BEGIBUNG: E-ISSN: 3025-7743 Vol. No. Nov. Hal. Jurnal Penelitian Multidisiplin DOI: https://doi. org/10. 62667/begibung. Homepage: https://berugakbaca. org/index. php/begibung ANALISIS KUALITAS AIR SUNGAI SINGINGI KECAMATAN SINGINGI SEBAGAI RANCANGAN E-BOOKLET PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN KELAS X Najla PutriAbriska Program Studi Pendidikan Biologi. Universitas Riau Informasi Artikel Sejarah Artikel: Diterima 6 Okt. Perbaikan 15 Nov. Disetujui 25 Nov. Kata Kunci: Kualitas Air. Pencemaran. EBooklet. Lingkungan ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air Sungai Singingi Kecamatan Singingi ditinjau dari parameter fisika, kimia, dan biologi serta mengembangkan rancangan e-booklet sebagai bahan ajar inovatif pada materi Perubahan Lingkungan kelas X. Penelitian dilakukan AprilAeJuni 2025 di tiga stasiun . ulu, tengah, hili. dengan metode deskriptif-kuantitatif dan uji laboratorium. Parameter fisik yang diamati meliputi suhu, bau, dan warna. parameter kimia meliputi pH. DO. BOD. COD. NHCE. Fe. Pb. dan parameter biologi meliputi Total Coliform dan E. Data dianalisis mengacu pada PP RI No. 22/2021 tentang Baku Mutu Air serta metode Indeks Pencemaran (IP). Hasil penelitian menunjukkan kualitas air di hulu relatif baik . elas IIAe. , sedangkan di tengah mengalami penurunan karena aktivitas perkebunan dan domestik, dan di hilir tercemar ringanAesedang akibat masuknya limbah sawit serta aktivitas PETI. Nilai pH berada pada rentang 5,8Ae6,4. DO menurun hingga 3,2 mg/L di hilir. BOD dan COD melebihi baku mutu, sedangkan kandungan Total Coliform mencapai > 000 MPN/100 mL di hilir. Hasil ini dimanfaatkan untuk menyusun rancangan e-booklet kontekstual berbasis potensi lokal. E-booklet divalidasi ahli materi dan media memperoleh kategori Ausangat validAy . kor > 3,. sehingga layak digunakan untuk menunjang pembelajaran Biologi. A 2025 BEGIBUNG *Surat ielektronik ipenulis: najla. putri6145@student. PENDAHULUAN Air sungai merupakan sumber daya alam DO, Sungai Singingi di Kabupaten Kuansing-Riau mengalami tekanan lingkungan Kualitas air sungai ditentukan oleh parameter akibat aktivitas penambangan emas ilegal fisika, kimia, dan biologi. Penurunan kualitas air (PETI), limbah pabrik kelapa sawit, pembukaan lahan sawit, serta limbah domestik. Aktivitas kesehatan masyarakat. Menurut PP RI No. tersebut memicu sedimentasi, peningkatan 22/2021, air kelas IIAeIV diperbolehkan untuk Page 7 perikanan, pertanian, hingga irigasi, sedangkan Penentuan stasiun pengamatan dilakukan untuk air minum memerlukan kualitas kelas I. secara Purposive Random Sampling yang Observasi awal menunjukkan warna air berubah artinya penentuan stasiun dilakukan dengan sekitar kawasan sungai yaitu aktivitas industri Dalam konteks pendidikan Biologi menggunakan tiga titik Stasiun yaitu bagian kaitannya dengan pencemaran air. Hasil kajian hulu tengah dan hilir kawasan sungai kecamatan lokal seperti kualitas Sungai Singingi dapat Singingi, setelah itu pada setiap stasiun diangkat menjadi sumber belajar kontekstual. ditentukan tiga titik Sampling secara acak. SMA, Perubahan Lingkungan Namun hasil wawancara di SMA Negri 1 Penelitian Lokasi pengambilan sampel dilakukan Singingi dan SMA Negri Pintar Provinsi Riau menunjukkan bahan ajar masih terbatas pada kecamatan Singingi. Penelitian ini dimulai pada buku paket dan PPT sehingga siswa kurang bulan April-Juni 2025. Pengambilan sampel mendapat contoh local. Penggunaan media e- dilakukan di sungai singingi desa Muara Lembu kecamatan Singingi pada tiga titik Sampling. menarik, dan dapat diakses melalui gawai siswa. Pengukuran kualitas air dilakukan melalui Penelitian pengujian secara in situ mencakup parameter menyatakan e-booklet fisik seperti suhu, bau dan warna, parameter efektif meningkatkan motivasi dan pemahaman kimia mencakup DO. Sementara itu, pengujian Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan secara ex situ mencakup parameter kimia untuk . menganalisis kualitas air Sungai meliputi PH. COD. BOD. Amoniak, besi, dan Singingi . Pengujian dilakukan di labolatorium menyusun rancangan e-booklet berbasis potensi kimia jurusan ilmu kelautan Universitas Riau lokal sebagai inovasi pembelajaran pada materi dan laboratrium bahan kontruksi dinas PUPR. Rachmawati, 2. (Hoiroh, fisika-kimia-biologi. Muara Lembu Perubahan Lingkungan. Alat dan Bahan: water sampler, pH- METODE PENELITIAN DO-meter/Winkler, termometer, botol Penelitian ini termasuk jenis penelitian descriptive kuantitatif, di mana penelitian dilakukan melalui Pengambilan sampel di lapangan dengan pengujian labolatorium untuk menentukan analisis kualitas air singingi kecamatan Singingi dan disajikan melalui data BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin sampel, cool-box, erlenmeyer, buret. SSA (Spektrofotometer Serapan Ato. , dan lainlain. MnSOCE. NaOH-KI. HCCSOCE, amilum. Natiosulfat 0,025 N. HNOCE, larutan penjerap NHCE. Page 8 Proosedur Penelitian: - Fisik : suhu (AC), . Ebooklet. Modul ajar disusun dengan mengacu . pada prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dan - Kimia : pH. DO (Winkle. BOD . ji menerapkan model pembelajaran Discovery iodometr. COD . efluks KcrCCOCN). NHCE. Fe & Learning (DL), berfokus pada penemuan konsep atau prinsip oleh peserta didik secara mandiri (SSA) - Biologi : Total Coliform & E. coli dengan melalui eksplorasi dan penyelidikan. metode MPN 3-tabung. Analisis Data: Kualitas Tahap Development (Pengembanga. air dibandingkan dengan baku mutu PP RI No. Peneliti mengembangkan produk berupa E- 22/2021 . elas I-IV). Status mutu air ditentukan booklet yang disusun dengan bantuan Canva. memakai Indeks Pencemaran (IP). Produk Pada dirancang untuk memfasilitasi pembelajaran, menggunakan model ADDIE (Analysis. Design, tetapi juga melalui tahapan uji kelayakan untuk Development. Implementation and Evaluatio. memastikan bahwa Ebooklet tersebut efektif Yang disederhanakan menjadi tahap Analysis, dan layak digunakan. Untuk memvalidasi draft Design. Development. Tahap Analysis E-booklet, digunakan lembar validasi. Lembar (Analisi. Tahapan yang pertama yaitu tahapan validasi yang digunakan ada 2 yaitu lembar analyze . Pada tahap ini hal yang perlu validasi ahli materi dan lembar validasi ahli dianalisis yaitu analisis kurikulum. Analisis Indikator yang akan dinilai oleh validator kurikulum dilakukan agar dapat mengetahui ahli materi yaitu aspek kelayakan isi, aspek materi yang akan dikembangkan dalam bahan kebahasaan dan aspek pemelajaran. Sedangkan, ajar, yang dalam hal ini materi yang akan indikator yang akan dinilai oleh validator ahli dikembangkan yaitu klasifikasi mahkluk hidup media yaitu ukuran E-booklet isi, bahasa, dan SMA pada keanekaragaman hayati di kelas X tampilan E-booklet. Setelah melakukan validasi. SMA. Pada tahap ini juga dianalisis capaian data kemudian dilakukan analisis. Teknik pembelajaran yang digunakan yang disesuaikan dengan mata pelajaran biologi SMA Fase E. deskriptif, dengan cara menghitung skor dari Selain itu, tujuan pembelajaran juga di analisis pada bagian ini. menentukan validitas draft E-Booklet. Aspek Tahap Design (Desai. Pada tahap ini, validasi dibuat dalam bentuk skala penilaian E-booklet dirancang menggunakan Pdf. Proses dengan jenis skala likert skor 1-4. Adapun perancangan melibatkan beberapa komponen pengkategorian penialian dapat dilihat pada penting, di antaranya rancangan ATP (Alur tabel 1 berikut : Tujuan Pembelajara. BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Page 9 Tabel 1. Skor Penilaian E-booklet stasiun i pada bagian hilir sungai sebesar 29,2EE. Skor Penilaian Kriteria SS : Sangat setuju S : Setuju sungai pada 3 stasiun dengan 9 titik sampel di KS : Kurang setuju sungai singingi terlihat bahwa nilai pH pada TS : Tidak setuju masing-masing stasiun yaitu 4-7. Nilai pH Hasil pengukuran faktor kimia kualitas Sumber : (Haini et al. , 2. terendah diantara 3 stasiun yaitu terdapat pada Hasil validasi oleh validator dihitung melalui stasiun II dan i memiliki nilai pH yang sama rumus berikut : yaitu sebesar 4, sedangkan pH tertinggi terdapat M = (OcF. /N pada stasiun I hulu sungai yaitu sebesar 7. Keterangan : Kriteria kualitas air berdasarkan Peraturan M = Rata-rata skor penilaian Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Fx = Skor yang diperoleh Tahun N = Jumlah komponen yang divalidasi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Kriteria dalam pengambilan keputusan validasi Hidup pada kelas i pada tabel menunjukkan draft E-booklet dapat dilihat Kriteria Validasi E- nilai baku mutu parameter kimia, pH memiliki nilai baku mutu 6 mg/L. DO (Dissolved Oxyge. 3, 25 < (Sangat Vali. memiliki nilai normal pada perairan yaitu 3 < 4,00 2,50 O (Vali. BOD (Biologycal Oxygen Deman. kelas < 2,50 1,00 < (Kurang Vali. i yang diatur senilai 6 mg/L. COD (Chemycal < 1,75 (Tidak vali. Oxygen Deman. memiliki nilai baku mutu 40 Sumber : (Suigoyono, 2. Tentang Penyelenggaraan mg/L pada kelas i. Nilai logam berat besi dan timbal di dalam perairan normal yaiutu 0,03 HASIL DAN PEMBAHASAN Kualitas Air Sungai Singingi: Hasil mg/L dan 0,03 mg/L. Sedangkan pada perairan nilai normal amonia berkisar pada 0,5 mg/L. pengukuran parameter fisika kualitas sungai Nilai DO atau oksigen terlarut di sungai pada 3 stasiun dengan 9 titik sampel di sungai singingi yaitu berkisar antara 2,10-4,2 ppm. Singingi terlihat pada setiap stasiun suhu Nilai DO tertinggi diatara tiga stasiun uji berkisar antara 27-29EE. Suhu terendah dari tiga terdapat pada stasiun I terletak pada hulu sungai stasiun yang diteliti terdapat pada stasiun I pada yang jauh dari aktivitas penduduk yaitu sebesar bagian hulu sungai sebesar 27,62EE sedangkan 4,2 ppm. Sedangkan nilai DO terendah diantara suhu tertinggi dari ketiga stasiun terdapat pada tiga stasiun terdapat pada stasiun i terletak pada hilir sungai yang merupakan daerah BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Page 10 akumulasi beban pencemaran dengan nilai DO terendah dari ketiga stasiun uji terdapat pada sebesar 2,10 ppm. Nilai hasil perhitungan stasiun I yang berkisar 0,72 mg/L yaitu di hulu kandungan DO (Dissolved Oxyge. di tiga sungai, sedangkan kandungan logam tertinggi stasiun aliran sungai singingi tergolong kategori dari ketiga stasiun uji terdapat pada stasiun i rendah akan oksigen terlarut. yang berkisar antara 0,90 mg/L di hilir sungai. Secara umum nilai BOD pada setiap Pada stasiun berkisar antara 4,35-8,16 mg/L. Nilai kandungan logam timbal (P. memiliki nilai BOD terendah ada pada ketiga stasiun uji yang sama yaitu 0,02 mg/L. yaitu stasiun I pada hulu sungai sebesar 4,32 Hasil pengukuran faktor biologi kualitas mg/L, sedangkan nilai BOD tertinggi diantara sungai pada ketiga stasiun dengan 9 titik sampel ketiga stasiun uji yaitu pada stasiun i yaitu pada hilir sungai sebesar 8,16 mg/L. konsentrasi Total Coliform di sungai singingi COD (Chemycal Oxygen Deman. yang berkisar antara 520-2. 620 MPN/100 mL. secara umum pada setiap stasiun berkisar antara Konsentrasi teredah dari ketiga stasiun uji yaitu 57,12-80,24 mg/L. Kandungan COD terendah pada stasiun I di hulu sungai sebesar 520 mpn/L, dari ketiga stasiun uji terdapat pada stasiun i sedangkan konsentrasi tertinggi dari ketiga yaitu hilir sungai berkisar antara 57,12 mg/L stasiun uji yaitu pada stasiun i berkisar antara yang merupakan daerah perkebunan dan PETI. 60 MPN/ 100 mL dimana kawasan dengan kandungan COD tertinggi diantara ketiga stasiun uji yaitu stasiun II yaitu daerah tengah perkebunan dan PETI. Kriteria kualitas air sungai sebesar 80,24 mg/L. Pada keseluruhan stasiun nilai NHCE Peraturan Pemerintah Republik Indonesia berkisar antara 0,34-0,54 mg/L. Kandungan Nomor 22 tahun 2021 pada kelas i, bahwa NHCE terendah diantara ketiga stasiun uji yaitu salah satu parameter biologi yang dapat pada stasiun I daerah hulu sungai sebesar 0,34 dijadikan baku mutu terhadap kualitas perairan mg/L, sedangkan kandungan NHCE tertinggi adalah total koliform dengan nilai baku mutu diantara ketiga stasiun uji yaitu pada stasiun i 000 MPN per 100 mL. sebesar 0,54 mg/L yang merupakan daerah hilir Hasil analisis kualitas perairan sungai Kandungan logam berat yang terdapat sini terhadap faktor fisika, kimia dan biologi pada sungai sigingi yaitu logam besi (F. menggunakan metode indeks pencemaran (IP) berkisar antara 0,72-0,90 mg/L serta nilai logam di ketiga stasiun pengambilan sampel sungai timbal (P. yaitu < 0,02 pada setiap stasiun di Singingi berdasarkan indeks pencemaran (IP) pada stasiun I. II dan i termasuk dalam Kandungan BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Page 11 kategori tercemar ringan. Adapun nilai indeks Perancangan LingkunganAy pencemaran sungai sini berkisar antara 1,84- pembelajaran fase E semester genap kelas X 2,26. Hasil perhitungan indeks pencemaran SMA dengan tujuan pembelajaran mengetahui tertinggi terdapat pada stasiun i yang merupakan daerah hilir sungai singingi ini dengan nilai IP 2,26. Perhitungan indeks penanganan limbah. Hasil penelitian dengan pencemaran sungai Singingi dilakukan di tiga materi pokok Auperubahan dan pencemaran stasiun dengan 9. Pengambilan sampel dengan lingkunganAy dan pada bab Aukeanekaragaman menggunakan tiga parameter terhadap kualitas makhluk hidup, peranan, dan interaksi di alamAy perairan yaitu fisika, kimia dan biologi. Baku memiliki keterkaitan yaitu sumber pencemaran mutu yang digunakan mengacu pada kriteria mutu air kelas i pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2021 Penggunaan media pembelajaran e-booklet pada tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan pertemuan 1 materi pencemaran lingkungan. Pengelolaan Lingkungan Hidup Media Pengembangan E-Booklet Pada Materi dikembangkan di dalam melengkapi strategi Perubahan Lingkungan Kelas X: 1. Analysis pembelajaran biologi kelas X adalah e-booklet. Tahap analisis adalah tahap dimana peneliti Hasil Analisis dijadikan sebagai acuan dalam rancangan e- booklet pada materi pencemaran lingkungan. dengan telaah kurikulum yang pada saat ini booklet ini dirancang untuk dijadikan sebagai sudah digunakan kurikulum merdeka. Setelah itu, meangalisis capaian pembelajaran untuk terpenuhinya tujuan pembelajaran yang ingin dikembangkan berdasarkan hasil penelitian menjadi rancangan E-booklet. Pada tahap dirancang dengan sistematis dan dikemas pertama, menganalisis capaian pembelajaran dengan menarik akan membuat siswa menjadi pada mata pelajaran Biologi SMA Fase E, tertarik untuk mengikuti arahan dari guru dan e- setelah itu, dilakukan analisis terhadap tujuan booklet tersebut. Sehingga mampu memperkaya pembelajaran sehingga capaian pembelajaran wawasan siswa dan mempermudah siswa dalam dapat dicapai. Dari hasil analisis terdapat satu memahami materi pencemaran lingkungan di dalam tujuan pembelajaran. Dengan e-booklet rancangan bahan ajar yang sesuai dengan hasil Berdasarkan analisis potensi, materi penelitian yaitu materi pokok AuPerubahan dan pokok yang sesuai dengan hasil penelitian pada BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Page 12 kurikulum diharapkan mampu meningkatkan kreativitas perubahan dan pencemaran lingkungan pada dari siswa, mendorong siswa menjadi lebih aktif Materi yang dikembangkan pada e- di dalam proses pembelajaran. Rencana cana booklet ini sesuai dengan hasil penelitian adalah perangkat pembelajaran pada bab perubahan materi pencemaran lingkungan salah satunya lingkungan dibagi menjadi 4 pertemuan. Perancangan E-Booklet: Setelah dilakukan disebabkan oleh bahan pencemaran baik bahan analisis dari CP dan TP serta rancangan RPP. pencemaran degradable dan pencemaran logam Selanjutnya rancangan e-booklet berbasis model berat Fe dan Pb merupakan bahan pencemaran pembelajaran PBL (Project Based Learnin. non degradable. perancangan e-booklet pada booklet akan disesuaikan dengan sintak dari materi pencemaran lingkungan terbagi menjadi PBL dua tahap yaitu: 1. Perancangan modul ajar mengorganisasikan peserta didik, membimbing Sebelum merancang modul ajar terlebih dahulu penyelidikan, mengembangkan dan menyajikan merancang konsep materi yang berkaitan hasil karya serta menganalisis dan mengevaluasi dengan fakta dan data yang diperoleh dari hasil proses pemecahan masalah. Rancangan e- Kemudian pembelajaran yang harus dicapai peserta didik. modifikasi Artiko . Materi yang dipilih sebagai materi dalam merancang e-booklet adalah materi pencemaran Judul Judul dari booklet ini adalah Kualitas Modul ajar yang dirancang akan Perairan Sungai Singingi berdasarkan Aspek (Project Based Fisika. Kimia, dan Biologi. pembelajaran ini Pendahuluan Pendahuluan Learnin. Model PBL bentuk pemberian masalah yang memiliki konteks dengan dunia nyata, pembelajaran berkelompok aktif, merumuskan masalah dan nantinya akan dilaksanakan oleh siswa. Menurut Rusman . 0: . model pembelajaran PBL (Problem Based Learnin. pembelajaran yang menitik berat kan pada kegiatan pemecahan masalah. Pembelajaran BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin e-booklet penjelasan tentang materi atau topik tentang pencemaran lingkungan secara umum. Pada bagian ini memuat sebuah wacana yang dapat mengajak peserta didik ke dalam suatu topik pembelajaran baik berupa suatu permasalahan atau suatu fenomena yang akan dibahas di dalam pembelajaran dengan melihat media e-booklet Isi Bagian isi booklet sesuai dengan tujuan PBL Page 13 ATP Dan bagian isi booklet juga telah Tahun disesuaikan dengan data hasil penelitian. Dalam indikator pencemar seperti total coliform dan E. isi booklet memuat sumber, bahan dan kasus coli ditemukan pada beberapa titik sampling, pencemaran lingkungan. yang menunjukkan pencemaran biologi ringan Aktivitas pembelajaran Bagian aktivitas pembelajaran, siswa hingga sedang. Status mutu air pada ketiga mengamati data kualitas air sungai Singingi dan mengaitkan dengan perubahan lingkungan. Selanjutnya, siswa membuat poster atau video kampanye yang bertema AuJaga Sungaimu. Jaga Hidupmu!Ay sebagai aksi menjaga kualitas air sungai dan membagikannya secara daring. Penutup Bagian Secara pencemaran (IP) menurut KepMen LH No. Tahun 2003 dikategorikan sebagai tercemar ringan hingga sedang, tergantung lokasi dan parameter dominan yang terdeteksi. Hasil penelitian digunakan untuk menyusun e-booklet pengembangan ADDIE . nalisis dan desai. Produk ini divalidasi oleh ahli materi dan ahli kesimpulan dari hasil penelitian secara singkat, padat dan jelas. Daftar f. Daftar pustaka media dengan skor rata-rata 91% dan dinyatakan AuSangat LayakAy sebagai bahan ajar. SARAN Pada bagian ini memuat tentang sumber Melalui analisis kualitas air sungai data dari isi booklet serta referensi referensi singing disarankan untuk memperluas cakupan lokasi pengambilan sampel serta menambahkan diharapkan akan selalu mempermudah siswa uji parameter biologis lainnya seperti plankton dalam mencari sumber belajar. atau makroinvertebrata agar hasil penelitian Melalui lebih komprehensif. Untuk guru dan pendidik. KESIMPULAN Kualitas air Sungai Singingi berdasarkan penggunaan media e-booklet dapat dijadikan menunjukkan adanya indikasi pencemaran. pembelajaran kontekstual berbasis masalah. Secara fisika, parameter suhu, warna, dan bau terutama pada tema perubahan lingkungan menunjukkan perbedaan yang signifikan antar stasiun, terutama pada bagian hilir sungai. Secara kimia, terdapat kandungan logam berat pertimbangan dalam pengambilan kebijakan seperti Fe dan Pb yang melebihi ambang batas terkait perlindungan kualitas air sungai di baku mutu air kelas i berdasarkan PP No. BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Untuk Singingi. Page 14 aktivitas masyarakat dan industri di sekitar Rachmawati, daerah aliran sungai. Pengaruh Media Interaktif E-Booklet terhadap Motivasi Belajar Siswa. Edubiotik. DAFTAR PUSTAKA