Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat p-ISSN: 2797-9407, e-ISSN: 2797-9423 Volume 5, nomor 4, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/bajpm. Membangun UMKM Tangguh dengan Tata Kelola Keuangan: Pembelajaran dari Desa Kertamukti Aldy Agustian. Putri Choerunnisa Aulia. Ayu Agustin*. Ai Siti Nurjanah. Kartika Dwiyanti Universitas Cipasung. Tasikmalaya. Indonesia *Coresponding Author: ayuagt14@gmail. Dikirim: 22-09-2025. Direvisi: 08-10-2025. Diterima: 10-10-2025 Abstrak: UMKM merupakan bagian penting dari ekonomi Indonesia, namun mereka masih menghadapi tantangan besar terutama dalam tata kelola keuangan. Di Desa Kertamukti. Kecamatan Ciawi. Kabupaten Tasikmalaya, permasalahan serupa juga terjadi. Untuk menjawab hal ini, tim KKN-PM Universitas Cipasung melaksanakan serangkaian kegiatan berupa observasi lapangan, pemetaan UMKM, serta seminar dan pelatihan yang dilaksanakan pada 7 September 2025 di Aula Desa Kertamukti. Kegiatan ini diikuti oleh 25 pelaku UMKM dari 40 sasaran, dengan metode berupa seminar, diskusi interaktif, serta praktik pencatatan keuangan sederhana menggunakan aplikasi BukuWarung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM belum melakukan pencatatan keuangan secara memadai dan masih mengalami kesulitan dalam penggunaan aplikasi digital. Namun, peserta memperoleh pemahaman tentang tujuh prinsip tata kelola keuangan, termasuk pemisahan keuangan pribadi dan usaha, perencanaan anggaran, pencatatan transaksi, pengendalian arus kas, pengelolaan laba, pemanfaatan pembiayaan, dan evaluasi keuangan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendampingan berkelanjutan dan penyediaan modul sederhana sangat penting bagi pelaku UMKM untuk menerapkan tata kelola keuangan secara konsisten, yang akan meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mereka. Kata Kunci: UMKM. Tata Kelola keuangan. BukuWarung Abstract: MSMEs are a vital part of the Indonesian economy, yet they still face significant challenges, particularly in financial management. Similar challenges are evident in Kertamukti Village. Ciawi District. Tasikmalaya Regency. To address this, the Cipasung University Community Service Program (KKN-PM) team conducted a series of activities, including field observations. MSME mapping, and a seminar and training session on September 7, 2025, at the Kertamukti Village Hall. Twenty-five MSMEs from 40 target groups participated in the activity, using seminars, interactive discussions, and simple financial record-keeping practices using the BukuWarung application. The results showed that most MSMEs had not yet adequately recorded their finances and still experienced difficulties using digital applications. However, participants gained an understanding of seven principles of financial management, including separating personal and business finances, budget planning, transaction recording, cash flow control, profit management, financing utilization, and financial evaluation. The activity concluded that ongoing mentoring and the provision of simple modules are crucial for MSMEs to consistently implement financial management, which will improve their competitiveness and business sustainability. Keywords: MSMEs. financial management. BukuWarung PENDAHULUAN Di Indonesia. UMKM memegang peranan peran penting dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya dalam bidang pertumbuhan ekonomi dan penuntasan pengangguran nasional (Pratama et al. , 2. Menurut data dari Kementerian Koperasi @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Agustian dkk. Membangun UMKM Tangguh dengan Tata Kelola Keuangan. dan UKM, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional. Setiap tahun. UMKM juga (Laporan tahunan Kementerian Koperasi dan UKM, 2. menunjukkan bahwa digitalisasi usaha dan kebijakan pemerintah yang mendorong transformasi ekonomi kerakyatan mendorong kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional. Keberlanjutan sektor ini sangat didukung oleh peningkatan kapasitas kewirausahaan, peningkatan akses ke pembiayaan, dan peningkatan literasi keuangan. Ini adalah bagian penting dari upaya untuk mempertahankan sektor ini dalam menghadapi dinamika global. Meskipun UMKM di Indonesia sangat membantu ekonomi, mereka masih menghadapi banyak masalah, terutama dalam hal manajemen keuangan dan tata kelola usaha (Direktorat Jenderal Perbendaharaan, 2. Sejalan Temuan World Bank . menunjukkan bahwa UMKM di negara berkembang masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal akses permodalan, infrastruktur digital, dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi keuangan. Situasi yang dihadapi UMKM di Indonesia sejalan dengan hal ini. Agar UMKM mampu berubah menuju model bisnis yang lebih tangguh dan inklusif secara ekonomi, diperlukan dukungan kelembagaan dan kebijakan pemerintah. Menurut Bank Indonesia dalam buku (Nuswandari et al. , 2. , kemampuan UMKM untuk bertahan dan bersaing di tengah era globalisasi dan kemajuan teknologi saat ini sangat bergantung pada pengelolaan internal yang baik. Selain itu, laporan OECD, . menunjukkan bahwa ketersediaan pembiayaan yang adil, stabilitas kebijakan fiskal, dan keterbukaan terhadap inovasi digital sangat penting untuk keberlanjutan dan kinerja UMKM di berbagai negara. OECD juga menekankan betapa pentingnya penguatan tata kelola dan transparansi keuangan untuk meningkatkan kepercayaan publik dan memperluas jaringan kemitraan bisnis lintas sektor. Penelitian (Dewi, 2. menunjukkan bahwa mayoritas UMKM belum melaksanakan sistem pencatatan akuntansi yang baik dan benar, bahkan masih menggunakan pencatatan manual serta mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Hal ini membuat keuntungan sulit diukur secara akurat dan menyebabkan pemilik usaha kesulitan dalam memantau kondisi keuangan usahanya Tidak hanya itu. Usaha mikro di daerah rentan terhadap kendala dalam transaksi keuangan yang tidak sepenuhnya akurat, kurang terdokumentasi, dan kurang memiliki sistem yang memungkinkan penanganan transaksi keuangan secara tepat (Rukmini et al. , 2. Ini juga berlaku untuk usaha kecil dan menengah (UMKM) di lingkungan sekitar, seperti yang terlihat di Desa Kertamukti. Kecamatan Ciawi. Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan data dari Kabupaten, ada sekitar 40 usaha kecil dan menengah (UMKM) yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan terletak di enam kedusunan. Bisnis mereka juga beragam, mulai dari makanan ringan, makanan basah, warung seblak, jajanan tradisional, hingga berbagai minuman. Keanekaragaman ini menunjukkan potensi ekonomi yang sangat menjanjikan di desa UMKM Desa Kertamukti bukan hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, tetapi juga menjadi sumber penghasilan utama bagi sebagian besar keluarga. Dengan adanya UMKM, perekonomian desa dapat terus bergerak, terutama dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan rumah tangga, dan meningkatkan daya saing produk lokal. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Agustian dkk. Membangun UMKM Tangguh dengan Tata Kelola Keuangan. Namun demikian, potensi yang besar tersebut belum dapat di manfaatkan secara maksimal karena belum melakukan pencatatan dengan benar. Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Kertamukti belum terbiasa mencatat keuangan mereka dengan Sebagian orang hanya bergantung pada buku tulis sederhana atau ingatan pribadi, sementara yang lain bahkan tidak melakukan pencatatan sama sekali. Keterbatasan ini menyebabkan sejumlah masalah, termasuk kesulitan untuk memantau arus kas, kemungkinan kesalahan perhitungan yang tinggi, dan kekurangan informasi yang akurat untuk pengambilan keputusan bisnis. Kondisi ini tentu dapat menghambat keberlanjutan usaha, oleh karena itu di perlukan Perencanaan dan pengelolaan yang efektif, agar pelaku UMKM dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaannya pada kurun waktu tertentu, yang pada akhirnya dapat menjadi pedoman dalam mengambil keputusan terbaik dari segi aspek keuangan. Pada dasarnya tujuan pengendalian keuangan yang efektif adalah untuk mengidentifikasi risiko kebangkrutan pada UMKM (Rahmawati & Thoha, 2. Sejalan dengan itu, tata kelola keuangan yang baik juga merupakan salah satu kunci keberlanjutan usaha. Menurut (Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, 2. , tata kelola keuangan sangat penting untuk menjaga keberlanjutan UMKM. Melalui pencatatan keuangan yang baik, pelaku usaha dapat mengetahui posisi keuangan mereka secara jelas, merencanakan strategi bisnis mereka, dan meningkatkan kepercayaan pihak eksternal, termasuk lembaga keuangan dan mitra usaha. Dengan manajemen keuangan yang transparan. UMKM juga memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan modal, memperluas jaringan bisnis mereka, dan bertahan menghadapi krisis. Untuk mengatasi masalah ini. Kelompok KKN-PM Universitas Cipasung Tasikmalaya menyelenggarakan seminar dan pelatihan dengan tema "Pentingnya Tata Kelola Keuangan untuk Keberlanjutan UMKM". Pelatihan ini bertujuan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat desa melalui peningkatan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usahanya. Di seminar, peserta memperoleh pemahaman konseptual tentang pentingnya pencatatan keuangan. Di sesi pelatihan, mereka juga diajarkan cara sederhana untuk mencatat uang, termasuk menggunakan aplikasi digital yang mudah diakses. Diharapkan bahwa kegiatan ini akan mendorong keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Kertamukti dan memberikan kontribusi nyata untuk pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat lokal. Selain itu, diharapkan kebiasaan baru dalam pencatatan keuangan, baik secara manual maupun digital, akan ditingkatkan untuk meningkatkan akurasi, transparansi, dan kepercayaan dalam pengelolaan usaha. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Target dari program pengabdian masyarakat ini adalah 40 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terletak di Desa Kertamukti. Kecamatan Ciawi. Kabupaten Tasikmalaya. Namun, hanya 25 orang dari mereka yang hadir dalam seminar dan pelatihan. Faktor waktu memengaruhi perbedaan antara jumlah peserta yang mencapai sasaran dan yang telah dicapai. Ini karena kegiatan berlangsung pada hari Minggu dan bertepatan dengan aktivitas perdagangan di Pasar JB Ciawi. Sebagian besar pedagang UMKM Desa Kertamukti berdagang di pasar tersebut setiap akhir pekan, jadi mereka tidak dapat hadir sepenuhnya. Meskipun demikian, kegiatan dapat @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Agustian dkk. Membangun UMKM Tangguh dengan Tata Kelola Keuangan. berlangsung dengan representatif karena peserta yang hadir mewakili berbagai industri, seperti kuliner, minuman, dan jasa. Proses pelaksanaan kegiatan dimulai dengan observasi lapangan yang dilakukan pada tanggal 23 dan 25 Agustus 2025, yang merupakan hari ke-3 dan ke-5 KKN. Seluruh anggota kelompok KKN-PM Universitas Cipasung terlibat dalam observasi ini, yang dibagi menjadi enam kedusunan untuk mencakup area yang lebih luas. Pada tahap ini, anggota kelompok berkomunikasi secara langsung dengan pelaku UMKM untuk mengetahui kondisi bisnis mereka, terutama terkait dengan pencatatan Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM belum memiliki kebiasaan pencatatan keuangan yang sistematis. Sebagian besar masih menggunakan buku tulis sederhana, beberapa bahkan hanya bergantung pada ingatan, dan banyak yang sama sekali tidak mencatat. Hasilnya menunjukkan bahwa edukasi pengelolaan keuangan yang lebih baik sangat diperlukan. Oleh karena itu, temuan ini menjadi dasar penting untuk membuat materi pelatihan dan seminar. Pemetaan produsen UMKM akan menjadi langkah selanjutnya, yang akan dilakukan dari tanggal 29 hingga 31 Agustus 2025. Jenis usaha, skala, omset rata-rata, dan tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha diidentifikasi selama pemetaan, yang dilakukan melalui wawancara singkat dan pengisian formulir sederhana. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM di Desa Kertamukti terdiri dari bisnis kuliner, diikuti oleh bisnis minuman dan jasa. Selain itu, ditemukan bahwa sebagian besar usaha kecil dan menengah (UMKM) menghadapi kesulitan untuk membedakan keuangan pribadi mereka dari keuangan bisnis mereka. Akibatnya, tidak mungkin untuk menghitung laba usaha secara akurat. Pemetaan ini tidak hanya menghasilkan data kuantitatif tentang jumlah dan jenis usaha, tetapi juga memberikan gambaran kualitatif tentang kondisi nyata yang dihadapi oleh pelaku UMKM dalam praktik sehari-hari mereka. Proses persiapan administrasi dimulai pada tanggal 4 September 2025 setelah tahap pemetaan selesai. Menyusun materi seminar, membuat daftar hadir, dan menyediakan bahan pendukung seperti spanduk dan proyektor adalah semua bagian dari persiapan ini. Selain itu, panitia sedang mengerjakan perangkat lunak yang akan mendukung pelatihan pencatatan digital melalui aplikasi BukuWarung. Proses persiapan administrasi sangat penting karena keberhasilan kegiatan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh materinya, tetapi juga kesiapan teknis dan administrasi yang mendukung acara. Pada tanggal 5 September 2025, panitia mengirimkan undangan resmi kepada empat puluh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di Desa Kertamukti. Untuk memastikan bahwa informasi tentang kegiatan dapat diterima dengan baik oleh para pelaku usaha, undangan dikirim secara langsung. Selain itu, pembagian undangan memberikan tim KKN kesempatan untuk kembali berkomunikasi satu sama lain dan menyampaikan tujuan kegiatan kepada masyarakat. Sehari setelahnya, pada tanggal 6 September 2025, komite melanjutkan dengan menghubungi penerima undangan baik secara langsung maupun melalui pesan Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa undangan telah diterima dan dipahami dengan jelas dan untuk mengurangi kemungkinan peserta tidak hadir pada hari kegiatan. Kegiatan terbesar diadakan di Aula Kantor Desa Kertamukti pada tanggal 7 September 2025. Seminar, diskusi, dan pelatihan pencatatan keuangan sederhana @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Agustian dkk. Membangun UMKM Tangguh dengan Tata Kelola Keuangan. adalah bagian dari program acara, yang dimulai pada pukul 09. 00 WIB dan berlangsung hingga pukul 11. 00 WIB. Sebagai narasumber utama seminar, dosen akuntansi dari Universitas Cipasung menyampaikan materi tentang pentingnya tata kelola keuangan bagi keberlanjutan usaha kecil dan menengah (UMKM). Sesi diskusi memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbagi pengalaman mereka dan kesulitan yang mereka hadapi saat mengelola bisnis sehari-hari. Pelatihan juga membahas praktik langsung pencatatan keuangan sederhana, termasuk pengenalan aplikasi digital BukuWarung. Mahasiswa semester akhir dan anggota KKN-PM membantu peserta mengunduh, menginstal, dan mencoba fitur aplikasi. Secara keseluruhan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberi pelaku UMKM pemahaman teoritis dan pengalaman praktis tentang pentingnya tata kelola Mereka juga ingin mempelajari keterampilan pencatatan keuangan dasar dan memahami konsep pentingnya. Gambar 1 menunjukkan alur kerja kegiatan yang lengkap untuk memudahkan pemahaman. Gambar 1. Flowchart Rangkaian Kegiatan Program IMPLEMENTASI KEGIATAN DAN PEMBAHASAN Pada tanggal 7 September 2025, di Aula Desa Kertamukti. Kecamatan Ciawi. Kabupaten Tasikmalaya, seminar dan pelatihan dengan judul "Pentingnya Tata Kelola Keuangan untuk Keberlanjutan UMKM" diadakan. Meskipun target awal sebanyak 40 peserta tidak tercapai, kegiatan dihadiri oleh 25 pelaku UMKM dari berbagai industri. Sebagian besar pelaku UMKM Desa Kertamukti berjualan di Pasar JB Ciawi setiap akhir pekan, dan waktu kegiatan bertepatan dengannya adalah faktor utama yang memengaruhi tingkat partisipasi. Oleh karena itu, kegiatan tetap berjalan dengan representatif karena peserta yang hadir termasuk perusahaan yang bergerak dalam industri kuliner, minuman, dan jasa. Seminar Tata Kelola Keuangan Bapak Dede Riswandi. Ak. , dosen akuntansi di Universitas Cipasung Tasikmalaya, membuka seminar dengan menyampaikan materi. Beliau menegaskan bahwa tata kelola keuangan adalah dasar keberlanjutan UMKM dan menekankan tujuh prinsip utama yang harus diperhatikan pelaku usaha dalam pemaparannya. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Agustian dkk. Membangun UMKM Tangguh dengan Tata Kelola Keuangan. pemisahan keuangan pribadi dan bisnis dari satu sama lain dengan membuka rekening terpisah. Ini dilakukan untuk menghindari pengeluaran pribadi yang bercampur dengan modal dan keuntungan bisnis. Hal ini sesuai dengan temuan (Rusliana et al. , 2. yang menyatakan bahwa sebagian besar UMKM di Jawa Barat mengalami kesulitan memisahkan keuangan, yang menyebabkan kesulitan dalam menilai kinerja usaha. perencanaan dan pembuatan anggaran. Pelaku UMKM harus membuat anggaran bulanan dan tahunan yang mencakup target penjualan, biaya operasional, dan investasi. Menurut penelitian (Beda & Wulandari, 2. di Yogyakarta, pertumbuhan bisnis kecil sangat dipengaruhi oleh perencanaan keuangan yang efektif. membuat catatan keuangan yang akurat. Penggunaan buku kas harian atau aplikasi pencatatan sederhana untuk mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan. Menurut (Nainggolan, 2. , pencatatan manual yang tidak konsisten dapat menyebabkan perhitungan laba dan kerugian yang salah pada UMKM. pengelolaan arus kas. Agar saldo kas cukup untuk operasional, saldo harus selalu dipantau dan dipantau secara berkala. Menurut penelitian (Putri & Apriadi, 2. , pengendalian arus kas adalah faktor utama yang memengaruhi stabilitas usaha kecil di Jawa Barat. pengelolaan laba, yang berarti menyisihkan keuntungan untuk tabungan, investasi, pengembangan bisnis, atau dana darurat. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Nuraeni et al. , 2. , literasi keuangan memengaruhi perilaku keuangan pelaku UMKM yang baik, termasuk pengelolaan laba. manajemen pembiayaan dan akses Sangat penting bagi pelaku UMKM untuk memahami berbagai sumber pembiayaan, mulai dari bank hingga fintech. (OJK, 2. menyatakan bahwa penggunaan fintech yang tepat dapat meningkatkan daya saing dan memperluas akses permodalan bagi UMKM. laporan dan evaluasi keuangan. Laporan laba rugi, neraca sederhana, dan arus kas yang dievaluasi secara berkala akan membantu pemilik usaha kecil dan menengah (UMKM) mengetahui posisi bisnis mereka dengan lebih baik. Gambar 2. Dokumentasi Seminar Tata Kelola Keuangan UMKM Diskusi Interaktif dan Berbagi Pengalaman Setelah materi disampaikan, terjadi diskusi interaktif. Peserta aktif berbagi pengalaman mereka dan kesulitan mereka. Pemilik Rizki Cell, salah satu peserta, menceritakan bahwa dia pernah mencoba aplikasi BukuWarung untuk mencatat transaksi, tetapi dia mengalami kesulitan saat menggunakannya karena dia memiliki keterbatasan dalam literasi digital. Ditunjukkan dalam diskusi ini bahwa ketersediaan teknologi dan pemahaman pengguna merupakan masalah utama. Penelitian Uya & Willy . menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi pencatatan digital dapat meningkatkan akurasi laporan keuangan, tetapi keberhasilan aplikasi sangat dipengaruhi oleh seberapa mahir pelaku UMKM dalam keuangan dan @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Agustian dkk. Membangun UMKM Tangguh dengan Tata Kelola Keuangan. Oleh karena itu, pendampingan berkelanjutan sangat penting agar UMKM tidak hanya mencoba aplikasi ini, tetapi juga mampu menggunakannya secara Gambar 3. Diskusi Interaktif Pelaku UMKM dengan Narasumber Pengenalan Aplikasi BukuWarung Sebelum pelatihan, instruktur memperkenalkan aplikasi BukuWarung, yang merupakan platform pencatatan keuangan digital yang dibuat khusus untuk usaha kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Pencatatan pemasukan, pengeluaran, piutang, laporan penjualan, dan pengingat pembayaran adalah semua fitur yang tersedia di BukuWarung. Aplikasi ini dipilih karena gratis, mudah digunakan, dan dapat diakses melalui smartphone. Keunggulan tambahan adalah fitur laporan otomatis, yang membantu pemilik usaha kecil dan menengah (UMKM) mengetahui kondisi bisnis mereka secara real time. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati & Kurnia . , aplikasi BukuWarung dapat meningkatkan efisiensi pencatatan keuangan UMKM hingga 30%. Pelaku usaha kecil lebih mudah melakukan evaluasi keuangan, mengelola modal, dan merencanakan strategi bisnis yang berfokus pada keberlanjutan berkat fitur laporan otomatis dan pemantauan arus kas secara real time. Penelitian Uya & Willy . menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi pencatatan digital seperti BukuWarung mampu meningkatkan efisiensi usaha kecil. Hal ini juga didukung oleh temuan (Widiastuti & Indriastuti, 2. yang mengungkapkan bahwa pemanfaatan financial technology berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM di Jawa Barat. Gambar 4. Tampilan Aplikasi BukuWarung pada Smartphone @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Agustian dkk. Membangun UMKM Tangguh dengan Tata Kelola Keuangan. Pelatihan Pencatatan Digital Setelah pengenalan aplikasi, sesi pelatihan dilakukan. Untuk memudahkan pendampingan mahasiswa semester akhir dan anggota KKN-PM, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok kecil. Pelatihan dimulai dengan instalasi aplikasi di Play Store dan membuat akun. Selanjutnya, peserta belajar mencatat transaksi harian dengan menggunakan kasus sederhana, seperti mencatat modal awal, membeli bahan baku, menjual barang, dan menghitung laba. Meskipun beberapa peserta menghadapi kesulitan teknis, terutama mereka yang belum terbiasa dengan penggunaan smartphone, mereka tetap sangat antusias. Banyak peserta mengatakan bahwa aplikasi ini memberi mereka pemahaman baru tentang pentingnya pencatatan digital. Beberapa bahkan menyatakan bahwa mereka ingin terus menggunakan aplikasi ini dalam kegiatan usahanya. Gambar 5. Praktik pencatatan dengan BukuWarung Kendala dan Solusi Dua hambatan utama menghadang kegiatan ini. Pertama, waktu pelaksanaan bertepatan dengan aktivitas perdagangan di pasar mingguan, sehingga partisipasi peserta terbatas. Kedua, beberapa peserta menghadapi kesulitan saat menggunakan aplikasi karena kurangnya literasi digital. Karena waktu pelaksanaan KKN yang relatif singkat, tindak lanjut formal tidak direncanakan untuk kegiatan ini. Namun, dari perspektif akademis, hal-hal seperti pendampingan lanjutan, pembuatan modul sederhana, dan tutorial berbasis video yang memungkinkan peserta mempraktikkan kembali secara mandiri adalah saran yang dapat diberikan untuk kegiatan sejenis di masa depan. Tabel 1. Ringkasan Hasil Kegiatan Seminar dan Pelatihan @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Agustian dkk. Membangun UMKM Tangguh dengan Tata Kelola Keuangan. KESIMPULAN Putra et al. menyatakan bahwa keberhasilan program KKN tematik berbasis ekonomi masyarakat sangat ditentukan oleh keberlanjutan pendampingan setelah kegiatan. Untuk memastikan bahwa hasil kegiatan pengabdian benar-benar berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas ekonomi desa, proses pembinaan lanjutan, pelatihan berulang, dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM sangat penting. Untuk UMKM Desa Kertamukti, seminar dan pelatihan tata kelola keuangan telah memberikan pemahaman dasar tentang pentingnya menyimpan catatan keuangan yang baik, menjaga keuangan pribadi dan bisnis terpisah, dan menggunakan aplikasi digital seperti BukuWarung. Hanya 25 pelaku usaha dari 40 UMKM yang menjadi sasaran yang dapat hadir, tetapi kegiatan tetap berjalan interaktif melalui seminar, diskusi, dan praktik langsung. Kegiatan ini menghasilkan temuan penting yang menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM masih menghadapi masalah dalam pencatatan keuangan. Ini terutama disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang keuangan dan keterbatasan dalam menggunakan teknologi digital. Namun demikian, ada perkembangan positif dalam pencatatan keuangan dengan menggunakan aplikasi BukuWarung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan manajemen keuangan UMKM memerlukan pendampingan berkelanjutan, modul pembelajaran sederhana, dan dukungan literasi digital. Dengan penerapan tata kelola keuangan yang lebih baik. UMKM Desa Kertamukti diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan tetap bertahan dalam jangka panjang. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Suganda selaku Kepala Desa Kertamukti. Bapak Dede Riswandi. Ak. , selaku pemateri. Tidak lupa, penghargaan diberikan kepada semua warga Desa Kertamukti, terutama para usaha para pelaku UMKM yang telah aktif mengikuti seminar dan pelatihan. DAFTAR PUSTAKA