telah menghadirkan dialog sosial antar umat beragama. Beberapa klasifikasi dialog sosial yang terjadi dalam observasi pertama dalam penelitian awal penulis yaitu: pertama, dialog sosial antar umat beragama. Dalam hal ini, pengunjung dari berbagai agama hadir secara bersamaan atau bertemu ketika di berada di lingkungan klenteng Sam Poo Kong dengan memiliki tujuan dan simbol agama masing-masing. 24 Kedua, dialog sosial dalam bidang pariwisata, artinya pengunjung bebas masuk karena memiliki kepentingan yang sama yaitu sebagai tamu wisatawan dan siap disambut dengan baik dan ramah. Sebagai wisatawan, ada yang dari masyarakat lokal, hingga dari manca negara dengan latarbelakang yang berbeda-beda, baik dari status sosial, budaya dan agama. Ketiga, dialog sosial melalui kegiatan berupa pengobatan gratis. Pada waktu COVID-19 ada layanan vaksinansi bagi masyarakat umum. Dokter-dokternya ada yang berasal dari pemeluk agama Islam. Kristen, dan Konghucu. Klenteng juga berbagi sedekah . dan mengadakan acara bersama atau kegiatan umum berupa, tarian, dan upacara keagamaan. Lebih menarik lagi mahasiswa dan pelajar sering berkunjung dalam rangka meneliti dan mempelajari nilai-nilai sejarah yang ada dan terlebih-lebih penelitian tentang nilai kerukunan dan toleransi yang sangat tinggi dan diutamakan dalam klenteng Sam Poo Kong. Kegiatan-kegiatan ini melibatkan kerjasama dari masyarakat berkembang menjadi lima kebajikan. Jien. Gi. Li. Tie. Sien . inta, kasih, kebenaran, kesusilaan, kebijaksanaan, sehingga dapat dipercaya dalam hidup dan kehidupan. Dian Maya Safitri. AuBelajar Nilai-Nilai Pluralisme Islam Jenderal Cheng Ho Melalui Sinkritismen Agama. Islam. Taoisme. Dan Budha Di Klenteng San Po KongAy . Lihat lampiran gambar 1. 1d dan 1. Wawancara dengan pengurus Yayasan Klenteng Sam Po Kong oleh Bpk. Candra, di Klenteng Sam Po Kong Semarang. 14 November 2022. Candra. Wawancara I Kepada Yayasan Sam Poo Kong Semarang (Semarang, 2. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi. Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 9, 2 . : 93-108 yang berbeda-beda keyakinan atau agama. 25 Keempat, kegiatan bersama antar pemeluk agama lain untuk mendukung dan mengadakan kegiatan bakti sosial kepada masyarakat dan panti asuhan yang membutuhkan. Kelima, kegiatan sosial antar masyarakat yang sedang menjajakan aneka kuliner tradisional. Para pelaku kuliner ini juga memiliki keyakinan yang beragam, sehingga ada interaksi dan saling berdialog antara satu dengan yang lain. Dalam hal ini, ada penjual sate, penjual bakso, penjual Mie ayam, penjual aneka minuman, penjual pakaian dan seterusnya yang salin berinteraksi. Analisis dari Perspektif Pneumatologi Religionum Apa yang terjadi di klenteng Sam Poo Kong bukanlah hal yang mudah atau lazim untuk di lakukan di tempat lain. Yang sering muncul adalah berbagai konflik antar umat beragama yang sering terjadi akhir-akhir ini sehingga sangat mengusik ketenteraman semua pihak. Konflik berasal dari berbagai sikap intoleran. Misalnya sikap anti terhadap simbol-simbol agama lain, diskriminatif, intimidasi, persekusi, caci maki, saling menghina, dan seterusnya. Terkait masalah toleransi. S J Mardiatmadja mengatakan bahwa: Bergaul secara penuh hormat dengan orang yang memiliki cara beriman lain merupakan bentuk pengungkapan bakti kepada Tuhan. Dan hal tersebut bukan menipiskan iman kita sendiri melainkan justru semakin mendekatkan orang untuk semakin beriman kepada Tuhan, yang memeluk semua orang tanpa kecuali karena kasih-Nya yang tanpa batasAy. Yong menegaskan bahwa setelah kehadiran Yesus Kristus sebagai juru selamat yang menebus dosa-dosa manusia maka keselamatan di dalam Yesus Kristus menjadi jelas dan Roh Kudus menyatakan karya keselamatan ini secara meluas. Yong menjelaskan hal ini sebagai berikut: The second moment of the missio Spiritus moves from the universality of the SpiritAos presence and activity in the creation to the particularity of the SpiritAos historical work in redemption. This redemptive history involves the incarnation of the Son via the power of the Spirit, followed by the SonAos gift of the Spirit to the people of God. Ay But Why are both essential? For at least two reasons, one historical and the other spiritual. Ibid. Ibid. S J Mardiatmadja. AuBersatu PaduAy (PT Kanisius, 2. Lebih tegas ia berkata bahwa Aukita harus menjadi saudara bagi semua orang, tanpa kecuali: itu sumbangsih dalam bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Amos Yong. The Spirit Poured out on All Flesh: Pentecostalism and the Possibility of Global Theology (Baker Academic, 2. Elianus Gea & Minggus Minarto Pranoto: Dialog Sosial di Klenteng Sam Poo Kong Kajian dari . Pandangan teologi seperti di atas ini sangat diharapkan dalam konteks pendekatan dengan agama-agama lain. Minggus M. Pranoto menjelaskan pandangan Amos Yong sebagai berikut AuKarya Roh Kudus bersifat universal dan sudah ada bersama-sama dengan Sang Sabda saat menciptakan segala sesuatu (Kej. 1:2. 2:7 band. Ayb 33:4. Mzm. 33:6. 104:29-. Roh Kudus juga Maha hadir (Mzm. 139:7-. dan menyatakan karya pemeliharaan ilahi. dan karya universal Roh Kudus terkait dengan pengetahuan dan aktivitas Allah di dalam dunia manusia (Kis. 17:24. 29 Pemikiran Yong terkait pendekatan pneumatologi religionum, khususnya dalam relasi terkait dengan dialog sosial antar umat beragama cukup menarik perhatian sehingga pendekatan teori pneumatologi tampak sangat relevan dalam konteks toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Mengomentari pandangan teologi Yong. Kritsno Saptenno menjelaskan AuYong mengungkapkan bahwa pendekatan pneumatologis dalam teologi agama-agama membuat orang-orang Kristen dapat beradaptasi dengan berbagai bentuk praktik hubungan antar iman dalam konteksnya. Argumen Yong didasarkan pada Roh Kudus yang ada dalam diri setiap orang menginspirasi untuk berjumpa sekalipun dengan praktik dan bahasa yang tidak selalu samaAy. 30 Yong Juga menekankan bahwa Roh Kudus memberikan kreativitas kepada orang orang dalam berbagai latar belakang iman untuk menghasilkan karya-karya kemajuan dalam ilmu pengetahuan yng dikerjakan oleh orang-orang di luar Kristen juga. Yong juga menghubungkan karya Roh Kudus sebagai Sang pemberi hidup atau kehidupan yang berimplikasi karya-Nya meliputi seluruh ciptaan yang beragam ini, termasuk di dalamnya orang-orang yang berasal dari berbagai latarbelakang agama dankepercayaan yang berbeda. Ay32 Stanley J. Samartha mengatakan AuGereja perlu memiliki kesadaran bahwa dirinya hidup dalam sebuah dunia yang plural secara religius. dan oleh karena itu teologi Kristen tidak boleh lagi berpusat sebatas dinding-dinding gereja saja . namun harus bergerak menyikapi terhadap konteks yang plural. Ay33 Samartha memberikan sikap penekanan pada soteriologi dan keselamatan bagi semua agama. Menurutnya bahwa Minggus M. Pranoto. Perikhoresis Sabda-Roh : Imajinasi AuDua TanganAy Allah Untuk Mendukung Kepemimpinan Perempuan (Semarang: eLSA, 2. Yong selanjutnya menyatakan bahwa memang ada pemahaman khusus di tulisan tabib Lukas yang disebut Kristologi-Roh, yang menghubungkan karya keselamatan Kristus dan karya keselamatan Roh Kudus melalui gereja (Kis. 2:17-. Namun demikian, perlu dicatat bahwa karya Roh Kudus melampaui tembok-tembok gereja. Kritsno Saptenno. AuPneumatologi Sebagai Dasar Hospitalitas Antar Agama Menurut Amos Yong,Ay Jurnal Teologi Kontekstual 1, no. Minggus Minarto Pranoto. AuPneumatologi Religionum Dalam Pemikiran Stanley J. Samartha Dan Amos Yong,Ay dalam Jurnal Abdiel 5, no. : 19. Ibid. Ibid. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi. Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 9, 2 . : 93-108 keselamatan manusia merupakan pusat dari perhatian semua agama-agama. AuSalvation is the central business of religion, salvation is what religion is all about. Ay34 Dalam konteks agama-agama, keselamatan tidak lagi hanya dimengerti sebagai monopoli suatu agama. Keunikan suatu agama tidak bisa ditafsirkan untuk menghapuskan keunikan agama lain. Menurut analisis Pranoto sebagai berikut: Perhatian Samartha terhadap pneumatologi religionum di latarbelakangi oleh kegelisahannya terhadap keadaan orang-orang Asia yang memprihatinkan dan putus asa yang berjuang untuk kehidupan ekonomi dan keadilan sosial, kebebasan, harga diri, penghargaan diri, kebebasan dari kebodohan, peperangan melawan kemiskinan dan wabah penyakit. Lebih lanjut Samartha menegaskan bahwa AuThis is why the demand for parity in the interreligious relationships and the struggle against all forms of exploitation converge in the quest for justice in society. Ay Kehadiran Roh Kudus bertiup sesuai keinginanNya dan bergerak secara misterius masuk dalam kehidupan para pemeluk iman agar mereka semua dapat berkontribusi dan berpartisipasi bersama mengatasi tragedi-tragedi penderitaan kehidupan rakyat Asia. Dialog Sosial dan Karya Roh Kudus Apakah Yong setuju bahwa Roh Kudus juga berkarya dalam kehidupan para pemeluk iman lainnya? Gultom menjelaskan pendapat Yong bahwa Yong menyimpulkan bahwa Roh Allah . alam Trinita. yang keberadaan-Nya adalah persekutuan dapat secara universal hadir pada semua orang, kebudayaan, dan tempat-tempat hingga tingkat mana komunitas ciptaan secara autentik dialami sebagai kesatuan dalam kepelbagaian dan kepelbagaian di dalam kesatuan. 37 Bagi Yong, karya Roh Kudus sangat luas dan tidak bisa dibatasi terkait soteriologi saja, akan tetapi Roh Kudus juga berkarya dalam keselamatan yang terkait dengan pribadi dan karya Yesus Kristus. Berangkat dari pengalaman dan perjumpaan dengan budaya dan agama lain dalam melaksanakan tugas misi khusus dalam konteks India. Samartha tampil sebagai penafsir terhadap gagasan sejarah dalam Hinduisme. Gagasan ini terungkap dalam pemikirannya yang mencoba menjelaskan bagaimana Hinduisme, khususnya Hinduisme modern, memahami gagasan tentang sejarah. Pada tahap selanjutnya ia menafsirkan Yesus Kristus dalam konteks India yang mayoritas Hindu dan bersifat majemuk. Pada titik inilah Samartha besikap sebagai teolog yang mendialogkan antara kekristenan dan Hinduisme serta agama-agama lain. Samartha mengambil kristologi sebagai titik tolak dalam Ibid. Qasim Mathar Moch. Sejarah Teologi Dan Etika Agama-Agama. Pranoto. AuPneumatologi Religionum Dalam Pemikiran Stanley J. Samartha Dan Amos Yong. Ayhal. Gultom. Teologi Misi Pentakostal: Isu-Isu Terpilih. Elianus Gea & Minggus Minarto Pranoto: Dialog Sosial di Klenteng Sam Poo Kong Kajian dari . pemikiran teologinya. Samartha memahami bahwa tugas utama gereja di India adalah mengkontekstualisasikan Yesus Kristus dalam usahanya mengakui dan menjelaskan pribadi dan pekerjaan-Nya. Ia mengatakan: One must note that putting Jesus Christ in an ochre robe or painting the child Jesus in blue or dressing Mary in a sari does not necessarily make them more at home in India. In India the task is neither one of Hinduising Christianity nor of Christianising Hinduism. The fundamental question before the Church in India is this: what does it mean to affirm in India today that Jesus Christ is Lord and Saviour?. Keprihatinan dan pergumulan yang dihadapi oleh Samartha ini secara khusus dalam kerangka berpikir yang dibingkai dalam kelompok Protestanisme. Ezra Nugroho menjelaskan juga bahwa: Samartha merasa telah mengabaikan berbagai refleksi yang menunjang mengenai hubungan antara Roh Kudus dengan umat beragama lainnya. Dia meyakini bahwa sejatinya tidak ada masalah apabila kekeristenan memperluas karya Roh Kudus Audi luar tembok gereja sebagai doktrin yang lebih inklusif mengenai Allah sendiriAy. Jelas bahwa fokus kepedulian teologi Samartha yaitu mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat di India saat ini. Ia mengusulkan suatu metode koneksi langsung antara pemikiran India dan Yesus Kristus. Samartha mengatakan bahwa AuThere is no reason why Semitic thought forms should be the norm for the ChurchAos theological enterprise for all time to come. It is not necessary for Indians to become Jews first before they can catch a glimpse of the fullness of ChristAy. Dari pendekatan kristologi menuju pendekatan pneumatologi. Samartha berusaha supaya pendekatan dengan agama-agama lain tetap dalam landasan teologi yang benar dan tidak berunjuk pada konflik antar agama. Pendekatan Samartha dalam tulisannya The Holy Spirit and People of Other FaithsAy dapat disarikan sebagai berikut: pertama, karya Roh Kudus dalam konteks doa. Doa berarti suatu usaha komunikasi yang ditujukan kepada Allah yang adalah Roh. Samartha berkata AuIf prayer to the Spirit is indeed prayer to God, then there should be theological confidence to affirm the present of the Spirit in the whole of creation including all humanity. Ay41 Kedua. Samartha lebih memilih simbol Stanley Jedediah Samartha. AuThe Hindu Response to the Unbound Christ,Ay Inter-religious dialogue series 6 . Ezra Nugroho. AuKajian Mengenai Pendekatan Pneumasentris Dalam Theologia Religionum Kristen Menurut Pemikiran Amos YongAy (STT Abdiel Ungaran, 2. Thio Christian Sulistio. AuEvaluasi Terhadap Teologi Pluralisme Agama Stanley SamarthaAy . Stanley J. Samartha. AuThe Holy Spirit and People of Other FaithsAy. The Ecumenical Review 42 Issue 3-4 (July-October 1. : 254. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi. Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 9, 2 . : 93-108 antropomorfis bagi Roh Kudus dalam bentuk feminin yang terkait peran-Nya yang diimajinasikan sebagai Ibu yang memberi kehidupan bagi semua ciptaan. dan para pemeluk iman yang beragam memiliki satu sumber kehidupan yang sama. 42 Ketiga, karya Roh Kudus yang meluas melebihi dinding Gereja dan terbuka bagi yang lainnya. Keempat. Roh Kudus sudah berkarya sejak dulu kala di Perjanjian Lama menuntun para nabi dan juga orang-orang saleh (Kristen dan lainny. sampai sekarang ini yang dapat menjadi dasarbagi dialog spiritualitas bersama. 44 Kelima. Roh Kudus tidak terikat karyaNya dengan pelayanan sakramen namun dapat memimpin orang-orang menghayati kehadiran-Nya meski mereka tidak terikat dengan Gereja namun hati mereka tertarik kepada keteladanan Yesus Kristus. 45 AuIs the Spirit totally absent in their lives? Is there an Auunbaptized koinoniaAy outside of the church which the church is reluctant to recognize?46, tanya Samartha secara mendalam. Pranoto menafsir pernyataan Samartha dengan mengatakan: Auorang-orang di luar Kristen mendapatkan karya Roh Kudus juga meski tidak terhubung dengan Yesus Kristus tapi terhubung dengan Kristus kosmik. Ay47 Keenam. Samartha meyakini bahwa Roh Kudus bergerak dan berkarya memimpin pembaruanpembaruan sekuler di bidang sosial, politik, ekonomi, seni, dan seterusnya yang emndatangkan transformasi bagi masyarakat. 48 Samartha dalam tulisan yang lain Hanya orang-orang yang memiliki komitmen yang kuat terhadap keyakinan mereka masing-masing, namun juga siap untuk berdialog dengan orang lain. Karena dialog lebih dari sekadar pertemuan komitmen. Komitmen melibatkan sebuah pesetujuan dan sebuah pertanyaan di dalam diri sendiri. Wilayah antara AoakuAo dan AoengkauAo antara AokitaAo dan AomerekaAo adalah wilayah hubungan pribadi antara orang-orang yang berbagi beban dan sukacita hidup di mana dialog yang tulus menuntut kerendahan hati dan cinta. Oleh karena itu, dialog adalah sebuah ekspresi iman dan tanda harapan. Karya Roh kudus menjadi landasan yang penting bagi Samartha untuk mendasari kerjasama, dan praksis bersama dalam menghasilkan kehidupan yang harmonis. Karya Roh Kudus dalam konteks agama-agama memberikan pengharapan untuk merawat dan menghadirkan kehidupan yang saling menghargai dan menghasilkan karya-karya yang Pranoto. AuPneumatologi Religionum, 9-10. Ibid. Ibid. Ibid. Samartha. AuThe Holy Spirit,Ay 254. Pranoto. AuPneumatologi Religionum, 11. Samartha. AuThe Holy SpiritAy, 257. Stanley Jedediah Samartha. Living Faiths and Ultimate Goals: Salvation and World Religions (Orbis Books, 1. Elianus Gea & Minggus Minarto Pranoto: Dialog Sosial di Klenteng Sam Poo Kong Kajian dari . mendukung bagi terciptanya relasi antar sesama yang berada dalam perdamaian, keadilan, cintakasih, dan kebenaran. Kesimpulan Studi yang merajut tinjauan dari perspektif sejarah, sosial, dan pneumatologi religionum ini memiliki implikasi untuk mendukung dialog sosial agar semakin kuat dan berujung menghasilkan praksis bersama dalam konteks relasi antar para pemeluk umat beragama, khususnya dalam konteks di klenteng Sam Poo Kong. Dialog sosial yang terus ditingkatkan intensitas dan kualitasnya akan berguna untuk mengatasi masalah-masalah sosial yang muncul karena disebabkan oleh kesalahpahaman, kecurigaan, kebencian, dan penghakiman terhadap iman beragama lain. Dialog sosial dapat mengarahkan dan menggerakan roda berpikir para pemeluk umat beragama untuk lebih mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam bingkai kehidupan sosial dan spiritual. Setiap agama mengajarkan hal yang baik kepada umatnya untuk memandang alam semesta, sesama dan terlebih kepada Tuhan. Dialog antar umat beragama semestinya tidak hanya pada tema-tema teologis, doktrin atau dialog dalam penanganan konlik-konflik yang sering terjadi, melainkan bagaimana tokoh-tokoh agama bergerak bersama-sama dalam suatu kegiatan sosial atau dialog kehidupan. Keterbatasan penelitian ini lebih pada tataran teoritis dan akan lebih baik lagi dikembangkan dalam konteks kehidupan yang riil. Oleh karena itu dibutuhkan penelitian yang lebih jauh lagi yang melibatkan tokoh-tokoh agama dan para umat berbagai agama untuk mengethaui harapan dan pemikiran mereka dalam usaha bersamanya menghidupi kehidupan bersama dalam kesadaran karya Roh Tuhan. Klenteng Sam Poo Kong adalah ikon perdamaian di kota Semarang. Hal ini dibuktikan adanya realitas sosial yang harmonisi serta kerukunan antar umat beragama dapat terwujud dan terealisasi sehingga tidak ada konflik, persekusi, antik simbol agama, dan lain-lain di masyarakat sekitar klenteng tersebut. Di lingkungan klenteng Sam Poo Kong kita bisa melihat kehadiran beragam budaya, pemeluk agama, sosial, karya seni, wisata, nilai-nilai sejarah, beragam jenis tarian, seni, kuliner, dan kegiatan-kegiatan lain yang menyatukan semua pihak dan lapisan masyarakat. Dari pendekatan pneumatologi religionum Yong dan Samartha, keduanya menelaah dan menjelaskan bahwa fenomena yang terjadi di klenteng Sam Poo Kong adalah tidak lepas dari peran kehadiran serta karya Roh Kudus. Roh Kudus bekerja secara kreatif dalam Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi. Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 9, 2 . : 93-108 pribadi setiap umat beragama. Roh Kudus hadir dalam setiap budaya, tradisi, dan dalam setiap komunitas umat ciptaan-Nya. Roh Kudus berperan menghadirkan kerukunan, kedamaian, keadilan, pembebasan serta menciptakan kerukunan bagi komunitas umat beragama yang berbeda-beda. Dari kedua pandangan dan pendekatan pneumatologi di atas telah menggambarkan dengan nyata bahwa Roh Kudus hadir dan berkarya secara universal untuk menciptakan keharmnonisan, kedamaian, cintan kasih, keadilan, dan kebenaran di kehidupan yang plural ini. Kepustakaan Aritonang. Jan S. Teologi-Teologi Kontemporer. BPK Gunung Mulia. Vol. JAKARTA, Aritonang. Jan S dan Antonius Eddy Kristiyanto. Kamus Gereja & Teologi Kristen. BPK Gunung Mulia, 2022. Atmodjo. Sebastian. Laksamana Cheng Ho: Jejak Damai Penjelajah Dunia. Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia. Yogyakarta, 2017. Awang. Azarudin. Khadijah Mohd Khambali, and others. AuDialog Agama Lwn Dialog Kehidupan: Membina Kefahaman Kehidupan Masyarakat Yang Berbeza Kepercayaan. Ay Jurnal Peradaban 5, no. : 1Ae22. Candra. Wawancara I Kepada Yayasan Sam Poo Kong Semarang. Semarang, 2022. Daya. Burhanuddin. Agama Dialogis. Mataram Minang Lintas Budaya. Yogyakarta, 2004. Gultom. Junifrius. Teologi Misi Pentakostal: Isu-Isu Terpilih. BPK Gunung Mulia, 2018. Hendropuspito. Sosiologi Agama. Yogyakarta: Kanisius, 2000. Hoekema. Alle G. AuKorban Dan Pendamaian. Studi Lintas Ilmu. Lintas Budaya. Dan Lintas Agama Mengenai Upaya Manusia Menghadapi Tantangan Terhadap Kehidupan Di Luar Kendalinya. Written by Emanuel Gerrit Singgih. Ay Exchange 50, 1 . : 99Ae101. Joko Subagyo. AuMetode Penelitian Dalam Teori Dan Praktek. Ay Rineka Cipta. Jakarta . Julianto. Edi Nurwahyu. AuSpirit Pluralisme Dalam Klenteng Sam Po Kong Semarang. Ay Jurnal The Messenger 7, no. : 36Ae41. Lokaprasidha. Pramesi. AuPerubahan Motif Wisata Pada Era Industri 4. 0 (Case Study: Sam Poo Kong Temple. Semaran. Ay Journal of Tourism and Creativity 4, no. : 21Ae30. Maarif. Samsul. Klenteng Sam Poo Khong. Sejarah Akulturasi Jejak Sang Laksamana. Nativeindonesia. Https://w. com/klenteng-sam-poo-kong/. AuSam Poo Kong. Ay Mardiatmadja. S J. AuBersatu Padu. Ay PT Kanisius, 2017. Ngelow. Zakaria J, and Ati Hildebrandt Rambe. AuTeologi Bencana: Pergumulan Iman Dalam Konteks Bencana Alam Dan Bencana Sosial. Ay Makassar: Oase Intim . Elianus Gea & Minggus Minarto Pranoto: Dialog Sosial di Klenteng Sam Poo Kong Kajian dari . Nugroho. Ezra. AuKajian Mengenai Pendekatan Pneumasentris Dalam Theologia Religionum Kristen Menurut Pemikiran Amos Yong. Ay Skripsi. STT Abdiel Ungaran. Pakpahan Binsar J. AuPerjalanan Semua Mendayung. Ay In Buku:2 65 Tahun Pdt. Dr. Einar Sitompul. UPI STT JAKARTA, 2014. Paul F. Knitter. Satu Bumi Banyak Agama: Dialog Multi Agama Dan Tanggujawab Global. 2010th ed. BPK Gunung Mulia, n. Prabhita. Maria Citra, and Elisa Christiana. AuKegiatan Keagamaan Dan Makna Keberadaan Kelenteng Tjoe Tik Kiong Pasuruan. Ay Century: Journal of Chinese Language. Literature and Culture 6, no. : 1Ae13. Pranoto. Minggus Minarto dkk. Melampaui Sekat: Pentakostalisme Dan Dialog Antar Agama. Sinode GIA. Sinode GIA, 2012. Pranoto. Minggus Minarto Perikhoresis Sabda-Roh (Imajinasi AuDua TanganAy Allah Untuk Kepentingan Feminis. Semarang: eLSA, 2018. ________________. AuPneumatologi Religionum Dalam Pemikiran Stanley J. Samartha Dan Amos Yong. Ay Jurnal Abdiel 5 no. : 1Ae26. Samartha. Stanley J. AuThe Hindu Response to the Unbound Christ. Ay Inter-religious Dialogue Series 6 . _______________. AuThe Holy Spirit and People of Other FaithsAy. The Ecumenical Review 42 Issue 3-4 (July-October 1. : 250 Ae 263. Qasim Mathar Moch. Sejarah Teologi Dan Etika Agama-Agama. Yogyakarta: interfidei. Safitri. Dian Maya. AuBelajar Nilai-Nilai Pluralisme Islam Jenderal Cheng Ho Melalui Sinkritismen Agama. Islam. Taoisme. Dan Budha Di Klenteng San Po KongAy . Saptenno. Kritsno. AuPneumatologi Sebagai Dasar Hospitalitas Antar Agama Menurut Amos Yong. Ay Jurnal Teologi Kontekstual 1, no. : 51Ae60. Sasongko. Michael Hari, and others. AuIdiom Musik Klasik Di Gereja Karismatik. Ay Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni 1, no. : 1Ae14. Schumann. Olaf H. Filsafat & Agama: Pendekatan Pada Ilmu-Ilmu Agama 2. BPK Gunung Mulia, 2018. Sugiharto. Bambang. Kebudayaan Dan Kondisi Post-Tradisi. 5th ed. Yogyakarta: PT Kanisius, 2019. Sulistio. Thio Christian. AuEvaluasi Terhadap Teologi Pluralisme Agama Stanley SamarthaAy . Sugiarto. Bernardus Ario Tejo. AuDialog Kehidupan Ibu Teresa Dalam Konteks Memoria Passionis Dan Pluralitas Agama Di India. Ay Jurnal Orientasi Baru 21, no. 79Ae92. Suliyati. Titiek. AuTradisi Feng Shui Pada Kelenteng Di Pecinan Semarang. Ay Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan 6, no. : 75Ae87. Tanggok. M Ikhsan. AuThe Traditions and Rituals of the Muslim People in Sam Poo Kong Temple (Kelenten. in Semarang. Central Java. Indonesia. Ay In ICONIST . 117Ae124. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi. Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 9, 2 . : 93-108 Wilhemus. Ola Rongan, and Prima Novaliasari. AuMembangun-Kerukunan Antarumat Beragama Di Madiun Melalui Dialog Kehidupan Dalam Terang Nostra AetateAy dalam JPAK 11, no. : 71Ae82. Yong. Amos. Au1. IntroductionAiSpirit. Science, and the Religions: Pneumatology and Philosophy of Nature in a Pluralistic World. Ay In The Cosmic Breath, 1Ae31. Brill, __________. Beyond the Impasse: Toward a Pneumatological Theology of Religion. Wipf and Stock Publishers, 2014. __________. The Spirit Poured out on All Flesh: Pentecostalism and the Possibility of Global Theology. Baker Academic, 2005.