Gunawan dan Sufiyati: Pengaruh Profitability. Liquidity. Net Working Capital. Dan A PENGARUH PROFITABILITY. LIQUIDITY. NET WORKING CAPITAL. DAN GROWTH OPPORTUNITY TERHADAP CASH HOLDING PADA PERUSAHAAN CONSUMER NON-CYCLICALS Chairull Noval Gunawan* dan Sufiyati Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara Jakarta *Email: chairull. 125190266@stu. Abstract: This article outlines a study that looked at the impact of profitability, liquidity, net working capital, and growth opportunity on cash holdings in consumer non-cyclical The quantitative descriptive research method was applied in this study. The data used consists of yearly financial reports from consumer non-cyclical enterprises, which provide detailed information about the variables under consideration. Consumer non-cyclical companies listed on the Indonesia Stock Exchange between 2020 and 2022 are the research subjects. The testing using the F-test reveals that profitability, liquidity, net working capital, and growth opportunity collectively have a significant influence on cash holding. The t-test results indicate that profitability and net working capital are factors that positively and significantly affect cash holding, while liquidity and growth opportunity do not have a significant influence on cash holding. Keywords: Profitability. Liquidity. Net Working Capital. Growth Opportunity. Cash Holding Abstrak: Artikel ini berfokus pada penelitian profitability, liquidity, net working capital, dan growth opportunity terhadap cash holding pada perusahaan consumer non-cyclicals. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah perusahaan consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2022. Pengujian yang dilakukan dengan Uji-F menunjukkan bahwa profitability, liquidity, net working capital, dan growth opportunity memiliki dampak yang signifikan terhadap cash holding. Pengujian dengan Uji-t menunjukkan bahwa profitability dan net working capital merupakan faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding, sedangkan liquidity dan growth opportunity tidak berpengaruh signifikan terhadap cash holding. Kata kunci: Profitability. Liquidity. Net Working Capital. Growth Opportunity. Cash Holding Pendahuluan Seluruh perusahaan memiliki tujuan yang beragam. Secara umum, tujuan perusahaan adalah untuk mencapai keuntungan yang meningkat setiap periode guna memberikan Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1083-1094 Gunawan dan Sufiyati: Pengaruh Profitability. Liquidity. Net Working Capital. Dan A keuntungan kepada pemegang saham dan karyawan. Salah satu aset yang paling mudah dicairkan yang dimiliki perusahaan adalah uang tunai, yang dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban operasional dan keuangan perusahaan. Cash holding, yaitu uang tunai atau aset likuid yang dipegang, menjadi komponen penting dalam kegiatan perusahaan dan dapat digunakan untuk pembiayaan dalam situasi ekonomi yang lemah. Kebijakan cash holding dapat memiliki efek positif dan negatif bagi perusahaan. Manajer keuangan perlu mengatur cash holding agar tidak terlalu sedikit atau terlalu banyak, dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi Setiap perusahaan memiliki tujuan yang berbeda dalam melakukan cash holding, termasuk untuk transaksi, menghindari risiko, dan berspekulasi. Faktor-faktor seperti profitability, liquidity, net working capital, dan growth opportunity dapat mempengaruhi cash holding perusahaan. Profitability memperlihatkan kemampuan manajemen keuangan dalam memanfaatkan aset perusahaan untuk meningkatkan profit perusahaan. Tingkat cash holding dipengaruhi oleh laba yang dihasilkan, hal ini menyebabkan perusahaan dapat memiliki uang yang cukup untuk disimpan. Profitabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki simpanan tunai yang memadai. Jumlah cash holding dipengaruhi oleh profitabilitas yang dihasilkan, sehingga perusahaan dapat memiliki tunai yang mencukupi untuk disimpan. Liqiudity memperlihatkan kemampuan perusahaan untuk membiayai utang jangka pendeknya, sehingga tingkat likuiditas yang tinggi menunjukkan ketersediaan dana yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Perusahaan dengan likuiditas yang tinggi akan memiliki jumlah cash holding yang mencukupi. Penelitian sebelumnya juga memberikan hasil yang beragam terkait pengaruh likuiditas terhadap cash holding. Penelitian Elnathan dan Susanto . menunjukkan bahwa likuiditas dapat menimbulkan pengaruh positif yang signifikan terhadap simpanan kas. Namun, studi He dan Louw . menunjukkan bahwa likuiditas tidak berperan dalam hal kepemilikan Net Working Capital merupakan bagian dari aset lancar yang dapat digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan. Tingkat net working capital bersih yang tinggi menunjukkan jumlah kas yang dimiliki perusahaan dan akan meningkatkan cash Penelitian sebelumnya menghasilkan temuan yang berbeda terkait pengaruh net working capital terhadap cash holding. Dari beberapa penelitian yang dibandingkan, penelitian Wulandari & Setiawan . dan Suherman . menunjukkan bahwa net working capital berpengaruh positif signifikan terhadap likuiditas. Berbeda halnya pada sebuah studi oleh Hengsaputri dan Bangun . menunjukkan bahwa net working capital tidak berpengaruh dalam hal cash holding. Growth Opportunity merupakan sebuah peluang bagi perusahaan untuk tumbuh di masa yang akan datang. Sumber kas yang cukup diperlukan bagi perusahan yang memerlukan biaya operasional untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis Stefani dan Ekadjaja . Perusahaan tentunya membutuhkan kas untuk mendukung peluang Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1083-1094 Gunawan dan Sufiyati: Pengaruh Profitability. Liquidity. Net Working Capital. Dan A pertumbuhan tersebut, sehingga cash holding perusahaan dapat meningkat. Penelitian sebelumnya juga memberikan hasil yang tidak konsisten terkait pengaruh growth opportunity terhadap cash holding. Studi Sumartha dan Tjakrawala . menunjukkan bahwa growth opportunity berpengaruh positif signifikan terhadap cash holding. Namun, pada studi Levina dan Sha . menunjukkan hasil bahwa growth opportunity tidak penting dalam hal fasilitas moneter. Kajian Teori Teori agensi. Menurut Scoot . , teori agensi adalah tentang hubungan antara principal . emilik perusahaa. dan agent . anajer perusahaa. di mana kepentingan keduanya dapat bertentangan. Manajer memiliki wewenang penuh dalam mengelola perusahaan, sementara pemegang saham memiliki keterbatasan dalam memantau kinerja manajer Angkawidjaja dan Rasyid . Hal ini seringkali menyebabkan konflik antara manajer dan pemegang saham. Teori agensi juga membahas biaya agensi, yang meliputi biaya pengawasan oleh pemegang saham, biaya yang dikeluarkan oleh manajer untuk memenuhi keinginan pemegang saham, dan kerugian yang timbul akibat keterbatasan kewenangan pemegang saham (Scott, 2. Dalam praktiknya, manajer seringkali memanfaatkan kas perusahaan untuk kepentingan mereka sendiri, yang merugikan pemegang saham. Perlu adanya hubungan baik antara manajer dengan para pemegang saham agar tidak terjadi perbedaan kepentingan yang dapat memengaruhi hasil kinerja, sehingga perusahaan dapat memperoleh laba yang maksimal. Cash holding. merupakan cadangan kas atau jumlah uang tunai yang dipegang oleh perusahaan untuk digunakan dalam keperluan pembayaran dan pembiayaan (Liestyasih dan Wiagustini, 2. Keynes . dalam Sari & Zoraya . menjelaskan bahwa terdapat beberapa keuntungan dari memegang kas . ash holdin. Pertama, perusahaan dapat menghemat biaya transaksi, dan jika perusahaan membutuhkan uang kas maka tidak perlu melikuidasi aset perusahaan. Kedua, jika perusahaan mengalami kesulitan untuk mendapatkan sumber pembiayaan diluar kas. Ketiga, memiliki kas sangat berguna untuk digunakan sebagai sumber pembiayaan saat terjadinya kelangkaan sumber dana di pasar modal. Cash holding juga berfungsi sebagai cadangan kas untuk menghadapi situasi perekonomian yang tidak terduga. Jumlah cash holding yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengatasi masalah keuangan dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi. Dengan demikian, perusahaan yang memiliki cash holding yang cukup akan mampu meningkatkan kinerja dan memaksimalkan keuntungan yang Profitability. Menurut Sartono . Profitability adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam periode tertentu melalui pengelolaan yang efisien terhadap aset yang dimiliki. Pengukuran umum yang digunakan untuk mengukur profitabilitas adalah Return on Asset (ROA), yang menggambarkan efisiensi penggunaan aset perusahaan (Kasmir, 2. Semakin tinggi tingkat profitabilitas, semakin mampu perusahaan dalam mengelola aset dengan baik maksimal Sufiyati, et al . Profitabilitas yang baik juga dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi pada perusahaan, yang akan berdampak positif pada jumlah cash holding yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan demikian, tingkat profitabilitas perusahaan memiliki pengaruh terhadap cash holding perusahaan. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1083-1094 Gunawan dan Sufiyati: Pengaruh Profitability. Liquidity. Net Working Capital. Dan A Liquidity. adalah sebuah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya (Hanafi dan Halim, 2014, dalam Rahman, 2. Rasio likuiditas menggambarkan sejauh mana perusahaan mampu memenuhi utang jangka pendek dengan menggunakan aset yang telah dimanfaatkan secara maksimal (Kasmir, 2. Standar yang umum digunakan untuk rasio likuiditas adalah rasio lancar sebesar 200%, meskipun benchmark dapat bervariasi tergantung pada industri dan perusahaan sejenis. Secara keseluruhan, semakin banyak kas yang dimiliki oleh perusahaan, semakin tinggi pula tingkat likuiditas dan jumlah cash holding yang dimiliki perusahaan (Rahman 2. Dengan demikian, likuiditas perusahaan memiliki pengaruh terhadap cash holding perusahaan. Net working capital. Net working capital dapat didefinisikan sebagai selisih antara aset lancar perusahaan dan kewajiban lancarnya, yang mencerminkan likuiditas dan kemampuan perusahaan dalam melunasi hutang jangka pendek (Boriyi & Kruja, 2. Ini berarti bahwa net working capital dapat dianggap sebagai modal kerja bersih yang dapat diubah menjadi kas atau uang tunai untuk membiayai kegiatan operasional dan finansial perusahaan. Net working capital juga dapat berfungsi sebagai indikator likuiditas dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Dalam beberapa kasus, net working capital dapat berperan sebagai pengganti uang tunai, seperti dalam situasi di mana piutang dapat dijual atau disekuritisasi untuk diubah menjadi kas Dengan memiliki net working capital yang mencukupi, perusahaan dapat menjaga stabilitas dan menghadapi masalah yang mungkin timbul dalam kegiatan usahanya (Angkawidjaja dan Rasyid, 2. Growth opportunity. Growth opportunity merujuk pada peluang atau kesempatan bagi suatu perusahaan untuk tumbuh dan berkembang. Menurut Saputri dan Kuswardono . growth opportunity melibatkan tingkat kemungkinan pertumbuhan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari investasi atau kegiatan usaha yang menguntungkan di masa depan. Perusahaan yang mengalami pertumbuhan yang tinggi cenderung menggunakan kas atau aset likuid sebagai bentuk asuransi untuk mengantisipasi kemungkinan masalah pembiayaan yang muncul tiba-tiba (Soraya, 2. Tingkat pertumbuhan yang tinggi sangat diinginkan oleh investor karena berpotensi meningkatkan return investasi dengan hasil yang baik. Dengan demikian, growth opportunity adalah faktor penting yang dapat mempengaruhi jumlah cash holding Tingkat pertumbuhan yang tinggi dapat meningkatkan kepercayaan investor dan menghasilkan dana yang lebih besar, yang pada gilirannya akan memengaruhi jumlah cash holding perusahaan. Kaitan Antar Variabel Hubungan Antara Profitability Terhadap Cash Holding: Hubungan antara profitability dan cash holding perusahaan adalah positif, yang berarti bahwa tingkat profitabilitas yang tinggi menunjukkan kinerja perusahaan yang baik dan kemampuan dalam menghasilkan laba maksimal. Dengan adanya laba yang tinggi, perusahaan akan memiliki lebih banyak uang tunai, sehingga jumlah cash holding perusahaan akan meningkat (Saputri dan Kuswardono, 2. Hubungan Antara Liquidity Terhadap Cash Holding: Hubungan antara likuiditas dan cash holding perusahaan adalah positif, yang berarti bahwa tingkat likuiditas yang tinggi akan berdampak positif pada jumlah cash holding yang dimiliki perusahaan Shabbir. He, dan Louw . Tingkat likuiditas yang tinggi menunjukkan bahwa Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1083-1094 Gunawan dan Sufiyati: Pengaruh Profitability. Liquidity. Net Working Capital. Dan A perusahaan memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset yang mudah dicairkan. Namun, perlu dicatat bahwa meskipun likuiditas yang tinggi berdampak pada peningkatan jumlah cash holding perusahaan, hal ini tidak menjamin peningkatan keuntungan perusahaan secara langsung. Hubungan Antara Net Working Capital Terhadap Cash Holding: Net working capital memiliki korelasi positif dengan cash holding perusahaan (Suherman, 2. Semakin tinggi nilai net working capital, semakin besar jumlah kas yang dimiliki oleh Net working capital dapat juga dijadikan sebagai pengukur likuiditas dan beberapa kapasitas maupun kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Hubungan Antara Growth opportunity Terhadap Cash Holding: Growth opportunity memiliki korelasi positif dengan jumlah cash holding perusahaan (Wahyudi. Tingkat pertumbuhan yang tinggi mampu menarik minat investor dan menghasilkan pendanaan yang lebih besar bagi perusahaan. Kepercayaan investor dan peningkatan pendanaan akan berdampak pada peningkatan jumlah cash holding Gambar 1. Model dan Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H1: Profitability berpengaruh positif signifikan terhadap cash holding H2: Liquidity berpengaruh positif signifikan terhadap cash holding H3: Net Working Capital berpengaruh positif signifikan terhadap cash holding H4: Growth Opportunity berpengaruh positif signifikan terhadap cash holding Metodologi Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data Laporan tahunan perusahaan yang memuat informasi lengkap tentang variabel penelitian digunakan sebagai sampel. Subyek penelitian ini adalah perusahaan consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022 melalui website resmi . atau website perusahaan terkait. Variabel independen penelitian ini adalah profitability, liquidity, net working capital dan growth opportunity. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah cash holding. Dalam penelitian ini, teknik purposive sampling digunakan untuk memilih sampel. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1083-1094 Gunawan dan Sufiyati: Pengaruh Profitability. Liquidity. Net Working Capital. Dan A Tabel 1. Ringkasan Operasional Variabel Variabel Cash Holding (Y) Profitabilitas (X. Pengukuran CH = ROA = Liquidity (X. Net Working Capital (X. Growth opportunity (X. Skala Rasio Rasio Rasio Rasio SG = Rasio Hasil Uji Statistik dan Kesimpulan Hasil pengujian tersebut menunjukkan profitability (X. memiliki nilai Minimum . ilai terenda. dari profitability (X. 2082, yang diperoleh dari perusahaan Martiba Barto Tbk. (MBTO) pada tahun 2021. Maximum . ilai tertingg. dari profitability (X. 3489, yang diperoleh dari perusahaan Unilever Indonesia Tbk. Mean . Martiba Barto Tbk. (MBTO) pada tahun 2021. Standar deviasi . ilai simpang bak. dari profitability (X. Hasil pengujian tersebut menunjukkan liquidity (X. memiliki nilai Minimum . ilai terenda. dari liquidity (X. 3219, yang diperoleh dari perusahaan Jaya Agra Wattie Tbk. Maximum . ilai tertingg. dari liquidity (X. 1974, yang diperoleh dari perusahaan PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) pada tahun 2022. Mean . ata-rat. Standar deviasi . ilai simpang bak. dari liquidity (X. sebesar Hasil pengujian tersebut menunjukkan net working capital (X. memiliki nilai Minimum . ilai terenda. dari net working capital (X. 2722, yang diperoleh dari perusahaan Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) pada tahun 2020. Maximum . ilai tertingg. dari net working capital (X. 5803, yang diperoleh dari perusahaan Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) pada tahun 2020. Mean . ata-rat. Standar deviasi . ilai simpang bak. dari net working capital (X. Hasil pengujian tersebut menunjukkan growth opportunity (X. memiliki nilai Minimum . ilai terenda. dari growth opportunity (X. 4652, yang diperoleh dari perusahaan Multi Bintang Indonesia Tbk. (MLBI) pada tahun 2020. Maximum . ilai tertingg. dari growth opportunity (X. 8277, yang diperoleh dari perusahaan Jaya Agra Wattie Tbk. (JAWA) pada tahun 2021. Mean . ata-rat. Standar deviasi . ilai simpang bak. dari growth opportunity (X. Hasil pengujian tersebut menunjukkan cash holding (Y) memiliki nilai Minimum . ilai terenda. dari cash holding (Y) sebesar 0. 0001, yang diperoleh dari perusahaan Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) pada tahun 2020. Maximum . ilai tertingg. dari cash holding (Y) sebesar 0. 3361, yang diperoleh dari perusahaan H. M Sampoerna Tbk. (HMSP) pada tahun 2021. Mean sebesar 0. Standar deviasi . ilai simpang bak. dari cash holding (Y) sebesar 0. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1083-1094 Gunawan dan Sufiyati: Pengaruh Profitability. Liquidity. Net Working Capital. Dan A Uji Asumsi Klasik dilakukan untuk mengetahui kondisi suatu data yang ada dalam penelitian dan untuk memverifikasi kebenaran model analisis yang paling tepat. Uji asumsi klasik dalam penelitian ini meliputi, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Uji normalitas merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui sebaran data dalam model regresi terdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov nilai Asymp. Sig. -taile. 56 > 0. 05, hasil ini menunjukkan bahwa sebaran data penelitian telah terdistribusi normal. Uji Multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terdapat hubungan atau korelasi yang erat antara variabel independen. Berdasarkan hasil uji multikolinearitas nilai tolerance profitability (X. 918 > 0. 10 dan nilai VIF profitability (X. 089 < 10. Nilai tolerance liquidity (X. 484 > 0. 10 dan nilai VIF liquidity (X. 068 < 10. Nilai tolerance net working capital (X. 493 > 0. 10 dan nilai VIF net working capital (X. 027 < 10. Nilai tolerance growth opportunity (X. > 0. 10 dan nilai VIF growth opportunity 1. 026 < 10. Dapat disimpulkan bahwa setiap variabel independen memiliki nilai tolerance lebih besar dari 0. Sedangkan Variance Inflation Factor (VIF) setiap variabel independen menunjukkan nilai lebih kecil dari 10, sehingga dapat dikatakan tidak adanya multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi. Uji heteroskedastisitas merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat ketidaksamaan varian dan residual dari satu pengamatan kepengamatan lainnya dalam model regresi. Berdasarkan hasil dari uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa variabel profitability (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0. 465 > 0. Variabel liquidity (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0. 461 > 0. Variabel net working capital (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0. 513 > 0. Variabel growth opportunity (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0. 350 > 0. Maka dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Uji autokorelasi dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara confounding error pada periode t dan confounding error pada periode t-1 pada model Uji autokorelasi dapat dilakukan dengan menggunakan Uji Durbin Watson. Nilai DW (Durbin-Watso. berada diantara nilai dU dan 4-dU, dU = 1. 7596 < 2. Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak mengalami masalah autokorelasi. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi (Adjusted R. Tabel 2. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Std. Error of the Model R Square Adjusted R Square Estimate Predictors: (Constan. X4_GROW. X2_CR. X1_ROA. X3_NWC Dependent Variable: Y_CH Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi diatas, nilai adjusted R squared menunjukkan nilai koefisien determinasi sebesar 0. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa hanya 27% variasi variabel dependen cash holding (Y) dapat dijelaskan oleh Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1083-1094 Gunawan dan Sufiyati: Pengaruh Profitability. Liquidity. Net Working Capital. Dan A variabel independen yang terdiri dari profitability (X. , liquidity (X. , net working capital (X. dan growth opportunity (X. , sedangkan sisanya yakni 72% variasi variabel dependen cash holding (Y) dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Hasil Uji F Tabel 3. Hasil Uji F ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square 1 Regression Residual Total Dependent Variable: Y_CH Predictors: (Constan. X4_GROW. X2_CR. X1_ROA. X3_NWC Sig. Nilai F hitung berdasarkan hasil uji F atau uji bersama pada Tabel 3 adalah 8. 970 > F Tabel 2,70 dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, maka model regresi penelitian ini valid. Dapat disimpulkan bahwa profitability (X. , liquidity (X. , dan net working capital (X. dan growth opportunity (X. berpengaruh signifikan terhadap cash holding (Y). Hasil Uji t Tabel 4. Hasil Uji t dan Analisa Regresi Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. X1_ROA X2_CR X3_NWC X4_GROW Sig. Sumber: Data diolah menggunakan IBM SPSS versi 22 Dependent Variable: Y_CH Tabel 4 menunjukan hasil ujii t serta analisa regresi berganda yang memiliki persamaan atau model yang terbentuk pada penelitian ini ialah sebagai berikut: Y = -3. 869 X1 0. 136 X2 1. 832 X3 - 0. 069 X4 E Persamaan uji analisis regresi linear diatas menunjukkan bahwa model yang dipilih dalam penelitian ini memiliki nilai konstanta sebesar -3. Persamaan ini menyimpulkan bahwa apabila variabel independent pada penelitian ini . rofitability, liquidity, net working capital, dan growth opportunit. menunjukkan angka 0, maka variabel dependen . ash holdin. menunjukkan nilai sebesar -3. Profitability (X. mempunyai nilai koefisien positif sebesar 5. 869 yang berarti setiap penambahan satu Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1083-1094 Gunawan dan Sufiyati: Pengaruh Profitability. Liquidity. Net Working Capital. Dan A satuan profitability (X. akan meningkatkan cash holding (Y) sebesar 5. (X. mempunyai nilai koefisien positif sebesar 0. 136 yang berarti setiap penambahan satu satuan liquidity (X. akan meningkatkan cash holding (Y) sebesar 0. Net Working Capital (X. mempunyai nilai koefisien positif sebesar 1. 832 yang berarti setiap penambahan satu satuan net working capital (X. akan meningkatkan cash holding (Y) sebesar 1. Growth Opportunity (X. mempunyai nilai koefisien negatif sebesar 069 yang berarti setiap penambahan satu satuan growth opportunity (X. akan menurunkan cash holding (Y) sebesar 0. Diskusi Hipotesis pertama pada penelitian yaitu profitability berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding (Ha. Hal ini sejalan dengan penelitian Simanjuntak & Wahyudi . Saputri & Kuswardono . , (Shabbir et al. , 2. dan penelitian Sethi dan Swain . yang menyatakan profitability berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding, sedangkan penelitian Sudarmi & Nur . Thu & Khuong . dan penelitian Aftab. Javid dan Akhter . yang menyatakan profitability berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cash holding. Berbeda dengan penelitian (Sha & Levina, 2. , (Sufiyati et al. , 2. yang menyatakan profitability berpengaruh tidak signifikan terhadap cash holding. Berdasarkan hipotesis kedua penelitian bahwa likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding (Ha2 diterim. Likuiditas yang tinggi tidak selalu berarti laba perusahaan akan meningkat. Likuiditas yang tinggi dapat mengindikasikan bahwa banyak aktiva lancar yang tidak digunakan secara efisien dan karena itu tidak berdampak signifikan terhadap posisi kas perusahaan. Hal ini sesuai dengan penelitian He dan Louw . bahwa likuiditas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Berdasarkan hipotesis penelitian ketiga bahwa net working capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding (Ha3 diterim. , hasil pengujian menunjukkan bahwa net working capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap. Net working capital yang lebih tinggi membawa keuntungan bagi pemegang saham karena perusahaan dapat memenuhi kewajiban lancarnya. Kas dan aset likuid lainnya dapat digunakan untuk kegiatan operasional yang meningkatkan produktivitas. Net working capital dan kas dan setara kas digunakan sesuai dengan tujuan perusahaan, yaitu. untuk kepentingan pemegang saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Wulandari. Setiawan . Suherman . dan Abbas, et al . , yang menyatakan bahwa modal kerja bersih berpengaruh positif terhadap arus kas secara jelas. Berdasarkan hipotesis keempat penelitian bahwa growth opportunity berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding (Ha4 ditola. peningkatan atau penurunan growth opportunity memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap cash holding. Dalam keadaan tersebut, perusahaan menggunakan dana yang tersedia untuk mengembangkan usahanya yang membutuhkan investasi besar, sehingga cadangan kas perusahaan berkurang. Hal ini sesuai dengan penelitian Levina dan Sha . serta penelitian Simanjuntak dan Wahyudi . bahwa growth opportunity berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap cadangan kas. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1083-1094 Gunawan dan Sufiyati: Pengaruh Profitability. Liquidity. Net Working Capital. Dan A Penutup Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepemilikan kas dalam ruang lingkup penelitian ini. Profitabilitas dan modal kerja bersih merupakan faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap sumber daya kas, sedangkan likuiditas dan peluang pertumbuhan tidak berpengaruh signifikan terhadap sumber daya kas. Pengamatan ini dapat menjadi dasar penting bagi pengambil keputusan dalam mengelola aset likuid Saran penelitian selanjutnya, dapat menambah periode penelitian, sehingga dapat diketahui perbedaan hasil penelitian dengan menggunakan periode penelitian yang lebih lama. Selain itu, penting juga untuk menambahkan variabel independen lain sehingga diketahui apakah ada variabel lain yang dapat memengaruhi cash holding dan memperluas sektor dalam penelitian menggunakan sektor selain consumer non-cyclicals, sehingga diperolah hasil yang lebih beragam dan luas. Daftar Pustaka