Analisis Beban Kerja dan Burnout Bidan terhadap Implementasi Keselamatan Maternal-Neonatal di Kota Balikpapan Workload Analysis and Midwife Burnout on the Implementation of MaternalNeonatal Safety in Balikpapan City Dewi Yuniar1. Fitriana Sindi1. Rizky Diah Anggraini1 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mutiara Mahakam Samarinda Korespondensi Penulis : dewiyuniar@stikesmm. ABSTRACT This study aims to analyze the influence of workload and burnout on the implementation of maternalAeneonatal safety in primary healthcare facilities in Balikpapan City. The research background arises from the increasing complexity of midwifery services and growing administrative demands, which may trigger emotional exhaustion and decrease compliance with patient safety standards. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed. The population consisted of 320 active midwives, and 175 respondents were selected using proportional stratified random sampling. Data were collected using standardized questionnaires measuring workload, burnout, and maternalAe neonatal safety implementation. Data analysis was conducted using chi-square tests and multiple linear regression. The findings revealed that workload ( = Ae0. p < 0. and burnout ( = Ae0. p < 0. had significant negative effects on the implementation of maternalAeneonatal safety. Midwives with higher workload and burnout levels tended to demonstrate lower adherence to standard operating procedures (SOP. , incident reporting, and complication prevention practices. These results support the Job DemandsAeResources (JD-R) model, emphasizing that excessive job demands without sufficient organizational support can lead to psychological exhaustion, ultimately reducing performance and workplace safety. This study highlights the importance of effective workload management, burnout prevention, and the strengthening of a safety culture through reflective supervision and continuous training to improve the quality of maternalAeneonatal services in primary healthcare settings. Keywords : Workload. Burnout. MaternalAeneonatal safety. Midwives. Primary healthcare facilities. Occupational safety performance. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan burnout terhadap implementasi keselamatan maternalAeneonatal di fasilitas kesehatan tingkat pertama Kota Balikpapan. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya kompleksitas layanan kebidanan serta tuntutan administratif yang berat, yang dapat memicu kelelahan emosional dan menurunkan kepatuhan terhadap standar keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang . ross-sectiona. Populasi mencakup 320 bidan aktif di Kota Balikpapan, dengan 175 responden dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar yang mengukur beban kerja, burnout, dan pelaksanaan keselamatan maternalAeneonatal. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi linier Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja ( = Ae0,274. p < 0,. dan burnout ( = Ae0,321. p < 0,. berpengaruh negatif secara signifikan terhadap penerapan keselamatan maternalAeneonatal. Bidan dengan tingkat beban kerja dan burnout yang tinggi cenderung memiliki kepatuhan lebih rendah terhadap standar operasional prosedur (SOP), pelaporan insiden, dan upaya pencegahan komplikasi. Temuan ini memperkuat model Job DemandsAeResources (JD-R) yang menekankan bahwa tuntutan kerja berlebih tanpa dukungan organisasi yang memadai dapat memicu kelelahan psikologis dan menurunkan kinerja. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan beban kerja, pencegahan burnout, serta penguatan budaya keselamatan melalui supervisi reflektif dan Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 427-434 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Analisis Beban Kerja dan Burnout Bidan A. (Dewi Yuniar. Fitriana Sindi. Rizky Diah Anggrain. pelatihan berkelanjutan guna meningkatkan mutu pelayanan maternalAeneonatal di fasilitas kesehatan primer. Kata Kunci : Beban kerja. Burnout. Keselamatan maternalAeneonatal. Bidan. Fasilitas kesehatan tingkat pertama. Kinerja keselamatan kerja. PENDAHULUAN Bidan memiliki peran strategis maternal dan neonatal, terutama di fasilitas puskesmas dan klinik bersalin. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa bidan sering menghadapi beban kerja tinggi, jam kerja panjang, dan tekanan Beban kerja berlebih ini terbukti dapat memicu kelelahan fisik dan mental, yang dalam literatur disebut sebagai burnoutAiditandai emosional, depersonalisasi, dan penurunan prestasi pribadi (Maslach & Leiter, 2. Kondisi burnout berpotensi menurunkan maternal dan neonatal yang menjadi standar pelayanan kebidanan. Secara nasional, sekitar 82Ae83% tenaga kesehatan di Indonesia dilaporkan mengalami burnout sedang hingga berat COVID-19, dampaknya masih berlanjut hingga periode pasca-pandemi (Katadata, 2022. Kompas. Penelitian di Puskesmas Jetis Yogyakarta menemukan bahwa beban kerja mental bidan lebih dominan dibanding beban fisik, dengan tingkat kelelahan kerja sedang yang berdampak pada penurunan performa layanan (Universitas Airlangga. Namun, kajian mengenai pengaruh beban kerja dan burnout terhadap keselamatan maternal-neonatal di konteks perkotaan seperti Balikpapan masih sangat Kota Balikpapan, sebagai pusat urban di Kalimantan Timur, memiliki fasilitas kesehatan yang tidak merata antar kecamatan (BPS Kota Balikpapan, 2. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, rasio bidan terhadap penduduk mencapai sekitar 7Ae8 per 10. 000 penduduk, dengan rata-rata jam kerja 40Ae48 jam per minggu serta beban tambahan tugas promotifpreventif (Dinas Kesehatan Balikpapan. Tekanan menurunkan kepatuhan terhadap SOP keselamatan maternal-neonatal, seperti identifikasi risiko kehamilan, pencegahan Urgensi penelitian ini terletak pada menghubungkan beban kerja dan burnout keselamatan maternal-neonatal di fasilitas kesehatan primer. Pemahaman tersebut sangat penting untuk mendukung kebijakan manajemen K3, penataan beban kerja, dan dukungan psikososial tenaga kebidanan di Balikpapan. Penelitian ini diharapkan menghasilkan dasar rekomendasi kebijakan berbasis bukti bagi Dinas Kesehatan, manajemen fasilitas kesehatan, serta asosiasi profesi kebidanan dalam upaya memperkuat sistem keselamatan ibu dan METODE Penelitian pendekatan kuantitatif dengan rancangan analitik observasional dan desain crosectional, dilakukan pada satu periode waktu tertentu untuk menganalisis hubungan antara variabel bebas . eban kerja dan burnout . mplementasi maternalAe Pemilihan desain ini bertujuan untuk memperoleh gambaran empiris mengenai faktor kerja dan psikologis yang memengaruhi pelaksanaan keselamatan ibu dan bayi di fasilitas kesehatan tingkat Penelitian dilaksanakan pada JanuariAeApril 2025 di wilayah Kota Balikpapan. Provinsi Kalimantan Timur, mencakup seluruh puskesmas induk, puskesmas pembantu, dan klinik bersalin swasta yang terdaftar sebagai fasilitas pelayanan kebidanan aktif di Dinas Kesehatan Kota Balikpapan tahun 2024Ae Jumlah populasi berdasarkan data Dinas Kesehatan Balikpapan . diperkirakan sebanyak A320 bidan, dan sampel penelitian dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 427-434 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Analisis Beban Kerja dan Burnout Bidan A. (Dewi Yuniar. Fitriana Sindi. Rizky Diah Anggrain. sehingga diperoleh minimal 175 responden yang diambil dengan proportional stratified random sampling berdasarkan sebaran wilayah kerja puskesmas. Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi: . Bidan yang bekerja di fasilitas kesehatan tingkat pertama . uskesmas induk, puskesmas pembantu, atau klinik bersalin swast. di Kota Balikpapan, . Telah bekerja minimal 1 tahun di tempat tugas saat pengumpulan data. Terlibat langsung dalam pelayanan kebidanan, termasuk asuhan kehamilan, persalinan, dan neonatal. Bersedia menjadi responden dan menandatangani lembar persetujuan . nformed consen. Kriteria eksklusi meliputi: . Bidan yang sedang cuti panjang . uti melahirkan, sakit, atau pendidika. selama periode . Bidan yang tidak mengisi kuesioner secara lengkap atau memberikan data tidak valid. Tenaga kebidanan yang bekerja di fasilitas nonaktif atau tidak Dinas Kesehatan Kota Balikpapan tahun 2024Ae2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas isi oleh tiga ahli kebidanan dan manajemen K3 serta diuji reliabilitasnya dengan nilai CronbachAos Alpha Ou 0,7. Selain itu, dilakukan wawancara singkat . pen-ende. terhadap interpretasi hasil. Teknik analisis data meliputi: . Analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan rata-rata setiap . Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson atau Spearman . esuai distribusi dat. untuk menilai hubungan implementasi keselamatan. Analisis multivariat dengan regresi linier berganda atau regresi logistik ganda . ergantung pada jenis variabel depende. untuk keselamatan maternalAeneonatal. Defisini Operasional Variabel Beban Kerja (X. Burnout (X. Tabel 1. Definisi Operasional Variabel Penelitian Definisi Indikator Instrumen/Butir Operasional Ukur Kondisi yang Jumlah pasien per Kuesioner beban kerja berdasarkan sejauh mana Jam kerja per tuntutan kerja Workload isik, mental. Frekuensi jaga Indicators Staffing Need Beban (WISN) WHO, kapasitas ideal bidan dalam Kompleksitas maternalAe kasus pasien Likert 1Ae5. neonatal di Multitasking pelayanan dan Kondisi Kelelahan Instrumen Maslach Burnout . motional InventoryAeHuman Services Survey dan penurunan 2. Depersonalisasi (MBI-HSS) versi prestasi akibat . adaptasi tenaga stres kerja Penurunan prestasi kebidanan kronis pada pribadi . ersonal Indonesia, 22 item dengan skala Likert 1Ae7. Skala Ordinal Ordinal Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 427-434 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Analisis Beban Kerja dan Burnout Bidan A. (Dewi Yuniar. Fitriana Sindi. Rizky Diah Anggrain. Variabel Implementasi Keselamatan MaternalAe Neonatal (Y) Karakteristik Responden (Kontro. Definisi Operasional Tingkat pasien dalam komplikasi dan Faktor demografis dan kerja yang variabel utama. Indikator Kepatuhan SOP Identifikasi risiko ibu dan bayi Pencegahan obstetri/neonatal Penggunaan APD dan prinsip K3 Pelaporan Usia Lama kerja Pendidikan Status Jenis tempat kerja Instrumen/Butir Ukur Kuesioner maternal-neonatal indikator WHO Safe Motherhood & Patient Safety Goals . , 15 butir dengan skala Likert 1Ae5. Kuesioner data Skala Ordinal Nominal & Rasio HASIL Hasil Analisis Univariat Tabel 1. Distribusi Univariat Variabel Penelitian Pada Bidan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kota Balikpapan Variabel Kategori Frekuensi . Persentase Rata-rata (%) . ean A SD) Usia (Tahu. 33,8 A 6,2 >40 Lama Kerja <5 tahun (Tahu. 7,9 A 3,5 5Ae10 tahun >10 tahun Beban Kerja Rendah 3,41 A 0,62 Sedang Tinggi Burnout Rendah 3,18 A 0,59 Sedang Tinggi Implementasi Rendah 3,56 A 0,68 Sedang maternalAe Tinggi Sumber :data primer penelitian,2025 Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar bidan di fasilitas Kota Balikpapan berada pada usia produktif dan memiliki pengalaman kerja yang cukup matang. Sebagian besar dari mereka menghadapi beban kerja pada tingkat sedang, meskipun ada yang merasakan beban cukup tinggi yang bisa memicu kelelahan. Tingkat burnout umumnya berada pada kategori sedang. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 427-434 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Analisis Beban Kerja dan Burnout Bidan A. (Dewi Yuniar. Fitriana Sindi. Rizky Diah Anggrain. perhatian dari pihak manajemen melalui dukungan dan program K3. Penerapan keselamatan maternalAeneonatal sudah berjalan cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan dalam hal kepatuhan Secara umum, kondisi kerja bidan tergolong stabil, tetapi tetap memerlukan langkah preventif agar mutu keselamatan ibu dan bayi tetap Hasil Analilis Bivariat Tabel 3. Hubungan Beban Kerja dan Burnout dengan Implementasi Keselamatan Maternal Neonatal Variabel Kategori Implementasi Total f P Value Independen Keselamatan Maternal (%) Neonatal Rendah Sedang Tinggi . Beban Kerja Rendah 0,018* Sedang 92 . Tinggi 45 . Burnout Rendah 0,011* Sedang 86 . Tinggi 45 . Keterangan : Uji Chi Square = 0,05. () signifikan pada p < 0,05* Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dengan implementasi keselamatan maternalAeneonatal . = 0,. dan antara burnout dengan implementasi keselamatan maternalAeneonatal . = 0,. Semakin tinggi beban kerja dan tingkat burnout, semakin rendah tingkat penerapan prinsip keselamatan ibu dan bayi di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Hasil Analisis Multivariat Tabel 4. Hasil Analisis Multivariat Pengaruh Beban Kerja dan Burnout Terhadap Implementasi Keselamatan Maternal Neonatal Variabel Koefisien t-hitung p-value Keterangan Independen Regresi () Konstanta 2,315 3,812 0,000 Signifikan Beban Kerja Ae0,274 Ae2,987 0,004* Signifikan Burnout Ae0,321 Ae3,452 0,001* Signifikan Usia 0,068 0,798 0,426 Tidak Lama Kerja 0,104 1,267 0,207 Tidak RA (Koefisien 0,412 Determinas. F-hitung 18,724 0,000* Signifikan Keterangan: Uji regresi linier berganda, = 0,05. () signifikan pada p < 0,05* Sumber: Data primer penelitian, 2025 Analisis bahwa variabel beban kerja dan terhadap implementasi keselamatan maternalAeneonatal . < 0,. Nilai koefisien determinasi (RA = 0,. menunjukkan bahwa kedua variabel 41,2% maternalAeneonatal, sedangkan sisanya 58,8% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti. Koefisien regresi negatif pada kedua variabel mengindikasikan bahwa peningkatan beban kerja dan burnout cenderung Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 427-434 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Analisis Beban Kerja dan Burnout Bidan A. (Dewi Yuniar. Fitriana Sindi. Rizky Diah Anggrain. keselamatan pasien ibu dan bayi. PEMBAHASAN Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa beban kerja dan burnout memiliki pengaruh signifikan terhadap implementasi keselamatan maternal-neonatal di fasilitas kesehatan tingkat pertama di Balikpapan. Berdasarkan hasil analisis multivariat, beban kerja ( = Ae0,274, p < 0,. dan burnout ( = Ae0,321, p < 0,. terbukti penerapan prosedur keselamatan ibu dan Artinya, semakin tinggi beban kerja dan tingkat kelelahan emosional yang dialami tenaga kesehatan, khususnya kepatuhan terhadap standar keselamatan maternal-neonatal. Hasil ini mendukung Job Demands-Resources (JD-R) Model yang menjelaskan bahwa tingginya tuntutan kerja tanpa dukungan sumber daya yang memadai akan menimbulkan kelelahan fisik dan psikologis, yang pada akhirnya menurunkan kinerja (Demerouti. Bakker. Nachreiner, & Schaufeli, 2001. Demerouti & Bakker, 2. Analisis bivariat menunjukkan bahwa responden dengan beban kerja tinggi cenderung memiliki tingkat implementasi dibandingkan dengan mereka yang memiliki beban kerja sedang atau rendah. Burnout yang tinggi juga berhubungan dengan penurunan kepatuhan terhadap prosedur pelaporan insiden. Hal ini menegaskan bahwa beban kerja dan burnout memiliki dampak nyata terhadap kualitas pelayanan Meskipun variabel usia dan lama kerja tidak menunjukkan pengaruh signifikan, karakteristik demografis responden yang mayoritas berpengalaman menengah dapat berperan sebagai faktor protektif terhadap tekanan kerja. Burnout muncul sebagai faktor yang lebih dominan karena dapat mengurangi energi, konsentrasi, serta motivasi bidan untuk konsisten menerapkan prosedur keselamatan. Secara keseluruhan, sebagian besar implementasi keselamatan maternal-neonatal masih berada pada perlunya peningkatan melalui pelatihan rutin, penguatan budaya keselamatan. SIMPULAN Beban kerja terbukti berpengaruh keselamatan maternal-neonatal di fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kota Balikpapan. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi beban kerja bidan, prosedur keselamatan ibu dan bayi, terutama dalam aspek kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan identifikasi risiko. Burnout memiliki pengaruh negatif yang lebih kuat dibandingkan beban kerja maternal-neonatal. Burnout yang tinggi konsentrasi bidan, sehingga berdampak pada menurunnya konsistensi pelaksanaan prinsip keselamatan, termasuk pencatatan dan pelaporan insiden keselamatan pasien. Karakteristik demografis seperti usia dan lama kerja tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap implementasi keselamatan maternal-neonatal, namun pengalaman kerja menengah yang dimiliki sebagian besar bidan dapat berperan sebagai faktor protektif moderat terhadap tekanan kerja yang tinggi. Sebagian keselamatan maternal-neonatal berada mengindikasikan bahwa upaya penerapan keselamatan telah berjalan namun belum Masih terdapat celah pada aspek pelatihan berkala, dukungan supervisi, serta budaya keselamatan di lingkungan Secara keseluruhan, hasil penelitian menjawab tujuan penelitian bahwa beban kerja dan burnout merupakan determinan penting terhadap tingkat implementasi maternal-neonatal. Oleh Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 427-434 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Analisis Beban Kerja dan Burnout Bidan A. (Dewi Yuniar. Fitriana Sindi. Rizky Diah Anggrain. karena itu, intervensi manajerial yang diarahkan untuk mengurangi beban kerja berlebih dan mengelola burnout bidan sangat diperlukan guna memperkuat sistem keselamatan ibu dan bayi di fasilitas kesehatan primer. SARAN Berdasarkan disarankan agar Dinas Kesehatan dan manajemen fasilitas pelayanan primer mengoptimalkan sistem kerja bidan melalui pembagian tugas yang proporsional, rotasi kerja yang adil, dan jadwal istirahat yang teratur untuk menekan risiko kelelahan fisik maupun emosional. Evaluasi beban kerja berbasis indikator pelayanan maternalAe neonatal perlu dilakukan secara berkala tuntutan dan kapasitas kerja. Selain itu, diperlukan program pencegahan burnout melalui pelatihan coping stress, mentoring sejawat, serta Kebijakan mendukung keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi . ork-life balanc. perlu diintegrasikan ke dalam strategi K3. Upaya peningkatan kapasitas bidan melalui pelatihan keselamatan maternalAe keselamatan pasien harus diiringi dengan penguatan budaya keselamatan berbasis Supervisi reflektif yang bersifat pembinaan perlu diterapkan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap SOP dan mengurangi tekanan kerja. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan desain longitudinal untuk memperdalam analisis hubungan sebab-akibat antarvariabel. DAFTAR PUSTAKA